Anda di halaman 1dari 11

NAMA : RIDHO IRZAMZAM KELAS : D4 SISTEM KELISTRIKAN 1A/22 PENULISAN KATA

A. Kata Dasar Kata yang berupa kata dasar ditulis sebagai satu kesatuan. Contoh : Pantai itu sangat indah.

B. Kata Turunan 1.a Imbuhan (awalan,sisipan,akhiran) ditulis serangkai dengan bentuk dasarnya. Contoh : Setiap hari ibu itu berjalan kaki untuk menjajakan dagangannya

b Imbuhan dirangkaikan dengan tanda hubung jika ditambahkan oada bentuk singkatan atau kata dasar yang bukan bahasa Indonesia. Contoh : Peusahaan listrik milik Negara ( PLN) telah mem-PHK-kan hampir 30 % pada tahun lalu.

2. Jika bentuk dasaranya berupa gabungan kata, awalan atau akhiran ditulis serangkai dengan kata langsung mengikuti atau mendahului.\ Contoh : Penonton seketika itu juga bertepuk tangan saat band Metallica mulai memasuki panggung.

3.Jika bentuk dasar yang berupa gabungan kata mendapat awalan dan akhiran sekaligus, unsur gabungan kata itu ditulis serangkai. Contoh : Tersangka dimintai pertanggungjawaban di kantor polisi.

4. Jika salah satu unsur gabungan kata hanya dipakai dalam kombinasi, gabungan kata itu ditulis serangkai. Contoh : Sampai saat ini, permasalahan transmigrasi adalah permasalahan yang belum dapat di atasi oleh pemerintah Catatan : 1. Jika bentuk terikat diikuti oleh kata yang huruf awalnya huruf capital, tanda hubung (-) digunakan di anatra kedua unsur itu. Contoh : Budaya memakai pakaian minim adalah budaya non-Indonesia

2. Jika kata maha sebagai unsur gabungan merujuk kepada Tuhan yang diikuti oleh kata berimbuhan, gabungan itu ditulis terpisah dan unsur-unsurnya dimulai dengan huruf capital. Contoh : Sebelum belajar, biasakann untuk berdoa terlebih dahulu kepada Tuhan Yang Maha Penyayang

3. Jika kata maha, sebagai unsur gabungan, merujuk kapada Tuhan dan diikuti oleh kata dasar, kecuali kata esa, gabungan itu ditulis serangkai. Contoh : Tuhan Yang Mahaadil telah memberikan rezeki yang sama kepada setiap Hambanya.

4. Bentuk-bentuk terikat dari bahasa asing yang diserap oelh bahasa Indonesia, seperti pro, kontra dan anti, dapat digunakn sebagai sebagai bentuk dasar Comtoh : Masyarakat yang pro terhadap kenaikan BBM jauh lebih sedikit dibandingkandengan masyarakat yang kontra.

5. Kata tak sebagai unsur gabungan dalam peristilahan ditulis serangkai dengan bentuk dasar yang mengikutinya, tetapi ditulis terpisah jika diikuti oleh bentuk berimbuhan. Contoh : Dalam olahraga sepak bola sangat tak terpisahkan dari supporter

C. Kata Ulang 1. Bentuk ulang yang ditulis dengan mengggunakan tanda hubung di Antara unsurunsurnya. Contoh : Anak-anak SSB Tuna Bangsa sedang mengikuti coaching clinic dengan legenda sepak bola Diego Maradona. Catatan : 1a) Bentuk ulang gabungan kata ditulis dengan menggunakan unsur pertama saja. Contoh : Semua surat-surat kabar telah aku beli semua. 1b) Bentuk ulang gabungan kata yang unsur keduanya adjektiva ditulis dengan mengulang unsur pertama atau unsur keduanya dengan makna yang berbeda. Contoh : Menara-menara listrik tegangan tinggi adalah media transmisi tenaga listrik di Indonesia. 2. Awalan dan akhiran ditulis serangkai dengan bentuk ulang. Contoh : Masalah kecil jangan dibesar-besarkan

D. Gabungan Kata 1. Unsur-unsur gabungan kata yang lazim disebut kata majemuk ditulis terpisah. Contoh : Rumus mencari luas persegi panjang adalah panjang dikali lebar 2. Gabungan kata yang dapat menimbulkan kesalahan pengertian dapat ditulis dengan menambahkan tanda hubung di Antara unsur-unsurnya uantuk menegaskan pertalian unsur yang bersangkutan. Contoh : Bapak-ibu saya adalah orang yang paling berjasa dalam hidup saya. 3. Gabungan kata yang dirasakan sudah padu benar ditulis serangkai Contoh : Kacamatak selalu ku pakai ketika pelajaran di kelas

E. Suku Kata

1. Antara kedua huruf vocal itu.Pemenggalan kata pada kata dasar dilakukan sebagai berikut.

a.

Jika di tengah kata ada huruf vocal yang berurutan, pemenggalannya dilakukan di

Contoh : Niat adalah rukun sholat yang tidak bisa di tinggalkan. b Huruf diftong ai, au, oi tidak dipenggal. Contoh : Anak itu sangat pandai tak heran jika ia selalu juara kelas. c. Jika di tengah kata dasar ada huruf konsonan (termasuk gabungan huruf konsonan) di anatara dua buah huruf vocal, pemenggalannya dilakuka sebelum huruf konsonan itu. Contoh : Teknologi mutakhir kini terus dikembangkan di bidang militer d. Jika di tengah kata dasar ada dua huruf konsonan yang berurutan, pemenggalannya dilakukan di Antara kedua huruf konsonan itu. Contoh : Bulan April adalah bulan ke empat dalam penanggalan kalender masehi. e. Jika di tengah kata dasar ada tiga huruf konsonan atau lebih yang masing-masing melambangkan satu bunyi pemenggalannya dilakukan di Antara huruf konsonan yang pertama dan huruf konsonan yang kedua Contoh : PLN akan membangun Saluran Udara Tegangan Ultra Tinggi

Catatan : 1. Gabungan huruf konsonan yang melambangkan satu bunyi tidak dipengggal.

Contoh :Dikarenakan krisis ekonomi global perusahaan itu bangkrut.

2.

Pemenggalan kata tidak boleh menyebabkan munculnya satu hurf vocal di awal atau di

akhir baris. 3. Contoh : Lapangan bola itu terlihat bagus.

2. Pemenggalan kata dengan awalan, akhiran, atau partikel dilakukan di Antara bentuk dasar dan imbuhan atau partikel itu. Contoh : Makanan di kantin sekolah harganya kini telah terjangkau dengan kantong siswa. Catatan : - Pemenggalan kata berimbuhan yang bentuk dasarnya mengalami perubahan dilakukan seperti pada kata dasar. Contoh : Para tukang bangunan itu sedang mengecat tembok.

3. Jika sebuah kata terdiri atas dua unsur atau lebih dan salah satu unsurnya itu dapat bergabung dengan unsur lain, pemenggalannya dilakukan di Antara unsur-unsur itu. Tiap-tiap unsur gabungan itu dipenggal seperti pada kata dasar. Contoh : Bu Ani menyuruhku untuk memfotokopi seluruh materi matematika kelas 10.

F. Kata Depan di, ke dan dari Kata depan di, ke dan dari ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya, kecuali di dalam gabungan kata yang sudah lazim dianggap sebagai satu kata, seperti kepada dan daripada Contoh : Maukah kau bermain ke rumahku ?

G. Partikel 1. Partikel lah,-kah dan tah ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya. Contoh : Tulislah apa yang saya katakana 2. Partikel pun ditulis terpisah dari kata yang mendahuluinya.

Contoh : Jika anda bisa, maka saya pun juga bisa 3. Partikel per yang berarti demi, tiap, atau mulai ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya Contoh : Demi menonton pertandingan arema, para aremania rela berdesak-desakan untuk mengantri tiket.

H. Singkatan dan Akronim 1. Singkatan ialah bentuk singkat yang terdiri atas satu huruf atau lebih. a. Singkatan nama orang, nama gelar, sapaan, jabatan, atau pangkat diikuti dengan tanda titikdi belakang tiap-tiap singkatan itu. Contoh : Ridho Irzamzam, S.ST b. Singkatan nama resmi lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, badan atau organisasi, serta nama dokumen resmi yang terdiri atas gabungan huruf awal kata tertulis dengan huruf capital dan tidak diikuti dengan tanda titik. Contoh :Indonesia meminta PBB (Perserikatan Bangsa-Bansa) untuk menjadi moderator perundingan Antara Israel dan Palestina C. Singkatan kata yang berupa gabungan huruf diikuti dengan tanda titik. Contoh :Jalan Soekarno Hatta No. 9 Malang.

2. Singkatan gabungan kata yang terdiri atas tiga huruf diakhiri dengan tanda titik. Contoh : Peralatan yang digunakan adalah tang, obeng, sarung tangan dll. Catatan : a. Singkatan gabungan kata yang terdiri atas dua huruf (lazim digunakan dalam surat menyurat) masing-masing oleh tanda titik. Contoh :

b. Lambang kimia, singkatan satuan ukuran, takaran, timbangan, dan mata uang tidak diikuti tanda dengan titik. Contoh : Daya listrik yang terpasang di rumah saya adalah 900 VA

2. Akronim ialah singkatan dari dua kata atau lebih yang diperlakukan sebagai sebuah kata. a. Akronim nama diri yang berupa gabungan huruf awal unsur-unsur nama diri ditulis seluruhnya dengan huruf capital tanpa tanda titk. Contoh : Setiap saya keluar dari tempat parkIr MATOS, maka saya harus menunjukkan STNK kepada penjaga parki b. Akronim nama diri yang beupa singkatan dari beberapa unsur ditulis dengan huruf awal capital. Contoh : Beras yang berasal dari Bulog kini telah didistribusikan menuju daerah terpencil c. Akronim bukan nama diri yang berupa singkatan dari dua kata atau lebih ditulis dengan huruf kecil contoh : Di masa yang penuh dengan kemajuan teknologi, kita dituntut untuk terus mengembangkan kemampun IPTEK kita.

I. Angka dan Bilangan Bilangan dapat dinyatakan dengan angka atau kata. Angka dipakai sebagai lambing bilangan atau nomor. Di dalam tulisan lazim digunakan angka Arab atau angka Romawi. 1. Bilangan dalam teks yang dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata tertulis dengan huruf, kecuali jika bilangan itu dipakai secara berurutan seperti dalam perincian atau paparan. Contoh : Dari jumlah murid yaitu 40, 15 memilih ekstrakuliker sepak bola, 10 memilih kesenian dan 15 memilih pecinta alam.

2. Bilangan pada awal kalimat ditulis dengan huruf, jika lebih dari dua kata, susunan kalimat diubah agar bilangan yang tidak dapat ditulis dengan huruf itu tidak ada pada awal kalimat. Contoh : enam pemenang lomba menggambar kini telah menerima beasiswa. 3. Angka yang menunjukkan bilangan utuh besar dapat di eja sebagian supaya lebih mudah dibaca. Contoh : Real Madrid membeli Cristiano Ronaldo dari MU sebesar 1,3 Triliyun rupiah. 4. Angka digunakan untuk menyatakan (a) ukuran panjang, berat, luas, dan sisi; (b)satuan aktu;(c) nilai uang; dan (d) jumlah. 4a) Tanda titik pada contoh bertanda bintang(*) merupakan tanda decimal. Contoh : Satu radian sama dengan 6,28* 4b) Penulisan lambang mata uang , tidak diakhiri dengan tanda titik dan tidak ada spasi Antara lambang itu dan angka yang mengikutinya, kecuali di dalam tabel. Contoh : Saya akan menukar 2000 menjadi rupiah. 4c) Angka digunakan untuk melambangkan nomor jalan, rumah, apartemen, atau kamar.

Contoh : Jalan Jakarta No. 3 Malang. 4d) Angka digunakan untuk menomori bagian karangan atau ayat kitab suci. Contoh : Surah Al-Baqarah : 89 4e) Penulisan bilangan dengan huruf dilakukan sebagai berikut. Bilangan utuh Contoh : Umurku kini menginjak 18 tahun

Bilangan pecahan Contoh : Pipa PVC itu berdiameter

5. Penulisan bilangan tingkat dapat dilakukan dengan cara penomeran dengan angka romawi. Contoh : Pada lantai IV gedung AH jam 10 ada pementasan seni. 6. Penulisan bilangan yang mendapat akhiran an mengikuti cara berikut. Contoh : Di toko itu harga semua barang berkisar 5000-an 7. Bilangan tidak perlu ditulis dengan angka dan huruf sekaligus dalam teks (kecuali di dalam dokumen resmi, seperti akta dan kuitansi). Contoh : Di kulkas terdapat 12 es krim. 8. Jika bilangan di lambangkan dengan angka dan huruf penulisannya harus tepat. Contoh : Saya mendapatkan beasiswa sebesar Rp. 30.000.000 (tiga puluh juta rupiah) J. Kata Ganti ku-, kau-, -ku, -mu, dan nya Kata ganti ku- dan kau- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya;-ku, -mu dan nya ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya. Contoh : Majalah ini boleh kaupinjam.

Catatan : Kata-kata ganti (-ku, -mu, -nya) dirangkai dengan tanda hubung apabila digabung dengan bentuk yang berupa singkatan atau kata yang diawali dengan huruf capital. Contoh : STNK-ku apa sudah kau temukan ?

K. Kata si dansang Kata si dan sang ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya. Contoh : Pembaca mengirim saran kepada si penulis

Anda mungkin juga menyukai