Anda di halaman 1dari 5

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI

Jalan Jenderal A Yani Jakarta - 13230 Kotak pos 108 Jakarta - 10002 Telepon : 4890308 Faksimili : 4890871

27 Juli 2001

Kepada 1. Para Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai 2. Para Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai di Seluruh Indonesia. SURAT EDARAN NOMOR: SE- 22 /BC/2001 TENTANG PELAKSANAAN PEMANTAUAN/INFORMASI PEREDARAN HASIL TEMBAKAU Sehubungan dengan hasil evaluasi atas tindak, lanjut pelaksanaan pemantauan/ informasi Harga Jual Eceran (HJE) Hasil Tembakau berdasarkan Surat Edaran Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor SE-23/BC/1997, dalam rangka melaksanakan pemantauan/ informasi peredaran hasil tembakau untuk menunjang kegiatan perumusan kebijakan di bidang cukai hasil tembakau serta tercapainya target penerimaan negara di bidang cukai hasil tembakau, dengan ini diminta kepada para Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai untuk melaksanakan ketentuan-ketentuan sebagai berikut : 1. Melaksanakan pemantauan/ informasi peredaran hasil tembakau dalam wilayah pengawasannya, dengan menunjuk Tim Pejabat Bea dan Cukai dari Kantor Pelayanan Bea dan Cukai, yang wajib dilakukan secara rutin setiap 2 (dua) bulan sekali, antara tanggal 20 s.d. tanggal terakhir dalam bulan Februari, April, Juni, Agustus, Oktober, dan Desember. 2. Hasil pemantauan/ informasi peredaran hasil tembakau sebagaimana dimaksud dalam butir 1 dilaporkan dengan menggunakan formulir sebagaimana contoh dalam Lampiran Surat Edaran Direktur Jenderal Bea dan Cukai ini, yang berisikan data-data antara lain 2.1 Identitas Kemasan hasil tembakau, meliputi : 2.1.1 Pencantuman nama dan lokasi Pabrik atau badan usaha pada kemasan, misal PT Gudang Garam, Kediri atau PT RPMI, Malang dan lainnya. 2.1.2 Merek pada kemasan , misal Gudang Garam , Surya atau Lucky Strike, Light dan lainnya. 2.1.3 Jenis kemasan , misal : karton (hard pack) kertas (soft pack) selopan atau lainnya. 2.1.4 Warna dasar kemasan (dominasi warna) misal : Biru tua, Merah, Emas, atau lainnya.

2.1.5 Jenis hasil tembakau dalam kemasan , misal : SKM, SKT, SPM dan lainnya. 2.1.6 Isi kemasan , misal 10 batang , 12 batang, 30 batang, atau lainnya. 2.2 Pita cukai pada kemasan hasil tembakau meliputi : 2.2.1 Seri pita cukai , misal : I , II, atau III. 2.2.2 Warna pita cukai , misal : biru , coklat atau lainnya 2.2.3 Tarif cukai , misal : 4%,8%,26%,atau lainnya. 2.2.4 Harga Jual Eceran, misal Rp 1.750,00, Rp 3.400,00, atau lainnya. 2.2.5 Tahun Anggaran, misal : 1999/2000, 2000, 2001, atau lainnya.

3.

Dalam pelaksanaan pemantauan / informasi peredaran hasil tembakau, Tim Pejabat Bea dan Cukai diwajibkan pula melakukan penelitian terhadap kemungkinan penggunaan,pita cukai palsu, yang dipalsukan, atau yang bukan haknya, Target daerah objek pemantauan/ informasi peredaran hasil tembakau agar dipilih secara selektif, terutama di daerah-daerah yang rawan pengawasan, serta dapat diduga merupakan tempat/ pasar yang cukup baqus untuk peredaran hasil tembakau yang dilekati pita cukai palsu, yang dipalsukan, atau yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku, misalnya di daerah pinggiran kota, pedesaan, kantong-kantong transmigrasi, pemukiman baru, atau daerah lainnya,

4.

5 . Dalam Surat Tugas yang diberikan kepada Tim Pejabat 8ea dan Cukai agar dicantumkan kewenangan Pejabat Bea dan Cukai melakukan penindakan sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 1996 tentang Penindakan Di Bidang Cukai dan Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 323/KMK.05/1996 tentang Pelaksanaan Penindakan Di Bidang Cukai 6 Ketua Tim Pejabat Bea dan Cukai ditunjuk dari pegawai di lingkungan Kantor Pelayanan Bea dan Cukai setempat yang minimal telah mengikuti pendidikan teknis DPT 1 dan diusahakan setidak-tidaknya dari pegawai yang telah ditunjuk menjadi PPNS atau telah mengikuti pendidikan/ kursus Intelijen. Tim Pejabat Bea dan Cukai yang melaksanakan pemantauan/ informasi peredaran hasil tembakau dalam melakukan tugasnya wajib dilengkapi dengan 7.1 Buku atau catatan tentang peraturan perundang-undangan di bidang cukai, yang berkaltan dengan pelaksanaan pemantauan/informasi peredaran hasil tembakau serbagaimana dimaksud dalam Surat Edaran Direktur Jenderal Bea dan Cukai ini. Peralatan untuk mendeteksi pita cukai palsu, minimal berupa kaca pembesar (loop) dengan ukuran pembesaran ukuran 6 x atau lebih dan lampu ultra violet . Bila ada, dilengkapi pula dengan buku contoh asli pita cukai yang berlaku, yang diterima dari Perum Peruri cq. Direktorat Cukai.

7.

7.2

7.3

Buku Catatan atau Formulir Hasil Pemantauan/Informasi Peredaran Hasil Tembakau yang ditandatangani oleh Tim Pejabat Bea dan Cukai dan Pengusaha Tempat Penjualan Eceran hasil tembakau. Blanko Berita Acara Penindakan sebagai hasil pelaksanaan pemantauan / informasi peredaran hasil tembakau yang berkaitan dengan penindakan berupa penegahan dan/atau penyegelan yang dilakukan oleh Tim Pejabat Bea dan Cukai. Berita Acara Penindakan wajib ditandatangani oleh Tim Pejabat Bea dan Cukai serta diusahakan ditandatangani oleh orang yang menguasai Tempat Penjualan Eceran hasil tembakau, tempat keberadaan hasil tembakau, dan/ atau hasil tembakau yang bersangkutan.

7.4

8.

Dalam hal ditemui peredaran hasil tembakau yang : 8.1 Melanggar ketentuan perundang-undangan di bidang cukai hasil tembakau, Tim Pejabat Bea dan Cukai wajib melakukan penindakan sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Peraturan Pemerintah dan Keputusan Menteri Keuangan sebagaimana dimaksud dalam butir 5. Diduga dilekati pita cukai palsu, yang dipalsukan, atau yang bukan haknya, Tim Pejabat Bea dan Cukai wajib mengusahakan contoh hasil tembakau tersebut dalam jumlah yang cukup untuk bahan penelitian lebih lanjut.

8.2

Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai - wajib mengirimkan Laporan Hasil Pemantauan/ Informasi Hasil Tembakau sebagaimana contoh dalam Lampiran Surat Edaran Direktur Jenderal Bea dan Cukai ini kepada Direktur Cukai u.p. Kepala Subdirektorat Cukai Hasil Tembakau dengan tembusan kepada Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukal setempat, selambat-lambatnya pada setiap tanggal 5 bulan berikutnya,

10. Dalam hal diIakukan penindakan sebagaimana dimaksud pada butir 8.1 Kepala' Kantor Pelayanan Bea dan Cukai wajib segera berkoordinasi, dengan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai setempat untuk melakukan tindakan hukum lebih lanjut dan memberikan laporan tindak lanjutnya kepada Direktur Jenderal Bea dan Cukai u.p, Direktur Cukai. 11. Dalam hal ditemukan adanya peredaran hasil tembakau yang diduga dilekati pita cukai palsu, yang dipalsukan, atau yang bukan haknya sebagaimana dimaksud dalam butir 8.2, Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai wajib mengirimkan contoh hasil tembakau yang bersangkutan, masing-masing sebanyak 3 (tiga) kemasan, kepada Direktur Jenderal Bea dan Cukai u.p. Direktur Cukal untuk bahan penelitian lebih lanjut. 12. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai agar melakukan koordinasi dan pembinaan terhadap instansi vertikal di bawahnya, guna terlaksananya kegiatan pemantauan/ informasi peredaran hasil tembakau. 13. Dengan dikeluarkannya Surat Edaran Direktur Jenderal Bea dan Cukai ini, maka Surat Edaran Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor SE-23/BC/1997 tanggal 24 Juni 1997 tentang Pelaksanaan Pemantauan/ Informasi Harga Jual Eceran Hasil Tembakau dinyatakan tidak berlaku lagi.

Demikian disampaikan.

DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI

DR. PERMANA AGUNG D., M.Sc. NIP. 060044475

Tembusan 1. Menteri Keuangan Republik Indonesia 2. Sekretaris Jenderal Departemen Keuangan 3. Inspektur Jenderal Departemen Keuangan 4. Sekretaris Direktorat Jenderal Bea dan Cukai 5. Para Diiektur dan Kepala Pusat di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai

Lampiran Surat Edaran Direktur Jenderal Bea Dan Cukai Nomor SE-22/BC/2001 tentang Pelaksanaan Pemantauan/ Informasi Peredaran Hasil Tembakau
Departemen Keuangan Republik Indonesia Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kantor Wilayah ...DJBC Kantor Pelayanan Tipe

LAPORAN HASIL PEMANTAUAN /INFORMASI PEREDARAN HASIL TEMBAKAU BULAN : 20


Nomor : Tanggal :
No Urut Identitas Kemasan Nama Pabrik/ Lokasi Merek, Jenis Kemasan Dominasi Warna Dasar Jenis HT Isi (Btg/ Gr) Seri Pita Cukai Warna Tarif Cukai (Rp) HJE (Rp) TA Harga Transaksi Pasar Kaki lima Lokasi 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Harga (Rp) 12 Tempat Penjualan Eceran Nama 13 Lokasi 14 Harga (Rp) 15

Tanggal Pengecekan 16

Keterangan

17

.., .. , Kepala Kantor Pelayanan NIP