Anda di halaman 1dari 2

1.

Spektrum kuman penyebab Tonsilitis Kronik


Tonsilitis kronis disebabkan oleh kuman yang bukan penyebab tonsilitis akut (bakteri gram positif). Namun kadang-kadang bakteri gram positif ini berubah menjadi bakteri gram negatif. Faktor predisposisi tonsilitis kronis antara lain rangsangan kronis rokok, makanan tertentu, higiene mulut yang buruk, pengaruh cuaca, kelelahan fisik, dan pengobatan tonsilitis akut yang tidak adekuat. (Staf Pengajar Ilmu Penyakit THT FKUI. Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tengorok Kepala Leher Edisi ke 6 Cetakan ke 1, Balai Penerbit FKUI, Jakarta, 1990). Berikut bakteri dan virus yang umum ditemukan pada hasil kultur adenoid dan tonsil: (Byron, Head and Neck Surgery- Otolaryngology 3rd , 2001) Bakteri Aerob Group A betahemolitic streptococci Group B,C streptococci Haemophilus influenzae (type b dan nontypeable) Streptococcus pneumoniae Moraxella catharalis Sthapylococcus aureus Haemophilus parainfluenzae Neisseria species Mycobacteria species Anaerob Bacteroides species Peptococcus species Peptostreptococcus species Actinomyoes species Virus Eipsten-Barr Adenovirus Influenza A dan B Herpes simplex Parainfluenza Respiratory tyntytial gram positif gram positif gram negatif gram positif gram negatif gram positif gram negatif gram negatif gram positif

2. Hubungan Tonsilitis Kronik terhadap Abses Peritonsiler


Abses peritonsiler umumnya sering terjadi pada Tonsilitis Rekuren atau Tonsilitis Kronik yang tidak diterapi dengan adekuat. Penyebaran infeksi terjadi pada Superior pole dari Tonsil dengan pembentukan sekret purulent atau pus diantara Tonsil bed dan Tonsillar capsule. (Cummings, Otolaryngology-Head and Neck Surgery 3rd , 1999) Abses peritonsiler merupakan komplikasi yang umum terjadi pada tonsilitis, terjadi karena adanya infeksi sekunder ke Peritonsiler salivary gland (Weber gland) yang terletak diantara Tonsil capsule dan otot dari Fossa tonsilaris. (Byron, Head and Neck Surgery- Otolaryngology 3rd , 2001)

3. Pengobatan pada Tonsilitis Kronik


Pemberian obat golongan penisilin secara kontinu merupakan terapi anti-biotik lini pertama pada tonsilitis akut yang dikarenakan Streptokokus gol. B Hemolitikus. Walaupun kultur tenggorokan tidak ditemukan Streptokokus gol. B Hemolitikus, namun pemberiannya menunjukkan perbaikan gejala. Pada tonsilitis kronik dan hiperplasia tonsil obstruktif, pemberian trial anti-biotik menggunakan anti-biotik yang efektif melawan mikriorganisme penghasil b-lactamase atau anaerob tak berkapsul (seperti amoxillinasam klavulanate atau clindamysin) untuk 3 sampai 6 minggu. Dimana hal ini dapat mengurangi angka tonsilektomi pada anak sebesar 15%. (Byron, Head and Neck SurgeryOtolaryngology 3rd , 2001)