Anda di halaman 1dari 18

I.

PEMICU Ale, seorang anak tunggal, laki-laki, usia 9 tahun 3 bulan, mempunyai tinggi badan 140cm dan berat 45kg. Sejak usia enam tahun, nafsu makan berlebihan. Ale mempunyai kebiasaan jajan di sekolah. Hampir setiap hari ia makan hamburger dan hot dog. Selain itu ale sering mengkonsumsi es krim. Di rumah, Ale gemar menonton televisi dan bermain video game sampai lupa belajar. Pergi dan pulang sekolah selalu diantar naik kendaraan pribadi. Olahraga hanya dilakukan pada jam yang dijadwalkan di sekolah. Ayahnya bekerja sebagai direktur di sebuah perusahaan. Pada pemeriksaan fisis tampak tungkai bawah melengkung seperti huruf O.

II. KATA KUNCI a. Anak laki-laki 9 tahun 3 bulan tinggi 140cm berat 45kg b. Nafsu makan berlebihan, jajan di sekolah c. Jarang berolahraga d. Tungkai bawah melengkung seperti huruf O e. Gemar menonton TV f. Bermain video game

g. Sosial-ekonomi menengah atas

III. IDENTIFIKASI MASALAH a. Anak mengalami obesitas b. Komplikasi tungkai bawah berbentuk O IV. ANALISIS MASALAH

V. HIPOTESIS Anak obesitas karena tidak ada keseimbangan antara kalori yang masuk, dengan defisiensi vitamin D menyebabkan tungkai berbentuk O

VI. PERTANYAAN DAN PEMBAHASANNYA 1. Bagaimana pertumbuhan dan perkembangan normal anak usia 6-12 tahun ? Perkembangan fisik a. Pertumbuhan selama periode ini rata-rata 3-3,5 kg dan 6 cm per tahun. Lingkaran kepala tumbuh hanya 2-3 cm selama periode tersebut, menandakan pertumbuhan otak mulai melambat. b. Pertumbuhan wajah bagian tengah dan bawah terjadi secara bertahap. Kehilangan gigi desidua, mulai sekitar usia 6 tahun setelah tumbuhnya gigi molar pertama c. Kekuatan otot, koordinasi dan daya tahan tubuh mulai meningkat d. Organ-organ seksual secara fisik belum matang, namun minat pada jenis kelamin yang berbeda dan tingkah laku seksual tetap aktif pada anak-anak dan meningkat secara progresif sampai pubertas. Perkembangan kognitif dan bahasa Pemikiran anak usia sekolah secara kualitas berbeda dari pemikiran anak yang lebih muda 1-2 tahun.Pada tempat kognisi yang berdaya tarik,egosentris dan terikat persepsi,anak usia sekolah semakin mempraktekkan aturan-aturan yang didasarkan pada fenomena yang dapat diamati,faktor pada banyak dimensi dan pandangan serta menginterpretasi presepsinya berdasarkan teori-teori realistic Perkembangan emosi dan sosial Masa laten mengikuti penyelesaian konflik Oedipus,karena energy sosial dipusatkan jauh dari objek larangan aslinya,orang tua,dan kearah pencapaian penyelesaian yang diterima secara sosial.Pekembangn emosi dan sosial berlanjut pada 3 konteks : Rumah,Sekolah,dan Lingkungan sekitarnya.1

2. Apa saja faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang anak usia 6-12 tahun ? Banyak faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Secara garis besar faktor-faktor tersebut dapat dibagi menjadi 2 golongan, yaitu faktor dalam (internal) dan faktor luar (eksternal/lingkungan). Pertumbuhan dan perkembangan merupakan hasil interaksi dua faktor tersebut. 2 Faktor internal terdiri dari perbedaan ras/etnik atau bangsa, keluarga, umur, jenis kelamin, kelainan genetik, dan kelainan kromosom. Anak yang terlahir dari suatu ras tertentu, misalnya ras Eropa mempunyai ukuran tungkai yang lebih panjang daripada ras Mongol. Wanita lebih cepat dewasa dibanding laki-laki. Pada masa pubertas wanita umumnya tumbuh lebih cepat daripada laki-laki, kemudian setelah melewati masa pubertas sebalinya laki-laki akan tumbuh lebih cepat. Adanya suatu kelainan genetik dan kromosom dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak, seperti yang terlihat pada anak yang menderita Sindroma Down. Selain faktor internal, faktor eksternal/lingkungan juga mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Contoh faktor lingkungan yang banyak mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak adalah gizi, stimulasi, psikologis, dan sosial ekonomi. Gizi merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap proses tumbuh kembang anak. Sebelum lahir, anak tergantung pada zat gizi yang terdapat dalam darah ibu. Setelah lahir, anak tergantung pada tersedianya bahan makanan dan kemampuan saluran cerna. Hasil penelitian tentang pertumbuhan anak Indonesia menunjukkan bahwa kegagalan pertumbuhan paling gawat terjadi pada usia 6-18 bulan. Penyebab gagal tumbuh tersebut adalah keadaan gizi ibu selama hamil, pola makan bayi yang salah, dan penyakit infeksi. Perkembangan anak juga dipengaruhi oleh stimulasi dan psikologis.

Rangsangan/stimulasi khususnya dalam keluarga, misalnya dengan penyediaan alat mainan, sosialisasi anak, keterlibatan ibu dan anggota keluarga lain akan mempengaruhi anak dlam mencapai perkembangan yang optimal. Seorang anak yang keberadaannya tidak dikehendaki oleh orang tua atau yang selalu merasa tertekan akan mengalami hambatan di dalam pertumbuhan dan perkembangan. Faktor lain yang tidak dapat dilepaskan dari pertumbuhan dan perkembangan anak adalah faktor sosial ekonomi. Kemiskinan selalu berkaitan dengan kekurangan makanan, kesehatan lingkungan yang jelek, serta kurangnya pengetahuan.

3. Faktor yang mempengaruhi obesitas:3 a. Gangguan pada leptin dan jalur sinyal leptin Leptin adalah hormon penanda obesitas. Hal tersebut disebabkan semakin banyak penyimpanan lemak maka leptin akan semakin banyak dilepaskan ke darah melalui sekresi dari adiposa. Masalah pada obesitas dapat disebabkan rusaknya resptor leptin di otak sehingga menyebabkan aliran dari leptin tidak akan dapat mencapai CNS dan menimbulkan efek untuk dapat menurunkan nafsu makan. Lalu cacatnya transportasi leptin untuk melewati sawar darah otak juga dapat mempengaruhi obesitas. b. Kurang Olahraga Kurang olahraga atau rendahnya aktivitas fisik akan tidak sebanding dengan asupan makanan yang didapat karena energi yang didapat tidak sama dengan energi yang dikeluarkan. Pola hidup modern menunjang rendahnya aktivitas sehari-hari dengan menonton televisi, bermain video game. c. Perbedaan Fidget Factor Fidget Factor adalah keadaan yang menjelaskan variasi penyimpanan lemak diantara orang-orang, yaitu energi yang dikeluarkan dari aktivitas fisik selain olahraga yang terencana. Hal yang dimaksud adalah aktivitas spontan yang dapat mengeluarkan kalori tanpa memerlukan usaha yang disadari. d. Gangguan emosional Seseorang yang memiliki gangguan emosional dengan beranggapan bahwa makan yang berlebihan dapat memberikan kepuasan akan menjadi salah faktor yang mendukung obesitas. e. Virus Adenovirus-36 yang menginfeksi sel dalam tubuh dapat mengubah jaringan dewasa, stem cell spesifik diubah menjadi sel penyimpanan lemak adipose f. Bakteri Studi menunjukkan bahwa orang dengan obesitas memiliki proporsi bakteri yang lebih banyak didalam usus yang dapat memecah serat lebih efisien. Semakin besar daya serap yang tersedia untuk serapan dari saluran cerna maka lemak akan membuat bakteri membantu host memperoleh lebih banyak energi dari asupan makanan. g. Kurang tidur Kebiasaan tidur yang sedikit akan menyebabkan penurunan kadar leptin sehingga menyebabkan sinyal untuk berhenti makan akan berkurang. Sedangkan ghrelin yang memberikan sinyal untuk mulai makan akan meningkat sehingga nafsu makan menjadi lebih besar.

h. Faktor genetik Faktor genetik dapat mempengaruhi resiko obesitas. Hal tersebut dapat terjadi ketika gen FTO gagal disalin kepada keturunanan. Resiko obesitas pada anak yang memliki cacat salinan gen FTO dari kedua orangtua adalah 70%, dan jika cacat salinan gen FTO yang didapat dari salah satu orangtua maka resiko obesitas menjadi 30% dibandingkan dengan anak yang tidak memiliki cacat salinan gen FTO. i. Bertambahnya sel lemak yang berlebihan Sel lemak akan dibuat secara berlebihan ketika terjadi konsumsi makanan yang berlebih. Sel lemak tidak akan hilang meskipun penderita obesitas telah diet dan menurunkan berat badannya. Hal tersebut karena ketika diet yang akan hilang adalah trigliserida pada penyimpanan lemak di sel sedangkan setelah hilang sel lemak tersebut dapat diisi kembali ketika mengkonsumsi makanan khususnya makanan yang banyak mengandung lemak. j. Perbedaan ekstraksi energi dari makanan Orang yang kurus cenderung memiliki efisiensi dalam menghasilkan energi dari makanan dibandingkan dengan orang yang mengalami obesitas. Orang yang kurus akan cenderung mendapatkan energi dari makanan yang dikonsumsi karena energi dari makanan akan langsung diubah menjadi panas daripada diubah menjadi energi yang dapat langsung digunakan atau disimpan. Orang yang kurus memiliki lebih banyak protein yang mebuat sel dapat mengkonversi kalori nutrisi menjadi panas daripada lemak. Sedangkan orang yang mengalami obesitas memiliki sistem metabolik yang efisien untuk menghasilkan energi dari makanan. k. Hipotiroidisme Kekurangan hormon tiroid akan dapat menurunkan Basal Metabolic Rate yang dapat menghasilkan panas dan membakar kalori pada keadaan istirahat. 4. Apa saja faktor yang menyebabkan tungkai berbentuk O? a. Blount disease,mempengaruhi tepi bagian dalam tulang kering atas pada pertumbuhan (lempeng epifisis) menyebabkan kurangnya laju pertumbuhan di lempeng tersebut.4 b. Rakhitis,Merupakan istilah yang berarti kegagalan mineralisasi pertumbuhan tulang atau jaringan osteoid. Pada rakhitis, pertumbuhan tulang tidak sempurna akibat dari kemunduran atau penekanan pertumbuhan kartilago epifisis normal dan kalsifikasi normal. Perubahan ini tergantung pada defisiensi kalsium dan garam fosfor serum untuk mineralisasi. Sel kartilago gagal untuk menyempurnakan siklus proliferasi dan degenerasi normalnya, dan kegagalan kapiler selanjutnya terjadi dengan cara selapis demi selapis.5

5. Apa hubungan obesitas dengan tungkai berbentuk O ? Tibia vara ideopatik / penyakit blount adalah gangguan yang ditandai oleh kelainan pertumbuhan sisi media epifisis pada proksimal, mengakibatkan angulasi varus progressif dibawah lutut. Walaupun penyebab tibia vara pasti belum diketahui, kelainan ini tampaknya akibat supresi pertumbuhan dari kenaikan gaya kompresif sisi media lutut. kelompok tibia vara : Infantil (1-3 tahun) Tibia vara paling lazim, terutama mengenai anak perempuan & kulit hitam, terdapat obesitas nyata,tonjolan metafisis media hebat, torsi tibia interna & ketidak sesuaian panjang kaki. Juvenil (4-10 tahun) dan Remaja Didominasi laki-laki & kulit hitam, obesitas nyata, tinggi normal & diatas normal,

deformitas genu varum progresif lambat, nyeri, tidak teraba benjolan metafisis medial proksimal, torsi tibia interna minimal, kelemahan ligamentum kolateral,ketidak sesuaian panjang tungkai bawah yang ringan.6 6. Apa hubungan obesitas dengan tumbuh kembang ? Obesitas tersering pada usia 5-6 tahun dan pada masa remaja. Anak yang obesitas tidak hanya lebih berat dari anak seusianya, tetapi juga lebih cepat matang pertumbuhan tulangnya. Anak yang obesitas relatif lebih tinggi pada masa remaja awal, tetapi pertumbuhan memanjangnya selesai lebih cepat, sehingga hasil akhirnya mempunyai tinggi badan relative lebih pendek dari anak sebayanya. Bentuk muka anak yang obesitas tidak proporsional, hidung dan mulut relative kecil, dagu ganda. Terdapat timbunan lemak pada daerah payudara, dimana pada anak laki-laki sering merasa malu Karena payudaranya seolah-olah tumbuh. Perut mengagntung dan sering disertai strie. Alat kelamin pada anak laki-laki seolah-olah kecil, karena ada timbunan lemak pada daerah pangkal paha. Paha dan lengan atas besar, jari-jari tangan relative kecil dan runcing, sering terhadi gangguang psikologis, baik sebagai penyebab ataupun akibat dari obesitasnya. Anak lebih cepat mencapat pubertas, kematangan rambut kelamin dan ketiak juga lebih cepat.7 7. Apa saja komplikasi yang dapat timbul dari obesitas ? Komplikasi obesitas8 a. Kardiovaskuler 1. Takanan darah naik 2. Kolesterol naik 3. Trigliserid serum naik 4. LDL naik 5. VLDL naik

6. Hipertriglesidemia 7. Penurunan HDL menyebabkan sklerosis arteri koronaria b. Hiperinsulinisme Orang gemuk dapat menjadi resisten terhadap insulin,menyebabkan penambahan insulin dalam sirkulasi.Insulin mengurangi lipolisis dan menambah sintesis dan ambilan lemak. c. Penyakit blount dan epifisis kaput femoralis terlepas Pada penyakit blount terjadi pertumbuhan abnormal dari aspek medial epifisis tibial proximal tibia. d. Paru-paru 1. Sindrom pickwickian Merupakan komplikasi obesitas eksogen yang jarang dimana ada distress kardiorespirasi berat dengan hipoventilasi alveolar dan penurunan volume cadangan respirasi ekspirasi dan tidal pulmonal,manifestasinya meliputi

polisistemia,hipoksemia,sianosis,pembeseran jantung,gagal jantung,gagal jantung kongestif dan samnolen. Gambar 1 1

8. Apa saja komplikasi yang dapat timbul dari defisiensi vitamin D ? Defisiensi Vitamin D5 Fungsi utama vitamin D yang larut lemak adalah mempertahankan kadar kalsium dan fosfor plasma dalam batas normal. Dalam kapasitas ini, vitamin ini dipergunakan untuk mencegah penyakit tulang serta mencegah tetani. a. Rakhitis Merupakan istilah yang berarti kegagalan mineralisasi pertumbuhan tulang atau jaringan osteoid. Pada rakhitis, pertumbuhan tulang tidak sempurna akibat dari kemunduran atau penekanan pertumbuhan kartilago epifisis normal dan kalsifikasi normal. Perubahan ini tergantung pada defisiensi kalsium dan garam fosfor serum untuk mineralisasi. Sel kartilago gagal untuk menyempurnakan siklus proliferasi dan degenerasi normalnya, dan kegagalan kapiler selanjutnya terjadi dengan cara selapis demi selapis. b.Osteomalasia Gangguan akibat kegagalan mineralisasi tulang pada orang dewasa. Sebagian besar kasus disebabkan oleh kekurangan pada diet atau kelainan metabolisme vitamin D. c.Tetani Tetani karena defisiensi vitamin D kadang-kadang menyertai rakitis. Bila kadar kalsium serum turun dibawah 7-7,5 mg/dL, terjadi iritabilitas muskuler, tampaknya karena kehilangan hambatan pengendalian yang digunakan kalsium ion serum pada sambungan neuromoskular. Gambar 22

Defisisensi vitamin D, cenderung menyebabkan hipokalsemia. Apabila terjadi hipokalsemia, produksi PTH meningkat, yang mengaktifkan -hidroksilase ginjal sehingga penyerapan kalsium dan vitamin D aktif meningkat. Memobilisasi kalsium dari tulang, menururnkan

ekskresi kalsium oleh ginjal dan meningkatkan ekskresi fosfat oleh ginjal. Oleh karena itu, kadar kalsium serum dipulihkan mendekati normal, tetapi hipifosfatemia menetap sehingga mineralisasi tulang terganggu. 9. Apa saja gangguan lain pada anak usia 6-12 tahun ? a. Gangguan belajar Ada anak yang menunjukkan perkembangan suatu keahlian tertentu lebih lambat daripada anak lain seusianya dan sebaliknya, tetapi masih dalam batas kewajaran b. Gangguan kemampuan akademik Gangguan membaca Anak yang mengalami gangguan membaca menunjukkan adanya inakurasi dalam membaca (seoert membaca lambat, kata-demi kata dibandingkan dengan anak seusianya, inakurasi suara turun naik tidak teratur), sering terbalik dalam mengenali huruf dan kata (lupa dan palu), pemahaman yang buruk dalam membaca, dalam arti anak tidak mengerti isi cerita atau teks yang dibacany. Disleksia Gangguan perkembangan berupa kesulitan dalam perolehan bahasa-tertulis atau membaca dan menulis. Penyebabnya adalah gangguan dalam asosiasi daya ingat dan pemrosesan di sentral yang semuanya adalah gangguan fungs otak Gangguan menulis ekspresif Ditandai dengan ketidakmampuan anak untuk membuat suatu komposisi tulisan dalam bentuk teks dan keadaan ini tidak sesuai dengan perkembangan anak usianya Gangguan menghitung (diskalkulia) Kelainan ini meliputi kemampuan menghitung sangat rendah, tidak mempunyai pengertian bilangan, bermasalah dalam bahasa menghitung, tidak bisa mengerjakan symbol-simbol hitungan. Bisa karena genetic atau mekanisme kerja otak c. Gangguan tidur Ditandai dengan awal jam tidur yang larut malam, tidur sering gelisah, sering menigau, menangis dan berteriak d. Gangguan koordinasi dan keseimbangan Ditandai oleh aktifitas berjalan seperti terburu-buru atau cepat sehingga kemampuan berjalan terhambat. Bila berjalan sering jatuh atau menabrak benda disekitarnya e. Gangguan konsentrasi atau pemusatan perhatian Sering bosan dengan suatu pekerjaan atau kegiatan. Contoh anak tidak bisa duduk tenang di dalam kelas.

f.

Gangguan emosi dan agresif Ditandai dengan anak mudah marah, gampang berteriak, bila marah histeris yang diikuti dengan agresif, melempar benda yang dipegang

g. Gangguan depresi Ditandai dengan menunjukkan perasaan sedih yang berkepanjangan, suka menyendiri, sering melamun, kurang nafsuh makan atau makan yang berlebihan, merasa rendah diri, sulit konsentrasi, lesu h. Autism Gangguan perkembangan pervasive pada anak yang ditandai dengan adanya gangguan dan keterlambatan dalam bidang kognitif, bahasa, prilaku, komunikasi dan interaksi sosial. Pada umunya penderita mengacuhkan suara atau kejadian yang melibatkan mereka Metabolisme pada anak dengan obesitas5 Secara sederhana obesitas adalah gangguan keseimbangan energy,kedua sisi persamaan energy asupan dan pengeluaran dikendalikan secara cermat oleh mekanisme neuronal dan humoral sehingga berat badan dipertahankan dalam rentang yang sempit selama bertahun-tahun,keseimbangan yang baik ini dipertahankan oleh suatu titik patokan internal/lipostat yang dapat mendeteksi jumlah simpanan energy yang mengatur asupan mekanan serta pengeluaran energy yang keluar. Hal utama yang paling berperan dalam homeostasis energy adalah gen OB dan produknya Leptin.Leptin merupakan family sitokin yang disekresikan oleh adiposity yang mengendalikan kedua sisi persamaan energy-asupan makanan dan pengeluaran energy.Leptin bekerja dikompleks jalur (Leptin-regriated central melenocortin circuit) kerja leptin dipicu oleh pengikatannya ke reseptor spesifik pada dua kelas neuron dihippothalamus.salah satu kelas neuron peka-leptin menghasilkan neuropeptida pemicu makan.sebaliknya kelas lainneuron yang mengandung reseptor leptin menghasilkan anoreksigenik mengurangi asupan makanan

4.

Kerja neuropeptida oreksigenik dan anoreksigenik timbul setelah pengikatan ke serangkaian reseptor lain,dengan dua yang terpenting adalah reseptor NPY dan reseptor melanokortin 4 (merupakan tempat alfa MSH dan AgRp terikat) Gambar 33

Pengeluaran leptin dikendaikan oleh cukup tidaknya penyimpanan lemak,Apabila jaringan adipose banyak,sekresi leptin ditingkatkan dan hormone ini mengalir kehippothalamus untuk berikatan dengan reseptor leptin,interaksi ini mngurangi asupan makanan dengan menrangsang pembentukan alfa MSH dan CART (anoreksigenik) dan menghambat sintesis NPY dan AgRp (oreksigenik).Apabila simpanan lemak tubuh tidak memadai yang terjadi kebalikannya- sekresi leptin menurun dan asupan makanan meningkat. Apabila terjadi mutasi/gangguan/kelainan mengenai sirkuit melanokortin yang

dikendalikan oleh leptin menyebabkan obesitas/obesitas massif Mutasi pada lemptin jarang terjadi namun lebih sering yang menyebabkan obesitas adalah kelainan/gengguan pada MC4R Obesitas tidak akan terjadi jika tidak ada suplai makanan

11. Bagaimana aktivitas fisik mempengaruhi kelainan tungkai bawah9 Gambar 44

Dari gambar diatas dapat dilihat bahwa vitamin D didapatkan dari sintesis 7-Dehidrokolesterol (terdapat di kulit sebagai provitamin D) yang terdapat dikulit,sebelum diubah menjadi vitamin D maka komponen tersebut harus dipaparkan sinar ultra violet agar berubah menjadi

Kolekalsiferol.Aktivitas fisik terutama aktivitas diluar ruangan sangat penting untuk mengubah 7Dehidrokolesterol menjadi Kolekalsiferol,apabila 7-Dehidrokolesterol yang terdapat di kulit tidak diubah maka metabolisme vitamin D akan berkurang. Fungsi utama vitamin D yang larut lemak adalah mempertahankan kadar kalsium dan fosfor plasma dalam batas normal.Jika asupan Vitamin D berkurang maka proses mineralisasi tulang tergangu/tidak sempurna.Kelainan yang dapat terjadi seperti Rakhitis (pada anak-anak),Osteomalasea(pada dewasa). 12. Mengapa anak memiliki nafsu makan berlebih10 Pengaturan keseibangan energi diperankan oleh hipotalamus melalui 3 proses fisiologi yaitu: pengendalian rasa lapar& kenyang, mempengaruhi laju pengeluaran energi &regulasi sekresi hormon yang terlihat dalam pengaturan penyimpanan energi, melalui sinyal- sinyal eferent yang berpusat di hipotalamus setelah mendapatkan sinyal efferent dari perifer terutama dari jaringan adiposa tetapi juga dari usus dan jaringan otot. Sinyal-sinyal tersebut bersifat anabolik (meningkatkan asupan

makanan ,menurunkan pengeluaranenergi dan katabolik (anoreksia dan pengeluaran energi) dan dibagi menjadi 2 kategori yaitu sinyal pendek dan sinyal panjang. *Sinyal pendek: mempunyai nafsu makan dan porsi makan yaitu koleistokinin (cck) dalam menurunkan porsi makan. *Sinyal panjang: oleh fat derived hormon leptin dan insulin dalam penyimpanan dan keseimbangan energi. Sumber utama leptin adalah jaringan adiposa, yang disekresikan langsung masuk ke peredaran darah dan menembus sawar darah otak menuju ke hipotalamus .Apabila asupan energi meningkat dari yang dibutuhkan menjadi massa jaringan adiposa meningkat dan meningkatnya kadar leptin dalam peredaran darah. Leptin merangsang anorexigenic center di hipotalamus agar menurunkan produks NPY, menyebabkan penurunan nafsu makan dan asupan makanan. Demikian sebaliknya, bila kebutuhan energi lebih besar dari asupan energi, maka masa jaringan adiposa berkurang dan terjadi rangsangan pada orexigenic center di hipotalamus mengakibatkan meningkat nya nafsu makan dan asupannya . Pada orang obesitas mekanisme ini tidak berjalan walaupun kadar leptin di dalam darah tinggi dan disebut resistensi leptin. Beberapa neurotransmitter, yaitu norepinefrin, dopamin dan asetilkolin dan serotonin berperan dalam regulasi keseimbangan energi, demikian juga ada beberapa neuropeptide yang mempengaruhi asupan makan dan berperan dalam pengendalian kebiasaan makan.NPY adalah nuropeptide nukleus UMH(safiety center/ anorexigenic center). Stimulasi pada nukleus UMH menjadi menghambat

asupan makan dan bila terdapat kerusakan nukleus mengakibatkan makan berlebihan (hiperfagia dan obesitas). *Ada beberapa sebab yang dapat menyebabkan nafsu makan berlebih. Adanya gang/ mutasi dari MCP-4( 5-6% kasus obesitas) Jumlah AGRP yang berlebih mampu mendominasi persaingan MCR-3 Makanan yang memicu lambung mengeluarkan hormon gherlin ( endhorphin, galain, glutamate, gamma, aminobutirat, cortisol) lesi pada hipotalamus

13. Definisi obesitas dan cara penentuan pada anak Obesitas adalah peningkatan berat badan melebihi batas kebutuhan skeletal dan fisik sebagai akibat akumulasi lemak berlebihan.11 Obesitas merupakan keadaan patologis, yaitu dengan terdapatnya penimbunan lemak yang berlebihan dari yang diperlukan untuk fungsi tubuh yang normal.2

Obesitas dapat didefinisikan sebagai kelebihan lemak dalam tubuh. Penanda kandungan lemak tubuh yang digunakan adalah Indeks Massa Tubuh (IMT), yang dapat dihitung sebagai:

IMT = berat badan dalam kg / tinggi badan dalam m2


IMT yang bernilai antara 25 dan 29,9 kg/m2 disebut overweight, dan nilai IMT lebih dari 30 kg/m2 disebut obese. IMT bukan merupakan suatu pengukuran langsung terhadap adipositas dan tidak dapat dipakai pada individu dengan IMT yang tinggi akibat besarnya massa otot. Cara yang lebihh baik mendefinisikan obesitas adalah ddengan mengukur persentase lemak tubuh total. Obesitas biasanya dinyatakan dengan adanya 25 persen lemak tubuh total atau lebih pada pria dan sebanyak 35persen atau lebih pada wanita. Meskipun persentase lemak tubuh dapat diperkirakan dengan berbagai cara, seperti pengukuran tebal lipatan kulit, impendasi bioelektrik, atau pengukuran berat badan di dalam air, metode-metode ini jarang digunakan, karena IMT sering digunakan untuk menilai obesitas.8

Penentuan obesitas pada anak

14. Epidemiologi obesitas12 Penelitian di masyarakat telah menggambarkan bahwa prevalensi obesitas pd anak-anak 7-34 %(kanada), 7,3% inggris, 27,1 % pda umur 6-11 tahun dan 21,9 % pada umur 12-17 tahun(AS). Insiden masa anak di Asdiperkirakan adalah 10-15% ada perbedaan regional dalam insiden dengan prevalensi paling tinggi di utara sampai timur dan insiden masing-masing ditengah timur, selatan dan barat. Keadaan ini mungkin berkaitan dengan menurunnya persedian makanan densitas kalori rendah mmusiman dan menurunnya jalan masuk ke fasilitas bermain atau latihan fisik pada musim dingin. Obesitas lebih menonjol di daerah kota daripada di daerah desa. Insiden obesitas pada masa anak berhubungan variabel keluarga, termasuk obesitas orang tua, status sosio-ekonomi yng lebih tinggi, keluarga kecil dan pola inaktivasi keluarga. Anak dari orang tua dengan aktivitas tinggi cendrung lebih langsing daripada sebayanya. Televisi juga berperan karena

menyebabkan anak tidak bergerak dan iklan makanan pada televisi juga berpengaruh dalam kejdian obesitas. Sedangkan untuk di Indonesia terdapat peneltin yang dilakukan terhadap anak-anak sekolah. Di sepuluh kota besar periode 2002-2005 dengan metode acak. Hasilnya prevalensi kegemukan pada ank-anak usia sekolah dasar dari yang tertinggi ialah jakarta (25%), Semarang 24%, Medan 17,5%, denpasar 11,7 %, Surabaya 11,4%, Padang 7,1%, Manado 5,3 %, Jogjakarta 4%, Solo 2,1 %. Rata-rta prevalensi dari kegemukan 10 kota besar tsb mencapai 2,2 %. 15. Pola makan sehat13 Masalah gizi timbul karena prilaku gizi yang salah. Perilaku gizi yang salah adalah ketidak seimbangan antara konsumsi gizi dan kecukupan gizi. Jika seseorang mengkonsumsi zat gizi kurang dari kebutuhan gizinya, orang itu akan menderita gizi kurang. Namun, jika dia mengkonsumsi gizi melebihi kebutuhan, dia akan menderita gizi lebih.Hidangan gizi seimbang berupa menu makanan yang mengandung zat energi, zat pembangun, dan zat pengatur. Biasannya, zat-zat itu dikonsumsi seseorang dalam sehari sesuai dengan kebutuhan tubuh akan zat gizi. Keadaan itu tercermin dari derajat kesehatan, tumbuh kembang, serta produktifitas yang optimal.Bahan makanan sumber energi terbagi dalam dua kelompok, yaitu berasal dari sumber karbohidrat dan sumber lemak. Bahan makanan sumber karbohidrat adalah padi-padian, sagu, serta pisang. Sumber lainnya adalah gula. Bahan energi yang berasal dari lemak adalah minyak goreng, margarin, mentega, dan santan dari kelapa. Lemak juga membantu penyerapan vitamin A,D,E,dan K.Bahan makanan sumber zat pembangun yang berasal dari bahan nabati adalah kacang-kacangan, tempe, dan tahu. Sementara, yang berasal dari hewani adalah telur, ikan, ayam, daging, susu dan hasil olahannya.Bahan makanan sumber zat pengatur adalah vitamin dan mineral. Mineral terdiri dari mineral makro dan mikro. Mineral makro berfungsi sebagai

pembentukan tulang dan larutan fisiologis. Mineral mikro lebih berfungsi sebagai enzim dan koenzim dari metabolisme penting dalam tubuh. Sumber bahan

makanan yang mengandung vitamin adalah sayuran dan buah. vitamin Buah-buahan lebih banyak,

mengandung sedangkan

sayur-sayuran

mengandung

mineral lebih banyak. Piramida gizi indonesia mengelompokan makanan dalam tiga kelompok. Kelompok

pertama yang terletak apada dasar piramida adalah makanan sumber karbohidrat. Kelompok kedua adalah jenis makanan sayuran dan buah. Kelompok ketiga yang berada di puncak piramida adalah makanan sumber protein dan lemak. 16. Peran terapi terhadap obesitas a. Terapi diet Pada program penurunan berat badan ,terapi diet di rencana kan berbeda untuk setiap individu.hal ini bertujuan untuk membuat defisit 500-1000kcal/hari menjadi bagian yang tak terpisah kan dari program penurunan berat badan.sebelum menganjurkan defisit kalori sebesar 500-1000kcal/hari di ukur dulu kebutuhan energi bassal pasien terlebih dahulu.di samping pengurangan lemak jenuh ,total lemak seharus nya kurang dan sama dengan 30% dari total kalori.pengurangan persentase lemak dalam makanan sehari hari tidak dapat menyebabkan penurunan berat badan ,kecuali total kalori juga berkurang.ketika asupoan lemak di kurangi ,prioritas harus di berikan untuk mengurangi lemak jenuh. b. Aktifitas fisik Peningkatan aktifitas fisik merupakan komponen penting dari program penurunan berat badan,walaupun aktifitas fisik tidak menyebab kan penurunan berat badan banyak dalam jangka waktu enam bulan.kebanyakan penurunan berat badan terjadi karena asupan kalori turun.Aktifitas fisik yang lama sangat membantu penurunan berat badan ,keuntungan

aktifitas fisik adalah pengurangan risiko kardiovascular dan diabetes lebih banyak di bandingkan dengan aktifitas fisik yang rendah.untuk pasien obesitas terapi harus dimulai nsecara perlahan,dan intensitasnya sebaik nya di tingkatkan secara bertahap.pasien dapat memulai aktitas fisik dengan berjalan 30 menit dengan jangka nwaktu 3 kali seminggu dan di tingkat kan intensitas nya selama 45 menit dengan waktu 5 kali seminggu.dengan regimen ini ,pengeluaran energi tambahan sebanyak 100-200kcal perhari.(ex:berjalan kaki). c. Terapi perilaku Untuk mencapai penurunan berat badan dan mempertahankan nya,di perlukan suatu stategi untuk mengatasi hambatan yang muncul pada saat terapi diet dan aktifitas fisik .strategi yang spesifik meliputi pengawasa mandiri terhadap kebiasaan makan,aktifitas fisik manejemen stress,dukungan sosial ,stimulus control,contigency management. d. Farmakoterapi sibutramine dan orlistat merupakan obat obatan penurun berat badan yang telah disetujui oleh FDA Amerika serikat ,untuk penggunaan jangka panjang pada pasien obesitas sibutramine dan orlistat sangat berguna .sibutramine di tambah diet rendah kalori dan aktifitas fisik terbukti efektif menurun kan berat badan dan mempertahan kan nya.dengan pemberian sibutramine dapat muncul peningkatan tekanan darah dan denyut

jantung.sibutramine tidak boleh diberikan pada pasien dengan riwayat hipertensi,penyakit

jantung koroner,gagal jantung kongenital,aritmia,dan stroke.Orlistat menghambat absorbsi lemak sebanyak 30% ,dengan pemberian orlistat dibutuh kan penggantian nvitamin larut lemak karena terjadi malabsorbsi parsial. e. Terapi bedah Terapi hanya merupakan salah satu pilihan untuk pasien obesitas berat secar klinis dengan BMI dengan kondisi komorbid .terapi bedah harus diberikan sebagai alternatif

terakhir pasien yang gagal farmakoterapidan menderita komplikasi obesitas yang ekstrem bedah gastrointestinal/bypass gastric adalah suatu intervensi penurunan berat badan pada subyek yang bermotivasi dengan risiko operasi yang rendah. 17. Tibia vara ideopatik / penyakit blount adalah gangguan yang ditandai oleh kelainan pertumbuhan sisi media epifisis pada proksimal, mengakibatkan angulasi varus progressif dibawah lutut. Walaupun penyebab tibia vara pasti belum diketahui, kelainan ini tampaknya akibat supresi pertumbuhan dari kenaikan gaya kompresif sisi media lutut. kelompok tibia vara : Infantil (1-3 tahun) Tibia vara paling lazim, terutama mengenai anak perempuan & kulit hitam, terdapat

obesitas nyata,tonjolan metafisis media hebat, torsi tibia interna & ketidak sesuaian panjang kaki. Juvenil (4-10 tahun) dan Remaja Didominasi laki-laki & kulit hitam, obesitas nyata, tinggi normal & diatas normal,

deformitas genu varum progresif lambat, nyeri, tidak teraba benjolan metafisis medial proksimal, torsi tibia interna minimal, kelemahan ligamentum kolateral,ketidak sesuaian panjang tungkai bawah yang ringan.

DAFTAR PUSTAKA

1. E Waldo. 2000. Ilmu Kesehatan Anak Nelson. Jakarta: EGC 2. Soetjiningsih. 2003. Perkembangan Anak dan Permasalahannya. Jakarta: EGC. 3. Sherwood, Lauralee. 2007. Human Phisiology: From cell to systens, 7th ed. Brooks/Cole, Cengange Learning. Canada 4. Stevens PM,Holstron MC.Genu Valgum,Pediatrics,Emedicine. 5. Robbins, L Stanley. Buku Ajar Patologi. 2007. Jakarta: EGC 6. E Waldo. 2000. Ilmu Kesehatan Anak Nelson volum 3.Jakarta: EGC 7. Soetjiningsih.1995. Tumbuh Kembang Anak. Jakarta: EGC 8. Guyton,Hall.Fisiologi Kedokteran.ed.11.2008.Jakarta.EGC 9. Taylor, R Clive. Ringkasan Patologi Anatomi. 2006. Jakarta: EGC 10. Surasmo,R.Taufan.Penanganan Obesitas dahulu,sekarang,dan masa depan.Surabaya.2002 11. Dorland, W. A. Newman. 2010. Kamus Kedokteran Dorland Edisi 31. Jakarta: EGC 12. Obesitas pada anak dokter genis ginanjar wahyu dan ilmu kesehatan anak oleh behran kligrman arvin 13. Riyadi, Hadi. Sehat itu Mudah. 2008. Jakarta : Hikmah Sumber gambar 1. Taylor, R Clive. Ringkasan Patologi Anatomi. 2006. Jakarta: EGC 2. Robbins, L Stanley. Buku Ajar Patologi. 2007. Jakarta: EGC 3. Robbins, L Stanley. Buku Ajar Patologi. 2007. Jakarta: EGC 4. Taylor, R Clive. Ringkasan Patologi Anatomi. 2006. Jakarta: EGC 5. Riyadi, Hadi. Sehat itu Mudah. 2008. Jakarta : Hikmah