Anda di halaman 1dari 13

METALURGI FISIK DAN MEKANIK UJI KEKERASAN KNOOP, BERKOVITCH, SHORE

Disusun oleh: KELOMPOK 6 1. Mukhlisul Hadi (5212412039) 2. Mussyafar Nafi Rozaq (5212412041) 3. Leonardus Dimas B.S (5212412042) 4. Fajar Istu Prasetya (5212412043) 5. Sunu Tri Kartika (5212412044)

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2013

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan YME atas segala berkat dan rahmat-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas uji kekerasan bahan ini dengan baik. Pada kesempatan ini pula tidak lupa kami ucapkan terima kasih atas segala bantuan moril maupun materil yang telah diberikan dalam membantu penyelesaian tugas uji kekerasan. Kami menyadari bahwa dalam penulisan dan penyusunan laporan ini tidak terlepas dari kesalahan-kesalahan, oleh sebab itu kami mengharapkan koreksi dan saran yang bersifat membangun dari semua pihak sehingga dapat membantu penyempurnaan laporan ini di kemudian hari. Semoga laporan ini dapat memenuhi tugas uji kekerasan sebagaimana mestinya dan bermanfaat bagi pembaca pada umumnya.

Hormat kami, Penulis

PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam perkembangan dunia industri terutama yang berhubungan denganmasalah pemilihan bahan dan penggunaannya, maka dalam proses produksinyabanyak hal atau kriteria yang harus dipenuhi agar material tersebut dapatdigunakan dalam dunia industri. Untuk penggunaan sebagai bahab industri sifat-sifat khas dari material logamharus diketahui, sebab logam tersebut akan digunakan untuk berbagai macamkeperluan dan berbagai macam keadaan. Sifat logam tersebut meliputi sifatmekaniknya, sifat-sifat termal, sifat kimia, kemampuan di mesin, kemampuankekerasan dan lain-lain. Adapun dalam percobaan ini yang akan di uji adalah sifatmekanik dari logam terutama sifat kekerasannya.Kekerasan didefinisikan sebagai ketahanan yang dilakukan oleh bahanterhadap desakan kedalam yang tetap, yang disebabkan oleh sebuah alat pendesak dengan bentuk tertentu di bawah pengaruh gaya tertentu, suatu hasil desakan yangkecil menunjukkan kekerasan yang besar. Dengan mengetahui tingkat kekerasan logam maka dapat diketahui suatulogam yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi atau nilai ekonomis yang rendah,dalam industri juga sangat diperlukan untuk mnghemat biaya pemeliharaan bahanatau penggantian bahan.Kekerasan suatu bahan erat hubungannya dengan kekuatan bahan hubungankeduanya yaitu semakin keras suatu bahan tersebut akan semakin kuat, demikianpula sebaliknya.

1.2 Tujuan dan Manfaat Pengujian Adapun Tujuan Dari Percobaan ini meliputi: A. Tujuan Instruksional Umum (TIU): 1. Mengetahui pengaruh elastik recovery terhadap kekerasan bahan 2. Mengetahui distribusi kekerasan pada bahan mampu keras 3. Memberikan contoh aplikasi di lapanganB B. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): 1. Menjelaskan definisi, tujuan dan prosedur pengujian kekerasan 2. Menentukan nilai kekerasan logam dengan cara penekanan 3. Membuat grafik hubungan gaya terhadap waktu penekanan 4. Membuat grafik hubungan kedalaman penekanan terhadap waktu 5. Mengetahui hubungan kekerasan pada setiap proses perlakuan panas

Adapun Manfaat Dari Pengujian: 1. Manfaat pengujian terhadap praktikan: - Mengetahui pengerasan logam yang telah mengalami pengujiankekerasan - Mengetahui perbedaan antara pengujian kekerasan Brinell dan Vickers - Dapat melakukan pengujian pada suatu bahan yang diuji 2. Manfaat pengujian bagi dunia industri: - Dapat menentukan tingkat kekerasan suatu produk yang digunakandalam dunia industri - Dapat menentukan unsur dari logam untuk digunakan dalam pembuatan produk - Memudahkan dalam pemeliharaan bahan yang akan digunakan padaproses pemeliharaan

LANDASAN TEORI

2.1 Teori Dasar Pengertian Hardness atau kekerasan adalah suatu kemampuan dari bahan untuk menahan penetrasi yang terjadi.

Metode-metode yang Digunakan pada Hardness Test : 1. Cara Penggoresan Dilakukan dengan jalan menggoreskan bahan yang lebih kerasterhadap bahan yang lebih lunak. Cara ini dikenal dengan HocksMohr. 2. Cara Dinamik Dilakukan dengan menjatuhkan bola baja ke permukaan logam,dimana tinggi pantulan bola menyatakan energi pantulan sebagai ukuran. 3. Cara Penekanan

*) jenis-jenis Pengerasan : 1.Pengerasan Permukaan Karburasi Besi dipanaskan di atas suhu dalam lingkunagan yang mengandung karbon, dalam bentuk padat, cair ataupun gas.

Karbon Nitriding Baja dipanaskan di atas suhu kritis di dalam lingkungan gas,yang terjadi penyerapan karbon dan nitrogen. Cyaniding Di mana terjadi absorbsi karbon dalam nitrogen untuk memperoleh permukaan yang keras pada baja karbon rendah yangsulit dipanaskan.

*) Macam-macam pengujian: 1) Micro Hardness (knoop hardness) Mikrohardness test sering disebut dengan knoop hardness testing merupakan pengujian yang cocok untuk pengujian material yang nilai kekerasannya rendah. Knoop biasanya digunakan untuk mengukur material yang getas seperti keramik.

Gambar 5 Bentuk indentor Knoop ( Callister, 2001) Dimana, HK = Angka kekerasan Knoop F = Beban (kgf) l = Panjang dari indentor (mm)

Nah, setelah kita mengetahui macam-macam pengujian untuk uji kekerasan maka kita harus memikirkan apa yang harus kita ketahui untuk menentukan metode uji kekerasan yang digunakan, untuk itu kita harus memperhatikan hal-hal dibawah ini : a. Permukaan material b. Jenis dan dimensi material c. Jenis data yang diinginkan d. Ketersedian alat uji

2) uji kekerasan shore pengujian kekerasan dengan mengukur tinggi pantulan dari bola baja atau intan (hammer) yang dijatuhkan dari ketinggian tertentu. Tinggi pantulan memberikan indikasi kekerasan bahan tersebut, dimana semakin tinggi pantulan artinya bahan ini memiliki kekerasan yang tinggi pengukuran kekerasan dengan cara ini disebut sistem Shore Scleroscope. Dalam proses ini small diamond-tipped hammer dijatuhkan secara bebas dari ektinggian 250 mm didalam gelas pengukur (Graduated Glass Tube) diatas permukaan test piece. Lihat gambar 10.1 konstruksi pesawat uji berikut.

Alat uji kekerasan dari sistem shore scleroscope ini juga dibuat dengan sistem yang sederhana dengan pengoperasian sebagaimana terlihat pada gambar 10.3 akan tetapi dalam pelaksanaannya tetap mematuhi ketentuan yang berlaku pada proses pengujian ini, dengan prinsip penentuan beban berdasarkan gaya grafitasi.

3) uji kekerasan berkovitch

PEMBAHASAN

4.1

Pembahasan Umum Analisa Elastisitas Recovery

Elastic Recovery adalah suatu keadaan atau moment,dimana benda berusaha kembalike bentuk semula.Misalnya,suatu benda ditekan ke dalam selama beberapadetik,kemudian penekanan dihentikan secara tiba-tiba,maka benda yang ditekantersebut,akan melawan dengan cara mendorong ke atas dengan cepat.Dorongan daribenda atau usaha benda untuk mendorong ke atas itulah yang dinamakan sebagaiElastic Recovery. Bila dihubungkan dengan grafik hasil pengujian dan pengolahan data,dapat kita lihatbahwa nilai Elastic Recovery yang terbesar atau nilai hd nya paling besar,dimilikioleh material yang paling lunak.Hal ini disebabkan karena adanya deformasi elastisyang dialami oleh material tersebut,sehingga apabila semakin dalam penekanan,makadeformasi elastis yang dialaminya semakin besar,sehingga nilai elasticrecoverynyapun semakin besar pula.Demikianpu pada material yang memiliki tingkatkekerasan yang tinggi,apabila diberi penekanan,material tersebut tidak mengalamideformasi elastis yang besar,karena sifat yang dimilikinya,sehingga nilai elastic recoverynyapun kecil.

Jadi dapat disimpulkan bahwa,apabila nilai elastic recoverynya semakin besar,makahal ini menunjukkan kekerasan dari material itu semakin kecil;dan begitupun jugasebaliknya.Elastic Recovery merupakan sifat dasar dari suatu partikel,jadi elastic recovery sebuahbenda itu,tidak akan berubah,walaupun dikenai perlakuan,baik itu perlakuan panasdan sebagainya.Pada hasil pengujian dengan menggunakan berbagai jenis mediapendingin,maka kita akan mendapatkan elastic recovery yang sama pada setiap benda.

4.2 . Pembahasan KhususAnalisa Pengaruh Ikatan Butir Terhadap Kekerasan Pada struktur suatu material,terdapat butir-butir atom,baik yang besar maupun yangkecil,yang diikat oleh atom-atom karbon. Jika ditinjau dari segi ikatan antar butir-butir atom terhadap pengaruhnya pada kekerasan suatu material,maka semakin kuat danrapat ikatan butir antar atom-atom,maka material tersebut bersifat keras,karena ketikamendapat suatu perlakuan,maka ikatan butir atom ini tidak mudah lepas.Dan jika ikatan antar butir itu lemah dan renggang,maka setelah mendapatkan sebuahperlakuan,maka ikatan antar butirnya akan sangat mudah terlepas.

KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan 1) 2) Kekerasan merupakan kemampuan dari suatu material dalam menahanpenetrasi pada permukaan. Hal-hal yang mempengaruhi kekerasan suatu material adalah temperatur,waktu pemanasan, laju pendinginan, kadar karbon dan unsur paduan. Cara menentukan kekerasan pada pengujia yaitu dengan cara penekanan, carapenggoresan dan cara dinamik. Nilai elastisitas recovery berbanding terbalik dengan nilai E.

3) 4)

5.2 Saran-saran - Perbaiki alat-alat - Efisienkan waktu pada saat praktikum

Anda mungkin juga menyukai