Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN MINGGUAN OJT D1 MINGGU XII PENTANAHAN

Oleh : MUHAMMAD ZAKIY RAMADHAN Bidang Operator Gardu Induk PROGRAM BEASISWA D1 JURUSAN TRAGI PT PLN (PERSERO) SEKTOR ASAM ASAM WILAYAH KALIMANTAN SELATAN DAN KALIMANTAN TENGAH 2009

LEMBAR PENGESAHAN LAPORAN ON THE JOB TRAINING ( OJT ) PT PLN ( Persero ) WILAYAH KALIMANTAN SELATAN DAN TENGAH SEKTOR ASAM - ASAM

PENTANAHAN

Disusun oleh : Nama Tempat Waktu : : : Muhammad Zakiy Ramadhan PT PLN ( Persero ) Sektor Asam - Asam Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah 27 April s/d 01 Mei 2009 ( Minggu ke-12 ) Telah diperiksa pada : April 2009

Mengetahui : Mentor OJT

Diperiksa: Tim Knowledge Management

Erwin NIP 7704010-D

M. Arsyad Azis NIP 7604007-D

PENDAHULUAN

Pada peralatan instalasi tenaga listrik banyak ditemukan suatu masalah, sehingga untuk mengatasinya banyak dilakukan berbagai macam hal sebagai contoh di pasang peralatan proteksi. Salah satu masalah yang tidak dapat dianggap remeh yaitu gangguan hubung singkat fasa ke tanah. Bila terjadi gangguan pada fasa ke tanah dan arus yang ditimbulkan akan besar dan busur listrik tidak dapat lagi padam dengan sendirinya. Gejala-gejala busur listrik yang timbul sangatlah berbahaya karena bisa menimbulkan kerusakan pada pelatan instalasi listrik. Untuk mencegah hal ini haruslah pada peralatan listrik dipasang pentanahan yang baik

PEMBAHASAN PENTANAHAN

Tujuan yang paling mendasar untuk melakukan pentanahan adalah untuk meratakan potensial pada semua bagian-bagian peralatan yang pada kondisi normalnya tidak dialiri arus. Dengan demikian, tidak tejadi perbedaan potensial yang besar sehingga tidak membahayakan bagi manusia yang menyentuhnya. Selain itu, pentanahan dimaksudkan untuk mengamankan peralatan dari adanya arus lebih yang dapat membahayakan peralatan. Jenis-jenis sistem pentanahan tenaga listrik sebagai berikut : 1. Pentanahan Titik Netral Tanpa Impedansi (Pentanahan Langsung/Solid Grounding) Sistem pentanahan langsung adalah dimana titik netral sistem dihubungkan langsung dengan tanah, tanpa memasukkan harga impedansi (lihat gambar di bawah ini).

Gambar 1. Rangkaian Pentanahan Langsung

Pada sistem ini bila terjadi gangguan phasa ke tanah akan selalu mengkibatkan terganggunya saluran (line outage), yaitu gangguan harus diisolir dengan membuka pemutus daya. Salah satu tujuan dari pentanahan titik netral secara langsung adalah untuk membatasi tegangan dari fasa-fasa yang tidak terganggu bila terjadi gangguan fasa ke tanah Keuntungan dari pentanahan titik netral adalah :

a. Tegangan lebih pada phasa-phasa yang tidak terganggu relatif kecil b. Kerja pemutus daya untuk melokalisir lokasi gangguan dipermudah, sehingga letak gangguan menjadi semakin cepat dapat diketahui c. Sederhana dan murah, dari segi komersil serta pemasangannya. Kerugian dari pentanahan titik netral adalah : a. Setiap gangguan phasa ke tanah selalu mengakibatkan terputusnya daya b. Arus gangguan ke tanah besar, sehingga akan membahayakan makhluk hidup di dekatnya dan kerusakan peralatan listrik yang dilaluinya.

2.

Pentanahan Tiik Netral Melalui Tahanan (resistance grounding) Pentanahan titik netral melalui tahanan (resistance grounding) dimaksud adalah suatu sistem yang mempunyai titik netral yang dihubungkan dengan tanah melalui tahanan atau resistor. Pentanahan ini lebih dikenal dengan sebutan pentanahan dengan resistor (Neutral Grounding Resistor) atau disingkat dengan sebutan NGR. Neutral Grounding Resistor (NGR) adalah alat bantu untuk pengaman peralatan trafo, bila terjadi hubung singkat pada sistem sekunder. Lihat rangkaian pengganti pada gambar di bawah ini.

Gambar 2. Pentanahan Titik Netral Melalui Tahanan

Pada umumnya nilai tahanan pentanahan lebih tinggi dari pada reaktansi sistem pada tempat dimana tahana itu dipasang. Sebagai akibat besar arus gangguan fasa ke tanah pertama-tama dibatasi oleh tahanan itu sendiri. Dengan demikian pada tahanan itu akan timbul rugi daya selama terjadi gangguan pada fasa ke tanah.

Secara umum harga tahanan yang ditetapkan pada hubung netral adalah : Ef R= I Dimana : R I = Tahanan = Arus beban penuh dalam ampere dari trafo. Ef = Tegangan fasa ke netral

Dengan memilih harga tahanan yang tepat, arus gangguan ke tanah dapat dibatasi sehingga harganya hampir sama bila gangguan terjadi disegala tempat didalam sistem bila tidak terdapat titik pentanahan lainnya. Dalam menentukan nilai tahanan pentanahan akan menentukan besarnya arus gangguan tanah. Keuntungan pentanahan titik netral melalui tahanan (resistance grounding) yaitu : a. Besar arus gangguan tanah dapat diperkecil b. Bahaya gradient voltage lebih kecil karena arus ganguan tanahnya kecil c. Mengurangi kerusakan peralatan listrik akibat dari arus gangguan yang melaluinya. Kerugian Pentanahan titik netral melalui tahanan (resistance grounding) yaitu : a. Timbul rugi-rugi daya pada tahanan pentanahan selama terjadinya gangguan fasa ke tanah. b. Karena arus gangguan ke tanah relatif kecil, kepekaan rele pengaman menjadi berkurang dan lokasi gangguan tidak cepat diketahui.

3.

Pentanahan Titik Netral Melalui Kumparan Petersen Sistem pentanahan dengan kumparan Petersen adalah dimana titik netral dihubungkan ke tanah melalui kumparan Petersen (Petersen Coil). Kumparan Petersen ini mempunyai harga reaktansi (XL) yang dapat diatur dengan menggunakan tap (lihat gambar dibawah ini).

Gambar 3. Pemasangan Pentanahan Titik Netral Dengan Kumparan Petersen

Gambar 4. Rangkaian Pentanahan Titik Netral Dengan Kumparan Petersen

Pada hakekatnya tujuan dari pentanahan dengan kumparan Petersen adalah untuk melindungi sistem dari gangguan hubung singkat fasa ke tanah yang sementara sifatnya (temporary fault), yaitu dengan membuat arus gangguan dengan sekecilkecilnya dan pemadaman busur api dapat terjadi dengan sendirinya. Kumparan Petersen berfungsi membuat arus gangguan itu kecil sekali dan tidak membahayakan bagi makhluk hidup di sekitar maupun peralatan yang dilaluinya. Arus gangguan ke tanah yang mengalir pada sistem yang sedemikian kecil sehingga tidak langsung mengerjakan rele gangguan tanah untuk membuka pemutu tenaga dari bagian yang terganggu. Dengan demikian kontinuitas penyaluran tenaga listrik tetap berlangsung

untuk beberapa waktu lamanya walaupun sistem dalam keadaan gangguan hubung singkat satu fasa ke tanah, yang berarti pula hal demikian dapat memperpanjang umur dari pemutus tenaga. Keuntungan pentanahan titik netral melalui kumparan Petersen yaitu : a. Arus gangguan dapat dibuat kecil sehingga tidak berbahaya bagi peralatan maupun makhluk hidup b. Kerusakan peralatan sistem dimana arus gangguan yang mengalir dapat dihindari c. Sistem dapat terus beroperasi meskipun terjadi gangguan fasa ke tanah d. Gejala busur api dapat dihilangkan Kerugian pentanahan titik netral melalui kumparan Petersen yaitu : a. Rele gangguan tanah sukar untuk dilaksanakan karena arus gangguan tanahnya relatif kecil b. Tidak dapat dihilangkan gangguan fasa ke tanah yang menetap(permanen) pada sistem c. Operasi kumparan Petersen harus selalu diawasi karena bila ada perubahan pada sistem, kumparan Petersen harus disetel (tuning) kembali

KESIMPULAN

1.

Salah satu tujuan dari pentanahan titik netral secara langsung adalah untuk membatasi tegangan dari fasa-fasa yang tidak terganggu bila terjadi gangguan fasa ke tanah

2.

Pentanahan titik netral melalui tahanan (resistance grounding) dimaksud adalah suatu sistem yang mempunyai titik netral yang dihubungkan dengan tanah melalui tahanan atau resistor.

3.

Sistem pentanahan dengan kumparan Petersen adalah dimana titik netral dihubungkan ke tanah melalui kumparan Petersen (Petersen Coil).