Anda di halaman 1dari 12

Metode Pelaksanaan Pembangunan Gedung

Tahapan pelaksanaan proyek gedung harus disusun sedemikian rupa mulai dari pengerjaan awal hingga finishing (jika pengerjaan proyek hingga finishing). Semuanya ini disusun didalam Time Schedule. Tahapan-tahapan dan berapa lama pengerjaan proyek tersebut disusun dahulu sebelum pelaksanaan, sehingga proyek tersebut dapat berjalan sesuai rencana dan tepat waktu.

1. Pekerjaan Tiang Pancang


Pertama-tama menentukan titik-titik dimana tiang pancang akan diletakkan, penentuan ini harus sesuai dengan gambar konstruksi yang telah ditentukan oleh perencana. Jika sudah fix titik mana yang akan dipancang, nah sampai saat itu, pekerjaan tiang pancang sudah bisa dilakukan. Peralatan dan Bahan yang harus disiapkan untuk pekerjaan tiang pancang antara lain Pile (tiang pancang), Alat Pancang (dapat berupa diesel hammer atau Hydrolic Hammer), ServiceCrane. Proses pengangkatan tiang pancang dari tempat tiang pancang untuk dipasangkan ke alat pancang menggunakan service crane. Dengan Service crane tiang dipasangkan ke alat pemancang dimana biasa alat pemancang sudah berada tepat diarea titik pancang . Setelah Pile Terpasang dan posisi alat sudah berada pada titik pemancangan, maka pemancangan siap dilakukan. Alat pancang yang digunakan dapat berbeda - beda jenisnya. Seperti Diesel Hammer atau Hydraulic Hammer. Beda keduanya adalah Diesel Hammer bersifat memukul sehingga pasti terdengan suara bising dan terkadang meminbulkan getaran, getaran ini dapat mengakibatkan bangunan disekitar menjadi retak jika jarang antara bangunan dan daerah pemancangan terlalu dekat, sementara itu hydraulic hammer bersifat menekan, jadi pengaruh suara dan getaran relatif kecil. Bedanya yang lain adalah penggunaan Hydraulic hammer lebih mahal. Pemancangan dihentikan jika sampai mencapai tanah keras, indikasi jika pemancangan sudah mencapai tanah keras adalah palu dari hammer sudah mental tinggi, biasanya dalam tiap alat pancang sudah ada ukurannya, jika sudah pada posisi

seperti itu maka segera dilakukan pembacaan kalendering. Pembacaan ini dilakukan pada alat pancang sewaktu memancang. Jika dari bacaan tinggi bacaan sudah bernilai 1 cm atau lebih kecil, maka pemancangan sudah siap dihentikan. Itu artinya tiang sudah menencapai titik tanah keras, tanah keras itulah yang menyebabkan bacaan kalenderingnya kecil yaitu 1 cm atau kurang. Jika diteruskan dikhawatirkan akan terjadi kerusakan pada tiang pancang itu sendiri seperti pada topi tiang pancang atau badan tiang pancang itu sendiri. Pembacaan 1 kalendering dilakukan dengan 10 pukulan. 2. Pekerjaan Pile Cap dan Tiem setelah proses pemancangan selesai di lanjutkan dengan pemotongan tiang pancang dan di lanjutkan dengan pekerjaan pile cap dan tie beam pekerjaan ini merupakan pekerjaan awal dari struktur atas ( upper structure ) setelah pekerjaan struktur bawah ( sub structure ) selesai dilakasanakan semua bahan yang di gunakan untuk pekerjaan ini harus memenuhi ketentuan-ketent uan yang berlaku. Adapun pekerjaan pile cap dan tie beam ini meliputi :

1. penggalian lokasi pile cap dan tie beam 2. penulangan pile cap dan tie beam 3. bekisting pile cap dan tie beam 4. pengecoran pile cap dan tie beam 5. pembongkaran bekisting pile dan tie beam. Prosedur Pelaksanan Pekerjaan Pile Cap dan Tie Beam - Penggalaian Pile Cap dan Tie Beam Proses Penggalian dilakukan dengan Menentukan elevasi yang di inginkan dengan menggunkan alat Teodholit, setelah galian tanah mencapai elevasi yang di tentukan maka tiang pile cap atau tiang pancang di potong dan dilebihkan besi stek untuk pengikatan besi structural dan di sisakan beton setinggi 7,5 cm untuk selimut beton.

- Penulangan Pile Cap dan Tie Beam Penulangan adalah pekerjaan yang bertujuan untuk membentuk dan memasang besi tulangan beton sebagai kerangka struktur pada konstruksi beton agar sesuai dengan gambar rencana. Fungsi tulangan pada beton adalah untuk menahan gaya tekan, gaya geser dan momen torsi yang timbul akibat beban yang bekerja pada konstruksi beton tersebut. Sesuai dengan sifat beton yang kuat terhadap tekan, tetapi lemah terhadap tarik. Oleh karena itu perencanaan dan pelaksanaan pembesian harus dilakukan sesuai dengan spesifikasi teknis dan gambar yang telah direncanakan oleh perencana struktur yaitu dalam hal :

a. Ukuran diameter baja tulangan. b. Kualitas baja tulangan yang digunakan. c. Penempatan / pemasangan baja tulangan. Langkah-langkah pembesian pile cap : 1. Menentukan daftar lengkungan bengkok besi, dimana digunakan besi D 22 mm, dengan jarak antar tulangan 150 mm sama untuk semua pile cap tetapi berbeda untuk jumlah tulangan dan tinggi pilecap sesuai dengan gambar rencana.

2. Semua besi yang telah disediakan kemudian dibengkokkan sesuai dengan daftar diatas kemudian dirakit diluar lokasi sesuai dengan gambar rencana. Digunakan kawat bendrat sebagai lekatan antar tulangan.

3. Tulangan pile cap yang telah jadi kemudian diangkat dan dipasang pada lokasi pile cap yang telah ditentukan.

4. Tulangan pile cap dilekatkan dengan tulangan luar pondasi tiang pancang yang telah dihancurkan betonnya dengan menggunakan kawat bendrat sehingga tulangan pile cap tampak benar-benar kuat dan kokoh.

Langkah-langkah pembesian tie beam:

1. Penyediaan tulangan besi yang akan digunakan sesuai dengan yang tertera didalam gambar rencana, yaitu besi D 22 mm dengan mm jarak sengkang 150

2. Tulangan dipasang dilokasi didahului dengan tulangan pokok mempermudah pekerjaan.

untuk

3. Sengkang dipasang dengan jarak 150 mm sama untuk keseluruhan tulangan. .

4. Tulangan pokok diikatkan pada sengkang dengan kawat bendrat agar jaraknya tidak berubah.

5. Sambungan tulangan sebesar 40 kali diameter tulangan pokok harus dilakukan selang-seling dan penempatan sambungan di tempat-tempat dengan tegangan maksimum sedapat mungkin dihindari.

6.

Sambungan lewatan harus ada overlapping / tidak sejajar antara tulangan atas dengan tulangan bawah. Dipasang beton decking padatulangan sloof tersebut yang berfungsi untuk membuat selimut pada beton sehingga tidak ada tulangan yang tampak karena dapat menyebabkan tulangan berkarat. Tebal beton decking yang dipasang harus disesuaikan dengan tebal selimut beton yang direncanakan.

- Bekisting Pile Cap dan Tie Beam

Setelah pembesian pile cap dan tie beam selesai dilaksanakan maka, tahap selanjutnya memasang bekisting untuk pile cap dengan diikuti oleh bekisting tie beam. Bekisting dibuat dengan papan kayu bengkirai dengan rangka kayu yang kuat.

Adapun langkah-langkah pekerjaan pembuatan dan pemasangan bekisting untuk pile cap adalah sebagai berikut :

1. Mengadakan pengukuran dan penandaan / marking posisi bekisting yang akan dipasang dimana untuk tiap-tiap pile cap berlainan ukurannya tergantung berapa titik pondasi yang menahannya.

2.

Bekisting dirakit sesuai dengan ukuran pile cap masing-masing, dimana digunakan kayu multipleks.

3. Bekisting dipasang tegak lurus pada lokasi pile cap yang sudah diberi tanda kemudian bekisting yang, sudah terpasang seluruhnya dikunci dengan

menggunakan kayu 5 / 7 dan paku secukupnya agar kedudukan bekisting tersebut tetap stabil, tidak mengalami goyangan pada waktu. pengecoran dilaksanakan

Langkah-langkah pekerjaan pembuatan dan pemasangan bekisting untuk tie beam adalah sebagai berikut:

1.

Mengadakan marking posisi bekisting yang akan dipasang.

2. Pemotongan papan kayu dan perakitan bagian-bagian bekisting yang akan dibuat disesuaikan dengan ukuran tie beam tersebut.

3. Pemasangan bekisting tegak lurus pada lokasi tie beam yang telah ditentukan kemudian dikunci dengan menggunakan kayu 5 / 7 dan paku secukupnya sebagai penahan goyangan.

- Pengecoran Pile cap dan Tie Beam Untuk pengecoran pile cap dan tie beam dalam proyek ini menggunakan beton ready mix, dengan mutu beton Fc 35 sesuai dengan rencana. Adapun langkah-langkah pengecoran antara pile cap dan tie beam pada umumnya sama sehingga diringkas dijadikan satu Langkah-langkah pengecoran pile cap dan tie beam : 1. Membersihkan lokasi pengecoran dari segala kotoran dan air yang menggenang dengan menggunakan air compressor.

2. Membuat tanda / marking pada bekisting yang menunjukan batas berhentinya pengecoran baik pada bekisting pile cap maupun bekisting tie beam 3. Mengatur dan mengarahkan penuangan beton sesuai dengan metode pelaksanaan. 4. Agar semua adonan beton dapat masuk kedalam tulangan pile cap dan tie beam maka digunakan alat vibrator untuk meratakanya serta ditekan dengan tekanan tinggi agar beton tersebut dapat memadat. 5. Mengontrol pengecoran. 6. Menghentikan pengecoran dan meratakan serta menghaluskan permukaan beton dengan menggunakan alat pertukangan manual / plester. elevasi atau ketinggian beton pada saat pelaksanaan

- Pembongkaran Bekisting Pile Cap dan Tie Beam Pembongkaran bekisting pada proyek ini dilakukan 2 minggu setelah

pengecoran di karenakan campuran beton di berikan Zat Adiktiv yang mempercepat proses pencapaian kualitas beton yang diingikan, dengan syarat pile cap dan sloof tidak menerima beban di atasnya. Alasan lain dilakukannya pembongkaran itu agar bekisting dapat digunakan untuk bagian yang lain.

3. Pekerjaan Kolom
Kolom adalah struktur yang merupakan penyangga atau pilar yang akan menyaurkan beban atau gaya vertical dan lateral ke pondasi . konstruksi kekakuan kolom akan menentukan besarnya gaya lateral yang akan di pikul oleh kolom tersebut. Adapun besar kecilnya kolom ( dimensi kolom ) tergantung pada distribusi pembebanan. Adapun dimensi kolom yang di gunakan sebagai berikut : 600 X 600 900 X 1100 800 X 800 400 X 400 600 X 500

Prosedur Pelaksanaan Pekerjaan Kolom penulangan kolom, pekerjaan penulangan kolom dilakukan sebelum bekisting kolom di lakukan adapun tahapan penulangan kolom : 1. sebelum dilaksanakan penulangan kolom terlebih dahulu di lakukan as kolom 2. dipasang tulangan pokok sesuai dengan gambar perencanaan pada tulangan kolom lantai 1 dan 2, tulang pokok kolom di sambung dengan sisa tulangan pokok kolom sebelumnya dengan cara sambungan lewatan yang panjang 40D tulangan pokok

3. ujung tulangan kolom di lebihkan dari permukaan lantai (stek kolom) hal ini di maksud untuk penyambungan tulangan kolom pada tulangan lantai berikutnya 4. setelah tulangan terpasang dengan baik, pada bagian luar di pasang tahu beton ( decking block ) yang merupakan campuran 1 pc : 3 ps berbentuk lingkaran dengan tebal 3 cm yang di ikat dengan kawat bendrat untuk member jarak ketebalan selimut beton 5. setelah mengeras tahu beton tersebut akan menjadi selimut beton. Kemudian kolom yang telah dirangkai di dukung dan di tahan dengan peranca dari balok yang di perkuat dengan scaffolding.

Bekisting kolom, bekisting kolom di kerjakan setelah penulangan kolom selesai, tahapan pemasangan bekisting kolom adalah sebagai berikut:

1. Sebelum pemasangan bekisting kolom, terlebih dahulu dilakukan pengukuran untuk mentukan as kolom baik sumbu vertical maupun sumbu horizontal 2. Setelah itu di buat sepatu kolom disekeliling tulangan kolom guna penempatan acuan kolom sepatu kolom di buat dari adukan beton. 3. Bekisting ditentukan ukurannya diangkut ketempat pemasangan. Setelah terpasang, bekisting harus di stel agar betul-betul tegak lurus sehingga kedudukan akhir as kolom tidak menyimpang dari hasil rencana 4. Setelah keempat sesi terpasang dengan baik, maka diberi pengaku antar sisisisinya dan diberi dukungan balok kayu

5. Bekisting yang terpasang di lengkapi dengan perkuatan dari kayu yang dipasang sejajar, melintang dan membujur pada sisi bekisting dengan menggunakan paku sebagai pengikatnya 6. Bekisting kolom tersebut di tahan menggunakan peranca untuk meberikan pada kekuatan pada saat pengecoran dan pengeringan.

Pengecoran kolom, hal-hal yang perlu diperhatikan semua ruang-ruang yang akan di isi dengan beton di bersihkan duhulu dari kotoran-kotoran seperti debu, sisa potongan kawat, bekas potongan gergaji kayu dan lain-lain. Pekerjaan pengecoran harus dlam keaadaan baik saat pengecoran apabila pengecoran dilakukan pada malam hari perlu dipersiapkan penerangan yang cukup. Untuk mendapatkan beton yang padat dan kompak maka di gunakan vibrator. Mutu beton yang digunakan pada proyek ini menggunakan Fc 40 Mpa Pembongkaran bekisting kolom,dapat dilakukan setelah beton mengeras dan dapat memikul berat sendiri dan beban yang berada di atasnya sehingga beton yang di cetak tidak mengalami kerusakan pada saat pembongkaran

4. Pekerjaan Balok
Balok berfungsi sebagai struktur bangunan yang meneruskan beban dari plat lantai ke kolom. Plat berfungsi berfungsi untuk meneruskan beban ke balok. Balok dan pelat lantai di buat secara bersamaan (monolit) karena keduanya di cor secara bersamaan, sehingga balok dan pelat lantai menjadi struktur yang menyatu. Pada proyek ini di gunakan balok yang mutu beton Fc 35. Ketebalan pelat lantai Adapun dimensi balok yang di gunakan sebagai berikut :

500 X 850 400 X 700 300 X 550 250 X 400 200 X 400 400 X 550 300 X 600 Tebal plat lantai yang di pakai 12 cm Prosedur Pekerjaan Balok dan Pelat lantai Pekerjaan balok dan plat meliputi: Pemasangan bekisting pada balok dan plat. Pemasangan penulangan balok dan plat meliputi pemasangan tulangan utama pada balok dan pemasangan tulangan pada plat Pemeriksaan bekisting balok dan plat di kerjakan setelah penulangan balok dan plat selesai, tahapan pemasangan bekisting balok dan plat adalah sebagai berikut: 1 Ukuran bekisting ( lebar dan tinggi ) 2 Pemeriksaan elevasi dan kelurusan bekisting 3 Pemeriksaan sambungan pada bekisting Pengecekan elevasi bekisting pada balok dan plat Pembersihan balok dan plat dengan menggunakan air compressor

Pengecoran balok dan plat dengan menggunakan mutu beton fc 35 dengan slumb 16,

Untuk plat parkiran pada proyek ini, setelah pengecoran dilakukan proses penghalusan plat dengan menggunakan semen trowil