Anda di halaman 1dari 5

NAMA : ULANDARI NPM : 1102010282 KELAINAN HAID Berdasarkan kelainan jumlah darah haid : 1.

Menorrhagia Menorrhagia adalah pengeluaran darah haid yang terlalu banyak dan biasanya disertai dengan pada siklus yang teratur. Menorrhagia biasanya berhubungan dengan nocturrhagia yaitu suatu keadaan dimana menstruasi mempengaruhi pola tidur wanita dimana waita harus mengganti pembalut pada tengah malam. Menorrhagia juga berhubungan dengan kram selama haid yang tidak bisa dihilangkan dengan obat-obatan. Penderita juga sering merasakan kelemahan, pusing, muntah dan mual berulang selama haid. 2. Hipomenorrhea (kriptomenorrhea) Hipomenorrhea adalah suatu keadan dimana jumlah darah haid sangat sedikit (<30cc), kadang-kadang hanya berupa spotting. Dapat disebabkan oleh stenosis pada himen, servik atau uterus. Pasien dengan obat kontrasepsi kadang memberikan keluhan ini. Hal ini juga dapat terjadi pada hipoplasia uteri dimana jaringan endometrium sedikit Berdasarkan kelainan siklus haid: 1. Polimenorrhea Polimenorrhea adalah kelainan haid dimana siklus kurang dari 21 hari dan menurut literatur lain siklus lebih pendek dari 25 hari. Bila siklus pendek namun teratur ada kemungkinan stadium proliferasi pendek atau stadium sekresi pendek atau kedua stadium memendek. Yang paling sering dijumpai adalah pemendekan stadium proliferasi. Bila siklus lebih pendek dari 21 hari kemungkinan melibatkan stadium sekresi juga dan hal ini menyebabkan infertilitas. Siklus yang tadinya normal menjadi pendek biasanya disebabkan pemendekan stadium sekresi karena korpus luteum lekas mati. Hal ini sering terjadi pada disfungsi ovarium saat klimakterium, pubertas atau penyakit kronik seperti TBC. 2. Oligomenorrhea Oligomenorrhea disebut juga sebagai haid jarang atau siklus panjang. Oligomenorrhea terjadi bila siklus lebih dari 35 hari. Darah haid biasanya

berkurang. Oligomenorrhea biasanya berhubungan dengan anovulasi atau dapat juga disebabkan kelainan endokrin seperti kehamilan, gangguan hipofisehipotalamus, dan menopouse atau sebab sistemik seperti kehilangan berat badan berlebih. Oligomenorrhea sering terdapat pada 3. Amenorrhea (tidak ada periode haid) Amenorrhea bukan merupakan penyakit namun merupakan gejala. Amenorrhe dapat terjadi pada menopouse, sebelum pubertas, dalam kehamilan dan dalam masa laktasi. Bila tidak menyusukan, haid datang 3 bulan post partum namun bila menyusukan, haid datang pada bulan ke-66. Amenorrhea dapat dibagi menjadi amenorrhea primer dan sekunder. Amenorrhe primer berarti seorang perempuan belum mengalami haid2 setelah usia 16 tahun tetapi telah terdapat tanda-tanda seks sekunder atau tidak terjadi haid sampai 14 tahun tanpa adanya tanda-tanda seks sekunder. Amenorrhea biasanya terjadi pada gadis dengan underweight atau pada aktivitas berat dimana cadangan lemak mempengaruhi untuk memacu pelepasan hormon. Amenorrhea sekunder berarti telah terjadi haid, tetapi haid terhenti untuk masa tiga siklus atau lebih dari enam bulan. Berdasarkan perdarahan dari luar haid Metrorrhagia Metrorrhagia adalah perdarahan tidak teratur dan tidak ada hubungannya dengan haid6 namun keadaan ini sering dianggap oleh wanita sebagai haid walaupun berupa bercak. Metrorrhagia dapat disebabkan oleh kehamilan seperti abortus ataupun kehamilan ektopik6 dan dapat juga disebabkan oleh faktor luar kehamilan seperti ovulasi, polip endometrium dan karsinoma serviks. Akhir-akhir ini, estrogen eksogen menjadi penyebab tersering metrorrhagia11. Terapi yang diberikan tergantung etiologi. Berdasarkan gangguan lain yang berhubungan dengan kelainan haid 1. Premenstrual Tension (Ketegangan Prahaid) Ketegangan prahaid adalah keluhan-keluhan yang biasanya mulai satu minggu sampai beberapa hari sebelum datangnya haid dan menghilang sesudah haid datang walaupun kadang-kadang berlangsung terus sampai haid berhenti.

2. Disminorea Disminorea adalah nyeri haid menjelang atau selama haid, sampai membuat wanita tersebut tidak dapat bekerja dan harus tidur. Nyeri sering bersamaan dengan rasa mual, sakit kepala, perasaan mau pingsan, lekas marah. Dikenal adanya disminore primer dan sekunder. 3. Mastodinia / mastalgia Adanya rasa nyeri dan pembesaran mamae sebelum haid 4. Mittelschmerz Rasa nyeri pada ovulasi

Hipotalamus GnRH Hipofisis Anterior FSH & LH Ovarium Tak terangsang Estrogen & progesteron Siklus menstruasi (-) Amenore primer ovum

keseimbangan progesterone & estrogen terganggu proses kimia tubuh terganggu (metab vit B6) vit B6 serotonin depresi PMS

tak dibuahi regresi korpus luteum (menstruasi) progesteron membran lisosom labil

Tanda seks sekunder tak terjadi MK: Bagian citra tubuh Harga diri rendah

enzim fosfolipase A2 menghidrolisis fosfolipid as. arachidonat kaskade as. Arachidonat PG: PGE & PGF 2a Miometrium Iskemia Disminorea primer Nyeri haid MK: Nyeri intoleran aktivitas, ansietas

Kontraksi dan disritmia uterus

Aliran darah uterus

PMS

Kelemahan umum Intoleran aktivitas

nyeri payudara nyeri

acne Gg.intregitas kulit

mood labil ansietas

Stress, penyakit, obat-obatan Siklus mens terganggu

Siklus mens tidak terjadi Amenore sekunder

perdarahan banyak perdarahan uterus disfungsional(tumor,infeksi dll)

MK: Ansietas, nyeri

menoragi, metromenoragi Anemi Pusing Gg rasa nyaman hipovolemi kelelahan

oligomenore ansietas

intoleran aktivitas