Anda di halaman 1dari 9

1 Cara Ternak Tips ternak kenari bagi pemula Dalam beternak kenari ada beberapa factor yang harus

diperhatikan yaitu usia kenari, jenis kelamin, sarana penunjan g ternak dan ilmu tentang ternak Usia Kenari Usia menjadi factor penentu berhasi l atau tidaknya dalam beternak kenari, usia yang terbaik dalam beternak adalah j angan terlalu muda atau jangan terlalu tua. Kenari siap ternak minimal 6 bulan u ntuk kenari betina dan 8 bulan untuk kenari jantan, tetapi untuk kenari besar se perti Yorkshire dan turunannya sedikit lambat birahi minimal usia 1 tahun. Jenis kelamin Anda sebagai peternak harus menguasai ciri-ciri kenari jantan atau beti na, dalam menentukan jenis kelamin kenari cukup sulit bagi pemula tetapi bagi ho bis senior sangat mudah menentukannya mereka cukup melihat dari postur tubuh ken ari walaupun dalam kasus tertentu Kadang-kadang ada kenari yang sangat sulit dit entukan jenis kelaminnya. Adapun cirinya yaitu : 1. Kenari jantan diusia muda um ur 1.5 keatas sudah mulai belajar bunyi / ngriwik. 2. Ukuan tubuh / bodi jantan cenderung ramping (memanjang), leher agak panjang, jika betina bodi kelihatan ag ak bulat. 3. Anus jantan bila dilihat ( dengan cara ditiup agar bulu disekitar t idak menghalangi) menonjol tegak lurus /vertikal, jika betina sebaliknya / horis ontal. 4. Jantan dewasa berbunyi nyaring dan nge roll. Sarana Penunjang dalam be ternak. Kadang-kadang kita dalam beternak tidak terlalu memperhatikan hal-hal ke cil seperti posisi kandang ternak, lingkungan kandang ternak dan saran penunjang nya. Jika hal-hal tersebut kurang diperhatikan akan mengakibatkan kekesalan di k emudian hari. Contohnya pada saat penempatan kandang ternak kita tidak memperhat ikan feng shui (he..he.. maaf becanda) lingkungan di sekitar kandang ternak. Pen empatan yang terbaik yaitu sangkar atau kandang ternak menempel ke dinding disam ping kiri dan kanan sangkar ditutup. Sangkar ternak di tempatkan di daerah yang bebas dari gangguan serangga atau binatang lainnya seperti tikus, cicak dll. Unt uk menghindari dari serangan serangga seperti semut daerah sekeliling sangkar ya ng menempek ke tembok di kelilingi dengan kapur bagus (kapur ajaib). Jika kandan g ternak besar menggunakan kaki maka kaki-kakinya diolesi oli. Sedangkan penggan ggu utama selain semut yaitu tikus, tikus sebetulnya hanya mengambil makanan ken ari hanya kalau melihat kenari lengah ya di hajar juga dan kejadian ini sering s ekali dialami oleh hobis. Dengan penempatan sangkar di dinding diharapkan bisa m eminimalkan serangan tikus hanya kadang-kadang tikus juga pintar mencari celah u ntuk itu anda harus hati-hati dalam penempatan kandang yang terbaik sich menggun akan kandang aluminium. Saya punya pengalaman mengenai kandang ternak yang diser ang semut .. beruntung cepat ketahuan sehingga induknya masih tertolong tetapi ana knya sebagian besar mati dan selanjutnya mati semua karena induknya menjadi over protective (mengenai sifat over protective akan saya bahas di waktu yang lain). Proses penjodohan. Jika anda sudah mempunyai sepasang kenari dengan usia siap t ernak proses selanjutkan yaitu proses penjodohan. Proses penjodohan yaitu kenari jantan dan betina di tempatkan pada sangkar yang berbeda, dan kedua sangkar ter sebut ditempatkan saling berdekatan. Dalam hal ini banyak new comer (peternak pe mula) yang tidak

2 sabar menjalani proses penjodohan mereka langsung masukin jantan dan betina ke dalam satu kandang. Dengan adanya proses penjodohan anda akan mengetahui kesiapa n kenari tersebut, jika belum jodoh langsung dimasukan ke dalam satu sangkar aki batnya kedua kenari tersebut bisa berantem. Apabila terjadi perkelahian diantara keduanya dan salah satu kenari ada yang kalah maka waktu penjodohan akan lama l agi, terutama jika yang kalah kenari jantan proses penjodohan semakin lama karen a anda harus mengkondisikan si jantan agar berani mendekati betinanya. Ada beber apa tip untuk meningkatkan birahi yaitu : Kenari di beri makanan yang bergizi ti nggi seperti telor puyuh, multivitamin dll, Dijemur setiap pagi. Pada saat menje mur dan proses penjodohan sangkar jantan dan betina digandengkan terus menerus, kalau ada jantan lain sekali-kali dipanas-panasin dengan menggunakan jantan lain . Disangkar tempat betina disediakan sangkar berikut isinya. Jangan lupa berdoa a gar kenari yang diternak bisa cepat jodoh dan menghasilkan anak yang berkualitas . Proses Ternak. Proses selanjutnya yaitu menyatukan kedua kenari tersebut. Adap un cirri-ciri kenari siap ternak (sudah jodoh) yaitu : pada saat jantan didekatk an dengan betina sijantan akan mengejar/menabrak sangkar dengan bunyi yang kence ng dan betinanya menggelepar-geleparkan sayapnya tanda minta kawin. Pada saat so re hari atau menjelang tidur kenari betina dan jantan tidur berdekatan. Sewaktuwaktu antara kenari betina dan jantan saling meloloh makanan. Jika didalam sangk ar betina di dikasih sarang beserta isinya, kenari betina akan menyusun atau mer apihkan isi sarang, jika isi sarang sudah disusun biasanya betina siap ternak. D alam menyatukan kedua kenari tidak ada aturan waktu yang baku anda boleh kapan s aja menyatukannya, hanya pengalaman saya waktu yang terbaik yaitu sore hari. Den gan menyatukan sore hari diharapkan pada malam hari keduanya sudah rukun sehingg a pagi harinya sudah jodoh. Karena sudah mengalami masa penjodohan maka pada saa t penyatuan tidak terlalu riskan berantem tetapi kita harus terus memantau karen a takutnya terjadi berantem. Setelah keduanya rukun coba perhatikan isi sarang k alau isi sarang kotor maka ganti isi sarang tersebut dan sebagian isi sarang sim pan di dasar sangkar biasanya isi sarang didasar sangkar akan dipindah ke dalam sarang. Untuk memperhalus sarang kenari betina biasanya suka mencabuti bulu halu s jantannya atau bulu halus dari kenari betina, biasanya jika di dalam sarang su dah ada bulu-bulu halus tandanya tidak lama lagi induk betina akan bertelor. Unt uk mempercepat proses bertelor dan mengurangi mencabuti bulu halus pengalaman sa ya kedalam sangkar dimasukkan kapas secukupnya. Demikian dulu tulisan mengenai p roses penjodohan takutnya terlalu kepanjangannanti saya lanjutkan dilain waktu.. Tips ternak kenari bagi pemula (lanjutan) Setelah masa penjodohan berjalan dengan bai k dimana induk jantan dan betina sudah terlihat akur kadang-kadang saling melolo h, proses selanjutnya yaitu mengkondisikan agar indukan bisa bertelor dan merawa t anak dengan baik. Tidak lama setelah indukan di masukkan kedalam kandang terna k kenari betina akan bertelor, pada saat indukan kenari bertelor harus kita perh atikan beberapa hal diantaranya jika indukan kenari betina baru

3 pertama kali bertelor harus hati-hati dalam penangannya. Jika salah dalam pena ngan bisa berakibat patal. Kita sebagai peternak jangan terlalu sering menengok sangkar ternak terutama pada saat induk betina sedang mendekam di sarang jangan sekali-kali memaksa melihat telor. Pada saat indukan sedang bertelor jangan lupa menyediakan tulang sotong atau kalsium makanan jangan sampai telat dan gizinya harus mencukupi. Telor kenari akan menetas 14 hari setelah dierami, dua atau tig a hari menjelang telor menetas indukan harus dibiasakan diberi pakan lunak untuk anak-anak kenari. Makanan lunak ini yaitu biskuit, telor puyuh, taoge dll. Menu rut informasi dari internet peternak-peternak luar negeri pada saat indukan melo loh anak suka memberi kecambah (taoge). kecambah sangat bergizi tinggi dan mudah dicerna. Dengan diberi kecambah anak kenari cepat besar dan sehat. Kebiasaan me mberikan kecambah pada anak-anak kenari dilanjutkan sampai anak kenari bisa maka n sendiri. Adapun cara membuat kecambah yaitu pakan bijian seperti canary seed, millet putih, biji sawi di masukkan ke mangkuk kemudian dicuci sampai bersih. Se telah pakan dicuci bersih kemudian buang air dari mangkuk, jika air sudah terbua ng semua mangkuk yang berisi pakan yang sudah dicuci bersih ditutup dengan kain basah. Diamkan sampai 1 malam periksa pakan apakah biji kenari, millet dan buah sawi sudah menjadi kecambah atau belum, jika belum cuci bijian tersebut kemudian ditutup kembali dengan kain basah. Kecambah diberikan sehari 2 kali yaitu pagi dan sore hari. Untuk pemberian kecambah pada sore hari jangan terlalu banyak cuk up habis dimakan 1 atau 2 jam jangan sampai ada kecambah yang tertinggal semalam an karena takutnya malah menjadi bibit penyakit. Selain diberi kecambah jangan l upa setiap hari diberi telor puyuh secukupnya, kalau telor cukup sehari 1 kali. Telor puyuh sangat bermanfaat untuk pertumbuhan anak-anak kenari, telor puyuh di berikan sampai anak-anak kenari usia 2 bulan. Untuk usia 2 bulan keatas telor pu yuh dikurangi, efek pemberian telor puyuh menjadi anak kenari gendut-genduk. Pad a usia 3 bulan keatas kenari diharapkan jangan terlalu gendut karena biasanya ka lau kegendutan akibatnya malas bunyi. Anak kenari akan tingal di sarang selama 2 1 hari, tetapi sebelum usia 21 hari anak-anak sudah bertengger di bibir sarang.. Kendala-kendala dalam beternak kenari. Beternak kenari merupakan kegiatan yang terdiri dari beberapa proses yang saling berkaitan, peternak diharapkan sabar dalam menjalani setiap proses yang dilalui . Dalam setiap proses ada beberapa hambatan yang cukup mengganggu, peternak haru s bisa memecahkan setiap kendala. Banyak hambatan yang anda hadapi diantaranya : Induk betina tidak mau bertelor penyebabnya bisa bermacam-macam di antaranya us ia masih muda, tempat sarang kurang nyaman bagi induk kenari, ada binatang pengg anggu. Telor tidak menetas penyebabnya terdiri dari beberapa faktor yaitu induka n terlalu muda, birahi kedua indukan tidak bersamaan, indukannya steril, pada sa at kawin tidak terjadi pembuahan dll.

4 Telor menetas tetapi anaknya mati setelah menetas penyebabnya yaitu indukan ku rang gizi, ada binatang pengganggu sehingga induknya tidak mau meninggalkan sara ng akibatnya anaknya tergencet. Ada kebiasaan induk mencabuti bulu muda anaknya penyebabnya karena induknya sudah merasakan enaknya bulu muda dari anaknya, untu k menghilangkan kebiasaan ini cukup sulit pendapat saya lebih baik indukan digan ti. Seperti sekian dulu artikel ini kalau kebanyak nanti cape baca insya Allah n anti akan saya lanjutkan lagi. Ciri-ciri Kenari Jantan dan Betina : Jantan : Kebanyakan badannya lebih besar, w arna bulu lebih berkilau Umur 3 bulan sudah berbunyi putus-putus atau mriwik (ja wa), dengan suara yang agak keras dan panjang. Supit atau tulang kembar dekat du bur berjarak rapat. Bentuk dubur dapat dibedakan sejak umur 3 bulan. Lihat gamba r. Betina : Kebanyakan badannya lebih kecil, warna bulu tidak terang. Umur 3 bul an tidak bersuara kicau atau bersuara mriwik putus-putus pendek dan pelan. Supit atau tulang kembar dekat dubur berjarak lebar. Bentuk dubur dapat diketahui dar i umur 3 bulan. Lihat gambar. Cara penjodohannya : Jantan dan betina minimal tel ah berumur 7-8 bulan. Pilihlah badan / bodi jantan yang lebih besar dari betinan ya atau sama. Masukkan betina terlebih dahulu dalam sangkar yang telah dipersiap akn sangkar telurnya ( nest box ) dan dekatkan sangkar pejantan selama 1 hari da n besoknya keduanya dapat digabungkan. Pijakan atau tangkringan harus kokoh, aga r proses perkawinan ( Mating ) berjlan sukses. Akan terjadi sedikit petarungan u ntuk penyesuaian pasangan. Bila selama 4-6 hari si betina sudah mulai membetulka n sarangnya dan si jantan sudah mulai meloloh / menyuapi betinanya berarti penjo dohan berhasil. Selama masa penjodohan suplai makanan harus bergizi, yang terdir i dari : biji kenari sheet campur dengan sedikit millet dan juwawut, telur rebus puyuh / ayam, sayur sawi putih atau gambas dan jagung muda. Setelah proses bert elur betina telah usai, suplai makanan bisa dikurangi, bisa sayur dan bijibijian saja atau jagung muda dan biji-bijian. Saat telur telah menetas suplai makanan ditingkatkan lagi. Proses penetasan selama kurang lebih 14 hari. Pejantan dapat dipindahkan saat awal betina mengeram untuk di beri penjemuran (1/2 jam di pagi hari ) dan masa istirahat selama 5 hari dan dapat dijodohkan dengan betina yang lain atau pejantan dipindahkan /dipisahkan setelah anakan yang menetas berumur 2 0 hari Anakan dapat dipisahkan dari induk betina setelah anakan bisa makan sendi ri kira-kira saat berumur 1-1,5 bulan, dan betina dapat diistirahatkan dan diber i penjemuran di pagi hari selama jam selama 1 minggu agar kesehatannya terjaga., dan kemudian bisa dijodohlan lagi dengan sangkar telur yang baru. Pemilihan Ind ukan : Pilihlah yang telah berumur minimal 7-8 bulan dan pilihlah yang mempunyai bentuk badan yang besar, sehat dan tidak cacat. (Sehat : mata tajam berkilau, b ulu terang dan halus, bulu di kepala tidak terangkat, dubur bersih, kaki bersih, jari dan kuku lengkap, badan tegap, paruh bagus). Pilihlah yang mempunyai berma cam-macam corak warna ( beberapa jenis burung kenari). Atau menurut yang anda se nangi.

5 Jangan memilih burung yang sudah tua dengan ciri sisik atau kulit kaki telah m eruncing tajam (jawa : mblimbing ) dan berwarna cenderung putih. Pilih Indukan j antan yang mempunyai suara nyaring dan panjang. Perawatan Selama Masa Penangkara n : Indukan jantan dan betina harus terjaga kesehatannya seperti yang dijelaskan diatas. Kotoran pada sangkar harus sering dibersihkan. Air minum harus sering d iganti minimal 2 atau 3 hari sekali. Pilihlah tempat minum yang agak lebar agar burung bisa mandi . Berilah pasir atau kerikil dan sotong ikan cumi sebagai asin an dan untuk membantu proses pencernaan. Sangkar penjodohan harus sejuk, dan dit empatkan di tempat yang tenang mendapat sinar secara tidak langsung, aman dari s erangga, semut atau hewan yang lain. Berilah obat-obatan khusus untuk burung den gan kriteria obat untuk penyakit mencret, cacingan dan kutu ( pemberian obat 2x dalam 1 bulan dan bisa 3 atau 4 x dalam 1 bulan bila burung dalam keadaan sakit, minuman yang diberi obat digunakan hanya untuk 1 hari ). Belilah dan tanyakan j enis obat-obatan tersebut dan cara menggunakannya di toko-toko peternakan burung . Untuk penyemprotan obat kutu, singkirkan terlebih dahulu pakan dan minum burun g dalam sangkar pemulihan / umbaran, penyemprotan /memandikan dengan obat kutu b urung tidak dilakukan dalam sangkar penjodohan atau penangkaran. Untuk anakan ya ng telah dipisahkan harus terus disuplai gizinya dan dapat dikurangi setelah ber umur 7 bulan. Dan anakan memerlukan penjemuran selama jam di pagi hari. Anakan b isa digabungkan bila seumuran dalam sangkar yang cukup lebar/ sangkar umbaran at au pembesaran. Selamat mencoba dan semoga sukses. Cobalah dengan menjodohkan 1 a tau 2 penjodohan untuk pertama kalinya, dan setelah menghasilkan barulah bisa an da tambahkan. Beternak atau menangkarkan burung harus disertai dengan doa, kesab aran dan ketlatenan. Mohon maaf bila masih terdapat kekurangan dan semoga sukses . Banyak pertanyaan muncul dari berbagai orang yang menanyakan kepada saya apa i tu kenari AF? Apa itu kenari F1? Dan apa yang dimaksud kenari F1, F2 dan F3? Apa perbedaan kenari AF,F1,F2 dan F3? Banyak jawaban untuk soal ini dan salah satu diantaranya akan berusaha dijawab. Pertama-tama yang perlu dipahami mengenai F sen diri bisa diartikan sebagaiketurunan. Jika demikian F1 berarti merupakan keturun an ke 1 sedangkan F2 adalah keturunan ke 2 dan begitu seterusnya. Namun tidak se mua keturunan yang dihasilkan oleh sepasang indukan kenari dapat dikatakan demik ian, simbol F ini dapat digunakan jika hasil keturunannya di dapat dari persilanga n kenari, yang artinya adalah berasal dari perkawinan silang antara kenari denga n jenis yang berbeda. Jika dimulai dari hukum dasar makan F ini sebenarnya beras al dari hasil perkawinan antara 1 pasang indukan. Jadi mungkin gambarannya adala h begini P (parental) x P (parental) = F1 (ini berlaku dalam sistem hybrid ataup un perkawinan sesama jenis). Dari teori diatas dapat diturunkan lagi menjadi seb uah Family Tree yang berasal dari indukan sesama jenis (misal yorkshire x yorkshir e) ataupun beda jenis (misal yorkshire x lizard, waterslager x blackthroat) sehi ngga menghasilkan F1 atau keturunan pertama. Tentu saja F1 dari dua contoh perka winan tersebut menghasilkan sifat genetika yang berbeda. Secara umum F2 akan mem bawa sifat yang lebih random dalam perkawinan hybrida. Namun istilah F sendiri m asih terbilang rancu dan kurang spesifik dalam ranah peternakan kita sehingga ka dang membuat orang bingung. Misalnya saja F1 dihasilkan dari perkawinan antara k enari yorkshire dengan kenari lokal dan F2 dihasilkan dari perkawinan kenari yor kshire

6 dengan F1. Berikut ini penjelasan mengenai hasil keturunan dan persilangan ken ari dengan acuan trah kenari yorkshire x lokal sebagai contoh fixed strain dan f inal strain: 1. Perkawinan kenari yorkshire dengan kenari lokal (kenari besar de ngan kenari kecil) menghasilkan F1 2. F2 dihasilkan dari perkawinan antara kenar i yorkshire (indukan dari F1) dengan kenari F1 3. Hasil dari perkawinan antara k enari F2 dengan kenari indukan kenari F1 menghasilkan keturunan ke 3 atau yang d isebut dengan F3. Sumber lain mengatakan bahwa kenari F3 dapat dihasilkan dari p erkawinan sesama keturunan F2 4. F4 dihasilkan dari kenari F3 yang dikawinkan de ngan salah satu induk dari F2 5. Keturunan F4 jika dikawinkan dengan sesama ketu runan F4 akan menghasilkan F5. Keturunan ke 5 atau F5 bisa juga dihasilkan dari perkawinan antara F3 dan F4 6. Jika keturunan F5 dikawinkan dengan induk dari ke turunan F4 maka akan menghasilkan F6 dan inilah yang disebut sebagai fixed strai n 7. Sebagai tambahan, jenis keturunan yang sering disebut AF sebenarnya asing d itemui dalam istilah biologi dan bahkan mungkin tidak ada. Namun sudah terlanjur beredar umum dan setidaknya perlu dijelaskan bahwa kenari AF dihasilkan dari ke turunan Filial F1/F2/F3 (bukan jenis fixed strain) dikawinkan dengan kenari loka l atau kenari non fix strain dalam 3 tingkatan ke depan. Dengan kata lain perkaw inan sesama non fix strain akan menghasilkan keturunan yang disebut AF. Catatan: (indukan tidak hanya/harus dari kenari yorkshire saja melainkan dari semua jeni s kenari, semisal: lanchasire, border, roller, gloster dll dengan acuan rumus ke turunan yang sama pula). Selain itu untuk menciptakan jenis baru tidak hanya men gacu hanya sampai F6 saja melainkan tergantung dari target dan variabelnya. Fixe d strain sendiri dijelaskan sebagai suatu sifat permanen yang melekat pada kenar i. Dengan fixed strain ini maka akan didapat sifat-sifat permanen yang meliputi volume suara, bentuk dan warna. Jika selama ini kita sering mendapati kenari F1 dengan postur yang berbeda-beda itu dimungkinkan karena belum adanya fixed strai n. Final Strain, Static Strain dan Degradation Anggaplah saja kita berandai-anda i seperti ini, jika yorkshire dikawinkan dengan lokal (ys x lokal) maka sebutan yang umum untuk hasil keturunannya adalah F1 ys. Kita berandai bahwa F1 ys ini m ewarisi 50% sifat dari ys dan selanjutnya F2 mewarisi 70%-75% sifat ys sedangkan F4 mewarisi lebih dari 90% sifat ys. Kita akan mendapat static strain atau jeni s statis jika perkawinan sesama F4 terjadi atau dengan kata lain F4 x F4. Jika F 6=final strain maka dengan kata lain F6 itu bisa disebut sebagai jenis baru kena ri. Dalam perkembangannya peternak sering mengawinkan secara monohibrid yang mis alnya saja F1 dikawinkan dengan F1. Adapun keterangan untuk menanggapi hal terse Jika F1 x F1 maka istilah umumnya anakannya akan disebut AF dimana hereditas but fenotipe dari indukannya akan berkurang. Jika F1 disilangkan dengan lokal maka istilah keturunannya akan disebut sebagai lokal super dimana degradasi sifat dar i indukannya akan semakin terlihat. Jika lokal super disilangkan dengan lokal ma ka anakannya akan disebut sebagai lokal. NB: istilah di atas (lokal super dan AF super) umum dijumpai dalam pasaran namun bukan merupakan istilah/penamaan secar a ilmiah Dilema Nama Keturunan Perkawinan Kenari Saat ini yang menjadi banyak pe rdebatan adalah soal perkawinan monohibrid dimana sesema kenari yang belum final strain dikawinkan. Misalnya saja tentang masalah nama dari keturunan F1 x F1, b eberapa pendapat mengemukakan bahwa hasil dari perkawinan itu disebut AF. Dengan kata lain perkawinan sesama jenis non fix strain disebut AF. Asumsi ini diperku at dengan teori gen hereditas fenotipe yang semakin luntur jika sesama non fix s train dikawinkan, selain itu filial dari fixed strain (contoh yorkshire) (F) yan g berada di depan biasanya adalah

7 sebagai pengangkat pamor dan dianggap lebih tinggi. Namun beberapa sumber juga mencatat bahwa F1 x F1 disebut F2, ini didasarkan pada F yang berarti Filial be rsifat turun temurun, terus mana yang benar? Beberapa peternak senior mengatakan kepada saya bahwa janganlah kita terlalu mempermasalahkan hal ini sebab di Indo nesia sendiri masih dalam taraf setengah jalan yang artinya untuk menamai keturu nan tersebut diperlukan pembuktian rantai keturunan secara rinci dan detail sepe rti halnya di luar negeri. Adapun beberapa asumsi dan kerancuan yang teramat san gat membingungkan yang berkembang di kalangan peternak dan penghobi, contohnya a dalah seperti ini: F1 x F1 = AF11. Ini dikarenakan F belum merupakan final strai n sehingga asumsinya adalah hasil perkawinan tersebut disebut AF. Angka sebelas/ 11 menunjukkan bahwa itu adalah hasil perkawinan antara sesama keturunan pertama . Jadi F2 x F2 = AF22 dst. Kenari disilangkan dengan blacktroat sehingga anakann ya disebut blacken, kenapa tidak biasa disebut sebagai F1? ini dikarenakan karen a pada perkembangannya peternak sering menyilangkan kenari yang sudah fixed stra in ataupun belum fix strain dengan blackthroat. Jika F1 ys x blackthroat maka an akannya akan disebut apa? Mengawinkan sesama kenari yang belum fix strain namun berbeda jenis. Misalnya saja hasil perkawinan antara yorkshire x lokal dikawinka n dengan hasil perkawinan lizard x waterslager, disebut apakah anaknya? F1 ys x lizard, anakannya disebut apa? Ys x lokal = F1 lokal? Untuk menjawab pertanyaan yang belum bisa dijawab secara rinci oleh beberapa teman saya yang sudah bertahu n-tahun mendalami kenari ini, lebih baik kita jangan dipusingkan dengan itu. Set iap peternak memberi nama keturunannya dikarenakan untuk membuktikan silsilah da ri keturunan tersebut. Jika kita adalah seorang peternak yang menekuni bidang fi x strain maka bisa jadi kita bisa membuktikan rantai regenerasi secara rinci, na mun jika tidak maka asumsi yang beredar di masyarakat sekarang toh tidak seratus persen salah. Jadi setiap peternak wajib mempertanggungjawabkan hasil dari tern akannya yang kemudian dapat menunjukkan mana indukannya. Karena kita selama ini mengacu kepada pendekatan gen dominan dari indukan fixed strain maka dalam perja lanannya jika menyilangkan sesama non fixed strain akan terjadi kerancuan yang t elah kita alami sekarang. Jadi akan lebih baik kita melihat secara nyata tentang masalah kualitas si burung itu sendiri yang meliputi postur, suara dan karakter .