Anda di halaman 1dari 10

SISTEM KERJA DAN SISTEM PERAWATAN MESIN EXTRUDER

Gerald Dzulfiqar A
Perawatan bertujuan untuk meningkatkan keandalan dari berbagai aset fisik seperti mesin-mesin, peralatan penanganan material atau komputer, keamanan bangunan dan fasilitas lain. Tujuan dari sistem perawatan adalah untuk menjamin suatu performansi (unjuk kerja) keandalan dari sistem produksi.PT. Polidayaguna Perkasa merupakan pabrik plastik yang proses pembuatannya melalui metode ekstruksi dengan menggunakan mesin Extruder sebagai salah satu bagian mesin dalam proses pembuatannya. Dalam proses ekstruksi, ekstruder merupakan bagian utama disamping bagian lainnya. Bisa dikatakan ekstruder merupakan awal dari proses pembuatan plastik. Dalam perawatannya, bagian maintenance PT. Polidayaguna Perkasa menggunakan kebijakan preventive maintenance, yaitu suatu sistem perawatan yang bertujuan untuk mencegah terjadinya breakdown sehingga proses produksi dapat berjalan sebagaimana mestinya.

PT. POLIDAYAGUNA PERKASA

UNGARAN
12/2/2011

KATA PENGANTAR Alhamdulillah yah..(bukan maksud mengutip kata-kata selebritis) tetapi harus disyukuri tentang apa yang diperoleh selama kita hidup karena tidak lain dan tidak bukan pasti karena nikmat-nikmat-Nya. Ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya atas kesempatan yang telah diberikan kepada saya untuk bertemu pengajar yang mampu memberikan dan berbagi pengalaman, wawasan dan pengertiannya selama mengerjakan latihan MS word ini, seperti pada : 1. Dosen pengampu mata kuliah IT Literacy yang mengajar di kelas kami. 2. Bapak A. Syakhroni, ST, M.Eng yang mau berbagi wawasan dan ilmunya 3. Pembimbing kelas IT Lireracy. Mudah-mudahan latihan ini dapat bermanfaat bagi kami ntuk mengoreksi kekeliruan saya pada saat mengerjakan sesuatu dengan MS Word di masa lalu, sehingga hal tersebut tidak akan terulang kembali, serta kedepannya akan dapat berguna ketika bekerja dengan MS Word, sehingga tidak ada waktu terbuang, efektif dan efisien dalam bekerja.

Semarang, November 2011 Penyusun

Gerald Dzulfiqar A

DAFTAR ISI

Contents
KATA PENGANTAR ................................................................................................... i DAFTAR ISI ................................................................................................................. ii DAFTAR TABEL ........................................................................................................ iii DAFTAR GAMBAR ................................................................................................... iv ABSTRAK .................................................................................................................... v I. Pendahuluan .......................................................................................................... 5 1.1. 1.2. 1.3. II. III. IV. V. 5.1. 5.2. Latar Belakang Permasalahan ........................................................................ 5 Perumusan Masalah ........................................................................................ 6 Batasan Masalah ............................................................................................. 6

Metodologi Penelitian ........................................................................................... 6 Flowchart .............................................................................................................. 7 Pengumpulan Data ............................................................................................. 7 Analisa................................................................................................................ 8 Kesimpulan dan Saran........................................................................................... 8 Kesimpulan :................................................................................................... 8 Saran ............................................................................................................... 8

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................... 9

DAFTAR TABEL Tabel 1 Kerusakan part mesin extruder ........................................................................ 7

DAFTAR GAMBAR Gambar 1 Mesin extruder............................................................................................. 6 Gambar 2 Metodologi penelitan .................................................................................. 7

SISTEM KERJA DAN SISTEM PERAWATAN MESIN EXTRUDER DI PT. POLIDAYAGUNA PERKASA UNGARAN Oleh : Gerald Dzulfiqar A1, Ahmad Abdullah Arsyad2
1

Mahasiswa Jurusan Teknik Perawatan Tubu Mesin dan Oli 2 Dosen Fakultas Teknik Universitas Assalam

ABSTRAK
Perawatan bertujuan untuk meningkatkan keandalan dari berbagai aset fisik seperti mesin-mesin, peralatan penanganan material atau komputer, keamanan bangunan dan fasilitas lain. Tujuan dari sistem perawatan adalah untuk menjamin suatu performansi (unjuk kerja) keandalan dari sistem produksi. PT. Polidayaguna Perkasa merupakan pabrik plastik yang proses pembuatannya melalui metode ekstruksi dengan menggunakan mesin Extruder sebagai salah satu bagian mesin dalam proses pembuatannya. Dalam proses ekstruksi, ekstruder merupakan bagian utama disamping bagian lainnya. Bisa dikatakan ekstruder merupakan awal dari proses pembuatan plastik. Dalam perawatannya, bagian maintenance PT. Polidayaguna Perkasa menggunakan kebijakan preventive maintenance, yaitu suatu sistem perawatan yang bertujuan untuk mencegah terjadinya breakdown sehingga proses produksi dapat berjalan sebagaimana mestinya. Kata kunci : Sistem Perawatan Mesin Extruder,PT Polidayaguna Perkasa proses pembuatannya melalui metode ekstruksi. Disini alat yang I. Pendahuluan

1.1.Latar Belakang Permasalahan


Proses pembuatan plastik mempunyai beberapa metode diantaranya ekstruksi, injeksi dan lain-lain. Pembuatan plastik dengan menggunakan ekstruksi banyak digunakan untuk membuat produk yang dihasilkan terus menerus. Berbeda dengan proses injeksi yang menghasilkan satu persatu setiap injeksinya. PT. Polidayaguna Perkasa merupakan pabrik plastik yang digunakan untuk proses ekstruksi disebut ekstruder yang pada dasarnya adalah screw conveyor. Dalam proses ekstruksi, ekstruder merupakan bagian utama disamping bagian lainnya. Bisa dikatakan ekstruder merupakan awal dari proses pembuatan plastik (Siek,

1991)

Gambar 1 Mesin extruder

Karena hal tersebut penulis ingin meneliti lebih lanjut bagaimana sistem kerja dan sistem perawatan pada mesin ekstruder ini sehingga bisa menunjang sistem produksi dan bisa beroperasi secara optimal. 1.2. Perumusan Masalah Pokok bahasan yang akan dibahas adalah : 1. Bagian-bagian yang ada pada mesin ekstruder ? 2. Bagaimana cara kerja dari mesin ekstruder ? 3. Bagaimana perawatan pada mesin ekstruder ?

1.3. Batasan Masalah Untuk membatasi dan menyederhanakan permasalahan agar sesuai dengan tujuan, maka ditetapkan batasan batasan sebagai berikut : 1. Data tentang mesin ekstruder 2. Sistem perawatan mekanik mesin ekstruder berdasarkan Manual Book 3. Sistem perawatan mesin ekstruder di PT. Polidayaguna Perkasa.

II.

Metodologi Penelitian
Dalam pelaksanaan Kerja Praktek ini, metode yang digunakan penulis dalam penyusunan Laporan Kerja Praktek adalah sebagai berikut : 1. Studi Pustaka

Studi pustaka yaitu suatu methode yang digunakan untuk memperoleh data teoritis, sebagai penyajian landasan teori. Methode ini dapat diperoleh dari literatur atau buku-buku yang ada hubungannya dengan Sistem Perawatan (maintenance sistem ). 2. Studi Lapangan Pendekatan lapangan yang dilakukan dalam kancah media terhadap gejalagejala yang terjadi didalamnya dan untuk melihat secara langsung keadaan atau kondisi yang sebenarnya yang terjadi dilapangan. 3. Pengumpulan Data Pengumpulan data yang dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui datadata seperti data tentang cara kerja mesin extruder, bagaimana cara merawatnya dan lain-lain. 4. Pengolahan Data Pengolahan data dilakukan untuk mengolah data-data yang diperoleh dari lapangan sehingga nantinya setelah dilakukan pengolahan data akan diperoleh suatu hasil yang akurat. 5. Analisa Analisa disini yaitu membahas beberapa kemungkinan yang ada untuk mengupas masalah dan menilai bagaimana keadaan yang terjadi sebenarnya dan dari analisis tersebut nantinya dapat digunakan untuk dapat merancang bagaimana seharusnya mengambil suatu kebijakan yang akan datang yang sebaiknya dilakukan. 6. Kesimpulan dan Saran Pada bagian ini berisi tentang hasilhasil yang diperoleh dari penelitian dan nantinya diambil suatu kesimpulan yang merupakan inti dari penelitian tersebut dan saran bagaimana seharusnya untuk lebih baik lagi.

Flowchart Start

Studi Pustaka

Studi Lapangan

Pengumpulan Data

Pengolahan Data

Analisa

Kesimpulan dan Saran

disamping mesin lain yang tak kalah pentingnya. Secara garis besar bagian intruder yang pokok adalah proses ekstruksi yang digerakkan oleh motor searah. Ekstruder biasanya bekerja berpasangan atau disebut tandem extruder. Dikatakan tandem karena 2 buah ekstruder yang saling bekerja sama yaitu Primary Ekstruder dan Secondary Ekstruder. Primary Extruder berfungsi mendorong bijih-bijih plastik yang telah bercampur resin kesebuah rangkaian heater untuk pemanasan awal sehingga pada akhirnya menuju Secondary Extruder. 2. Secondary Extruder pada prinsipnya berfungsi untuk pengukuran. Artinya bahwa plastik leleh yang dikirim oleh Primary Extruder kemudian oleh screw pendorong didorong dengan kecepatan tertentu menuju ke sebuah die dengan debit tertentu. Secara umum prinsip kerja extruder adalah mendorong dan melelehkan plastik hingga mencapai suhu tertentu sehingga plastik dapat dibentuk menurut jenis die atau mulut yang digunakan (Carita, Pranata; Teru, Majus, 2001)
Tabel 1 Kerusakan part mesin extruder Periode pengamatan Februari 2010 Tanggal Hari kerja keII V Jenis kerusakan Spocker perantara aus Pisau ganulator tumpul BR 6207 aus As roll aus V-belt B 38 putus V-belt B 89 aus Keterangan

Selesai
Gambar 2 Metodologi penelitan

2 6

III. Pengumpulan Data 1. Proses pembuatan plastik mempunyai beberapa metode, diantaranya ekstruksi dan injeksi. PT. Polidayaguna Perkasa merupakan pabrik plastik yang menggunakan metode ekstruksi. Mesin yang digunakan dalam proses ekstruksi adalah mesin extrude,

Ganti spocker perantara Ganti pisau ganulator Ganti bearing roll Servis As roll take off B Ganti V-belt ganulator Ganti V-belt mixer

11 13 20 28

X XI XVII XXIV

IV.

Analisa Untuk perawatan pada mesin extruder langkah-langkah yang dilakukan bagian maintenance di PT. Polidayaguna Perkasa adalah : 1. Setiap 3500 jam pada Primary Extruder dan Secondary Extruder dilakukan pelumasan (oil pump) tepatnya pada bagian speed reducer. 2. Setiap 5000 jam pada Primary Extruder dan Secondary Extruder tepatnya pada : Gear Coupling dilakukan pemberian grease (grease gun) Main motor (shaft side dan fan side) dilakukan pemberian grease. 3. Setiap 6 bulan pada secondary Extruder tepatnya pada bagian screw dilakukan pelumasan (apply). 4. Setiap 2 minggu pada Primary Extruder dan Secondary Extruder dilakukan pengecekan dan pembersihan. Jadi secara umum untuk keseluruhan mesin yang ada di PT. Polidayaguna Perkasa system perawatannya dilakukan secara preventive maintenance yaitu suatu tindakan perawatan yang bertujuan untuk mencegah terjadinya breakdown sehingga proses produksi dapat berjalan sebagaimana mestinya. V. Kesimpulan dan Saran

perawatan yang terpadu, efektif, dan efisien supaya kelangsungannya dapat dipertahankan yang pada akhirnya akan menghemat pengeluaran sehingga proses produksi dapat berjalan dengan baik dan dapat terus ditingkatkan. 2. Pencegahan-pencegahan terhadap berbagai macam kerusakan sedini mungkin, akan dapat memperpanjang umur dari mesin tandem extruder. 3. Kelancaran proses produksi sangat tergantung pada kesiapan mesinmesinnya termasuk mesin tandem extruder karena proses produksinya berlangsung secara kontinyu artinya mesin satu dengan mesin yang lain saling berhubungan satu sama lain. 4. Kerusakan-kerusakan ataupun kejanggalan yang timbul dari suatu mesin akan dapat teratasi apabila antara bagian produksi dan maintenance terjalin suatu kerjasama yang baik. 5.2. Saran 1. Pengoperasian tandem extruder sebaiknya tidak sampai melebihi kapasitas maximal produksinya supaya umur mesin lebih lama sehingga dapat menghemat biaya pengeluaran. 2. Apabila terjadi suatu kerusakan hendaknya selalu berpedoman pada buku manual (manual book) yang telah diberikan oleh perusahaan pembuatnya supaya penanganan terhadap setiap masalah lebih cepat dan resiko terjadinya kesalahan dalam perbaikan atau penanganannya dapat ditekan seminimal mungkin.

5.1.Kesimpulan :
1. Mesin tandem extruder merupakan mesin utama dari semua mesin yang ada di PT. Polidayaguna Perkasa, maka diperlukan suatu sistem

DAFTAR PUSTAKA Pranata Carita, Majus Teru. (2001). Laporan Tahunan Perawatan Mesin Extruder. Semarang: Polidayaguna Perkasa Press. Siek. (1991). Mechanic Maintenance Schedule. Semarang: Polydayaguna Perkasa Press.