Anda di halaman 1dari 5

TUKAK GASTER

Friska Pratiwi

1. DEFINISI Tukak gaster adalah suatu gambaran bulat atau semi bulat/oval, berukuran > 5mm kedalaman sub mukosal pada mukosa lambung akibat terputusnya kontinuitas/integritas mukosa lambung. Tukak gaster merupakan luka terbuka dengan pinggir edema disertai indurasi dengan tukak ditutupi debris.

2. EPIDEMIOLOGI dan FAKTOR RISIKO Lebih banyak pada Pria. Meningkat pada Usia Lanjut karena pemakaian NSAID meningkat Kelompok sosial ekonomi rendah Puncak pada dekade ke-6

3. PATOFISIOLOGI a. Asam Lambung Sel parietal / oxyntic mengeluarkan asam lambung HCl. Sel peptik / zimogen mengeluarkan pepsinogen yang dirubah HCl menjadi pepsin. Pepsin dan HCl adalah faktor agresif terhadap mukosa lambung (terutama pepsin dengan pH < 4) Bahan iritan timbulkan defek barier mukosa dan terjadi difusi balik ion H+. Histamin terangsang keluarkan lebih banyak asam lambung dilatasi dan peningkatan permeabilitas pembuluh kapiler, kerusakan mukosa lambung, gastritis akut/kronik dan tukak gaster Genetik : mempunyai masa sel parietal yang besar / sekresi lebih banyak.

b. Balance Theory c. Gangguan keseimbangan antara faktor agresif (asam dan pepsin) dengan faktor defensif (mukus, bikarbonat, aliran darah, PG)

Helycobacter pylori (penjelasan di awal-awal)

4. MANIFESTASI KLINIK

Dispepsia kumpulan keluhan beberapa saluram cerna seperti mual, muntah, kembung, nyeri ulu hati, sendawa/terapan, rasa terbakar, rasa penuh di ulu hati, cepat merasa kenyang. Dispesia dibagi menjadi 4 : 1. Dispepsia akibat gangguan motilitas kembung, rasa penuh di ulu hati setelah makan, cepat kenyang, sendawa 2. Dispepsia akibat tukak Tukak peptik : nyeri ulu hati, rasa tidak nyaman disertai muntah. Tukak duodeni : nyeri timbul saat pasien sedang lapar, nyeri di sebelah kanan, sakit hilang setelah makan dan minum antasida ( Hunger Pain Food Relief). Tukak gaster : nyeri setelah makan, nyeri d sebelah kiri, sakit dimulai dari satu titik akhirnya difus dan bisa menjalar ke punggung (bila penyakit berat). 3. Dispepsia akibat refluks 4. Dispepsia tidak spesifik

5. DIAGNOSA a. Anamnesa : o Riwayat tukak dalam keluarga o Rasa sakit klasik yang spesifik o Pemakai NSAID, perokok berat, alkohol o Penyakit kronis seperti PPOK dan sirosis b. PF : - Nyeri ulu hati di kiri garis tengah perut. - Penurunan BB - Perasaan sangat nyeri - Nyeri tekan - Perut diam tanda terdengar peristaltik usus tanda peritonitis - Goncangan perut / succusion splashing dijumpai 4-5 jam setelah makan - Muntah-muntah tanda retensi lambung - Takikardi, syok hipovolemik tanda perdarahan c. PP: o Radiologi dengan barium meal kontras ganda : ditemukan kawah dengan batas jelas disertai lipatan mukosa yang teratur keluar dari pinggiran tukak dan niche, (filling defect biasanya merupakan tanda keganasan lambung) dapat untuk tegakan diagnosis

o Endoskopi : luka dengan pinggiran teratur, mukosa licin dan normal disertai lipatan yang teratur yang keluar dari pinggiran tukak. lebih dianjurkan o Histopatologi, sitologi brushing dengan biopsi melalui endoskopi : bila pada biopsi ditemukan H. Pylori maka dianjurkan lakukan pemeriksaan CLO, serologi, UBT diagnosa keganasan Kelebihan endoskopi drpd radiologi yaitu dapat terlihatnya : lesi kecil < 0,5cm ; lesi yang ditutupi gumpalan darah dengan penyemprotan air ; dapat menentukan keganasan dan menentukan adanya H. pylori

6. DD Dispepsia non tukak Dispepsia fungsional Tumor lambung GERD Penyakit vaskular Penyakit pankreato bilier Crohns disease

7. KOMPLIKASI Perdarahan : krn penyakit degeneratif dan NSAID Perforasi, rasa sakot tiba-tiba, sakit berat, sakit difus dalam perut : krn arterosklerosis dan NSAID Stenosis pilorik : krn edema dan spasme

8. TATALAKSANA Tujuan : Hilangkan keluhan ; Menyembuhkan tukak ; Cegah kekambuhan : Cegah komplikasi. a. NON MEDIKAMENTOSA - Istirahat, kurangi stres - Diet makanan halus dapat merangsang lambung. Hindari cabai dan makanan asam. pengeluaran asam

- Hentikan rokok rokok menghambat sekresi bikarbonat pankreas, menambah keasaman bulbus duodeni, meningkatkan refluks, memperlampat kesembuhan luka. - Hindari NSAID

b. MEDIKAMENTOSA Antasida sudah jarang, untuk menghilangkan keluhan dispepsia Koloid Bismuth membentuk lapisan penangkal bersama protein pada dasar tukak dan melindungi dari pengaruh asam dan pepsin, berikatan dengan pepsin, merangsang PG, bikarbonat, mukus Sukralfat pelepasan kutub alumunium hidroksida yang berikatan dengan kutub positif molekul protein membentuk lapisan

fisikokemikal pada dasar tukak yang melindungi tukak dari pengaruh agresif pepsin dan asam. Prostaglandin kurangi sekresi asam lambung dengan menambah sekresi mukus, bikarbonat dan meningkatkan aliran darah mukosa serta pertahanan dan perbaikan mukosa. Antagosis reseptor H2 (ARH2) simetidin, ranitidin, famotidine, nizatidine memblok efek histamin pada sel parietal sehingga tidak dapt dirangsang untuk keluarkan asam lambung. PPI omeprazol, lansiprazol, pantoprazol, rabeprazol. Esomesoprazol memblok kerja enzim K+H+ ATPase dan memecahnya menghasilkan energi yang digunakan untuk mengeluarkan asam HCl dari kanalikuli sel parietal ke dalam lumen lambung. Untuk H. Pylori dapat diberikan : a. PPI (2x1 tergantung mg preparat yang dipakai) + amoksisilin (2x1000 mg/hari) + klaritromisin (2x500 mg) regimen terbaik

b. PPI + amoksisilin + metronidazol (3x500 mg) termurah c. PPI + klaritomisisn + metronidazol bila alergi penisilin

d. PPI + metronidazol + tetrasiklin (4x500) bila alergi klaritromisin dan penisilin

c. OPERASI udah jarang, dilakukan bila ada tukak gaster yang disertai tukak duodenum