Anda di halaman 1dari 9

PERSAMAAN DIFFERENSIAL

Mahasiswa diharapkan:
1. Mengenali bentuk PD orde satu dengan variabel terpisah dan tak terpisah.
2. Dapat mengubah bentuk PD tak terpisah menjadi terpisah melalui
transformasi/substitusi variabel yang sesuai, dan menyelesaiakannya.
3. Menentukan keeksakan suatu PD orde satu.
4. Menyelesaikan persamaan differensial eksak dengan menggunakan metode yang
sesuai.
5. Mengubah PD tak eksak menjadi eksak dengan mengalikannya dengan faktor integral
yang hanya bergantung pada satu variabel, dua variabel.
6. Menentukan penyelesaian PD linier orde satu yang homogen dan tak homogen.
Definisi: Persamaan Diferensial adalah suatu persamaan yang meliputi turunan fungsi
dari satu atau lebih variabel terikat terhadap satu atau lebih variabel bebas.
(A differential equation is any equation which contains derivatives, either ordinary
derivatives or partial derivatives.)
Selanjutnya jika dalam persamaan tersebut turunan fungsi itu hanya tergantung pada satu
variabel bebas, maka disebut Persamaan Difrensial Biasa (PDB) dan bila tergantung pada
lebih dari satu variabel bebas disebut Persamaan Diferensial Parsial (PDP).
Contoh:
1. 5 +

xy
t
y
x
y
(Persamaan Differensial Parsial)
2. 0 3
2
2
2

,
_

+ x
dx
dy
dx
y d
dx
dy
(Persamaan Differensial Biasa)
Definisi Order: Order suatu PDB adalah order tertinggi dari turunan dalam persamaan
0 ) ,...., " , ' , (
) (

n
y y y x F . Contoh no.2 adalah
persamaan differensial biasa order dua.
Definisi Linieritas dan Homogenitas: Persamaan differensial biasa order n dikatakan
linier bila dapat dinyatakan dalam bentuk. (A linear differential equation is any
differential equation that can be written in the following form.)
) ( ) ( ' ) ( ...... ) ( ) (
1
) 1 (
1
) (
0
x F y x a y x a y x a y x a
n n
n n
+ + + +

dengan
0 ) (
0
x a
.
1. Jika tidak dapat dinyatakan dalam bentuk di atas dikatakan tidak linier.
1
2. Jika koefisien
) ( ),....., ( ), (
1 0
x a x a x a
n
konstan maka disebut persamaan
differensial linier dengan koefisien konstan, jika tidak disebut persamaan differensial
linier dengan koefisien variable.
3. Jika
0 ) ( x F
, maka disebut persamaan differensial linier homogen, jika
0 ) ( <> x F
disebut tidak homogen.
Solusi (Penyelesaian) PDB.
Definisi: Tinjau suatu PDB
0 ,..., , ,
1
]
1

n
n
dx
y d
dx
dy
y x F
dengan F fungsi real dengan (n+2) argumen
n
n
dx
y d
dx
dy
y x ,...., , , .
1. Jika
f
adalah fungsi real yang terdefinisi untuk semua x dalam interval real I
dan mempunyai derivative ke-n untuk semua I x . Fungsi
f
disebut solusi
eksplisit PDB di atas pada I jika memenuhi
[ ] ) ( ),..., ( ' ), ( ,
) (
x f x f x f x F
n
terdefinisi untuk semua I x , dan
[ ] 0 ) ( ),..., ( ' ), ( ,
) (
x f x f x f x F
n
untuk semua I x
2. Suatu relasi
0 ) , ( y x g
disebut solusi implisit dari PDB di atas jika
g
dapat
ditransformasi ke minimal satu fungsi
f
dengan variable I x sedemikian sehingga
f
merupakan solusi eksplisit dari PDB pada interval tersebut.
3. Kedua penyelesaian yaitu penyelesaian implicit dan penyelesaian eksplisit biasanya
secara singkat disebut penyelesaian PDB.
Secara umum kedua solusi tersebut masih dikategorikan lagi dalam tiga jenis solusi yaitu:
1. Solusi Umum (Penyelesaian Umum): solusi PDB yang masih mengandung konstanta
misalnya c atau C . Contoh:
3 ' y
mempunyai penyelesaian umum
C x y + 3
.
2. Solusi Khusus/Partikulir (Penyelesaian Khusus/Partikulir): solusi yang tidak
mengandung konstanta karena adanya syarat awal pada suatu PDB. Contoh:
3 ' y

dengan syarat
1 ) 0 ( y
, maka penyelesaian khususnya adalah
1 3 + x y
3. Solusi Singular (Penyelesaian Singular): solusi yang tidak diperoleh dari hasil
mensubstitusikan suatu nilai pada konstanta pada solusi umumnya. Contoh:
2
C Cx y + adalah solusi umum dari PDB y xy y + ' ) ' (
2
, namun demikian disisi
lain PDB tersebut mempunyai penyelesaian singular
2
4
1
x y .
2
Metode Penyelesaian.
Metoda yang digunakan untuk mencari solusi (menyelesaiakan) Persamaan Differensial
antara lain:
1. Metoda Analitik: Metoda ini dapat menghasilkan dua bentuk solusi yaitu bentuk
eksplisit dan implicit yang dicari melalui teknik deduktif analogis dengan
menggunakan konsep-konsep matematik. Kelebihannya dapat mengetahui bentuk
fungsi solusinya namun tidak cukup fleksibel untuk masalah-masalah yang komplek.
Dengan komputer dapat diselesaikan dengan software MATLAB atau MAPLE_
Prosedur dalam MATLAB ditulis sebagai berikut:
2. Metoda Kualitatif: Solusi ini hanya dapat memberikan gambaran secara geometris
bagaimana visualisasi dari solusi PDB. Dengan mengamati pola grafik gradien field
(direction field) maka dapat diestimasi solusi PDB itu. Keunggulannya dapat
memahami secara mudah kelakuan solusi suatu PDB namun fungsi asli dari solusinya
tidak diketahui dan juga kurang fleksibel untuk kasus yang komplek
3. Metoda Numerik. Pada saat sekarang metoda ini merupa-kan metoda yang fleksibel.
Metoda ini berkembang sesuai dengan perkembangan computer, dan dapat
menyelesaikan PDB dari level yang mudah sampai pada level yang kompleks.
Meskipun fungsi tidak solusi tidak diketahui secara eksplisit maupun implicit namun
data yang diberikan dapat divisualisir dalam bentuk grafik sehingga dapat dianalisis
dengan baik. Metoda ini berdasarkan prinsip-prinsip pendekatan (aproksimasi)
sehingga solusi yang diperoleh adalah solusi hampiran (solusi pendekatan).
Pada kuliah ini hanya akan dibicarakan metode analitik yang dikhususkan untuk
menyelesaikan Persamaan Differensial Biasa. Metoda numerik diberikan pada mata
kuliah yang lain.
Persamaan Differensial Order satu (First Order DEs)
1. Variabel terpisah (Separable differential equations) dan variabel tidak terpisah tapi
mudah dipisahkan
Bentuk:
0 ) ( ) ( + dx x M dy y N
, dan
0 ) ( ) ( ) ( ) (
1 2 2 1
+ dx x M y N dy x M y N
Untuk menyelesaikannya, integralkan.
3
%Menggunakan fungsi dsolve
>>dsolve(Dy = 3*y + 1, y(0)=1)
C x F y F dx x M dy y N + +

) ( ) ( 0 ) ( ) (
2 1

+ 0
) (
) (
) (
) (
2
1
2
1
dx
x M
x M
dy
y N
y N
Contoh:



0 dx x 6 dy y 0 dx x 6 dy y x y 6
dx
dy
1.
2 2 2
PU PD:
c 3x
y
1
2

c x y c ln y ln x ln 0
y
dy
x
dx
0
dx
dy
y
x
1 2. + + +
0 dx x y 2 dy dx x y 2 dy x y 2 y' 3.

c x y ln 0 dx x 2
y
dy
0 dx x 2
y
dy
2
0 dx 4) - x 4 x (3 - dy 4) - y (2
dx 4) x 4 x (3 dy 4) y (2
4 y 2
4 x 4 x 3
dx
dy
4.
2
2
2

+
+

c x) 4 x 2 (x y) 4 (y : PD PU
2 3 2
+
Jika persamaan tersebut diberi syarat bahwa y(1) = 3, maka syarat ini
disubstitusikan ke PU PD untuk mendapatkan nilai c.
2 c c 4(1)} ) 2(1 {(1) 4(3) (3)
2 3 2
+
Jadi Penyelesaian Khusus PD:
0 2 x) 4 x 2 (x y 4 y
2 3 2
+ +
0 dx 4) x (2 dy e 4) (2x e
dx
dy
5.
y y




c x) 4 (x e 0 dx 4) x (2 dy e
2 y y
2 r(1) untuk ;

r
d
dr
6.
2

c ln
r
1
0 d

1
dr
r
1
0 d

1
dr
r
1
2 2


Substitusi syarat r(1) = 2 diperoleh c = -1/2
Sehingga penyelesaian PD:
ln
2
1
1
r

) t (1
cos(y)
e e
dt
dy
) t (1 sec(y) e
dt
dy
7.
2
t y
2 t y
+ +

4

+ +
+


c dt ) t (1 e dy cos(y) e
dt ) t (1 e dy cos(y) e
2 t y -
2 t y
c 3) 2t (t e cos(y)} {sin(y)
2
e
2 t
y
+ + +

Substitusi syarat diperoleh:


2
5
c ;
Sehingga penyelesaian khusus PD:
2
5
3) 2t (t e cos(y)} {sin(y)
2
e
2 t
y
+ + +

dy y sin x cos dx y cos sec x 8.


2


0 dy sec y y tg dx x sec 0 dy
y cos
y sin
dx
x cos
sec x
2
2

c sec y x tg
0
x 1
dx
y 1
dy
0 dx y 1 dy ) x (1 9.
2 2
2 2

+


+

c x arctg y arcsin 0
x 1
dx
y 1
dy
2 2

0
a x
dx
y
dy
0 dx y )dy a (x 10.
2 2
2 2

a x
a x
c y c ln
a x
a x
ln
2a
1
y ln
2a
+


2. Variabel tercampur dan tidak mudah dipisahkan.
a). Bentuk: )
x
y
F(
dx
dy
; Untuk bentuk ini diambil
substitusi
dx
dv
x v
dx
dy
x
y
dx
dy
x
dx
dv
x
y
v
2
+


Contoh:
0 y x 4 x y y' 1.
2 2
+ + ;
Bagi kedua ruas dengan
2
x
sehingga PD jadi berbentuk:
0 )
x
y
( 4 y'
x
y
2
+ + ; dengan substitusi
x
y
v diperoleh
0 dv x v 4)dx v (2 0 v 4 )
dx
dv
x v(v
2 2
+ + + + +
c 4) v (2 x
c ln x ln 4 v 2 ln
4
1
0
4 v 2
dv v
x
dx
4
1
2
2
2
+
+ +
+
+
Penyelesaian Umum PD: c 4}
x
y
{2 x
4
1
2
2
+
5
b). Bentuk: F(x y)
dx
dy
; untuk bentuk ini dapat diambil substitusi x y = u => x dy
+ y dx = du =>
dy = (du y dx)/x
Contoh:
0 dy x xy) (1 dx y xy) (1 2. + +

0 dy) x dx xy(y d(xy)
0 dy) x dx xy(y dy x dx y
+
+ +

0 )
y
x
d( y
xy
d(xy)
0 }
y
xdy ydx
{ y
xy
d(xy)
2
2
2
+

+
Ambil substitusi xy = u dan
v
u
y v
y
x
2

Sehingga PD menjadi:
c ln
u
1
v ln 0
v
dv
u
du
0 dv
v
u
u
du
2
+ +
1/xy 1/u
e c y x e c v
3. Persamaan Differensial Homogen.
Persamaan differensial tingkat satu pangkat satu dengan bentuk M(x,y) dx + N((x,y)
dy disebut PD homogen bila M dan N homogen dan berpangkat sama.
Contoh:
0 x)dy (y 3y)dx (2x 1. + +
; M(x,y) = (2 x + 3 y) dan
N(x,y) = (y x), keduanya berpangkat satu. Bagi kedua ruas dengan x
diperoleh:
0 1)dy
x
y
( )dx
x
y
3 (2 + +
Untuk menyelesaikannya digunakan substitusi
y/x = u=>y = ux=>dy = u dx + x du , shg PD menjadi:
(2 + 3 u)dx +(u 1)(u dx + x du) = 0
(2 + 3 u + u
2
u) dx + x(u 1) du = 0
c 1)
x
y
arctg( 2 2}
x
y
2 )
x
y
{( x ln
c 1) arctg(u 2 2 2u u ln
2
1
x ln
0 du
2) 2u (u
1) (u
x
dx
1/2 2
2
2
+ + +
+ + + +

+ +

+
0 dy )
y
x
(1 e 2 dx ) 2e (1 2.
x/y x/y
+ +
Ambul x/y = u => x = u y => dx = u dy + y du
6

c ln e 2
y
x
ln y ln
lnc e 2 u ln y ln 0 du
e 2 u
e 2 1
y
dy
0 du ) e 2 y(1 dy ) e 2 (u
0 du ) e 2 y(1 dy ) e u 2 e 2 e u 2 (u
0 dy u) (1 e 2 du) y dy )(u e 2 (1
x/y
u
u
u
u u
u u u u
u u
+ +
+ +
+
+
+
+ + +
+ + + +
+ + +
PU PD:
c e y 2 x
x/y
+
0; dx x y )dy y (x 0 x y
dx
dy
) y (x 3.
2 2 2 2
+ +
Substitusi dengan y = u x => dy = u dx + x du

c
y 2
x
y ln : PD PU Jadi
c
x
y
ln
y 2
x
x ln
c u ln
u 2
1
x ln 0 du
u
u 1
x
dx
x u dengan bagi 0; du )x u (1 dx x u
0 du )x x u (x )dx x u x u x (u
0 dx x u du) x dx )(u x u (x
2
2
2
2
2 3
2
3 3 3 2 2 3
2 2 2 2 2 3 2
2 2 2 2

+
+
+
+
+ +
+ + +
+ +
4. PD tidak homogen, tetapi dapat dihomogenkan
Bentuk :
p b q a
du p dv a
dy
p b q a
dv b - du q
dx
dv dy q dx p v r qy px
du dy b dx a u c by ax
substitusi diambil 0, bp aq atau
r
c
q
b
p
a
Jika i.
konstanta r q, p, c, b, a, 0; r)dy qy (px c)dx by (ax a).

+ + +
+ + +

+ + + + +
;
PD menjadi (q u p v) du + (a v bu) dv = 0


0 dy r) qy (px dx c} qy) {m(px m
q
b
p
a
substitusi diambil 0, bp aq atau
r
c
q
b
p
a
Jika ii.
+ + + + +


p
qdy du
dx u qy px

+
PD menjadi:

0 dy r} c r p u q) m {(p du c) u (m
0 dy r) c u m q r p u (p du c) u (m
0 dy r) (u
p
dy q du
c) u (m
+ + +
+ + +
+ +

+

m
r
c
q
b
p
a
ambil ;
r
c
q
b
p
a
Jika iii.
7

c y x m r) qy (px m c) by (ax + + + + +
0 dy g(xy) x dx f(xy) y : Berbentuk Persamaan b). +
Ambil substitusi:
2
x
dx z dz x
dy
x
z
y z xy



0 dz z) Q(x, dx z) P(x, +
Contoh:
0 dy 5) y (2x dx 4) 2y (x 1. + +

3
2du dv
dy ;
3
dv 2 - du
dx
dv dy dx 2 v 5 y 2x
du dy 2 dx u 4 2y x

+ +
+ +
Sehingga PD menjadi:
(u + 2 v) du (2 u + v) dv = 0;
misal u = vt => du = tdv + vdt; substitusi ke PD baru
(t + 2)(tdv + vdt) (2t + 1) dv = 0
V(t + 2) dt + (t
2
1) dv = 0

c ln v ln
1 t
1 t
ln 1 t ln
2
1
0
v
dv
dt
1) (t
2) (t
2
2
+
+

+ +

+

1/2 3/2 1/2 3/2
v) c(u v) (u atau 1) c(t 1) v(t + +
Sedangkan u v = y x + 1 dan u + v = 3(x + y 3)
Kembalikan ke variabel asli diperoleh
PU PD: (y x + 1)
3/2
= c(3(x + y 3))
1/2
y) 2 - 3(x y) 6 - x (3 m
b
q
a
p
diambil ;
r
c
q
b
p
a

0 19)dy 6y (3x 9)dx 2y (x 2.

+ +
X 2 y = t => dx 2 dy = dt =>
2
dt dx
dy

0 )
2
dt dx
19)( (3t 9)dx (t

+ +
2 t dx + 18 dx 3 t dx 19 dx + 3 t dt + 19 dt = 0
(-t 1) dx + ( 3 t + 19) dt = 0

c x 1 y 2 - x ln 16 y 6 - x 3
c x 1 t ln 16 t 3 0 dx dt
1 t
19 3t
+ +
+ +
+
+

1
C 1 2y - x ln 8 y 3 - x atau
c 1 2y x ln 16 6y 2x : PD PU Jadi
+ +
+ +
2
dx 5 - du
dy du dy 2 dx 5 u y 2 x 5
0 3)dy 2y (5x 7)dx 6y (15x 3.
+ +
+ + +
8

0 du 3) (u dx 1) (u
0 dx 15 dx 5u du 3 du u dx 14 dx 6u
0 )
2
5dx du
3)( (u 7)dx (3u
+ +
+ +

+


+

+
+
+
+

+ c
1 u
du
4 du
1 u
1) (u
dx 0
1) (u
du 3) (u
dx

c 1 2y 5x ln 4 2y 6x c 1 2y 5x ln 4 2y 5x x
c 1 u ln 4 u x
+ + + + + + +
+ +
c 1 2y 5x ln 2 y 3x : PD PU Jadi + + +


9