Anda di halaman 1dari 18

Bahasa Indonesia

Etika dan Estetika dalam Forum Ilmiah

Bahasa Indonesia Etika dan Estetika dalam Forum Ilmiah KELOMPOK 5 Nur R.A Tuhepaly Deassy Rizky Syahputri

KELOMPOK 5 Nur R.A Tuhepaly Deassy Rizky Syahputri Alvina Safitri Vetty Valentin Samuel Kresna Susilo

115060701111040

115060700111078

115060700111053

115060700011074

115060707111045

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA

2012

Kata Pengantar

Pertama-tama penulis ingin mengucapkan puji dan syukur kepada Tuhan yang Maha Esa yang telah memberi kemudahan pada penulis untuk menyelesaikan makalah ini. Penulis juga ingin mengucapkan terima kasih kepada ibu Endang Werdiningsih yang telah meluangkan waktu atas saran, bimbingan dan dukungan dalam pembuatan dalam makalah ini, serta seluruh pihak yang telah membantu penulis dalam makalah ini dan berbagai sumber yang telah penulis pakai sebagai data dan fakta pada makalah ini.

Tidak ada hal yang dapat diselesaikan dengan sangat sempurna. Oleh karena itu, penulis bersedia menerima kritik dan saran dari partisipan yang budiman. Kritik dan saran tersebut adalah batu loncatan yang dapat memperbaiki makalah penulis di masa datang. Semoga makalah berikutnya dapat diselesaikan dengan hasil yang lebih baik.

Dengan menyelesaikan makalah ini, penulis mengharapkan banyak manfaat dari makalah, salah satunya untuk mendukung kegiatan belajar mengajar di kelas.

Penulis

Daftar isi

Halaman Judul ..............................................................................................

i

Kata Pengantar .............................................................................................

ii

 

Daftar Isi … Bab I Pengantar

...................................................................................................

iii

1.1

Pengertian Bahasa .................................................................................

1

1.2

Forum Ilmiah .........................................................................................

1

Bab II Etika dan Estetika dalam Forum Ilmiah

2.1

Etika .......................................................................................................

2

2.2

Estetika ...................................................................................................

3

Daftar Pustaka

.............................................................................................

4

Bab I

PENGANTAR

  • 1.1 Bahasa Bahasa tidak dapat terpisahkan dari manusia dan mengikuti dalam setiap pekerjaannya. Bahasa adalah alat atau perwujudan budaya yang digunakan manusia untuk saling berkomunikasi atau berhubungan, baik lewat tulisan, lisan, ataupun gerakan (bahasa isyarat) dengan tujuan menyampaikan maksud hati atau kemauan kepada lawan bicaranya atau orang lain. Melalui bahasa, manusia dapat menyesuaikan diri dengan adat istiadat, tingkah laku, tata krama masyarakat, dan sekaligus mudah membaurkan dirinya dengan segala bentuk masyarakat.

  • 1.2 Forum ilmiah Merupakan kegiatan penalaran dan keilmuan yang lumrah dilakukan pada lembaga pendidikan. Kegiatan seperti ini diadakan bertujuan untuk merangsang dan mengembangkan kemampuan berkomunikasi secara ilmiah bagi insan akademisi, yang ditumbuh-suburkan melalui berbagai aktivitas.

Selain pengertian diatas forum ilmiah juga merupakan suatu pertemuan sebagai sarana penyebaran informasi ilmiah (presentasi ilmiah).

Ciri pokok suatu forum ilmiah, antara lain:

  • 1. Informatif, suatu komunikasi yang bertujuan memberikan informasi atau penjelasan. Isi informasi itu sendiri bisa bersifat pemaparan/pandangan.

  • 2. Interaktif, adalah kata yang bersifat saling melakukan aksi; antar-hubungan; saling aktif.

Kiat-kiat agar presentasi ilmiah berjalan efektif:

  • 1. Menarik perhatian dan minat perilaku ilmiah Perilaku ilmiah antaralain :

Hasrat ingin tahu dan belajar terus menerus

Daya analisis yang tajam

Jujur dan terbuka

Kritis terhadap pendapat yang berbeda

Tanggung jawab yang tinggi

Bebas dari prasangka

Menghargai nilai, norma, kaidah dan tradisi keilmuan

  • 2. Menjaga agar presentasi tetap fokus pada masalah yang dibahas

  • 3. Menjaga etika ketika tampil di depan forum ilmiah

Jenis-jenis forum ilmiah:

  • 1. Diskusi Panel Diskusi yang terdiri atas seorang pemimpin, sejumlah peserta, dan beberapa pendengar. Dalam jenis diskusi ini tempat duduk diatur sedemikian rupa sehingga pendengar dapat mengikuti jalannya diskusi dengan seksama. Setelah berlangsung tanya jawab antara pemimpin dan peserta, peserta dan pendengar, pemimpin merangkum hasil tanya-jawab atau pembicaraan, kemudian mengajak pendengar ikut mendiskusikan masalah tersebut sekitar separuh dari waktu yang tersedia. a. Dasar-dasar metode diskusi

    • - Harus dapat menciptakan suasana akrab antar anggota kelompok

    • - Perlu mengenal karakter, perilaku dan watak setiap individu agar dapat menghindari hal-hal yang tidak perlu

    • - Tidak mencari keuntungan pribadi atau golongan

  • b. Tujuan diskusi

    • - Untuk mempertemukan dan menyatukan pendapat, pola pikir dan persepsi dari para anggota kelompok dalam rangka pengambilan keputusan

    • - Untuk melatih keberanian mengeluarkan pendapat secara sistematis dan logis

    • - Belajar menerima dan menghargai pendapat orang lain

    • - Untuk mengubah sikap dan perilaku dan membentuk watak menjadi pribadi yang matang

    • - Mendapatkan informasi untuk menambah wawasan berpikir

  • c. Syarat-syarat diskusi

    • - Harus ada tujuan yang jelas

    • - Setiap anggota mempunyai hak bicara yang sama

    • - Berlangsung dengan waktu 20-90 menit dan paling lama 120 menit

    • - Peserta minimal 3 orang dan maksimal 20 orang, paling baik antara 7, 10, 12 dan 15

  • d. Metode diskusi

    • - Diskusi panel yaitu suatu diskusi yang diawali dengan beberapa pemasaran kertas kerjanya

    • - Resource persons discussion, yaitu suatu diskusi dengan mendatangkan para ahli

    • - Committee report, yaitu kelompok diskusi dari suatu hasil pengumpulan data dan fakta yang dibentuk oleh suatu siding diskusi

    • - Problem solving, yaitu suatu diskusi untuk mendapatkan jalan keluar dalam menanggulangi suatu masalah yang timbul

  • e .Persiapan penyelenggaraan diskusi

    • - Persiapan sebelum diskusi

    Merumuskan topik sesuai dengan sasaran yang akan dicapai

    Topik dikhususkan agar tidak terlalu luas dan mempermudah jalannya

    diskusi Merumuskan topik secara konkrit

    Bahan-bahan diskusi diberikan kepada para peserta

    • - Persiapan menjelang diskusi

    Penulisan topik yang akan ditemakan

    Pengumpulan bahan-bahan referensi

    Menyiapkan undangan yang akan dibagikan

    Mengecek kembali tempat diskusi termasuk semua sarana yang diperlukan

    • - Selama diskusi berlangsung

    Perlu dipantau jalannya diskusi agar tidak menyimpang dari metode

    yang ditetapkan Setiap diskusi harus dimulai dengan pendahuluan

    Ketua diskusi harus menciptakan suasana diskusi yang harmonis

    sampai pada akhir diskusi Ketua harus pandai mengakrabkan peserta

    • f. Persyaratan menjadi peserta diskusi

      • - Peserta mempunyai maksud ingin memberikan saran yang bermanfaat

      • - Jika seorang peserta ingin berbicara memberi isyarat kepada ketua diskusi

      • - Tidak boleh melemparkan pendapat yang tidak relevan dengan topik diskusi

  • g. Ciri-ciri peserta yang baik

    • - Menjadi pendengar dan pembicara yang baik

    • - Mampu mengendalikan diri dalam berbicara

    • - Memiliki rasa hormat kepada rekan peserta

    • - Merasa ikut berperan dalam proses diskusi

  • h. Jenis peserta dalam diskusi

    • - Peserta diam Bagi peserta pendiam, ketua harus dapat mendorong dalam bentuk pertanyaan atau wawancara ringan agar peserta pendiam tersebut timbul hasrat untuk berbicara.

    • - Peserta yang banyak bicara Untuk mengatasi peserta yang banyak bicara, mereka harus dibatasi dengan peraturan tata tertib diskusi.

    • - Peserta sok tahu Peserta sok tahu, dapat diatasi dengan cara mendesaknya untuk memberikan argumentasi secara terus-menerus sampai yang bersangkutan kehabisan akal.

  • 2.

    Seminar Pertemuan berkala yang biasanya diselenggarakan oleh sekelompok mahasiswa dalam rangka melaporkan hasil penelitiannya, dan umumnya di bawah bimbingan seorang dosen atau ahli. Tujuan forum ilmiah jenis ini tidak untuk memutuskan sesuatu. Seminar dapat bersifat tertutup atau terbuka dan juga dapat dihadiri oleh umum, tetapi mereka tidak ikut berdiskusi, melainkan hanya bertindak sebagai peninjau. Untuk menyelenggarakan seminar harus dibentuk sebuah panitia. Pembicara yang ditentukan sebelumnya, umumnya menguraikan gagasan atau topiknya dalam bentuk kertas kerja.

    • a. Ciri-Ciri Seminar:

      • - Suatu pertemuan atau persidangan untuk membahas suatu masalah di bawah pimpinan ketua sidang (guru besar atau seseorang ahli).

      • - Pertemuan atau persidangan dalam seminar biasanya menampilkan satu atau beberapa pembicaraan dengan makalah atau kertas kerja masing- masing.

      • - Membahas suatu masalah secara ilmiah.

      • - Peserta seminar yang berpartisipasi orang yang ahli dalam bidangnya.

  • b. Prosedur Seminar Susunan acara seminar dapat dibuat seperti berikut.

    • - Laporan ketua.

    • - Penyajian ketua.

    • - Pembahasan oleh pembahas.

    • - Diskusi.

    • - Penyimpulan.

    • - Penutup.

  • c. Tata Krama Penyaji

    • - Menyiapkan makalah yang sesuai dengan topik dan landasan pemikiran yang akurat

    • - Menyampaikan makalah secara berurutan, singkat, dan jelas

    • - Menerima kritik dan saran dari berbagai pihak

    • - Menjawab pertanyaan dengan objektif

    d. Tata Krama Peserta

    • - Mempelajari makalah

    • - Bersikap sopan

    • - Menjaga kelancaran rapat/diskusi

    • - Tidak berbicara pada waktu seminar/diskusi

    • - Apabila materi yang disampaikan belum selesai hendaknya jangan ada yang bertanya. Bila ingin bertanya, ada waktunya yaitu sesi pertanyaan

    • - Apabila peserta ingin bertanya sebaiknya peserta sebelum berbicara mengangkat tangan atau mengacungkan jari. Bila pemandu sudah mempersilahkan barulah berbicara

    • - Menyampaikan pertanyaan dengan singkat dan jelas

    • 3. Simposium Pertemuan ilmiah untuk membandingkan berbagai pendapat atau sikap mengenai suatu masalah yang diajukan oleh sebuah panitia. Uraian pendapat dalam simposium ini diajukan lewat kertas kerja yang dinamakan prasaran. Beberapa prasaran yang disampaikan dalam simposioum harus berhubungan. Orang yang mengajukan prasaran, yang dinamakan pemrasaran, berkewajiban.

    • 4. Konferensi Pertemuan yang diselenggarakan oleh suatu organisasi atau badan resmi sehubungan dengan masalah tertentu. Jika konferensi hanya bertujuan menyampaikan hasil keputusan suatu organisasi atau badan pemerintah mengenai suatu masalah maka hal tersebut dinamakan dengar pendapat atau jumpa pers.

    • 5. Lokakarya (academic workshop) Suatu acara di mana beberapa orang berkumpul untuk memecahkan masalah tertentu dan mencari solusinya.Sebuah lokakarya adalah pertemuan ilmiah yang kecil dan menghasilkan suatu hasil dari diskusi tersebut.

    • 6. Whole Group Bentuk diskusi kelompok besar, contohnya : pleno, paripurna, dsb.

    • a. Pleno adalah istilah yang digunakan untuk diskusi kelas atau diskusi umum yang merupakan lanjutan dari diskusi kelompok yang dimulai dengan pemaparan hasil diskusi kelompok.

    • b. Rapat Paripurna adalah rapat anggota DPRD yang dipimpin oleh Ketua dan wakil ketua dan merupakan forum tertinggi dalam melaksanakan wewenang dan tugas DPRD antara lain untuk menyetujui Rancangan Peraturan Daerah menjadi Peraturan Daerah dan menetapkan Keputusan DPRD

    • 7. Buz Group Diskusi kelompok kecil yang terdiri dari (4-5) orang.

    • 8. Syndicate Group Bentuk diskusi dengan cara membagi kelas menjadi beberapa kelompok kecil yang terdiri dari (3-6) orang yang masing-masing melakukan tugas-tugas yang berbeda.

    • 9. Brainstorming Diskusi iuran pendapat, yakni kelompok menyumbangkan ide baru tanpa dinilai, dikritik, dianalisis yang dilaksanakan dengan cepat (waktu pendek).

      • 10. Informal Debate Diskusi dengan cara membagi kelas menjadi 2 kelompok yang pro dan kontra yang dalam diskusi ini diikuti dengan tangkisan dengan tata tertib yang longgar agar diperoleh kajian yang dimensi dan kedalamannya tinggi. Selanjutnya bila penyelesaian masalah tersebut dilakukan secara sistematis disebut diskusi informal. Adapun langkah dalam diskusi informal adalah :

        • a. menyampaikan problema

        • b. pengumpulan data

        • c. alternatif penyelesaian

    d. memilih cara penyelesaian yang terbaik.

    • 11. Fish Bowl Diskusi dengan beberapa orang peserta dipimpin oleh seorang ketua mengadakan diskusi untuk mengambil keputusan. Diskusi model ini biasanya diatur dengan tempat duduk melingkar dengan 2 atau 3 kursi kosong menghadap peserta diskusi. Kelompok pendengar duduk mengelilingi kelompok diskusi sehingga seolah-olah peserta melihat ikan dalam mangkok.

    • 12. Santiaji Pertemuan yang diselenggarakan untuk memberikan pengarahan singkat menjalang pelaksanaan kegiatan.

    • 13. Muktamar Pertemuan para wakil organisasi mengambil keputusan mengenai suatu masalah yang dihadapi bersama.

    • 14. Diskusi kelompok Diskusi dengan anggota kelompok dalam suatu organisasi.

    • 15. Colloquium Satategi diskusi yang melibatkan beberapa sumber yang berusaha menjawap pertanyaan dari audience atau masyarkat dan beberapa sumber.

    • 16. Bedah buku Kumpulan pakar-pakar ilmuwan untuk membicarakan hal-hal yang menyangkut ilmu pengetahuan tertentu yang ada pada sebuah buku yang dianggap sumber

    Bab II PEMBAHASAN

    ETIKA DAN ESTETIKA DALAM FORUM ILMIAH

    2.1 Etika Etika berasal dari bahasa Yunani yaitu dari kata ethos yang berarti adat kebiasaan tetapi, ada yang menggunakan istilah lain yaitu moral dari bahasa latin yakni jamak dari kata nos yang berarti adat kebiasaan juga. Akan tetapi pengertian etika dan moral ini memiliki perbedaan satu sama lainnya. Etika ini bersifat teori sedangkan moral bersifat praktek. Etika mempersoalkan bagaimana semestinya manusia bertindak sedangkan moral mempersoalkan bagaimana semestinya tindakan manusia itu. Etika hanya mempertimbangkan tentang baik dan buruk suatu hal dan harus berlaku umum.

    Secara singkat definisi etika dan moral adalah suatu teori mengenai tingkah laku manusia yaitu baik dan buruk yang masih dapat dijangkau oleh akal. Hal ini disebabkan ukuran nilai baik dan buruk tingkah laku manusia itu tidaklah sama ( relatif ) yaitu tidak terlepas dari alam masing-masing. Namun demikian etika selalu mencapai tujuan akhir untuk menemukan ukuran etika yang dapat diterima secara umum atau dapat diterima oleh semua bangsa di dunia ini. Perbuatan tingkah laku manusia itu tidaklah sama dalam arti pengambilan suatu sanksi etika karena tidak semua tingkah laku manusia itu dapat dinilai oleh etika.

    Etika ilmiah dan etika kritkisme merupakan subjek perhatian yang sangat penting di dalam kajian kritis terhadap setiap fenomena komunikatif. Kritikisme etika dalam konteks ini ditujukan pada segi-segi moral dari segala sesuatu yang terjadi dan terdapat di dalam teks dan dampak yang mungkin timbul dari teks itu. (Dalam hal ini:penulis) telah terjadi perdebatan seru tentang bagaimana etika memproduksi teks dan peranan yang hendaknya dimainkan oleh etika di dalam kehidupan dunia seni dan media (Berger, 1998:195).

    Etika yang perlu diperhatikan dalam forum ilmiah, yaitu :

    1.

    Jujur, tidak berbohong

    • 2. Bersikap dewasa tidak kekanak-kanakan

    • 3. Lapang dada dalam berkomunikasi

    • 4. Menggunakan panggilan/sebutan orang yang baik

    • 5. Menggunakan pesan bahasa yang efektif dan efisien

    • 6. Tidak mudah emosi/emosional

    • 7. Berinisiatif sebagai pembuka dialog

    • 8. Berbahasa yang baik, ramah dan sopan

    • 9. Menggunakan pakaian yang pantas sesuai keadaan

      • 10. Bertingkah laku yang baik

      • 11. Mematikan telepon genggam

      • 12. Tidak gaduh/membuka forum tersendiri

    Terdapat 5 pemeran dalam forum ilmiah yang hadir, antara lain:

    • 1. Penyaji Merupakan orang yang bertanggung jawab dalam penyajian materi. sering disebut pula sebagai pemakalah atau referator. Beberapa etika yang perlu diperhatikan penyaji adalah sebagai berikut ini

    Menyajikan materi dengan bahasa yang santun

    Jujur dalam pemberian dan penyampaian materi

    • 2. Pemandu Merupakan orang yang bertanggung jawab dalam memimpin forum. sering disebut pula sebagai moderator. Beberapa etika yang perlu diperhatikan pemandu adalah sebagai berikut ini

    Objektif dan tidak memihak

    Adil kepada seluruh peserta

    Disiplin waktu

    Berani yaitu tegas dalam menjalankan sesuatu hal sesuai dengan prosedur

    yang telah ditetapkan, salah satu contoh adalah berani untuk mengingatkan pada penyaji jika waktu yang diberikan untuk penyampaian materi sudah habis dan melanjutkan ke sesi berikutnya Ramah

    Bertanggung jawab

    • 3. Penulis (Notulis) Merupakan orang yang bertanggung jawab dalam mencatat informasi penting selama forum sering disebut pula sebagai notulen, yang dilakukan oleh penulis adalah sebagai berikut ini

    Mencatat dan meringkas informasi penting selama forum berlangsung

    Mengembalikan hasil catatan ke peserta

    • 4. Peserta Merupakan orang yang berhak aktif dalam forum dan memperoleh informasi dari forum. sering disebut pula sebagai audiens. beberapa etika yang perlu diperhatikan peserta :

    Menjadi pendengar dan pembicara yang baik

    Mampu mengendalikan diri dalam berbicara

    Memiliki rasa hormat kepada rekan peserta

    Merasa ikut berperan dalam proses diskusi

    • 5. Teknisi

    2.2

    Estetika Estetika berasal dari kata Aesthesis yang artinya perasaan atau sensitivitas. Tujuan estetika adalah untuk menemukan ukuran yang berlaku umum tentang apa yang indah dan tidak indah itu. Yang jelas dalam hal ini adalah karya seni manusia atau mengenai alam semesta ini. Zaman dahulu kala, orang berkata bahwa keindahan itu bersifat metafisika (abstrak). Dalam teori moderen, orang menyatakan bahwa keindahan itu adalah kenyataan yang sesungguhnya atau sejenis dengan hakikat yang sebenarnya bersifat tetap.

    Seperti dalam etika dimana kita sangat sukar untuk menemukan ukuran itu bahkan sampai sekarang belum dapat ditemukan ukuran perbuatan baik dan buruk yang dilakukan oleh manusia. Estetika juga menghadapi hal yang sama, sebab sampai sekarang belum dapat ditemukan ukuran yang dapat berlaku umum mengenai

    ukuran indah itu. Dalam hal ini ternyata banyak sekali teori yang membahas mengenai masalah ukuran indah itu.

    Bab III

    PENUTUP

    3.1 Rangkuman Bahasa adalah media yang sangat penting dalam kehidupan manusia untuk berkomunikasi untuk menyampaikan suatu maksud baik melalui tulisan, lisan maupun gerakan. Bahasa dalam kehidupan manusia juga beraneka ragam dan dapat mencerminnkan adat istiadat, tingkah laku, tata krama masyarakat dan dirinya sendiri dalam bersosialisasi.

    Forum ilmiah adalah kegiatan penalaran yang dilakukan pada lembaga pendidikan yang bertujuan untuk merangsang dan mengembangkan kemampuan berkomunikasi para akademisi serta penyebaran informasi ilmiah. Ciri pokok dari forum ilmiah adalah informatif dan interaktif. Ada beberapa kiat agar presentasi ilmiah berjalan

    efektif, yaitu Menarik perhatian dan minat, menjaga agar presentasi tetap fokus pada masalah yang dibahas, menjaga etika ketika tampil di depan forum ilmiah. Ada banyak jenis forum ilmiah, yaitu:

    • 1. Diskusi Panel adalah diskusi yang terdiri atas seorang pemimpin, sejumlah peserta, dan beberapa pendengar.

    • 2. Seminar adalah suatu pertemuan atau persidangan untuk membahas suatu masalah di bawah pimpinan ketua sidang (guru besar atau seseorang ahli) dengan partisipan orang yang ahli dalam bidangnya (contoh: mahasiswa).

    • 3. Simposium adalah pertemuan ilmiah untuk mengetengahkan atau membandingkan berbagai pendapat atau sikap mengenai suatu masalah yang diajukan oleh sebuah panitia.

    • 4. Konferensi adalah pertemuan yang diselenggarakan oleh suatu organisasi atau badan resmi sehubungan dengan masalah tertentu yang bertujuan menyampaikan hasil keputusan suatu organisasi atau badan pemerintah mengenai suatu masalah ..

    5.

    Lokakarya (academic workshop) adalah pertemuan ilmiah yang kecil di mana beberapa orang berkumpul untuk memecahkan masalah tertentu dan mencari solusinya.

    • 6. Whole Group adalah bentuk diskusi kelompok besar (pleno, klasikal, paripurna, dsb)

    • 7. Buz Group adalah diskusi kelompok kecil yang terdiri dari (4-5) orang.

    • 8. Syndicate Group adalah bentuk diskusi dengan cara membagi kelas menjadi beberapa kelompok kecil yang terdiri dari (3-6) orang yang masing-masing melakukan tugas-tugas yang berbeda.

    • 9. Brainstorming adalah diskusi iuran pendapat, yakni kelompok menyumbangkan ide baru tanpa dinilai, dikritik, dianalisis yang dilaksanakan dengan cepat (waktu pendek).

      • 10. Informal Debate adalah diskusi dengan cara membagi kelas menjadi 2 kelompok yang pro dan kontra yang dalam diskusi ini diikuti dengan tangkisan dengan tata tertib yang longgar agar diperoleh kajian yang dimensi dan kedalamannya tinggi.

      • 11. Fish Bowl adalah diskusi untuk mengambil keputusan dengan tempat duduk melingkar dengan 2 atau 3 kursi kosong menghadap peserta diskusi.

      • 12. Santiaji adalah pertemuan yang diselenggarakan untuk memberikan pengarahan singkat menjalang pelaksanaan kegiatan.

      • 13. Muktamar adalah pertemuan para wakil organisasi mengambil keputusan mengenai suatu masalah yang dihadapi bersama

      • 14. Diskusi kelompok adalah diskusi dengan anggota kelompok dalam suatu organisasi.

      • 15. Colloquium adalah satategi diskusi yang melibatkan beberapa sumber yang berusaha menjawab pertanyaan dari audience atau masyarkat dan beberapa sumber.

      • 16. Bedah buku adalah kumpulan pakar-pakar ilmuwan untuk membicarakan hal- hal yang menyangkut ilmu pengetahuan tertentu yang ada pada sebuah buku yang dianggap sumber.

    Etika berasal dari bahasa Yunani yaitu dari kata ethos yang berarti adat kebiasaan tetapi, ada yang menggunakan istilah lain yaitu moral dari bahasa latin yakni jamak dari kata nos yang berarti adat kebiasaan juga. Tapi sebenarnya etika dan moral

    berbeda, etika itu teori sedangkan moral itu praktek. Secara singkat definisi etika adalah suatu teori mengenai tingkah laku manusia yaitu baik dan buruk yang masih dapat dijangkau oleh akal.

    Etika berkomunikasi dalam forum ilmiah: jujur, bersikap dewasa tidak kekanak- kanakan, lapang dada dalam berkomunikasi, menggunakan panggilan/sebutan orang yang baik, menggunakan pesan bahasa yang efektif dan efisien, tidak mudah emosi/emosional, berinisiatif sebagai pembuka dialog, berbahasa yang baik, menggunakan pakaian yang sopan sesuai keadaan, bertingkah laku yang baik.

    Dalam forum ilmiah juga ada etika yang harus dijaga oleh peran-peran yang terlibat di dalamnya.

    • 1. Penyaji merupakan orang yang bertanggung jawab dalam penyajian materi (pemakalah atau referator). Beberapa etika yang perlu diperhatikan penyaji:

    pembagian makalah sebelum forum berlangsung, dalam menyampaikan materi harus jujur , tulus dan sungguh-sungguh.

    • 2. Pemandu merupakan orang yang bertanggung jawab dalam memimpin forum (moderator). Beberapa etika yang perlu diperhatikan pemandu: objektif, adil, disiplin, berani.

    • 3. Penulis merupakan orang yang bertanggung jawab dalam mencatat informasi penting selama forum (notulen). Beberapa etika yang perlu diperhatikan penulis: mencatat dan meringkas informasi penting selama forum berlangsung, sebaiknya hasil catatan dikembalikan ke peserta.

    • 4. Peserta merupakan orang yang berhak aktif dalam forum dan memperoleh informasi dari forum (partisipan). Beberapa etika yang perlu diperhatikan peserta:

    jujur dalam menerima materi, ikut aktif dan sungguh-sungguh dalam menerima materi.

    • 5. Teknisi merupakan orang yang menjalankan media yang diperlukan dalam diskusi

    Estetika berasal dari kata Aesthesis yang artinya perasaan atau sensitivitas. Tujuan estetika adalah untuk menemukan ukuran yang berlaku umum tentang apa yang indah dan tidak indah itu. Zaman dahulu kala, orang berkata bahwa keindahan itu bersifat abstrak. Dalam teori moderen, orang menyatakan keindahan itu adalah

    kenyataan yang sesungguhnya atau sejenis dengan hakikat yang sebenarnya bersifat tetap. Tapi pada kenyataannya, etika dan estetika bersifat subjektif dan relatif karena tidak ada ukuran pasti, tergantung sudut pandang orang itu sendiri.

    Daftar Pustaka

    http://www. dprd-sumbawakab.go.id/?prm=profil&id=54

    http:// bahasa.kemdiknas.go.id/ kbbi / K. Bertens. 2000. Etika. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 25 Sukmawan, Sony. 2008. Cerdik Bahasa Indonesia: Cerdas dan Terdidik dalam berbahasa dan Bersastra Indonesia. Jakarta: Mitra Wacana Media