Anda di halaman 1dari 18

LAPORAN

TEKNIK TENAGA LISTRIK SEMESTER IV

Disusun : Kelompok 2A 5 / LT_2A 1. 2. 3. 4. 5. M. Mujtahid M. Alfadin Hakim Purwanto Aji Ryzky F Rama Permata Senja (3.31.10.0.20) (3.31.10.0.21) (3.31.10.0.22) (3.31.10.0.23) (3.31.09.0.20)

PROGRAM STUDI TEKNIK LISTRIK JURUSAN TEKNIK ELEKTRO POLITEKNIK NEGERI SEMARANG 2012

JOB 3 PENGAMAN BEBAN LEBIH (THERMAL OVER LOAD RELAY / TOLR) 1. Tujuan Setelah melaksanakan praktek ini mahasiswa dapat : - Menentukan dan menjelaskan karakteristik Thermal Over Load Relay (TOLR) - Menjelaskan prinsip kerja TOLR 2. Pendahuluan TOLR (Thermal Over Load Relay) adalah alat listrik sebagai pengaman terhadap arus beban lebih. TOLR yang selalu dipasang dengan kontaktor magnetik bekerja berdasarkan panas akibat dari arus listrik yang melalui TOLR melebihi harga nominal. Energi panas itu diubah menjadi energi mekanik oleh logam bimetal untuk melepaskan kontak-kontak rele dan dapat digunakan untuk membuka suatu rangkaian listrik sehingga melindungi peralatan listrik dari kerusakan akibat arus lebih tersebut. TOLR banyak digunakan sebagai pelindung motor motor listrik terhadap gangguan beban lebih. 3. Peralatan ACPS 220 V Trafo Arus 2000 VA TOLR Tang Amper Stop Watch Kontaktor Kipas Angin Kabel Jumper 1 buah. 1 buah. 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 20 buah.

4. Gambar Rangkaian

AC 220 V A1 A2
95 97 98

6 PS.DC

96

Gambar 3.1. Rangkaian Percobaan TOLR 5. Langkah Kerja A. Percobaan TOLR Karakteristik Panas. 1) Memastikan alat dan bahan yang digunakan dalam keadaan baik dan tidak rusak, lalu merangkai peralatan seperti pada gambar rangkaian dan mengatur arus nominal IN dari TOLR sebesar 4 kali nilai nominal ( = 0,8 A). 2) Meng ON kan ACPS hingga kontaktor bekerja. 3) Meng ON kan trafo arus dan mengatur tegangan sehingga didapat nilai arus yang dikehendaki. 4) Setelah diketahui besarnya arus yang melewati rangkaian, kemudian ON kan power suply, lalu tunggu hingga TOLR trip, dan catat lamanya TOLR trip. 5) Ulangi langkah no 3 dan 4 untuk nilai-nilai arus yang diminta. 6) Setelah selesai percobaan, mengembalikan peralatan ke tempat semula. 7) Membuat laporan sementara.

B. Percobaan TOLR Karakteristik Dingin 1) Memastikan alat dan bahan yang digunakan dalam keadaan baik dan tidak rusak, lalu merangkai peralatan seperti pada gambar rangkaian dan mengatur arus nominal IN dari TOLR sebesar 0,8 A. Kipas Angin untuk mendinginkan TOLR. 2) Meng ON kan ACPS hingga kontaktor bekerja. 3) Meng ON kan trafo arus dan mengatur tegangan sehingga didapat nilai arus yang dikehendaki. 4) Setelah diketahui besarnya arus yang melewati rangkaian, kemudian ON kan power suply, lalu tunggu hingga TOLR trip, dan catat lamanya TOLR trip. 5) Ulangi langkah kerja no 3 dan 4 untuk nilai-nilai arus yang diminta. 6) Setelah selesai percobaan, mengembalikan peralatan ke tempat semula. 7) Membuat laporan sementara. 6. Lembar Kerja Tabel 3.1. Percobaan TOLR Karakteristik Panas No. 1. 2. 3. 4. 5 I (Amp) IN ~ Reset (A) 2,4 3,2 4 4,8 6,4 X arus nominal 1,5 2 2,5 3 4 Waktu 00:24:11 00:06:26 00:02:19 00:00:59 00:00:23

Tabel 3.2. Percobaan TOLR Karakteristik Dingin No. I (Amp) X arus nominal

1. 2. 3. 4. 5

IN ~ Reset (.A) 2,4 3,2 4 4,8 6,4

1,5 2 2,5 3 4

Waktu 00:29:69 00:16:40 00:10:15 00:08:10 00:04:15

7. Analisa Data Pada praktikum kali ini, yaitu praktikum TOLR, kita akan menganalisa data yang telah diperoleh, diantaranya : arus yang mengalir (kelipatan dari arus rating) dan waktu (lamanya TOLR memutus kontaknya). Berdasarkan prinsip kerjanya, TOLR dilengkapi dengan pengaman thermis(bimetal) untuk pengaman arus beban lebih . Jadi pada saat terjadi arus beban lebih, TOLR akan mengubah energi panas menjadi energi mekanik oleh logam bimetal untuk melepas kontak-kontak releinya. Sehingga arus yang mengalir dalam rangkaian tersebut akan terputus. Kemampuan TOLR untuk memberikan respon dalam melepaskan kontakkontak relenya selain dipengaruhi oleh besarnya arus yang mengalir dalam rangkaian. Dipengaruhi juga oleh suhu lingkungan luar.

8. Kesimpulan 1. TOLR berfungsi untuk mengamankan rangkaian dari arus beban lebih. 2. Suhu di sekitar TOLR, dapat mempengaruhi kinerja TOLR. 3. Perbedaan kinerja TOLR dapat dilihat dari kurva karakteristik panas dan dingin 4. TOLR tidak dapat memproteksi rangkaian listrik dari arus hubung singkat.
5. Arus beban lebih pada TOLR dapat diatur sesuai dengan kebutuhan/beban

9. Pertanyaan dan Tugas 1. Jelaskan Prinsip kerjanya dari TOLR? Jawab:

Apabila TOLR diberi arus melebihi arus nominalnya (I N) maka TOLR akan mengubah energi panas diubah menjadi energi mekanik oleh logam bimetal untuk melepaskan kontak-kontak rele sehingga rangkaian akan terputus. 2. Apa gunanya karakteristik panas dan dingin ? Jawab: Untuk mengetahui perbedaan kerja untuk melepaskan kontak relay dari TOLR tersebut pada suhu lingkungan yang berbeda 3. Bagaimana cara menentukan bahwa kondisi TOLR masih bagus? Jawab: Dengan cara mengadakan percobaan pada TOLR yang dirangkaian dengan sedemikian rupa pada suatu rangkaian. Kemudian rangkaian tersebut diberi arus melebihi arus nominal minimal 4 x IN. Jika TOLR melepaskan kontak-kontak relenya, maka TOLR terdebut masih dalam kondisi bagus. 4. Mengapa motor membutuhkan TOLR meskipun sudah ada MCB ? Jawab: Karena TOLR mempunyai 3 slot untuk kutub R,S, dan T sehingga pengamanan lebih terjamin dibandingkan MCB yang hanya mempunyai 1 slot. Slot-slot tersebut dihubungkan dengan slot R,S, dan T pada motor listrik. 10. Kesimpulan 1. TOLR berfungsi untuk mengamankan rangkaian dari arus beban lebih. 2. Suhu di sekitar TOLR, dapat mempengaruhi kinerja TOLR. 3. Perbedaan kinerja TOLR dapat dilihat dari kurva karakteristik panas dan dingin 4. TOLR tidak dapat memproteksi rangkaian listrik dari arus hubung singkat.
5. Arus beban lebih pada TOLR dapat diatur sesuai dengan kebutuhan/beban

JOB 4 MAGNETISASI INTI TRANSFORMATOR

1. Tujuan Setelah melaksanakan praktek ini, mahasiswa dapat : - Mengambarkan kurva karakteristik magnetisasi inti transformator - Menjelaskan jerat histerisis. 2. Pendahuluan Arus listrik yang mengalir pada kumparan transformator menimbulkan gaya gerak magnet (g.g.m.) : F = N.I yang mampu mengalirkan fluksi pada inti trafo.

E (Volt)

F=N.I
I (amp)

Gambar 4.1. Transformator

Kemampuan untuk mengalirkan arus magnet /fluksi persatuan panjang inti disebut kuat medan magnet H yang menginduksikan fluksi dengan kerapatan B. Gambar 4.1. memperlihatkan perubahan kuat medan H terhadap kerapatan fluksi B. Perubahan harga ggl. E terhadap arus eksitasi I (arus beban 0) dikenal sebagai lengkung magnetisasi E I yang mula-mula linear kemudian melengkung atau berarti bahwa inti transformator mulai jenuh. 3. Peralatan ACPS 220 V 1 buah

Transformator Multimeter analog Kabel jumper

1 buah 2 buah 10 buah

4. Gambar Rangkaian

Gambar 4.2. Rangkaian Percobaan Karakteristik Magnetisasi Inti

5. Langkah Kerja 1) Memastikan alat dan bahan yang digunakan dalam keadaan baik dan tidak rusak, lalu membuat rangkaian seperti pada gambar rangkaian. 2) Mengamatai hasil pengukuran V dan I, Kemudian mengisikan pada tabel hasil pengamatan dan membuat grafik V = f ( I ). 3) Mengamati grafik V=f (I) pada tegangan naik tidak sama dengan pada saat tegangan turun. 4) Memberikan koreksi terhadap kurva magnetisasi hasil pengamatan dibandingkan kurva magnetisasi sebenarnya (V terhadap I dibandingkan E terhadap I).

6. Lembar Kerja Tabel 4.1. Percobaan Karakteristik Magnetisasi Inti

NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 7. Analisa

TEGANGAN NAIK V (volt) I (mA) 10 3.89 20 5.8 30 7.05 40 8.27 50 9.22 60 10 70 10.79 80 11.72 90 12.56 100 13.39 120 15.54 150 19.15 180 25.41 200 30.45

TEGANGAN TURUN V (volt) I (mA) 200 30.8 180 24.9 150 19.05 120 15.37 100 13.36 90 12.49 80 11.60 70 10.64 60 9.88 50 9.18 40 8.19 30 7.07 20 5.72 10 3.9

Dalam percobaan magnetisasi inti transformator diketahui bahwa pada inti trafo akan muncul medan magnet jika dialiri arus, dan akan mengalir fluksi m dengan kerapatan B. Berdasarkan data hasil percobaan diketahui bahwa pada saat pengisian (trafo mulai diberi tegangan dari rendah ke tinggi) arus akan mengalir dan terus meningkat, tetapi ketika pengosongan (trafo diberi tegangan dari tinggi ke rendah) arus yang mengalir akan semakin berkurang. Tetapi pada batas minimum arus tidak akan bernilai 0. Hal ini dikarenakan oleh adanya magnet sisa yang terdapat dalam belitan trafo.

8. Pertanyaan dan Tugas 1. Gambarkan grafik magnetisasi inti transformator.

G
2.

Jelaskan jerat histerisis yang baik untuk inti transformator. Jerat hiterisis yang baik adalah jerat yang berbentuk ramping. Karena dengan berbentuk ramping membutuhkan usaha yang kecil untuk

9.

Kesimpulan 1. naik. 2. terlalu besar. 3. 4. Bila pada inti trafo terdapat kuat medan magnet (H) maka akan mengalirkan fluksi m dengan kerapatan B Grafik jerat histerisis yang baik adalah berbentuk ramping Trafo akan mengalami kejenuhan jika arus yang mengalir Bahwa arus semakin besar maka gaya gerak magnet semakin besar yang mengakibatkan kurva magnetisasi erlahan-lahan semakin

JOB 5 PERBANDINGAN BELITAN TRANSFORMATOR 1. Tujuan Setelah melaksanakan praktek ini, mahasiswa dapat : step up/ down

2. Pendahuluan Salah satu syarat kerja paralel transformator harus diketahui perbandingan belitan masing-masing trafo yang akan kerja paralel, sehingga diperlukan percobaan untuk mengetahui perbandingan belitan dari suatu transformator. Rangkaian pengganti transformator dalam keadaan terbuka adalah sebagai berikut :

Gambar 5.1. Belitan primer dan sekunder Transformator Mengabaikan hilang tegangan pada tahanan dan reaktansi bocor kumparan primer (R1 dan X1) dapat diperoleh : V 1 / V 2 = E1 / E 2 = N 1 / N 2 = a Keterangan : V1 = tegangan masuk / sisi primer (Volt). V2 = tegangan keluar / sisi sekunder (Volt). E1 = ggl. induksi pada sisi primer (Volt).

E2 = ggl. induksi pada sisi sekunder (Volt). N1 = jumlah lilitan sisi primer. N2 = jumlah lilitan sisi sekunder. a = perbandingan belitan / transformasi 3. Peralatan ACPS 220 V Transformator Multimeter Analog Kabel Jumper 4. Gambar Rangkaian 1 buah 1 buah 2 buah 20 buah

Gambar 5.2. Rangkaian transformator step up

Gambar 5.3. Rangkaian transformator step down 5. Langkah Kerja

1) Memastikan alat dan bahan yang digunakan dalam keadaan baik dan tidak rusak, lalu membuat rangkaian seperti pada gambar rangkaian. 2) Melakukan pengukuran tegangan V1 dan V2 dengan sumber tegangan pada sisi tegangan rendah ( sebelum tegangan sumber dihidupkan harus dipastikan mulai dari nol volt) , lalu mencatat hasil pengamatan tersebut ke dalam tabel. 3) Mengulangi langkah 2 dengan sumber tegangan pada sisi tegangan tinggi.
4)

Menghitung nilai ar dan at .

6. Lembar Kerja Tabel 5.1.


TRANSFORMATOR STEP UP Sisi primer tegangan rendah No 1 2 3 4 5 V1 (volt) 10 20 30 40 48 V2 (volt) 50 100 140 157 200 ar 0.2 0.2 0.214 0.254 0.24 TRANSFORMATOR STEP DOWN Sisi primer tegangan tinggi V1 (volt) 50 100 150 200 220 V2 (volt) 12 24 36 48 52 at 4.16 4.16 4.166 4.166 4.230

7. Analisa Data Pada praktikum kali ini, yaitu praktikum perbandingan belitan transformator, kita akan menganalisa data yang telah diperoleh, diantaranya : trafo dapat dibedakan menjadi 2 macam yaitu : 1. Transformator Step-Up atau tranformator penaik tegangan adalah tranformator yang digunakan untuk menaikkan tegangan dari rendah ke tegangan yang lebih tinggi.

2. Transformator Step-Down atau transformator penurun tegangan adalah transformator yang digunakan untuk menurunkan tegangan dari tinggi ke tegangan yan lebih rendah. Cara kerja transformator adalah sebagai berikut : 1. Jika kumparan primer dihubungkan dengan sumber tegangan arus AC, maka pada kumparan primer timbul garis-garis gaya magnet yang berubah-ubah. 2. Perubahan garis-garis gaya dari kumparan primer ini menginduksi kumparan sekunder sehingga pada kumparan sekunder timbul arus bolak-balik. Dengan memilih jumlah lilitan yang sesuai untuk tiap kumparan dapat dihasilkan GGL kumparan sekunder yang berbeda dengan GGL kumparan primer. Hubungan GGL atau tegangan primer (Vp) tegangan sekunder (Vs), jumlah lilitan kumparan primer (np) dan jumlah lilitan kumparan sekunder (ns) dapat dinyatakan dengan rumus :
Tegangan primer Jumlah lilitan primer = Tegangan sekunder Jumlah lilitan sekunder

Vp np = Vs ns

yang biasa disebut dengan perbandingan transformasi. Dengan memperhatikan perbandingan transformasi kita dapat mengetahui jenis dari transformator tersebut apakah trafo Step-Up atau Step-Down. Transformator step up yaitu transformator yang mengubah tegangan bolak-balik rendah menjadi tinggi, transformator ini mempunyai jumlah lilitan kumparan sekunder lebih banyak daripada jumlah lilitan primer (Ns > Np). 2. Transformator step down yaitu transformator yang mengubah tegangan bolak-balik tinggi menjadi rendah, transformator ini mempunyai jumlah lilitan kumparan primer lebih banyak daripada jumlah lilitan sekunder (Np > Ns). Pada transformator (trafo) besarnya tegangan yang dikeluarkan oleh kumparan sekunder adalah:

1. Sebanding dengan banyaknya lilitan sekunder (Vs ~ Ns). 2. Sebanding dengan besarnya tegangan primer ( VS ~ VP). 3. Berbanding terbalik dengan banyaknya lilitan primer, Pengukuran perbandingan belitan adalah untuk mengetahui perbandingan jumlah kumparan sisi tegangan tinggi dan sisi tegangan rendah pada setiap tapping, sehingga tegangan output yang dihasilkan oleh transformator sesuai dengan yang dikehendaki, toleransi yang diijinkan adalah: a. 0,5 % dari rasio tegangan. b. 1/10 dari persentase impedansi pada tapping nominal. 8. Pertanyaan dan Tugas 1) Terangkan cara mendapatkan perbandingan belitan trafo! Jawab: Dengan cara memberi sumber tegangan pada sisi primer pada tegangan rendah dan juga memberikan sumber tegangan pada sisi primer pada tegangan tinggi sehingga akan menghasilkan output tegangan antara tegangan tinggi dan tegangan rendah. 2) Apa gunanya perbandingan belitan trafo? Jawab:. Untuk mengetahui perbandingan jumlah kumparan sisi tegangan tinggi dan sisi tegangan rendah pada setiap tapping, sehingga tegangan output yang dihasilkan oleh transformator sesuai dengan yang dikehendaki, toleransi yang diijinkan adalah:
a. 0,5 % dari rasio tegangan. b. 1/10 dari persentase impedansi pada tapping nominal.

3) Terangkan cara mengetahui bahwa kondisi sebuah trafo masih baik! Jawab:

Sebuah trafo masi baik dengan cara mengukurnya dengan miltimeter. Hal yang perlu diingat ketika menggunakan.Multimeter untuk mengukur transformator adalah: b. Kedua kabel multimeter diletakan secara sembarang ( acak ) pada titik terminal pada gulungan primer
c. Kedua kabel multimeter diletakan secara sembarang ( acak ) pada titik terminal pada gulungan sekunder d. Kedua kabel multimeter diletakan secara sembarang ( acak ) pada titik terminal primer dan sekunder e. Saklar jangkuan ukur pada posisi , batas ukur ( range )pada posisi x1, x10 atau k sesuai kebutuhan .Lihat gambar di bawah ini.

4) Hitung tegangan sekunder trafo 100 VA, 220 V / 110 V, jika diberi sekunder 100 V pada sisi tegangan tinggi? Jawab:

220 E2 = 100 x 110

E2 =

= 50V

9. Kesimpulan 1. Perbandingan antara beliatn primer (N1) dan belitan sekunder (N2) sebanding dengan tegangan sumber (V1) dan tegangan keluaran (V2)

2. 3. 4. pada trafo step down.

Trafo step up prinsipnya untuk menaikkan tegangan sedangkan trafo step down prinsipnya untuk menurunkan tegangan. Dengan melihat sisi tegangan primer dan sekunder dapat ditentukan belitan pertama dan kedua Nilai perbandingan belitan pada trafo step up akan sama walaupun sisi belitan primer dinaikan sampai tegangan maksimum dari trafo, begitu pula

5.

tegangan output yang dihasilkan oleh transformator sesuai dengan yang dikehendaki, toleransi yang diijinkan adalah: a. 0,5 % dari rasio tegangan. b. 1/10 dari persentase impedansi pada tapping nominal.