Anda di halaman 1dari 7

DRAFT KODE ETIK DAN S.O.P SAHABAT LINGKUNGAN Shalink : 1.

Hubungannya hanya sebagai mitra Walhi dan bersifat otonom. 2. Bertanggungjawab kepada Deputi Walhi 3. Jika melanggar Visi dan Misi serta Statuta Walhi maka yang memberikan hukuman adalah ED Walhi dan yang bersifat final. Kode Etik Shalink; - Demokrasi - Solidaritas Persahabatan dan Kebersamaan - Inklusif - Keadilan Antar-Generasi - Anti kekerasan - Menghormati dan Menghargai Makhluk Hidup SOP Shalink ; Management Organisasi Program kerja dan Mekanisme Pertanggung Jawaban Pemilihan Pengurus Rekruetmen Anggota

Berkenalan dengan yang namanya SOP (biar kagak asal bikin doank!!) A. STANDART OPERATION PROCEDURE Sebuah panduan singkat . . . . . . . . Pedoman Umum _______________ 1. SOP adalah satu bentuk urutan langkah kerja yang harus dilakukan sesuai dengan tingkat jabatan dan aktivitas yang akan dilakukan 2. SOP merupakan satu bentuk transfer tugas kebawahan / personel lain sehingga bawahan / personel dapat mengetahui urutan kerja yang harus dilakukan mulai dari awal hingga pekerjaan tersebut selesai dilakukan 3. SOP berguna sebagai pegangan semua jajaran tim agar bergerak secara sinergi menuju tujuan yang hendak dicapai 4. SOP akan terbagi menjadi dua bagian, yaitu tahap persiapan dan tahap kedua adalah tahap pelaksanaan Isi sebuah SOP_______________ 1. Tahapan melakukan pekerjaan, yang tersusun secara berurutan dari mulai hingga selesai 2. Jenis pekerjaan yang harus dilakukan oleh suatu jabatan

3. Siapa yang harus mengerjakan 4. Waktu penyelesaian 5. Tahapan kerja jika terjadi dua pilihan tindak lanjut Pemberian judul prosedur_______________ 1. Berdasar pada pelaksanaan tugas sesuai dengan jabatan 2. Berdasar pada jadwal kegiatan 3. Berdasar pada jenis pelayanan yang diberikan 4. Berdasar ada penyelesaian masalah Tata cara membuat SOP_______________ 1. Mendata semua unsur yang terlibat dalam suatu proses aktivitas / kegiatan Contoh : Tim Pendidikan didukung oleh Administrasi, Ketua Sha-Link, Walhi DIY (ED) dan sebagainya. Sehingga prosedur yang dibuat harus searah dengan kinerja yang lain 2. Prosedur bisa dibuat jadi satu, atau sesuai dengan dukungan dari unsur lain. Misalnya : Tim Pendidikan akan membuat ; a. prosedur pemberian materi LH di SD b. prosedur persiapan kegiatan Lokakarya c. prosedur penggantian personel bila pemateri PLSD / Pembina Pramuka berhalangan hadir, dll 3. Pilih satu judul ditingkat urusan maupun jabatan. Untuk jabatan tertentu, jika aktivitasnya sama dapat dijadikan satu 4. Dari judul itu, buat urutan kerja yang ahrus dilakukan oleh personel / jabatan tertentu 5. Jika berbenturan dengan kepentingan bagian lain, SEGERA tanyakan dan koordinasi saat itu juga. Contoh : prosedur pembuatan surat resmi mohon kerjsama Sha-Link untuk SD Gombong. Yang membuat prosedur adalah Bidang Admin dengan koordinasi pada Tim / Bagian yang membutuhkan surat tersebut 6. Jika telah berurut dari prosedur dari mulai hingga selesai, maka satu prosedur telah selesai 7. Teruskan membuat prosedur lain Sample SOP:
Mul ai

Pembagia n Kerja

PO (Penanggun gjawab)

Pelaksanaan Kerja

Selesai

STANDARD OPERATIONAL PROCEDURS Sha-link Walhi DIY Management kerja sha-link dalam pelaksanaannya di lakukan secara bersama-sama dalam satu timwork, namun dalam pembagian koordinasi masing-masing dipercayakan oleh coordinator yang bertanggung jawab dalam wilayah koordinasinya. Tiap anggota sahabat lingkungan berhak mengeluarkan suara dalam penentuan program kerja yang disusun bersama-sama. Tiap coordinator berhak memutuskan program tawaran kerjasama strategis jika tidak dimungkinkan untuk koordinasi dengan ketua dan manager program. Tiap anggota sahabat lingkungan dapat mengikuti seminar, diskusi, workshop maupun loka karya dengan mengatas namakan sahabat lingkungan walhi, dengan terlebih dahulu mengkoordinasiikan dengan ketua, manager program atau staf walhi. Tiap anggota yang telah mendapatkan jadwal kerja piket harian harus melaksanakan dengan tanggung jawab, anggota yang tidak bisa melaksanakan jadwal kerja yang telah disepakati diharuskan mengkoordinasikan dengan anggota yang lain dan diwajibkan melimpahkan tanggung dengan anggota yang lain. Segala yang diperoleh oleh anggota dalam acara-acara diluar kegiatan sha-link dan walhi menjadi hak milik sha-link walhi, kecuali keuangan yang diberikan oleh penyelenggara kepada peserta tersebut. Anggota sha-link walhi DIY tidak diperbolehkan mengeluarkan keputusan politis kecuali telah menjadi kesepakatan bersama atau atas sepengetahuan ketua, manager program. Jam kerja menyesuaikan dengan kesepakatan bersama, ketua dan manager program memantau jam kerja setiap hari-hari kerja. Tugas (tanggung jawab) kerja organisasi sha-link Walhi DIY : Ketua ; Tanggung jawab : Bertanggung jawab atas jalanya roda organisasi sha-link Walhi DIY Mengkoordinasikan semua coordinator Memantau dan men-cek jadwal program harian maupun per-periode Bersama Manager program bertanggung jawab atas jalannya program kerja shalink Walhi. Bersama Manager program dan Koordinator keuangan menyusun laporan program. Bersama Manager program dan coordinator keuangan menyusun anggaran belanja organisasi sha-link Walhi. Bersama Manager program menyusun program kerja susulan. Bersama coordinator keuangan memantau aliran dana pengeluaran sha-link. Wewenang :

Melakukan ikatan kerjasama dengan individu maupun lembaga untuk kepentingan sha-link Walhi. Mengeluarkan kebijakan taktis maupun strategis organisasi sebagai bagian dari pelaksananaan visi dan misi sha-link Walhi. Memberikan mandat kepada anggota atas nama sha-link Walhi untuk mengikuti kegiatan,pelaksanaan program, melakukan ikatan kerjasama dan atau mengeluarkan kebijakan politis. Manager Program : Tanggung jawab : Manager program bertanggung jawab atas pelaksanaan program kerja yang telah tersusun dan disepakati bersama. Membangun jaringan dengan pihak lain untuk mempercepat proses pencapaian tujuan program Membantu ketua dalam menyusun rencana anggaran biaya (RAB) program. Menyusun laporan perkembangan program secara periodik jika diperlukan. Bersama ketua dan coordinator keuangan menyusun laporan keuangan dan program jika diperlukan. Wewenang : Melakukan kerjasama dengan pihak lain baik individu, kelompok dan organisasi. Mengeluarkan statement politis. SOP Keuangan Sumber pendanaan organisasi sha-link Walhi menitik beratkan pada penggalangan dana public yang diharapkan menjadi sumber pendanaan utama, selain juga bantuan dari Eksekutif Nasional Walhi dan Eksekutif daerah Walhi. Dalam pengelolaan keuangan, Sha-link Walhi mengacu pada mekanisme yang disepakati bersama dengan menitik beratkan pada pencapaian hasil. Agar terjadi sinergi dalam pengelolaan keuangan, disusun kerangka acuan berupa aliran dana kas (cash flow) pendanaan program dan institusi. Sedangkan pembukuan akan dipisahkan menjadi pembukuan kas harian yang berfungsi untuk mencatat tranaksi harian, pembukuan program, serta disatukan melalui buku kas. Keuangan pelaksanaan program dilakukan dengan mengikuti rencana kegiatan yang sudah menjadi kesepakatan bersama. Setiap pengeluaran keuangan dalam kegiatan wajib dilampirkan tanda bukti pengeluaran dan nota-nota yang relevan. Tiap coordinator dapat mengajukan anggaran dana yang dibutuhkan, dengan terlebih dahulu membuat rincian dana. Koordinator Administrasi dan Keuangan : Tanggung jawab : Mencatat setiap pengeluaran kegiatan baik harian maupun program dalam buku kas. Bersama ketua dan manager program menyusun Rencana angaran Biaya (RAB) dan laporan ahir keuangan program

Bersama ketua memantau aliran dana pengeluaran sha-link. Wewenang : Mengeluarkan aliran dana untuk kebutuhan program kerja, kebutuhan harian maupun kebutuhan mendadak. Memantau aliran dana pengeluaran sha-link. Koordinator volunteer / relawan : Tanggung jawab : Membuat data base Anggota sha-link Memasukan Anggota sha-link kedalam struktur organisasi maupun tim kerja. Mendata kemudian menyalurkan keinginan anggota sha-link, baik dalam program kerja, struktur organisasi / tim kerja ataupun yang lainnya. wewenang : Mereposisi kedudukan anggota sha-link dalam struktur maupun tim kerja. Tim Event Organizer : Bertanggung jawab mengelola segala event yang diadakan sha-link maupun kerja sama dengan pihak lain. Wewenang : Menentukan anggota tim event organizer. Tim Hubungan Relasi dan kerjasama : Menjalin kerjasama dengan pihak luar denagn sepengetahuan ketua dan manager program. Membuat surat keluar dan mendata surat yang masuk. Wewenang : Berhak memutuskan maupun menjalin kerjasama dengan sepengetahuan ketua dan manager program. Tim Traveling and Fun : Bertanggung jawab terhadap segala kegiatan shalink yang berkaitan dengan kegiatan traveling and fun. Wewenang : Menentukan jenis kegiatan traveling dan menyiapkan segala kebutuhan traveling and fun. Tim Logistik : Bertanggung jawab terhadap segala kebutuhan logistic organisasi shalink. Wewenang :

Berhak menentukan segala kebutuhan shalink, mana yang dibutuhkan atau tidak dibutuhkan. Tim Riset dan Data : Bertanggung jawab atas kegiatan yang berkaitan dengan investigasi, riset dan data. Memuat laporan riset dan Rilis media jika dibutuhkan. Wewenang : Membentuk dan menentukan tim kerja dalam melakukan riset dan data. SYARAT DAN PEMILIHAN KETUA SHA-LINK Pasal 1 Ayat 1 Persyaratan untuk menjadi bakal calon ketua Sha-Link WALHI DI Yogyakarta adalah sebagai berikut: 1. Anggota aktif Shalink Sha-Link WALHI DI Yogyakarta; 2. Paham visi dan misi sebagai relawan WALHI DI Yogyakarta; 3. Dewasa dalam sikap dan tindakan; 4. Cinta lingkungan; Ayat 2 Mekanisme pemilihan ketua Sha-Link WALHI DI Yogyakarta adalah sebagai berikut: 1. Pemilihan dilakukan atas dasar musyawarah mufakat; 2. Apabila dalam musyawarah tidak mencapai kata mufakat, maka pemilihan dilakukan lewat pemungutan suara (voting) dengan sistem (50% + 1); 3. Apabila tidak dicapai batas (50% + 1) maka dilakukan pemilihan sekali lagi hingga mencapai suara terbanyak.

HAK, KEWAJIBAN DAN MASA JABATAN KETUA TERPILIH Pasal 2 Ayat 1 Hak Ketua Sha-Link WALHI DI Yogyakarta terpilih adalah sebagai berikut: 1. Mengangkat staf-staf terpilih selambat-lambatnya 1 (satu) minggu setelah terpilih sebagai Ketua Sha-Link WALHI DI Yogyakarta; 2. Menyusun program kerja dan rencana strategis bersama staf-staf terpilih selambat-lambatnya 2 (satu) minggu setelah terpilih sebagai Ketua Sha-Link WALHI DI Yogyakarta;

3. 4.

Susunan staf bersifat kondisional; Ketua Sha-Link WALHI DI Yogyakarta memiliki hak prerogatif dalam menjalankan tugasnya demi kepentingan dan kelangsungan Sha-Link WALHI DI Yogyakarta;

Ayat 2 Kewajiban Ketua Sha-Link WALHI DI Yogyakarta terpilih adalah sebagai berikut: 1. Memperkenalkan staf-staf terpilih kepada anggota Sha-Link WALHI DI Yogyakarta selambat-lambatnya 2 (dua) minggu setelah terpilih sebagai ketua; 2. Melaksanakan program kerja dan rencana startegis yang telah disusunnya; 3. Bertanggung jawab dan transparan terhadap segala sesuatu yang berkaitan dengan Sha-Link WALHI DI Yogyakarta; 4. Mempersiapkan mubes berikutnya secara baik dan benar menjelang akhir periode jabatannya; Ayat 3 Masa jabatan Ketua Sha-Link WALHI DI Yogyakarta adalah 1 (satu) tahun dengan perincian masa kerja sebagai berikut: 1. Dua minggu di awal masa jabatannya adalah tahap penyusunan program kerja dan rencana strategis; 2. Sepuluh bulan berikutnya adalah masa kerja aktif dan menjalankan program kerja serta rencana strategis Sha-Link WALHI DI Yogyakarta; 3. Enam minggu terakhir adalah persiapan laporan pertanggungjawaban dan persiapan untuk mubes selanjutnya;