Anda di halaman 1dari 9

ALTERNATIF PENYEDIAAN DAYA LISTRIK MENGGUNAKAN SISTEM HIBRID PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA DENGAN LISTRIK PLN UNTUK

RUMAH TANGGA PROPOSAL TUGAS AKHIR


Diajukan sebagai syarat untuk mengerjakan Tugas Akhir Oleh :

DARLIN P SIHOTANG NIM. 0905 032 061 IRATA GINTING NIM. 0905 032 078

DICKEY SAMUEL B P NIM. 0905 032 064 SALMON T NAINGGOLAN NIM. 0905 032 097

PROGRAM STUDI TEKNIK LISTRIK JURUSAN TEKNIK ELEKTRO

POLITEKNIK NEGERI MEDAN 2012

LEMBAR PENGESAHAN
Yang bertanda tangan dibawah ini, Dosen Pembimbing pembuatan proposal Tugas Akhir dan Kepala Program Studi Teknik Elektro Politeknik Negeri Medan menyatakan bahwa proposal Tugas Akhir dari :

DARLIN P SIHOTANG NIM. 0905 032 061 IRATA GINTING NIM. 0905 032 078

DICKEY SAMUEL B P NIM. 0905 032 064 SALMON T NAINGGOLAN NIM. 0905 032 097

dengan judul : ALTERNATIF PENYEDIAAN DAYA LISTRIK MENGGUNAKAN SISTEM HIBRID PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA DENGAN LISTRIK PLN UNTUK RUMAH TANGGA telah diperiksa dan dinyatakan diterima sebagai Judul Tugas Akhir.

Medan, 30 Maret 2012 Kepala Program Studi, Teknik Elektro Dosen Pembimbing

Suparmono, ST NIP : 19630531 198903 1 002

Drs. Masrul NIP : 19590620 198603 1 005

A. Judul Alternatif Penyediaan Daya Listrik Menggunakan Sistem Hibrid Pembangkit Listrik Tenaga Surya Dengan Listrik PLN Untuk Rumah Tangga. B. Latar Belakang Masalah Seiring dengan perkembangan peradaban manusia yang dibarengi oleh

perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan telah mendorong penggunaan energi listrik pada semua aspek kehidupan manusia, sementara ini sumber energi listrik banyak didapatkan dari hasil konversi energi fosil seperti minyak bumi, batu bara dan gas. Jumlah energi fosil ini makin lama makin berkurang dan kecendrungan harganya naik terus, yang mengakibatkan biaya produksi energi listrik jadi mahal, sementara permintaan akan energi listrik terus meningkat tak terkecuali Indonesia, peningkatan kebutuhan listrik ini tidak diiringi oleh pemambahan pasokan listrik untuk konsumen karena masalah biaya dan subsidi yang ditanggung pemerintah sehingga perusahaan listrik di Indonesia khususnya PLN (Perusahaan Listrik Negara) menghimbau kepada seluruh konsumennya agar melakukan penghematan listrik pada saat terjadinya beban puncak yang terjadi dari pukul 17.00 22.00. Dengan cara ini diharapkan krisis ketenagalistrikan tidak terjadi atau paling tidak diminimalisir sedini mungkin sehingga pemadaman listrik bergilir dapat dikurangi. Untuk mengurangi ketergantungan akan energi yang berasal dari fosil tersebut, energi baru dan yang terbarukan yaitu energi radiasi matahari mempunyai peran yang sangat penting dalam memenuhi kebutuhan energi, karena tidak mengakibatkan pencemaran lingkungan. Salah satu upaya yang telah dikembangkan adalah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). PLTS atau lebih dikenal dengan sel surya (sel fotovoltaik) akan lebih diminati karena dapat digunakan untuk berbagai keperluan yang relevan dan di berbagai tempat perumahan dan lainnya, dimana juga sudah tersedia sumber listrik PLN. Di Indonesia yang merupakan daerah tropis mempunyai potensi energy radiasi matahari (insolasi matahari) sangat besar dengan insolasi harian rata-rata 4,5 - 4,8 KwH/m/hari. Akan tetapi energi listrik yang dihasilkan oleh sel surya sangat dipengaruhi oleh intensitas cahaya matahari yang diterima oleh sistem. Salah satu upaya untuk mengurangi ketergantungan listrik dari PLN yang menggunakan bahan bakar berasal dari fosil maka diperlukan hibridasi PLTS dengan listrik PLN. Mengingat listrik tenaga surya yang dihasilkan merupakan arus searah (DC) dan mempertimbangkan efisiensi dan kapasitas listrik surya maka beban

direncanakan untuk tegangan DC 12 volt dan dihibridasi dengan listrik PLN yang terlebih dulu disearahkan melalui converter AC 220 Volt DC 12 volt. Beban direncanakan untuk penerangan menggunakan LED, dengan tegangan DC 12 volt. Pada siang hari listrik tenaga surya disimpan dalam batere dan beban bias dilayani sumber PLN, dan pada malam hari otomatis beban disupali dari baterai. Untuk beban yang berdaya yang lebih besar tetap dilayani listrik AC dari PLN, dengan demikian pemakaian energi listrik PLN pada malam hari jika listrik PLN mati maka penerangan tetap nyala seperti biasa. System ini dapat mengurangi resiko kerugian akibat bahaya kebakaran karena biasanya jika listrik mati pada malam hari konsumen memilih menyalakan lampu teplok atau lilin yana sangat beresiko jika tidak hati-hati. C. Rumusan Masalah Agar penelitian ini lebih terarah dan dapat mencapai hasil yang diinginkan maka pelaksanaan penelitian difokuskan pada : Bagaimana merancang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan

menggunakan Panel Surya fotovoltaik sehingga dapat menghasilkan tenaga listrik. Bagaimana untuk mendapatkan kekontiniuan pasokan (supply) listrik ke beban. Bagaimana agar pemakaian energi listrik PLN dapat dikurangi, sementara konsumen tetap menggunakan energi listrik seperti biasa. D. Batasan Masalah Perancangan Sistem Hibrid Pembangkit Listrik Tenaga Surya dengan listrik PLN untuk Rumah Tangga dibatasi ruang lingkupnya untuk pembahasan : Energi baru dan terbarukan dari energy radiasi matahari dikonversikan menjadi energi listrik. Merencanakan kapasitas Panel Surya sesuai kebutuhan beban agar kekontiniutas pasokan listrik ke beban dapat dipenuhi. Penentuan kapasitas dari batere agar dapat melayani beban pada malam hari. Penentuan kapasitas charger controller baterai. Penentuan kapasitas converter AC-DC. Mendapatkan penghematan energi listrik dari PLN tanpa mengurangi pemakaian listrik rumah tangga.

E. Tujuan Pembuatan Proyek Adapun tujuan pembuatan proyek ini ialah : 1. Sebagai upaya untuk mengurangi ketergantungan energi yang bersumber dari energi yang berasal dari fosil serta bagaimana untuk memenuhi kesinambungan pasokan energi listrik rumah tangga saat jaringan PLN beban puncak, dan sebagai back up terutama pada malam hari.
2. Memberikan pilihan alternative terhadap sumber listrik cadangan yang digunakan untuk mengatasi pemadaman listrik oleh PLN kepada konsumen/pelanggan.

F. Metode Penelitian Penelitian ini mengikuti langkah-langkah : Studi Literatur Dilakukan dengan pencarian bahan bacaan di Internet, yang berkaitan dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya, tentang penelitian dan pengembangan yang telah dilakukan oleh pakar, serta pengambilan data energi radiasi matahari tahun 20011-2012 untuk kota Medan dan sekitarnya yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Balai Besar Wilayah I Medan. Selain itu juga dilakukan studi terhadap buku-buku literatur terkait. Eksperimen Pengujian dilakukan di Politeknik Negeri Medan untuk melihat kinerja PLTS yang dirancang : Pengujian posisi kemiringan panel surya terhadap matahari untuk

mendapatkan tegangan keluaran maksimum. Pengujian tegangan open circuit panel surya (data dalam sehari). Pengujian pengisian baterai. Pengujian berbeban.

G. Deskripsi Kerja Hibridasi antara PLTS dengan sumber listrik PLN bertujuan untuk mendapatkan kekontinuan pasokan (supply) listrik ke beban dan mengurangi pemakain listrik PLN. Pada system hibrid PLTS dengan PLN yang akan dirancang, terdiri dari array fotovoltaik, regulator (charge controller), baterai, dan converter AC-DC. Listrik arus bolak-balik (AC) dari PLN akan diubah menjadi arus searah (DC) melalui converter. Sistem hibrid yang akan dirancang menggunakan prinsip kerja satu arah, yaitu dalam satu waktu tertentu beban DC hanya dipasok oleh salah satu sumber pembangkit, ketika siang hari (pagi sampai sore hari) beban disupply dari sumber PLN, sebaliknya saat malam hari (sore sampai pagi hari) beban DC disupply dari baterai yang dikerjakan secara otomatis oleh saklar cahaya (light control switch). Gambar 1 menjelaskan sistem hibrid PLTS dan sumber PLN yang akan dirancang.

PLN

Converter

Array

Control Charger

Light
control

switch

Baterai Beban DC Beban AC

Beban rumah tangga

1. Light control switch Proses kendali sistem hibrid antara PLTS dan sumber PLN dilakukan oleh unit light control switch. Sistem hibrid yang akan dirancang menggunakan prinsip kerja satu arah, yaitu dalam satu waktu tertentu beban hanya disuplai oleh salah satu pembangkit, oleh karena itu light control switch akan bertindak mengatur sumber pembangkit yang akan mensuplai beban. Pada light control switch yang akan dirancang, unit pengatur dapat digunakan secara manual maupun otomatis. Secara manual yaitu pengguna dapat memilih sumber pembangkit yang akan mensuplai beban dengan menentukan salah satu sumber pembangkit yang akan bekerja terlebih dahulu. Secara otomatis yaitu unit pengatur mendeteksi cahaya (siang atau malam) dan otomatis memilih salah satu sumber pembangkit. Pada siang hari listrik DC yang akan dihasilkan potovoltaik disimpan ke dalam baterai melalui charger controller yang juga berfungsi sebagai proteksi beban lebih untuk beban. 2. Beban Listrik (load) Beban listrik yang terdapat di rumah yang akan dipasang sistem PV berupa lampu penerangan LED super bright, dengan tegangan 12 V DC, sedangkan beban yang lain tetap dilayani listrik AC PLN seperti 2 buah lampu penerangan, kulkas, mesin cuci, magic jar, setrika listrik, kipas angin.

I . Jadwal Kegiatan Tanggal 2 10 Maret 19 28 27 April 9 30 1 12 Mei 14 19 21 31 19 Juni 11 30 2 14 Juli 23 28 Agustus 1 11 Bulan Kegiatan Persiapan Pencarian data seluruh alat dan bahan yang di butuhkan Pembelian seluruh alat dan bahan yang di butuhkan Perencanaan dan pembuatan alat Percobaan/Penelitian Pengolahan Data-data Penyusunan Laporan Koreksi Laporan Persiapan Sidang

DAFTAR PUSTAKA

1. Hankins, Mark. 1991. Small Solar Electric Systems for Africa . Motif Creative Arts, Ltd. Kenya. 2. Lubis, Abubakar dan Adjat Sudrajat. 2006. Listrik Tenaga Surya Fotovoltaik. BPPT Press, Jakarta. 3. Strong, Steven J and William G. Scheller. 1993. The Solar Electric House. Chelsea Green ISBN 0-9637383-2-1 4. www.google.com