Anda di halaman 1dari 7

AKUNTANSI SMK NEGERI 1 PUJON

Jurnal Penyesuaian / Adjusting Entries

Jurnal penyesuaian adalah jurnal yang dibuat untuk menyesuaikan saldo perkiraan-perkiraan ke saldo yang sebenarnya sampai akhir periode akuntansi. Ayat jurnal penyesuaian dibuat pada akhir periode akuntansi yakni pada saat membuat laporan keuangan. Tujuan dilakukan penyesuaian: 1. 2. 3. 4. 5. Untuk mempermudah menyusun neraca saldo debet dan kredit. Untuk mereka saldo akun-akun buku besar. Untuk menentukan saldo akun buku besar yang sesuai dengan realita. Untuk mempermudah penyusunan laporan keuangan. Untuk mempermudah penyusunan kertas kerja.

Penyebab adanya pencatatan ayat penyesuaian 1. 2. 3. 4. Peristiwa yang tidak tercatat setiap hari karena tidak efisien untuk melakukannya. Biaya yang tiak tercatat selama periode akuntansi. Item yang mungkin tidak atau belum dicatat. Suatu kondisi yang **** sudah terjadi, tetapi belum dilakukan pencatatan pada rekening yang bersangkutan.

Hal-hal yang perlu mendapat penyesuaian pada akhir periode akuntansi adalah: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Persediaan barang dagang (Inventory of Merchandising) Biaya dibayar di muka (Prepaid Expense) Penghasilan diterima di muka (Accrual Receivable) Biaya ymh. Dibayar (Accrued Payable) Penghasilan yang masih harus diterima (Accrued Income) Penyusutan aktiva tetap (Depreciation of fixed Asset) Piutang tak tertagih Barang habis pakai (Supplies) Pembetulan kesalahan

1. Persediaan barang dagang a. Metode HPP (Cost of Good Sold) HPP Persediaan barang dagang (awal) Pembelian Ongkos angkut pembelian Persediaan barang dagang (akhir) Retur Pembelian HPP b. Metode Ikhtisar Rugi Laba Ikhtisar R/L Persediaan barang dagang (awal)

Rp xx Rp xx Rp xx Rp xx Rp xx Rp xx Rp xx Rp xx Rp xx

AKUNTANSI SMK NEGERI 1 PUJON


Persediaan akhir Rp xx Ikhtisar R/L Rp xx 2. Piutang Pendapatan (Pendapatan ymh. Diterima/Accrued Income/ Pos Antisipasi Aktif) Piutang pendapatan adalah pendapatan yang belum diterima dan belum dicatat pada periode bersangkutan. Contoh 1: Tanggal 1 September 2008 PT X menyimpan uang di Bank Pasifik Rp 1.000.000,00 ,suku bunganya 18% per tahun, dan bunga diterima oleh PT X setiap 6 bulan sekali (tiap 1 Maret dan 1 September). Ini berarti bunga 6 bulan pertama baru akan diterima tanggal 1 Maret 2009. Sehingga sampai akhir periode akuntansi terdapat bunga yang diterima penundaan selama 4 bulan. (1 September 31 Desember) yaitu : 4/12 x 18% x Rp1.000.000 = Rp60.000 Jurnal penyesuaian untuk mencatat piutang bunga pada tanggal 31 Desember 2008 adalah sbb. Date Account Name Ref Debit Rp60.000 Rp60.000 Credit

31/12/2009 Piutang Bunga Pendapatan Bunga Contoh 2:

Pada tanggal 1 Oktober Tuan Emon menyewakan gedung kepada Tn. Fandi Rp1.200.000 setahun. Dengan pembayaran dibelakang, tiap tanggal 1 April dan 1 Oktober. Date 31/12 Account Name Piutang Sewa Pendapatan Sewa Cara menghitung sewa 1/10-31/12= 3 bulan 1.200.000 x 3/12 = Rp300.000 Ref Debit Rp300.000 Rp300.000 Credit

3. Utang Beban / Beban ymh. Dibayar / Accrued Expense / Pos Antisipasi Pasif Adalah biaya-biaya yang sudah diakui tetapi belum dicatat. Contoh: Perusahaan membayar gaji tiap hari Sabtu Rp60.000 per hari. Pembayaran gaji terakhir tanggal 28 Desember dengan demikian gaji tanggal 30 dan 31 Desember belum dibayar, karena baru akan dibayar tanggal 4 Januari tahun berikutnya. Ini berarti sampai akhir periode terdapat gaji yang belum dibayar 2 hari. Date 31/12 Account Name Beban Gaji Utang Gaji 2 hr x Rp60.000 = Rp120.000 Ref Debit Rp120.000 Rp120.000 Credit

AKUNTANSI SMK NEGERI 1 PUJON


4. Piutang Tak Tertagih Adalah piutang yang tidak dapat diterima pembayarannya karena debitur bangkrut, pindah, dll. Sehingga merupakan kerugian piutang tak tertagih. Ada 2 metode pencatatan Piutang tak tertagih: a. Metode Langsung (Direct Method) yaitu dicatat pada periode piutang langsung dicatat. Date Account Name Ref Debit Credit x/x Kerugian piutang tak tertagih Piutang Rp xx Rp xx

b. Metode tidak langsung / Metode Cadangan / Indirect Method yaitu berdasarkan taksiran. Date Account Name Ref Debit Credit x/x Kerugian piutang tak tertagih Cadangan piutang tak tertagih Rp xx Rp xx

Contoh Metode Cadangan: Saldo perkiraan piutang tiap 31 Desember 2012 adalah Rp14.000.000, ditaksir tidak dapat diterima pembayarannya sebesar 5%. Jurnal contoh 1: Account Name Beban kerugian piutang tak tertagih Cadangan piutang tak tertagih Cara: Taksiran: 5% x Rp14.000.000 =Rp700.000

Date 31/12

Ref

Debit Rp700.000

Credit Rp700.000

5. Penyusutan Aktiva Tetap Semua aktiva tetap (kecuali tanah) yang dimiliki dan digunakan oleh perusahaan dalam beroperasi, akan semakin menyusut nilainya bersamaan dengan berlalunya waktu. Contoh: Didaftar saldo, akun peralatan kantor memperlihatkan jumlah Rp200.000, diputuskan manajemen bahwa penyusutan 10% per tahun. Ini berarti penyusutan tiap tahun = 10% x Rp2.000.000 = Rp200.000 Jurnal penyesuaian pada tanggal 31 Desember 2008 adalah sbb. Date 31/12 Account Name Beban penyusutan peralatan kantor Akm. Pny. Peralatan kantor Ref Debit Rp200.000 Rp200.000 Credit

6. Beban dibayar di Muka (Prepaid Expense) Ada 2 metode:

AKUNTANSI SMK NEGERI 1 PUJON


a. Pendekatan neraca / Rekening Riil yaitu pembayaran beban dicatat dalam rekening beban dibayar di muka. b. Pendekatan Rugi Laba atau rekening nominal yaitu pembayaran beban yang dicatat dalam beban. Contoh: Pada tanggal 1 April 2012 dibayar premi asuransi untuk satu tahun sebesar Rp1.200.000 . Diminta jurnal penyesuaian dengan menggunakan metode: a. Neraca / Rekening Riil / Harta b. Rugi Laba / Nominal / Beban
Tgl 1 /4 Metode Neraca / harta Keterangan Jurnal Umum Asuransi dibayar di muka Kas Jurnal Penyesuaian (tgl awal s/d 31 Des) Beban Asuransi Asuransi dibayar di muka Cara: 1/ 4 31/12 = 9 bulan 9/12 x 1.200.000 = 900.000 Jurnal Pembalik (Tidak ada jurnal) Debet 1.200.000 (dalam Rp) Kredit 1.200.000 31/12 900.000 900.000 Tgl 1/ 4 Metode Rugi Laba / Beban Keterangan Debet Jurnal Umum Beban Asuransi 1.200.000 Kas Jurnal Penyesuaian (Tgl 1/1 tgl JT) Asuransi dibayar di muka 300.000 Beban Asuransi Cara: 1/1 1/4 =3 bulan 3/12 x 1.200.000=300.000 Jurnal Pembalik Biaya asuransi 300.000 Asuransi dibayar dimuka (dalam Rp) Kredit

1.200.000

31/12

300.000

1/1

1/1

300.000

7. Pendapatan diterima di muka / Deferred Revenue adalah jika perusahaan menerima pendapatan atas satu barang / jasa yang belum diserahkan. Ada 2 metode: a. Neraca / Riil / utang yaitu penerimaan pendapatan dicatat dalam rekening pendapatan diterima di muka. b. Metode Rugi Laba / Pendapatan yaitu penerimaan pendapatan dicatat dalam rekening pendapatan.

Contoh: Pada tanggal 1 Juli diterima sewa untuk 2 tahun sebesar Rp4.800.000 . Diminta jurnal pada tanggal 1 Juli 2012 (jurnal umum) dan jurnal penyesuaian dengan metode: a. Metode neraca / hutang b. Metode Rugi Laba / Pendapatan
Metode neraca / utang Date 1/7 Account Name Jurnal Umum Kas Sewa diterima di muka Jurnal Penyesuaian (awal 31/12) 1/7 31/12 = 6 bulan 6/24 x 4.800.000 =1.200.000 Sewa diterima Dwimuka Pendapatan Sewa Jurnal Pembalik (Tidak ada jurnal) Debit (dalam Rp) Credit Metode R/L / Pendapatan Date 1/7 Account Name Jurnal Umum Kas Pendapatan Sewa Jurnal Penyesuaian (1/1 JT) 1/1 2012 -1/7 2013 = 18 bulan 18/24 x 4.800.000 = 3.600.000 Pendapatan Sewa Sewa diterima di muka Jurnal Pembalik Sewa diterima di muka Debit 4.800.000 (dalam Rp) Credit 4.800.000

4.800.000 4.800.000 31/12 31/12

1.200.000 1.200.000 1/1

3.600.000 3.600.000 3.600.000

1/1

AKUNTANSI SMK NEGERI 1 PUJON


Pendapatan Sewa 3.600.000

8. Perlengkapan / BHP (Barang Habis Pakai) Biaya pemakaian perlengkapan adalah nilai sebagian dari harga perlengkapan yang telah digunakan selama periode akuntansi. Contoh: Perlengkapan di daftar saldo memperlihatkan jumlah Rp500.000, setelah dihitung secara fisik persediaan perlengkapan pada tanggal 31 Desember 2008 sebesar Rp300.000. Ini berarti perlengkapan yang telah terpakai untuk kegiatan perusahaan berjumlah Rp200.000 (Rp500.000-Rp200.000 = Rp300.000) Jurnal penyesuaian untuk mencatat biaya pemakaian perlengkapan tanggal 31 Desember 2008 adalah sbb. Date Account Name Ref Debit Credit 31/12 Beban Perlengkapan Rp200.000 Perlengkapan Rp200.000 9. Pembetulan Kesalahan Dalam akuntansi mungkin saja timbul kesalahan dalam pencatatan, maka sebelum menyusun Laporan Keuangan perlu dibetulkan. Pembetulannya dilakukan dengan membuat jurnal koreksi / Jurnal penyesuaian. Ada beberapa bentuk kesalahan antara lain: a. Kesalahan jumlah rupiah. b. Kesalahan nama rekening. c. Kombinasi dari beberapa kesalahan Contoh 1: Menerima pelunasan piutang usaha sebesar Rp750.000 dicatat sebagai menerima pelunasan piutang sebesar Rp570.000. Seharusnya Date x/x x/x Kas Piutang Usaha Kas Piutang Usaha Pembetulan Date x/x Account Name Kas Piutang Usaha Ref Debet Rp180.000 Rp180.00 Creid Rp570.000 Rp570.000 Account Name Ref Debit Rp750.000 Rp750.000 Credit

Contoh 2: Membayar sewa kantor Rp1.300.000, dicatat sebagai membayar kantor sebesar Rp1.800.000

AKUNTANSI SMK NEGERI 1 PUJON


Seharusnya Beban Sewa Kas Keliru dicatat Beban Sewa Kas Pembetulan Kas Beban Sewa Dari 2 contoh di atas dapat disimpulkan bahwa: a. Jika kesalahan catat terlalu rendah maka pembetulannya di jurnal sama sebesar kekurangannya. b. Jika kesalahan catat terlalu tinggi, pembetulannya di jurnal kebalikannya sebesar kelebihannya. Contoh 3: Membayar biaya bunga Rp500.000 dicatat sebagai membayar biaya gaji. Seharusnya Beban Bunga Kas Keliru dicatat Beban Gaji Kas Pembetulannya Beban Bunga Beban Gaji Rp500.000 Rp500.000 Rp500.000 Rp500.000 Rp500.000 Rp500.000 Rp500.000 Rp500.000 Rp1.800.000 Rp1.800.000 Rp1.300.000 Rp1.300.000

Contoh 4: Membayar beban sewa Rp500.000 dicatat sebagai membayar bunga Rp50.000. Seharusnya Beban Sewa Kas Rp500.000 Rp500.000

AKUNTANSI SMK NEGERI 1 PUJON

Keliru catat Beban Bunga Kas Rp50.000 Rp50.000

Pembetulannya (penggabungan yang salah dengan yang seharusnya) Beban Sewa Beban Bunga Kas Rp500.000 Rp50.000 Rp450.000

Contoh 5: Menerima pendapatan sewa Rp750.000 dicatat sebagai membayar biaya asuransi Rp150.000. Seharusnya Kas Pendapatan Sewa Beban Asuransi Kas Kas Beban Asuransi Pendapatan Sewa Rp750.000 Rp750.000 Rp150.000 Rp150.000 Rp900.000 Rp150.000 Rp750.000

Dari contoh Noer 3,4,5 di atas dapat disimpulkan bahwa untuk membetulkan kesalahan dilakukan dengan cara membalik jurnal yang salah digabung dengan yang seharusnya.