Anda di halaman 1dari 6

Teknik Foto dan Interpretasi

Foto rontgen gigi terbagi berdasarkan teknik pemotretan dan penempatan film. Foto rontgen ini. dibagi menjadi dua, yaitu foto rontgen intraoral dan ekstraoral. Tenik rontgen intraoral adalah pemeriksaan gigi dan jaringan sekitarnya dengan menempatkan film di dalam rongga mulut. Apabila ingin mendapatkan gambaran dari 32 gigi, maka memerlukan pemotretan sebanyak 14 sampai 19 foto. Ada tiga macam jenis foto intraoral, yaitu pemeriksaan periapikal, proksimal dan oklusal. Pada pemotretan periapikal kita akan mendapatkan gambaran keseluruhan mahkota, akar gigi dan tulang pendukungnya. Ada dua teknik yang dapat digunakan dalam pemotretan periapikal, yaitu teknik bisektris dan parallel.

Gambar. Foto rontgen periapikal

Gambar. Teknik fot rontgen oklusal Teknik bitewing digunakan untuk melihat mahkota gigi anterior dan posterior rahang atas dan rahang bawah. Sehingga dapat terlihat permukaan gigi yang berdekatan dengan puncak tulang alveolar. Pada teknik ini, pasien menggigit sayap dari film untuk stabilisasi film di dalam mulut. Teknik rontgen oklusal digunakan untuk melihat secara luas rahang atas dan rahang bawah dalam satu film. Teknik yang dilakukan pada pemotretan ini adalah pasien mengoklusikan atau menggigit film tersebut.

Gambar. Bitewing technique Dua teknik rontgen extraoral digunakan untuk melihat daerah yang luas pada rahang dan tengkorak. Foto rontgen yang sering digunakan adalah foto panoramic. Namun, massih ada beberapa jenis foto rontgen ekstraoral lainnya seperti foto lateral, foto anteroposterior, foto posteroanterior, foto sefalometri, proyeksi waters, proyeksi reverse-towne, dan proyeksi submentovertex. Teknik rontgen panoramic digunakan untuk melihat struktur facial termasuk mandibula dan maksila serta struktur pendukungnya. Foto rontgen ini digunakan untuk mengevaluasi gigi yang impaksi, pola erupsi, perkembangan gigi-geligi, mendeteksi penyakit dan mengevaluasi trauma.

Gambar. Tenik pemotretan panoramic

Gambar. Alat yang digunakan pada foto rontgen panoramik

Gambar. Hasil foto teknik panoramik Teknik lateral digunakan untuk melihat bagian di sekitar lateral tulang muka, diagnose fraktur dan keadaan patologis tulang tengkorak dan muka. Teknik posteroanterior digunakan

untuk melihat keadaan penyakit, trauma, atau kelainan pertumbuhan dan perkembangan tengkorak. Teknik posteroanterior akan memperlihatkan gambaran struktur wajah, antara lain sinus frontalis dan ethmoidalis, fossa nasalis, dan orbita. Teknik sefalometri digunakan untuk melihat tengkorak tulang wajah akibat trauma, penyakit dan kelainan pertumbuhan perkembangan. Foto ini juga dapat melihat jaringan lunak nasofaringeal, sinus paranasal dan palatum keras. Pada hasil pemotretan akan didapatkan hasil bagian samping wajah yang akan memperlihatkan apabila adanya permasalahan antara rahang atas dan rahang bawah yang menyebabkan gigi tonggos.

Gambar. Teknik sefalometri