Anda di halaman 1dari 61

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Di dalam suatu proses industri pastilah ada suatu proses pencampuran bahan, baik itu bahan cair-cair, cair-padat, cair-gas, dan gas- padat. Pada proses ini kedua kondisi haruslah kita perlakukan sebagaimana mestinya sesuai dengan harapan kita. Untuk sample yang kuantitasnya masih kecil, kita dapat menggunakan media yakni bejana, tangki, dan bahan dimasukkan kedalamnya dan untuk meratakan pencampuran atau pengadukan kita aduk dengan kayu, atau pengaduk dengan tenaga manusia yang tidak konstan. Dalam lingkup kecil ini homogenitas atau keseragaman mungkin tidak jadi suatu masalah dan baik, sah untuk dilakukan. Tetapi bagaimana bila kita mengambil dalam lingkup besar, dimana dalam sejam saja terjadi pencampuran yang besar jumlahnya e.g 100 ton, wah kewalahan bukan. Untuk itulah dibutuhkan peralatan mixing yang membantu sesuai dengan fungsinya dengan keadaan konstan, serta dapat diatur kecepatan pengadukannya untuk diperoleh hasil yang optimal, saerta kehomogenitasan yang tinggi, dan gerakan mixing dengan tenaga yang dibutuhkan minimum.

B. Tujuan
Makalah ini dibuat dalam upaya untuk 1. Mengetahui prinsip dan cara kerja Fluid Mixing Aparatus 2. Mengetahui faktor yang mempengaruhi perbedaan pola aliran 3. Mengetahui pengaruh dari penggunaan baffle pada proses pencampuran. 4. Mengetahui bentuk bentuk Impeler. 5. Mengetahui aplikasi dari fFluid Mixing Aparatus.

BAB II
PEMBAHASAN
Pada percobaan Fluid Mixing Apparatus digunakan pengaduk dengan tipe impeller. Impeller inilah yang akan membangkitkan pola aliran di dalam sistem, yang menyebabkan zat cair bersikulasi di dalam bejana untuk akhirnya kembali ke impeller. Ada dua macam impeller pengaduk, yaitu impeller aliran-aksial (axial-flow impeller) dan impeller aliran-radial (radial-flow impeller). Impeller jenis pertama membangkitkan arus sejajar dengan sumbu poros impeller, dan yang kedua membangkitkan arus pada arah tengensial atau radial.

Dari segi bentuknya, ada tiga jenis impeller: propeller (baling-baling), dayung (padle), dan turbin (turbine). Masing-masing jenis terdiri lagi atas berbagai variasi dan sub-jenis. Ada lagi jenis-jenis impeller lain yang dimaksudkan untuk situasisituasi tertentu, namun ketiga jenis itu agaknya dapat digunakan untuk menyelesaikan 95 persen dari semua masalah agitasi zat cair.

A. Jenis Impeller
Propeller (baling-baling)

a. Sirkulasi berbentuk aliran aksial dari kipas dan digunakan baffle untuk membentuk pola aliran. b. Dapat dioperasikan pada seluruh range kecepatan. Propeller kecil biasanya berputar pada kecepatan motor penuh, yaitu 1.150 atau 1.750 rpm, propeller besar berputar pada 400 sampai 800 rpm. c. Umumnya digunakan jenis 3 bilah kipas sama sisi. d. Aksi pemotongan (pencampuran) sangat baik pada kecepatan tinggi. e. Tidak mengalami kerusakan pada kecepatan rendah.

f. Penggunaan power yang ekonomis. g. Secara umum dapat membersihkan sendiri (self cleaning). h. Relatif sukar diletakkan pada vessel untuk mendapatkan performance yang optimum. i. Sangat efektif didalam bejana besar. j. Tidak efektif untuk viskositas tinggi, kecuali desain khusus. k. Biaya sedang Dayung (padle)

a. Sirkulasi berbentuk aliran radial, tetapi tidak pada sirkulasi vertical kecuali digunakan baffle. b. Dapat digunakan pada seluruh range viskositas c. Tidak mudah rusak dalam pengoperasiannya. d. Tidak mudah kotor e. Flow capacity bias tinggi dengan menggunakan multiple blade. f. Biaya relative rendah

Turbin 1. Open Turbin a. Sirkulasi berbentuk aliran radial pengaruh gaya sentrifugal dari turbin blade, dengan sirkulasi sangat baik. b. Secara umum dibatasi pada kecepatan tinggi. c. Tidak mudah rusak pada kecepatan stabil. d. Efektif pada system berviskositas tinggi. e. Biaya rendah.

2.

Shrouded Turbin a. Sirkulasi berbentuk aliran radial pengaruh gaya sentrifugal dari enclosed impeller stator, dengan sirkulasi sangat baik. b. Range kecepatan dapat dibatasi. c. Tidak mudah rusak pada kecepatan stabil. d. Tidak dapat membersihkan sendiri. e. Flow capacity terbatas dan relative rendah. f. Biaya relative tinggi.

Propeller merupakan impeller aliran aksial berkecepatan tinggi untuk zat cair berviskositas rendah. Propeller kecil biasanya berputar pada kecepatan motor penuh, yaitu 1.150 atau 1.750 rpm, sedang propeller besar berputar pada 400 sampai 800 rpm. Arus yang meninggalkan propeller mengalir melalui zat cair menurut arah tertentu sampai dibelokkan oleh lantai atau dinding bejana. Kolom zat cair yang berputar dengan sangat turbulennya itu meninggalkan impeller dengan membawa ikut zat cair stagnan yang dijumpainya dalam perjalanannya itu, dan zat cair stagnan yang terbawa ikut itu mungkin lebih banyak dari yang dibawa kolom arus sebesar itu kalau berasal dari nosel stasioner. Daun-daun propeller merobekkan menyeret zat cair itu. Oleh karena arus aliran ini sangat gigih, agitator propeller sangat efektif dalam bejana besar. Propeller yang berputar membuat pola heliks di dalam zat cair, dan jika tidak tergelincir antara zat cair dan propeller itu, satu putaran penuh propeller akan memindahkan zat cair secara longitudinal pada jarak tertentu, bergantung dari sudut kemiringan daun propeller. Rasio jarak ini terhadap diameter dinamakan jarak-bagi (pitch) propeller itu. Propeller yang mempunyai jarak bagi 1,0 disebut mempunyai jarak-bagi bujur-sangkar (square pitch). Untuk tugas-tugas sederhana, agitator yang terdiri dari satu dayung datar yang berputar pada poros vertikal merupakan pengaduk yang cukup efektif. Kadang-

kadang daun-daunnya dibuat miring, tetapi biasanya vertikal saja. Dayung (padle) ini berputar di tengah bejana dengan kecepatan rendah sampai sedang, dan mendorong zat cair secara radial dan tangensial, hampir tanpa adanya gerakan vertikal pada impeller, kecuali bila daunnya agak miring. Arus yang terjadi bergerak ke luar ke arah dinding, lalu membelok ke atas atau ke bawah. Dalam tangki-tangki yang dalam, kadang-kadang dipasang beberapa dayung pada satu poros, dayung yang satu di atas yang lain. Dalam beberapa rancang, daunnya disesuaikan dengan bentuk dasar bejana, yang mungkin bulat atau cekung, piring, sehingga dapat mengikis atau menyapu permukaan pada jarak sangat dekat. Dayung (padle) jenis tersebut dinamakan agitator jangkar (anchor agitator). Jangkar ini sangat efektif untuk mencegah terbentuknya endapan atau kerak pada permukaan penukar kalor, seperti umpamanya, dalam bejana proses bermantel, tetapi tidak terlalu efektif sebagai alat pencampur. Jangkar ini biasanya dioperasikan bersama dengan dayung berkecepatan tinggi atau agitator lain, yang biasanya berputar menurut arah yang berlawanan. Agitator dayung yang digunakan di industri biasanya berputar dengan kecepatan antara 20 dan 150 rpm. Panjang total impeller dayung biasanya antara 50 sampai 80 persen dari diameter-dalam bejana. Lebar daunnya seperenam sampai sepersepuluh panjangnya. Pada kecepatan yang sangat rendah, dayung dapat memberikan pengadukan sedang di dalam bejana tanpa-sekat, pada kecepatan yang lebih tinggi diperlukan pemakaian sekat, sebab jika tidak, zat cair itu akan berputarputar saja mengelilingi bejana itu dengan kecepatan tinggi, tetapi tanpa adanya pencampuran. Beberapa di antara berbagai ragam bentuk rancang turbin adalah turbin daunlurus terbuka, turbin piring berdaun dan turbin piring lengkung vertikal. Kebanyakan turbin itu menyerupai agitator-dayung berdaun banyak dengan daun-daunnya yang agak pendek, dan berputar pada kecepatan tinggi pada suatu poros yang dipasang di pusat bejana. Daun-daunnya boleh lurus dan boleh pula lengkung, boleh bersudut, dan boleh pula vertikal. Impellernya mungkin terbuka, setengah terbuka, atau

terselubung. Diameter impeller biasanya lebih kecil dari diameter dayung, yaitu berkisar antara 30 sampai 50 persen dari diameter bejana. Turbin biasanya efektif untuk jangkau viskositas yang cukup luas. Pada cair berviskositas rendah, turbin itu menimbulkan arus yang sangat deras yang berlangsung di keseluruhan bejana, menabrak kantong-kantong yang stagnan dan merusaknya. Di dekat impeller itu terdapat zone arus deras yang sangat turbulen dengan geseran yang kuat. Arus utamanya bersifat radial dan tangensial. Komponen tangensialnya menimbulkan vorteks dan arus putar, yang harus dihentikan dengan menggunakan sekat (baffle) atau difuser agar impeller itu menjadi sangat efektif. Aliran tingkat (circulatory flow) dan arus putar (swirling) dapat dicegah dengan menggunakan salah satu dari tiga cara di bawah ini. Dalam tangki-tangki kecil impeller dipasang di luar sumbu tangki (eksentrik). Porosnya digeser sedikit dari garis pusat tangki, lalu dimiringkan dalam suatu bidang yang tegak lurus terhadap pergeseran itu. Dalam tangki-tangki yang lebih besar, agitatornya dipasang di sisi tangki, dengan porosnya pada bidang horisontal, tetapi membuat sudut dengan jari-jari tangki.

B. Parameter yang mempengaruhi klasifikasi pengaduk:


1. Parameter Proses pH rendah Kelarutan zat terlarut Konduktivitas thermal fluida dan zat terlarut jika terjadi perpindahan panas. Densitas Fluida. Ukuran partikel Solid

2. Parameter Mekanik Diameter impeller Letak agitator terhadap vessel Rotasi impeller per menit

Bentuk impeller Volume vessel Bentuk vessel

Pencampuran Solid-Liquid Bila zat padat disuspensikan dalam tanki yang diaduk, ada beberapa cara untuk mendifinisikan kondisi suspensi itu. Proses yang berbeda akan memerlukan derajat suspensi yang berlainan pula, dan karena itu kita perlu menggunakan definisi yang tepat dan korelasi yang semestinya didalam merancang atau dalam penerapan ke skala besar. Suspensi partikel zat padat didalam zat cair dibuat untuk berbagai tujuan : untuk membuat campuran yang homogen yang akan diumpamakan ke dalam unit pengolah, atau untuk melarutkan zat padat untuk mempercepat reaksi kimia, atau untuk mempercepat pembentukan kristal didalam larutan lewat jenuh.

Pencampuran Liquid-Liquid Pencampuran zat cair-cair (misible) didalam tanki merupakan proses yang berlangsung cepat dalam daerah turbulent. Impeller akan menghasilkan arus kecepatan tinggi, dan fluida itu mungkin dapat bercampur baik disekitar impeller karena adanya keterbulenan yang hebat. Pada waktu arus itu melambat karena membawa ikut zat cair lain dan mengalir disepanjang dinding, terjadi juga pencampuran radial sedang pusaran-pusaran besar pecah menjadi kecil, tetapi tidak banyak terjadi pencampuran pada arah aliran. Pencampuran zat cair yang mampu campur Pencampuran zat cair yang mampu campur (miscible) didalam tangki merupakan proses yang berlangsung cepat dalam daerah turbulen. Impeller akan menghasilkan arus kecepatan tinggi, dan fluida itu mungkin dapat bercampur baik

didaerah sekitar impeller karena adanya keturbulenan yang hebat. Pada waktu arus itu melambat karena membawa ikut zat cair lain dan mengalir disepanjang dinding, terjadi juga pencampuran radial sedang pusarn- pusaran besar pecah menjadi kecil, tetapi tidak banyak terjadi pencampuran pada arah aliran. Fluida itu akan mengelami satu lingkaran penuh dan kembali ke pusat impeller, dimana terjadi lagi pencampuran yang hebat. Perhitungan yang didasarkan atas model ini menunjukkan bahwa pencampuran yang hamper komplit (99 %) akan dapat dicapai apabila isi tangki disirkulasikan kira- kira 5 kali. Pencampuran dengan jet Dalam tangki penimbun yang besar- besar, pencampuran kadang- kadang dilakukan dengan menyemprotkan jet cair dari samping. Arus yang bergerak itu masih dapat terlihat sampai agak jauh, yang menunjukkan perilaku jet cair berpenampang bundar yang keluar dari nosel dan mengalir dengan kecepatan tinggi ke dalam kolam fluida stagnan, yang fluidanya sama dengan fluida jet. Kecepatan jet yang keluar dari nosel itu seragam lagi konstan, dan tetap demikian pada inti jet. Tetapi inti jet ini makin kecil luas penampangnya bila posisinya semakin jauh dari nosel. Inti itu dikelilingi oleh jet turbulen yang makin membesar, dimana kecepatan radial pun makin kecil bila jaraknya semakin jauh dari garis pusat jet.

Pencampuran Gas-Liquid Dalam proses pencampuran gas dengan liquid, gas akan tersuspensi dalam bentuk gelembung-gelembung kecil dengan tekanan tertentu. Pencampuran tanpa gerak Gas dan zat cair yang tidak viskos dapat dicampurkan dengan baik dengan melewatkannya melalui sepotong pipa kosong atau pipa yang diperlengkapi dengan orifis atau sekat- sekat. Pada kondisi yang tepat, panjang pipa mungkin

tidak lebih dari 5 sampai10 diameternya, namun panjang yang disarankan ialah antara 50 sampai 100 diameter. Pencampuran yang lebih sulit bias dilakukan dengan menggunkan pencampur tanpa gerak, yaitu suatu piranti yang digunakan secara komersial dimana terdapat berganti- ganti elemen- elemen yang mebagi dan menyatukan kembali bagian- bagian arus fluida. Dalam pencampur elem yang berbentuk heliks pendek membagi arus menjadi dua, memutarnya 180 derajat, dan menyerahkannya ke elemen yang berikutnya, yang terpasang pada sudut 90 derajat terhadap ujung belakang elemen pertama. Elemen kedua membagi lagi arus yang sudah terbagi itu dan memutarnya 180 derajat pada arah yang berlawanan.

C. Prinsip Dasar Pengadukan (Mixing)


Ketika mempertimbangkan beberapa aplikasi yang penting dari pengadukan, tidak ada larutan yang didapatkan masalah dalam pengadukan. Pengadukan yang optimum tergantung pada beberapa faktor yang berbeda. Pengadukan larutan harus didasari ilmu, pengalaman, dan kapasitas/jumlah produk untuk menetapkan bentuk sistem yang tepat dalam menyediakan total zat yang diperlukan dari proses pengadukan.

Mekanisme pengadukan

Dalam pengadukan terdapat beberapa mekanisme yang berbeda seperti yang dijelaskan pada tabel di bawah ini. Yang utama, setiap aplikasi akan mempunyai sistem yang berbeda. Dan mungkin proses dalam suatu aplikasi menggunakan semua mekanisme mekanisme ini.

Agar mendapatkan desain mixer yang optimum dalam suatu proses, diperlukan pengertian yang terperinci dari jenis mekanisme dan kepentingannya dalam mendapat hasil proses yang diinginkan.

Konveksi

Disebabkan oleh kerja impeller, fluida bergerak melewati bagian bagian vessel, mencegah stratifikasi (tingkatan)

Macro - mixing

Disebabkan oleh aliran turbulen pusaran air yang besar, pusaran air di wilayah impeller lebih tinggi dari sekitarnya. Ini membuat komponen komponen yang lebih besar menjadi lebih kecil..

Laminer shear

Skalanya lebih kecil dari makro mixing, fluida selanjutnya didispersi oleh laminer shearing. Unsur unsur dilonggarkan, diubah lalu diikat.

Micro - mixing

Pengadukan dengan skala terkecil, difusi dari reaktan terjadi akibat pengaruh gradien konsentrasi.

10

Nomenclature Where: D = Impeller Diameter C = Impeller off Bottom Clearance N = Impeller speed Z = liquid Depth T = Vessel Diameter

11

DISAIN VESSEL Vessel Geometry Dalam mendesain suatu vessel adalah penting untuk memahami ilmu ukur tangki dalam menentukan disain mixer yang final. Aspek rasio yang buruk dan atau bentuk alas yang tidak sesuai dapat meningkatkan biaya mixer dan pastinya mustahil untuk mengoptimalkan desain mixer tersebut.

Bentuk Alas Bentuk alas tangki dapat memberi efek penting pada pola aliran dihasilkan di dalam mixing vessel dan mempengaruhi kemampuan mixer untuk mencapai performa proses yang optimum. Umumnya dish-bottom tank merupakan bentuk alas yang lebih dianjurkan. Bagaimanapun, flat-bottoms dan shallow cones ( kurang dari 15) dapat digunakan pada berbagai proses tanpa ada masalah. Pada kasus flat bottom performa tanki mixer bisa ditingkatkan dengan corner fillets. Umumnya bentuk kerucut yang dalam harus dihindarkan terutama pada suspensi solid.

Baffles

12

Mencegah Arus Putar Aliran tingkat (circulatory flow) dan arus putar (swirling) dapat dicegah dengan menggunakan salah satu dari tiga cara di bawah ini : Dalam tangki-tangki kecil impeller dipasang di luar sumbu tangki (eksentrik). Porosnya digeser sedikit dari garis pusat tangki, lalu dimiringkan dalam suatu bidang yang tegak lurus terhadap pergeseran itu. Dalam tangki-tangki yang lebih besar, agitatornya dipasang di sisi tangki, dengan porosnya pada bidang horisontal, tetapi membuat sudut dengan jari-jari tangki. Pada tangki besar yang mempunyai agitator vertikal, cara yang paling baik untuk mengurangi arus putar ialah dengan memasang sekat- sekat (baffle) yang berfungsi merintangi aliran rotasi tanpa mengganggu aliran radial atau aliran longitudional.

D. Dasar Aplikasi Pencampuran


Aplikasi pencampuran yang paling umum mengandalkan arus/aliran untuk mencapai hasil proses yang diinginkan. Aplikasi ini dikenal sebagai, ' Aplikasi pengendalian arus', meliputi blending, suspensi solid, perpindahan panas. Blending / HOMOGENISASI liquid Blending dua atau lebih cairan adalah untuk mendapat campuran homogen merata disemua titik di dalam tank, biasanya dalam suatu periode waktu tertentu. Pencampuran cairan melibatkan beragam densitas dan/atau viskositas yang memerlukan perhatian khusus dan memerlukan waktu bercampur yang lebih panjang untuk memastikan bahwa cairan telah bercampur.

13

Typical Aplikasi Pencampuran Reaksi kimia Polymerisasi pencampuran sederhana dari fluida Penyimpanan, Feed, atau Holding Tank Informasi yang dibutuhkan untuk pemilihan mixer Viskositas Densitas Tekanan & Temperatur Waktu campur Volume (s) Proses specific lain yang diperlukan

SUSPENSI SOLID Suspensi dari partikel solid di dalam suatu cairan dapat dilakukan dengan menggunakan arus dengan percepatan yang cukup untuk mengangkat solid ke level yang diinginkan di dalam tangki.
Information Required for Equipment Selection SG of Liquid SG of Solid range Percent solids by Weight Slurry viscosity Degree required of Suspension

Solids size or distribution of

PERPINDAHAN PANAS Ada banyak aplikasi yang termasuk eksotermik, endotermis atau

membutuhkan pemanasan/pendinginan. Panas yang dibutuhkan ini, ditransfer ke atau dari fluida melalui permukaan peminndah panas biasanya dalam wujud coil atau suatu jaket. Mixer digunakan untuk meningkatkan pemindahan panas dengan mempengaruhi koefisien film sisi mixer. Hal tersebut dikenal sebagai bagian dari overall persamaan perpindahan panas dan variabelnya tidak dipengaruhi oleh mixer, pengaruhnya jauh lebih besar pada keseluruhan pemindahan panas.

14

IMPELER Tipe Impeller Fungsi dari impeller adalah untuk mengkonversi energi perputaran dari batang mixer ke dalam kombinasi arus yang benar, shear dan turbulensi untuk mencapai hasil proses yang dibutuhkan. Tidak ada satupun design impeller mampu untuk memberikan performa optimum di bawah kondisi operasi apapun, performa optimum proses bergantung pada pemilihan suatu design impeller yang memiliki karakteristik specifik yang dibutuhkan.

Penempatan Impeller Penggunaan konfigurasi impeller tunggal atau multiple dalam fluida proses dapat memberikan effect yang signifikan pada performa proses secara keseluruhan. Penempatan yang tidak tepat dapat menyebabkan buruknya pendispersian dari additif dan impeller dikeluarkan saat mencapai tahap krusial proses.

Rasio D/T Perbandingan diameter impeller ( D) ke diameter vessel ( T) mempunyai efek yang sangat penting terhadap performa dari kebanyakan mixer fluida dan D/T optimum adalah fungsi dari kondisi proses dan kebutuhan proses. secara normal D/T optimum berada pada range 0.2< D/T< 0.5. Beberapa aplikasi khusus, kadang-kadang beroperasi di luar range ini.

E. Peralatan Pengadukan
Berdasarkan Aliran Counterflow Impeller aliran berlawanan adalah impeller yang paling efesien yang tersedia untuk aplikasi pencampuran khusus dan bagi campuran berviskositas tinggi.

15

High Solidity Counterflow Impeller aliran berlawanan soliditas tinggi ini adalah kombinasi peralatan dari sebuah impeller pita helix dan kipas lebar hidrofil efesiensi tinggi, untuk menghasilkan bentuk aliran yang efektif dalam sebuah patokan luas dari viskositas.

Turbine Pencampuran menggunakan impeller turbine secara umum dapat diadaptasikan dalam aplikasi yang cukup luas, dan mempunyai banyak jenis.

Anchor(jangkar) Untuk perpindahan pada dinding tanki dalam aplikasi viskositas tinggi dan jangkar sebagai penggantung yang fleksibel.

Ribbon(pita) Impeller pita paling sering digunakan pada aplikasi pencampuran batch dalam industri kimia dan petrokimia dengan menggunakan pita helix dan impeller skrup pita helix. COUNTER FLOW IMPELLER (Impeller aliran Berlawanan) Impeller aliran berlawanan adalah impeller yang paling efesien yang tersedia untuk aplikasi pencampuran khusus dan bagi campuran berviskositas tinggi. Karena aksi gandanya yang unik, desain diameter yang besar, impeller aliran berlawanan cocok untuk fluida dengan viskositas dari 25.000 cp hingga 75.000 cp dan indikasi patokan pencampuran sebesar 0,1 hingga 5.

Efesiensi pemompaan lebih besar Pada pencampuran yang menggunakan impeller aliran berlawanan laju pemompaannya lebih tinggi bila dibandingkan dengan impeller konvensional karena

16

secara efesien dioperasikan pada rasio diameter impeller ke tanki lebih besar. Pada turbin konvensional secara signifikan kekuatannya lebih besar untuk menghasilkan aliran pada dinding-dinding. Model CFD di bawah ini menunjukan bentuk aliran.

Konsestensi peningkatan produk Dengan pemompaan keduanya (atas dan bawah), impeller CF mendispersi fluida lebih teliti melalui vessel dan menyediakan konsistensi produk lebih besar dan lebih bergantung dalam siklus waktu yang lebih pendek.

Pengurangan biaya perawatan Kecepatan putaran lebih lambat dari impeller aliran berlawanan sehingga akan memperpanjang waktu hidup peralatan dan mengurangi biaya tambahan yang berhubungan dengan segel.

HIGH SOLIDITY COUNTERFLOW IMPELLERS

Impeller aliran berlawanan soliditas tinggi ini adalah kombinasi peralatan dari sebuah impeller pita helix dan kipas lebar hidrofil efesiensi tinggi, untuk menghasilkan bentuk aliran yang efektif dalam sebuah patokan luas dari viskositas. Desain unik pada solusi pencampuran ini mengizinkan berbagai industri untuk mengambil keuntungan dari teknologi pencampuran produk yang berviskositas tinggi.

17

IMPELLER TURBINE Pencampuran menggunakan impeller turbine secara umum dapat diadaptasikan dalam aplikasi yang cukup luas, dan mempunyai banyak jenis.

a. Flat Blade Turbine Flat Blade Turbine efektif untuk aplikasi putaran sangat tinggi dan penggunaan umumnya dipakai untuk pencampuran pada biaya efesien atau ketiks pemecahan tinggi dikehendaki. Contoh : emulsi liquid-liquid atau penyikatan solid intensitas tinggi. Flat blade turbine secara umum tidak direkomendasikan dispersi gas. b. Curved Blade Turbine Curve Blade Turbine adalah impeller aliran radial yang paling efesien yang digunakan untuk mematahkan untuk aplikasi

penyumbatan aliran dalam aplikasi kecepatan aliran sensitif. Seperti dalam sebuah penghancur aluminium

multistage. Hal ini juga secara berlebih digunakan dimana kecepatan dinding tinggi dikehendaki seperti dalam

aplikasi transfer panas.

18

c. Disc Turbine

Disc Turbine sering dipilih untuk aplikasi dispersi gas tetapi sekarang sering diganti dengan hidrofil soliditas tinggi dan atau turbin Smith. Secara umum digunakan untuk aplikasi

pencampuran intensitas tinggi dimana jumlah kekuatan impeller rendah

ditingkatkan menjadi sangat tinggi. d. Turbin Smith dispersi gas. Turbin Smith

memberikan design bilah yang khas untuk menangani kecepatan gas paling tinggi yang bertujuan untuk

meningkatkan efisiensi.

APLIKASI : 1. Homogenitas Untuk menjaga kehomogenan hasil suling atau produk intermediet/ masukan pabrik kimia serta penyimpanan minyak mentah dalam tanki pemasukan sulingan langsung ke unit proses. Dengan cara pergerakan pada tanki dengan balikan bawah ke atas sebaik sirkulasi disekitar tanki sehingga menjamin bagian bawah, tengah dan atas seragam.

2. Pencampuran Untuk mencampur dua atau lebih komponen sehingga mendapatkan sebuah campuran yang homogen.

19

3. Keseragaman temperatur Aliran balik dari bawah ke atas ditentukan untuk membantu transfer panas ketika pemanasan atau pendinginan serta untuk mempertahankan keseragaman temperatur lengkap dengan perpindahan fluida. Penempatan mixer relatif terhadap elemen pemanasan dan juga penting untuk mendapatkan hasil proses yang diinginkan. Mixer yang digunakan adalah mixer sumbu tetap dengan menggunakan sistem pencampuran dari kondisi tanki atau pencampuran selama pump up. Sebagai contoh, pencampuran mungkin menghendakisebuah mixer 45 KW untuk melakukan pencampuran yang dikehendaki dalam 12 jam dari pembagian kondisi tanki, tetapi jika mixer yang sama dioperasikan selama 6 jam pump up homogenitas bisa dicapai selama 6 jam. Sama halnya jika waktu pencampuran 12 jam dari pemenuhan pump up bisa ditoleransi, hal ini mungkin jika sebuah mixer 22 KW cocok. Persyaratan kekuatan minimum harus dujaga. Mixer pertama harus diposisikan 22,5o searah jarum jam dari inlet dan mixer tambahan harus juga 22,5 o searah jarum jam untuk menjamin aliran inlet pantas memiliki efek penambahan propeller dan aliran jet.

Agitator Impellers : Sealant Systems Sealant Systems Setiap Sealant System dipilih menurut proses yang dikehendaki. Variabel yang dipertimbangkan dalam pemilihan adalah temperature dan tekanan operasi. Kebutuhan untuk kondisi yang steril dan aseptic dari medium. Seal standar meliputi lip seal, stuffing box tekanan rendah dan tinggi, single or double cartridge seals.

20

F. Aplikasi Agitator
MAVADRIVE (Magnetic Drive Agitators) Keuntungan : 1. Mudah dibersihkan dan disterilisasi. 2. Impeller multi stage disediakan untuk kultur sel dan fermentasi mikroba. 3. Kontrol kecepatan dengan peralatan baru dan desain sensor yang inovatif. 4. Pemanfaatan penurunan alat untuk rotor magnetic unit pengendali putaran tinggi. Madrive (Steril Agitators) MRG : kendali ke atas untuk batasan kekuatan kekuatan kecil dan menengah dengan diameter 20 80 mm MFG : agitator menurun untuk proses fermentasi dari diameter corong 20 200 mm. MRH : untuk aplikasi pencampuran dengan persyaratan lebih rendah dalam teknologi steril.

MEKANIKA PEMECAH BUIH Dengan memasukkan sebuah pemecah buih mekanik ke dalam sebuah vessel dengan aerasi tertekan dan proses mixing dalam area steril dan non steril. Dengan cara ini volume vessel dapat dikurangi serta penggunaan agent anti buih dapat dicegah atau dikurangi dan aliran atas proses dapat dioptimalkan. Ini berarti instalasi pemecah buih mekanik lebih ekonomis.

21

Mixer Related Dimensionless Numbers

Batch Mixers - FKM series


Batch mixer dikenalkan oleh Loedige untuk teknologi gabungan. Peralatan dengan elemen campuran dimana dapat diadaptasikan ke kebutuhan pribadi, produksi campuran dalam mesin sangat tinggi FKM-Series batch mixer dibuat dalam batasan ukuran dari FKM 130 dengan kapasita bekerja 50-90 liter, hingga FKM 30000 D dengan kapasitas bekerja 1200021000 liter.

22

Kualitas campuran tertinggi Waktu penyampuran pendek Batch yang bisa diproduksi ulang Perawatan produk yang mudah Ketersediaan maksimum Dengan konsep perawatan pencampuran rendah Mudah diakses ke seluruh bagian dalam dari mixer

Jangkauan Aplikasi pemrosesan material bekas(bubuk, granula, serat) Suplai Cairan ke material solid yang kering (penghalusan + granulasi)

Ploughshare Batch Mixer FKM 600 D

Pilihan Peralatan

23

Permukaan dengan resistensi pemakaian maksimum Kosntruksi Baja keras, stainless steels dan material khusus Unit Pemotong Perangkat untuk penyediaan liquid Plougshare-Shovel with Chopper and Injection Lance (supplies liquid directly into the area in which the chopper operates)

Scott Plow Mixer Memiliki ruang pencampuran silindris dengan dengan intensitas penggarapan yang tinggi untuk membuat zona pencampuran yang dicairkan. Kecepatan lebih tinggi tidak tidak berpengaruh terhadap rancangan transfer silindris dan menghasilkan hasil pencampuran yang tinggi.

Keunggulan dari PLOW INDUSTRIAL MIXERS:

24

Sangat cocok untuk mengaduk antara solid dan solid atau mengubah cairan menjadi solid Daerah jangkaun permukaan yang sempurna pada tabung mixer Intensitas tinggi pada zona pengadukan Kecepatan yang diterima lebih tinggi dari mixer tradisional Tersedia dalam 316 stainless, 304 stainless atau carbon steel,atau alloy exotic Tersedianya pilihan pemotong berkecepatan tinggi untuk membantu kinerja Penambahan jaket bertekanan tinggi dan design vacuum

CFD

25

Untuk Pengadukan Dalam Bidang Industri


Dua manfaat penting yang dihasilkan dari penggunaan FLUENT untuk memecahkan permasalahan aplikasi pengadukan selama bertahun tahun : laba membesar dan kepercayaan pekerja. Keuntungan diperoleh dari penggunaan CFD(Computational Fluid Dynamics). Uji skala prototype dan bangunan dari stirred tank reactor memerlukan waktu yang lama dan biayanya mahal. Sebagai tambahan, banyak peralatan dari reactor yang sulit ditentukan secara percobaan. Penggunaan CFD untuk memprediksi dan memahami flow-dependent proses dalam peralatan yang dapat meningkatkan kualitas produk dan mengurangi biaya dan waktu. Selama beberapa tahun FLUENT telah menjadi terdepan dari pengembangan komersil CFD dan mempunyai komitmen dalam pengadukan di bidang industri. FLUENT dipenuhi dengan kemampuan untuk simulasi stirred tank dan static mixer, dan secara rutin digunakan untuk proses yang melibatkan aliran laminar dan turbulen, arus reaksi, campuran gas dan liquid, dan suspensi solid. Untuk menangani pencampuran pada fluida Non Newtonian, bahan viskoelastis, intermeshing impeller, atau twin-screw extruder. software. FLUENT menawarkan POLYFLOW

Mixer for Stainless Steel Totes Dynamix Agitator telah dipahami pada Industrial Tank Mixing dan diaplikasikan untuk Bulk Mixing Tank. Hasilnya baik untuk fluida viskositas rendah dan viskositas tinggi didesain untuk Bulk Mixing Tank. High Viscosity Mixer membutuhkan desain dan pemilihan yang lebih dibanding Low Viscosity Mixer.

26

Perusahaan Mixer sering membuat mixer kecepatan tinggi untuk pemakaian High Viscosity dan Low Viscosity. Biopharm Mixers Biopharm Mixers terdapat berbagai bentuk desain, pilihan dan material untuk aplikasi pengadukan dalam proses sanitasi dan memastikan tingkatan tertinggi dari sanitary mixing. IBC Mixers Didesain dengan menggunakan plastic transportable (IBC) container. NIMIX Mixing Systems Digunakan untuk pabrik dan pemindahan fluida dalam aplikasinya pada pabrik zat zat kimia, makanan dan farmasi. Impeller Jika hanya ada satu mixer, maka hanya satu juga menggunakan impeller. Impeller yang cocok untuk suatu aplikasi belum tentu cocok untuk aplikasi lainnya. Scott Flow Mixer mempunyai ruang pengadukan silinder dengan intensitas aliran tinggi untuk menciptakan fluidized mixing zone. Kecepatan yang lebih tinggi disatukan dengan cylindrical design transfer dan menghasilkan hasil pengadukan yang banyak. Ciri ciri Mixer ini: Cocok untuk pengadukan solid pada solid atau pengubahan liquid pada solid. Luas permukaan sempurna pada silinder mixer Overlapping wedge style plows menciptakan fluidized mixing zone dengan intensitas tinggi. Kecepatannya lebih tinggi dibanding mixer biasa. Hinged doors are sanitary in design Tersedia stainless jenis 310, 304 atau carbon steel atau alloy. Pilihan Chopper dengan kecepatan tinggi tersedia untuk menbantu proses. Optional enhancement melalui penambahan desain jaket/pembungkus tekanan tinggi dan vakum.

27

BAB III PENUTUP

KESIMPULAN
1. Pengadukan menggunakan propeller, menyebabkan aliran aksial 2. Pengadukan menggunakan impeller, menyebabkan aliran aksial 3. Semakin cepat pengadukan, maka semakin besar vorteks yang terbentuk 4. Kerugian akibat adanya vorteks, pencampuran lambat terjadi, harus menggunakan kecepatan pengadukan yang tinggi, pengadukan tidak homogen karena partikel mengumpul di tengah vessel 5. Jika densitas dan viskositas cairan lebih kecil maka yang terjadi vorteks yang terbentuk lebih besar 6. Pengadukan dengan baffle dapat merendam vorteks yang terbentuk 7. pengadukan dengan propeller menyebabkan vorteks lebih kecil bila dibandingkan dengan menggunakan turbine.

Parameter yang Mempengaruhi Proses Mixing

1. Parameter proses yang mempengaruhi proses mixing, yaitu : a. Viskositas Viskositas adalah sebuah ukuran penolakan sebuah fluid terhadap perubahan bentuk di bawah tekanan shear. Biasanya diterima sebagai "kekentalan", atau penolakan terhadap penuangan. Viskositas menggambarkan penolakan dalam fluid kepada aliran dan dapat dipikir sebagai sebuah cara untuk mengukur gesekan fluid. Air memiliki viskositas rendah, sedangkan minyak sayur memiliki viskositas tinggi. Viskositas (kekentalan): Semua macam liquid dan gas ( Fluida ) memenuhi kriteria Fluida Newton, maka tepatnya = viskositas = kekentalan.

28

Ada 2 macam viskositas : viskositas dinamis viskositas kinematis Penyebab viskositas pada gas Viskositas pada gas timbul karena perubahan momentum, jika pembahan momentum besar maka akan ada hambatan, karena perubahan momentum dipengaruhi oleh suhu. Penyebab viskositas pada liquid Apabila fluidanya adalah liquid maka fluidanya inkompresible yaitu variasi tekanan tidak menyebabkan perubahan densitas (p) (p konstan) sedangkan dalam praktek keteknikan g (gravitasi) dianggap konstan. Viscosity : Ukuran ketahanan sebuah fluida terhadap deformasi atau perubahan bentuk.? Bila suatu fluida mengalami geseran, ia mulai bergerak dengan laju regangan yang berbanding terbalik dengan suatu besaran yang disebut dengan koefisien kekentalan Viskositas fluida cair akan berkurang jika fluida cair tersebut dipanaskan. Hal itu terjadi karena ikatan molekul fluida cair tersebut menjadi melemah. Akan tetapi, Viskositas fluida gas akan bertambah jika fluida? gas tersebut dipanaskan. Hal itu terjadi karena aktivitas molekul fluida gas meningkat Viskositas suatu cairan merupakan sifat yang sangat penting dalam penganalisaan tingkah laku cairan dan gerakan cairan dekat batas padat. Untuk mengetahui besarnya kekentalan cairan tidak dapat langsung dilakukan pengukuran, melainkan dengan menggunakan sebuah alat ukur yang akan didesaian dengan menggunakan prinsip hukum stokes.

b. Kelarutan zat terlarut Kelarutan atau solubilitas adalah kemampuan suatu zat kimia tertentu, zat terlarut (solute), untuk larut dalam suatu pelarut (solvent) . Kelarutan dinyatakan dalam jumlah maksimum zat terlarut yang larut dalam suatu pelarut pada kesetimbangan. Larutan hasil disebut larutan jenuh. Zat-zat tertentu dapat larut dengan perbandingan apapun terhadap suatu pelarut.

29

Contohnya adalah etanol di dalam air. Sifat ini lebih dalam bahasa Inggris lebih tepatnya disebut miscible. Pelarut umumnya merupakan suatu cairan yang dapat berupa zat murni ataupun campuran. Zat yang terlarut, dapat berupa gas, cairan lain, atau padat. Kelarutan bervariasi dari selalu larut seperti etanol dalam air, hingga sulit terlarut, seperti perak klorida dalam air. Istilah "tak larut" (insoluble) sering diterapkan pada senyawa yang sulit larut, walaupun sebenarnya hanya ada sangat sedikit kasus yang benar-benar tidak ada bahan yang terlarut. Dalam beberapa kondisi, titik kesetimbangan kelarutan dapat dilampaui untuk menghasilkan suatu larutan yang disebut lewat jenuh (supersaturated) yang metastabil.

c. Konduktivitas termal fluida dan zat terlarut jika terjadi perpindahan panas Konduktivitas termal (K) : Sifat suatu zat yang mengalami perpindahan panas ke tinggi perpindahan panas tinggi Mekanisme perpindahan panas konveksi dan radiasi tidak dibahas d. Densitas fluida Densitas diartikan sebagai masa per satuan volumenya dan umumnya disimbolkan . Fluida gas mempunyai densitas yang berbeda pada setiap tingkat tekanannya. Sedangkan cairan umumnya tidak berubah secara signifikan. Gravitasi spesifik digambarkan sebagai rasio atau perbandingan densitas material itu sendiri dengan densitas air dan disimbolkan dengan w. Sedangkan volume spesifik dijabarkan sebagai jumlah volume setiap satuan masanya.

e. Ukuran partikel solid Semakin besar ukuran partikel solid yang akan dimixing maka akan membutuhkan waktu yang semakin lama untuk proses pencampuran.

30

2. Parameter Mekanik yang Mempengaruhi Proses Mixing, yaitu : a. Diameter impeller Suspensi padat-cair di dalam tangki berpengduk banyak diterapkan di industri. Unjuk kerja pencampuran padat-cair tersebut perlu dikaji lebih dalam karena aliran dalam tangki berpengaduk sangat kompleks, terutama fenomena makroinstabilitas (MI). Di dalam penelitian ini akan dipelajari pengaruh makroinstabilitas (MI) terhadap campuran padat-cair dalam tangki berpengaduk double impeller terhadap distribusi konsentrasi padatan untuk pencampuran padat-cair di dalam tangki berpengaduk yang dilengkapi dengan impeller ganda Disc Turbine. Sistem yang akan dipelajari dalam penelitian ini adalah tangki silindris dengan dasar datar berdimeter (T) 0.3 m yang dilengkapi dengan empat buah baffle (lebar = 0,1T) dan dipasang pada arah vertikal secara simetris. Impeller yang digunakan adalah double impeller bertipe disc turbine dengan diameter impeller (D) 0.1 m. Sistem tersebut digunakan untuk pencampuran partikel inert dan air dengan konsentrasi yang bervariasi. Unjuk kerja pencampuran tersebut akan dipelajari dengan metode Computational Fluid Dynamics (CFD) berbasis Large Eddy Simulation (LES), yang ditunjang dengan Sliding Mesh (SM) model sebagai pemodelan gerakan impeller dan Mixture model sebagai pemodelan pencampuran multifasa. Hasil-hasil simulasi berupa variasi pola alir, kecepatan aliran campuran, konsentrasi padatan dan tekanan dinamik di dinding bejana akan dipelajari untuk mengetahui karakteristik makroinstabilitas system pencampuran padat-cair dan dampaknya terhadap distribusi padatan.

b. Rotasi impeller permenit Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi waktu pencampuran yang terjadi dalam suatu tangki berpengaduk dengan pendekatan transport species

31

unsteadystate dan pola alir steadystate terhadap distribusi species tracer dalam larutan menggunakan FLUENT 6.1.16 dimana hal ini bertujuan untuk melihat kinerja pencampuran dari berbagai jenis impeller berdasarkan waktu pencampuran serta mempelajari pengaruh variable-variabel yang digunakan terhadap waktu pencampuran. Dalam simulasi ini digunakan system tangki berpengaduk standard yang digunakan pada eksperimen Lunden (1994) beralas datar yang dilengkapi dengan 4 buah baffle dengan diameter T = 0.54 m dan tinggi H = T. Impeller yang digunakan adalah rushton disc turbine dan fan turbine. Tracer berupa ammonium nitrat (NH4NO3) dialirkan melalui pipa inlet pada permukaan tangki dengan fraksi massa 95%. Sedangkan variable percobaan yang dilakukan meliputi kecepatan putar impeller 150 dan 250 rpm, jarak impeller dengan dasar tangki 1/3T dan 1/2T. Simulasi dilakukan dengan menggunakan Computational Fluid Dynamics (CFD) kode komersial FLUENT 6.1.16 dengan permodelan turbulensi k- standard, pemodelan impeller dengan Multi Reference Frame (MRF). Medan aliran dimodelkan pada kondisi steadystate. Pertama-tama yang dilakukan adalah menggambar system yang akan dipelajari, kemudian membuat grid-nya. Setelah itu mengekspor grid ke dalam FLUENT lalu memilih persamaan-persamaan yang akan diselesaikan. Selanjutnya adalah menuliskan spesifikasi material yang digunakan dan menentukan kondisi batas yang dipakai. Setelah itu memilih formulasi solver, lalu melakukan iterasi. Data-data yang diperoleh kemudian dianalisa dan dipelajari. Setelah dilakukan simulasi, didapatkan hsil sebagai berikut : Pada kecepatan putar impeller 150 rpm didapatkan waktu pencampuran sebesar 20.1 detik untuk rushton disc turbine 1/3T; 18.9 detik untuk rushton disc turbine 1/2T; 17.1 detik untuk fan turbine 1/3T; 15.2 detik untuk fan turbine 1/2T. Pada kecepatan putar impeller 250 rpm didapatkan waktu pencampuran sebesar 13.5 detik untuk rushton disc turbine 1/3T; 12.3 detik untuk rushton disc turbine 1/2T; 10.3 detik untuk fan turbine 1/3 T; 8.8 detik untuk fan turbine 1/2T. semakin besar kecepatan putar impeller, waktu

32

pencampurannya semakin kecil. Hal ini dapat dinyatakan dengan hubungan : t N-a dimana harga a = -3.275 sampai -1.524. Jarak impeller 1/2T memberikan waktu pencampuran lebih rendah dibandingkan dengan ajrak 1/3T dengan selisih 6 sampai 14%. Sehingga dapat dikatakan jarak impeller sangat kecil pengaruhnya terhadap waktu pencampuran. Fan turbine memberikan waktu pencampuran lebih rendah dibandingkan dengan rushton disc turbine dengan selisih 15 sampai 30%. Sehingga tipe impeller juga berpengaruh terhadap waktu pencampuran.

c. Bentuk impeller Bentuk arah aliran yang terjadi di impeller. Aliran fluida dalam impeller dapat berupa axial flow, mixed flow, atau radial flow. Bentuk konstruksi dari impeller. Impeller yang digunakan dalam pompa sentrifugal dapat berupa open impeller, semi-open impeller, atau close impeller. Banyaknya jumlah suction inlet. Beberapa pompa setrifugal memiliki suction inlet lebih dari dua buah. Pompa yang memiliki satu suction inlet disebut single-suction pump sedangkan untuk pompa yang memiliki dua suction inlet disebut double-suction pump. Banyaknya impeller. Pompa sentrifugal khusus memiliki beberapa impeller bersusun. Pompa yang memiliki satu impeller disebut single-stage pump sedangkan pompa yang memiliki lebih dari satu impeller disebut multi-stage pump.

d. Volume vessel Semakin besar volume vessel,semakin lama waktu yang diperlukan untuk melakukan proses mixing. Untuk tanki kecil, impeller dipasang diluar sumbu tanki, porosnya digeser sedikit dari garis pusat tanki, lalu dimiringkan dalam satu bidang yang tegak lurus terhadap pergeseran itu,sehingga vorteks

33

dapat dikurangi. Untuk tanki yang lebih besar, agitatornya dipasang disisi tanki, dengan porosnya pada bidang horizontal, tetapi membuat sudut dengan jari-jari tanki.

e. Bentuk vessel Bentuk vessel sangat mempengaruhi waktu pencampuran dan juga hasil yang didapat dari proses mixing tersebut.

f. Letak agitator terhadap vessel Agitator berfungsi untuk mengaduk larutan kimia di dalam tangki bahan kimia. Untuk mendapatkan produk berkualitas, maka liquid, solid dan gas harus dicampur dalam berbagai kombinasi. Mixing secara luas digunakan di industri yang produktif dalam proses termasuk perubahan fisik dan kimia. Mixing merupakan pusat dari proses dalam industri makanan, farmasi, kertas, plastik, keramik, karet, dan sebagainya. Oleh karena itu proses mixing membutuhkan investasi yang besar. Selain biaya besar, terdapat kesulitan dalam pemilihan tipe mixer yang sesuai dengan kebutuhan. Demikian juga dengan masalah analisa performance dari instalasi yang ada. Kurangnya pengetahuan tentang proses mixing tidak terlihat atau akan tertutupi dengan adanya overdesign dan ini lidak terdeteksi bila dinilai dari kualitas produk. Namun demikian bila dalam operasi, suatu perusahaan mengabaikan proses mixing akan mengakibatkan kapital dan biaya operasi menjadi linggi. Di dalam praktek, operasi mixing hampir selalu mempunyai fungsi multi yaitu ketika proses dilakukan di dalam tangki berpengaduk mekanis, pengaduk menjalankan banyak tugas. Sebagai contoh, di dalam tangki kristalisasi, harus diperhatikan: bulk blending, heal transfer, suspensi kristaI, rale pertumbuhan dan pembentukan inti kristal yang kedua. Contoh lain, di dalam tangki fermentasi, harus diperhatikan: efek dari mixing.

34

The Armfield Fluid Reversible Fluid Apparatus: 1. An apparatus for Fluid Mixing Mixing Apparatus Mixing mixing a fluid ... Apparatus 376 x 268 piksel ... 481 x 408 piksel - 6k 15k - jpg 452 x 400 piksel ARMFIELD 211 x 194 piksel gif www.physics.ubc.ca 43k - gif 140 x 139 16k - jpg www.fas.harvard.edu www.uspto.gov piksel - 3k - jpg www.armfield.co.uk www.usc-ph.net

Penjelasan Mixer: The two mixing blades rotate towards each other at differential speeds inside a Wshaped trough. Each blade moves the material in opposite direction thereby providing excellent cross mixing of all raw materials. The blades pass the trough walls and each other at close clearances resulting in good mixing. The close clearance produces a shearing and tearing action that is beneficial to the size reduction of solids. This mixer is most suitable for highly viscous material and dough like masses. Selection of appropriate blade shape and speeds result in excellent mixing. On completion of the mix cycle, the trough of the mixer is tilted and the product is discharged. The mixer is also available with a bottom opening design for discharge.
Penjelasan Mixer: Keduanya yang mencampur mata pisau berputar ke arah satu sama lain pada diferensial mempercepat di dalam suatu palung W-Shaped. Masing-Masing mata pisau pindah;gerakkan material di (dalam) arah kebalikan dengan demikian menyediakan salib sempurna [yang] mencampur dari semua bahan baku. Mata pisau lewat dinding palung dan satu sama lain pada pemeriksaan dekat menghasilkan yang baik [yang] mencampur. pemeriksaan Yang dekat menghasilkan suatu pencukuran dan tindakan menyobek yang adalah pengaruh baik bagi pengurangan ukuran [dari;ttg] padat. Mixer ini adalah [yang] [yang] pantas untuk adonan dan material [yang] sangat merekat seperti massa. Pemilihan [dari;ttg] mata pisau sesuai membentuk dan kecepatan mengakibatkan pencampuran sempurna. Pada [atas] penyelesaian [menyangkut] siklus campuran, palung dari mixer dimiringkan dan produk dipecat. Mixer adalah juga tersedia dengan suatu alas/pantat [yang] membuka disain untuk pemecatan.

Type of Blades

35

Sigma

Spiral

Masticator

Naben

Sigma blades are best suited for all round use. These may be positioned with either tangential or overlapping action. Both actions provide excellent mixing characteristics.

Spiral blades provide excellent mixing for fiber-reinforced products. These do not have the same heavy duty shearing action like other blades and therefore produce a smooth homogenous mix with no fiber breakdown.

Masticator blades provide excellent mixing and kneading action for highly viscous, tough masses. These are widely used by the rubber industry in Dispersion Kneaders and Intermixes.

Naben blades produ extra shearing actio required for certai materials. The blad geometry resists distortion from stres in the mixing load These are available both tangential and overlapping action mixers.

Standard Features

Customised Features

Available in all grades of Carbon Steel and Stainless Steel. Optional Teflon Coated Internals for Food and Sticky material applications. Optional wear resistant liner plates provided for abrasive products. Jacketed construction available for heating and cooling applications. Different shape blades available to suit specific applications. Can be offered for vacuum application. Available in working capacities of 5 Liters to 2500 Liters. Other sizes manufactured on request.

Good Manufacturing Practice (GMP models. Explosion-proof motors, Variable Speed Drives along with Electrical Control Panel. CE

Applications

Ideal for mixing,

MIXERS

36

Sigma Mixer Sigma Mixer Extruder Single Planetary Mixer Double Planetary Mixer Plough Share Mixer Liquid Mixer, Agitator Batter Mixer Edge Mixer OTHER EQUIPMENT Ball Mill Vibro Sifter Conveyor Vacuum Drying Oven Vacuum Dryer Pressure Vessels Heat Exchangers Thermic Heating System

BLENDERS Vibro Blender Ribbon Blender V - Blender Double Cone Blender Vertical Screw Blender

SPECIALITY FABRICATION Tanks Columns Storage Hoppers, Bins Jacketed / Coiled Vessels

37

Ball Mill consists of cylindrical shell rotating on a horizontal axis mounted on a sturdy Mild Steel Frame. The Ball Mill Shell is designed to withstand the rotational load of the mill charged with the grinding medium and the material to be processed. Openings are provided through which the grinding medium and the material to be processed are loaded and discharged. The Mill is driven by motor coupled to the Reduction Gear box with Chain and Sprocket arrangement.

Mill Linings Ball and Pebble Mills may be lined with rubber, ceramic and wear resistant metallic liners. Grinding Media. Mills may be charged with ceramic, steel and alloy steel grinding media. These are spherical or cylindrical in shape and range from 6 mm to 100 mm in size. Features

Application

Available in all grades of Carbon Steel and Stainless Steel, Special Alloy Steel (e.g. Manganese Steel) Individual custom-designed to suitable applications. Unlined Steel or with replaceable metal Liners. With or without jacket and automatic thermal controls. Mill shell diameters up to 3 meters.

Metallic Powders (Steel). Gypsum Wallboard Additives. Bronze Powders and Minerals. Carbon and Coal.

Di (dalam) [yang] rancang-bangun kimia, bahan kimia reaktor adalah kapal dirancang untuk berisi reaksi kimia. Perancangan suatu bahan kimia reaktor berhadapan dengan berbagai aspek [dari;ttg] rancang-bangun kimia. Insinyur kimia mendisain reaktor untuk memaksimalkan nilai tunai bersih untuk reaksi yang diberi [itu]. Para perancang memastikan bahwa reaksi meneruskan efisiensi yang paling tinggi ke arah produk keluaran yang diinginkan, memproduksi hasil produk [yang] yang paling tinggi [selagi/sedang] menuntut

38

paling sedikit jumlah uang untuk membeli dan beroperasi. Biaya operasi normal meliputi masukan energi, kepindahan energi, bahan baku biaya-biaya, tenaga kerja, dan lain lain energi Perubahan dapat datang dalam wujud memanaskan atau mendingin, memompa untuk meningkatkan memaksa, kerugian tekanan tentang geseran ( seperti jatuh tekanan ke seberang suatu 90o siku atau suatu lempeng orifis [mulut]), hasutan/peradangan, dll. Ada dua jenis kapal dasar utama: reaktor tangki/tank- suatu tangki/tank reaktor berbentuk pipa- suatu tabung atau pipa Kedua-Duanya jenis dapat menggunakan sebagai reaktor batch atau reaktor berlanjut. Paling biasanya, reaktor adalah menabrak; menyerang posisi mantap, tetapi kaleng juga dioperasikan di (dalam) suatu penumpang sementara menyatakan. Ketika suatu reaktor dikembalikan yang pertama ke dalam operasi ( setelah pemeliharaan atau inoperation) [itu] akan dianggap sebagai di (dalam) suatu penumpang sementara status, [di mana/jika] kunci memproses variabel ber;ubah dengan waktu. Kedua jenis reaktor boleh juga mengakomodasi satu atau lebih padat ( bahan reaksi, katalisator, atau material tanpa daya), tetapi bahan reaksi dan produk secara khas cairan dan gas. Ada tiga model dasar utama dulu menaksir variabel proses yang paling utama dari bahan kimia reaktor yang berbeda : reaktor batch model ( batch), stirred-tank reaktor berlanjut model ( CSTR), dan busi mengalir reaktor model ( PFR). Lagipula, reaktor katalitis memerlukan perawatan terpisah, apakah mereka adalah batch, CST atau PF reaktor, [seperti;sebagai;ketika] banyak pengambil-alihan model yang lebih sederhana tidaklah sah. proses kunci Variabel meliputi: tempat kediaman waktu ( t, huruf kecil Yunani Tau) volume ( V) temperatur ( T) memaksa ( P) konsentrasi bahan kimia jenis ( C1, C2, C3,... Cn) koefisien alih bahang ( h, U) Di (dalam) suatu CSTR, satu atau lebih bahan reaksi cairan diperkenalkan ke dalam suatu reaktor tangki/tank yang dilengkapi dengan suatu pendorong [selagi/sedang] anak sungai reaktor dipindahkan. Pendorong menggerakkan bahan reaksi untuk memastikan pencampuran sesuai. [Yang] sederhananya membagi volume dari tangki/tank oleh rata-rata laju alir volumetric

39

melalui/sampai tangki/tank memberi tempat kediaman waktu, atau rata-rata sejumlah waktu [adalah] suatu kwantitas bahan reaksi [yang] terpisah membelanjakan di dalam tangki/tank [itu]. Penggunaan bahan kimia ilmu gerak, penyelesaian persen [yang] diharapkan reaksi dapat dihitung. Beberapa aspek [yang] penting [menyangkut] CSTR: Pada posisi mantap, laju alir di (dalam) harus sama aliran massa menilai ke luar, jika tidak tangki/tank akan meluapi atau pergi kosong ( penumpang sementara menyatakan). [Selagi/Sedang] reaktor adalah di (dalam) suatu penumpang sementara menyatakan penyamaan model harus diperoleh dari kesetimbangan energi dan massa diferensial. Semua kalkulasi dilakukan dengan CSTRS mengasumsikan pencampuran sempurna. Reaksi berproses di tingkat tarip reaksi dihubungkan dengan yang akhir ( keluaran) konsentrasi. Sering, [itu] secara ekonomis pengaruh baik bagi beroperasi beberapa CSTRS secara urut atau di (dalam) paralel. Ini mengijinkan, sebagai contoh, CSTR yang pertama untuk beroperasi pada suatu yang lebih tinggi bahan reaksi konsentrasi dan oleh karena itu suatu yang lebih tinggi reaksi tingkat tarip. Di (dalam) kasus ini, ukuran dari reaktor mungkin (adalah) bervariasi dalam rangka memperkecil total penanaman modal memerlukan untuk menerapkan proses. [Itu] dapat dilihat bahwa suatu tanpa batas jumlah [yang] kecil CSTRS operasi secara urut akan setara dengan suatu PFR.

Arus berlanjut menggerakkan reaktor tangki/tank

Reaktor ini terdiri dari suatu sumur - tangki/tank yang digerakkam berisi enzim, yang mana [adalah] secara normal immobilised. Substrate arus secara terus-menerus dipompa ke dalam reaktor pada waktu yang sama [sebagai/ketika] arus produk dipindahkan. Jika reaktor sedang bertindak di (dalam) suatu cara ideal, ada total back-mixing dan arus produk adalah serupa dengan fasa-cair di dalam [karar/invarian] dan reaktor berkenaan dengan waktu. Beberapa molekul substrate mungkin (adalah) dipindahkan dengan cepat dari reaktor, sedangkan (orang) yang lain boleh tetap (sebagai) untuk periode substansiil. Distribusi tempat kediaman [kali;zaman] untuk molekul di (dalam) substrate arus ditunjukkan di (dalam) Gambar 5.4.

40

CSTR adalah suatu reaktor dibangun, murah dan serbaguna, yang (mana) mengijinkan katalisator sederhana [yang] membebankan dan penggantian. Sumur nya - alam[i] yang dicampur mengijinkan kendali secara langsung (di) atas temperatur dan pH dari reaksi dan kepindahan atau persediaan gas. CSTRS [tuju/ cenderung] untuk;menjadi [yang] agak besar seperti: perlu untuk secara efisien dicampur. Volume mereka pada umumnya sekitar lima [bagi/kepada] sepuluh waktu volume dari berisi enzim immobilised. Ini, bagaimanapun, mempunyai keuntungan yang ada sangat kecil perlawanan kepada alir substrate arus, yang (mana) boleh berisi koloidal atau tidak dapat larut substrates, asalkan partikel nsur/butir yang tidak dapat larut tidaklah mampu menyapu enzim yang immobilised dari reaktor [itu]. mekanik Alam[I] dari gerakan/kegemparan batas [adalah] pen;dukungan untuk enzim [yang] yang immobilised ke material . yang manakah tidak dengan mudah hancur[kan] untuk memberi ' bagus' yang (mana) boleh masuk arus produk. Bagaimanapun, partikel nsur/butir relatip kecil ( menuju ke sekitar 10 mm garis tengah) mungkin (adalah) digunakan, jika mereka cukup tebal/padat untuk tinggal bertahan di dalam reaktor [itu]. Ini minimises permasalahan dalam kaitan dengan diffusional perlawanan. Suatu CSTR ideal mempunyai punggung lengkap - pencampuran menghasilkan suatu minimisasi [menyangkut] substrate konsentrasi, dan suatu maksimalisasi [menyangkut] konsentrasi produk, sehubungan dengan konversi yang akhir, pada tiap-tiap titik di dalam reaktor yang faktor efektivitas menjadi seragam dalam keseluruhannya. Begitu, CSTRS menjadi reaktor yang lebih disukai, segalanya selain itu tetap sama, untuk/karena proses yang menyertakan substrate larangan atau produk pengaktifan. Mereka adalah juga bermanfaat [di mana/jika] substrate arus berisi suatu penghambat enzim, karena (itu) adanya dilemahkan di dalam reaktor [itu]. Efek ini adalah [yang] paling nyata jika konsentrasi penghambat adalah lebih besar dibanding larangan yang tetap dan [ S]0/Km adalah rendah untuk larangan [yang] kompetitif atau [yang] tinggi untuk larangan tidak kompetitif, ketika pelemahan penghambat mempunyai lebih efek dibanding substrate pelemahan. Penyimpangan dari CSTR perilaku ideal terjadi ketika ada suatu lebih sedikit rejim pencampuran efektif dan boleh biasanya (adalah) diperdaya dengan terus meningkat stirrer mempercepat, mengurangi solusi yang sifat merekat atau biocatalyst konsentrasi atau oleh reaktor [yang] lebih efektif menggagalkan. Tingkat reaksi di dalam suatu CSTR dapat diperoleh dari suatu massa sederhana menyeimbangkan untuk;menjadi laju alir ( F) [kali;zaman] [adalah] perbedaan di (dalam) substrate konsentrasi antar[a] pintu masuk dan saluran reaktor. Karenanya:

41

( 5.7) Oleh karena itu: ( 5.8) dari penyamaan ( 5.4): ( 5.9) Oleh karena itu: ( 5.10) Reaktor yang dihasut ( Autoclaves atau menggerakkan reaktor) dengan PDC masuk suatu jangkauan luas campuran logam, kapasitas, dan tekanan disain. Kita membuat reaktor digerakkam custom-designed untuk berbagai reaksi proses. reaktor [yang] Digerakkam [kita/kami] digunakan di (dalam) laboratorium, pabrik-panduan, dan produksi skala kecil fasilitas. PDC membangun reaktor digerakkam dan kapal tekanan dari campuran logam [yang] paling machinable. Kapasitas terbentang dari 50 cc [bagi/kepada] 500 galon ( 2 m3). disain reaktor yang dihasut Tekanan terbentang dari ruang hampa penuh [bagi/kepada] 150,000 psig ( 10,300 [bar/palang]). Temperatur terbentang dari - 400 oF [bagi/kepada] 2,500 oF( 200 oC [bagi/kepada] 1,400 oC). Masing-Masing reaktor digerakkam adalah suatu sistem lengkap. Ini meliputi bejana reaktor, posisi pendukung, perakitan hasutan/peradangan ( magnetis stirrer, [memandu;mengemudi] motor, sabuk, pengawal sabuk, pendorong dan takometer digital), berbagai koneksi proses, saluran, tabung contoh, sensor temperatur, mendingin coil dan perakitan cakram pecahan. Pemanasan kendali dan sistem opsional. Kita menawarkan suatu lengkap meluncur sistem reaktor digerakkam menjulang lengkap dengan produk [yang] memuat, memberi makan, reaksi dan modul menerima, analisa produk dan saldo/timbangan massa. Kita juga menawarkan berbagai kendali dari manual sederhana mengendalikan untuk mengedepan SCADA PC-BASED dan DCS. Tolong mengacu pada pabrikpanduan bagian [kita/kami] untuk informasi tambahan. Tarik akan suatu tanda kutip pada [atas] suatu PDC menggerakkan reaktor? Tolong menggunakan Reaktor [yang] Digerakkam [kita/kami] dan Tekanan

42

Kapal Pemilihan Mandu untuk membantu kamu menetapkan reaktor [yang] digerakkam mu atau kapal tekanan.

pola aliran air (penyaliran)


http://www.genborneo.com/2011/01/pola-aliran-air-penyaliran.html Posted by akhmad nafarin Posted on 7:48:00 AM with 5 comments radial sentifugal

radial sentrifugal adalah pola aliran yang menyebar meninggalkan pusatnya. pola aliran ini terdapat di daerah gunung yang berbentuk kerucut. radial sentripetal

radial sentripetal adalah pola aliran yang mengumpul menuju pusat. pola ini terdapat di daerah basin (cekungan) trellis

43

daerahnya merupakan daerah lipatan yang kuat atau lapisan batuannya miring dengan macam-macam batuan heterogen. parallel

terbentuk dari aliran cabang-cabang sungai sejajar atau parallel pada bentang alam yang panjang. dendritik

dendritik adalah pola aliran yang tidak teratur. pola alirannya seperti ranting pohon diman sungai induk memperoleh aliran dari anak sungainya. jenis ini biasanya terdapat di daerah datar, daerah dataran pantai/ daerah berupa pegunungan yang meluas. rectangular

rectangular adalah pola aliran yang membentuk sudut siku-siku atau hampir 90 anular

44

anular adalah pola aliran sungai yang membentuk lingkaran. terdapat di daerah dome yang dewasa yang sudah banyak mengalami erosi. pinate

pinate adalah pola aliran dimana muara-muara anak sungainya membentuk sudut lancip. concorted

terbentuk dari aliran cabang-cabang sungai yang relatif tegak lurus terhadap sungai induk subsekuen yang melengkung. dibedakan dari recurved trellis dengan ciri daerahnya yang tidak teratur. radial

45

radial adalah pola aliran yang memancar menjauhi pusat, jenis ini biasanya terdapat di daerah gunung api atau pegengungan kubah. multi basinal

multi basinal adalah pola aliran yang ditandai dengan adanya cekungan yang kering atau terisi air yang saling terpisah dan aliran yang berbeda-beda. jenis ini biasanya terdapat di daerah endapan antara bukit bedrock yang tererosi dan didaerah yang aktif gerakan tanah dan vulkanik. subdendritik ubahan dari pola dendritik karena pengaruh topografi dan struktur akibat pengaruh kekar secara perlahan. anastomatik jarinagn saluran saling mengikat, terdapat di daerah banjir, delta dan rawa pasang surut distributary bentuknya menyerupai kipas, terdapat pada kipas aluvial dan delta. coliniar dicirikan oleh kelurusan sungai da aliran yang selang seling antara muncul dan tidak, memanjang diantara pegunungan bukit pasir pada daerah loess dan gunung pasir landai. subparallel kemiringan lereng sedang, dikontrol oleh subparallel, lereng litologi dan struktur. lapisan batuan relatif seragam resistensinya. fault trellis

46

kelurusan sungai-sungai besar adalah sebagai kelurusan sesar. menunjukan graben dan horst secara bergantian. joint trellis

kontrol strukturnya adalah kekar.ditandai oleh aliran sungai yang pendek-pendek lurus dan sejajar. angulate

kelokannya tajam dari sungai kemungkinan karena sesar. kelurusan ana sungai diakibatkan kekar. terdapat pada litologi berbutir kasar dengan keduduan horizontal, biasanya angulate dan rectangular terdapat bersama dalam satu daerah. sentripetal

47

pla ini berhubungan dengan kawah, kaldera, dolena besar atau uvalla. beberapa pola sentripetal yang bergabung menjadi multicentripetal dan lain-lain

MACAM MACAM POLA ALIRAN

http://geotsasa44.blogspot.com/2011/10/macam-macam-pola-aliran.html Diposkan oleh kim jonghae lee min ho di 19.14 Dendritik adalah seperti percabangan pohon, percabangan tidak teratur dengan arah dan sudut yang beragam. Berkembang di batuan yang homogen dan tidak terkontrol oleh struktur, umunya pada batuan sedimen dengan perlapisan horisontal, atau pada batuan beku dan batuan kristalin yang homogen. Paralel adalah anak sungai utama saling sejajar atau hampir sejajar, bermuara pada

48

sungai-sungai utama dengan sudut lancip atau langsung bermuara ke laut. Berkembang di lerengyang terkontrol oleh struktur (lipatan monoklinal, isoklinal, sesar yang saling sejajar dengan spasi yang pendek) atau dekat pantai.

Radial atau menjari, jenis ini dibedaka n menjadi dua yaitu:

1. Radial sentrifugal adalah pola aliran yang menyebar meninggalkan pusatnya. Pola aliran ini terdapat di daerah gunung yang berbentuk kerucut. Sungai Radial Sentrifugal. 2. Radial sentripetal adalah pola aliran yang mengumpul menuju ke pusat. Pola ini terdapat di daerah basin (cekungan).

Trellis adalah percabangan anak sungai dan sungai utama hampir tegak lurus, sungai-sungai utama sejajar atau hampir sejajar. Berkembang di batuan sedimen te rlipat atau terungkit dengan litologiyang berselang-seling antara yang lunak dan resisten. Annular adalah sungai utama melingkar dengan anak sungai yang membentuk sudut hampir tegak lurus. Berkembang di dome dengan batuan yang berseling antara lunak dan keras. Centripetal adalah sungai yang mengalir memusat dari berbagai arah. Berkembang di kaldera, karater, atau cekungan tertutup lainnya. Multibasinal adalah percabangan sungai tidak bermuara pada sungai utama, melainkan hilang ke bawah permukaan. Berkembang pada topografi karst. Pinate adalah pola aliran di mana muara-muara anak sungainya membentuk sudut lancip. Rektangular adalah pola aliran yang membentuk sudut siku-siku atau hampir siku-siku 90. TUGAS KHUSUS

APLIKASI FLUID MIXING PADA REAKTOR CSTR

Di Teknik kimia, reaktor kimia adalah alat ( vessel ) yang dirancang untuk melakukan reaksi kimia tempat reaksi kimia berlangsung. Perancangan suatu reaktor kimia berhadapan dengan berbagai aspek tentang rancang-bangun kimia. Insinyur kimia mendesain reaktor untuk memaksimalkan nilai produk untuk reaksi tersebut. Para perancang memastikan bahwa reaksi meneruskan efisiensi yang paling tinggi ke

49

arah produk keluaran yang diinginkan, memproduksi hasil produk yang paling tinggi akan menuntut paling sedikit jumlah uang untuk membeli dan beroperasi. Biaya operasi normal meliputi masukan energi, kepindahan energi, bahan baku biaya-biaya, tenaga kerja, dan lain lain.

Jenis reaktor Menurut sistem alirannya, ada 3 macam jenis reaktor yaitu :

1. Batch Reactor ( Reaktor Batch ) Merupakan tangki berpengaduk Mempunyai sistem aliran tertutup. Suatu reaktor dikatakan reaktor batch apabila tidak ada lagi penambahan reaktan baik itu dalam fase gas, cair, ataupun solid.

2. Continue Reactor ( Reaktor Kontinu ) Merupakan sistem aliran terbuka. Suatu reaktor dikatakan reaktor kontinu apabila terdapat reaktan yang dimasukkan dan ada produk yang dikeluarkan secara terus menerus. Ada 2 jenis reaktor kontinu :

a. CSTR ( Continuous Stirred Tank Reactor ) b. PFR ( Plug Flow Reactor )

3. Semibatch Reactor ( Reaktor Semibatch ) Pada saat reaktan reaktan telah bereaksi membentuk produk , kemudian dilakukan penambahan reaktan secara semi kontinu.

Reaktor tangki

50

Merupakan reaktor berbentuk pipa - pipa suatu tabung. Reaktor jenis ini dapat digunakan sebagai reaktor batch atau reaktor kontinu . Paling biasanya, reaktor adalah tem,pat untuk mereaksikan suatu reaksi kimia yang biasanya terdapat pada suatu industri. Kedua jenis reaktor tersebut juga mengakomodasi satu atau lebih padatan ( bahan reaksi, katalisator, atau material tanpa daya), tetapi bahan reaksi dan produk secara khas cairan dan gas.

Berikut ini adalah gambar dari reaktor CSTR :

Sistem pemroses bagi sistem proses pereaksian adalah reaktor. Ada dua model teoritis paling populer yang digunakan dalam merancang reaktor yang beroperasi dalam keadaan tunak, yaitu Continous Stirred Tank Reactor (CSTR) dan Plug Flow Reactor (PFR). Perbedaannya adalah pada dasar asumsi konsentrasi komponen-komponen yang terlibat dalam reaksi. CSTR adalah reaktor model berupa tangki berpengaduk dan diasumsikan pengaduk yang bekerja dalam tanki sangat sempurna sehingga konsentrasi tiap komponen dalam reaktor seragam sebesar konsentrasi aliran yang keluar dari reaktor. Model ini biasanya digunakan pada reaksi homogen di mana semua bahan baku dan katalisnya berfasa cair, atau reaksi antara

51

cair dan gas dengan katalis cair. Untuk reaksi heterogen, misalnya antara bahan baku gas dengan katalis padat menggunakan model PFR. PFR mirip saringan air dari pasir. Katalis diletakkan pada suatu pipa lalu dari sela-sela katalis dilewatkan bahan baku seperti air melewati sela-sela pasir pada saringan. Asumsi yang digunakan adalah tidak ada perbedaan konsentrasi tiap komponen yang terlibat di sepanjang arah jarijari pipa. Sistem pemisahan dan pemurnian bertujuan agar hasil dari sistem pereaksian sesuai dengan permintaan pasar sehingga layak dijual. Sistem pemisahan kadang juga diperlukan untuk menyiapkan bahan baku agar konsentrasi atau keadaannya sesuai dengan katalis yang membantu penyelenggaraan reaksi. Pemilihan sistem pemisahan dan pemurnian tergantung pada perbedaan sifat fisik dan sifat kimia dari masing-masing komponen yang ingin dipisahkan. Perbedaan sifat fisik yang bisa dimanfaatkan untuk memisahkan komponen-komponen dari satu campuran adalah perbedaan fasa (padat, cair atau gas), perbedaan ukuran partikel, perbedaan muatan listrik statik, perbedaan tekanan uap atau titik didih dan perbedaan titik bekunya. Perbedaan sifat kimia yang bisa dimanfaatkan untuk memisahkan komponen-komponen suatu campuran adalah kelarutan dan tingkat kereaktifan. Sistem pemroses yang dibangun tergantung pada jenis perbedaan apa yang ingin dimanfaatkan untuk memisahkan komponen tersebut. Sistem pemroses alat penyaring dan ruang pengendapan bisa digunakan untuk menyelenggarakan sistem proses pemisahan padatan dari cairan atau gas, sementara untuk memisahkan dua fasa cair tak larut hanya bisa menggunakan ruang pengendapan. Sistem pemroses alat penyaring juga bisa digunakan untuk memisahkan bahan padat dengan ukuran partikel yang berbeda. Sistem pemroses pemisahan dan pemurnian yang paling lazim di pabrik kimia adalah distilasi dan ekstraksi. Distilasi memanfaatkan perbedaan

52

perbedaan tekanan uap masing-masing komponen sedangkan ekstraksi memanfaatkan perbedaan derajat kelarutan komponen terhadap satu jenis atau satu campuran pelarut. Operasi mixing banyak dijumpai di Industri, seperti di industri kimia, minyak, oil & gas, pulp & paper, dan di industri fermentasi. Mixing disebut dengan "core process", karena keberhasilan proses keseluruhan tergantung pada proses mixing yang efektif antara fluida-fluida yang terlibat. (Mc Cabe, p241, 1976). Aplikasi mixing di industri umumnya berlangsung di reaktor tangki berpengaduk (STR). STR adalah sebuah vessel yang dilengkapi dengan pengaduk yang berputar (rotating-shaft mixer). Pemilihan jens peralatan mixing dan geometri vessel harus dilakukan dengan tepat agar memberikan hasil yang baik. Agar dapat mendesign peralatan mixing, melakukan scale-up, dan mengontrol jalannya proses mixing yang sesuai dengan performance proses yang diharapkan, maka diperlukan pemahaman mengenai aliran fluida di dalam tangki dengan baik. Saat ini semakin berkembang teknologi mixing seperti CFM (Computational Fluid Mixing), DPIV (Digital Particle Image Velocimetry) dan LIF (Lacer Induced Fluorescence). Teknologi ini merupakan tool yang dikembangkan dari model matematis yang dapat digunakan untuk mengamati fenomena aliran fluida di dalam tangki berpengaduk pada design impeller yang berbeda.

53

Di dalam suatu reaktor CSTR satu atau lebih reaktan cairan masukkan ke dalam suatu tangki reaktor yang dilengkapi dengan suatu impeller. Impeller menggerakkan reaktan untuk memastikan pencampuran berlanggsung dengan baik. Volume dari tangki dibagi didasarkan oleh rata-rata laju alir volumetric melalui tangki. Beberapa aspek penting mengenai reaktor CSTR: o Pada keadaan steady state, laju alir di dalam harus sama aliran massa keluar, jika tidak tangki akan meluap atau kosong. Ketika reaktor dalam keadaan unsteady state menyatakan model persamaan harus diperoleh kesetimbangan energi dan diferensial massa. o Semua kalkulasi dilakukan dengan CSTR diasumsikan pencampuran sempurna. o Konsentrasi pada saat proses dianggap sama dengan konsentrasi output o Biasanya secara ekonomis sangat baik mengoperasikan beberapa reaktor CSTR secara seri atau paralel. Hal ini diperbolehkan sebagai contoh, CSTR yang pertama untuk beroperasi pada suatu konsentrasi reaktan yang lebih tinggi. Dalam kasus ini, ukuran dari suatu reaktor mungkin bervariasi dengan tujuan memperkecil total biaya penanaman modal yang di perlukan untuk melakukan proses tersebut. o Dapat dilihat bahwa suatu jumlah tanpa batas kecil CSTR yang beroperasi secara urut akan setara dengan suatu PFR. dari

54

Pemeriksaan keadaan pada reaktor CSTR Continuous Stirred Tank Reactor adalah reaktor model berupa tangki berpengaduk dan diasumsikan pengaduk yang bekerja dalam tangki sangat sempurna sehingga konsentrasi tiap komponen dalam reaktor seragam sebesar konsentrasi aliran yang keluar dari reaktor. Model reaktor ini biasanya digunakan, pada reaksi homogen dimana semua bahan baku dan katalisnya berfasa cair, atau reakis antara cair dan gas dengan katalis cair. Reaktor ini terdiri dari sebuah tangki pengaduk, yang mana secara normal tidak bergerak. Substrat masuk dipompakan secara continue ke dalam reaktor dan pada waktu yang sama pula dikeluarkan hasil produknya. Jika reaktor ini berjalan dalam keadaan ideal, terdapat total back-mixing dan hasil produk identik dalam fase liquid pada reactor dan tidak berubah terhadap perubahan waktu. Beberapa molekul dari substrat mungkin secara cepat akan menghilang dari reaktor, padahal banyak terdapat sisa dalam waktu yang lama. CSTR merupakan reaktor yang sangat mudah dibuat, serbaguna dan murah. Yang mana dibolehkan untuk mengisi dan mengganti katalis. Pada dasarnya CSTR merupakan pencampur yang baik yang memperbolehkan over control pada temperaturnya dan pH pada reaksi serta penyedia dan penghilang gas. CSTR

55

cenderung lebih besar sebagai pencampur yang efisien, volumenya sekitar lima sampai sepuluh kali dari volume yang terdiri dari enzim yang tidak memiliki mobilisasi. Sebuah CSTR ideal memiliki back-mixing yang sempurna sehingga mengakibatkan dalam meminimalisasikan konsentrasi substrat dan memaksimalkan konsentrasi produk, tergantung pada kondisi akhir, pada setiap titik dalam reaktor faktor keefektifan merupakan hal yang sama dalam keseluruhan proses. Jadi, CSTR merupakan reaktor yang dianjurkan, segalanya menjadi sama, untuk proses-proses yang melibatkan substrat penahan atau penggerakkan produk. Persamaan untuk CSTR adalah : Kecepatan aliran reaktan kedalam elemen volume Kecepatan = aliran reaktan keluar elemen volume Kecepatan reaktan Kecepatan

+ yang hilang karena + akumulasi reaksi kimia dalam elemen volum reaktan pada elemen volum

Dimana dari persamaan terrsebut dapat diperoleh analisa komponen dalam elemen volum pada sistem. Tetapi karena komposisi disepanjang proses adalah sama, maka analisa boleh saja dibuat untuk keseluruhan dari reaktor. Dengan menetapkan reaktan A sebagai acuan, sehingga persamaan diatas menjadi :

Input = output + reaktan yang hilang akibat reaksi + akumulasi

Pada CSTR, akumulasi bernilai 0 karena prosesnya terjadi secara kontinue. Proses operasi kimia tergantung pada effektifitas pencampuran dan pengadukan dari fluida. Pengadukan yang dilakukan akan menyebabkan suatu material akan bergerak secara spesifik (tertentu), sedangkan pencampuran adalah pendistribusian yang acak dan melalui satu atau yang lainnya dari dua atau lebih phase. Suatu material yang homogen, seperti air dingin dalam tanki yang penuh dalam tanki dapat diaduk tetapi tidak dapat dilakukan pencampuran sebelum

56

ditambahkan material lain ke dalam tanki. Jadi jelaslah bahwa pengadukan (agitasi) tidaklah sama dengan pemcampuran (mixing). Tidak seperti unit pengoperasian yang lainnya, proses pencampuran dibutuhkan untuk melakukan beberapa tugas seperti pemompaan, perpindahan panas dan perpindahan massa secara cepat. Peralatan pencampuran yang digunakan untuk kepentingan komersial sangatlah banyak, misalnya pencampuran yang digunakan untuk memproduksi bahan kimia, makanan, obat-obatan dan lain sebagainya. Salah satu contoh dari aplikasi fluid mixing adalah pada reaktor CSTR (Continous Stirred Tank Reactor). Proses pencampuran pada reaktor CSTR merupakan salah satu faktor yang sangat penting karena proses pencampuran ini akan menentukan efektifitas suatu reaktor dalam menghasilkan suatu produk yang diinginkan. Semakin baik proses pencampuran dalam suatu reaktor maka akan menyebabkan semaikn tinggi tingkat konversi dari reaktan menjadi suatu produk. Pada reaktor CSTR proses yang terjadi biasanya berupa pencampuran antara reaktan. Reaktan dalam suatu reaktor dapat berupa fase solid, fase liquid maupun fase gas. Pada reaktor CSTR reaktan yang akan di reaksikan biasanya terbagi menjadi tiga yaitu reaksi solid-liquid, liquid-liquid, liquid-gas maupun solid-liquid-gas. Berikut ini merupakan penjelasan singkat mengenai ketiga jenis pencampuran tersebut :

1. Solid-Liquid Pada pencampuran solid-liquid terdapat tiga kemungkinan yang akan terjadi yaitu

1.

Mendekati suspensi penuh yaitu suspensi dimana masih terdapat sebagian kecil kelompokkelompok zat padat yang terkumpul didasar tanki agak kepinggir atau ditempat lain.

2.

Partikel bergerak penuh

57

yaitu seluru partikel berada dalam suspensi atau bergerak disepanjang dasar tanki

3.

Suspensi penuh atau Suspensi diluar dasar yaitu seluruh partikel berada dalam keadaan suspensi dan tidak ada didasar tanki atau tidak berada didasar tanki selama leih dari 1 atau 2 detik.

2. Liquid-Liquid Pada pencampuran zat cair-cair (misible) didalam tanki merupakan proses yang berlangsung cepat dalam daerah turbulent. Impeller akan menghasilkan arus kecepatan tinggi, dan fluida itu mungkin dapat bercampur baik disekitar impeller karena adanya keterbulenan yang tinggi. Pada waktu arus itu melambat karena membawa ikut zat cair lain dan mengalir disepanjang dinding, terjadi juga pencampuran radial sedang pusaran-pusaran besar pecah menjadi kecil, tetapi tidak banyak terjadi pencampuran pada arah aliran.

3. Liquid-Gas Dalam proses pencampuran gas dengan liquid, gas akan tersuspensi dalam bentuk gelembung-gelembung kecil dengan tekanan tertentu.

4. Solid-Liquid-Gas

58

Fluid Mixing Apparatus

Aplikasi Fluid Mixing dalam industri adalah a. Dalam Industri Obat-Obatan b. Dalam Industri Pengaspalan c. Dalam Industri Karet d. Dalam Industri Plastik e. Dalam Industri yang memerlukan proses pencampuran

bevind 1000 gallon mixing tank

Brine-Water Mixing Tank

59

Mixing Tank

Polymer Mixing Tank

Beberapa alat juga dipakai dalam industri Agronomi

Dalam Industri kimia contohnya sebagai berikut :

60

Vrieco-Nauta Continuous Mixer

61