Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN PRAKTIKUM MESIN SEKRAP

Disusun Oleh : Alex Putra NIM : 115214052 Fakultas / Prodi : Fakultas Sains dan Teknologi / Teknik Mesin Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 2012

I.

TUJUAN Mempelajari proses pengerjaan logam melalui pembuangan sebagian bahan

dengan menggunakan peralatan mesin serut atau mesin sekrap lengan kuat. Mesin ini digunakan untuk membuat permukaan benda kerja rata dan dapat pula digunakan untuk membuat alur. Dengan adanya praktek kerja mesin sekrap diharapkan para mahasiswa mampu untuk: Mengetahui apa itu mesin sekrap dan dapat memahami tentang bagian dari mesin sekrap dan cara kerja mesin sekrap. Setelah paham setiap setail dari mesin sekrap diharapkan para mahasiswa dapat mengoperasikan mesin sekrap dengan baik dan benar.

II.

MESIN SEKRAP Mesin sekrap (shaping machine) disebut pula mesin ketam atau serut. Mesin

ini digunakan untuk mengerjakan bidang-bidang yang rata, cembung, cekung, beralur, dan lain-lain pada posisi mendatar, tegak, ataupun miring. Mesin sekrap adalah suatu mesin perkakas dengan gerakan utama lurus bolak-balik secara vertikal maupun horizontal. Prinsip pengerjaan pada mesin sekrap adalah benda yang disayat atau dipotong dalam keadaan diam (dijepit pada ragum) kemudian pahat bergerak lurus bolak-balik atau maju mundur melakukan penyayatan. Hasil gerakan maju mundur lengan mesin/pahat diperoleh dari motor yang dihubungkan dengan roda bertingkat melalui sabuk (belt). Dari roda bertingkat, putaran diteruskan ke roda gigi antara dan dihubungkan ke roda gigi penggerak engkol yang besar. Roda gigi tersebut beralur dan dipasang engkol melalui tap. Jika roda gigi berputar maka tap engkol berputar eksentrik menghasilkan gerakan maju mundur lengan. Kedudukan tap dapat digeser sehingga panjang eksentrik berubah dan berarti pula panjang langkah berubah.

Badan mesin Merupakan keseluruhan mesin tempat mekanik penggerak dan tuas pengatur. Meja mesin Fungsinya merupakan tempat kedudukan benda kerja atau penjepit benda kerja. Meja mesin didukung dan digerakkan oleh eretan lintang dan eretan tegak. Eretan lintang dapat diatur otomatis. Lengan Fungsinya untuk menggerakan pahat maju mundur. Lengan diikat dengan engkol menggunakan pengikat lengan. Kedudukan lengan di atas badan dan dijepit pelindung lengan agar gerakannya lurus

Eretan pahat Fungsinya untuk mengatur ketebalan pemakanan pahat. Dengan memutar roda pemutar maka pahat akan turun atau naik. Ketebalan pamakanan dapat dibaca pada dial. Eretan pahat terpasang di bagian ujung lengan dengan ditumpu oleh dua buah mur baut pengikat. Eretan dapat dimiringkan untuk penyekrapan bidang bersudut atau miring. Kemiringan eretan dapat dibaca pada pengukur sudut eretan.

Pengatur kecepatan Fungsinya untuk mengatur atau memilih jumlah langkah lengan mesin per menit. Untuk pemakanan tipis dapat dipercepat. Pengaturan harus pada saat mesin berhenti. Tuas panjang langkah Berfungsi mengatur panjang pendeknya langkah pahat atau lengan sesuai panjang benda yang disekrap. Pengaturan dengan memutar tap ke arah kanan atau kiri. Tuas posisi pahat Tuas ini terletak pada lengan mesin dan berfungsi untuk mengatur kedudukan pahat terhadap benda kerja. Pengaturan dapat dilakukan setelah mengendorkan pengikat lengan. Tuas pengatur gerakan otomatis meja melintang Untuk menyekrap secara otomatis diperlukan pengaturan-pengaturan panjang engkol yang mengubah gerakan putar mesin pada roda gigi menjadi gerakan lurus meja. Dengan demikian meja melakukan gerak ingsutan (feeding). Mekanisme Kerja Mesin Sekrap Mekanisme yang mengendalikan mesin sekrap ada dua macam yaitu mekanik dan hidrolik. Pada mekanisme mekanik digunakan crank mechanism. Pada mekanisme ini roda gigi utama (bull gear) digerakkan oleh sebuah pinion yang disambung pada poros motor listrik melalui gear box dengan empat, delapan, atau lebih variasi kecepatan. RPM dari roda gigi utama tersebut menjadi langkah per menit (strokes per minute, SPM). Gambar skematik mekanisme dengan sistem hidrolik dapat dilihat pada Gambar dibawah. Mesin dengan mekanisme sistem hidrolik kecepatan sayatnya dapat diukur tanpa bertingkat, tetap sama sepanjang langkahnya. Pada tiap saat dari langkah kerja, langkahnya dapat dibalikkan sehingga jika mesin macet lengannya dapat ditarik kembali.

III.

Cara Kerja Mesin

Motor penggerak dipasang dibagian belakang pada bagian yang datar, menggerakan roda sabuk. Lemari roda gigi mengatur beberapa kecepatan dan meneruskan tenaga ke roda kecil. Roda gigi ini menggeraka roda gigi penggerak. Lengan digerakan oleh roda gigi yang berayun, karena pasak engkol terpasang pada roda gigi penggerak. Roda gigi ini berputar pada kecepatan yang tetap dan menyebabkan lengan engkol berayun dan lengan maju mundur. Dalam menjalankan mesin ini, yang perlu diatur adalah putaran engkol dan panjang alat irisnya. Pengirisan benda kerja ini dilakukan ketika alat iris bergerak maju. Panjang langkah alat iris disesuaikan dengan panjang bidang yang akan diiris. Sedangkan yg kelompok saya kerjakan adalah mesin yg diameter ukurannya adalah 0.08 mm, lalu dibagi berapa panjang benda yang akan diiris. Jumlah langkah maju mundur per-menit tergantung pada kecepatan potong dari bahan yang akan diserut dan panjang langkah serutannya. IV. Langkah Kerja

1. Memasang Benda kerja diatas meja kerja. 2. Memasang pahat / alat iris. 3. Menyetel panjang langkah kerja. 4. Menyetel posisi langkah. 5. Menyetel langkah putaran per menit. 6. Menjalankan mesin untuk pengirisan. 7. Menyetel kedalaman pengirisan. Hal yang perlu diperhatikan sebelum pengerjaan : Bagian yang selalu bergerak yang memerlukan pelumasan baik dengan minyak maupun gemuk harus diperiksa agar jalannya tidak macet. Melaksanakan K3, memanfaatkan sifat bertanggung jawab bagi setop pemakai/penggunaan fasilatas/peralatan workshop, melakukan tindakan perbaikan dengan kesadaran sendiri. Perhatikan bagian-bagian yang berbahaya pada mesin. Perhatikan pengaman-pengaman yang ada. Jangan menjalankan mesin bila tidak tahu caranya.

Bersihkan mesin setelah digunakan. Bertanya pada pandamping praktek, hal-hal yang kurang dimengerti dalam pengoperasian mesin skrap.

V. VI.

ALAT YANG DIGUNAKAN Mesin skrap lengkap dengan kunci dan alat irisnya Palu Penggaris Jangka sorong Penyiku / Siku-Siku Kunci pas Oli / pendingin Balok besi ( semula ukuran 39mm x 31mm x 33 mm ) BAHAN YANG DIKERJAKAN SAAT PRAKTIKUM Bahan yang digunakan adalah besi berbentuk segiempat dengan ukuran

38 x 38 x 27 mm. VII. TUGAS YANG HARUS DIKERJAKAN

Membuat benda kerja sama seperti pada gambar kerja. Dimulai dari penempatan benda kerja, kemudian benda kerja diukur dan di skrap untuk mendapat ukuran 38mm x 38mm x 27mm dan kemudian membuat alur dalam sedalam 4mm pada benda kerja.

VIII. PEMBAHASAN Beberapa hambatan yang sering dijumpai adalah : Kesalahan pada saat pengirisan, hal ini disebabkan karena kesalahan pada saat pengukuran serta pengirisan tidak tepat pada batas iris benda tersebut. Kerugiannya yaitu penyetelen panjang langkah tidak teliti.

Kesimpulan Pada mesin sekrap pengetahuan mengenai cara pengoperasiannya sangatlah penting bagi para mahasiswa yang akan melakukan praktek kerja dimana dari pengetahuan yang ada dapat menyeleseikan Job/Tugas yang diberikan.