Anda di halaman 1dari 34

DDST ( Denver Developmental Screening Test )

Pengertian : DDST adalah seuah metode pengkajian yang digunakan untuk menilai perkembangan anak umur 0-6 tahun. Nama Denver diambil dari University of Colorado Medical Centre di Denver, dimana uji screaning ini dibuat

Manfaat :
1. Meniali tingkat perkembangan anak sesuai dengan umurnya 2. Menilai tingkat perkembangan anak yang tampak sehat 3. Menilai tingkat perkembangan anak yang tidak menunjukkan gejala kemungkinan adanya

kelainan perkembangan
4. Memastikan dan memantau anak yang diduga mengalami kelainan perkembangan

Isi DDST Denver II terdiri atas 125 item tugas perkembangan yang sesuai dengan umur anak 0-6 tahun dan terbagi dalam 4 sektor, yaitu sebagai berikut
1. Kepribadian/tingkah laku sosial ( personal social )

Aspek yang berhubungan dengan kemampuan mandiri, bersosialisasi, dan berinteraksi dengan lingkungannya
2. Gerakan Motorik Halus ( fine motor adaptive )

Aspek yang berhubungan dengan kemampuan anak untuk mengamati sesuatu serta melakukan gerakan yang melibatkan bagian-bagian tubuh tertentu saja dan dilakukan oleh otot-otot kecil, teapi memerlukan koordinasi yang cermat. Contohnya adalah kemampuan untuk menggambar menulis, mencoret, melempar, menangkap bola, memegang suatu benda, dll
3. Bahasa ( language )

Bahasa adalah kemampuan untuk memberikan respons terhadap suara, mengikuti perintah dan berbicara spontan. Bahasa mencakup segala bentuk komunikasi, apakah itu lisan, tulisan, bahasa isyarat, bahasa tubuh, ekspresi wajah, pantomim, atau seni.
4. Perkembangan motorik kasar ( gross motor )

Aspek yang berhubungan dengan perkembangan pergerakan dan sikap tubuh. Aktivitas motorik yang mencakup keterampilan otot-otot besar seperti merangkak, berjalan, berlari, melompat, atau berenang

Prosedur Denver
1. Tahap 1 : secara periodic dilakukan pada anak berumur 3-6 bulan, 9-12 bulan, 18-24

bulan, 3 tahun, 4 tahun, dan 5 tahun


2. Tahap II : dilakukan evaluasi diagnostik yang lengkap

Formulir DDST Formulir DDST terdiri atas 1 lembar kertas dimana halaman belakang berisi tentang petunjuk pelaksanaan
1. Pada halaman depan terdapat skala umur dalam bulan dan tahun pada garis horizontal

atas dan bawah :


a. Umur dimulai dari 0-6 tahun b. Pada umur 0-2 bulan, jarak antara 2 tanda ( garis tegak kecil ) adalah 1 bulan c. Setelah umur 24 bulan, jarak antara 2 tanda adalah 3 bulan 2. Pada halaman depan kiri atas terdapat neraca umur yang menunjukkan 25 %, 50 %,

75 %, dan 90 %

3. Pada kanan bawah terdapat kotak kecil berisi tes perilaku. Tes perilaku ini dapat

digunakan untuk membandingkan perilaku anak selama tes dengan perilaku sebenarnya
4. Pada bagian tengah berisi 125 item yang digambarkan dalam neraca umur 25 %, 50

%, 75 %, dan 90 % dari seluruh sampel standar anak normal yang dapat melaksanakan tugas tersebut Sebagai contoh, item memakai baju memiliki makna sebagai berikut
1. 25 % dari seluruh sampel anak dapat memakai baju di umur 22 bulan 2. 50 % dari seluruh sampel anak dapat memakai baju di umur 24 bulan 3. 75 % dari seluruh sampel anak dapat memakai baju di umur 2 tahun 6 bulan 4. 90 % dari seluruh sampel anak dapat memakai baju di umur kurang dari 3 tahun yaitu

2 tahun 10 bulan

PENENTUAN UMUR Menentukan umur menggunakan patokan sebagai berikut


1. 1 bulan = 30-31 hari 2. 1 tahun = 12 bulan 3. Umur kurang dari 15 hari dibulatkan ke bawah 4. Umur lebih dari atau sama dengan 15 hari dibulatkan ke atas 5. Apabila anak lahir prematur maka dilakukan pengurangan umur, misalnya premature 6

minggu maka dikurangi 1 bulan 2 minggu


6. Apabila anak lahir maju atau mundur 2 minggu, tidak dilakukan penyesuaian umur

Cara menghitung umur adalah sebagai berikut : 1. Tulis tanggal, bulan, dan tahun dilaksanakannya tes 2. Kurangi dengan cara bersusun dengan tanggal, bulan, dan tahun kelahiran anak 3. Jika jumlah hari yang dikurangi lebih besar, ambil jumlah hari yang sesuai dari angka bulan di depannya (misal Oktober 31 hari, November 30 hari )

4. Hasilnya adalah umur anak dalam tahun, bulan, dan hari ( contoh 1 ) 5. Jika anak lahir premature, lakukan penyesuaian prematuritas dengan cara mengurangi

umur anak dengan jumlah minggu tersebut ALAT-ALAT YANG DIPERLUKAN 1. Alat peraga : benang wol merah, kerincingan dengan gagang kecil, boneka kecil dengan botol susu, cangkir plastik dengan pegangan, manik-manik, kubus ( 8 buah ) warna merah kuning hijau biru masing-masing 2 buah, permainan anak-anak, botol kecil berwarna bening dengan tutup berdiameter 2 cm, bola tenis, lonceng kecil, kertas dan pensil, dan kertas kosong 2. Lembar formulir DDST 3. Ruangan periksa beserta meja, kursi, meja khusus untuk bayi berbaring PELAKSANAAN TES Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut : 1. Semua item harus diujikan dengan prosedur yang sudah terstandarisasi 2. Perlu kerja sama aktif dari anak sebab anak harus merasa tenang, aman, senang, dan sehat 3. Harus terbina kerja sama yang baik antara kedua belah pihak 4. Tersedianya ruangan yang cukup luas, ventilasi baik, dan berikan kesan santai dan menyenangkan 5. Orang tua harus tahu tes ini bukan tes IQ melainkan tes untuk melihat perkembangan anak secara keseluruhan 6. Beri tahu orang tua bahwa anak tidak selalu dapat melaksanakan semua tugas yang diberikan 7. Item yang kurang memerlukan keaktifan anak sebaiknya didahulukan misalnya sektor personal-sosial, baru dilanjutkan sektor motorik halus 8. Item yang lebih mudah didahulukan, berikan pujian bila anak dapat menyelesaikan tugas dengn baik/kurang tepat agar anak tidak segan untuk menjalani tes berikutnya 9. Item dengan alat yang sama dilakukan secara berurutan agar efisien waktu 10. Hanya alat-alat yang akan digunakan saja yang diletakkan di atas meja 11. Pelaksanaan tes untuk semua sektor dimulai dari item di sebelah kanan garis umur 12. Jumlah item yang dinilai bergantung pada lama waktu yang tersedia, yang terpenting ppelaksanaanya mengacu pada tujuan tes

SKORING PENILAIAN ITEM TEST 1. L = Lulus/lewat = Passed/P Anak dapat melakukan item dengan baik atau ibu/pengasuh member laporan ( tepat/dapat dipercaya ) bahwa anak dapat melakukannya 2. G = Gagal = Fail/F

Anak tidak dapat melaksanakan item dengan baik atau ibu/pengasuh member laporan anak tidak dapat melakukan dengan baik 3. TaK = Tak ada Kesempatan = No Opportunity/NO Anak tidak mempunyai kesempatan untuk melakukan item karena ada hambatan. Skor ini hanya digunakan untuk item yang ada kode L/Laporan orang tua atau pengasuh anak. Misalnya pada anak retardasi mental/Down Sindrome 4. M = Menolak = Refusal/R Anak menolak melakukan tes oleh karena faktor sesaat, misalnya lelah, menangis, mengantuk INTERPRETASI NILAI 1. PENILAIAN PER ITEM a. Penilaian lebih/Advanced ( perekembangan anak lebih ) Apabila anak lulus pada uji coba item yang terletak di sebelah kanan garis umur Anak memiliki kelebihan karena dapat melakukan tugas perkembangan yang seharusnya dikuasai anak yang lebih tua dari umurnya b. Penialaian OK atau NORMAL Gagal/Menolak tugas pada item yang ada di kanan garis umur Lulus atau gagal atau menolak paad ite dimana garis umur terletak diantara 25-75%. Jika anak lulus dianggap normal, jika gagal atau menolak juga dianggap normal Daerah putih menandakan sebanyak 25-75% anak di umur tersebut mampu ( lulus ) melakukan tugas tersebut. Dengan kata lain masih terdapat sebagian anak di umur tersebut yang belum berhasil melakukannya c. Penilaian Caution/ Peringatan Gagal atau menolak pada item dalam garis umur yang berada diantara 7590% Tulis C di sebelah kanan kotak Hasil riset menunjukkan bahwa sebanyak 75-90% anak di umur tersebut sudah berhasil melakukan tugas tersebut. Dengan kata lain, mayoritas anak sudah bisa melakukan tugas itu dengan baik d. Penilaian Delayed/keterlambatan Bila gagal/menolak pada item yang berada di sebelah kiri garis umur e. Penilaian Tidak ada kesempatan Pada item tes yang orang tua laporkan bahwa anak tidak ada kesempatan untuk melakukan atau mencoba Item ini tidak perlu diinterpretasikan

2. INTERPRETASI TES DENVER II a. Normal Tidak ada delayed ( keterlambatan ) Paling banyak ada 1 caution ( peringatan ) Lakukan ulangan pemeriksaan pada control berikutnya b. Suspect Terdapat 2 atau lebih caution ( peringatan ) Dan/atau terdapat 1 atau lebih delayed ( terlambat ) Dalam hal ini delayed ( terlambat ) dan caution ( peringatan ) harus

disebabkan oleh kegagalan/fail, bukan oleh penolakan/refusal Lakukan uji ulang 1-2 minggu kemudian untuk menghilangkan faktor sesaat seperti rasa takut, sakit, dan kelelahan c. Unsteable ( tidak dapat diuji ) Terdapat 2 atau lebih caution ( peringatan ) Dan/atau terdapat 1 atau lebih delayed ( terlambat ) Dalam hal ini delayed ( terlambat ) dan caution ( peringatan ) harus disebabkan oleh oleh penolakan/refusal bukan fail/kegagalan Lakukan uji ulang 1-2 minggu kemudian untuk menghilangkan faktor sesaat seperti rasa takut, sakit, dan kelelahan

Test perkembangan menurut Denver Apa yang dimaksud dengan Denver developmental screening test / DDST? DDST adalah sebuah metode pengkajian yang digunakan secara luas untuk menilai kemajuan perkembangan anak dari usia 0 6 tahun. Nama Denver menunjukkan bahwa uji screening ini dibuat di University of Colorado medical center di Denver. Dalam perkembangannya DDST mengalami beberapa kali revisi, dimana revisi terakhir dalah denver II yang merupakan hasil revisi dan standarisasi dari DDST, Tes ini bukan tes diagnostik atau tes IQ. Waktu yang dibutuhkan 15-20 menit. Tes ini bermanfaat untuk menscreening masalah perkembangan anak dimana pemeriksaan fisik yang rutin sering kali masih luput untuk mendeteksi masalah perkembangan anak yang bersangkutan. [buku kuning] Aspek Perkembangan yang dinilai : Terdiri dari 125 tugas perkembangan. Tugas yang diperiksa setiap kali skrining hanya berkisar 25-30 tugas. Dimana pada halaman depan terdapat usia dan pada halaman belakang terdapat pedoman tes untuk item-item tertentu. Pada garis horizontal teratas dan terbawah, terdapat skala usia dalam bulan dan tahun yang dimulai dari anak lahi sampai usia 6 tahun. Pada usia 0-24 bulan , jarak antara 2 tanda (garis tegak kecil adalah 1 bulan). Setelah usia 24 bulan, jarak antara 2 tanda adalah 3 bulan. Dalam gugus tersebut terdapat tanda yang menunjukkan angka 25%, 50%, 75% dan 90%. Dari seluruh sampel standar anak normal yang dapat melaksanakan tugas tersebut. Sebagai contoh item menggosok gigi tanpa bantuan memiliki makna :
1. 25% dari seluruh sampel anak dapat menggosok gigi di usia kurang dari 33 bulan ( 2

tahun 9 bulan)
2. 50% dari seluruh sampel anak dapat menggosok gigi tanpa bantuan di usia 42 bulan ( 3

tahun 6 bulan )
3. 75% dari seluruh sampel anak dapat menggosok gigi tanpa bantuan di usia 51 bulan ( 4

tahun 3 bulan.
4. 90% dari seluruh sampel anak dapat menggosok gigi tanpa bantuan di usia kurang dari

63 bulan . Pada beberapa kotak terdapat catatan kecil angka (misalnya 1, 2 , 3) menunjukkan bahwa item tersebut membutuh kan pentunjuk khusus yang dapat dilihat di bagian belakang lembar tes sesuai dengan angka yang tertulis . Terdapat juga huruf L, G yang akan dibahas nanti.

Ada 4 sektor perkembangan yang dinilai: 1) Personal Social (perilaku sosial) Aspek yang berhubungan dengan kemampuan mandiri, bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungannya. 2) Fine Motor Adaptive (gerakan motorik halus) Aspek yang berhubungan dengan kemampuan anak untuk mengamati sesuatu, melakukan gerakan yang melibatkan bagian-bagian tubuh tertentu dan dilakukan otot-otot kecil, tetapi memerlukan koordinasi yang cermat. 3) Language (bahasa) Kemampuan untuk memberikan respons terhadap suara, mengikuti perintah dan berbicara spontan 4) Gross motor (gerakan motorik kasar) Aspek yang berhubungan dengan pergerakan dan sikap tubuh. b. Alat yang digunakan Alat peraga: benang wol merah, kismis/ manik-manik, Peralatan makan, peralatan gosok gigi, kartu/ permainan ular tangga, pakaian, buku gambar/ kertas, pensil, kubus warna merah-kuning-hijau-biru, kertas warna (tergantung usia kronologis anak saat diperiksa). Lembar formulir DDST II Buku petunjuk sebagai referensi yang menjelaskan cara-cara melakukan tes dan cara penilaiannya. c. Prosedur DDST terdiri dari 2 tahap, yaitu: 1) Tahap pertama: secara periodik dilakukan pada semua anak yang berusia: 3-6 bulan 9-12 bulan 18-24 bulan 3 tahun 4 tahun 5 tahun

2) Tahap kedua: dilakukan pada mereka yang dicurigai adanya hambatan perkembangan pada tahap pertama. Kemudian dilanjutkan dengan evaluasi diagnostik yang lengkap. d. Penilaian Jika Lulus (Passed = P), gagal (Fail = F), ataukah anak tidak mendapat kesempatan melakukan tugas (No Opportunity = NO). CARA PEMERIKSAAN DDST II Tetapkan umur kronologis anak, tanyakan tanggal lahir anak yang akan diperiksa. Gunakan patokan 30 hari untuk satu bulan dan 12 bulan untuk satu tahun. Jika dalam perhitungan umur kurang dari 15 hari dibulatkan ke bawah, jika sama dengan atau lebih dari 15 hari dibulatkan ke atas. Tarik garis berdasarkan umur kronologis yang memotong garis horisontal tugas perkembangan pada formulir DDST. Setelah itu dihitung pada masing-masing sektor, berapa yang P dan berapa yang F. Berdasarkan pedoman, hasil tes diklasifikasikan dalam: Normal, Abnormal, Meragukan dan tidak dapat dites. 1) Abnormal a) Bila didapatkan 2 atau lebih keterlambatan, pada 2 sektor atau lebih b) Bila dalam 1 sektor atau lebih didapatkan 2 atau lebih keterlambatan Plus 1 sektor atau lebih dengan 1 keterlambatan dan pada sektor yang sama tersebut tidak ada yang lulus pada kotak yang berpotongan dengan garis vertikal usia . 2) Meragukan a) Bila pada 1 sektor didapatkan 2 keterlambatan atau lebih b) Bila pada 1 sektor atau lebih didapatkan 1 keterlambatan dan pada sektor yang sama tidak ada yang lulus pada kotak yang berpotongan dengan garis vertikal usia. 3) Tidak dapat dites Apabila terjadi penolakan yang menyebabkan hasil tes menjadi abnormal atau meragukan. 4) Normal Semua yang tidak tercantum dalam kriteria di atas.

Lalu bagaimana kah cara menghitung usia? Pertama tulis tanggal, bulan dan tahun dilaksanakannya tes. Lalu kurangi dengan cara bersusun dengan tanggal , bulan dan tahun kelahiran anak. Jika jumlah hari yang dikurangi lebih besar, ambil jumlah hari yang sesuai dari angka bulan di depannya. Hasilnya adalah usia anak dalam tahun bulan dan hari. Lalu jika pada saat pemeriksaan usia anak dibawah 2 tahun, lahir premature, lakukan konversi. [buku kuning].Contoh perhitungan usia dapat dilihat pada tabel 1 dan 2.

Tabel 1. Perhitungan usia normal.

Tabel 2. Perhitungan usia pada bayi premature dengan konversi.

Tes denver II Denver II adalah revisi utama dari standardisasi ulang dari Denver Development Screening Test (DDST) dan Revisied Denver Developmental Screening Test (DDST-R). Adalah salah satu dari metode skrining terhadap kelainan perkembangan anak. Tes ini bukan tes diagnostik atau tes IQ. Waktu yang dibutuhkan 15-20 menit. a. Aspek Perkembangan yang dinilai Terdiri dari 125 tugas perkembangan. Tugas yang diperiksa setiap kali skrining hanya berkisar 25-30 tugas Ada 4 sektor perkembangan yang dinilai: 1) Personal Social (perilaku sosial) Aspek yang berhubungan dengan kemampuan mandiri, bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungannya. 2) Fine Motor Adaptive (gerakan motorik halus) Aspek yang berhubungan dengan kemampuan anak untuk mengamati sesuatu, melakukan gerakan yang melibatkan bagian-bagian tubuh tertentu dan dilakukan otot-otot kecil, tetapi memerlukan koordinasi yang cermat. 3) Language (bahasa) Kemampuan untuk memberikan respons terhadap suara, mengikuti perintah dan berbicara spontan 4) Gross motor (gerakan motorik kasar) Aspek yang berhubungan dengan pergerakan dan sikap tubuh. b. Alat yang digunakan Alat peraga: benang wol merah, kismis/ manik-manik, Peralatan makan, peralatan gosok gigi, kartu/ permainan ular tangga, pakaian, buku gambar/ kertas, pensil, kubus warna merah-kuninghijau-biru, kertas warna (tergantung usia kronologis anak saat diperiksa). Lembar formulir DDST II Buku petunjuk sebagai referensi yang menjelaskan cara-cara melakukan tes dan cara penilaiannya. c. Prosedur DDST terdiri dari 2 tahap, yaitu:

1) Tahap pertama: secara periodik dilakukan pada semua anak yang berusia: 3-6 bulan 9-12 bulan 18-24 bulan 3 tahun 4 tahun 5 tahun 2) Tahap kedua: dilakukan pada mereka yang dicurigai adanya hambatan perkembangan pada tahap pertama. Kemudian dilanjutkan dengan evaluasi diagnostik yang lengkap. d. Penilaian Jika Lulus (Passed = P), gagal (Fail = F), ataukah anak tidak mendapat kesempatan melakukan tugas (No Opportunity = NO).

CARA PEMERIKSAAN DDST II Tetapkan umur kronologis anak, tanyakan tanggal lahir anak yang akan diperiksa. Gunakan patokan 30 hari untuk satu bulan dan 12 bulan untuk satu tahun Jika dalam perhitungan umur kurang dari 15 hari dibulatkan ke bawah, jika sama dengan atau lebih dari 15 hari dibulatkan ke atas. Tarik garis berdasarkan umur kronologis yang memotong garis horisontal tugas perkembangan pada formulir DDST.Setelah itu dihitung pada masing-masing sektor, berapa yang P dan berapa yang F. Berdasarkan pedoman, hasil tes diklasifikasikan dalam: Normal, Abnormal, Meragukan dan tidak dapat dites. 1) Abnormal a) Bila didapatkan 2 atau lebih keterlambatan, pada 2 sektor atau lebih b) Bila dalam 1 sektor atau lebih didapatkan 2 atau lebih keterlambatan Plus 1 sektor atau lebih dengan 1 keterlambatan dan pada sektor yang sama tersebut tidak ada yang lulus pada kotak yang berpotongan dengan garis vertikal usia . 2) Meragukan a) Bila pada 1 sektor didapatkan 2 keterlambatan atau lebih

b) Bila pada 1 sektor atau lebih didapatkan 1 keterlambatan dan pada sektor yang sama tidak ada yang lulus pada kotak yang berpotongan dengan garis vertikal usia. 3) Tidak dapat dites Apabila terjadi penolakan yang menyebabkan hasil tes menjadi abnormal atau meragukan. 4) Normal Semua yang tidak tercantum dalam kriteria di atas. Pada anak-anak yang lahir prematur, usia disesuaikan hanya sampai anak usia 2 tahun: Contoh perhitungan anak dengan prematur: An. Lula lahir prematur pada kehamilan 32 minggu, lahir pada tanggal 5 Agustus 2006. Diperiksa perkembangannya dengan DDST II pada tanggal 1 April 2008. Hitung usia kronologis An. Lula! Diketahui: Tanggal lahir An. Lula : 5-8-2006 Tanggal periksa : 1-4-2008 Prematur : 32 minggu Ditanyakan: Berapa usia kronologis An. Lula? Jawab: 2008 4 1 An. Lula prematur 32 minggu 2006 8 5 Aterm = 37 minggu _________ - Maka 37 32 = 5 minggu 1 7 -26 Jadi usia An. Lula jika aterm (tidak prematur) adalah 1 tahun 7 bulan 26 hari atau 1 tahun 8 bulan atau 20 bulan Usia tersebut dikurangi usia keprematurannya yaitu 5 minggu X 7 hari = 35 hari, sehingga usiakronologis An. Lula untuk pemeriksaan DDST II adalah: 1 tahun 7 bulan 26 hari 35 hari = 1 tahun 6 bulan 21 hari Atau 1 tahun 7 bulan atau 19 bulan

Interpretasi dari nilai Denver II 5). Advanced Melewati pokok secara lengkap ke kanan dari garis usia kronologis (dilewati pada kurang dari 25% anak pada usia lebih besar dari anak tersebut) 6). OK Melewati, gagal, atau menolak pokok yang dipotong berdasarkan garis usia antara persentil ke 25 dan ke-75 7). Caution Gagal atau menolak pokok yang dipotong berdasarkan garis usia kronologis di atas atau diantara persentil ke-75 dan ke-90 8).Delay Gagal pada suatu pokok secara menyeluruh ke arah kiri garis usia kronologis; penolakan ke kiri garis usia juga dapat dianggap sebagai kelambatan, karena alasan untuk menolak mungkin adalah ketidakmampuan untuk melakukan tugas tertentu Interpretasi tes

Normal

Tidak ada kelambatan dan maksimum dari satu kewaspadaan

Suspect

Satu atau lebih kelambatan dan/ atau dua atau lebih banyak kewaspadaan

Untestable

Penolakan pada satu atau lebih pokok dengan lengkap ke kiri garis usia atau pada lebih dari satu pokok titik potong berdasarkan garis usia pada area 75% sampai 90% Rekomendasi untuk rujukan tes Suspect dan Untestable: Skrining ulang pada 1 sampai 2 minggu untuk mengesampingkan faktor temporer.

Gambar 2.4 Tes Denver II

Development Screening Denver Test DDST II merupakan alat untuk menemukan secara dini masalah penyimpangan perkembangan anak umur 0 s/d < 6 tahun. Instrumen ini merupakan revisi dari DDST yang pertama kali dipublikasikan tahun 1967 untuk tujuan yang sama. Pemeriksaan yang dihasilkan DDST II bukan merupakan pengganti evaluasi diagnostik, namun lebih ke arah membandingkan kemampuan perkembangan seorang anak dengan anak lain yang seumur. DDST II digunakan untuk menilai tingkat perkembangan anak sesuai umurnya pada anak yang mempunyai tanda-tanda keterlambatan perkembangan maupun anak sehat. DDST II bukan merupakan tes IQ dan bukan merupakan peramal kemampuan intelektual anak di masa mendatang. Tes ini tidak dibuat untuk menghasilkan diagnosis, namun lebih ke arah untuk membandingkan kemampuan perkembangan seorang anak dengan kemampuan anak lain yang seumur. Menurut Pedoman Pemantauan Perkembangan Denver II (Subbagian Tumbuh Kembang Ilmu Kesehatan Anak RS Sardjito, 2004), formulir tes DDST II berisi 125 item yg terdiri dari 4 sektor, yaitu: personal sosial, motorik halusadaptif, bahasa, serta motorik kasar. Sektor personal sosial meliputi komponen penilaian yang berkaitan dengan kemampuan penyesuaian diri anak di masyarakat dan kemampuan memenuhi kebutuhan pribadi anak. Sektor motorik halus-adaptif berisi kemampuan anak dalam hal koordinasi mata-tangan, memainkan dan menggunakan benda-benda kecil serta pemecahan masalah. Sehingga apabila hasil test menunjukkan adanya kelambatan ataupenyimpangan dari aspek motorik, fisik, emosional, dan sosial dapat dilakukan upaya terpadu dan terindikasi khusus untuk mencegah terjadinya kelainan fisik, mental, psikomotorik.

DDST adalah salah satu dari metode screening terhadap kelainan perkembangan anak, test ini bukanlah test diagnosa atau test IQ. DDST memenuhi semua persyaratan yang diperlukan untuk metode screening yang aik. Test ini mudah dan cepat (15-20menit), dapat diandalkan dan menunjukkan validitas yang baik. Dari beberapa pelitian yang pernah dilakukan ternyata DDST secara efektif dapat mengidentifikasikan 85-100% bayi dan anak prasekolah yang mengalami keterlambatan perkembangan, dan pada follow up selanjutnya ternyata 89% dari kelompok DDST abnormal mengalami kegagalan disekolah 5-6 tahun kemudian. Tetapi dari penelitian Borrowitz (1986) menunjukkan bahwa DDST tidak dapat mengidentifikasikan lebih dari separuh anak dengan kelainan bicara. Frankenburg melakukan revisi dan standarisasi kembali DDST dan juga tugas perkembangan pada sektor bahasa ditambah, yang kemudian hasil revisi DDST yang dinamakan Denver II. DDST II terdiri atas 125 butir, yang terbagi atas 4 bagian yaitu 1. Personal Sosial 2. Kemanpuan Motorik halus, yaitu koordinasi mata dan tangan, dalam memanipulasi atau benda-benda kecil atau pemecahan masalah. 3. Bahasa, pendengaran, pemahaman dan penggunaan bahasa. 4. Motorik kasar, duduk, berjalan, melompat, dan gerakan lain yang melibatkan otot besar. Semua peralatan dimasukan ke dalam wadah, kecuali kertas kosong. Selain itu perlu menyiapkan meja dan kursi untuk menguji, pengasuh dan anak yang diatur jaraknya, agar dapat melakuka gerakan pada pengujian motor kasar.Untuk memeriksa bayi, diperlukan diperlukan meja atau tempat untuk membaringkan bayi tersebut. FORMAT TEST Format test terrdiri atas 125 item test yang dapat dilakukan pada usia 0 hingga 6 tahun. Setiap item ditampilkan dalam bentuk batang yang memanjang menirut usia, dengan prpsetasi 25%, 50%, 75% dan 90% standar pencapaian oleh sample, seperti digambarkan di bawah ini. 6 9 12 15 25% 50% 75% 90% Berjalan dengan baik Presentasi anak yang dapat melakukan Pada gambar diatas terlihat bahwa anak dapat berjalan dengan baik terdapat pada 25% anak berusia lebih dari 11 bukan, 50% anak berusia 12 bulan, 75 %anak berusia 13 bulan, dan

berusia sedikit kurang dari 15 bulan. R N 1 Huruf R pada kotak diatas memperhatikan bahwa untuk pemeriksaan tersebut memerlukan laporan dari orang tua. Angka dibawahnya. Anda diminta untuk melihat petunjuk pelaksanaan, sesuai dengan nomor yng tertera pada kotak. Menghitung Usia Anak 1. Instruksi umum - Usia anak didapat dari tanggal pengetesan dikurangi tanggal lahir, Bila penambahan, maka 1 tahun = 12 bulan =30 hari - Contoh : tanggal test 15 September 2004, anak lahir tanggal 10 maret 2000 maka usianya. THN BLN TGL Tanggal test 2004 9 15 Tanggal lahir 2000 3 10 Umur anak 4 thn 6 bln 5 hr Contoh tanggal test ; 15 September 2004,anak lahir tanggal 25 Oktober maka usianya: THN BLN TGL 2003(2004-1)20(8+12) 45(15-30) Tanggal test 2004 9(9-1) 15 Tanggal lahir 2000 3 10 Umur anak 3 thn 10 bln 20 hr 2. Anak yang premature Anak yang lahir lbih daei 2 minggu sebelum atau setelah HPL, maka usia anak harus disesuiakan. Minggu premature diubah menjadi bulan dengan 4 minggu= 1bulan dan 7 hari = 1 minggu. Misal: THN BLN TGL Tanggal test 2004 8 20 Tanggal lahir 2004 6 -1 Umur anak 2 19

Premature 6 mggu -1 -14 Usia anak yg disesuaikan 1 5 3. Mengganbar garis umur 6 9 12 15 Pelaksanaan test 1.Instruksi umum Pemeriksaan DDST IIdapat dilaksanakan berulang kali dari usia 0 hingga 6 tahun. Gunakan lembar yang sama untuk pemeriksaan selanjutnya pada satu anak, untuk membedakannya, dapat menggunakan warna pensil yang berbeda. 2. Laporan Saat test dilakukan, usahakan anak dalam keadaan terbaiknya dan pengasuh memberkan lapora yang akurat, sehingga saat dilakukan test ,anak harus di dampingi oleh orang tua maupun penagasuhnya. Anak dapat duduk dipangku pengasuhnya, sedangkanyang sudah besar dapat duduk sendiri.Posisi anak sedapat mungkin dapat meraih benda-benda yabg digunakan 3.Introduction Pelasanaan menayakan kapan anak lahir, apakah sesuia HPL atau premature.Hitung usia anak, Jelaskan tentang tujuan dari pemeriksaan ini , bahwa DDST II buykan lah IQ test dan tidak harus melalui semua butir yang ditest kan 4. Test 5. Jumlah 6. Scoring 7. Item Scoring INTERPRETASI PENILAIAN 1. Advence :terdapat 7 item yang harus dilakukan anak disebelah kanan garis umur 2. Normal : ada 9 item yang ada ,dimana ada7 item berhasil dilakukan dan ada item yang gagal dilakukan oleh anak / menolak. 3. Caution : ada 4 item dimana ada 2 item berhasil dilaksanakan dan ada2 item yang yang gagal dilaksanakan oleh anak 4. Delay : terdapat 1 item dimana anak menolak untuk melakukannya. 5. No opportunity : tidak terdapat Catatan: anak kooperatif saat dilaksanakan DDST II

Interprestasi hasil akhir : Suspect, ada 2 Item (coution) yang gagal dilaksanakan oleh anak dan ada 1 item (delay)dimana anak manolak untuk melaksakan Saran untuk orang tua : Untuk anjurkan untuk memperhatikan tumbuh kembang selanjutnya. Evaluasi : Anak kooperatif pada saat dilaksanakan screening DDST II, orang tua dianjurkan untuk menjaga jarak sementara dan dilarang membantu anak selama test berlangsung. Dari test yang telah dilakukan, diperoleh intepretasi hasil akhir sbb: Suspect, ada 2 item (caution) yang gagal dilaksanakan oleh anak dan ada 1 item (delay) dimana anak menolak untuk melakukannya. Saran untuk orang tua : agar merangsang perkembangan anaknya baik perkembangan social, motorik halus,bahasa, motorik kasar dengan memberikan contoh item-itemnya.

PERKEMBANGAN MENURUT DENVER II (DDST II)


Pengertian Perkembangan adalah bertambahnya kemampuan dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan, sebagai hasil dari proses pematangan. Disini menyangkut adanya proses diferensiasi dari sel-sel tubuh, jaringan tubuh, organ-organ dan sistem organ yang berkembang sedemikian rupa sehingga masing-masing dapat memenuhi fungsinya. Termasuk juga perkembangan emosi, intelektual dan tingkah laku sebagai hasil interaksi dengan lingkungannya (Soetjiningsih, 1997).

Perkembangan Menurut Denver II Denver II adalah revisi utama dari standardisasi ulang dari Denver Development Screening Test (DDST) dan Revisied Denver Developmental Screening Test (DDST-R). Adalah salah satu dari metode skrining terhadap kelainan perkembangan anak. Tes ini bukan tes diagnostik atau tes IQ. Waktu yang dibutuhkan 15-20 menit. a. Aspek Perkembangan yang dinilai Terdiri dari 125 tugas perkembangan. Tugas yang diperiksa setiap kali skrining hanya berkisar 25-30 tugas Ada 4 sektor perkembangan yang dinilai: 1) Personal Social (perilaku sosial) Aspek yang berhubungan dengan kemampuan mandiri, bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungannya. 2) Fine Motor Adaptive (gerakan motorik halus) Aspek yang berhubungan dengan kemampuan anak untuk mengamati sesuatu, melakukan gerakan yang melibatkan bagian-bagian tubuh tertentu dan dilakukan otot-otot kecil, tetapi memerlukan koordinasi yang cermat. 3) Language (bahasa) Kemampuan untuk memberikan respons terhadap suara, mengikuti perintah dan berbicara spontan 4) Gross motor (gerakan motorik kasar) Aspek yang berhubungan dengan pergerakan dan sikap tubuh. b. Alat yang digunakan Alat peraga: benang wol merah, kismis/ manik-manik, Peralatan makan, peralatan gosok gigi, kartu/ permainan ular tangga, pakaian, buku gambar/ kertas, pensil, kubus warna merah-kuning-hijau-biru, kertas warna (tergantung usia kronologis anak saat diperiksa). Lembar formulir DDST II Buku petunjuk sebagai referensi yang menjelaskan cara-cara melakukan tes dan cara penilaiannya. c. Prosedur DDST terdiri dari 2 tahap, yaitu: 1) Tahap pertama: secara periodik dilakukan pada semua anak yang berusia:

3-6 bulan 9-12 bulan 18-24 3-24 bln 3 tahun 4 tahun 5 tahun 2) Tahap kedua: dilakukan pada mereka yang dicurigai adanya hambatan perkembangan pada tahap pertama. Kemudian dilanjutkan dengan evaluasi diagnostik yang lengkap. d. Penilaian Jika Lulus (Passed = P), gagal (Fail = F), ataukah anak tidak mendapat kesempatan melakukan tugas (No Opportunity = NO). CARA PEMERIKSAAN DDST II Tetapkan umur kronologis anak, tanyakan tanggal lahir anak yang akan diperiksa. Gunakan patokan 30 hari untuk satu bulan dan 12 bulan untuk satu tahun. Jika dalam perhitungan umur kurang dari 15 hari dibulatkan ke bawah, jika sama dengan atau lebih dari 15 hari dibulatkan ke atas. Tarik garis berdasarkan umur kronologis yang memotong garis horisontal tugas perkembangan pada formulir DDST. Setelah itu dihitung pada masing-masing sektor, berapa yang P dan berapa yang F. Berdasarkan pedoman, hasil tes diklasifikasikan dalam: Normal, Abnormal, Meragukan dan tidak dapat dites. 1) Abnormal a) Bila didapatkan 2 atau lebih keterlambatan, pada 2 sektor atau lebih b) Bila dalam 1 sektor atau lebih didapatkan 2 atau lebih keterlambatan Plus 1 sektor atau lebih dengan 1 keterlambatan dan pada sektor yang sama tersebut tidak ada yang lulus pada kotak yang berpotongan dengan garis vertikal usia . 2) Meragukan a) Bila pada 1 sektor didapatkan 2 keterlambatan atau lebih

b) Bila pada 1 sektor atau lebih didapatkan 1 keterlambatan dan pada sektor yang sama tidak ada yang lulus pada kotak yang berpotongan dengan garis vertikal usia. 3) Tidak dapat dites Apabila terjadi penolakan yang menyebabkan hasil tes menjadi abnormal atau meragukan. 4) Normal Semua yang tidak tercantum dalam kriteria di atas. Pada anak-anak yang lahir prematur, usia disesuaikan hanya sampai anak usia 2 tahun: Contoh perhitungan anak dengan prematur: An. Lula lahir prematur pada kehamilan 32 minggu, lahir pada tanggal 5 Agustus 2006. Diperiksa perkembangannya dengan DDST II pada tanggal 1 April 2008. Hitung usia kronologis An. Lula! Diketahui: Tanggal lahir An. Lula : 5-8-2006 Tanggal periksa : 1-4-2008 Prematur : 32 minggu Ditanyakan: Berapa usia kronologis An. Lula? Jawab: 2008 4 1 An. Lula prematur 32 minggu 2006 8 5 Aterm = 37 minggu _________ Maka 37 32 = 5 minggu 1 7 -26 Jadi usia An. Lula jika aterm (tidak prematur) adalah 1 tahun 7 bulan 26 hari atau 1 tahun 8 bulan atau 20 bulan Usia tersebut dikurangi usia keprematurannya yaitu 5 minggu X 7 hari = 35 hari, sehingga usia kronologis An. Lula untuk pemeriksaan DDST II adalah: 1 tahun 7 bulan 26 hari 35 hari = 1 tahun 6 bulan 21 hari Atau

1 tahun 7 bulan atau 19 bulan Interpretasi dari nilai Denver II Advanced Melewati pokok secara lengkap ke kanan dari garis usia kronologis (dilewati pada kurang dari 25% anak pada usia lebih besar dari anak tersebut) OK Melewati, gagal, atau menolak pokok yang dipotong berdasarkan garis usia antara persentil ke-25 dan ke-75 Caution Gagal atau menolak pokok yang dipotong berdasarkan garis usia kronologis di atas atau diantara persentil ke-75 dan ke-90 Delay Gagal pada suatu pokok secara menyeluruh ke arah kiri garis usia kronologis; penolakan ke kiri garis usia juga dapat dianggap sebagai kelambatan, karena alasan untuk menolak mungkin adalah ketidakmampuan untuk melakukan tugas tertentu Interpretasi tes Normal Tidak ada kelambatan dan maksimum dari satu kewaspadaan Suspect Satu atau lebih kelambatan dan/ atau dua atau lebih banyak kewaspadaan Untestable Penolakan pada satu atau lebih pokok dengan lengkap ke kiri garis usia atau pada lebih dari satu pokok titik potong berdasarkan garis usia pada area 75% sampai 90% Rekomendasi untuk rujukan tes Suspect dan Untestable: Skrining ulang pada 1 sampai 2 minggu untuk mengesampingkan faktor temporer

DDST
(DENVER DEVELOPMENT SCREENING TEST)
PENDAHULUAN Perkembangan anak menggambarkan peningkatan kematangan fungsi individu, dan merupakan indicator penting dalam menilai kualitas hidup anak. Oleh karena itu perkembangan anak harus dipantau secara berkala. Bayi atau anak dengan resiko tinggi terjadinya penyimpangan perkembangan perlu mendapat prioritas, diantaranya bayi premature, berat lahir rendah, riwayat asfiksia, hiperbilirubinemia, infeksi intrapartum, ibu diabetes mellitus, gamely, dll. DEFINISI Salah satu dari metode skrining terhadap kelainan perkembangan anak. Test ini bukan test diagnostic atau test IQ. TUJUAN 1. Untuk mengetahui dan mengikuti proses perkembangan anak. 2. Untuk mengatasi secara dini bila ditemukan kelainan perkembangan. MANFAAT 1. Untuk mengetahui tahap perkembangan yang telah dicapai anak. 2. Untuk menemukan adanya keterlambatan perkembangan anak sedini mungkin. 3. Untuk meningkatkan kesadaran orang tua atau pengasuh anak untuk berusaha menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi perkembangan.

DILAKUKAN 1. Tahap pertama : dilakukan pada usia 0 6 tahun. a. 3 6 bulan b. 9 12 bulan c. 18 24 bulan d. 3 tahun e. 4 tahun f. 5 tahun 2. Tahap kedua Dilakukan pada mereka yang dicurigai adanya hambatan perkembangan pada tahap pertama, kemudian dilanjutkan dengan evaluasi diagnostic yang lengkap. ASPEK YANG DINILAI Ada 125 tugas perkembangan yang dinilai, yang dikelompokkan menjadi 4 sektor, yaitu : 1. Sektor personal social. Yaitu aspek yang berhubungan dengan kemampuan mandiri bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungan. 2. Sektor gerakan motorik halus. Yaitu aspek yang berhubungan dengan kemampuan anak untuk mengamati sesuatu, melakukan kegiatan yang melibatkan gerakan-gerakan tubuh tertentu yang dilakukan otot-otot kecil tetapi memerlukan koordinasi yang cermat. Contohnya koordinasi mata, tangan, memainkan, menggunakan benda-benda kecil. 3. Sektor bahasa. Yaitu kemampuan untuk memberikan reflek terhadap suara, mengikuti perintah dan berbicara spontan. 4. Sektor gerakan motorik kasar. Yaitu aspek yang berhubungan dengan pergerakan dan sikap tubuh dan biasanya memerlukan tenaga karena dilakukan otot-otot besar. Contohnya duduk, melompat, berjalan, dll.

PERSIAPAN 1. Usahakan test perkembangan dilakukan pada tempat yang tenang / tidak bising, dan bersih. 2. Sediakan meja tulis dengan kursinya dan matras. 3. Formulir Denver. Deteksi dini penyimpangan perkembangan anak umur < 6 tahun, berisi 125 gugus tugas yang disusun dalam formulir menjadi 4 sektor untuk menjaring fungsi. Skala umur tertera pada bagian atas formulir yang terbagi dari umur dalam bulan dan tahun, sejak lahir sampai berusia 6 tahun. Setiap ruang antara tanda umur mewakili 1 bulan, sampai anak berumur 24 bulan. Kemudian mewakili 3 bulan, sampai anak berusia 6 tahun. Pada setiap tugas perkembangan yang berjumlah 125, terdapat batas kemampuan perkembangan yaitu 25%, 50% dan 90% dari populasi anak lulus pada tugas perkembangan tersebut. 25% 50% 75% 90% Berjalan pada beberapa tugas perkembangan terdapat huruf dan angka pada ujung kotak sebelah kiri, contohnya R singakatan dari report, artinya tugas perkembangan tersebut dapat lulus berdasarkan laporan dari orang tua / pengasuh anak, tetapi apabila memungkinkan maka penilai dapat memperhatikan apa yang biasa dilakukan oleh anak. Angka kecil menunjukkan tugas yang harus dikerjakan sesuai dengan nomor yang ada pada formulir. 4. Mengkaji kegiatan anak yang meliputi 4 sektor yang dinilai. 5. Dekat dengan anak. 6. Menjelaskan pada orang tua bahwa DDST bukan test IQ. 7. Lingkungan diatur supaya anak merasa nyaman dan aman selama dilakukan test. ALAT 1. Gulungan benang wol merah (diameter 10 cm) 2. Kismis/manik-manik

3. 10 buah kubus warna merah, kuning, hijau, biru 2,5 cm x 2,5 cm 4. Kerincing dengan gagang yang kecil 5. Botol kaca kecil dengan diameter lubang 1,5 cm 6. Bel/lonceng kecil 7. Bola tennis 8. Pensil merah 9. Boneka kecil dengan botol susu 10. Cangkir plastic dengan gagang / pegangan 11. Kertas kosong PROSEDUR 1. Sapa orang tua / pengasuh anak dengan ramah. 2. Jelaskan maksud dan tujuan test DDST pada orang tua. 3. Buat komunikasi yang baik dengan anak. 4. Hitung umur anak dan buat garis umur. Instruksi umum : catat nama anak, tanggal lahir, dan tanggal pemeriksaan pada formulir. Umur anak dihitung dengan cara tanggal pemeriksaan dikurangi tanggal lahir. 5. Bila anak lahir prematur, koreksi factor prematuritas. Untuk anak yang lahir lebih dari 2 minggu sebelum tanggal perkiraan dan berumur kurang dari 2 tahun, maka harus dilakukan koreksi. 6. Tarik garis umur dari atas ke bawah dan cantumkan tanggal pemeriksaan pada ujung atas garis umur. Formulir Denver dapat digunakan untuk beberapa kali, gunakan garis umur dengan warna yang berbeda. 7. Siapkan alat yang dapat dijangkau anak, beri anak beberapa mainan dari kit sesuai dengan apa yang ingin ditestkan. 8. Lakukan tugas perkembangan untuk tiap sektor perkembangan dimulai dari sektor yang paling mudah dan dimulai dengan tugas perkembangan yang terletak disebelah kiri garis umur, kemudian dilanjutkan sampai ke kanan garis umur. Pada tiap sektor dilakukan minimal 3 tugas perkembangan yang paling

dekat disebelah kiri garis umur serta tiap tugas perkembanagan yang ditembus garis umur. Bila anak tidak mampu untuk melakukan salah satu uji coba pada langkah i (gagal / menolak / tidak ada kesempatan), lakukan uji coba tambahan kesebelah kiri garis umur pada sektor yang sama sampai anak dapat lulus 3 tugas perkembangan. Bila anak mampu melakukan salah satu tugas perkambangan pada langkah i, lakukan tugas perkembangan tambahan kesebelah kanan garis umur pada sektor yang sama sampai anak :gagal pada 3 tugas perkembangan. 9. Beri skor penilaian dan catat pada formulir DDST. HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN 1. Selama test berlangsung, amati perilaku anak. Apakah ada perilaku yang khas, dibandingkan anak lainnya. Bila ada perilaku yang khas tanyakan kepada orang tua / pengasuh anak, apakah perilaku tersebut merupakan perilaku sehari-hari yang dimiliki anak tersebut. 2. bila test dilakukan sewaktu anak sakit, merasa lapar dll, dapat memberikan perilaku yang mengahambat test. 3. Mulai dengan menyuruh anak melakukan yang mudah untuk memberi rasa percaya diri dan kepuasan orang tua. 4. Memberikan pujian walaupun gagal melakukan. 5. Jangan bertanya yang mengarah ke jawaban. 6. Intepretasi harus dipertimbangkan sebelum memberitahu orang tua bahwa test hasil normal atau abnormal. 7. Tidak perlu membahas setiap item pada orang tua. 8. Pada akhir test, tanyalah orang tua apakah penampilan anak merupakan kemampuan atau perilaku pada waktu lain. SKORING 1. Passed atau lulus (P/L). Anak melakukan uji coba dengan baik, atau ibu / pengasuh anak memberi laporan (tepat / dapat dipercaya bahwa anak dapat melakukannya). 2. Failure atau gagal (F/G). Anak tidak dapat melakukan uji coba dengan baik

atau ibu / pengasuh anak memberi laporan (tepat) bahwa anak tidak dapat melakukannya dengan baik. 3. refuse atau menolak (R/M). Anak menolak untuk melakukan uji coba. Penolakan dapat dikurangi dengan mengatakan kepada anak apa yang harus dilakukan, jika tidak menanyakan kepada anak apakah dapat melakukannya (uji coba yang dilaporkan oleh ibu / pengasuh anak tidak diskor sebagai penolakan). 4. By report berarti no opportunity (tidak ada kesempatan). Anak tidak mempunyai kesempatan untuk melakukan uji coba karena ada hambatan. Skor ini hanya boleh dipakai pada uji coba dengan tanda R. INTEPRETASI PENILAIAN INDIVIDUAL 1. Lebih (advanced) Bilamana seorang anak lewat pada uji coba yang terletak di kanan garis umur, dinyatakan perkembangan anak lebih pada uji coba tersebut. Garis umur 2. Normal Bila seorang anak gagal atau menolak melakukan tugas perkembangan disebelah kanan garis umur dikategorikan sebagai normal. Garis umur Garis umur Demikian juga bila anak lulus (P), gagal (F) atau menolak (R) pada tugas perkembangan dimana garis umur terletak antara persentil 25 dan 75, maka dikategorokan sebagai normal. Garis umur Garis umur Garis umur 3. Caution / peringatanl Bila seorang anak gagal (F) atau menolak tugas perkembangan, dimana garis umur terletak pada atau anatara persentil 75 dan 90. Garis umur Garis umur Garis umur Garis umur 4. Delay / keterlambatan Bila seorang anak gagal (F) atau menolak (R) melakukan uji coba yang terletak lengkap disebelah kiri garis umur.

Garis umur Garis umur 5. No opportunity / tidak ada kesempatan. Pada tugas perkembangan yang berdasarkan laporan, orang tua melaporkan bahwa anaknya tidak ada kesempatan untuk melakukan tugas perkembangan tersebut. Hasil ini tidak dimasukkan dalam mengambil kesimpulan. Garis umur Garis umur LANGKAH MENGAMBIL KESIMPULAN 1. Normal Bila tidak ada keterlambatan dan atau paling banyak satu caution. Lakukan ulangan pada kontrol berikutnya. 2. Suspect / di duga Bila didapatkan 2 caution dan / atau 1 keterlambatan. Lakukan uji ulang dalam 1 2 minggu untuk menghilangkan factor sesaat seperti rasa takut, keadaan sakit atau kelelahan. 3. Untestable / tidak dapat diuji Bila ada skor menolak pada 1 uji coba tertelak disebelah kiri garis umur atau menolak pada > 1 uji coba yang ditembus garis umur pada daerah 7590%. Lakukan uji ulang dalam 1 2 minggu. TINDAK LANJUT Skrining perkembangan Suspek/curiga ada gangguan Normal Evaluasi untuk diagnostic (development assesment) Monitoring perkembangan secara rutin Normal Masalah perkembangan Intervensi dini Monitoring perkembangan secara rutin DAFTAR PUSTAKA

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Bayi Berat Lahir Rendah. Dalam : Standar Pelayanan Medis Kesehatan Anak. Edisi I. Jakarta : 2004 ; 307-313. Mutalazimah. Hunbungan Lingkar Lengan Atas dan Kadar Hb Ibu Hamil dengan Bayi Berat Lahir Rendah di RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Dalam : Jurnal Penelitian Sains& Teknologi. Vol. 6. 2005; 114-126. Setyowati T. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Bayi Lahir dengan Berat Badan Rendah (Analisa data 2007]. Sitohang NA. Asuhan keperawatan pada bayi berat lahir rendah. Medan : Universitas Sumatera Utara. 2004. Subramanian KS. Low Birth Weight Infant. Avaliable from http://www.eMedicine.com. Suradi R. Pemberian Air Susu Ibu (ASI) Melihat situasi dan kondisi bayi. Avaliable from : http://www.IDAI.or.id. Last Update : 2006. [diakses pada tanggal 10 Desember 2007]. United Nations Childrens Fund/World Health Organization. Low Birthweight. UNICEF, New York, 2004. Avaliable from : http://www.childinfo.org/areas/birthweight.htm. Last Update : Nov 2007 [diakses tanggal 2 Desember 2007]. World Health Organization (WHO). Development of a strategy towards promoting optimal fetal growth. Avaliable from : http://www.who.int/nutrition/topics/feto_maternal/en.html. Last update : January 2007 [diakses pada tanggal 10 Desember 2007]. SDKI 1994). Badan Litbang Kesehatan, 1996. Avaliable from : http://www.digilib.litbang.depkes.go.id. Last Update : 2003 [diakses tanggal 2 Desember