Anda di halaman 1dari 0

54

BAB 3
METODE PENELITIAN
3.1. Penelitian Hukum
Penelitian merupakan terjemahan dari bahasa inggris yaitu research, yang
berasal dari kata re (kembali) dan to search (mencari). Dengan demikian, penelitian
berarti mencari kembali. Yang dicari dalam suatu penelitian adalah pengetahuan yang
benar, di mana pengetahuan yang benar ini nantinya dapat dipakai untuk menjawab
pertanyaan atau ketidaktahuan tertentu. Suatu penelitian secara ilmiah dilakukan
untuk menyalurkan hasrat ingin tahu yang telah mencapai taraf ilmiah, yang disertai
suatu keyakinan bahwa setiap gejala akan ditelaah dan dicari hubungan sebab
akibatnya atau kecenderungan-kecenderungan yang timbul.
97
Menurut Soerjono
Soekanto, penelitian merupakan suatu usaha untuk menganalisa serta mengadakan
konstruksi secara metodologis, sistematis dan konsisten. Penelitian merupakan sarana
yang digunakan untuk memperkuat, membina serta mengembangkan ilmu
pengetahuan.
98
Penelitian hukum merupakan suatu kegiatan ilmiah yang didasarkan
pada metode, sistematika dan pemikiran tertentu, yang bertujuan untuk mempelajari
satu atau beberapa gejala hukum tertentu dengan jalan menganalisanya. Selain itu,
juga diadakan pemeriksaan yang mendalam terhadap fakta hukum, untuk kemudian
mengusahakan suatu pemecahan atas permasalahan-permasalahan yang timbul di
dalam gejala yang bersangkutan.
99
Sebelum melakukan penelitian hukum, perlu dipahami ruang lingkup disiplin
hukum. Disiplin hukum adalah suatu sistem ajaran tentang hukum sebagai norma
yaitu sesuatu yang dicita-citakan dan sebagai kenyataan atau sikap tindak. Disiplin
Universitas Indonesia

97
Bambang Sunggono, Metodologi Penelitian Hukum, (J akarta: PT RajaGrafindo Persada
2007), hal. 27-28.
98
Soerjono Soekanto, Pengantar Penelitian Hukum, (J akarta: UI Press, 1986), hal. 3.
99
Ibid., hal. 43.

Keterbukaan informasi..., Selvy, FHUI, 2009

55
hukum dapat dibedakan dalam dua segi yaitu segi umum dan segi khusus. Segi umum
terdiri dari:
100
1) Ilmu hukum:
a. Dogmatik hukum meliputi:
i. Ilmu tentang kaidah hukum (normwissenchaft), mencakup:
a) Perumusan kaedah hukum
b) Kaedah hukum abstrak dan kaedah hukum konkrit
c) Isi dan sifat kaedah hukum
d) Esensi kaedah hukum
e) Tugas atau kegunaan kaedah hukum
f) Pernyataan dan tanda pernyataan kaedah hukum
g) Penyimpangan terhadap kaedah hukum
h) Keberlakuan kaedah hukum
ii. Ilmu tentang pengertian pokok hukum (begriffenwissenchaft),
mencakup:
a) Masyarakat hukum
b) Subyek hukum
c) Hak dan kewajiban
d) Peristiwa hukum
e) Hubungan hukum
f) Obyek hukum
b. Ilmu tentang kenyataan hukum (tatsachenwissenchaft)
Menurut Soerjono Soekanto, ilmu tentang kenyataan hukum
bersifat teoritis empiris, pengungkapannya terikat pada metode
induktif logis. Termasuk di dalamnya adalah sosiologi hukum,
antropologi hukum, psikologi hukum, perbandingan hukum, dan
sejarah hukum. Dogmatik hukum merupakan pedoman dalam
Universitas Indonesia

100
Sri Mamuji, et al., Metode Penelitian dan Penulisan Hukum, (J akarta: Badan Penerbit
Fakultas Hukum Universitas Indonesia, 2005), hal. 6-8.

Keterbukaan informasi..., Selvy, FHUI, 2009

56
mempelajari hukum, sedangkan ilmu tentang kenyataan hukum
merupakan cakrawala dalam mepelajari hukum.
2) Filsafat hukum
Filsafat hukum diperlukan agar dalam mempelajari hukum pemikiran
seseorang tidak dangkal. Filsafat hukum bersifat etis spekulatif dan
menggunakan metode kritis analitis.
3) Politik hukum
Politik hukum bersifat praktis fungsional dengan metode penguraian
teleologis konstruktif.
Segi khusus terdiri dari:
1. Sejarah Tata Hukum
2. Sistem Tata Hukum, terdiri dari
a) Hukum Negara
b) Hukum Pribadi
c) Hukum Harta Kekayaan
d) Hukum Keluarga
e) Hukum Waris
f) Hukum Pidana
3. Teknologi hukum atau keterampilan hukum

3.2. Jenis-Jenis Penelitian Hukum
Berdasarkan disiplin hukum yang mempunyai ruang lingkup begitu luas,
seorang peneliti dapat memilih jenis penelitian sebagai berikut:
101
1. Penelitian normatif
Penelitian normatif merupakan penelitian hukum yang dilakukan
dengan cara meneliti bahan pustaka atau data sekunder.
102
Penelitian hukum
normatif disebut juga penelitian hukum doktrinal. Pada penelitian hukum jenis
Universitas Indonesia

101
Ibid., hal. 9-11.
102
Soerjono Soekanto dan Sri Mamudji, Penelitian Hukum Normatif : Suatu Tinjauan Singkat,
(J akarta: PT. RajaGrafindo Persada, 2003), hal. 13.

Keterbukaan informasi..., Selvy, FHUI, 2009

57
ini, seringkali hukum dikonsepkan sebagai apa yang tertulis dalam peraturan
perundang-undangan (law in books) atau hukum dikonsepkan sebagai kaidah
atau norma yang merupakan patokan berperilaku manusia yang dianggap
pantas.
103
Penelitian ini merupakan:
a. Penelitian menarik asas hukum, dimana dilakukan terhadap hukum
positif tertulis maupun tidak tertulis. Penelitian ini dapat digunakan
untuk menarik asas-asas hukum dalam menafsirkan peraturan
perundang-undangan. Selain itu, penelitian ini juga dapat digunakan
untuk mencari asas hukum yang dirumuskan baik secara tersirat
maupun tersurat.
b. Penelitian sistematik hukum, dimana dilakukan terhadap pengertian
dasar sistematik hukum yang meliputi subyek hukum, hak dan
kewajiban, peristiwa hukum, hubungan hukum, maupun obyek
hukum.
c. Penelitian taraf sinkronisasi peraturan perundang-undangan yang
dilakukan dengan dua cara, yaitu:
1) Secara vertikal, disini yang dianalisa adalah peraturan
perundang-undangan yang derajatnya berbeda yang mengatur
bidang yang sama.
2) Secara horizontal, dimana yang dianalisa adalah peraturan
perundang-undangan yang sama derajat dan mengatur bidang
yang sama.
d. Penelitian perbandingan hukum, di mana dilakukan terhadap berbagai
sistem hukum yang berlaku di masyarakat.
e. Penelitian sejarah hukum, di mana dilakukan dengan menganalisa
peristiwa hukum secara kronologis dan melihat hubungannya dengan
gejala sosial yang ada.
Universitas Indonesia

103
Amiruddin dan H. Zainal Asikin, Pengantar Metode Penelitian Hukum, (J akarta: PT.
RajaGarafindo Persada, 2006), hal. 118.

Keterbukaan informasi..., Selvy, FHUI, 2009

58
2. Penelitian empiris (socio-legal)
Dalam penelitian empiris, hal yang diteliti terutama adalah data primer.
104

Penelitian ini dilakukan dengan beberapa cara sebagai berikut:
a. Identifikasi hukum tidak tertulis
Ruang lingkup penelitian ini adalah norma hukum adat yang berlaku
dalam masyarakat dan norma hukum yang tidak tertulis lainnya.
b. Efektivitas hukum
Kajian penelitian ini meliputi pengetahuan masyarakat, kesadaran
masyarakat dan penerapan hukum dalam masyarakat.
Dalam penyusunan skripsi ini, penulis melakukan penelitian hukum normatif.
Hal ini disebabkan penulis menggunakan bahan-bahan kepustakaan sebagai data
utama untuk menganalisis kasus dalam penyusunan skripsi ini. Wawancara yang
penulis lakukan hanyalah untuk memperkuat analisis penulis dan bukanlah sebagai
data utama dalam penyusunan skripsi ini. Selain itu, dalam melakukan penelitian
hukum dalam penulisan skripsi ini, penulis juga tidak melakukan penelitian lapangan
dengan meneliti norma hukum adat maupun norma hukum tidak tertulis lainnya.
Penulis juga tidak menggunakan pengetahuan, kesadaran dan penerapan hukum
dalam masyarakat.

3.3. Pendekatan dalam Penelitian Hukum
Ada 2 pendekatan dalam sebuah penelitian, yaitu pendekatan kualitatif dan
pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif memusatkan perhatian pada gejala-
gejala yan mempunyai karakteristik tertentu dalam kehidupan manusia yang
dinamakan variabel. Dalam pendekatan ini, variabel-variabel dianalisis dengan
menggunakan teori yang obyektif. Sasaran kajian pendekatan kuantitatif adalah
gejala-gejala yang ada dalam kehidupan manusia itu tidak terbatas banyaknya dan
tidak terbatas pula kemungkinan-kemungkinan variasi dan tingkatannya, maka
diperlukan pengetahuan statistik (berupa angka-angka).
105
Penelitian kuantitatif
Universitas Indonesia

104
Ibid, hal. 14.
105
Burhan Ashshofa, Metode Penelitian Hukum, (J akarta: PT. Rineka Cipta, 1996), hal. 20-22.

Keterbukaan informasi..., Selvy, FHUI, 2009

59
mencakup setiap jenis penelitian yang didasarkan atas perhitungan presentase, rata-
rata dan perhitungan statistik lainnya.
106
Contoh penelitian dengan pendekatan
kuantitatif adalah penelitian yang datanya menggunakan kuisioner dan statistik.
Pendekatan kualitatif memusatkan perhatian pada prinsip-prinsip umum yang
mendasari perwujudan satuan-satuan gejala yang ada dalam kehidupan manusia, atau
pola-pola yang dianalisis gejala-gejala sosial budaya dengan menggunakan
kebudayaan dari masyarakat yang bersangkutan untuk memperoleh gambaran
mengenai pola-pola yang berlaku.
107
Penelitian dengan pendekatan kualitatif adalah
penelitian yang tidak mengadakan perhitungan.
108
Contoh penelitian yang
menggunakan pendekatan kualitatif adalah pengamatan dan studi kasus.
109
Oleh karena skripsi ini merupakan studi kasus terhadap penawaran umum
P.T. Bayan Resources, Tbk., maka sebelum menentukan pendekatan apa yang
digunakan dalam penelitian skripsi ini, penulis akan menguraikan terlebih dahulu apa
yang dimaksud dengan studi kasus. Studi kasus merupakan suatu gambaran hasil
penelitian yang mendalam dan lengkap sehingga dalam informasi yang
disampaikannya tampak hidup sebagaimana adanya. Bersifat grounded atau berpijak
betul-betul sesuai kenyataan yang ada, sesuai dengan kejadian yang sebenarnya. Studi
kasus bercorak holistik, artinya saling berhubungan, sehingga merupakan satu
kesatuan. Penelitian dengan studi kasus menyajikan informasi yang terfokus dan
berisikan pernyataan-pernyataan yang terfokus dan disajikan dengan bahasa biasa
bukan dengan bahasa teknis
110
(berupa angka-angka). Dari uraian ini, maka terlihat
bahwa penelitian dalam skripsi ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif (karena
tidak menggunakan angka-angka).

Universitas Indonesia

106
Soejono dan H. Abdurrahman, Metode Penelitian : Suatu Pemikiran dan Penerapan,
(J akarta: Rineka Cipta, 2005), hal. 26.
107
Burhan Ashshofa, op.cit., hal. 20-22.
108
Soejono dan H. Abdurrahman, op.cit., hal. 26.
109
Burhan Ashshofa,op.cit., hal 20-22.
110
Ibid.,

Keterbukaan informasi..., Selvy, FHUI, 2009

60
3.4. Data dalam Penelitian Hukum
Sebuah penelitian harus menggunakan data.
111
Data merupakan bentuk jamak
dari datum (bahasa Latin). J ika dilihat dari tempat diperolehnya, ada dua jenis data
yaitu:
112
1. Data primer
Data yang diperoleh langsung dari masyarakat. Data ini didapat dari sumber
pertama dari individu atau perseorangan. Misalnya adalah hasil wawancara
atau hasil pengisian kuisoner.
113
2. Data sekunder
Data yang diperoleh dari kepustakaan. Data sekunder merupakan data primer
yang telah diolah lebih lanjut dan disajikan baik oleh pihak pengumpul data
primer atau oleh pihak lain.
114
Kegunaan data sekunder adalah untuk mencari
data awal/informasi, mendapatkan landasan teori/landasan hukum,
mendapatkan batasan/definisi/arti suatu istilah.
115
Data sekunder dapat
dikategorikan menjadi dua kelompok:
116
1. Data sekunder yang bersifat pribadi, contohnya adalah dokumen pribadi atau
data pribadi yang disimpan di lembaga di mana seseorang bekerja atau pernah
bekerja.
2. Data sekunder yang bersifat publik, contohnya adalah data arsip, data resmi
instansi pemerintah atau data lain yang dipublikasikan.
Manheim membedakan jenis data berdasarkan tingkat kepercayaan peneliti
terhadap data bukan dilihat dari sumber diperolehnya suatu data, yaitu:
1. First level data, yaitu data yang diperoleh dari hasil wawancara
Universitas Indonesia

111
Husein Umar, Metode Penelitian Untuk skripsi dan Tesis Bisnis, (J akarta: PT RajaGrafindo
Persada, 2005), hal. 41.
112
Sri Mamuji, et al., op.cit., hal. 28.
113
Husein Umar, op.cit., hal 42.
114
Ibid.,
115
Burhan Ashshofa, op.cit., hal. 103.
116
Sri Mamuji, et al., op.cit., hal. 31.

Keterbukaan informasi..., Selvy, FHUI, 2009

61
2. Second level data, yaitu data yang diperoleh dari hasil pengamatan
3. Third level data, yaitu data yang diperoleh dari hasil pengamatan yang dicatat
Dalam melaksanakan penelitian terdapat tiga alat pengumpulan data yaitu
studi dokumen, pengamatan, dan wawancara. Dalam hal ini untuk menentukan alat
mana yang hendak digunakan dalam suatu penelitian, peneliti harus memperhatikan
permasalahan dan tujuan penelitian yang akan dilaksanakannya. Studi dokumen dapat
dilaksanakan secara mandiri atau digabungkan dengan alat yang lain.
117


3.4.1. Pengumpulan Data Sekunder
Pengumpulan data sekunder dilakukan dengan menggunakan studi
dokumen/studi pustaka dari bahan-bahan pustaka.
118
Salah satu cara yang dapat
digunakan untuk melakukan studi dokumen adalah dengan melakukan analisa isi
(content analysis). Content analysis adalah teknik untuk menganalisa tulisan atau
dokumen dengan cara mengidentifikasi secara sistematik ciri atau karakter dan pesan
atau maksud yang terkandung dalam tulisan atau dokumen suatu dokumen
Ada beberapa sumber untuk mendapatkan data sekunder, yaitu:
1. Bahan pustaka dalam bidang non hukum, adalah sebagai berikut:
a. Sumber primer (primary sources), merupakan dokumen yang berisi
pengetahuan ilmiah atau fakta yang diketahui ataupun tentang ide.
Contoh: buku, makalah, simposium, lokakarya, seminar, kongres,
laporan teknik, artikel majalah, surat kabar, skripsi, dan peraturan
perundang-undangan.
b. Sumber sekunder (secondary sources), merupakan dokumen yang
berisi informasi tentang bahan pustaka sumber primer. Contoh: bahan-
bahan referensi (acuan atau rujukan)
2. Bahan pustaka hukum dilihat dari kekuatan mengikatnya
a. Sumber primer, dalam hal ini sumber data sekunder berasal dari:
Universitas Indonesia

117
Sri Mamuji, et al., op.cit.,, hal. 28-29.
118
Soerjono Soekanto dan Sri Mamudji,op.cit., hal 12.

Keterbukaan informasi..., Selvy, FHUI, 2009

62
i. Norma Dasar;
ii. Peraturan Dasar
iii. Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat
iv. Undang-undang
v. Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang;
vi. Peraturan Pemerintah
vii. Peraturan Presiden
viii. Peraturan Daerah
ix. Bahan hukum yang tidak dikodifikasi
x. Yurisprudensi
xi. Traktat
xii. Peraturan zaman penjajahan yang hingga kini masih berlaku.
b. Sumber sekunder (secondary sources), merupakan bahan-bahan yang
memberikan informasi atau hal-hal yang berkaitan dengan isi sumber
primer serta implementasinya. Contoh: Rancangan Undang-undang,
laporan penelitian, artikel ilmiah, buku, makalah, skripsi, tesis, dan
disertasi.
c. Sumber tersier (tertierary sources), merupakan bahan-bahan yang
memberikan petunjuk maupun penjelasan terhadap sumber primer atau
sumber sekunder. Contoh: abstrak, almanak, bibliografi, buku
pegangan, buku petunjuk, buku tahunan, ensiklopedia, indeks artikel,
kamus, penerbitan pemerintah, sumber biografi, sumber geografi, dan
timbangan buku.
119

Satu lagi sumber data sekunder dalam penelitian hukum normatif adalah
internet. Internet menawarkan kemampuan berkomunikasi secara elektronik dengan
cara yang cepat dan murah membuka cakrawala cara berkomunikasi yang baru, serta
memberikan kemungkinan dan kemudahan untuk mencari dan mengakses berbagai
Universitas Indonesia


119
Ibid., hal. 30.

Keterbukaan informasi..., Selvy, FHUI, 2009

63
informasi yang diperlukan oleh seorang peneliti.
120
Dengan menggunakan internet,
peneliti akan mendapatkan beberapa kemudahan, yaitu:
121
1. Efisien
2. Tanpa batas (Without Boundary)
3. Terbuka selama 24 jam
4. Interaktif
5. Terjalin dalam sekejap (Hyperlink)


Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa penyusunan skripsi ini
menggunakan penelitian hukum normatif. Oleh karena itulah, penulis menggunakan
data sekunder sebagai data yang utama dalam menganalisis kasus yang penulis angkat
dalam skripsi ini. Penulis mendapatkan data sekunder dari berbagai sumber sebagai
berikut:
1. Dari bahan pustaka non hukum
Dalam hal sumber primer adalah buku, skripsi, lokakarya, dan
peraturan perundang-undangan yang berkaitan denagan pasar modal pada
umumnya dan penawaran umum serta keterbukaan informasi dalam
pelaksanaan penawaran umum pada khususnya.
2. Dari bahan pustaka hukum yang dilihat dari kekuatan mengikatnya
a) Dalam hal sumber primer, penulis menggunakan Undang-Undang
Nomor 8 Tahun 1995 Tentang Pasar Modal dan peraturan perundang-
undangan lain yang berkaitan dengan topik yang penulis angkat dalam
skrispsi ini.
b) Dalam hal sumber sekunder, penulis menggunakan buku, artikel
ilmiah, skripsi dan tesis yang berkaitan dengan pasar modal pada
umumnya dan penawaran umum serta keterbukaan informasi di
penawaran umum pada khususnya.
Universitas Indonesia

120
J ohnny Ibrahim, Teori dan Metodologi Penelitian Hukum Normatif, (Malang: Bayumedia
Publishing, 2006), hal. 323.
121
Ibid, hal. 325-326.

Keterbukaan informasi..., Selvy, FHUI, 2009

64
Selain itu, penulis juga mendapatkan data sekunder dari artikel-artikel internet
yang membahas mengenai penawaran umum P.T. Bayan Resources Tbk. Sumber data
sekunder lainnya adalah berasal dari prospektus P.T. Bayan Resources, Tbk. yang
merupakan dasar bagi penulis dalam menganalisis pernyataan efektif yang
dikeluarkan oleh Bapepam-LK kepada PT Bayan Resources, Tbk. Prospektus berisi
data-data yang telah diolah lebih lanjut dan disajikan kepada investor dalam rangka
penjualan saham suatu perusahaan (bukan data yang diperoleh langsung dari
masyarakat / yang didapat dari sumber pertama yaitu individu atau perseorangan).
Oleh karena itulah, prospektus juga merupakan data sekunder. Seluruh data sekunder
yang penulis gunakan dalam penyusunan skripsi ini merupakan data sekunder yang
bersifat publik karena penulis mendapatkannya dari sumber-sumber data sekunder
yang memang dipublikasikan kepada masyarakat umum.

3.4.2. Pengumpulan Data Primer
Pengumpulan data primer dalam suatu penelitian dapat dilakukan dengan
pengamatan dan/atau wawancara. Pengamatan adalah suatu kegiatan peneliti untuk
menangkap gejala-gejala dari obyek yang diamati. Dengan perkataan lain,
pengamatan adalah melakukan, memperhatikan dengan seksama akan suatu obyek
yang diteliti secara komprehensif.
122
Wawancara adalah cara yang digunakan untuk
memperoleh keterangan secara lisan guna mencapai tujuan tertentu.
123
Tujuan
wawancara adalah:
a. Memperoleh data mengenai persepsi manusia
b. Mendapatkan data mengenai kepercayaan manusia
c. Mengumpulkan data mengenai perasaan dan motivasi seseorang atau
penilaian terhadap sekelompok orang
d. Memperoleh data mengenai antisipasi atau pun orientasi ke masa depan dari
manusia
Universitas Indonesia

122
Ibid, hal.49.
123
Burhan Ashshofa, op.cit., hal. 95.

Keterbukaan informasi..., Selvy, FHUI, 2009

65
e. Memperoleh informasi mengenai perilaku pada masa lampau
f. Mendapatkan data mengenai perilaku yang sifatnya sangat pribadi atau
sensitif.
Wawancara dapat dilaksanakan baik secara langsung maupun tidak langsung.
Apabila peneliti hendak melakukan wawancara secara langsung, maka peneliti harus
berhadapan langsung dengan pihak yang diwawancarai. Dalam kondisi ini diharapkan
tidak ada intervensi dari pihak lain yang bersifat mempengaruhi jawaban. Sedangkan
wawancara tidak langsung pada umumnya dilakukan dengan mengirimkan daftar
pertanyaan melalui pos atau pun dengan alat perantara lainnya seperti telepon,
internet, dan sebagainya. Pelaksanaan wawancara dapat dilakukan dengan
menggunakan dua instrumen yakni berupa pedoman wawancara (interview guide) dan
daftar pertanyaan (questioner). Dalam hal ini daftar pertanyaan atau kuesioner
tersebut dapat terbagi atas:
1. Pertanyaan terbuka, dalam hal ini pertanyaan dapat berupa pertanyaan dasar
terbuka (basic open ended questioner), pernyataan menguji (probing
question), atau pun pertanyaan klarifikasi (clarifying question);
2. Pertanyaan tertutup, dalam hal ini suatu pertanyaan dapat berupa pertanyaan
dikotomi (dichotomous questions) maupun pertanyaan pilihan berganda
(multiple choise questions);
3. Pertanyaan berskala, apabila peneliti hendak memiliki bentuk pertanyaan ini
maka yang dapat dilakukan adalah menggunakan pertanyaan mengenai sikap
atau perilaku, intensitas penggunaan atau pembelian, setuju atau tidak setuju,
kesukaan, peringkat, pilihan berjenjang, dan pertanyaan dengan jumlah
tetap.
124

Dalam penyusunan skripsi ini, penulis juga menggunakan data primer sebagai
bahan tambahan untuk melengkapi pembahasannya. Data primer yang penulis
dapatkan berupa hasil wawancara secara langsung menggunakan pertanyaan terbuka
dengan Ibu Neviyanti yang bekerja di Bapepam pada Bagian Hukum (Legal)
Universitas Indonesia

124
Sri Mamuji, et al., op.cit., hal. 51-53.

Keterbukaan informasi..., Selvy, FHUI, 2009

66
Penilaian Perusahaan Non-Pabrikan (PPNP) Bidang Pertambangan dan Agrobisnis
pada tanggal 22 Desember 2008 di Gedung Bapepam lantai 9. Selain itu, penulis juga
melakukan wawancara dengan Bapak Aswin Chandra yang menjabat sebagai
Associate bagian Investment Banking dari P.T. Trimegah Securities, Tbk. (selaku
penjamin emisi efek dalam Penawaran umum PT Bayan Resources, Tbk) secara tidak
langsung yaitu melalui telepon pada tanggal 9 Oktober 2008. Penulis mengajukan
pertanyaan terbuka seputar alasan penjaminan emisi efek oleh P.T. Trimegah
Securities, Tbk.

3.5. Pengolahan, Analisa dan Konstruksi Data
Pada dasarnya, pengolahan, analisa dan konstruksi data dapat dilakukan
secara kualitatif dan/atau secara kuantitatif. Penyajian hasil penelitian (sebagai hasil
pengolahan data) bisa disatukan maupun dipisahkan dengan analisa data. Apabila
dipisahkan, maka penyajian hasil penelitian sifatnya semata-mata deskriptif. Tidak
benar bila dikatakan bahwa pengolahan, analisa dan konstruksi data sekunder
dilakukan dengan kualitatif belaka sedangkan pengolahan, analisa dan konstruksi data
primer dilakukan dengan kuantitatif belaka. Hal ini dikarenakan pada hakekatnya
pengolahan, analisa dan konstruksi data secara kualitatif maupun kuantitatif
merupakan dua cara yang saling melengkapi. Pada penelitian hukum normatif yang
menelaah data sekunder, penyajian data dilakukan sekaligus dengan analisanya.
125
Oleh karena dalam skripsi ini penulis melakukan penelitian hukum normatif,
maka penulis menyatukan data yang diperoleh dengan hasil analisisnya yang
dikaitkan dengan kasus yang penulis angkat dalam skripsi ini. Hal ini menyebabkan
skripsi ini menjadi suatu kesatuan yang padu dan tidak hanya bersifat deskriptif
belaka.

Universitas Indonesia

125
Soerjono Soekanto, op.cit., hal 68-69.

Keterbukaan informasi..., Selvy, FHUI, 2009

Anda mungkin juga menyukai