Anda di halaman 1dari 9

Pengelolaan Anestesi Pada Geriatri

Definisi: Geriatri adalah seseorang yang telah berumur 65 tahun ke atas Menurut Glen (1973), tujuan operasi pada geriatri adalah a. Mengadakan pemulihan lengkap atas status kesehatan yang terganggu b. Upaya mengurangi dan menghilangkan disabilitas c. Menunda (terbatas) kematian yang mengancam Angka kematian & kesakitan geriatri yang memerlukan tindakan operasi > dari dewasa muda pengaruh yg terjadi akibat bertambahnya umur Angka kematian geriatri a. Operasi elektif: 5% b. Operasi emergensi: 10% Faktor resiko operasi morbiditas dan mortalitas yg lebih tinggi (persiapan preoperatif, tindakan anestesi dan penyembuhan pasca operasi) Penyebab tingginya morbiditas & mortalitas tinggi pada Geriatri a. Berbagai penyakit lain yang diderita bersama-sama dengan penyakit primernya b. Penyakit primer (penyakit yang memerlukan tindakan operasi) seringkali sudah dalam keadaan lanjut c. Penyakit yang didapat bersama tersebut sering ikut meningkatkan risiko operasi Perubahan anatomi dan fisiologis Otak 15% massa otak menurun pd pasien berumur 80 tahun CBF , CVR , Compliance intracranial Hepar Jumlah sel hati menurun aliran darah menurun 40 50% Produksi albumin, kolinestrase plasma menurun Protein plasma menurun 15 20% Cardiovaskuler Elastisitas pembuluh darah berkurang Compliance arteri menurun & menyebabkan tekanan darah sistolik meningkat

Tekanan darah diastolik tidak mengalami perubahan bahkan bisa menurun

CO menurun Tonus vagal meningkat Syaraf Sintesa neurotransmitter menurun Neuron perifer degenerasi konduksi saraf menurun & atrofi otot Neuron medulla spinalis degenerasi melemahnya otot lengan Ambang nyeri menurun Ginjal GFR dan creatinin clerance menurun 1% mulai umur 40 th BUN meningkat 0,2 mg/ tahun Serum kreatinin tidak berubah karena massa otot juga ikut berkurang Homeostasis terhadap cairan menurun Paru-paru Elastisitas otot respirasi berkurang terutama otot intercostal pO2 arteri Vital capacity sebanyak 20 ml/ tahun, pada umur 70 tahun menjadi 70% Resiko aspirasi lebih besar Gastrointestinal pH cairan lambung cenderung menurun, pengosongan lambung lambat, hampir 50% dari dewasa muda Absopsi usus menurun Aliran darah ke limpa menurun Muskuloskeletal Kurangnya impuls dari upper motor neuron dan degenerasi neuromuscular junction pengecilan & melemahnya otot Pengapuran persendian tulang belakang Thermoregulasi Penurunan jumlah lemak di bawah kulit Penurunan fungsi kelenjar keringat Penurunan kapiler sehingga pengaturan vasokontriksi dan vasodilatasi terganggu

Perubahan Farmakologi Farmakokinetik dan farmakodinamik obat berubah pada geriatrik Absorpsi obat terutama obat yang diberikan lewat oral , disebabkan oleh Sekresi asam lambung Aliran darah ke limpa Mukosa lambung Absorpsi usus halus Metabolisme obat pada geriatri , disebabkan oleh Fungsi hati Aliran darah ke hati Ikatan obat dgn protein s/d 15 20% obat bebas dlm darah Afinitas obat terhadap reseptor Ekskresi obat akibat fungsi ginjal dan curah jantung sehingga T memanjang karena rendahnya metabolisme dan eksekresi, di samping volume distribusi Volume distribusi mengakibatkan obat yang terikat dalam plasma , hal ini menyebabkan toksisitas obat clerance plasma mengakibatkan obat efektif dalam plasma , sehingga efek samping obat >>> Pada geriatri, respon individual terhadap terapi sangat bervariasi sulit menentukan dosis obat yg tepat

Hambatan Psikologis Usia Emosi pola perilaku Persepsi nyeri Premedikasi Evaluasi sebelum anestesi meliputi Pemeriksaan fisik Evaluasi radiologis Laboratorium Riwayat minum obat Pemeriksaan multi organ failure Evaluasi jantung Evaluasi paru Evaluasi ginjal Evaluasi status neurologis Ambang nyeri pasien enggan minum obat Ambang nyeri cepat minta diobati

Takut mengalami kecanduan obat Kehilangan kendali diri/ ketergantungan

Skoring preoperatif Del Guercio dan Cohn (1980) membuat klasifikasi prediksi operasi berdasarkan berbagai pemeriksaan invasif tidak praktis Skoring yang cukup praktis dilakukan oleh Goldman (1983) Secara khusus skoring dibuat untuk mengadakan estimasi atas resiko kardiak akibat operasi nonkardiak Tetapi dengan menambah kriteria pemantauan fungsi paru (diberlakukan secara umum)

Contoh premedikasi Penderita dengan riwayat coronary arteri disease dianjurkan operasi sesudah enam bulan dari serangan terakhir

Penderita dengan penyakit paru perlu dilakukan Tes fungsi paru Terapi physical chest Latihan bernafas dan latihan batuk

Penderita dengan peningkatan kadar gula darah, perlu pemberian insulin dan monitoring kadar gula darah Obat premedikasi yang biasa diberikan Golongan antikolinergik Glikopirolat Pengelolaan Anestesi 1. Anestesi umum Sebaiknya dengan respirasi spontan Kombinasi anestesi IV dengan N2O dan O2 (bila perlu relaksasi, diberikan dosis kecil obat pelumpuh otot) 2. Hal2 yang penting untuk diperhatikan Anestesi inhalasi 1. Obat2 yang dipakai 1. Halotan 2. Enfluran 3. Isofluran (terbaik) Terutama untuk antisialogogue Efek takikardi minimal

Golongan sedatif dan tranquiliser Diazepam Lorazepam Midazolam Difenhidramin Prometazin Morfin

Golongan narkotika

2. Efek menekan fungsi kardiorespirasi MAC harus diturunkan Kombinasi anestetik inhalasi dengan N2O memperkuat efek depresi kardiorespirasi Kombinasi anestetik inhalasi dengan opioid efek depresinya lebih besar dibanding dengan N2O MAC pada Berbagai Usia

9 8 7 6 5 4 3 2 1 0 I soflurane
a. Anestesi IV Obat2 yang dipakai Thiopenton Benzodiazepine Buterofenon Fenothiazin Ketamin Tiopenton bersifat depresi kardiorespirasi Terutama pemberian dalam dosis besar dalam waktu cepat

1 yr 40 yr 80 yr

Sevoflurane

Desflurane

Dosis dikurangi dengan meningkatnya umur b. Transquilizer Contoh obat Fenotiazin Benzodiazepin Buterofenon Juga bersifat depresi kardiorespirasi melalui blok sistem nervus otonom tetapi lebih ringan dari tiopenton c. Obat pelumpuh otot non depolarisasi Contoh obat Pankuronium Tubokurarin Efeknya meningkat pada geriatri karena klirens obat menurun Atrakurium tidak terpengaruh

2. Anestesi regional Merupakan pilihan yang baik pada geriatri Keuntungan Penderita bebas dari sedasi Gangguan SSP lebih kecil Kalsifikasi tulang belakang menyulitkan tehnik anestesi Penyempitan ruang epidural dosis harus dikurangi Efek anestesi lebih panjang ok absorbsi lambat Hati2 penggunaan epinefrin resiko hipotensi pasca operasi

Kerugian

Perawatan Paska Operasi Pemulihan menjadi lama karena pemanjangan obat2 anestesi Mobilisasi penting untuk mencegah plebotrombosis Reflek batuk untuk mencegah atelekstasis Pemberian O2 dan analgesik extra sangat perlu

Perawatan di ICU untuk mengatasi komplikasi

Monitoring Dilakukan selama dan setelah operasi, meliputi 1. Pengukuran laju jantung 2. Tekanan darah 3. Respirasi 4. Temperatur 5. Elektrokardiografi 6. Monitoring obat pelumpuh otot

Instabilitas Hemodinamik pada Geriatri

Gejolak hemodinamik pada saat intubasi dapat diatasi dengan menggunakan Narkotik ditambah tiopenton atau narkotik ditambah diazepam

Bisa juga digunakan nitroprusid atau niotrogliserin Pilihan lain adalah penggunaan lidokain intravena