Anda di halaman 1dari 12

I. PENDAHULUAN A.

Latar Belakang

Mamalia merupakan kelompok tertinggi dalam dunia hewan. Salah satu contoh hewan mamalia adalah marmut (Cavia porcellus). Tubuh marmut hampir semuanya tertutup oleh rambut pada kulitnya. Marmut (Cavia porcellus) merupakan anggota mamalia yang berordo rodentia, yaitu ordo hewan pengerat. Marmut ( Cavia porcellus) mempunyai badan pendek, kuat, dan bertelinga pendek. Suhu tubuhnya tetap tidak terpengaruh oleh lingkungannya. Mamalia berasal dari bahasa latin yaitu mammae yang berarti buah dada, maka setiap hewan kelas ini pasti mempunyai kelenjar mammae. Kelenjar mammae pada marmut betina akan berkembang dan digunakan untuk menyusui anaknya yang masih muda. Seluruh tubuh marmut tertutup oleh kulit yang berambut. Marmut (Cavia porcellus) mempunyai sifat yang spesik yaitu mempunyai ekor yang menonjol, pada waktu lahir anak marmut mirip dengan dewasa karena sudah berambut dan matanya sudah terbuka. Ciri lain yang membedakan mamalia dengan hewan lain adalah pada jantung mamalia dewasa mempunyai dua ventrikel yang berfungsi untuk memompa darah, dindingnya sangat tebal. Hal menarik pada marmut adalah cara yang dilakukan dalam menarik atau memikat lawan jenisnya. Biasanya dengan cara menyebarkan kelenjar bau yang terdapat pada lekuk pirenium letaknya posterior dari penis atau vulva, peristiwa ini disebut hedonik. Praktikum ini menggunakan marmut sebagai salah satu spesies yang mewakili karena selain mudah didapat, marmut juga tidak berbahaya dan mempunyai organ-organ yang cukup besar sehingga mudah diamati. B. Tujuan

Tujuan dalam praktikum ini adalah untuk mempelajari anatomi marmut (Cavia porcellus).

II.

MATERI DAN METODE

A.

Materi

Alat-alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah bak preparat, pinset, pisau, gunting bedah. Bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah marmut ( Cavia porcellus), air kran, dan eter. B. Metode

Metode yang digunakan dalam praktikum ini adalah sebagai berikut : 1. tersebut pingsan. 2. ventral dibasahi. 3. Kulit marmut digunting mulai dari posterior alat kelamin menuju bagian anterior, mengikuti garis medio ventral badan sampai ujung mandibula. 4. Kulit dibuka kesamping hingga kelihatan otot-otot daerah thorax dan abdomen. 5. Viscera insitu diamati dengan pembedahan yang dimulai dari daerah inguinal menuju anterior sampai xiphisternum mangikuti garis meridian badan dan dilanjutkan ke arah lateral menyusuri diafragma. 6. dapat dilihat dengan jelas. 7. Pemotongan bagian thorax dimulai dari otot-otot rusuk kiri dan kanan sternum pada anterior sampai daerah ketiak, sedangkan pada lateral menyusuri diafragma. Bagian abdomen dikuak sehingga organ-organnya Rambut marmut yang ada pada bagian perut atau Marmut dibius menggunakan eter, sampai hewan

8.

Sistem pencernaan dan urogenitalia dapat dilihat dengan diurai menggunakan pinset, maka akan terlihat organ-organ dalam menyusun sistem pencernaan dan urogenitalia. III. Tot bau asik

B. Pembahasan Menurut Jasin (1987) klasifikasi Marmut (Cavia porcellus) adalah sebagai berikut: Phyllum : Chordata

Subphyllum : Vertebrata Class Ordo Famili Genus Species : Mamalia : Rodentia : Cavidae : Cavia : Cavia porcellus

Klasifikasi Cavia porcellus termsuk ke dalam infraclass eutharia yaitu hewahewan yang disebut mamalia berplasenta, istilah ini menyesatkan karena plasenta adalah organ yang menyempurnakan pertukaran fisiologis antara induk dan fetus. Pembuluh-pembuluh darah eutharia terdapat pada selaput allanthois dan beberapa eutharia tidak memiliki perdaran darah allanthois. Cavia porcellus termasuk ordo rodentia, dimana rodentia merupakan salah satu ordo dalam kelas mamalia yan paling besar (Hildebrand, 1995). Pengamatan anatomi Cavia porcellus didapatkan hasil bahwa tubuh marmut terdiri atas kepala (caput), leher (cervix), badan (truncus) dan ekor (cauda). Seluruh tubuh marmut ditutupi oleh rambut yang merupakan karakteristik mammalia. Daerah kepala terdiri atas rima oris (mulut), nares externa, mata dan telinga. Daerah anggota

badan terbagi menjadi thorax (dada), extrimitas anterior (kaki depan) yang berjari empat digiti, abdomen (perut), extrimitas posterior (kaki belakang) berjari tiga digiti, dan di daerah ekor tumbuh rudimen. Menurut Radiopoetro (1977), tubuh marmut terdiri atas kepala (caput), leher (cervix), badan (truncus), dan ekor (cauda). Marmut mempunyai ciri-ciri yaitu pentadactyl (jari-jari bercakar), satu dens incisivus pada tiap rahang berbentuk pahat dan tumbuh terus, tidak ada dentes canini, jumlah dentes premolars dan dentes molars variable, lengan bawah dapat pronasi dan subminasi. Bagian ekor tumbuh rudimen. Sistem pernapasan dibangun oleh organ-organ larynk, epiglottis, cartilago thyroidae, catilago crycoidae, cartilago crythaenoidea, trachea, dan pulmo. Tali suara terdapat pada laring, musculus diafragma maticus memisahkan pulmo dengan jantung dan rongga abdominalis. Laring merupakan suatu struktur yang kontinyu dengan urutan cincin-cincin trachea. Fungsi pokok dari laring adalh untuk mencegah masuknya cairan atau benda ke dalam trachea. Fungsi tambahannya yaitu laring mempunyai peranan dalam menghasilkan gelombang suara atau bunyi (Storer, 1957). Sistem pencernaan pada marmut menurut Djuhanda (1982), antara lain terdiri atas oesophagus, lambung dan usus, dengan oesophagus terletak di sebelah dorsal dari trachea, melewati rongga dada kemudian menembus diafragma untuk masuk masuk ke lambung. Lambung terletak di belakang diafragma sebelah kiri rongga abdomen, usus terletak sesudah lambung, dapat dibedakan menjadi usus halus dan usus kasar, usus halus terdiri dari tiga bagian yaitu duodenum, jejunum dan ileum yang batasnya tidak dapat dibedakan. Lambung dan duodenum dihubungkan dengan suatu lubang yang disebut pilorus yang dindingnya terdiri dari otot sfingster yang dapat membuka dan menutup, sedangkan usus kasar terdiri dari caecum, colon dan

rectum, serta berakhir pada anus. Sistem ekskresi dibangun oleh sepasang ginjal yang berwarna merah tua, berbentuk seperti kacang, terletak di daerah lumbar sebelah dorsal dari rongga abdomen dan saluran pelepasan yang merupakan bagian medial ginjal berupa hilus tempat keluarnya urine. Kelanjutan dari ginjal adalah ureter saluran yang bermuara pada vesica urinaria yaitu tempat penampungan urine sementara. Akhirnya urin dikeluarkan melalui uretra (ductus urospermatika) keluar tubuh (Jasin, 1989). Sistem genitalia marmut (Cavia porcellus) terdiri dari sepasang testis yang terdapat pada scrotum. Epididimis yaitu organ yang melekat pada testis yang terbagi menjadi caput epididymis, corpus epididymis, dan cauda epididymis, sepasang ductus defferens berjalan ke sebelah dorsal dari vesica urinaria dan bermuara pada uretra. Uretra ini melanjutkan ke dalam penis. Sistem genitalia jantan dibantu oleh kelenjar-kelenjar, accesoris yang terdiri dari glandula vesiculosa, glandula prostate, dan glandula bulbo-urethra. Hal ini sesuai dengan pernyataan Weichert (1984) yang menyatakan bahwa sistem genitalia pada marmut terdiri dari testis, vas defferens, dan penis. Mamalia betina memiliki ovarium yang terletak di belakang ginjal. Ujung lateral dari ovarium terdapat saluran yang disebut osteum yang menuju oviduct. Saluran ini berlanjut sebagai kantung tebal yang merupakan tanduk dari uterus, kedua tanduk kemudian menyatu pada bagian posterior sebagai badan uterus, dimana vagina terletak diantara kopulasi (Storer and Usinger, 1961). Sepasang pappila mammae terletak di antara kaki belakang, tetapi pada hewan jantan glandula tidak melakukan sekresi. Bagian belakang penis terdapat lekuk pirenium yang merupakan lekukan yang dalam dan nampak selalu kotor.

Lekuk ini merupakan tempat bermuara kelenjar bau yang digunakan sebagai tanda pengenal spesies dan hedonick atau pemikat lawan jenis (Brotowidjoyo, 1990). Cavia porcellus mempunyai 2 anggota badan. Jantungnya terdiri dari 4 ruang masing-masing terpisah yang terdiri dari 2 atrium dan 2 ventrikel. Cavia porcellus termasuk hewan homoiterm (suhu tubuh tudak dipengaruhi oleh suhu lingkungan). Bagian tubuh luar Cavia porcellus terdiri dari nares externa, labium inferior, labium superior, palpebra superior, membran nictitans, crenalia, dan ekstrimitas caudalis (Radiopoetro, 1990). Jantungnya beruang empat dengan sekat yang sempurna, lengkung aortanya hanya di sebelah kiri. Ukuran paru-paru relatif besar, kompak dan kenyal terdapat di rongga dada. Diafragma terletak diantara rongga dan perut yang merupakan sekat rongga tubuh (Djuhanda, 1982).

IV.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil dan pembahasan sebelumnya dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 1. Marmut (Cavia porcellus) merupakan kelas mammalia yang tubuhnya terbagi atas caput, cervix, truncus, ekstrimitas, dan cauda yang tumbuh rudiment. 2. Sistem genitalia pada marmut jantan terdiri dari sepasang testis yang terdapat pada scrotum epididymis dan ductus defferens. 3. Sistem pencernaan pada marmut yaitu oesophagus, gastrum dapat dibagi menjadi: pars cardia, fundus, dan pars pylorica, duodenum, jejunum, ileum, caecum, dan colon. 4. Sistem respirasi dibangun oleh organ-organ larynk, epiglottis, cartilago thyroidae, catilago crycoidae, cartilago crythaenoidea, trachea, dan pulmo. 5. Sistem urinaria pada marmut terdiri dari sepasang ginjal, ureter, vesica urinaria dan uretra 6. Sistem genitalia betina terdiri atas ovarium yang terletak di belakang ginjal, osteum,oviduct, uterus, dan vagina.

DAFTAR REFERENSI Brotowidjoyo, M.D. 1990. Zoologi Dasar. Erlangga, Jakarta. Brotowidjoyo, M. D. 1994. Zoologi Dasar. Erlangga, Jakarta. Djuhanda, T. 1982. Pengantar Anatomi Perbandingan Vertebrata I. CV Amicro,Bandung. Hildebrand. 1995. Analysis of Vertebrata Structure. John Wiley and Sons, Inc., New York. Jasin, M. 1987. Sistematika Hewan Invertebrata dan Vertebrata. Sinar Wijaya, Surabaya. Jasin, M. 1989. Sistematika Hewan Vertebrata dan Invertebrata. Sinar Wijaya, Surabaya. Radiopoetro. 1977. Zoologi. Erlangga, Jakarta. Radiopoetro. 1990. Morfologi Hewan 1. Binacipta, Jakarta Storer, T.I. 1957. General Zoology. Kogakhusa Company, LTD, Tokyo. Storer, and Usinger. 1961. Elemen of Zoology. McGraw-Hill Book Company, Inc., London. Weichert, C. K. 1984. Element of Chordata Anatomy 4th Edition. Mc. Graw-Hill Publishing Company Limited, New Delhi.

ANATOMI MARMUT (Cavia porcellus)

Oleh : Nama NIM Rombongan Kelompok Asisten : Muhammad Rifqi Elnanza : B1J012188 : IV :3 : Sumartika Yimastria

LAPORAN PRAKTIKUM STRUKTUR DAN PERKEMBANGAN HEWAN I

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN FAKULTAS BIOLOGI PURWOKERTO 2013