Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN DIKLAT INFUSION NURSE TRAINING DI RSI AISYAH MADIUN

Oleh : Lilik Setyaningsih, Amd. Keb Susilowati, Amd. Kep

RSU AISYIYAH DIPONEGORO PONOROGO 2013

LAPORAN DIKLAT INFUSION NURSE TRAINING DI RSI AISYAH MADIUN, TANGGAL 13 S.D 16 MEI 2013 I. PENDAHULUAN
Puji syukur kami ucapkan kepada Allah SWT, shalawat dan salam kami ucapkan kepada junjungan nabi dan rosul SAW, semoga kita mendapatkan syafaatnya dihari akhir kelak. Disini saya akan menguraikan atau sedikit menggambarkan isi dari pelatihan yang saya dapat dari pelatihan Infution Nurse Formation di RSI Aisyah Madiun tanggal 13 s.d 16 Mei 2013 kemarin, semoga apa yang saya dapat dari pelatihan ini dapat berguna bagi diri sendiri terutama dan bagi orang lain pada khususnya dan pada RSU Aisyiyah Diponegoro Ponorogo. Ucapan terima kasih saya ucapkan kepada managemen yang telah memberikan amanah kepada saya untuk mengikuti pelatihan Infution Nurse Formation.

II.

LATAR BELAKANG
Rumah sakit sebagai salah satu fasilitas kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Oleh karena itu rumah sakit dituntut untuk dapat memberikan pelayanan yang profesional, bermutu sesuai dengan standar yang sudah ditentukan, dan juga mengutamakan keselamatan pasien (patient safety). Untuk menuju patient safety banyak langkah yang harus ditempuh termasuk pengembangan pemahaman SDI mengenai patient safety salah satunya dengan pencegahan dan pengendalian infeksi dalam rangka meminimalkan resiko terjadinya infeksi nosokomial di rumah sakit. Terapi cairan merupakan penatalaksanaan medis yang hampir seluruh pasien rawat inap mendapatkannya baik untuk pemenuhan kebutuhan cairan / nutrisi pasien atau sebagai sarana memasukkan terapi. Permasalahan dalam penatalaksanaan terapi cairan beragam mulai dari pemasangan (gagal insersi), pengelolaan cairan yang tidak tepat atau kejadian infeksi jarum infus. Angka kejadian infeksi jarum infus merupakan salah satu indikator mutu pelayanan keperawatan yang dapat menunjukkan secara khusus tinggi rendahnya mutu pelayanan rumah sakit. Kejadian infeksi jarum infus pada pasien merupakan kejadian yang

tidak diharapkan terjadi pada pasien. Oleh karena itu perlu dicegah agar tidak terjadi kejadian tersebut. Oleh karena itu diperlukan langkah-langkah untuk memperbaiki mutu pelayanan keperawatan dengan salah satunya dibentuk tim perawat infus.

III.

TUJUAN
1. Tujuan Umum Meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan dalam bidang terapi infus dan memberikan asuhan keperawatan holistik secara aman. 2. Tujuan Khusus Mampu berperan dalam membuat Asuhan Keperawatan Meningkatkan Keterampilan yang diperlukan untuk menjalankan Terapi infus Mampu mencegah dan meminimalkan resiko terjadinya infeksi nosokomial di rumah sakit.

IV.

SASARAN
Setelah mengikuti pelatihan terapi infus ini diharapkan perawat dapat meningkatkan mutu pelayanan Rumah Sakit dengan bekal yang diperoleh dari pelatihan tersebut.

V.

PELAKSANAAN KEGIATAN
a) Waktu dan tempat Hari : Senin sampai dengan Kamis Tanggal : 13 16 Mei 2013 Waktu : Pukul 07.30 16.00 WIB Tempat : Aula RSI Aisyah Madiun b) Materi kegiatan Introduction to Infusion Nurse Formation Anatomy & Physiology Patient Consideration Therapy Consideration Initiation of Therapy Keseimbangan Cairan-Elektrolit Dressing After Care of Catheter Managing Complication Pediatrics Blood Tranfusion

Infection Prevention & Control

c) Metode Ceramah Diskusi Latihan d) Pemateri Ayi Nurwendi, SKM Watono, S.Kep, Ns (PT BD) Khoirul Wafa (PT BD) Muhammad Rasidy Firdaus (PT BD) e) Peserta latihan Peserta pelatihan ada 45 orang dari berbagai Rumah Sakit. f) Fasilitas diklat Buku materi Sertifikat Konsumsi selama pelatihan (1x Rice Box, 2x Coffe Break) Seminar Kit

VI. VII.

SUSUNAN / JADWAL KEGIATAN


Susunan / jadwal kegiatan terlampir.

EVALUASI DAN REKOMENDASI


Dalam pelaksanaan pelatihan Terapi Infus selama 4 hari yang dimulai tanggal 13 sampai tgl 16 Mei 2013 berjalan dengan lancar tanpa ada halangan suatu apapun. Rekomendasi buat Rumah Sakit Aisyiyah Diponegoro Ponorogo untuk pengadaan alat infus terutama IV kateter yang safety dan pemilihan bahan dressing yang sesuai standart Mengadakan sosialisasi kepada seluruh perawat dan bidan untuk menyamakan persepsi tentang Terapi Infus

VIII.

PENUTUP
Demikian sedikit laporan atau hasil dari pelatihan Infusion Nurse Formation, hanya ucapan terima kasih yang bisa terucap, dan pelatihan ini dapat kami terapkan dengan sebaik-baiknya di Rumah Sakit.

Ponorogo, 2013

Juni

Lilik setyaningsih, Amd. Keb Amd. Kep

Susilowati,