Anda di halaman 1dari 144

Budi Purwanto

MODEL
Silabus dan Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP)

Berdasarkan Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi dan


Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan

PT TIGA SERANGKAI PUSTAKA MANDIRI


SOLO
MODEL
Silabus dan Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP)

Penulis : Budi Purwanto


Editor : Agus Sriyanto W.
Penata letak isi : Bonawan
Tahun terbit : 2009
Diset dengan Power Mac G4, font : Times 10 pt

Preliminary : iv
Halaman isi : 140 hlm.
Ukuran buku : 14,8 x 21 cm

Ketentuan Pidana Sanksi Pelanggaran © Hak cipta dilindungi


oleh undang-undang.
Pasal 72
Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2002 All rights reserved.
Perubahan atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1987
tentang Hak Cipta
1. Barang siapa dengan sengaja dan tanpa hak mengumumkan Penerbit
atau memperbanyak suatu ciptaan atau memberi izin untuk itu, PT Tiga Serangkai Pustaka
dipidana dengan pidana penjara paling sedikit 1 (satu) bulan Mandiri
dan/atau denda paling sedikit Rp1.000.000,00 (satu juta rupiah), Jalan Dr. Supomo 23 Solo
atau pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau denda Anggota IKAPI No. 19
paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah). Tel. 0271-714344,
Faks. 0271-713607
2. Barang siapa dengan sengaja menyerahkan, menyiarkan,
http://www.tigaserangkai.com
memamerkan, mengedarkan, atau menjual kepada umum sesuatu
e-mail: tspm@tigaserangkai.co.id
ciptaan barang atau hasil pelanggaran Hak Cipta atau Hak Terkait
sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dipidana dengan pidana
penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Dicetak oleh percetakan
Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah). PT Tiga Serangkai Pustaka
Mandiri
Kata Pengantar

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena hanya
atas bimbingan dan petunjuk-Nya penulis dapat menyelesaikan buku pendam­ping
Semesta Fenomena Fisika, yaitu Model Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pem­
belajaran (RPP). Semoga dengan adanya buku ini dapat membantu para guru dalam
melaksanakan program pendidikannya sesuai dengan karakteristik, potensi, dan
kebutuhan peserta didik.
Dengan diberlakukannya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang
menekankan pada Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL), kita
menginjak babakan baru dengan wajah dan perlakuan kurikulum yang berbeda
dengan kurikulum sebelumnya, yaitu memberi keleluasaan pada guru.
Selain menyajikan Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), buku
ini dilengkapi dengan petunjuk guru. Dengan adanya petunjuk guru ini, diharapkan
para guru dapat mengetahui bagaimana proses pembelajaran di sekolah dengan
adanya KTSP. Namun, dengan adanya buku ini bukan berarti membatasi ruang gerak
guru untuk berkreasi dan mengembangkan diri. Di samping itu, penyusunan buku
ini dibuat secara ringkas dan padat sehingga masih terbuka luas bagi guru untuk
mengembangkan sesuai dengan situasi, kondisi, dan lingkungan tempat Bapak
dan Ibu Guru mengajar. Kami menyadari akan adanya perbedaan persepsi dengan
Bapak dan Ibu Guru yang terjun langsung di lapangan. Namun, perbedaan tersebut
diharapkan akan saling timbal balik dan saling mengisi jika ada kekurangan.
Semoga buku ini bermanfaat bagi Bapak dan Ibu Guru. Segala saran dan masuk­
an dari rekan guru sangat kami harapkan demi kemajuan kualitas buku ini di masa
yang akan datang.

Solo, Januari 2009

Penulis

iii
Daftar Isi

Kata Pengantar_ ________________________________________________ iii


Daftar Isi______________________________________________________ iv
Petunjuk Guru__________________________________________________ 1
Silabus _______________________________________________________ 67
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)_ __________________________ 92
Daftar Pustaka__________________________________________________ 140

iv
Petunjuk Guru

Pendahuluan
A. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)
1. Pengertian Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)
Pada era globalisasi dan dalam suasana otonomi daerah, segalanya telah
berubah dan tidak terkecuali pada bidang Pendidikan Nasional kita. Telah kita
ketahui bersama bahwa setiap ada pergantian kepemimpinan Nasional, terkesan
adanya pergantian kebijakan dalam pendidikan, khususnya kurikulum tingkat
dasar dan menengah. Namun demikian, kita percaya bahwa hal tersebut dilaku­
kan dengan tujuan baik, yaitu untuk memperbaiki mutu pendidikan di negara
kita. Mulai tahun 2006, dunia pendidikan kita telah diberlakukan Kurikulum
Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) mulai dari tingkat TK sampai SLTA. Lalu,
apakah kurikulum satuan pendidikan itu? Siapkah Bapak dan Ibu Guru untuk
menerapkan kurikulum satuan pendidikan tersebut?
Kurikulum yang berlaku pada saat ini adalah kurikulum tingkat satuan pen­
didikan. Dasar Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan mengacu pada Standar
Nasional Pendidikan. Standar Nasional Pendidikan terdiri atas: standar isi,
proses, kompetensi lulusan, tenaga pendidikan, sarana dan prasarana, penge-
lolaan, pembiayaan dan penilaian pendidikan. Dari kedelapan standar nasional
pendidikan tersebut, yang paling penting dalam pengembangan kurikulum adalah
Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL).
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi,
dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggara­
an kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Tujuan
tertentu meliputi tujuan pendidikan nasional serta kesesuaian dengan ciri khas,
kondisi daerah, satuan pendidikan, dan peserta didik. Kurikulum disusun oleh
satuan pendidikan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan de­
ngan kebutuhan dan potensi yang ada di daerah. Pada kurikulum baru ini dikenal
pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Kurikulum
dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral
untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan
bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap,
kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung

RPP Fenomena Fisika SMP 1 


jawab. Memiliki posisi sentral, berarti kegiatan pembelajaran berpusat pada
peserta didik. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut, pengembangan
kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi, perkembangan, kebutuhan,
dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan.
KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di
masing-masing satuan pendidikan. KTSP terdiri atas tujuan pendidikan tingkat
satuan pendidikan, struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan,
kalender pendidikan, dan silabus. Silabus adalah rencana pembelajaran pada
suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar
kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajar­
an, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber/bahan/alat belajar.
Kurikulum sekarang ini telah terjadi pergeseran penekanan dari isi (apa yang
tertuang) ke kompetensi (bagaimana harus berpikir, belajar, dan melakukan).
Dalam hal ini, guru dan siswa diharapkan dapat mengetahui apa yang harus
dicapai dan sejauh mana efektivitas belajar yang telah dicapai. Dibanding
dengan kurikulum lama, pada kurikulum ini terjadi perubahan yang sangat
mendasar, yaitu pola pikir pada kurikulum. Pada kurikulum lama, proses bel­
ajar mengajar untuk pelajaran matematika dan sains pada umumnya dan mata
pelajaran fisika pada khususnya terfokus pada guru, dan kurang berpihak pada
siswa. Pada kenyataan di lapangan memang belum seperti yang diharapkan.
Akibatnya, kegiatan belajar mengajar lebih menekankan pada pengajaran dari­
pada pembelajaran. Untuk mengubah pola pikir lama yang telah berlangsung
puluhan tahun memang tidak mudah, perlu adanya kesadaran dan pengorbanan
untuk menyesuaikan diri pada pola pikir yang baru. Tidak dapat dimungkiri lagi
bahwa dengan adanya kurikulum ini, pekerjaan dan tanggung jawab guru makin
berat dan juga diperlukan adanya peningkatan sarana dan prasarana penunjang
pendidikan, untuk mensukseskan tujuan pembelajaran yang ditetapkan.
Pembelajaran dapat diartikan sebagai perubahan dalam kemampuan sikap
atau perilaku siswa yang relatif permanen sebagai akhir dari pengalaman belajar.
Tugas guru adalah membuat agar proses pembelajaran pada siswa berlangsung
secara efektif dan efisien. Pembelajaran yang diharapkan agar terfokus atau
berpihak pada siswa, juga pola fikir pembelajaran perlu disesuaikan dari seka­
dar memahami konsep dan prinsip keilmuan, tetapi siswa juga harus memiliki
kemampuan untuk berbuat sesuatu dengan menggunakan konsep dan prinsip
keilmuan yang telah dikuasai. Karena kurikulum ini terfokus pada siswa maka
otomatis memberi peluang bagi siswa untuk mencari, mengolah, dan mene­
mukan sendiri pengetahuannya di bawah bimbingan guru. Menurut pilar-pilar
pembelajaran dari UNESCO, selain terjadi ’learning to know’ (pembelajaran
untuk tahu), juga harus terjadi ’learning to do’ (pembelajaran untuk berbuat) dan

 RPP Fenomena Fisika SMP 1


bahkan dituntut sampai pada ’leaning to be’ (pembelajaran untuk membangun
jati diri) yang kokoh dan ’leaning to live together’ (pembelajaran untuk hidup
bersama secara harmonis).

2. Silabus
Berbeda dengan kurikulum sebelumnya, pada kurikulum tingkat satuan
pendidikan sekarang, perumusan dan pengembangan silabus diserahkan sepe­
nuhnya kepada sekolah atau guru mata pelajaran yang berdasarkan pada standar
isi (SI) dan standar kompetensi lulusan (SKL) dengan mengingat karakteristik
siswa, kondisi sekolah, dan lingkungannya.
Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata
pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar,
materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi
waktu, dan sumber/bahan/alat belajar. Silabus merupakan penjabaran standar
kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam materi pokok/pembelajaran, kegiat­
an pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian. Prinsip
pengembangan silabus adalah ilmiah, relevan, sistematis, konsisten, memadai,
aktual dan kontekstual, fleksibel, dan menyeluruh. Komponen silabus mencakup
keseluruhan ranah kompetensi, yaitu ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik.
Pengembangan silabus dapat dilakukan oleh para guru secara mandiri
atau berkelompok dalam sebuah sekolah atau beberapa sekolah, kelompok
Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) atau Pusat Kegiatan Guru (PKG)
dan Dinas Pendidikan. Namun demikian, dimungkinkan pengembangan silabus
dilakukan bersama dalam suatu kelompok guru mata pelajaran atau kelompok
sekolah atau bahkan dalam suatu daerah tertentu. Dinas pendidikan setempat
dapat memfasilitasi penyusunan silabus dengan membantu sebuah tim yang
terdiri atas para guru yang berpengalaman di bidangnya masing-masing.
Pengembangan kegiatan pembelajaran dalam silabus sangatlah dominan.
Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang
melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antarpeserta didik, peserta
didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya dalam rangka pen­
capaian kompetensi dasar. Pengalaman belajar yang dimaksud dapat terwujud
melalui penggunaan pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan berpusat
pada peserta didik. Pengalaman belajar memuat kecakapan hidup yang perlu
dikuasai peserta didik.
Mata pelajaran Fisika mempunyai visi dan misi, antara lain berupaya men­
didik siswa yang berilmu dan berketerampilan, memiliki etos kerja, melatih
melakukan penelitian sesuai proses/metode ilmiah, dan belajar dengan meng­
aplikasikan pengetahuan terbaiknya, mempunyai sikap disiplin, jujur, dan ber­

RPP Fenomena Fisika SMP 1 


tanggung jawab. Di samping itu, juga bersikap peka, tanggap, dan berperan aktif
dalam menggunakan fisika untuk memecahkan masalah di lingkungannya.
B. Strategi Belajar Fisika
1. Strategi Belajar/Metode Belajar
Pembelajaran pada umumnya mengenal beberapa macam strategi belajar
atau metode belajar, antara lain informasi/ceramah, diskusi, demonstrasi, eksperi­
men, studi lapangan, dan tugas. Antara strategi satu dengan lainnya ada kelebihan
dan kekurangannya masing-masing. Kita tidak dapat mengatakan bahwa strategi
atau metode eksperimen lebih unggul dari ceramah/informasi atau sebaliknya.
Seorang guru harus pandai-pandai memilih strategi atau yang sesuai dalam
pembelajaran fisika untuk pokok dan subpokok bahasan yang akan diajarkan.
Namun, khusus pelajaran fisika akan lebih tepat dengan menggunakan strategi
yang dapat mengaktifkan siswa, yaitu metode eksperimen atau demonstrasi.
Karena dengan strategi tersebut siswa akan mudah untuk menemukan konsep
sendiri secara langsung dari pengalaman melakukan eksperimen.
Apakah pembelajaran fisika hanya dapat dicapai dengan menggunakan
metode eksperimen dan demonstrasi saja? Tentu saja tidak. Pembelajaran fisika
akan lebih mengena pada sasaran, apabila menggabungkan beberapa strategi
pembelajaran. Dengan strategi eksperimen tidak berarti siswa harus belajar
dan bekerja sendiri tanpa bimbingan dan pengawasan. Peran guru tetap penting
dalam mengarahkan untuk mencapai kompetensi yang telah ditetapkan. Dengan
melakukan eksperimen, siswa dilatih untuk melakukan kerja kelompok dan
berdiskusi, mengeluarkan pendapat dan adu argumentasi sehingga siswa akan
dapat menyimpulkan hasil kerja eksperimen atau menemukan konsep sendiri.
Di samping itu, dalam proses pembelajaran perlu banyak melibatkan dan meng­
aktifkan dengan melakukan tanya jawab dan diskusi. Sekiranya, pembelajaran
fisika akan klop apabila disertai dengan pendekatan inquiry, yaitu suatu proses
untuk memperoleh hasil dengan menyelidiki pengetahuan dan memahaminya.
2. Pendekatan Kontekstual (Contextual Teaching and Learning/CTL)
Sudah tidak asing lagi bagi Bapak dan Ibu Guru, dalam pembelajaran fisika,
pendekatan yang sesuai dalam penyajian materi Fisika adalah dengan pendekatan
keterampilan proses, apalagi pada kurikulum (2006) yang berlaku sekarang
sangatlah diharapkan untuk diterapkan. Namun, sekarang telah muncul dan
dikembangkan dengan Pendekatan Kontekstual (Contextual Teaching and
Learning/CTL). Lantas apa itu pendekatan kontekstual (CTL)? Pendekatan
kontekstual adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi
yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat
hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam

 RPP Fenomena Fisika SMP 1


kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Dengan demikian,
proses pembelajaran berlangsung secara alamiah dalam bentuk kegiatan siswa
bekerja dan mengalami, bukan transfer pengetahuan dari guru ke siswa. Dalam
hal ini, proses lebih dipentingkan daripada hasil. Melalui pendekatan CTL, siswa
diharapkan belajar melalui ”mengalami” bukan ”menghafal.” Keterampilan dan
pengetahuan diperluas dari yang sempit atau sedikit meluas dari sedikit demi
sedikit. Untuk itu, perlu adanya lingkungan belajar yang mendukung, yaitu
lingkungan belajar yang berpusat pada siswa sedangkan guru berperan untuk
mengarahkan atau sebagai organisator pembelajaran.
Pembelajaran kontekstual mengandung tujuh komponen utama, yaitu
konstruktivisme (constructivism), bertanya (quetioning), menemukan (inquiry),
masyarakat belajar (learning community), pemodelan (modeling), dan penilaian
sebenarnya (authentic assessment). Hal-hal penting dalam pendekatan (CTL)
yang berbeda dengan pendekatan tradisional adalah
– siswa secara aktif terlibat dalam proses pembelajaran, bukan pasif;
– pembelajaran dikaitkan dengan kehidupan nyata atau masalah yang ditim­
bulkan, bukan bersifat abstrak dan teoritis;
– perilaku dibangun atas kesadaran diri, bukan kebiasaan;
– hadiah untuk perilaku baik adalah kepuasan diri, bukan pujian atau nilai
rapor;
– penghargaan terhadap pengalaman siswa sangat diutamakan, biasanya tidak
memperhatikan pengalaman siswa;
– siswa belajar dari teman melalui kerja kelompok, diskusi, saling mengoreksi,
bukan belajar secara individu.
KTSP memberi penekanan atau memfokuskan pada siswa sehingga akan
membawa konsekuensi yang luas. Selain siswa menguasai materi fisika, siswa
diharapkan juga dapat mengembangkan jati dirinya, mengenal lingkungannya,
dapat bersosialisasi dengan lingkungan dan juga peka terhadap lingkungan
serta tahu akan hak dan kewajibannya. Dengan demikian, belajar tidak hanya
berlangsung di dalam lingkungan sekolah tetapi juga dapat berlangsung di luar
sekolah, di masyarakat, alam sekitar, untuk dapat mengembangkan kreativitas
siswa sendiri. Tidak dapat dimungkiri lagi bahwa siswa yang kreatif akan
lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan, tidak bergantung pada orang
lain, tidak mudah menyerah yang nantinya akan dapat menciptakan sesuatu
yang bermanfaat bagi dirinya dan orang lain. Apalagi pada masa sekarang,
di Negara kita baru saja dilanda krisis pada berbagai sektor, terutama krisis
ekonomi dan bencana alam yang beruntun sehingga diperlukan tenaga-tenaga
potensial yang kreatif, berjiwa sosial tinggi, dan dapat menciptakan lapangan
kerja baru.

RPP Fenomena Fisika SMP 1 


Keterampilan siswa tidak dapat timbul secara tiba-tiba, melainkan perlu
dilatih sejak dini. Keterampilan hidup (life skill) melalui pendekatan active
learning perlu dikembangkan dari berbagai sektor, termasuk dalam pembel­
ajaran fisika. Salah satu di antaranya adalah kegiatan outbond atau kegiatan di
luar kelas. Kegiatan ini sangat baik untuk diterapkan pada siswa. Selain dapat
mengenali lingkungan secara langsung, siswa dapat menerapkan untuk lintas
pelajaran yang lain. Dengan kegiatan ini, siswa dapat menanamkan sikap sosial
dalam masyarakat dan juga menanamkan sadar lingkungan. Khususnya pada
pembelajaran fisika tidak mutlak hanya mempelajari sesuatu yang berkaitan
dengan fisika melainkan dapat dikaitkan dengan ilmu pengetahuan yang lain.
Contoh yang sangat mendesak untuk ditangani adalah masalah lingkungan, yaitu
pencemaran lingkungan, kerusakan alam, kerusakan hutan, pembakaran hutan
di musim kemarau, penjarahan, dan lain-lain, perlu ditanamkan kesadaran diri
pada siswa. Dengan demikian, siswa sekolah menengah ini nantinya menjadi
pelopor untuk melestarikan lingkungan, termasuk di dalamnya pelestarian hu­
tan, air, laut, dan tidak kalah pentingnya adalah memperbaiki lingkungan yang
sekarang ini tambah kacau saja.
Sangatlah penting dalam pembelajaran fisika untuk membangkitkan mo­
tivasi siswa agar senang belajar, merasa membutuhkan, dan tidak ada tekanan
dari pihak mana pun. Sesuatu yang dilakukan dengan motivasi tinggi dan rasa
senang hasilnya pasti akan lebih memuaskan.
Bagaimana cara memotivasi siswa agar tertarik pada fisika?
Seorang guru sebagai pengajar sekaligus sebagai pendidik yang baik dan
disegani oleh siswa tidak terlepas dari profil seorang guru. Seorang guru yang
berwibawa, dekat dengan siswa, humoris, tidak menakutkan, menarik, pandai,
disiplin, mengerti pada siswanya dan dapat sebagai panutan, siswa akan lebih
mudah dan cepat menerima pelajaran. Buatlah kesan bahwa pelajaran fisika
itu mudah dan menyenangkan serta perlu untuk dipelajari. Meskipun seorang
guru telah menguasai segala macam teori belajar dan materi dengan baik, tetapi
dalam menyampaikan pelajaran siswa tidak tertarik, tidak ada semangat/tidak
ada motivasi, dapat dipastikan hasilnya tidak akan memuaskan. Akan berbeda,
apabila dalam menyampaikan pelajaran sangat antusias, menarik dan dapat
membangkitkan motivasi siswa, dapat dijamin hasilnya akan lebih memuaskan.
Setelah siswa tertarik dan termotivasi, segala sesuatu yang diberikan, disam­
paikan, dianjurkan, akan dapat dilaksanakan dengan senang dan cepat, tanpa
ada rasa terbebani. Dengan demikian, pengertian belajar bagi siswa bukan me­
rupakan kewajiban yang harus dilaksanakan tetapi merupakan suatu kebutuhan
yang menyenangkan.

 RPP Fenomena Fisika SMP 1


Beberapa tips pembelajaran agar siswa senang dan tertarik kepada
pelajaran fisika, antara lain
– bersikap santai, menarik, tetapi cepat dan efektif;
– mengaitkan materi pelajaran fisika dengan peristiwa dalam kehidupan
sehari–hari atau kehidupan nyata;
– tunjukkan di hadapan siswa bahwa Guru itu pandai dan tahu segalanya
(terutama materi fisika dan yang terkait);
– usahakan siswa terlibat dalam pembelajaran secara aktif dengan tanya
jawab/diskusi;
– melakukan demonstrasi/pengamatan yang disertai tanya jawab, selain untuk
memahami materi juga memotivasi siswa;
– melakukan eksperimen atau demonstrasi dengan menggunakan peralatan
yang sederhana kemudian dilengkapi dengan peralatan yang modern (kalau
ada);
– gunakan media yang bervariasi, (gambar, chart, peralatan laboratorium,
OHP, slide, VCD, komputer, terjun langsung di lapangan, kalau perlu studi
lapangan);
– mengungkap kejadian atau peristiwa sehari-hari yang terkait, yang dilihat,
dirasakan, dan dialami siswa untuk didiskusikan sehingga tahu sebab dan
akibatnya;
– rancang dan buatlah peralatan demonstrasi atau eksperimen lainnya yang
berasal dari hasil kreasi guru untuk diperagakan di depan siswa, tidak ter­
tutup kemungkinan melibatkan siswa untuk membuat peralatan, misalnya
memanfaatkan barang-barang bekas sebagai alat demonstrasi;
– usahakan demonstrasi atau pengamatan dilakukan oleh salah satu siswa
dalam kelompoknya;
– berilah selingan dengan memberi informasi tentang sejarah orang-orang
terkenal khususnya penemu fisika dan hasil karyanya sehingga siswa akan
tertarik dan berusaha untuk mencontoh;
– berilah selingan untuk memasukkan muatan moral, etika sopan santun,
dengan memberi contoh-contoh akibat dari perlakukan kurang terpuji,
termasuk contoh akibat dari penyalahgunaan narkoba, juga menyangkut
tentang pelestarian lingkungan alam dan dampak perusakan lingkungan;
– lakukan diskusi untuk mengetahui bahwa fisika diperlukan dalam segala
bidang ilmu (teknik, kedokteran, pertanian, peternakan, telekomunikasi,
kimia, biofisika, biokimia, dan lain-lain) termasuk bidang ilmu ekonomi
yang tidak luput dari penggunaan fisika dengan munculnya ilmu fisika
ekonomi.
– berilah arahan atau gambaran tentang jurusan yang diperkirakan sesuai
dengan minat siswa yang nantinya akan dimasuki setelah lulus.

RPP Fenomena Fisika SMP 1 


Tanya jawab dapat berfungsi untuk
– mengungkap/mengingat kembali rumus-rumus yang terkait sebelumnya;
– melatih siswa dalam menghitung secara cepat tanpa alat bantu (misalnya
kalkulator);
– mengetahui kelebihan dan kekurangan siswa;
– mengaitkan pembahasan yang baru berlangsung dengan kejadian sehari-hari
di sekitarnya;
– menghidupkan suasana kelas agar menjadi segar dan bergairah;
– mengingatkan siswa yang kurang memperhatikan pelajaran/mengantuk;
– membuat siswa lebih aktif dalam proses pembelajaran;
– siswa dapat menyimpulkan hasil demonstrasi yang baru berlangsung.
Secara garis besar, strategi pembelajaran fisika dalam kurikulum (KTSP)
adalah mengutamakan penggunaan metode eksperimen, demonstrasi/peng­
amatan, dan diskusi. Usahakan siswa dapat terjun langsung di lapangan untuk
memperoleh pengalaman langsung, mengadakan pengamatan, pengukuran,
analisis data, diskusi, dan menyimpulkannya. Dengan demikian, siswa tahu apa
yang harus dilakukan dan berbuat yang terbaik di lingkungannya.

3. Kegiatan Pembelajaran
Telah kita ketahui bersama bahwa pembelajaran pada kurikulum sekarang
adalah menitikberatkan pada siswa. Untuk memaksimalkan keberhasilan
pem­belajaran, peran guru sangatlah menentukan. Guru sebagai organisator,
fasilisator, motivator di kelas akan menentukan berhasil tidaknya hasil belajar
siswa. Hal ini dikarenakan gurulah yang merancang dan menerapkan pada anak
didiknya. Meskipun dalam kurikulum telah menekankan pembelajaran berpihak
pada siswa, tetapi kalau pelaksanaan di lapangan tidak sesuai dengan yang di­
rencanakan dapat dipastikan hasil belajar siswa akan jauh dari yang diharapkan.
Lalu, bagaimana kegiatan pembelajaran yang diharapkan sesuai dengan tujuan
yang telah dirumuskan? Pembelajaran fisika tidak akan berhasil apabila tidak
ditunjang dengan sarana dan prasarana yang memadai. Bagaimana apabila di
sekolah sarana dan prasarana pembelajaran tidak tersedia secara memadai?
Bagaimana usaha guru agar proses pebelajaran di sekolah dapat berlangsung
dengan sarana dan prasarana yang memadai? Banyak cara agar pembelajaran
dapat berlangsung sesuai dengan harapan kita. Meskipun dana operasional se­
kolah atau dari pemerintah daerah besarnya terbatas apalagi harus menyediakan
sarana pembelajaran atau media pembelajaran yang jauh dari memadai. Apakah
kita harus menyerah tanpa ada usaha untuk perkembangan anak didik kita?
Kegiatan pembelajaran di kelas atau sekolah, sekarang sepenuhnya diserah­
kan pada guru pengampu. Guru merancang silabus sendiri dan menerapkan
pada anak sendiri di daerah lingkungan sendiri. Dengan demikian, berhasil

 RPP Fenomena Fisika SMP 1


tidaknya anak didik dalam belajar mengarah menjadi tanggung jawab guru.
Tidak dapat dimungkiri lagi bahwa tanggung jawab guru bertambah berat dan
memang demikian adanya sebagai pahlawan tanpa tanda jasa yang merupakan
ikon dari seorang guru.
Banyak kegiatan yang dapat dilakukan agar pembelajaran dapat meng­
aktifkan siswa, antara lain melalui peragaan atau demonstrasi, tugas lapangan,
penelitian, tugas kelompok, tugas mandiri, praktikum di laboratorium, tugas
portofolio, dan mengakses internet.
Usahakan pembelajaran dimulai dari permasalahan dan diteruskan dengan
diskusi pemecahan masalah. Siswa diharapkan untuk menemukan sendiri
jawab­an dari permasalahan. Misalnya dimulai dari eksperimen, dengan kegiatan
eksperimen ini siswa akan dapat memperoleh permasalahan yang akan dapat
dipecahkan bersama dalam suatu kelompok kemudian menyimpulkannya.
Siswa dapat melatih bersikap ilmiah, berpikir secara kritis, dan analitis untuk
menemukan. Dengan demikian, siswa akan menemukan konsep dan prinsip
sendiri. Kita menyadari bahwa di lapangan pembelajaran yang mengaktifkan
siswa untuk menemukan pengetahuannya sendiri tidaklah mudah. Apalagi siswa
sudah terbiasa belajar dari hasil ceramah guru di kelas. Untuk itu perlu dimulai
dari, misalnya pengenalan alat, lingkungan, menggunakan alat, dan peragaan.
Setelah siswa terbiasa atau setidaknya mengenal permasalahan, baru dilakukan
pembelajaran siswa aktif untuk menemukan sendiri. Dalam hal ini siswa dapat
melakukan eksperimen atau penelitian yang diawali dengan adanya permasalah­
an untuk dapat dipecahkan.
C. Media Pembelajaran
Pembelajaran fisika dan kimia tidak dapat terlepas dari media, di samping untuk
memahami materi fisika juga diperlukan untuk memupuk kreativitas, meningkatkan
motivasi, dan untuk menarik perhatian siswa. Usahakan semua siswa dapat terlibat,
memegang, melihat, mengamati, dan mengukur secara langsung. Apabila peralatan
yang tersedia sedikit (kurang memadai) dan kemungkinan berbahaya atau berisiko
pada keselamatan siswa, dapat dilakukan dengan demonstrasi yang dilakukan oleh
guru. Sebenarnya demonstrasi tidak selamanya harus melakukan eksperimen dalam
pembelajaran, tetapi juga banyak keunggulannya dibanding dengan eksperimen.
Demonstrasi yang bagus dan dilengkapi dengan tanya jawab, guru dapat meng­amati
situasi kelas, dapat memotivasi siswa, dapat menanamkan sikap, moral, etika, nilai
yang pada masa sekarang terasa menurun. Dengan demonstrasi pembelajaran dapat
berlangsung secara cepat, dapat dilengkapi dengan media lain (gambar, chart, per­
alatan laboratorium, OHP, slide, dan lain-lain). Untuk mengefektifkan penggunaan
media pembelajaran, sebelumnya perlu dipersiapkan terlebih dahulu, termasuk
mencobanya untuk mengetahui layak tidaknya alat yang akan digunakan. Media

RPP Fenomena Fisika SMP 1 


pembelajaran tidak harus menggunakan peralatan yang modern keluaran pabrik,
melainkan guru yang kreatif dapat mengusahakan peralatan sederhana yang ada di
sekitarnya atau membuat peralatan sederhana sendiri. Kalau memungkinkan, siswa
dapat dilibatkan dalam pengadaan atau pembuatan alat peraga atau eksperimen.
Apabila di sekolah tersedia sarana komputer lengkap dengan proyektornya, tidak ada
salahnya menggunakan perlengkapan tersebut untuk variasi metode pembelajaran.
Dengan kata lain, sarana apa saja yang tersedia di sekolah dapat dimanfaatkan secara
maksimal. Dengan demikian, guru harus lebih aktif dan kreatif agar pembelajaran
memenuhi kompetensi yang telah ditetapkan.
D. Evaluasi
Untuk mengetahui seberapa jauh siswa dapat mencapai kompetensi sesuai
dengan yang diharapkan maka perlu dikembangkan sistem evaluasi atau pengujian.
Evaluasi yang diterapkan harus mencakup semua kompetensi dasar dengan mengacu
pada indikator-indikator yang telah ditetapkan. Sistem evaluasi berbasis kemampuan
dasar yang direncanakan adalah sistem evaluasi yang berkelanjutan dan berbasis ke­
las. Berkelanjutan dalam arti semua indikator dibuatkan soalnya, kemudian hasilnya
dianalisis untuk menentukan kemampuan dasar yang telah dan yang belum dimiliki,
serta untuk mengetahui kesulitan atau kendala yang dialami siswa.
Sudah bukan rahasia lagi, kebiasaan guru dalam mengevaluasi hanya meng­
ukur aspek kognitifnya saja, yaitu dari ulangan harian dan ulangan umum atau
semesteran. Menurut Bloom yang terkenal dengan taksonomi Bloom, jenjang
kognitif disusun menjadi pengetahuan (C1), pemahaman (C2), aplikasi (C3), analisis
(C4), sintesis (C5), dan evaluasi (C6). Pada kurikulum berbasis kompetensi, selain
aspek kognitif, aspek lainnya seperti aspek afektif dan aspek psikomotornya juga
perlu dievaluasi.
Bagaimana cara mengevaluasi dan apa alat yang digunakan untuk meng­ukur
tingkat kemampuan siswa?
Seperti halnya pada evaluasi sistem lama, yaitu tes tertulis, baik berupa ulangan
harian, ujian tengah semester, dan ujian akhir semester masih diteruskan. Evaluasi
model di atas sebagian besar hanya mengetahui tingkat kemampuan ditinjau dari
aspek kognitif saja. Untuk aspek afektif dan aspek psikomotorik belum dapat
terdeteksi. Oleh karena itu, perlu ditambah evaluasi untuk kemampuan aspek afektif
dan aspek psikomotorik. Untuk kemampuan aspek afektif dapat dilakukan dengan
mengamati secara langsung sikap tingkah laku siswa keseharian di dalam kelas
maupun di luar kelas, dengan membuat catatan harian.
Aspek afektif meliputi
– sikap siswa terhadap mata pelajaran;
– sikap kritis siswa terhadap proses belajar mengajar;

10 RPP Fenomena Fisika SMP 1


– kemampuan mengemukakan pendapat;
– keberanian untuk bertanya;
– kemampuan mengoordinasi teman di dalam kelompoknya;
– kemampuan mempresentasikan kesimpulan hasil eksperimen dari kelompoknya
di depan kelas;
– keberanian untuk memimpin suatu diskusi kelompok atau diskusi kelas.
Terukurnya kemampuan aspek afektif siswa dapat juga dimanfaatkan untuk
memperbaiki sikap dan tingkah laku siswa. Selain itu, dapat juga dimanfaatkan untuk
memperbaiki proses belajar mengajar. Tidak tertutup kemungkinan guru fisika dapat
berfungsi sebagai pembimbing konseling, karena tatap muka guru dengan siswa lebih
banyak dan secara langsung dapat mengetahui perubahan perilaku siswanya.
Untuk mengetahui kemampuan keterampilan siswa (aspek psikomotorik), dapat
dilakukan tes keterampilan menggunakan peralatan laboratorium atau alat demons­
trasi. Penguji (dalam hal ini guru) melakukan pengamatan dengan menggunakan
lembar pengamatan (check list) untuk butir-butir soal keterampilan atau dilihat dari
hasil laporan eksperimen. Di samping itu, penilaian dapat dilakukan pada saat siswa
melakukan kegiatan eksperimen atau demonstrasi dengan menggunakan catatan
kecil secara berkesinambungan. Di samping evaluasi model tersebut, ada evaluasi
dengan menggunakan portofolio. Pengujian dengan portofolio, cocok untuk menge­
tahui perkembangan keterampilan atau unjuk kerja siswa dengan menilai kumpulan
karya-karya atau tugas-tugas yang dikerjakan siswa. Penilaian portofolio pada da­
sarnya adalah menilai karya-karya individu siswa untuk suatu mata pelajaran dalam
kurun waktu tertentu. Dengan demikian, pengujian portofolio merupakan metode
pengujian dengan melibatkan siswa untuk menilai kemajuannya. Portofolio dapat
berisi pekerjaan tugas siswa, pembuatan alat peraga atau alat-alat hasil karya siswa,
laporan penelitian, laporan praktikum siswa, tugas pengumpulan kliping, karangan
atau tugas lain yang perlu didokumentasikan. Dengan demikian dapat disimpulkan
bahwa evaluasi atau sistem penilaian harus memenuhi aspek berikut ini.
1. Aspek kognitif berupa kuis, ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan
semesteran, pekerjaan rumah, dan tugas internet.
2. Aspek afektif berupa tes sikap minat siswa terhadap pelajaran, keaktifan siswa
di dalam kelas, mengemukakan pendapat, memimpin diskusi, dan keberanian
untuk bertanya.
3. Aspek psikomotorik berupa tes keterampilan untuk melakukan suatu percobaan
atau keterampilan melakukan peragaan, mengoperasikan alat-alat laboratorium
atau melakukan pengukuran dalam percobaan atau hasil penelitian.
4. Gabungan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik berupa tugas portofolio.

RPP Fenomena Fisika SMP 1 11


Contoh Tes Kemampuan Keterampilan
1. Percobaan/Eksperimen
Di atas meja disediakan alat-alat: neraca pegas, neraca lengan, gelas ukur, jangka
sorong, air, dan tali benang.
Tugas/Pertanyaan
1. Tentukan massa jenis besi yang berbentuk kubus.
2. Tentukan massa jenis batu kali.
Pada tes ini, kegiatan siswa yang harus dilakukan adalah sebagai berikut.
a. Menentukan massa jenis besi berbentuk kubus
1) Alat-alat yang disiapkan atau diambil adalah neraca lengan dan jangka
sorong.
2) Menimbang kubus besi menggunakan neraca lengan dengan benar (perlu
diamati cara membaca skala neraca).
3) Mengukur rusuk kubus, diulangi untuk sisi yang berbeda (diamati cara
mengukur dengan jangka sorong).
4) Memasukkan data-data yang telah disiapkan.
5) Menghitung dan menganalisis data yang diperoleh sampai menyimpulkan.
b. Menentukan massa jenis batu kali
1) Alat-alat yang disiapkan siswa adalah neraca lengan, gelas ukur, dan air.
2) Menimbang batu dengan neraca lengan.
3) Mengikat batu dengan benang kemudian memasukkan air secukupnya
dalam gelas ukur (batu diikat dengan tali agar saat dimasukkan ke dalam
gelas ukur tidak langsung mengenai dasar gelas ukur/agar tidak pecah).
4) Mengukur volume batu dengan gelas ukur berisi air.
5) Memasukkan data yang diperoleh dalam kertas laporan.
6) Menghitung dan menganalisis hasil data dan menyimpulkan.
Guru mengamati kegiatan siswa dalam melakukan percobaan dalam hal kete­
litian, kecepatan, sikap, dan keterampilan.
2. Demonstrasi/Peragaan
Di samping keterampilan siswa dalam melakukan percobaan/eksperimen, siswa
dapat dites untuk melakukan demonstrasi/peragaan. Contoh kegiatan demonstrasi
yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut.
Siswa diminta menunjukkan dan memperagakan
1) macam-macam alat ukur panjang;
2) cara mengukur panjang suatu benda dengan jangka sorong atau mikrometer sekrup;
3) cara mengukur jumlah kalor;
4) cara mengukur panjang dengan jangka sorong;
5) Menunjukkan zat bersifat asam, basa, atau zat bersifat netral.

12 RPP Fenomena Fisika SMP 1


Petunjuk Khusus

A. Pemakaian Buku Siswa


Bapak dan Ibu Guru Fisika SMP atau MTs tentu sudah paham betul materi fisika
lengkap dengan aplikasinya, yang akan disampaikan kepada siswa. Namun, gaya dan
profil guru serta kondisi dan situasi daerah satu dengan daerah lain berbeda, serta
tingkat kemampuan siswanya juga berbeda. Hal ini menyebabkan perbedaan tingkat
ketercapaian kompetensi yang telah ditetapkan. Dengan tersedianya buku siswa dan
buku guru ini, diharapkan dapat membantu pembelajaran fisika dan kimia secara
efektif dan efisien, terutama dapat tercapainya kompetensi yang telah ditetapkan.
Seorang guru yang ideal tidak hanya berpedoman pada satu buku, tetapi perlu
ditambah referensi yang lebih lengkap dan luas termasuk akses internet. Namun bagi
siswa, satu buku dan sarana mengakses internet sudah cukup. Untuk memperluas
wawasan, diskusi kelompok, dan diskusi dengan guru sangat diperlukan. Mengingat
siswa sudah mempunyai buku, guru diharapkan mengefektifkan penggunaan buku
siswa tersebut.
Cara Menggunakan Buku Siswa
Agar pemakaian buku siswa lebih efektif dan efisien, guru dapat menggunakan
langkah-langkah sebagai berikut.
– Pada akhir pelajaran dan menuju materi yang baru, siswa diharapkan untuk
membaca buku terlebih dahulu dan pada saat masuk pelajaran, baru diadakan
kuis atau tes singkat selama ± 10 menit.
– Kuis berisi rumus-rumus, hitungan secara cepat, fungsi peragaan, fungsi alat-alat,
dan lain-lain. (koreksi dilakukan oleh siswa dengan menggeser 2 atau 3 siswa
dan hasilnya dapat diketahui oleh seluruh siswa dengan cara memasukkan nilai
secara langsung).
– Guru dapat mengembangkan metode demonstrasi dan eksperimen sesuai dengan
situasi dan kondisi sekolah.
– Siswa tidak perlu mencatat kembali materi yang sama dengan buku, tetapi cukup
menambah contoh-contoh soal yang lain atau mengembangkan aplikasinya,
terutama yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, penerapan rumus-rumus
pada suatu peristiwa.
– Memperbanyak tanya jawab atau diskusi kelas. Sebagai contoh dalam menurun­
kan rumus, siswalah yang aktif berpikir, sedangkan guru yang menulis dan
mengarahkan.

RPP Fenomena Fisika SMP 1 13


– Hasil perumusan akhir perlu adanya penekanan dan diberi contoh penggunaan
dan aplikasinya yang berkaitan dengan peristiwa sehari-hari.
– Latihan soal dapat diberikan sebagai tugas rumah atau tugas di kelas.
– Melakukan demonstrasi atau eksperimen tambahan yang lebih luas.
– Menyusun LKS sebagai sarana kegiatan eksperimen atau kegiatan percobaan
dan penelitian lapangan.
Semoga dengan penggunaan Buku Siswa dan Buku Guru, proses pembelajaran
fisika dapat lebih mudah, cepat, efisien, menyenangkan, dan akhirnya buah keber­
hasilan anak didik yang akan dipetik.
B. Uraian Materi
Buku Guru ini telah dilengkapi dengan silabus (berisi standar kompetensi,
kompetensi dasar, materi pokok, submateri pokok, kegiatan pembelajaran, indika­
tor, evaluasi, alokasi waktu, dan sumber belajar). Dalam uraian materi di sini tidak
disajikan lagi karena telah ada dalam silabus (yang tertera pada halaman akhir buku
guru). Di samping itu, buku guru juga dilengkapi dengan RPP.
Dalam uraian materi akan disajikan judul bab, subbab, metode atau strategi
pembelajaran, tugas kelompok atau tugas mandiri, jawaban atau uraian keterangan
dari tugas atau peristiwa, peragaan, percobaan, kunci latihan soal, dan tes kemam­
puan keterampilan. Tips-tips alat peragaan dan percobaan serta pembuatan alat
sederhana.

Pada uraian materi di sini akan disajikan hal-hal seperti berikut ini.
A. Materi berisi subpokok bahasan/subbab.
B. Metode adalah metode yang dapat digunakan pada pokok bahasan.
C. Demonstrasi/Peragaan, kemungkinan demonstrasi atau peragaan yang dapat
dilakukan oleh guru atau siswa. Disajikan pula macam-macam alat yang mung­
kin digunakan. Demonstrasi/peragaan dapat dilakukan oleh guru atau siswa.
Apabila dilakukan oleh guru dapat disertai dengan tanya jawab dan dipandu
dengan alat bantu pembelajaran lain (misalnya OHP, gambar, model, slide, dan
LCD). Apabila dilakukan siswa, dilakukan dalam kelompok-kelompok kecil
yang disertai dengan diskusi saat dilakukan demonstrasi atau setelah melakukan
demonstrasi.
D. Eksperimen/Percobaan adalah jenis percobaan yang dapat dilakukan oleh siswa
dilengkapi dengan LKS. Disajikan pula macam-macam alat yang mungkin
digunakan.
E. Tes Kemampuan Keterampilan adalah tes keterampilan yang dapat diberikan
pada siswa. Tes ini berkaitan dengan kemampuan siswa untuk memilih dan
menggunakan alat-alat ukur atau alat percobaan atau peragaan. Pada tes ini,
dipersiapkan macam-macam alat yang mungkin digunakan dan alat-alat lainya.

14 RPP Fenomena Fisika SMP 1


Siswa disuruh memilih dan menggunakan alat-alat percobaan atau demonstrasi
sesuai dengan perintah yang ditugaskan kepada siswa secara perorangan atau
kelompok kecil.
F. Tugas Portofolio, jenis tugas yang dapat diberikan kepada siswa untuk dikerjakan
baik di rumah atau di sekolah yang berbentuk laporan tertulis sehingga dapat
didokumentasikan. Tugas portofolio antara lain kliping, laporan penelitian, tugas
mandiri, tugas dari akses internet).
G. Kunci Soal merupakan jawaban dari soal latihan subbab, soal akhir bab atau
soal latihan akhir semester.
Catatan: Bapak dan Ibu Guru tidak harus melaksanakan semua yang disajikan
pada uraian materi ini. Perlu dipilih dan disesuaikan waktu dan keadaan
serta ketersediaan alat-alat yang ada. Jadi, sifatnya fleksibel dan tidak
mengikat atau dengan cara menambah atau mengganti sesuai dengan
kreativitas bapak dan ibu guru di lapangan.

Bab 1 Besaran dan Pengukuran


A. Materi
1. Besaran Fisika dan Satuannya
2. Suhu
3. Pengukuran Besaran Fisika
B. Metode
Informasi yang disertai tanya jawab, diskusi, demonstrasi, dan eksperimen.
C. Demonstrasi/Peragaan
Macam-macam demonstrasi yang dapat dilakukan antara lain sebagai berikut.
1. Menunjukkan macam-macam alat ukur.
2. Menunjukkan cara menggunakan alat-alat ukur seperti neraca lengan, neraca
pegas, termometer, jangka sorong, mikrometer sekrup, stop-watch, atau alat
ukur lainnya.
3. Memilih alat-alat ukur yang sesuai dengan fungsinya dan percobaan yang
akan dilakukan.
4. Pembacaan nonius pada jangka sorong dan mikrometer sekrup.
5. Membuat model jangka sorong (skala nonius) yang diperbesar.
Alat-Alat
Neraca lengan, neraca pegas, termometer, jangka sorong, mikro­meter sekrup,
model skala nonius, model jangka sorong, kawat, tabung, gelas ukur, stop-watch,
dan jam tangan.

RPP Fenomena Fisika SMP 1 15


Catatan:
Pembuatan Model, model skala nonius permanen dapat dibuat dari bahan kayu tri­
plek. Ukuran skala diperbesar sampai 10 kali lipat ukuran sebenarnya atau lebih.
Model skala nonius dapat dibuat dengan bantuan OHP. Dengan cara membuat
skala nonius yang diperbesar pada kertas, kemudian dikopi pada bahan trasparan,
selanjutnya ditempelkan kaca bening. Skala utama ditempelkan pada kaca yang
tidak bergerak, sedangkan skala nonius pada kaca yang dapat digeser-geser. Hal
ini juga dapat dibuat gambar model jangka sorong yang dapat dioperasikan
seperti jangka sorong sesungguhnya. Model skala nonius juga dapat dibuat
bersifat sementara dari bahan kardus atau karton yang dibuat oleh siswa sebagai
tugas kelompok, kemudian dipresentasikan di depan kelas.
D. Eksperimen/Percobaan
Macam-macam eksperimen atau percobaan yang dapat dilakukan antara lain
sebagai berikut.
1. Mengukur panjang benda (misalnya bangku yang ditempati siswa), diameter ka­
wat, tebal pelat tipis, diameter tabung luar dan dalam, dan kedalaman tabung.
2. Menimbang benda padat dan cair.
3. Mengukur berat benda dengan neraca pegas.
Alat-Alat
Neraca lengan, neraca pegas, jangka sorong, meteran, mikrometer sekrup, gelas
ukur, stop-watch, dan air.
E. Tes Kemampuan Keterampilan
Di atas meja disediakan macam-macam alat ukur dan alat percobaan.
1. Tunjukkan cara mengukur diameter kawat dengan jangka sorong dan
mikrometer sekrup.
2. Tunjukkan cara mengukur volume benda yang tidak teratur bentuknya.
3. Bagaimana cara mengukur massa benda padat dan cair dengan menggunakan
neraca lengan?
4. Tunjukkan cara mengukur kelajuan suatu benda.
F. Tugas Portofolio
Cari informasi dan sebutkan macam-macam alat ukur, macam-macam termome­
ter yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
G. Kunci Soal
• Soal Tantangan
Penyelesaian
Jumlah skala termometer Celsius = 100, jumlah skala buatan siswa 60. Suhu
air menurut skala termometer Celsius 25oC. Perbandingan skala Celsius (C)
dengan skala siswa (S) adalah

16 RPP Fenomena Fisika SMP 1


C : S = 100 : 60 = 5 : 3
​ 35 ​(25) = 15oS
Suhu air menurut skala siswa adalah __
• Soal Ulangan Bab 1
A. Soal Pilihan
1. b 6. c 11. b 16. b 21. b 26. a 31. a 36. d
2. b 7. d 12. c 17. b 22. b 27. a 32. c 37. a
3. d 8. b 13. b 18. c 23. c 28. d 33. c 38. c
4. d 9. c 14. c 19. a 24. b 29. c 34. a 39. d
5. c 10. a 15. d 20. b 25. a 30. d 35. b 40. b
B. Soal Uraian
2. Besaran pokok: panjang (meter), massa (kilogram), waktu (sekon), kuat
arus listrik (ampere), jumlah zat (mole), suhu (kelvin), dan intensitas
cahaya (kandela).
Besaran tambahan: sudut datar (radian) dan sudut ruang (steradian).
3. Agar dapat digunakan secara universal di seluruh dunia.
4. Bersifat tetap, bersifat internasional, dan mudah ditiru.
5. Karena bersifat tidak tetap, tidak bersifat umum, dan tidak mudah
ditiru.
6. Termometer cairan, contoh termometer laboratorium dan termometer
badan.
Termometer optik, contoh pirometer: termometer jarak jauh; Termo­
kopel, termometer dengan ujung logam yang berbeda jenisnya.
8. Benda teratur dengan mengukur panjang sisi-sisinya secara langsung.
Benda tidak teratur dengan menggunakan gelas ukur.
10. Mikrometer sekrup: 2,83 mm; jangka sorong: 52,5 mm.
11. Volume balok: 1,6 m3.
12. V = 1.000 m3 = 1.000 × 106 cm3 = 109 cm3 (1 m3 = 106 cm3)
1   ​)3 ft3 = 109 × 10-3 × 0,037 = 37 × 103 ft3 (1 ft = 30 cm)
= 109 (​ __
30
​ m
13. r = __ ​ 2 ​= 0,5 kg/m3
  ​= __
V 4
14. V = t × A = (10) × pr2 = 10 × p(1.000) = 10.000p m3
15. Tebal buku = 144 × 0,1 mm = 14,4 mm = 1,44 cm
16. kg adalah satuan massa dan diukur dengan neraca/timbangan lengan.
Berat benda dapat juga mempunyai satuan kg, tetapi kilogram gaya
atau kgf = kg force.
17. Yang dapat digunakan yang 10%, karena perubahan tersebut jelas tetap
sehingga dapat dipakai sebagai pedoman. Untuk perubahan acak 1%,
besarnya tidak tetap sehingga tidak dapat digunakan sebagai standar.
1.584
18. 65 mil/jam = 65 ​ _____ 3.600
​m/s = 28,6 m/s (1 mil = 1.584 m)
  

RPP Fenomena Fisika SMP 1 17


jumlah halaman
19. Jumlah kertas = ​ ____________
2

      
400
= ​ ___
2
   ​ = 200 lembar
tebal buku
Tebal kertas = ​ ________
200
​ 
   

Misalkan tebal buku 1,2 cm maka tebal kertas


1,2
d = ___
​ 200  ​ = 6 × 10−3 cm = 0,06 mm.
20. Volume air per hari = 1.200 liter
Volume air per bulan = 1.200 liter × 30 = 1.230 dm3 = 1,23 m3
Volume penggunaan air oleh penduduk dalam sebulan untuk 2.000
orang = 1,23 m3 × 2.000 = 2.460 m3
Luas permukaan A = 5 km2 = 5 × 106 m2
volume ______
Penurunan air dalam tandon = ​ ______
luas
  ​ = ​  2.460 
6 ​
  = 492 × 10−6 m
5 × 10
= 492 × 10 mm
−3

= 0,49 mm = 0,5 mm (pembulatan)


• Soal Remedial
I. Soal Isian
1. besaran 4. termometer
2. berasal dari besaran pokok 5. alkohol dan raksa
3. kg; m3; kg/m3
II. Soal Uraian
1. Besaran adalah sesuatu yang dapat diukur dan dapat dinyatakan dengan
angka. Satuan merupakan ukuran yang telah ditetapkan terlebih dahulu
dari suatu besaran. Contoh jarak satuannya meter, massa satuannya
kilogram, dan lain-lain.
2. Agar dapat berlaku sebagai pedoman dan dapat dipergunakan di seluruh
dunia atau internasional.
3. a. jarak: meter; massa: kilogram; waktu: sekon; kuat arus listrik:
ampere; suhu: kelvin; jumlah zat: mole.
b. satuan baku: satuan yang dipergunakan secara umum atau inter­
nasional. Contoh panjang: meter atau sentimeter. Satuan massa:
kilogram atau gram. Satuan tak baku: satuan yang yang dipergu­
nakan oleh negara tertentu atau daerah tertentu, contoh panjang
jengkal, inci, dan kaki; massa: pound dan kati.
4. Mengukur: membandingkan sesuatu yang diukur dengan besaran yang
telah ditetapkan terlebih dahulu.
5. Untuk mengukur volume cairan.

18 RPP Fenomena Fisika SMP 1


Bab 2 Asam, Basa, dan Garam

A. Materi
1. Identifikasi dan sifat Asam, Basa, dan Garam
2. Penentuan Skala Keasaman dan Kebasaan
B. Metode
Informasi atau ceramah yang disertai tanya jawab, diskusi, demonstrasi, dan
eksperimen.
C. Demonstrasi/Peragaan
Macam-macam demonstrasi yang dapat dilakukan antara lain sebagai berikut.
1. Menunjukkan bahan-bahan yang mengandung asam, misalnya buah-buahan
manis, masam, dan lain-lain.
2. Menunjukkan bahan-bahan yang mengandung basa, contohnya sabun, NaOH
padat, dan KOH padat.
3. Menunjukkan bahan-bahan yang merupakan garam, contohnya garam dapur
(NaCl), batu kapur (CaCO3), tawas, dan lain-lain.
D. Eksperimen/Percobaan
Macam-macam eksperimen atau percobaan yang dapat dilakukan antara lain
1. mengetahui bahan-bahan yang bersifat asam;
2. mengetahui bahan-bahan yang bersifat basa.
Alat-Alat/Bahan
Macam-macam larutan/bahan alami bersifat asam; macam-macam larutan/bahan
alami bersifat basa; macam-macam garam, macam-macam bunga, macam-
macam daun, empon-empon, tabung reaksi, palet, pipet, kertas lakmus, fenftalin,
metyl, dan aquades.
E. Tes Kemampuan Keterampilan
Di atas meja disediakan macam-macam bahan kimia dan bahan alami serta
indikator standar.
1. Tunjukkan cara mengetahui suatu bahan bersifat asam.
2. Tunjukkan cara mengetahui suatu bahan bersifat basa.
3. Tunjukkan suatu bahan dapat digunakan sebagai indikator keasaman dan
kebasaan.
F. Tugas Portofolio
Cari informasi dari buku atau akses internet tentan indikator asam dan basa.

RPP Fenomena Fisika SMP 1 19


G. Kunci Soal
• Soal Ulangan Bab 2
A. Soal Pilihan
1. c 6. b 11. c 16. b
2. c 7. c 12. c 17. a
3. c 8. d 13. b 18. b
4. b 9. a 14. a 19. c
5. b 10. b 15. c 20. d
B. Soal Uraian
2. asam sulfat (H2SO4) ; asam klorida (HCl)
asam cuka (CH3COOH) ; asam nitrat (HNO3)
asam sulfida (H2S) ; asam karbonat (H2CO3); dan lain-lain
3. Ca(OH)2 (kalsium hidroksida) ; NaOH (natrium hidroksida)
Mg(OH)2 (magnesium hidroksida) ; KOH (kalium hidroksida)
Ba(OH)2 (barium hidroksida) ; Zn(OH)2 (seng II hidroksida)
4. Lakmus merah dalam asam berwarna merah, dalam garam berwarna
merah.
Lakmus merah dalam basa berwarna biru.
Lakmus biru dalam asam berwarna biru, dalam garam berwarna biru.
Lakmus biru dalam basa berwarna biru.
5. Basa direaksikan dengan asam menghasilkan garam dan air yang bersifat
netral.
Basa direaksikan dengan asam menghasilkan garam maka disebut
penggaraman.
6. Menguji gas hidrogen: kalau diberi nyala api, gas akan meledak (gas
kecil menghasilkan ledakan kecil).
Menguji gas karbon dioksida: nyala api dalam gas langsung mati.
7. a. sabun bahan dasarnya basa maka sabun bersifat basa.
b. natrium hidroksida bersifat korosif maka sabun juga bersifat koro­
sif.
8. Karena basa dengan asam lambung akan menghasilkan zat bersifat
netral.
9. a. zat tembaga sulfat (CuSO4)
b. H2SO4 + CuCO3 → CuSO4 + H2O + CO2; terbentuk gas CO2
10. berwarna jingga
11. Pembersih lantai atau kaca ditempatkan di tempat aman jauh dari
jangkauan anak-anak.
Pemutih disimpan di tempat dekat dengan sabun untuk mencuci.
Minuman di atas meja atau di dalam lemari es.

20 RPP Fenomena Fisika SMP 1


12. Asam terutama asam kuat bersifat merusak barang atau jaringan tubuh apabila
sampai terminum. Asam laboratorium bahan keras diletakkan dalam lemari
bercerobong. Asam sebelum dibuang dapat dinetralkan dengan basa.
13. H2SO4 + CuO → CuSO4 + H2O
a. Dengan mereaksikan asam sulfat encer dan tembaga sulfida pada
tabung reaksi. Tembaga sulfat terbentuk berupa endapan yang dapat
disaring dengan kertas saring.
b. Asam sulfat telah ternetralisasi setelah terbentuk endapan.
c. Termasuk senyawa alkali.
d. H2SO4 + CuO → CuSO4 + H2O
14. a. tanaman mint
b. tanaman mint
c. sedikit tanah diberi air, kemudian disaring dengan kertas saring,
baru diuji dengan pH meter.
15. a. T ( C)o

100
80
60
40
20

50 100 150 200 250 L (g/100 g air)

b. makin tinggi suhu, makin besar kelarutan kalium nitrat.


c. kelarutan pada suhu 50oC kurang lebih 85 g/100 g air.
d. larutan jenuh adalah banyaknya larutan maksimum yang terlarut.
e. dengan memasukkan kalium nitrat ke 100 gram air sampai kalium
nitrat tidak dapat terlarut lagi.
Catatan: dari tabel di atas dapat dikatakan merupakan larutan jenuh kalium
nitrat pada berbagai suhu.
• Soal Remedial
I. Soal Isian
1. merah dan merah
2. ion positif (H+) dan ion negatif
3. garam dan air
4. monohidroksi dan polihidroksi
5. a. klorida: NaOH + HCl → NaCl + H2O
b. tembaga sulfat + air: CuO + H2SO4 → CuSO4 + H2O
c. tembaga karbonat + asam hidroklorida → tembaga klorida + air +
karbon dioksida
Cu(CO3)2 + 2 HCl → Cu(Cl)2 + H2O + CO2

RPP Fenomena Fisika SMP 1 21


d. magnesium: Mg + H2SO4 → MgSO4 + H2
e. natrium nitrat + air: NaOH + HNO3 → NaNO3 + H2O
II. Soal Uraian
1. Sifat asam: larutan elektrolit dalam air terurai menjadi ion positif dan
ion negatif, memerahkan kertas lakmus. Asam kuat: derajat ionisasinya
satu atau ioninasi sempurna, contoh: HCl; H2SO4; HNO3; HI; HBr. Asam
lemah: derajat ionisasi kurang dari satu, contoh: HCOOH; CH3COOH;
H2CO3; H2S. Asam dapat merusak logam atau bahan dari marmer dan
hujan asam merusak tanaman. Asam berasa masam, dengan logam
menghasilkan gas hidrogen, dengan logam karbonat menghasilkan gas
karbon dioksida.
2. Sifat basa: membirukan kertas lakmus, berasa pahit, licin seperti sabun,
merusak kulit, soda api dapat menyebabkan luka bakar, sebagai bahan
pembuat sabun cuci atau mandi. Basa kuat: NaOH; KOH; LiOH. Basa
lemah: Mg(OH)2; Al(OH)3. Basa dengan asam menghasilkan garam
dan air.
3. Udara yang kotor jika terkena hujan akan menimbulkan hujan asam
yang dapat merusak lingkungan atau tanaman. Tanah yang bersifat
asam dapat dinetralkan dengan menaburkan kapur.
5. Hasil reaksi asam dan basa akan menghasilkan garam dan air. Garam
pembentukan dari reaksi tersebut ada yang larut dalam air dan ada yang
berupa endapan yang sukar larut dalam air. Contoh garam yang mudah
larut dalam air adalah NaCl dan yang sukar adalah CaCO3.

Bab 3 Unsur, Senyawa, dan Campuran

A. Materi
1. Unsur
2. Senyawa
3. Campuran
B. Metode
Informasi yang disertai tanya jawab, diskusi, demonstrasi, dan eksperimen.
C. Demonstrasi/Peragaan
Macam-macam demonstrasi yang dapat dilakukan antara lain sebagai berikut.
1. Menunjukkan bahan-bahan yang merupakan senyawa.
2. Menunjukkan bahan-bahan yang merupakan campuran.
3. Menunjukkan perbedaan senyawa dan campuran secara fisik.
4. Menunjukkan penguraian air secara elektrolisis.

22 RPP Fenomena Fisika SMP 1


Alat dan Bahan
Tabung reaksi, kertas lakmus, fenolftalin, metil, bahan asam, basa, dan garam,
bahan alami, dan alat elektrolisis.
D. Eksperimen/Percobaan
Macam-macam eksperimen atau percobaan yang dapat dilakukan antara lain
sebagai berikut.
1. Menunjukkan zat bersifat asam.
2. Menunjukkan zat bersifat basa.
3. Menunjukkan zat bersifat netral atau sebagai garam.
4. Menentukan pH suatu larutan.
Alat dan Bahan
Macam-macam larutan/bahan alami yang bersifat asam; macam-macam larut­
an/bahan alami yang bersifat basa; macam-macam garam, macam-macam
bunga, macam-macam daun, empon-empon, tabung reaksi, pH meter, indikator
universal, palet, pipet, kertas lakmus, fenolftalin, metil, dan aquades.
E. Tes Kemampuan Keterampilan
Di atas meja disediakan macam-bahan kimia dan bahan alami serta alat elek­
trolisis.
1. Tunjukkan cara mengetahui suatu bahan bersifat asam.
2. Tunjukkan cara mengetahui suatu bahan bersifat basa.
3. Tunjukkan suatu bahan dapat digunakan sebagai indikator keasaman dan
kebasaan.
4. Tunjukkan cara menentukan pH suatu bahan/zat.
5. Tunjukkan cara menguraikan air menjadi unsur penyusunnya.
F. Tugas Portofolio
Cari informasi dari buku atau akses internet tentang indikator asam dan basa.
G. Kunci Soal
• Soal Latihan 3.1
1. a. zat tunggal
b. tabel berisi nama unsur yang dikelompokkan atau diklasifikasi. Tabel
periodik disusun menjadi 7 baris dan 18 kolom. Unsur-unsur pada suatu
golongan mempunyai sifat yang mirip dan unsur-unsur pada periode
tertentu atau satu periode dari kiri ke kanan berubah secara teratur.
c. simbol untuk membedakan unsur satu dengan lainnya, dapat satu huruf
atau dua huruf. Untuk lambang unsur dua huruf, huruf pertama ditulis
huruf besar dan yang kedua huruf kecil. Contoh lambang unsur: H; B;
C; P; K; I; Ag; Al; Fe; Cu; Ag; dan lain-lain.

RPP Fenomena Fisika SMP 1 23


d. Unsur logam padat: Ag; K; Mg; Al; Fe; Cu; Au. Logam cair: Ag.
e. Unsur non logam: S; O; H; P; Ne; Ar; Ne; Xe; dan lain-lain.
2. Roti terdiri atas bahan gandum, air, gula, minyak, dan lain-lain. Secara
partikel, air terdiri atas unsur hidrogen dan oksigen.
• Soal Latihan 3.2
1. a. Senyawa merupakan gabungan dua unsur atau lebih yang membentuk
satu kesatuan dan sangat sukar untuk dipisahkan.
b. Rumus kimia dari suatu senyawa merupakan penulisan lambang unsur
penyusunnya. Senyawa yang terdiri atas dua unsur, ditulis unsur logam­
nya diikuti unsur non logamnya.
c. Zat tunggal, tepatnya unsur tunggal terdiri atas satu unsur. Contoh: C;
S; Ar; Ag; Hg.
2. Sifat senyawa dengan unsur penyusunnya sangat berbeda. Contoh: FeS
sangat berbeda dengan sifat Fe dan S. Fe merupakan serbuk besi yang
dapat ditarik magnet, sedangkan S atau sulfur berwarna kuning. Senyawa
FeS berwarna hitam dan tidak dapat ditarik magnet. H2O merupakan air,
hidrogen cair dan oksigen cair jika dicampur langsung bukan merupakan
air yang dapat kita minum, tetapi mempunyai sifat oksigen dan hidrogen.
3. Senyawa dapat diuraikan menjadi unsur-unsur penyusunnya. Contoh air
H2O dapat diuraikan menjadi unsur hidrogen dan unsur oksigen dengan
cara elektrolisis (menggunakan tenaga listrik).
4. NaHCO3 (massa atom Na = 23; H = 1; C = 12; O = 16; lihat pada tabel
periodik)
Perbandingan unsur dari NaHCO3 = Na : H : C : O = 23 : 1 : 12 : 48
Perbandingan unsur dari H2SO4 = H : S : O = 2 : 32 : 64 = 1 : 16 : 32
Perbandingan unsur dari C9H8O4 = C : H : O = 108 : 8 : 64 = 27 : 2 : 16
5. a. Dalam CO2, perbandingan C : O2 : CO2 = 3 : 8 : 11
6 g C + 12 g O2 , perbandingan massa yang direaksikan C : O = ​ __63 ​: __ ​ 12
8
  ​
= 2 : 1,5. Karena angka perbandingan C lebih besar O maka zat C yang
tersisa sehingga zat yang bereaksi O seluruhnya bereaksi
C = ​ __38 ​ (12) = 4,5 gram; O2 = ​ __88 ​ (12) = 12 gram; CO2 = ​ __ 11  ​ (12) = 16,5
8
gram.
Jadi, zat yang bereaksi adalah C = 4,5 gram; O2 = 12 gram; CO2 =
16,5 gram
C yang tidak bereaksi = 6 g – 4,5 g = 1,5 g
b. 6 gram C + 18 gram O2 = … CO2
C + O2 → CO2
C : O2 : CO2 = 3 : 8 : 11
Perbandingan massa yang direaksikan C : O2 = __ ​ 66 ​: __
​ 18
8
  ​dari perbandingan

24 RPP Fenomena Fisika SMP 1


tersebut C lebih kecil sehingga C bereaksi semua maka C = ​ __33 ​(6) gram;
​ 83 ​(6) = 16 gram; CO2 = ​ __
O2 = __ 11  ​(6) = 22 gram.
3
O2 yang tidak bereaksi = 18 gram – 16 gram = 2 gram.
c. 6 gram C direaksikan dengan 24 gram O2
Sama dengan soal b
maka C = ​ __33 ​(6) gram; O2 = __
​ 83 ​(6) gram; CO2 = __​ 11
3
  ​(6) = 22 gram.
O2 yang tidak bereaksi = 24 gram – 16 gram = 8 gram.

• Soal Latihan 3.3


1. a. Campuran merupakan gabungan dua zat atau lebih, komposisi penyu­
sunnya bervariasi dan dapat dipisahkan secara fisika.
b. Larutan adalah campuran dua zat cair atau lebih, cairan yang banyak
dinamakan pelarut dan yang sedikit dinamakan zat terlarut.
c. Campuran homogen adalah campuran yang komposisi campurannya
serba sama, contoh sirup, air gula, dan air garam.
d. Campuran heterogen adalah campuran yang komposisi campurannya
tidak sama.
e. Suspensi adalah campuran yang komposisi campurannya tidak homogen
atau merupakan campuran heterogen. Biasanya, suspensi merupakan
campuran zat cair dengan zat padat sehingga campuran berupa cam­
puran terlihat keruh dan lama- kelamaan akan mengendap.
2. Perbedaan senyawa dengan campuran.
Senyawa merupakan susunan beberapa unsur membentuk suatu kesatuan
yang tidak dapat dipisahkan secara fisika dan mempunyai sifat yang jauh
berbeda dengan unsur penyusunnya. Campuran merupakan gabungan dari
dua zat atau lebih dan dapat dipisahkan secara fisika serta masih mempu­
nyai sifat zat penyusunnya. Senyawa hanya dapat dipisahkan secara kimia
atau secara elektrik (contoh H2O dipisahkan menjadi H2 dan O2 dengan
elektrolisis).
3. Senyawa: garam dapur; gula pasir; kuningan. Campuran: udara; air laut.
4. Larutan dapat ditembus cahaya, koloid tidak tembus. Larutan tidak dapat
dipisahkan dengan penyaringan, koloid bisa dipisahkan dengan penyaring­
an. Larutan kelihatan jernih meskipun berwarna, tetapi koloid kelihatan
keruh.
5. Baja merupakan campuran besi dengan karbon atau logam lainnya tergan­
tung keperluan. Dengan menggunakan tungku oksigen.
• Soal Uji Pemahaman Konsep
2. Unsur: hidrogen (H2) dan oksigen (O2); Senyawa: air (H2O); Campuran:
oksigen dan hidrogen dalam satu wadah.

RPP Fenomena Fisika SMP 1 25


3. Senyawa: gula pasir; pasir. Unsur: karbon hasil pembakaran gula berwarna
hitam. Campuran: gula pasir dengan pasir; karbon dengan pasir (hasil pem­
bakaran).

• Soal Ulangan Bab 3


A. Soal Pilihan
1. d 6. b 11. - 16. b
2. b 7. c 12. b 17. b
3. c 8. b 13. b 18. a
4. b 9. c 14. - 19. b
5. a 10. d 15. a 20. b
Ralat Soal 11. Cu nomor atomnya yang benar: 29, jadi jawaban: 2 dan 3
Soal 14. tidak ada jawaban
B. Soal Uraian
2.
No. Pembeda Logam Nonlogam
1. Penampilan mengkilap tidak mengkilap
2. Massa jenis tinggi rendah
3. Titik didih tinggi rendah
4. Daya hantar baik kurang baik
3. Huruf pertama diutamakan logam disusul unsur nonlogam.
7. 1. sisa unsur = 0
2. O = 16 gram
3. H = 2 gram
4. air = 22,5; H sisa = 0,5 gram (Ralat tidak ada sisa diganti sisa 0,5
gram)
5. O = 24 gram; sisa = 0
10. Perbandingan unsur
a. C : H : O = 24 : 4 : 32 = 6 : 1 : 8
b. N : H = 14 : 3
c. C : H : O = 72 : 8 : 96 = 9 : 1 : 12
d. Ca : C : O = 40 : 12 : 48 = 10 : 3 : 12
e. C : H : O = 144 : 22 : 176 = 72 : 11 : 88
f. C : O : N : H = 12 : 16 : 28 : 4 = 3 : 4 : 7 : 1

26 RPP Fenomena Fisika SMP 1


Bab 4 Zat dan Wujudnya

A. Materi
1. Wujud Zat
2. Teori Partikel Zat
3. Adhesi dan Kohesi
4. Massa Jenis Zat
B. Metode
Informasi atau ceramah yang disertai tanya jawab, diskusi, demonstrasi, dan
eksperimen.
C. Demonstrasi/Peragaan
Macam-macam demonstrasi yang dapat dilakukan antara lain sebagai berikut.
1. Menunjukkan macam-macam zat (padat, cair, dan gas).
2. Apakah dua balon karet yang berisi udara dan kosong ada perbedaan beratnya?
3. Menunjukkan dengan menggunakan model untuk menjelaskan teori partikel
zat.
4. Menunjukkan peristiwa adhesi dan kohesi pada pipa kecil yang terjadi pada
air dan raksa.
Alat dan Bahan
Macam-macam benda padat, zat cair, balon karet, kayu, pipa kaca berbagai
diameter, air, raksa, dan gelas kimia.
D. Eksperimen/Percobaan
Macam-macam eksperimen atau percobaan yang dapat dilakukan antara lain
sebagai berikut.
1. Menentukan massa jenis zat padat.
2. Menentukan massa jenis zat cair.
Alat dan Bahan
Gelas ukur, hidrometer, neraca lengan, macam-macam benda padat, dan macam-
macam zat cair.
E. Tes Kemampuan Keterampilan
Di atas meja disediakan macam-macam benda padat, zat cair, gelas ukur, neraca,
penggaris, gelas kimia, dan hidrometer.
1. Ambil alat dan tunjukkan cara menentukan massa jenis zat padat yang tidak
teratur bentuknya.
2. Ambil alat-alat kemudian tunjukkan cara menentukan massa jenis zat
cair.
3. Ambil alat-alat kemudian tunjukkan adanya adhesi dan kohesi.

RPP Fenomena Fisika SMP 1 27


F. Tugas Portofolio
Cari informasi dan sebutkan alat-alat ukur massa jenis dari buku-buku atau
dari internet.
G. Kunci Soal
• Soal Latihan 4.4
Soal Recalling
2. Massa jenis untuk zat dalam keadaan yang sama adalah tetap. Misalnya,
jenis benda yang sama tetapi massanya sama maka massa jenisnya sama.
3. Untuk mengetahui tingkat kerapatan massa zat atau benda. Jika massa jenis
diketahui dengan mengukur volumenya, massa dapat kita ketahui.
Hitungan
1 kg
​ m  ​= _________
4. m = rV sehingga V = __ ​    3 ​ 
= 10-3 m3 = 1.000 cm3
r 1.000 kg/m
5. m = 100 gram , V = 40 ml = 40 cm3
m _____ 100 g
r = ​ __
V
 ​ = ​  3 ​= 2,5 g/cm3
  
40 cm
m _____ 8g
6. r = ​ __ ​ = ​ 
V 10 cm3
   ​ 
= 0,8 g/cm3
mx = rV = 0,8 g/cm3 × 25 cm3 = 20 g
7. Jari-jari bola R = 18 cm; ρ = 7,8 × 103 kg/m3 = 7,8 g/cm3
m = ρ × V = (7,8 g/cm3) × __ ​ 43 ​π R3 cm3
= 32,67 g

• Soal Tantangan
8. Massa emas, me = 100 g; kadar 24 karat
Berapa gram perak harus ditambahkan agar kadarnya menjadi 20 karat?
ρemas = 19,3 g/cm3; ρperak = 10,5 g/cm3
Penyelesaian
Massa emas 24 karat, me = 100 g
Massa emas 20 karat, me’ = me + mp
​ 20
Kadar emas 20 karat = __
24
  ​× 100% = 83,3%

Banyaknya perak pada emas 20 karat = 100% – 83,3% = 16,7%


16,7
mp = ____
​ 100  ​× me' = 0,167 × (me + mp)
mp = (0,167 × me) + (0,167 × mp)
= (1 − 0,167) mp = 0,167 × 100
mp = 20 gram

28 RPP Fenomena Fisika SMP 1


Cara lain
​ 20
me = __
24
 ​ × me'

​ 24
me' = __
20
24 ​ × 100 = 120 g
 ​ × me = ​ __
20
me' = me + mp
120 = 100 + mp
mp = 20 g
Jadi, massa perak yang harus dicampurkan sebanyak 20 g.
9. Cairan X = 20 g; ρx = 1 g/cm3
Cairan Y = 15 g; ρy = 0,8 g/cm3
Cairan Z = 10 g; ρz = 0,7 g/cm3
Berapa volume campuran Vc dan massa jenis campuran ρc?
Penyelesaian
Massa campuran = mc; volume campuran = Vc
mc = mx + my + mz
= 20 + 15 + 10 = 45 g

Vc = Vx + Vy + Vz
m = r × V → V = __ ​ m  ​
r my 15
m 20 m 10
Vx = ___
​  x ​ mx/= ​ __
1
  ​ = 20 cm3; Vy = ​ ___ ​ = ​ ___  ​ = 18,75 cm3; Vz = ​ ___z ​ = ​ ___  ​ =
0,8 0,7
x y z
14,29 cm3
Vc = 20 + 18,75 + 14,29 = 53 cm3 (pembulatan)
m
rc = __ ​ 45
​ V c  ​= __
53
 ​ = 0,85 g/cm3
c

Jadi, volume campuran adalah 53 cm3 dan massa jenis campuran 0,85
g/cm3.
10. Volume alkohol, V1 = 10 liter = 104 cm3; ρ1 = 0,8 g/cm3
Volume air, V2 = 20 liter = 2 × 104 cm3; ρ2 = 1 g/cm3
Volume campuran menyusut 5 %, berapa massa jenis campuran?
Penyelesaian
Massa campuran mc = m1 + m2
= (r1 × V1) + (r2 × V2)
= (0,8 × 104) + (1 × 2 × 104)
= 2,8 × 104 g

RPP Fenomena Fisika SMP 1 29


Volume campuran, Vc = (V1 + V2) × (100 – 5)%
= (104 + 2.104) × 95%
= 2,85 × 104 cm3
Massa jenis campuran
m 2,8 × 104
rc = __
​ V c  ​= ________
​   ​ 
4  = 0,98 g/cm3
c 2,85 × 10
Massa jenis campuran = 0,98 g/cm3

• Soal Ulangan Bab 4


A. Soal Pilihan
1. b 6. d 11. d 16. d 21. c
2. a 7. d 12. c 17. a 22. a
3. a 8. d 13. c 18. d 23. a
4. a 9. a 14. a 19. c 24. d
5. d 10. b 15. d 20. d 25. c
B. Soal Uraian
10. Ralat massa jenis batu = 4 g/cm3
Massa batu m = r × V = 4 × 4 = 16 g
11. ρ = 1,29 kg/m3
V = 6 × 4 × 3 = 72 m3
m = ρ × V = 1,29 × 72 = 92,9 kg
12. m = 190 kg; ρ = 7,8 × 103 kg/m3
m = r × V = r × __ ​ 43 ​rR3
​ 3m   
R3 = ____ ​  3 × 190
​= ______________    ​= 5,82 × 10−3
  
4 4 × 3,14 × 7,8 × 103
1
__
R = (5,82 × 10−3​)​ ​3 ​​= 0,18 m
Diameter bola, D = 2 R = 2 × 0,18 m = 0,36 m
13. Massa botol, mb= 20 g
massa botol + air, mba = 150 g
massa botol + susu, mbs = 160 g
massa air, ma = mba – mb
= 150 g – 20 g = 130 g
massa susu, ms = 160 g

30 RPP Fenomena Fisika SMP 1


m 130
volume air, Va = ___
​  a ​ = ___
​  1   ​ = 130 cm3
a
volume susu = volume air
Vs = 130 cm3
m 160 g
massa jenis susu, rs = __
​ V s  ​= ______
​    ​= 1,23 g/cm3
3  
s 130 cm
14. Massa cairan, mc = 224 g – 200 g = 24 g
Volume cairan, Vc = 30 cm3
m
rc = __ ​ 24
​ V c  ​= __
30
 ​ = 0,8 g/cm3
c

15. V = 1 cm × 10 cm × 2 cm = 20 cm3
ρ = 5 g/cm3
m = r × V = 5 × 20 g
16. V1 = 5 l = 5.000 cm3; ρ1 = 0,8 g/cm3
V2 = 10 l = 10.000 cm3; ρ2 = 1 g/cm3
m1 = r1 × V1 = 0,8 × 5.000 = 4.000 g
m2 = r2 × V2 = 1 × 10.000 = 10.000 g
m m +m 4.000 + 10.000
rc = __
​ V c  ​= ______ ​= ___________
​ V1 + V 2   ​ 5.000 + 10.000
​= 0,933 g/cm3 = 933 kg/m3
  
c 1 2

17. Luas kertas: A1 = 17,6 cm × 25 cm = 440 cm2



Jumlah halaman 300 sehingga jumlah kertas n = 150 buah
Massa 1 lembar kertas, m1 = 60 gram
Massa kertas, mk = (n × m1) + mc
= (150 × 60 g) + 210 g = 9.210 g
Luas n lembar kertas An= 150 × A1 = 150 × 440 = 66.000 cm2
Luas kertas kover Ak = 2 × 440 cm2 = 880 cm2
Luas kertas seluruhnya A = 66.880 cm2
Volume kertas seluruhnya = 66.880t cm3 (t = tebal kertas)
m9.210
Massa jenis kertas, r = __
​ Vk  ​= ______
​ 66.880t
  ​ 
= 0,138/t g/cm3.
18. Pertama menimbang benda dengan neraca lengan (m). Kemudian, mengukur
volume benda alat gelas berpancuran dan gelas ukur atau gelas ukur saja
yang diisi air (V). Massa jenis benda dapat dihitung dengan rumus r = __ ​ m
V
  ​.
19. Dengan adanya tegangan permukaan terjadilah ke­
naikan air pada pipa kapiler atau penurunan raksa
pada pipa kapiler.
Gaya ke atas atau tegangan permukaan inilah yang
air
menyebabkan air naik pada pipa kapiler atau turun­
nya raksa pada pipa kapiler disebabkan oleh tegangan pipa kapiler
permukaan yang arahnya ke bawah.

RPP Fenomena Fisika SMP 1 31


20. Secara alami, materi yang ringan mempunyai massa jenis yang lebih kecil.
Contohnya jika minyak tanah (ρminyak = 0,8 g/cm3) dicampur dengan air (ρair
= 1 g/cm3) maka posisi air berada di bawah dan minyak berada di atas.
21. Volume bata, V = 5 cm × 10 cm × 20 cm = 103 cm3 = 103 × 10-6 m3 = 10–3 m3
ρ = 11,3 × 103 kg/m3
massa timah, m = ρ × V
= (11,3 × 103 kg/m3) × (10-3 m3)
= 11,3 kg
Berat timah, w = m × g = 11,3 × 10 = 113 N.
22. V = 200 ml = 200 cm3; m = 200 g
Massa air yang tumpah pada suhu 80oC, Δm = 6 g
Massa jenis air pada suhu 80oC, r = __ ​ m ​ m – ∆m
  ​= _______
    ​ 200
​= ______
 
–6
​= 0,97 g/cm3
   
 
V V 200
23. Karena adanya tegangan permukaan.

Bab 5 Pemuaian

A. Materi
1. Pemuaian Zat Padat
2. Pemuaian Zat Cair
3. Pemuaian Gas
B. Metode
Informasi yang disertai tanya jawab, diskusi, demonstrasi, dan eksperimen.
C. Demonstrasi/Peragaan
Macam-macam demonstrasi yang dapat dilakukan antara lain sebagai berikut.
1. Pemuaian zat padat dengan alat Musschenbroek.
2. Pemuaian zat cait dengan alat-alat gelas erlenmeyer sumbat karet dan pipa
kaca yang diisi air.
3. Pemuaian dengan alat-alat pada percobaan di atas tetapi kosong (berisi
udara).
4. Pemuaian gas dengan termoskop.
5. Bimetal pada setrika listrik.
Alat-Alat
Alat Musschenbroek, gelas erlenmeyer, pipa kaca, termoskop, dan setrika
listrik.

32 RPP Fenomena Fisika SMP 1


D. Eksperimen/Percobaan
Macam-macam eksperimen atau percobaan yang dapat dilakukan antara lain
sebagai berikut.
1. Menyelidiki pemuaian pada zat cair.
2. Membandingkan muai zat padat dan zat cair.
Alat-Alat
Air, labu didih, pipa kaca, kertas berskala, pembakar bunsen, dan bejana.
E. Tes Kemampuan Keterampilan
Di atas meja disediakan alat termoskop, pipa kaca, gelas erlenmeyer, dan gelas
ukur.
1. Ambil alat kemudian peragakan cara menunjukkan pemuaian zat cair.
2. Ambil alat kemudian peragakan cara menunjukkan adanya pemuaian gas.
F. Tugas Portofolio
Cari informasi dari internet tentang pemuaian.
G. Kunci Soal
• Soal Latihan 5.1
1. T1 = 30oC; T2 = 100oC; ΔL = 2 mm = 0,2 cm; αbesi = 12 × 10-6 /Co; Lo = … ?
∆L   
a = ​ _____ ​
L0∆T
​ ∆L   ​= _______________
0,2 0,2
L0 = ___ ​     ​= _______
  ​  ​= 235 cm
    
α∆T 12 × 10−6 (100 − 30) 8,4 × 10−5
2. d1 = 20 cm; d2 = 20,02 cm; αbesi = 12 × 10 /Co -6

∆L   
a = ​ _____ ​
L0∆T
(d − d ) __________
​ ∆d  ​ = _______
∆L  ​ = ___ 20,02 − 20 0,02
DT = ​ ____ ​  2   1  
​ 
= ​    = ​ _______
 ​  ​= 83oC
    
L0α d0α d1α 20 × 12 × 10−6 2,4 × 10−4
Dipanaskan dengan kenaikan suhu 83oC.
3. Panjang besi, L1 = 50 cm; panjang aluminium, L2 = 40 cm; αbesi = 12 × 10–6 /Co;
αaluminium = 25 × 10-6 /Co
a ∆L   
= ​ _____​
L0∆T
DL = L0 α ∆T
DLbesi = (50)(12 × 10−6)(100) = 6 × 10−2 cm
DLaluminium = (40)(25 × 10−6)(100) = 10 × 10−2 cm
DLtotal = DLbesi + DLaluminium
= (6 + 10) × 10−2 cm = 16 × 10-2 cm

RPP Fenomena Fisika SMP 1 33


4. Luas lempengan A0 = (40 cm × 60 cm) = 24 × 102 cm2; αaluminium = 25 × 10–6 /Co
ΔT = 100 – 20 = 80 oC
DA = A0bDT = A02aDT (β = 2α)
= (24 × 102) × 2 × (25 × 10−6)(80)
= 9,6 cm2
• Soal Latihan 5.2
2. Zat dipanaskan akan memuai atau bertambah panjang, lebar, dan tinggi.
Benda terdiri atas partikel-partikel atau molekul-molekul jika dipanaskan ruang
gerak akan makin besar sehingga benda akan bertambah ukurannya.
3. Untuk batang panjang yang kelihatan pemuaiannya hanya arah meman­
jang saja. Untuk lebar dan tinggi pertambahan panjang hanya kecil sekali
sehingga dapat diabaikan.
5. L = 1.000 m; αbesi = 12 × 10–6 /Co
a = _____ ​  ∆L  ​ 
L0∆T
DL = L0a DT
= 1.000 × (12 × 10−6) × 30
= 3,6 × 10–1 = 0,36 m = 36 cm
6. γ = 210 × 10–6 /Co
γ = 210 × 10–6 /K
Karena derajat Celsius dengan Kelvin adalah sama, artinya perubahan satu
skala Celsius dengan satu skala Kelvin adalah sama.
• Soal Latihan 5.3
2. Karena pemuaian cairan ke segala arah (tiga dimensi). Jadi, efek pemuaian­
nya merupakan pemuaian volume.
3. Sebenarnya, pemuaian pengisi termometer ke segala arah (volume) tetapi
arahnya hanya satu arah atau memanjang maka terlihat arah memanjang
saja.
4. d = 10 cm; DT = 50oC; αkuningan = 20 × 10–6 /Co
V0 = d3 = 103 = 1.000 cm3
= 1.000(1 + 3 × 20 × 10−6 × 50)
= 1.000 (1 + 3 × 10–3)
= 1.000 (1,003) = 1003 cm3
5. V0 = 10 liter = 10.000 cm3
DT = (30 − 10) = 20oC
γkaca = 27 × 10–6 /Co; γalkohol = 1.100 × 10–6 /Co
DV = V0gDT
= 104(1.100 × 10−6)(20) = 220 cm3
Jadi, alkohol yang tumpah sebanyak 220 cm3.

34 RPP Fenomena Fisika SMP 1


• Soal Uji Pemahaman Konsep
5. Untuk memberi ruang gerak pemuaian jembatan logam.
6. Gas dalam ruangan jika dipanaskan, tekanannya akan bertambah besar di
samping suhunya juga naik. Manfaat pemanaskan gas, untuk menaikan
tekanan gas, juga untuk memperkecil massa jenis gas. Contohnya pada
balon udara, gas di dalam balon dipanaskan sehingga massa jenis gas
berkurang. Karena volume balon tetap maka masa jenis berkurang, sesuai
dengan hukum Archimedes balon udara akan terangkat ke atas.
7. Sama dengan soal no. 6 di atas.
8. Sebenarnya cairan mengalami muai panjang, muai luas, dan sekaligus muai
volume. Jika ruang gerak cairan dibatasi arah memanjang saja maka efek
pemuaian hanya arah memanjang. Panjang pemuaian sama dengan volume
dibagi dengan luas penampang.
9. V0 = 200 cm3; A = 0,4 cm2; DT = (80 − 30) = 50oC; γair = 2,10 × 10–4 /Co
DV = V0gDT
= (200)(2,1 × 10−4)(50)
= 2,1 cm3
DV = h × A
∆V ​ = ___
h = ​ ___
2,1
​    ​= 5,25 cm
A 0,4
Tinggi air dalam pipa kaca adalah 5,25 cm.
10. Volume air, V1 = 100 cm3; volume bensin, V2 = 50 cm3
γair = 2,10 × 10–4 /Co; γbensin = 9,5 × 10–4 /Co
DV1 = V1gDT
= (100)( 2,10 × 10–4)(70)
= 1,47 cm3
DV2 = V2gDT
= (50)( 9,5 × 10–4)(70)
= 3,33 cm3
DVtotal = DV1 + DV2
= 1,47 + 3,33
= 4,8 cm3
Kenaikan volume kedua cairan dalam labu adalah 4,8 cm3.
• Soal Ulangan Bab 5
A. Soal Pilihan
1. b 6. b 11. b 16. d
2. d 7. a 12. b 17. c
3. c 8. d 13. b 18. b
4. d 9. b 14. d 19. ralat: 30,029 cm
5. c 10. b 15. a 20. b

RPP Fenomena Fisika SMP 1 35


B. Soal Uraian
2. Tutup terbuat dari logam jika dipanaskan akan memuai lebih besar
dibanding botol kaca, sehingga mudah dilepas dari botol.
3. Bimetal yang terbuat dari besi dan aluminium dengan αbesi = 12 × 10–6 /Co
dan αaluminium = 12 × 10–6 /Co. Berhubung α aluminium lebih besar
dibanding α besi maka aluminium pertambahan panjangnya lebih besar
sehingga bimetal akan melengkung ke arah besi.
4. Gelas yang berkualitas rendah mempunyai koefisien muai ruang lebih
besar sehingga kalau kena panas secara mendadak akan terjadi pemuai­
an yang mendadak dan menyebabkan gelas pecah.
5. Contoh pada termometer cairan (raksa atau alkohol), jika kena panas
cairan kelihatan memuai atau memanjang cairan dalam termometer.
Juga tabung kaca yang diisi cairan (misalnya air) sampai penuh, jika
dipanaskan air akan tumpah.
6. Agar ada ruang gerak rel untuk bebas memuai (memanjang). Jika
tidak diberi jarak antar dua rel sambungan pada sambungan rel akan
melengkung ke atas. Hal ini sangat membahayakan perjalanan kereta
api.
7. Koefisien muai panjang yang lebih kecil adalah logam tembaga diban­
ding logam aluminium.
8. Sambungan rel kereta api dibuat renggang, terjadinya angin darat dan
angin laut, bimetal pada setelika listrik, dan lain-lain.
9. Satuan koefisien muai tetap /Co atau /K. Satuan panjang tidak memengaruhi.
Jadi, jika panjang dalam m maka pertambahan panjangnya juga m, dan
seterusnya untuk satuan yang lain. cm, mm, cm2, m2 untuk muai luas
atau cm3 atau m3 untuk muai volume.
10. Di samping tutup logan memuai, gas dalam botol juga memuai sehingga
tutup botol lebih mudah dibuka.
11. Karena tutup botol dan gas di atas cairan akan memuai lebih besar
dibanding muai kaca botol.
12. L10 = 50 cm; ΔT = 40 – 10 = 30oC; αal = 25 × 10–6 /Co
DL = L0aDT
= 50 (25 × 10–6) 30
= 3,75 × 10–2 cm
13. A20 = 4 m2; ΔT = 50 – 20 = 30 Co; αkaca = 9 × 10–6 /Co
DA = A02aDT
= 4 × 2 (9 × 10–6) 30
= 2,16 × 10–3 m2 = 0,00216 m2
Luas kaca pada suhu 50oC adalah 4,00216 m2.

36 RPP Fenomena Fisika SMP 1


14. Volume, V0 = 25 ml = 25 cm3; ΔT = 90 – 0 = 90oC; αkuningan = 19 × 10–6 /Co
DV = V03aDT
= 25 (19 × 10–6) 90
= 4,28 × 10–2 cm3
V90 = V0 + ΔV
= 25 + 0,0043
= 25,0043 cm3
15. L25 = 75 cm; αkaca = 9 × 10–6 /Co
DL = L0aDT
L25 = L0aDT
L25 = L0(1 + aDT)
25 = L0{1 + (9 × 10−6)(25 − 0)}
25 = L0(1 + 2,25 × 10−4)
25 = L0(1 + 0,000225)
L0 = 24,99 cm
16. Vk = 350 cm3; ΔT = 100 – 20 = 80oC; αkaca = 9 × 10–6 /Co
V100 = L20(1 + 3aDT)
350 = L20 (1 + 3 × 9 × 10–6 × 80)
350 = L20 (1,00216)
L20 = 349,25 cm3
18. D = 6,445 cm pada suhu 20oC; ΔD = (6,445 – 6,420) + 0,008 = 0,033 cm
​  ∆L  ​;  D = ____
a = _____ ​ ∆D  ​ 
L0∆T α∆T
∆D
___
DT = ​    ​= ​ 
0,033
_____________    ​= 42,7oC = 43oC
 
∆D (12 × 10−6)(6,445)
Cincin harus dipanaskan T’ = 20 + 43 = 63oC.
19. d = 14 cm; ΔT = (200 – 30) = 170oC; γkaca = 1 × 10–6 /Co
Volume bola:
V1 = ​ __43 ​pR3 = __
​ 43 ​p(​ __ ​ 43 ​p(​ __
D  ​)3 = __
2
​ 16 ​pD3
D3  ​) = __
8
V1 = ​ __16 ​p(14)3 = 1436,8 cm3
DV = V0gDT
= 1436,8 × (1 × 10−6) × 170
= 0,244 cm3
20. L = 100 m; γbaja = 12 × 10–6 /Co; T0 = - 30oC; T1 = 40oC;
ΔT = 40 – (–30) = 70oC
DL = L0aDT
= 100(12 × 10−6) 70
= 0,084 m = 8,4 cm

RPP Fenomena Fisika SMP 1 37


21. γbaja = 12 × 10–6 /Co; ΔT = 10oC
DL = L0aDT
= 25 (12 × 10−6) × 10 = 0,003 m
= 0,3 cm
Jadi, jarak kedua rel minimum adalah 0,3 × 2 = 0,6 cm.
22. A = 50 cm × 80 cm = 4.000 cm2; ΔT = 80oC
DA = A2aDT
= 4.000 (2 × 25 × 10–6) 80
= 16 cm2
23. A = 20 cm2; h1 = 25 cm; ΔT = 100 – 30 = 70oC
DV = V0gDT
= (A × h1)(​ ___1     1    
​)(70) = (20 × 25)(​ ___ ​)(70)
273 273
= 128,2 cm3
Tinggi piston setelah dipanaskan adalah h’ = h + Δh = 25 + 6,41 =
31,41 cm.

• Soal Ulangan Umum 1


A. Soal Pilihan
1. b 6. - 11. c 16. c 21. d 26. b 31. d
2. d 7. a 12. a 17. b 22. d 27. d 32. d
3. a 8. c 13. a 18. c 23. c 28. c 33. a
4. b 9. c 14. c 19. a 24. b 29. a 34. d
5. b 10. b 15. c 20. b 25. - 30. b 35. d
Ralat no 25, jawaban yang benar 65oX.
B. Soal Uraian
1. Bersifat tetap, berlaku secara internasional, dan mudah ditiru.
2. Gaya kohesi air lebih kecil dibanding kohesi kaca. Gaya kohesi raksa
lebih besar dibanding kohesi kaca.
3. Paling dekat adalah pada benda padat, susunannya teratur dan tidak­
berubah.
4. L0 = 20 m; ΔT = (50 – 25) = 25oC; αbaja = 12 × 10–6 /Co
DL = L0aDT
= 20 × (12 × 10−6) × 25
= 6 × 10–3 m = 0,6 cm
5. Pejal dan berongga pemuaiannya tetap sama, karena meskipun di tengah
berongga tetapi bagian tengah tetap memuai sama dengan yang pejal.

38 RPP Fenomena Fisika SMP 1


Bab 6 Kalor

A. Materi
1. Kalor merupakan Transfer Energi
2. Peran Kalor terhadap Suhu dan Wujud Zat
3. Perpindahan Kalor
B. Metode
Informasi yang disertai tanya jawab, diskusi, demonstrasi, dan eksperimen.
C. Demonstrasi/Peragaan
Macam-macam demonstrasi yang dapat dilakukan antara lain sebagai berikut.
1. Menunjukkan pengaruh tekanan pada titik didih air pada tekanan di bawah
1 atmosfer.
2. Menunjukkan pengaruh tekanan terhadap titik lebur es.
3. Meneteskan alkohol atau spiritus pada tangan kemudian ditiup akan terasa
dingin.
4. Memanaskan ujung logam yang lama-kelamaan ujung lain terasa panas.
5. Membandingkan kecepatan merambat panas pada tiga benda (2 lempeng
logam dan 1 batang kaca).
6. Menunjukkan air bukan sebagai penghantar.
7. Menunjukkan bahwa penguapan diperlukan kalor.
8. Menunjukkan perambatan kalor secara radiasi.
Alat dan Bahan
Gelas erlenmeyer, sumbat karet, pipa kaca, termometer, gelas beker, lempengan
logan Cu, Al, Fe, kaca, pemanas, tabung reaksi, air, es, alkohol, dan spiritus.
D. Eksperimen/Percobaan
Macam-macam eksperimen atau percobaan yang dapat dilakukan antara lain
sebagai berikut.
1. Memanaskan air pada gelas beker dengan waktu yang berbeda-beda.
2. Memanaskan air dengan massa air yang berbeda tetapi waktu sama.
3. Memanaskan es.
4. Menunjukkan perambatan kalor secara konveksi dalam air.
5. Menunjukkan perambatan kalor secara konveksi di udara.
Alat dan Bahan
Neraca lengan, gelas beker, termometer, kalorimeter, air, pemanas, es, dan
butiran gergajian kayu.

RPP Fenomena Fisika SMP 1 39


E. Tes Kemampuan Keterampilan
Di atas meja disediakan alat dan bahan: air, es, gelas erlenmeyer, gelas beker,
gelas ukur, penyedor, pipa kaca, dan termometer.
1. Ambil alat-alat dan bahan, kemudian tunjukkan cara mengetahui bahwa
penguapan memerlukan kalor.
2. Ambil alat dan bahan, kemudian tunjukkan bahwa banyaknya kalor yang
diserap berbanding lurus dengan massanya.
3. Ambil alat-alat dan bahan, kemudian tunjukkan bahwa kelajuan perambatan
kalor bergantung pada jenis zat.
F. Tugas Portofolio
Cari informasi dan internet tentang perubahan wujud dan pengaruh tekanan
terhadap titik didih cairan atau titik lebur zat padat.
G. Kunci Soal
• Soal Latihan 6.1
1. a. kalor adalah energi panas.
b. caloric: menurut teori lama (kuno) zat alir yang tidak terlihat dapat
mengalir pada suatu zat sehingga panas dapat mengalir.
c. tara kalor mekanik: bilangan yang menyatakan kesetaraan antara
satuan kalor dengan satuan energi (1 joule = 0,24 kalori atau 1
kalori = 4,2 joule).
d. joule adalah satuan energi (SI).
e. kalori adalah satuan energi kalor.
2. Lavoisier.
3. Tidak ditemukannya zat alir pada peristiwa pengadukan air. Air diputar
dapat menjadi panas, padahal tidak dialiri zat ke dalam air.
4. Count Rumford, Robert Mayer, dan Joule.
5. Kalor merupakan transfer energi. Karena kalor juga merupakan ben­
tuk energi, jadi aliran atau perpindahan kalor merupakan perpindahan
energi.
• Soal Latihan 6.2
1. a. Asas Black: jumlah kalor yang diterima sama dengan jumlah kalor
yang dilepas.
b. Kalor lepas: jumlah kalor yang dilepaskan zat yang bersuhu tinggi.
c. Kalor serap: jumlah kalor yang diterima zat yang bersuhu rendah.
d. Kalor jenis: banyaknya energi kalor yang diperlukan 1 gram zat yang
diperlukan untuk menaikkan suhu zat sebesar 1oC atau banyaknya kalor
yang diperlukan 1 kilogram zat untuk menaikkan suhu zat sebesar 1oC.
(c: kal/g Co atau J/kg Co).

40 RPP Fenomena Fisika SMP 1


e. Kapasitas kalor: banyaknya kalor yang diperlukan untuk menaikkan
suhu zat sebesar 1oC. Satuan C = kal/Co atau j/Co.
2. cair = 4,2 × 103 J/kg Co; m = 2 kg; ΔT = 100 – 20 = 80oC
Q = mcDT = 2 × (4,2 × 103) × 80
= 6,72 × 105 J
3. m1 = 2 kg; T1 = 0oC; m2 = 0,3 kg; T2= 80oC; c = 4.200 J/kgCo
Misalnya suhu campuran Tc
Q
terima
= Qlepas
m1 c (Tc – T1) = m2 c (T2 – Tc)
2 × (Tc − 0) = 0,3 × (80 − Tc)
2 Tc = 24 – 0,3 Tc
2,3 Tc = 24
Tc = 10,43oC
4. m = 20 kg; c = 450 J/kgCo; T1 = 10oC; T2 = 90oC
Q = m c (T2 – T1)
= 20 (450)(90 − 10)
= 7,2 × 105 J
5. cair = 4.200 J/kgCo; mair = 20 kg
Q = m c (T2 – T1)
= 20 (4.200)(90 − 10)
= 6,72 × 106 J
6. m1 = 2 gelas; T1 = 5oC; m2 = 0,5 gelas; T2 = 60oC; Tc = suhu campuran =
…?
Qterima = Qlepas
m1 c (Tc – T1) = m2 c (T2 – Tc)
2 c (Tc – 5) = 0,5 c (60 – Tc)
2 Tc – 10 = 30 – 0,5 Tc
2,5 Tc = 40
Tc = 16oC
• Soal Latihan 6.3
3. Benda yang diberi kalor suhunya akan naik, benda dapat berubah wujud,
gas tekanannya akan bertambah.
4. Napas orang atau binatang mengandung uap air, begitu diembuskan ke udara
dingin, uap air akan mengembun sehingga keluar seperti kabut.
5. Makin rendah tekanan udara di atas cairan akan makin berkurang titik di­
dihnya dan sebaliknya, makin ke atas tekanan makin tinggi titik didihnya
juga makin tinggi. Makin rendah tekanan di atas cairan akan makin mudah
molekul-molekul cairan makin mudah untuk melepaskan diri dari cairan.
6. Titik didih zat ditentukan oleh

RPP Fenomena Fisika SMP 1 41


1. jenis cairan, dan
2. tekanan di atas cairan.
7. Untuk meleburkan 1 kg es dengan 1 kg lilin tidak sama, karena besar kalor
lebur es dengan lilin berbeda. Jika besar kalor leburnya sama maka jum­
lah kalor yang digunakan untuk mengubah bentuk dari padat ke cair juga
sama.
8. mes = 500 g; L = 336 kJ/kg
Q = mL
= 500 × 336 = 1,68 × 106 J
9. mes = 1 kg; ces = 2,1 kJ/kgCo; T1 = –10oC; T2 = 10oC; cair = 4,2 kJ/kgCo; L =
336 kJ/kg.
Jumlah kalor yang diperlukan untuk menaikkan es dari –10oC ke 0oC = Q1
Q1 = mes ces (10) = 1 × 2,1 × 10 = 21 kJ
Jumlah kalor yang diperlukan untuk mengubah es menjadi air 0oC = Q2
Q2 = mL = 1 × 336 = 336 kJ
Jumlah kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu air 0oC ke 10oC =
Q3
Q3 = mcair(10 − 0) = 1 × 4,2 × 10 = 42 kJ
Jumlah kalor yang diperlukan untuk mengubah 1 kg es menjadi air bersuhu
10oC adalah
Qtotal = Q1 + Q2 + Q3
= 21 + 336 + 42
= 399 kJ
10. m = 1,5 kg; T1 = –12oC; T2 = 20oC; cair = 4,2 kJ/kgCo; ces = 2,1 kJ/kgCo;
L = 336 kJ/kg
Jumlah kalor yang dilepaskan air dari 20oC ke 0oC (Q1)
Q1 = mcairDT
= 1,5 × 4,2 × 20 = 126 kJ
Jumlah kalor yang dilepaskan air menjadi es pada suhu 0oC (Q2)
Q2 = mL
= 1,5 × 336 = 504 kJ
Jumlah kalor yang dilepaskan es 0oC menjadi es –12oC (Q3)
Q3 = mcesDT
= 1,5 × 2,1 × 12 = 37,8 kJ
Jumlah kalor yang dilepaskan lemari es adalah Qtotal
Qtotal = Q1 + Q2 + Q3
= 126 + 504 + 37,8
= 667,8 kJ

42 RPP Fenomena Fisika SMP 1


• Soal Latihan 6.4
2. Kalor merambat secara konduksi, konveksi, dan radiasi. Konduksi adalah
kalor merambat karena energi getaran partikel dari benda panas ke benda
dingin. Konveksi adalah aliran kalor dengan konveksi karena perbedaan
massa jenis, cairan yang panas, massa jenisnya kecil sehingga naik, sedang
yang dingin akan turun karena massa jenisnya lebih besar. Radiasi adalah
perambatan kalor secara pancaran.
3. Yang mempengaruhi daya hantar zat padat adalah jenis zat.
4. Peristiwa konduksi terjadi pada gagang setrika dibuat dari zat isolator agar
tidak panas. Tempat pegangan panci terbuat dari bahan isolator.
5. Kalor merambat pada zat cair secara konveksi.
6. Pada zat cair bagian bawah dipanasi maka massa jenis berkurang sehingga
naik ke atas, sedang cairan dingin akan turun karena massa jenisnya lebih
besar sehingga terjadilah putaran cairan.
7. Pada saat memasak air dan terjadinya angin laut serta angin darat.
8. Kalor dapat melalui ruang hampa secara radiasi.
9. Kulitnya tebal, berwarna putih, dan di bawah kulit banyak lemak.
10. Termos menyimpan bahan makanan atau minuman agar tetap panas atau
dingin. Pada dasarnya, termos dibatasi oleh dua dingding yang hampa udara
agar kalor tidak masuk atau keluar secara radiasi. Dinding dalam dibuah
mengkilat agar kalor tidak keluar.
• Soal Tantangan
1. mes = m1 = 100 g; T1 = –20oC; mair = m2 = 200 g; T2 = 50oC; c1 = 0,5 kal/gCo;
c2 = 1 kal/gCo; Les = 80 kal/g
Penyelesaian
Jumlah kalor untuk kenaikkan suhu es dari –20oC ke 0oC (Q1)
Q1 = m1c1(0 − (−20)) = 100 × 0,5 × 20 = 1.000 kal
Jumlah kalor untukmengubah es menjadi air pada suhu 0oC (Q2)
Q2 = mLes = 100 × 80 = 8.000 kalori
Jumlah kalor yang dilepas air 50oC menjadi 0oC (Q3)
Q3 = m2cair(50 − 0) = 200 × 1 × 50 = 10.000 kalori
Kalor yang diserap: Q1 + Q2 = 1.000 + 8.000 = 9.000 kal
Kalor yang dilepas: Q3 = 10.000 kal
Karena Q3 > Q2 + Q1 maka dapat disimpulkan bahwa semua es melebur dan
kelebihan kalor digunakan untuk menaikkan suhu es yang sudah menjadi
air sehingga akan berlaku persamaan
Q1 + m1L + m1 c2 (Ta – 0) = m2 c2 (T2 – Ta)
1.000 + 100 × 80 + 100 Ta = 200 × 1 (50 – Ta)
1.000 + 8.000 + 100 Ta = 10.000 – 200 Ta
          300 Ta = 1.000
           Ta = 3,3oC

RPP Fenomena Fisika SMP 1 43


2. m1 = 3 gelas, T1 = 10oC; m2 = 2 gelas, T2 = 30oC; m3 = 1 gelas , T3 = 100oC.
Air 1 dicampur air 2, suhu campuran Tc1
m1c(Tc1 − T1) = m2c(T2 − Tc1)
3 × (Tc1 − 10) = 2 × (30 − (Tc1)
   3 Tc1 – 30 = 60 – 2 Tc1
     5 Tc1 = 90
      Tc1 = 18oC
Kemudian air campuran 1 dan 2 dengan suhu Tc1 dicampur dengan air 3.
mcc(Tc2 − Tc1) = m3c(T3 − Tc2)
(3 + 2)(Tc2 − 18) = 1 × (100 − Tc2)
    5Tc2 − 90 = 100 − Tc2
      6Tc2 = 190
      Tc2 = 31,7oC
Jadi, suhu air campuaran akhir adalah 31,7oC.
3. Massa air 1: m1; suhu T1; massa air 2: m2 ; suhu T2. Suhu akhir = ….?
Air 1 dicampur dengan air 2
m1(Tc − T1) = m2(T2 − Tc)
m1Tc − m1T1 = m2T2 − m2Tc
(m1 + m2)Tc = m1T1 + m2T2
mT +mT
     Tc = _________
​  1m1 + m2  2 

 
1 2
(m1 + m2) c (Ta – Tc) = Q
Dengan memasukkan Tc akan diperoleh Ta (suhu akhir).
• Soal Ulangan Bab 6
A. Soal Pilihan
1. c 6. b 11. a 16. c 21. b
2. a 7. d 12. c 17. b 22. -
3. b 8. c 13. c 18. d 23. d
4. b 9. a 14. a 19. c 24. b
5. a 10. a 15. a 20. d 25. b
Ralat: jawaban no. 22: yang melepas kalor adalah 2; 4; 5, tidak ada ja­
waban
B. Soal Uraian
2. Kalor banyak masuk melalui jendela kaca, tetapi yang keluar sedikit.
3. Api unggun yang mengenai kita secara radiasi, secara konveksi udara
naik ke atas.
4. Dalam tabung reaksi diisi air kemudian bagian bawah diberi es batu
yang dibebani batu. Dengan memanaskan air pada bagian atas sampai
mendidih, es batu di bawah tidak melebur.

44 RPP Fenomena Fisika SMP 1


5. Tangan ditetesi alkohol akan terasa dingin.
6. Karena tekanan udara di daerah gunung lebih kecil dibanding di dataran
rendah.
8. Karena cepat dingin.
9. V1 (Tc – T1) = V2 (T2 –Tc)
  4 (Tc – 0) = 1 (90 – Tc)
    4 Tc = 90 – Tc
    Tc = 18oC
10. m1 = ... ?; T1 = 0oC; m2 = 1 kg; T2 = 20oC; L = 336 J/g; agar air turun
menjadi 0oC.
   m L = m2 c (20 – 0)
m (336) = 1.000 (4,2) (20)
    m = 250 gram
Es yang melebur adalah 250 gram.
11. m =100 g; T1 = 25oC; T2 = 50oC; c = 0,45 J/g; Q = … ?
Q = mcDT
= 100 (0,45) (50 – 25)
= 1.125 J
12. m = 50 g; T1 = 20oC; W = 5.000 J; c = 1 kal/gCo = 4,2 J/gCo
W = Q = m c ΔT
5.000 = 50 (4,2) ΔT
  ΔT = 23,8oC
Suhu air menjadi T1 + ΔT = 20 + 23,8 = 43,8oC.
13. Es 10 gram pada suhu –15oC diubah menjadi uap pada suhu 100oC.
m = 10 g; T1 = –15oC; T2 = 100oC; ces = 2,1 J/gCo; cair= 4,2 J/gCo; Les =
80 kal/g; Les = 336 J/g; Luap = 540 kal/g = 2268 J/g
Kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu es dari –15oC menjadi
0oC (Q1)
Q1 = mces (0 – T1) = 10 (2,1) (15) = 315 J
Kalor yang diperlukan untuk mengubah es menjadi air 0oC (Q2)
Q2 = mLes = 10 (336) = 3.369 J
Kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu air dari 0oC menjadi
100oC (Q3)
Q3 = mcair (100 – 0) = 10 (4,2)(100) = 4.200 J
Kalor yang diperlukan untuk mengubah air menjadi uap pada 100oC
(Q4)
Q4 = mLuap = 10 (2.268) = 22.680 J

RPP Fenomena Fisika SMP 1 45


Jumlah kalor yang diperlukan untuk mengubah 10 gram es pada suhu
–15oC menjadi uap air pada suhu 100oC adalah Qtotal
Qtotal = Q1 + Q2 + Q3 + Q4
= 315 + 3.360 + 4.200 + 22.680
= 30.555 J
16. m = 70 kg; Q = 200 kkal/jam; 20% menjadi kerja;80% menjadi panas; 80%
menjadi panas sehingga 80% dari Q digunakan untuk menaikkan suhu.
Q' = 0,8 (200 kal) = 160 kkal = 160 × 4,2 kJ = 672 kJ
Q' = mcDT
Q'
​ 67270c
× 10
3
DT = ___
​ mc  ​ = _______    ​ 

Bab 7 Sifat Fisika dan Kimia Zat

A. Materi
1. Sifat Fisika
2. Sifat Kimia
B. Metode
Informasi yang disertai tanya jawab, diskusi, demonstrasi, eksperimen.
C. Demonstrasi/Peragaan
Macam-macam demonstrasi yang dapat dilakukan antara lain sebagai berikut.
1. Menunjukkan perubahan wujud pada es batu untuk mengetahui sifat benda.
2. Menunjukkan sifat-sifat benda, misalnya kertas dibakar.
Alat-Alat
Air dan kertas
D. Eksperimen/Percobaan
Macam-macam eksperimen atau percobaan yang dapat dilakukan adalah
1. percobaan menunjukkan pengaruh pengadukan dan pemanasan memper­
cepat pelarutan;
2. besar ukuran zat memengaruhi pelarutan;
3. percobaan menunjukkan terjadinya larutan jenuh;
4. menunjukkan perubahan wujud dari padat – cair – gas dengan cara mema­
naskan es;
5. menunjukkan tekanan dapat memengaruhi titik-titik air;
a. labu gelas berisi air yang dipanskan sampai mendidih, kemudian ditutup
dan dibalik kemudian bagian atas disiram air dingin, akan mendidih
lagi;

46 RPP Fenomena Fisika SMP 1


b. labu gelas diisi air dan dipanaskan sampai mendidih, kemudian api
disingkirkan dan setelah uap di dalam labu dihisap akan mendidih
kembali bahkan sampai bergolak;
6. memisahkan campuran serbuk besi dengan pasir atau terigu dengan meng­
gunakan batang magnet;
7. menunjukkan pemisahan air menjadi unsur-unsurnya dengan alat elektrolisis.
Alat dan Bahan
Gelas beker, pemanas, termometer, pengisap, alat elektrolisis, air, es, serbuk
besi, pasir, terigu, labu gelas, gula pasir, dan garam dapur.
E. Tes Kemampuan Keterampilan
Di atas meja disediakan alat dan bahan: gelas beker, gelas ukur, labu gelas, dan
termometer.
1. Ambil alat dan bahan, kemudian tunjukkan cara memisahkan campuran
serbuk besi di dalam terigu.
2. Ambil alat dan bahan, kemudian tunjukkan apa saja yang mempengaruhi
pelarutan.
3. Ambil alat dan bahan, kemudian tunjukkan bahwa tekanan mempengaruhi
titik didih cairan.
F. Tugas Portofolio
Cari informasi dari interner berkaitan dengan sifat kimia dan sifat kimia zat.
G. Kunci Soal
• Soal Ulangan Bab 7
A. Soal Pilihan
1. a 6. a 11. d
2. b 7. b 12. d
3. b 8. c 13. a
4. a 9. b 14. c
5. b 10. d 15. a

Bab 8 Pemisahan Campuran


A. Materi
1. Pemisahan Campuran Berdasarkan Sifat Fisika
2. Pemisahan Campuran Berdasarkan Sifat Kimia
B. Metode
Informasi yang disertai tanya jawab, diskusi, demonstrasi, dan eksperimen.

RPP Fenomena Fisika SMP 1 47


C. Demonstrasi/Peragaan
Demonstrasi yang dapat dilakukan adalah menunjukkan cara penyaringan air
dengan susunan pasir dan batu.
Alat dan Bahan
Botol plastik bekas minuman, batu kerikil, kain, pasir, dan air keruh.
D. Eksperimen/Percobaan
Eksperimen yang dapat dilakukan adalah menunjukkan cara, pengayaan, pe­
nyaringan, sentrifugasi, sublimasi, dan ekstraksi.
Alat dan Bahan
Ayakan, kertas saring, corong kaca, gelas beker, alat sentrifugal, pengaduk kaca,
kain kasa, air, larutan keruh, kapur barus, dan gula kasar campur halus.
E. Tes Kemampuan Keterampilan
Di atas meja disediakan macam-macam alat.
1. Ambil alat dan bahan, kemudian tunjukkan cara menyaring air kotor (keruh).
2. Ambil alat dan bahan, kemudian tunjukkan mempercepat terjadinya reaksi
kimia.
F. Tugas Portofolio
Cari informasi dari internet tentang pemisahan campuran baik secara fisika
maupun secara kimia.
G. Kunci Soal
• Soal Latihan 8.1
2. Pemisahan campuran
– Pengayaan: pemisahan ukuran besar dan kecil berdasarkan ukuran
partikel.
– Penyaringan: pemisahan padatan dengan cairan.
– Sentrifugasai: pemisahan suspensi/endapan hasil reaksi dengan cepat/
diputar.
– Distilasi: pemisahan dengan cara penyulingan.
– Sublimasi: pemisahan padatan yang diuapkan.
– Kristalisasi: pemisahan padatan dalam larutan dapat dengan kertas
saring.
– Kromatografi: pemisahan campuran yang memiliki kecepatan merambat
zat terlarut dengan mediumnya. Dengan kertas saring yang digantung­
kan.
3. Pengayaan berdasarkan ukuran padatan sedangkan penyaringan memisahkan
padatan dengan cairan.

48 RPP Fenomena Fisika SMP 1


4. Pemisahan minyak tanah dan oli dengan cara penguapan berdasarkan titik
didih minyak tanah dengan oli.
5. Mendapatkan garam dapur dengan cara pemanasan di tanah terbuka.
• Soal Latihan 8.2
2. Pemisahan air sadah, yaitu air yang mengandung garam–garam seperti
kalsium bikarbonat, kalsium sulfat, dan lain-lain. Dengan menambah garam
aluminium sulfat atau tawas, garam yang terlarut dalam air akan mengendap
atau menggumpal sehingga mudah disaring.
3. Karena banyak garam-garam yang terlarut dalam air atau mungkin air ber­
sifat asam karena adanya hujan asam. Akibatnya, air yang kurang banyak
berbusa sehingga pakaian kurang bersih setelah dicuci.
4. Kesadahan pada air dapat dihilangkan dengan menambah tawas dan juga
dengan cara pemanasan.
5. Untuk menggumpalkan garam-garam yang terlarut dalam air.
6. Sangat banyak, untuk pembersihan, pemurniaan, pemisahan untuk ukuran
yang berbeda.
• Soal Uji Pemahaman Konsep
1. Berdasarkan ukuran dapat diayak, pemisahan padatan dalam larutan, desti­
lasi atau penguapan. Dengan destilasi akan terpisah padatan/kotoran dengan
air murni.
2. Minyak tanah yang tercampur dengan air dapat dipisahkan dengan eks­
traksi. Minyak berada di atas dan air berada di bawah sehingga dapat
dipisahkan.
3. Air kotor dipisahkan/penjernihan dengan beberapa tahap, yaitu penambahan
tawas, pengendapan, penyaringan, dan juga dapat disaring dengan menambah
arang untuk mengikat logam-logam yang berbahaya yang terikat dalam air.
4. Untuk menggumpalkan garam-garam yang terlarut dalam air.
5. Air hasil penyulingan merupakan air murni, karena zat-zat lain tidak ikut
menguap kemudian mengembun.
6. Dengan pemanasan, air sadah akan terpisah dengan garam-garam yang terla­
rut dalam air sehingga garam-garam akan mengendap di dasar pemanas.
• Soal Ulangan Bab 8
A. Soal Pilihan
1. d 6. c 11. d
2. b 7. d 12. a
3. b 8. c 13. b
4. c 9. d 14. c
5. c 10. d 15. b

RPP Fenomena Fisika SMP 1 49


B. Soal Uraian
7. Karbon dapat mengikat logam-logam yang berbahaya bagi manusia,
misalnya Hg, Cu, dan Fe yang berlebihan.
8. Hasil reaksi kimia pada logam berupa karat tidak dapat dikembalikan
seperti semula. Untuk menghilangkannya dapat menggunakan bahan
kimia atau langsung dihilangkan secara fisika dengan cara mengam­
plas.
9. Pelestarian alam dari sektor air dan pelestarian air sungai bersih. Peng­
hematan pemakaian air sumur atau leding. Pemanfaatan air sungai
sebagai air minum dengan penjernihan air.
10. Bensin dan solar yang tercampur air dapat dipisahkan atau dimurnikan.
Karena bensin dan solar dapat terpisah secara jelas maka air yang berada
di bawah bensin atau solar dapat dipisahkan atau dibuang.
11. Pasir dan serbuk besi dapat dipisahkan dengan menggunakan magnet,
baik magnet tetap atau magnet dari elektromagnet.
12. Untuk mengetahui apakah air terkandung logam-logam yang berbahaya
atau melebihi batas maksimum yang diperkenankan untuk air minum,
secara pasti sampel dibawa ke laboratorium yang berkopenten sedang­
kan kandungan bakteri dapat diamati dengan mikroskop.
13. Air yang telah dimasak, di samping menghilangkan atau mengurangi
garam-garam yang terkandung juga mematikan bakteri yang ada dalam
air.
14. Dengan distilasi bertingkat.

Bab 9 Perubahan Fisika dan Perubahan Kimia

A. Materi
1. Perubahan Fisika
2. Perubahan Kimia
B. Metode
Informasi yang disertai tanya jawab, diskusi, demonstrasi, dan eksperimen.
C. Demonstrasi/Peragaan
Macam-macam demonstrasi yang dapat dilakukan adalah
1. perubahan pada lilin yang dinyalakan;
2. perubahan yang terjadi pada kertas yang dibakar;
3. perubahan es yang dipanaskan;
4. perubahan pada korek api yang dinyalakan.

50 RPP Fenomena Fisika SMP 1


Alat-Alat
Lilin, korek api, kertas, dan es.
D. Eksperimen/Percobaan
Macam-macam eksperimen atau percobaan yang dapat dilakukan adalah
1. mengamati perubahan zat;
2. mengamati perubahan fisika zat;
3. mengamati perubahan kimia zat.
Alat dan Bahan
Lilin, air, gelas kimia, tabung reaksi, pemanas, pita magnesium, dan gunting.
E. Tes Kemampuan Keterampilan
Di atas meja disediakan: pembakar, kertas, lilin, dan es.
1. Ambil alat dan bahan, kemudian tunjukkan adanya perubahan fisika.
2. Ambil alat dan bahan, kemudian tunjukkan adanya perubahan kimia.
F. Tugas Portofolio
Cari informasi dari internet berkaitan dengan perubahan fisika dan kimia dan
manfaatnya serta bahayanya dari perubahan tersebut.
G. Kunci Soal
• Soal Ulangan Bab 9
1. c 6. d 11. c 16. d
2. d 7. c 12. a 17. c
3. b 8. b 13. d 18. c
4. c 9. d 14. b 19. a
5. d 10. b 15. d 20. d

Bab 10 Reaksi Kimia


A. Materi
1. Persamaan Reaksi Kimia
2. Ciri-Ciri Reaksi Kimia
3. Kecepatan Reaksi Kimia
4. Penerapan Reaksi Kimia (Pengayaan)
B. Metode
Informasi yang disertai tanya jawab, diskusi, demonstrasi, dan eksperimen.
C. Demonstrasi/Peragaan
-

RPP Fenomena Fisika SMP 1 51


D. Eksperimen/Percobaan
Macam-macam eksperimen atau percobaan yang dapat dilakukan adalah sebagai
berikut.
1. Reaksi yang menghasilkan endapan.
Larutan Pb(NO3)2 + KI
2. Reaksi yang menyebabkan perubahan warna.
Larutan Pb(NO3)2 + KI
3. Reaksi yang menghasilkan gas.
Seng + asam sulfat atau asam klorida
Batu kapur (CaCO3) + H2SO4
4. Reaksi yang menghasilkan perubahan suhu
Kapur tohor + air
Karbit + air
Alat dan bahan
Tabung reaksi, termometer, larutan timbel II nitrat, larutan KI, serpihan seng,
kapur tohor, air, karbit, dan batu kapur.
E. Tes Kemampuan Keterampilan
-
F. Tugas Portofolio
Mencari beberapa reaksi kimia yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari
di buku referensi atau buku penunjang lain, internet, dan majalah atau koran.
G. Kunci Soal
• Soal Latihan 10.1
1. a. zat yang bereaksi
b. hasil reaksi
c. gambaran reaksi kimia dengan rumus kimia
d. angka di sebelah pereaksi dan hasil reaksi
2. pereaksi → hasil reaksi
2Mg (s) + O2 (g) → 2MgO (s)
Cu (s) + 2AgNO3 (aq) → Cu(NO3)2 (aq) + 2Ag (s)
3. a. → : menghasilkan
b. + : direaksikan
c. (s) : paatan (s = solid)
d. (g) : gas
e. (l) : cairan
f. (aq) : terlarut dalam air

52 RPP Fenomena Fisika SMP 1


4. Tulis persamaan reaksi, menyetarakan jumlah atom pereaksi dengan hasil
reaksi.
5. a. Pb(CH3 COOH)2 (aq) + 2KI → PbI2 (s) + 2CH3COOK (aq) + H2 (g)
b. 2Mg (s) + O2 (g) → 2MgO (s)
c. Mg (s) + 2HCl (aq) → MgCl2 (aq) + H2 (g)
d. Pb(CH3COO)2 (aq) + 2HCl (aq) → PbCl2 (s) +2CH3COOH (aq)
e. 2CuSO4 (aq) + 4KI (aq) → 2CuI (s) + I2 (s) + 2K2SO4 (aq)
6. 2Cu + S → Cu2S

• Soal Latihan 10.2


1. Ciri-ciri terjadinya reaksi: terjadi perubahan warna, menghasilkan endapan,
menghasilkan gas, dan terjadi perubahan suhu.
2. a. AgNO3 (aq) + CuSO4 (aq) → Ag2(SO4) + Cu(NO3)2
b. Pb(CH3COO)2 (aq) + 2HCl (aq) → PbCl2 (s) +2CH3COOH (aq)
c. 2CuSO4 (aq) +4KI (aq) → 2CuI (s) + I2 (s) + 2K2SO4 (aq)
3. Reaksi menghasilkan perubahan suhu
a. karbit dengan air
b. kabur tohor dengan air: CaO + H2O → Ca(OH)2 + kalor
c. bahan mercon yang dibakar
4. Besi dalam udara lembap akan cepat berkarat, jadi besi (Fe) akan bereaksi
dengan udara lembab.
4Fe (s) + 3O2(g) → 2Fe2O3 (s)
5. Bahan bakar bensin dan solar dalam mesin merupakan reaksi kimia. Bensin
atau solar yang dicampur dengan oksigen (dalam udara) akan menghasilkan
kalor dan kalor tersebut diubah menjadi energi gerak/mekanik.

• Soal Latihan 10.3


1. Katalis adalah suatu zat yang mempercepat atau memperlambat reaksi kimia
dan zatnya itu sendiri tidak ikut bereaksi.
2. Makin kecil ukuran partikel akan makin lebar permukaan sehingga akan
mempercepat reaksi.
3. Suhu juga mempercepat reaksi kimia, karena makin tinggi suhu akan mem­
percepat gerak partikel sehingga mempercepat reaksi.
5. Pada umumnya, ukuran partikel dan suhu akan mempercepat reaksi kimia.
• Soal Uji Pemahaman Konsep
1. Ciri-ciri terjadinya reaksi kimia
– menghasilkan zat baru (endapan)
– terjadi perubahan warna
– menghasilkan gas
– perubahan suhu

RPP Fenomena Fisika SMP 1 53


2. Hasil reaksi merupakan zat yang baru berbeda dengan zat pereaksi. Contoh
batu kapur (kapur tohor) setelah disiram air akan berbeda zat ketika belum
disiram air. Air yang dielektrolisis hasilnya akan berbeda karena air berubah
menjadi gas oksigen dan hidrogen yang berbeda sama sekali dengan air.
3. Logam seng direaksikan dengan asam kuat
Zn + 2HCl → Zn(Cl)2 + H2 yang yang terjadi adalah gas hidrogen
Zn + 2HNO3 → Zn(NO3)2 + H2
4. Dua larutan yang direaksikan dan menghasilkan endapan tersebut merupakan
zat baru yang berbeda dengan zat yang direaksikan.
2AgNO3 + CuSO4 → Ag2(SO4) + Cu(NO3)2
AgNO3 + NaCl → AgCl + NaNO3
5. Batu kapur yang dibakar merupakan reaksi kimia dan hasil pembakaran ka­
pur (CaCO3) menjadi CaO yang disiram air juga merupakan reaksi kimia.
CaCO3 → CaO + CO2
CaO + H2O → Ca(OH)2 + kalor

• Soal Ulangan Bab 10


A. Soal Pilihan
1. b 6. d 11. d
2. b 7. a 12. b
3. d 8. c 13. b
4. b 9. c 14. a
5. c 10. b 15. d
B. Soal Uraian
6. Pereaksi: Na dan Cl2; hasil reaksi: NaCl
7. 4Fe (s) + 3O2(g) → 2Fe2O3 (s)
8. a. 2Fe2O3 + 3C → 4Fe + 3CO2
b. P2O5 + 3H2O → 2H3PO4
9. 2Na + H2O → 2NaOH

Bab 11 Gerak Lurus


A. Materi
1. Gerak
2. Gerak Lurus
B. Metode
Informasi yang disertai tanya jawab, diskusi, demonstrasi, dan eksperimen.

54 RPP Fenomena Fisika SMP 1


C. Demonstrasi/Peragaan
Macam-macam demonstrasi yang dapat dilakukan adalah
1. siswa/guru berjalan lambat di depan kelas dengan kelajuan tetap;
2. siswa/guru berjalan agak cepat di depan kelas;
3. dengan alat Atwood menunjukan gerak lurus beraturan baik dipercepat
maupun diperlambat;
4. dengan alat tabung kaca (bukan lampu TL) yang berisi air dan ada bola ping­
pong, setelah dibalik akan menunjukkan gerak benda lurus beraturan;
5. tabung kaca dari bekas lampu TL yang berisi minyak pelumas kemudian
dijatuhi kelereng.
Alat-Alat
Tabung kaca bekas lampu TL, kelereng, minyak pelumas, air, dan alat Atwood.
D. Eksperimen/Percobaan
Macam-macam eksperimen atau percobaan yang dapat dilakukan adalah
1. dengan alat ticker timer dan perangkatnya termasuk mobil-mobilan berba­
terai untuk menyelidiki gerak lurus beraturan;
2. dengan menggunakan mobil-mobilan berbaterai untuk mengukur kelajuan
mobil-mobilan;
3. dengan menggunakan alat Atwood untuk mengukur kelajuan benda yang
turun.
Alat-Alat
Ticker timer dan perangkatnya, stop watch, mobil-mobilan, dan rolmeter.
E. Tes Kemampuan Keterampilan
Di atas meja disediakan macam-macam alat ukur dan alat percobaan.
1. Ambil alat-alat kemudian tunjukkan cara mencari kelajuan benda yang
ber­gerak.
2. Ambil peralatan kemudian tunjukkan benda yang bergerak lurus beratur­
an.
F. Tugas Portofolio
Coba pergi ke pinggir jalan besar, catat dan urutkan benda-benda/kendaraan
dari pelan sampai yang tercepat di jalan raya.

G. Kunci Soal
• Soal Latihan 11.1
1. a. Gerak adalah perubahan posisi/kedudukan terhadap titik acuan.
b. Jarak adalah besarnya perpindahan dari posisi awal sampai akhir atau
panjang lintasan.

RPP Fenomena Fisika SMP 1 55


c. Perpindahan adalah perubahan posisi/kedudukan yang mempunyai
besar dan arah.
d. Kecepatan adalah besarnya perubahan posisi suatu benda dalam satu
satuan waktu. Kelajuan adalah besarnya panjang lintasan yang ditempuh
setiap satu satuan waktu.
e. Percepatan adalah besar perubahan kecepatan setiap satu satuan
waktu.
2. Gerak mempunyai pengertian relatif, karena gerak merupakan perubahan
kedudukan terhadap acuan tertentu.
3. Gerak lurus beraturan; gerak lurus berubah beraturan; gerak melingkar;
gerak parabola; gerak bolak-balik atau getaran.
4. Gerak beraturan dan gerak berubah beraturan.
5. Yang memengaruhi kecepatan adalah perubahan posisi dan waktu tempuh.
Yang memengaruhi percepatan adalah perubahan kecepatan dan wak­
tunya.
6. Jarak yang ditempuh: x = 100 m + 35 m = 135 m; perpindahan
x = 100 m – 35 m = 65 m dengan arah ke timur.
7. Waktu tempuh Δt = 06.45 – 06.30 = 15 menit = 450 sekon
jarak rumah – sekolah, Δs = 1 km = 1.000 m. Kecepatan rata-rata
_
​ ∆s  ​= _____
​   = ___
v​ ​ 1.000   
​= 2,22 m/s
∆t 450
8. a = 4 m/s ; t = 10 s
2

vt = v0 + at
= 0 + 4(10)
40 × 10–3 km
= 40 m/s = ​ _________ 1
_____
​= 144 km/jam
   
 
​ 3.600
   ​ jam

• Soal Studi Kasus


Penyelesaian
V = 8.000 liter; jarak 1.000 m (x) ditempuh dalam 60 s (t); jumlah titik 200
buah (n)
1. kecepatan
​ 1.000
v = _​ xt  ​= _____
60
  ​= 16,67 m/s
 
2. waktu tempuh 15 km
​ 15.000
t = _​ xv ​= _______
1.000 m
______
m
​= 900 s = 15 menit
  
​  60 s   
​ 
3. jarak antartetes
s = __ ​ 1.000
​ nx ​= _____
200
  ​= 5 m
Jumlah tetesan sejauh 15 km = 200 × 15 = 3.000 buah tetesan.

56 RPP Fenomena Fisika SMP 1


4. Ralat: percepatan 4 m/s2 dibuang.
Penyelesaian
Jarak = 300 m
Waktu yang diperlukan truk sampai berhenti
vt = v0 + at
0 = 16,67 + at
16,67
a = – ​ _____
t    ​
1
__
x = v0 t + ​ 2 ​at2
16,67 2
300 = 16,67 t – __ ​ 12 ​_____
​  t   
 ​t
300 = 16,67 t – 8,34 t
t = 36 s
Waktu yang diperlukan truk sampai berhenti adalah 36 s.

5.     
v (m/s)       Grafik v – t

16,67

15 meter 15,6 meter

• Soal Latihan 11.2


1. a. Gerak lurus adalah gerak yang lintasannya berbentuk garis lurus.
b. Gerak lurus beraturan adalah gerak lurus dengan kecepatan tetap dan
lintasannya berbentuk garis lurus.
c. Gerak lurus berubah beraturan adalah gerak lurus dengan kecepatan
berubah secara beraturan dengan lintasan berbentuk garis lurus.
d. Gerak jatuh bebas adalah gerak vertikal ke bawah dengan kecepatan
awal nol.
e. Gerak vertikal adalah gerak secara vertikal, baik gerak vertikal ke ba­
wah maupun ke atas. Gerak vertikal merupakan gerak lurus berubah
beraturan.
v s
2.

t t
Grafik hubungan v – t pada GLB Grafik hubungan s – t pada GLB

RPP Fenomena Fisika SMP 1 57


3. Yang memengaruhi besar perpindahan pada gerak lurus beraturan adalah
kecepatan dan waktu tempuh.
4. Besar percepatan benda pada gerak lurus berubah beraturan adalah tetap.
Karena dengan percepatan tetap besarnya kecepatan akan berubah secara
beraturan atau pertambahan kecepatan sebesar percepatan.
5. Jika lintasannya berupa garis lurus dan besar kecepatannya tetap.
6. Yang memengaruhi besar kecepatan pada GLBB adalah kecepatan awal,
percepatan, dan waktu tempuh.
7. Perbedaan GLB dan GLBB adalah besar percepatan, pada GLB percepat­
annya 0, sedangkan pada GLBB tidak nol dapat negatif atau positif.
8. Benda dilempar ke atas dengan kecepatan awal v0, akan mencapai tinggi
maksimum pada saat vt = 0.
vt = v0 – gt
v
0 = v0 – gt → t = __
​ g0  ​
v v v​ 2​ ​​  ​ v2​ ​​  v​ 2​ ​​ 
​ 12 ​gt2 = v0__
hmaks = v0t – __ ​ 12 ​g(​ __
​ g0  ​– __ __0 __ 1 __0 __0
g  ​) = ​ g  ​– ​ 2 ​​ g  ​= ​ 2g  ​ 
0 2

​v2​ ​​ 
hmaks = __
​ 2g0  ​ 
9. Gambar a → sumbu x: waktu t dan sumbu y: kecepatan v
Gambar b → sumbu x: waktu t dan sumbu y: perpindahan s
10. v = 80 km/jam, t = 0,5 jam
s = v t = 80 km/jam × 0,5 jam = 40 km
11. a. dari t = 0 sampai t = 4 s, merupakan GLBB dan dari t = 4 s sampai t =
10 s merupakan GLB;
b. dari t = 0 sampai t = 4 s, kecepatannya naik dari 2 m/s menjadi 4 m/s
dan dari t = 4 s sampai t = 10 s, kecepatannya tetap = 4 m/s.
12. t = 5 menit, s = 3 km, dan jarak yang ditempuh dalam waktu 7 menit
​ 35 ​= 0,6 km/menit; jarak dalam waktu 7 menit: s’ = v t’ = 0,6 × 7 =
v = _​ st  ​= __
4,2 km
13. v0 = 5 m/s; a = 2 m/s2; t = 10 s; vt = ... ?
vt = v0 + at = 5 + 2(10) = 25 m/s
14. Ralat t = 5 menit diganti t = 5 s; v0 = 0; a = 4 m/s2; s = ... ?
s = v0 + __ ​ 12 ​at2 = 0 + __ ​ 12 ​(4)(5)2 = 50 m
15. dari t = 0 s sampai t = 2 s: GLBB; dari t = 2 s sampai 5 s: GLB; dari t =
5 s sampai t = 7 s: GLBB; dari t = 7 s sampai t = 12 s: GLB; dari t = 12 s
sampai t = 14 s: GLBB.
16. v0 = 10 m/s; a = 2 m/s2
a. vt = v0 + at = 10 + 2(10) = 30 m/s
b. s = v0t + __ ​ 12 ​at2 = 10(10) + __ ​ 12 ​(2)(10)2 = 100 + 100 = 200 m

58 RPP Fenomena Fisika SMP 1


17. v0 = 80 m/s; g = 10 m/s2
a. vt = v0 – gt = 80 – 10(4) = 40 m/s
b. Tinggi maksimum ditempuh saat vt = 0
vt = v0 – gt
0 = 80 – 10t → t = 8 s
hm = v0t – ​ __12 ​gt2 = 80(8) – ​ __12 ​(10)(8)2 = 640 – 320 = 320 m
18. v0 = 10 m/s; h = 200 m; g = 10 m/s2
a. kecepatan benda saat menyentuh tanah, vt = ... ?
h = v0t + ​ __12 ​gt2
200 = 10t + ​ __12 ​(10)t2
200 = 10t + 5t2
t2 + 2 t – 40_______
=0 _______
–b √ b2 – 4ac  
± ​ –2 ± ​√4 ​ = ​ 
+  
160 ​  –2 ± 12,8
____________
t12 = ​      ​  ​ = ​ ____________  ________ ​   
2a 2 2
t1 = 5,4 s dan t2 = –7,4 s yang memenuhi atau berlaku adalah t1 = 5,4 s
vt = v0 + gt = 10 + 10(5,4) = 64 m/s
b. kecepatan benda saat ketinggian 100 m
h = v0t + ​ __12 ​ gt2
(200 – 100) = 10t + ​ __12 ​ (10)t2
100 = 10t + 5t2
t2 + 2t – 20_______
=0
______
–b ± ​√b2 – 4ac   –2 ± 9,2
–2 ± ​√ 4 + 80 ​  ______
​ __________
t12 = ​ ___________
2a
  ​ = ​ 
 
 
2
    ​ = ​ 
 
2
    ​ 
t1 = 3,6 s dan t2= –5,6 s; yang memenuhi t1 = 3,6 s.
vt = v0 + gt = 10 + 10 (3,6) = 46 m/s
19. vA = 20 m/s; t = 10 s; vB = 5 m/s; a = 1 m/s2
Kapan (t) dan dimana (x), A tersusul B?
x1 x2
P Q R

A berangkat terlebih dahulu selama 10 s menempuh x1


x1 = vAt = 20 (10) = 200 m
x2 = vAt' = 20t'
x = x1 + x2 = v2t' + ​ __12 ​at'2
200 + 20t' = 5t' + ​ __12 ​(1)t'2
200 + 20t' = 5t' + 0,5t'2
t'2 – 30t' – 400 = 0
(t' + 10)(t' – 40) = 0
t'1= –10 s dan t'2 = 40 s; yang memenuhi t'2 = 40 s

RPP Fenomena Fisika SMP 1 59


sehingga x2 = vAt' = 20(40) = 800 m
x = x1 + x2 = 200 + 800 = 1.000 m
20. v0 = 144 km/jam = 40 m/s; a = – 4 m/s2
Berhenti pada saat vt = 0
vt = v0 + at
0 = 40 + (– 4)t
t = 10 s
​ 12 ​at2
x = v0t + __
= 40(10) – ​ __12 ​(4)(10)2
= 200 m

• Soal Ulangan Bab 11


A. Soal Pilihan
1. a 6. b 11. c 16. b 21. c 26. d
2. a 7. a 12. d 17. d 22. d 27. a
3. b 8. a 13. a 18. d 23. c 28. a
4. a 9. c 14. c 19. b 24. d 29. b
5. - 10. d 15. c 20. b 25. c 30. c
Ralat soal no. 5: Jawaban yang benar adalah 2 km/jam.
B. Soal Uraian
2. Berbeda, karena gerak bersifat relatif. Dilihat orang yang diam, kecepat­
an positif (arah ke depan). Dilihat orang yang berada di dalam mobil,
kecepatan negatif (arah ke belakang).
3. v = 10 m/s
Jika sejajar dalam arah yang sama, dikatakan tidak bergerak, v relatif
= 0. Agar dikatakan bergerak, arahnya harus berlawanan sehingga
kecepatan relatif v' = 20 m/s.
4. Juga sama, karena besar dan arahnya sama.
5. Gerak vertikal ke atas merupakan gerak lurus berubah beraturan. Pada
saat mencapai tinggi maksimum, vt = 0. Pada saat mencapai tanah, vt = –v0.
6. Dikatakan gerak jatuh bebas adalah gerak vertikal ke bawah dengan
kecepatan awal v0 = 0.
7. Percepatan gravitasi bumi berpengaruh terhadap gerak vertikal dan
sebagai perlambatan, saat benda bergerak vertikal ke atas sedangkan
sebagai percepatan, saat benda bergerak vertikal ke bawah.
8. v0 = 10 m/s; t = 1 s; vt = 12 m/s; saat t = 3 s; v = 16 m/s.
​ ∆v ​ = __
___ ∆v ​ = ______
​ 2 ​= 2 ​ ___ ​ 16 3– 10 
​= 2
 
∆t 1 ∆t
Oleh karena a sama maka gerak tersebut merupakan gerak dipercepat
beraturan.

60 RPP Fenomena Fisika SMP 1


9. v = 72 km/jam = 20 m/s = 2.000 cm/s
10. Menit ke-1, x = 200 m; menit ke-2, x = 225 m; menit ke-3, x = 275 m.
_ ___ 200 + (225 – 200) + (275 – 225) __________
​  = ​ ∆x ​ = _______________________
v​ ​          ​= ​ 
200 + 25 + 50
   ​= 19 m/s
 
∆t 1+1+1 3
11. v0 = 10 m/s
Detik ke-2, v = 9,5 m/s; detik ke-3, v = 9, terus berhenti pada menit ke
….
a = – 0,5 m/s2
v1 = 10 m/s
vt = v0 + at
0 = 10 – 0,5t
t = 20 s
Dengan demikian, berhenti pada detik ke-21 awal.
12. v = 2 km/jam; berarti bergerak ke belakang. Kecepatan kondektur menuju
stasiun, v = 60 – 2 = 58 km/jam. Kalau kondektur bergerak menuju loko­
motif, v = 60 + 2 = 62 km/jam.
13. x = 25 m; sekon ke-2, x = 35 m; sekon ke-6, x = … ?
v = ​ ___∆x ​ = ______
​ 35 2– 25 
​= 5 m/s
 
∆t
x = v0t + ​ 2 ​at1
__ 2

= 5(6) + ​ __12 ​(5)(6)2
= 30 + 90 = 120 m
x1 x2
14. A B
0 0
vp vQ

    vp = 7,5 m/s; vQ = 10 m/s; x = 200 m
    x1 = vp t = 7,5t
    x2 = vQ t
200 – 7,5t = 10t
     t = 11,43 s
Jadi, x1 = 7,5t = 7,5 (11,43) = 85,7 m dan x2 = 10t = 10 (11,43) = 114,3; x
= 85,7 + 114,3 = 200 m.
15. v = 10 km/jam; a = 2 km/jam2
a. vt = v0 + at
vt = 10 + 2(5) = 20 km/jam
​ 12 ​at2
b. x = v0t + __
= 60(0,5) – ​ __12 ​(120)(0,5)2
= 75 km

RPP Fenomena Fisika SMP 1 61


16. v = 60 km/jam; vt = 0, t = 0,5 jam
a. vt = v0 + at
0 = 60 + a(0,5) → a = –120 km/jam2
​ 12 ​at2
b. x = v0t + __
=60(0,5) – ​ __12 ​(120)(0,5)2
= 30 – 15 = 15 km

17. h = 100 m; v0 = 20 m/s; g = 10 m/s2


h = –100 m (titik acuan saat melempar/pusat koordinat)
h ​ 12 ​gt2
= v0t – __ v0

​ 12 ​(10)t2
–100 = 20t – __
h
–100 = 20t – 5t2
5t2 – 20t – 100 = 0
t2 – 4t – 20_______
=0
√ 4 ± 9,8
​ –b ± ​ 2a
b – 4ac   ​ _____
2
t12 = ___________   ​= ​  2   
 
  ​ 
t1 = 6,9 s dan t2 = –2,9 s
Nilai t yang memenuhi adalah t1 = 6,9 s sehingga kecepatan saat menyentuh
tanah adalah
vt = v0 – gt
= 20 – 10(6,9)
= – 49 m/s (tanda (–) menunjukkan arah kecepatan ke bawah)
18. v0 = 100 m/s; g = 10 m/s2
a. Pada titik tertinggi, vt = 0
vt = v0 – gt
0 = 100 – 10t → t = 10 s
hmaks = v0t – __ ​ 12 ​gt2
= 100(10) – 5(100)
= 500 m
b. h = 180 m
  h = v0t – __ ​ 12 ​gt2
180 = 100t – 5t2
5t2 – 100t + 180 = 0
t2 – 20t + 36 = 0
(t – 2)(t – 18) = 0
t1 = 2 s, t2 = 18 s

62 RPP Fenomena Fisika SMP 1


v1 = v0 – gt v2 = v0 – gt
= 100 – 2(2) = 100 – 10 (180)
= 80 m/s = –80 m/s (arah ke bawah)
19. a. dari t = 0 sampai t = 4 s.
b. Berhenti saat t = 0.
c. dari 0 sampa t = 4, v0 = 0 → x1 = … ?
​ ∆v ​ = __
a = ___ ​ 6 ​= 1,5 m/s2
∆t 4
x1 = v0t + __ ​ 12 ​at2
x1 = 0 + 0,5(1,5)(4)2 = 12 m
* Dari t = 4 s sampai t = 6 s → x2 = ….
x2 = vt = (6)(6 – 4) = 12 m
* Dari t = 6 s sampai t = 8 s → x3 = ….
​ ∆v ​ = _____
a = ___ ​ 10 –  6 
​ = 2 m/s2
∆t 1 2
__
x3 = v0t + ​ 2 ​at2
= 6(2) + __ ​ 12 ​(2)(2)2
= 16 m
* Dari t = 8 s sampai t = 10 s → x4= ….
x4 = vt = (10)(2) = 20 m
x = x1 + x2 + x3 + x4
= 12 + 12 + 16 + 20
= 60 m
20. Benda A lebih cepat, karena dalam selang waktu yang sama jarak yang
ditempuh lebih besar.
​ ∆v ​ = ______
8 – (–8) __
21. a = ___ ​  ​= ​ 16 ​ = 1,6 m/s2
  
∆t (15 – 5) 10
22. v0 = 200 m/s; g = 10 m/s2; h = 1.500 m
h ​ 12 ​gt2
= v0t – __
1.500 = 200t – 5t2
t2 – 40t + 300 = 0
(t – 10)(t – 30) = 0
t1 = 10 s; t2 = 30 s
v1 = v0 – gt = 200 – 10(10) = 100 m (ke atas)
v2 = v0 – gt = 200 – 10(30) = – 100 m (ke bawah)

RPP Fenomena Fisika SMP 1 63


24. Ralat: vB = 5 m/s diganti 50 m/s
VA
Penyelesaian
h = 200 m; vB = 50 m/s; vA = 0; g =10 m/s2
​ 12 ​gt2
      h1 = v0t + __ h h1

= 0 + 5t2 = 5t2
      h2 = h – h1 = 200 – 5t2 h2
​ 12 ​gt2
200 – 5t2 = v2t – __
VB
200 – 5t2 = 50t – 5t2
200 = 50t
    t = 4 s
    h1 = 5t2 = 5 (4)2 = 80 m
    h2 = 200 – 20 = 120 m
25. v0 = 108 km/jam = 30 m/s
x = 50 m (jarak yang ditempuh mulai pengereman sampai berhenti)
berhenti, vt = 0
vt = v0 + at
0 = 30 + at → a = __ ​ 30
t   ​
​ 12 ​at2
x = v0t + __
50 = 30t + __ ​ –30
​ 12 ​(___t   ​)  t
2

50 = 30t – 15t
50 __ 10
t = ​ __
15
 ​ = ​    ​= 3,3 s
3
Jadi, waktu minimal yang diperlukan mobil adalah 3,33 s.
26. vA = 10 m/s, a = 1 m/s2, vB = 5 m/s, dan a = 3 m/s2
​ 12 ​at2 = 10t + __
    x = vAt + __ ​ 12 ​(1)t2 = 10t + 0,5t2

​ 12 ​at2 = 5t + __
    x = vBt + __ ​ 12 ​(3)t2 = 5t + 1,5t2
10t + 0,5t2 = 5t + 1,5t2
    5t = t2
    t1 = 0; t2 = 5 s
    x = 10t + 0,5t2 = 10(5) + (0,5)(5)2 = 50 + 12,5 = 62,5 m
    x = 5t + 1,5t2 = 5(5) + 1,5(5)2 = 25 + 37,5 = 62,5 m

64 RPP Fenomena Fisika SMP 1


• Soal Ulangan Umum 2
A. Soal Pilihan
1. b 11. a 21. c 31. b 41. a 51. b
2. a 12. d 22. d 32. b 42. c 52. b
3. b 13. a 23. d 33. d 43. b 53. b
4. c 14. d 24. b 34. b 44. d 54. b
5. c 15. a 25. c 35. d 45. a 55. d
6. d 16. d 26. c 36. c 46. a 56. c
7. c 17. a 27. b 37. b 47. a 57. b
8. a 18. d 28. c 38. c 48. b 58. a
9. a 19. b 29. - 39. b 49. b 59. b
10. b 20. b 30. b 40. - 50. c 60. a

Ralat: no. 17. kalor diganti suhu


18. pernyataan ditambah kecuali
40. jawaban yang benar 300 kkal
B. Soal Uraian
10. GLB memiliki kecepatan tetap dan percepatan a = 0. GLBB memiliki
kecepatan yang berubah secara teratur dan percepatannya, a ≠ 0.
11. m = 5 kg; ΔT = 50oC; Q = 4.200 J = 4,2 kJ; c = …?
Penyelesaian
Q = mcDT
4,2 = 5c(50)
4,2
c = ___
​ 250   ​= 16,8 kJ/kgCo
12. m = 10 kg; ΔT = 50oC; L = 336 kJ/kg; c = 4,2 kJ/kgCo; Q = …?
Q = mL + mcDT
= 10 (336) + 10 (4,2) (20)
= 3.360 + 840
= 4.200 kJ
13. Luap = 2.260 kJ/kg; Lalkohol = 1.100 kJ/kg
Air: Q = m L Alkohol: Q = m L
= (1) (2.260) = (1) (1.100)
= 2.260 kJ = 1.100 kJ
Qair > Qalkohol
14. m = 10 g; Q = 100 J; ΔT = 1oC; ΔT = 50oC; ΔT = … jika diberi kalor
500 J
Q = mcDT
100 = 10 c (50)
c = 0,2 J/kgCo

RPP Fenomena Fisika SMP 1 65


Q = mcDT
500 = (10) (0,2) ΔT
ΔT = 250oC
Jadi, kenaikan suhunya adalah 250oC.
15. Karena massa jenisnya mengecil jika udara dipanaskan maka udara
panas akan naik dan digantikan oleh udara di sekitar tungku. Udara
di sekitar tungku diganti oleh udara dari luar sehingga memperlancar
sirkulasi udara di dalam rumah.
16. m = 1 g; ΔT = 1oC; cperak = 0,23 kJ/kgCo; ctembaga = 0,39 kJ/kgCo
Q = mcDT
Qperak = Qtembaga
(1)(0,23)(1) = (10)(0,39)DT
0,23
    DT = ____ ​ 3,9  ​= 0,06oC
17. ρ = 13,6 g/cm3; m = 372 g; V = …?
r = __
V
​ m ​ = ____
​ m ​ → V = __ ​ 372  ​ = 27,3 cm3
13,6
18. Kelajuan langsung, diukur dengan speedometer. Kelajuan tidak lang­
sung dengan mengukur panjang lintasan dan waktu tempuh.
v = _​ st  ​
19. Percepatan, a = 0.
​ 100
20. v1 = ___ 10
​ 100
  ​= 10 m/s; v2 = ___
12
  ​= 8,3 m/s
Jarak yang ditempuh 2 adalah x = v t = 8,33 (10) = 83,3 m.

66 RPP Fenomena Fisika SMP 1


Silabus
Nama Sekolah : SMP/MTs ...
Mata Pelajaran : IPA (FISIKA)
Kelas/Semester : VII/1
Standar Kompetensi : 1. Memahami prosedur ilmiah untuk mempelajari benda-benda alam dengan menggunakan peralatan
Alokasi Waktu : 6 jam pelajaran
Kompetensi Materi Pokok Alokasi Alat/Bahan/
Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian
Dasar Pembelajaran Waktu Sumber

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

1.1 Mendeskrip- • Besaran • Menayangkan tentang • Mengidentifikasi besar­ - Kuis 2 jam Buku:
sikan besaran Fisika dan besaran, peristiwa, an-besaran fisika. - Peng­amatan pelajaran Semesta
pokok dan Satuannya alat-alat, kejadian, • Mengelompokkan keaktifan Fenomena
besaran tu- penemu, ilmuwan fisika besaran fisika ke dalam dalam Fisika 1
runan beserta dari jaringan internet besaran pokok dan diskusi dan Karangan: Budi
satuannya. (rekaman dari inetrnet). besaran turunan. tanya jawab Purwanto
• Melakukan diskusi kelas • Mendeskripsikan satuan - Peng­
untuk mendeskripsikan sistem internasional. amatan: Alat/Bahan:
besaran fisika dan • Mengkonversi satuan sikap dan Meteran,
mengelompokkannya panjang, massa, dan tingkah laku jangka sorong,
dalam besaran pokok waktu serta besaran - Peng­amatan mikrometer,
dan besaran turunan. turunan. kinerja neraca lengan,
• Melakukan diskusi kelas dalam kete­ dan macam-
untuk mendeskripsikan rampilan macam alat
satuan sistem peragaan ukur serta
internasional. dan per­ model
• Melakukan tanya jawab cobaan
untuk mengkonversi Sarana/Media:

RPP Fenomena Fisika SMP 1


besaran-besaran panjang, Komputer LCD
massa, dan waktu serta dan jaringan
besaran turunan lainnya. internet

67
68
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

• Melakukan diskusi
kelompok untuk
memecahkan masalah
yang terkait dengan
besaran dan satuan.
• Mengerjakan kuis
tertulis dengan cara
lisan atau tertulis untuk
mengetahui pemahaman
materi yang telah

RPP Fenomena Fisika SMP 1


dipelajari.

1.2 Mendeskrip- • Suhu • Menayangkan tentang • Menjelaskan alat ukur - Kuis 2 jam Buku:
sikan penger- peristiwa dan alat-alat suhu. - Pengamatan pelajaran Semesta
tian suhu dan yang terkait dengan • Menjelaskan jenis-jenis kinerja kete­ Fenomena
pengukuran- suhu dari jaringan termometer. rampilan Fisika 1
nya. internet (atau rekaman peragaan Karangan: Budi
dari internet). dan perco- Purwanto
• Melakukan demonstrasi baan
untuk menunjukkan - Pengamatan: Alat/Bahan:
bahwa indra peraba kita sikap dan Macam-macam
tidak dapat mengukur tingkah laku termometer, air,
suhu dengan tepat. - Pengamatan pemanas, gelas
• Melakukan tanya keaktifan kimia, pipa
jawab tentang macam- dalam dis- kaca
macam termometer dan kusi, tanya
penggunaannya. jawab, dan Sarana/Media:
• Melakukan diskusi demons­trasi Laboratorium,
kelas untuk menjelaskan - Laporan komputer, dan
macam-macam percobaan LCD
termometer zat cair,
termometer hambatan,
dan termometer gas.
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

• Melakukan diskusi
kelompok untuk
memecahkan
permasalahan yang
berkaitan dengan suhu
dan pengukuran.
• Melakukan eksperimen/
percobaan tentang cara
membuat termometer
sederhana berdasarkan
sifat perubahan volume.
• Mempresentasikan ke­
simpulan hasil percobaan
kelompok di depan kelas
dan diteruskan dengan
diskusi kelas.
• Mengerjakan kuis tertulis
yang disampaikan secara
lisan dan/atau tetulis.
1.3 Melakukan • Pengukur­an • Melakukan pengukuran • Mengukur besaran fisika - Kuis 2 jam Buku:
pengukuran Besaran panjang dengan dengan alat ukur yang - Ulangan pelajaran Semesta
dasar secara Fisika macam-macam alat ukur sesuai. harian Fenomena
teliti dengan panjang. • Mengukur panjang benda - Peng­amatan Fisika 1
menggu- • Menggunakan alat dengan menggunakan kinerja ke­ Karangan: Budi
nakan alat ukur waktu dan neraca alat ukur yang sesuai. terampilan Purwanto
ukur yang (timbangan). • Menggunakan atau peragaan
sesuai dan • Melakukan demonstrasi mengoperasikan jangka dan perco- Alat/Bahan:
sering digu- untuk mengetahui sorong dan mikrometer baan Mistar,

RPP Fenomena Fisika SMP 1


nakan dalam cara menggunakan sekrup untuk mengetahui rolmeter,
kehidupan alat jangka sorong dan panjang benda yang jangka sorong,
sehari-hari. mikrometer sekrup. sesuai dan tepat. mikrometer,

69
70
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

• Melakukan demonstrasi • Mengukur volume benda - Peng­amatan: model jangka


untuk membaca skala padat dan cair dengan sikap, sorong, dan
nonius pada jangka alat yang sesuai dan cara minat, dan model skala
sorong dengan bantuan yang benar. tingkah laku nonius.
model skala nonius • Mengukur massa benda - Pengamatan
besar atau dengan padat dan cair dengan keaktifan Sarana/Media:
bantuan OHP dan alat yang sesuai dan dalam Laboratorium,
diteruskan melakukan benar. diskusi dan komputer,
pengukuran dengan alat • Mengukur suhu suatu tanya jawab LCD, dan
jangka sorong. benda. - Presentasi jaringan

RPP Fenomena Fisika SMP 1


• Melakukan percobaan • Membandingkan skala di depan internet
mengukur volume benda termometer Celcius kelas
padat dan cair. dengan skala termometer - Laporan
• Melakukan diskusi yang lain. percobaan
untuk mengukur suhu
suatu benda.
• Membandingkan skala
termometer Celcius
dengan termometer
skala yang lain.
• Melakukan diskusi
kelompok untuk
mendeskripsikan cara
pengamanan pada saat
melakukan eksperimen/
percobaan.
• Mempresentasikan
kesimpulan hasil
percobaan di depan
kelas dan diteruskan
dengan diskusi kelas.
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

• Melakukan diskusi
kelompok untuk
memecahkan
permasalahan yang
berkaitan dengan
pengukuran besaran
fisika.
• Pemberian tugas materi
dari jaringan internet.
• Mengerjakan kuis tertulis
yang disampaikan secara
lisan dan/atau tertulis.

RPP Fenomena Fisika SMP 1


71
72
Standar Kompetensi : 2. Memahami klasifikasi zat
Alokasi Waktu : 8 jam pelajaran (4 × pertemuan)
Kompetensi Materi Pokok Alokasi Alat/Bahan/
Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian
Dasar Pembelajaran Waktu Sumber

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

2.1 Mengelom­ • Identifikasi • Menayangkan tentang • Mengidentifikasi sifat - Kuis 2 jam Buku:
pokkan sifat dan Sifat peristiwa yang berkaitan asam, basa, dan garam - Pengamatan pelajaran Semesta
larutan asam, Asam, dengan asam, basa, dan dengan menggunakan keaktifan Fenomena
larutan basa, Basa, dan garam dari jaringan indikator yang sesuai. dalam Fisika 1
dan larutan Garam internet (atau rekaman • Mengelompokkan diskusi dan Karangan: Budi
garam dari internet). bahan-bahan yang ada di tanya jawab Purwanto

RPP Fenomena Fisika SMP 1


melalui alat • Melakukan diskusi kelas lingkungan sekitar kita - Pengamatan:
dan indikator untuk menyebutkan dan berdasarkan sifat asam, sikap Alat/Bahan:
yang tepat. mengelompokkan ke basa, dan garam. tingkah laku Tabung reaksi,
dalam jenis larutan zat • Menggunakan alat atau - Pengamatan kertas lakmus,
yang termasuk asam, bahan untuk menentukan kinerja ke­ fenolftalin,
basa, garam, dan netral. zat bersifat asam atau terampilan metil, bahan
• Melakukan percobaan basa. peragaan asam, basa,
untuk menunjukkan zat dan perco- garam, dan
yang termasuk asam, baan bahan alami
basa, dan garam dengan - Presentasi
menggunakan indikator di depan Sarana/Media:
yang baku (kertas kelas LKS, komputer,
lakmus, fenolftalin, - Laporan LCD, dan
metil, dan lain-lain). percobaan jaringan
• Melakukan diskusi kelas internet
untuk menyebutkan
sifat-sifat asam, basa,
dan garam serta
memberi contoh-
contohnya dalam
kehidupan sehari-hari.
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

• Mengerjakan
kuis tertulis yang
disampaikan secara
lisan dan/atau tertulis
mengenai materi yang
telah dipelajari.

2.2 Melakukan • Penentuan • Melakukan percobaan • Menyelidiki sifat - Kuis 2 jam Buku:
percobaan Skala untuk mengidentifikasi asam dan basa bahan - Pengamatan pelajaran Semesta
sederha­na Keasaman atau menunjukkan makanan. kinerja ke­ Fenomena
dengan dan bahwa bahan di sekitar terampilan Fisika 1
bahan- Kebasaan kita (misalnya bunga, peragaan Karangan: Budi
bahan yang daun, kunyit, jahe, dan perco- Purwanto
diperoleh dan lain-lain) dapat baan
dalam digunakan sebagai - Peng­amatan: Alat/Bahan:
kehidupan indikator untuk sikap dan Macam-macam
sehari-hari. menunjukkan asam atau tingkah laku bunga, daun,
basa. - Pengamatan empon-empon,
• Melakukan percobaan keaktifan bahan kimia
untuk mengetahui dalam asam, basa,
makanan sehari-hari diskusi dan garam, kertas
bersifat asam atau basa. tanya jawab lakmus,
• Mempresentasikan hasil - Presentasi fenolftalin,
percobaan di depan - Laporan palet, dan
kelas yang diteruskan percobaan tabung reaksi
dengan diskusi kelas.
• Mengerjakan Sarana/Media:
kuis tertulis yang Komputer,

RPP Fenomena Fisika SMP 1


disampaikan secara LKS, LCD,
lisan dan/atau tertulis dan jaringan
mengenai materi yang internet
telah dipelajari.

73
74
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

2.3 Menjelaskan • Unsur • Melakukan diskusi kelas • Mengidentifikasi aturan - Kuis 2 jam Buku:
nama unsur untuk mengidentifikasi penulisan lambang - Pengamatan: pelajaran Semesta
dan nama lambang unsur dan cara unsur. sikap, Fenomena
kimia penulisannya. • Mengidentifikasi minat, dan Fisika 1
sederhana • Melakukan diskusi kelas penulisan nama dan tingkah laku Karangan: Budi
untuk mengidentifikasi lambang unsur. - Pengamatan Purwanto
sistem periodik unsur. keaktifan
• Melakukan diskusi kelas dalam Alat/Bahan:
untuk menunjukkan diskusi dan Chart sistem
nama unsur, lambang tanya jawab periode

RPP Fenomena Fisika SMP 1


unsur, nomor atom, dan
nomor massa. Sarana/Media:
• Melakukan diskusi LKS, komputer,
kelompok untuk LCD, dan
memecahkan jaringan
permasalahan yang internet
berkaitan dengan nama
senyawa dan rumus
kimianya.
• Mengerjakan
kuis tertulis yang
disampaikan secara lisan
dan/atau tertulis.

2.4 Membanding­ • Senyawa • Menayangkan tentang • Mengidentifikasi sifat - Kuis 2 jam Buku:
kan sifat dan peristiwa atau bahan senyawa dan campuran. - Pengamatan pelajaran Semesta
unsur, se- Campuran yang berkaitan dengan • Mengklasifikasi bahan- kinerja ke­ Fenomena
nyawa, dan senyawa dan campuran bahan secara sederhana. terampilan Fisika 1
campuran. dari jaringan internet • Mengidentifikasi peragaan Karangan: Budi
(atau rekaman dari campuran homogen dan dan perco- Purwanto
internet). campuran heterogen. baan
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

• Melakukan diskusi kelas - Pengamatan: Alat/Bahan:


untuk mengidentifikasi sikap, Pasir, gula, besi
perbedaan senyawa dan minat, dan berkarat, alat
campuran. tingkah laku elektrolisis,
• Melakukan demonstrasi - Pengamatan dan air
untuk menunjukkan keaktifan
perbedaan senyawa dan dalam Sarana/Media:
campuran. diskusi dan LKS, komputer,
• Melakukan diskusi kelas tanya jawab LCD, dan
untuk menyebutkan jaringan
contoh-contoh zat yang internet
termasuk senyawa dan
campuran.
• Melakukan demonstrasi
untuk menunjukkan
perbedaan campuran
homogen dan campuran
heterogen.
• Melakukan diskusi
kelompok untuk
memecahkan
permasalahan yang
berkaitan dengan
senyawa dan campuran.
• Pemberian tugas materi
dari jaringan internet.
• Mengerjakan
kuis tertulis yang

RPP Fenomena Fisika SMP 1


disampaikan secara lisan
atau tertulis.

75
76
Standar Kompetensi : 3. Memahami wujud zat dan perubahannya
Alokasi Waktu : 20 jam pelajaran (4 × pertemuan)
Kompetensi Materi Pokok Alokasi Alat/Bahan/
Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian
Dasar Pembelajaran Waktu Sumber

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

3.1 Menyelidiki • Zat dan • Menayangkan tentang • Menyelidiki perubahan - Kuis 6 jam Buku:
sifat-sifat zat Wujudnya peristiwa yang berkaitan wujud suatu zat. - Pengamatan pelajaran Semesta
berdasarkan dengan zat dan wujudnya • Menafsirkan susunan keaktifan Fenomena
wujudnya dan dari jaringan internet (atau gerak partikel pada dalam Fisika 1
penerapan- rekaman dari internet). berbagai wujud zat diskusi dan Karangan: Budi
nya dalam • Melakukan demonstrasi melalui penalaran. tanya jawab Purwanto

RPP Fenomena Fisika SMP 1


kehidupan untuk menunjukkan • Mengidentifikasi - Pengamatan:
sehari-hari. macam-macam zat padat, perbedaan adhesi dan sikap dan Alat/Bahan:
3.2 Mendeskrip- cair, dan gas. kohesi. tingkah laku Alat pemuaian
sikan konsep • Melakukan demonstrasi • Menunjukkan peristiwa - Pengamatan zat padat, gelas
massa untuk menunjukkan kapilarisasi pada kinerja ke­ erlemeyer,
jenis dalam perubahan wujud padat kehidupan sehari-hari. terampilan sumbat karet,
kehidupan menjadi cair dan cair • Menentukan massa jenis peragaan pipa kaca, air,
sehari-hari. menjadi uap (gas). zat padat dan zat cair. dan perco- dan pemanas
• Melakukan diskusi kelas baan
untuk mengidentifikasi - Presentasi Sarana/Media:
pengertian partikel zat. LKS, komputer,
• Melakukan demonstrasi LCD, dan
untuk menunjukkan jaringan
adanya adhesi dan kohesi. internet
• Melakukan demonstrasi
untuk menunjukkan
peristiwa kapilarisasi.
• Melakukan diskusi kelas
untuk menyebutkan
contoh-contoh peristiwa
yang berkaitan dengan
kapilarisasi.
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

• Melakukan eksperimen
untuk menentukan massa
jenis zat padat dan zat cair.
• Melakukan diskusi
kelompok untuk
memecahkan
permasalahan yang
berkaitan dengan zat dan
wujudnya.
• Pemberian tugas materi
dari jaringan internet.
• Mengerjakan kuis tertulis
yang disampaikan secara
lisan dan tertulis.

3.3 Melakukan • Pemuaian • Menayangkan tentang • Menunjukkan pemuaian - Kuis 6 jam Buku:
percobaan peristiwa pemuaian dari zat padat, cair, dan gas. - Pengamatan pelajaran Semesta
yang berkait­ jaringan internet atau • Merencanakan dan kinerja ke­ Fenomena
an dengan rekaman dari internet. melakukan percobaan terampilan Fisika 1
pemuaian • Melakukan perencanaan sederhana untuk peragaan Karangan: Budi
dalam yang diteruskan dengan menunjukkan pemuaian dan perco- Purwanto
kehidupan percobaan untuk zat cair, padat, dan gas. baan
sehari-hari. menunjukkan adanya • Menunjukkan prinsip - Pengamatan: Alat/Bahan:
pemuaian zat padat. pemuaian dalam sikap, Gelas elemeyer,
• Melakukan perencanaan teknologi (misalnya minat, dan sumbat karet,
diteruskan dengan bimetal). tingkah laku pipa kaca,
percobaan untuk gelas kimia,
menunjukkan adanya Musschenbroek,
pemuaian zat cair dan gas. dan termometer

RPP Fenomena Fisika SMP 1


• Melakukan diskusi kelas
untuk menyebutkan
manfaat peristiwa dan
gejala pemuaian zat padat,

77
cair, dan gas.
78
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

• Melakukan demonstrasi Sarana/Media:


untuk menunjukkan LKS, OHP,
prinsip kerja bimetal dan komputer,
setrika listrik. LCD, dan
• Melakukan diskusi kelas jaringan
untuk menyebutkan internet
manfaat teknologi
bimetal.
• Mempresentasikan
kesimpulan hasil
percobaan di depan kelas.

RPP Fenomena Fisika SMP 1


• Melakukan diskusi kelas
untuk merumuskan
besarnya perubahan
panjang dan volume pada
pemuaian zat padat, cair,
dan gas.
• Melakukan diskusi
kelas menyebutkan
pemanfaatan pemuaian
terhadap kehidupan
sehari-hari.
• Melakukan diskusi
kelompok untuk
memecahkan
permasalahan yang
berkaitan dengan
pemuaian.
• Pemberian tugas materi
dari jaringan internet.
• Mengerjakan kuis tertulis
yang disampaikan secara
lisan dan/atau tertulis.
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

3.4 Mendeskrip- • Kalor • Menayangkan tentang • Menyelidiki pengaruh - Kuis 8 jam Buku:
sikan peran peristiwa yang berkaitan kalor terhadap perubahan - Ulangan pelajaran Semesta
kalor dalam dengan kalor dari jaringan suhu benda. harian Fenomena
mengubah internet atau rekaman dari • Merumuskan banyaknya - Pengamatan Fisika 1
wujud zat dan internet. kalor yang diperlukan untuk kinerja ke­ Karangan: Budi
suhu suatu • Melakukan tanya jawab menaikkan suhu zat. terampilan Purwanto
benda serta untuk mengungkap penge- • Mengidentifikasi asas peragaan
penerapan- tahuan awal siswa tentang Black. dan perco- Alat/Bahan:
nya dalam kalor dan menyebutkan baan Kalorimeter,
kehidupan besaran-besaran terkait atau - Pengamatan: macam-
sehari-hari. dengan memberikan kuis. sikap dan macam benda
tingkah laku
• Melakukan percobaan padat, zat
- Pengamatan
untuk menyelidiki pengaruh cair, pemanas,
keaktifan
kalor terhadap perubahan termometer,
dalam
suhu benda. diskusi dan gelas kimia,
• Melakukan presentasi hasil tanya jawab gelas ukur, es,
percobaan di depan kelas. - Laporan kapur barus,
• Melakukan diskusi kelas percobaan air, batang
untuk menentukan jumlah logam, kaca,
kalor pada suatu zat dan tembaga, dan
merumuskannya. serbuk gergaji
• Melakukan percobaan
untuk menunjukkan bahwa Sarana/Media:
jumlah kalor yang diterima LKS, komputer,
sama dengan jumlah kalor LCD, dan
yang dilepas (asas Black). jaringan
• Melakukan diskusi komputer
kelas untuk menyebutkan

RPP Fenomena Fisika SMP 1


pemanfaatan kalor dalam
kehidupan sehari-hari.

79
80
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

• Melakukan diskusi
kelompok untuk membahas
permasalahan yang
berkaitan dengan kalor.
• Pemberian tugas materi
dari jaringan internet.
• Mengerjakan kuis tertulis
yang disampaikan secara
lisan dan/atau tertulis.

RPP Fenomena Fisika SMP 1


• Perubahan • Menayangkan tentang • Menyelidiki pengaruh
Wujud Zat peristiwa yang berkaitan kalor terhadap
dengan perubahan perubahan wujud zat.
wujud zat dari jaringan • Menyelidiki
internet atau rekaman faktor-faktor yang
dari internet. memengaruhi
• Melakukan demonstrasi penguapan.
untuk menunjukkan ada­ • Merumuskan banyaknya
nya perubahan wujud zat. kalor yang digunakan
• Melakukan diskusi kelas untuk mengubah wujud
untuk mendeskripsikan zat.
perubahan wujud zat dan • Mengklarifikasi
memberikan contohnya. konsep jumlah kalor
• Melakukan peragaan dalam memecahkan
untuk menunjukkan permasalahan yang
proses penguapan terjadi dalam kehidupan
dan menyebutkan sehari-hari.
faktor-faktor yang
memengaruhi
penguapan.
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

• Melakukan diskusi
kelas untuk menentukan
banyaknya kalor yang
digunakan dalam
mengubah wujud zat
dan merumuskannya.
• Melakukan diskusi kelas
untuk menyebutkan
adanya perubahan
zat dan pemanfaatan
perubahan wujud dalam
kehidupan sehari-hari
(ditambah dengan
penayangan dari
internet).
• Melakukan diskusi
kelompok untuk
membahas permasalahan
yang terkait dengan
perubahan wujud.
• Pemberian tugas materi
dari jaringan internet.
• Mengerjakan
kuis tertulis yang
disampaikan secara lisan
dan tertulis.

RPP Fenomena Fisika SMP 1


81
82
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

• Perpindah­ • Melakukan demonstrasi • Mengidentifikasi


an Kalor untuk menunjukkan perpindahan kalor.
adanya perambatan • Menyelidiki kecepatan
kalor secara konduksi. perambatan kalor.
• Melakukan demonstrasi • Merumuskan kecepatan
untuk menunjukkan jumlah kalor yang
adanya perambatan mengalir pada suatu
kalor secara konveksi. bahan.
• Melakukan demonstrasi
untuk menunjukkan

RPP Fenomena Fisika SMP 1


adanya perambatan
kalor secara radiasi.
• Menyimpulkan hasil
pengamatan dari
demonstrasi.
• Melakukan diskusi kelas
untuk menyebutkan
peristiwa alam yang
berkaitan dengan
perambatan kalor
secara konduksi,
konveksi, dan radiasi
(penayangan peristiwa-
peristiwa terkait dengan
perpindahan kalor dari
internet).
• Melakukan diskusi kelas
untuk merumuskan
besarnya kalor pada
perambatan kalor, baik
konduksi, konveksi,
maupun radiasi.
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

• Melakukan diskusi
kelompok untuk
menyelesaikan
permasalahan yang
berkaitan dengan
perpindahan kalor.
• Pemberian tugas materi
dari jaringan internet.
• Mengerjakan
kuis tertulis yang
disampaikan secara lisan
atau tertulis.

RPP Fenomena Fisika SMP 1


83
84
Standar Kompetensi : 4. Memahami berbagai sifat dalam perubahan fisika dan kimia.
Alokasi Waktu : 16 jam pelajaran (8 × pertemuan)
Kompetensi Materi Pokok Alokasi Alat/Bahan/
Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian
Dasar Pembelajaran Waktu Sumber

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

4.1 Memban­ • Sifat Fisika • Menayangkan peristiwa- • Mengidentifikasi sifat - Kuis 4 jam Buku:
dingkan sifat dan Kimia peristiwa yang berkaitan fisika dan sifat kimia. - Pengamatan pelajaran Semesta
fisika dan dengan sifat fisika dan • Mengklasifikasi sifat keaktifan Fenomena
kimia zat. kimia dari jaringan fisika dan sifat kimia. dalam Fisika 1
internet (rekaman dari diskusi dan Karangan: Budi
internet). tanya jawab Purwanto

RPP Fenomena Fisika SMP 1


• Melakukan demonstrasi - Pengamatan:
untuk menunjukkan sikap dan Alat/Bahan:
adanya perubahan fisika. tingkah laku Meteran,
• Melakukan demonstrasi - Pengamatan jangka sorong,
untuk menunjukkan kinerja ke­ mikrometer,
adanya perubahan kimia. terampilan neraca lengan,
• Melakukan diskusi peragaan dan macam-
kelompok untuk dan macam alat
mengidentifikasi percobaan ukur
perubahan fisika dan
perubahan kimia. Sarana/Media:
• Melakukan diskusi kelas Laboratorium,
untuk mengidentifika­si LKS, komputer,
sifat fisika dan sifat LCD, dan
kimia. jaringan
• Mempresentasikan hasil internet
diskusi kelompok di
depan kelas.
• Mengerjakan kuis tertulis
yang disampaikan secara
lisan dan/atau tertulis.
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

4.2 Melakukan • Pemisahan • Melakukan demonstrasi • Menunjukkan cara - Kuis 4 jam Buku:
pemisahan Campuran untuk menunjukkan ma­ memisahkan campuran. - Pengamatan pelajaran Semesta
campuran cam-macam campuran. • Menunjukan cara kinerja ke­ Fenomena
dengan • Melakukan demonstrasi pemisahan campuran terampilan Fisika 1
berbagai cara untuk menunjukkan cara dengan berbagai macam peragaan Karangan: Budi
berdasarkan memisahkan macam-ma­ cara. dan Purwanto
sifat fisika cam campuran. • Menunjukkan cara percobaan
dan sifat • Melakukan diskusi kelas penjernihan air dengan - Pengamatan: Alat/Bahan:
kimia. untuk menyebutkan teknik sederhana. sikap dan Macam-macam
cara-cara memisahkan tingkah laku termometer, air,
campuran zat. - Pengamatan pemanas, dan
• Melakukan diskusi keaktifan gelas kimia
kelompok untuk dalam
merancang cara diskusi dan Sarana/Media:
menjernihkan air kotor tanya jawab Laboratorium,
yang diteruskan dengan - Laporan komputer,
mempraktikkan hasil percobaan LCD, dan
rancangan. - Hasil jaringan
• Mempresentasikan hasil presentasi internet
rancangan dan hasil
percobaan di depan kelas.
• Mengerjakan kuis tertulis
yang disampaikan secara
lisan dan/atau tertulis.
4.3 Menyimpul­ • Perubahan • Menayangkan tentang • Menunjukkan peristiwa - Kuis 4 jam Buku:
kan perubah­ Fsika dan peristiwa yang berkaitan perubahan fisika dan - Ulangan pelajaran Semesta
an fisika Perubahan dengan perubahan fisika perubahan kimia. harian Fenomena
dan kimia Kimia dari jaringan internet • Mengidentifikasi - Pengamatan Fisika 1

RPP Fenomena Fisika SMP 1


berdasar- (rekaman internet). perubahan fisika dan kinerja Karangan: Budi
kan hasil • Melakukan percobaan perubahan kimia. ke­terampilan Purwanto
percobaan untuk menunjukkan peragaan dan
sederhana. percobaan

85
86
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

adanya perubahan fisika - Pengamatan: Alat/Bahan:


dan perubahan kimia. sikap dan Gelas kimia,
• Melakukan diskusi tingkah laku gula pasir,
kelompok untuk - Pengamatan sendok,
mengidentifikasi keaktifan pemanas, es,
perubahan fisika dan dalam dan air
perubahan kimia diskusi dan
• Melakukan diskusi kelas tanya jawab Sarana/Media:
untuk memberi contoh- - Laporan LKS, komputer,
contoh perubahan fisika percobaan LCD, dan

RPP Fenomena Fisika SMP 1


dan perubahan kimia jaringan
yang terjadi dalam internet
kehidupan sehari-hari.
• Melakukan diskusi
kelompok untuk
membahas permasalahan
yang terkait dengan
perubahan fisika dan
perubahan kimia dalam
kehidupan sehari-hari.
• Pemberian tugas materi
dari jaringan internet.
• Mengerjakan
kuis tertulis yang
disampaikan secara lisan
dan/atau tertulis.
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

4.4 Mengidentifi­ • Reaksi • Menayangkan tentang • Menyelidiki reaksi - Kuis 4 jam Buku:
kasi Kimia bahan, peristiwa, kimia apabila dua zat - Ulangan pelajaran Semesta
terja­di­nya manfaat, akibat dari dicampurkan. harian Fenomena
reaksi kimia reaksi kimia melalui • Mengidentifikasi reaksi - Pengamatan Fisika 1
melalui jaringan internet atau kimia. kinerja ke­ Karangan: Budi
percobaan rekaman dari internet. terampilan Purwanto
sederhana. • Melakukan percobaan peragaan
untuk mereaksikan dua dan perco- Alat/Bahan:
zat yang dimungkinkan baan tabung reaksi
terjadinya reaksi kimia - Pengamatan: dan bahan
dan tidak terjadi reaksi sikap dan kimia
kimia. tingkah laku
• Melakukan diskusi - Pengamatan Sarana/Media:
kelompok untuk keaktifan LKS,
menyimpulkan reaksi dalam laboratorium,
kimia. diskusi dan komputer,
• Melakukan diskusi kelas tanya jawab LCD, dan
untuk menyebutkan zat- - Laporan jaringan
zat yang dicampur akan percobaan internet
terjadi reaksi kimia dan
merumuskannya.
• Melakukan diskusi
kelompok untuk
menyelesaikan
permasalahan yang
terkait dengan reaksi
kimia.

RPP Fenomena Fisika SMP 1


87
88
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

• Pemberian tugas materi


dari jaringan internet.
• Mengerjakan kuis tertulis
yang disampaikan secara
lisan dan/atau tertulis.

RPP Fenomena Fisika SMP 1


............, ......................
Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru IPA (Fisika)

(_____________) (_____________)
NIP. .................... NIP. ....................
Silabus
Nama Sekolah : SMP/MTs ...
Mata Pelajaran : IPA (FISIKA)
Kelas/Semester : VII/2
Standar Kompetensi : 5. Memahami gejala-gejala alam melalui pengamatan
Alokasi Waktu : 8 jam pelajaran (4 × pertemuan)
Kompetensi Materi Pokok Alokasi Alat/Bahan/
Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian
Dasar Pembelajaran Waktu Sumber

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

5.2 Menganalisis • Gerak • Menayangkan tentang • Menunjukkan gerak - Kuis 8 jam Buku:
data Lurus macam-macam gerak, lurus. - Pengamatan pelajaran Semesta
percobaan Beraturan gerak lurus beraturan, • Menunjukkan gerak keaktifan Fenomena
gerak lurus berubah beraturan melalui lurus beraturan. dalam Fisika 1
beraturan jaringan internet atau • Menyelidiki dan diskusi dan Karangan: Budi
dan gerak rekaman dari internet. merumuskan hubungan tanya jawab Purwanto
lurus berubah • Melakukan tanya jawab jarak dan waktu. - Pengamatan:
beraturan untuk mengungkap • Menunjukkan gerak sikap dan Alat/Bahan:
serta pengetahuan tentang lurus berubah beraturan. tingkah laku Mobil-mobilan,
penerapannya gerak lurus. • Menyelidiki hubungan - Pengamatan ticker timer,
dalam • Melakukan diskusi kelas jarak dan waktu serta kinerja alat Atwood,
kehidupan untuk menyebutkan merumuskannya. ke­terampilan bidang miring,
sehari-hari macam-macam gerak • Merumuskan hubungan peragaan dan balok kayu,
lurus beraturan dalam kecepatan dan waktu. percobaan katrol, bola
kehidupan sehari-hari. • Merumuskan hubungan - Presentasi di tenis, dan bola
• Melakukan demonstrasi jarak dan kecepatan depan kelas sepak atau voli
untuk menunjukkan gerak dengan waktu. - Laporan
lurus beraturan dengan percobaan Sarana/Media:
mobil-mobilan berbaterai Laboratorium,

RPP Fenomena Fisika SMP 1


atau dengan alat Atwood. LKS, komputer,
• Melakukan percobaan LCD, dan
dengan alat ticker timer jaringan
untuk menganalisis gerak internet

89
lurus beraturan.
90
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

• Melakukan diskusi
kelompok untuk
menganalisis hasil
percobaan dan
menyimpulkan serta
merumuskannya.
• Melakukan diskusi
kelompok untuk
menyelesaikan
permasalahan yang

RPP Fenomena Fisika SMP 1


berkaitan dengan gerak
lurus.
• Mempresentasikan
kesimpulan hasil
percobaan.
• Mengerjakan kuis tertulis
yang disampaikan secara
lisan dan/atau tertulis.
• Melakukan demonstrasi
untuk menunjukkan gerak
lurus berubah beraturan.
• Melakukan diskusi kelas
untuk menyebutkan
contoh gerak lurus
berubah beraturan dalam
kehidupan sehari-hari
(dapat menggunakan
jaringan internet).
• Melakukan percobaan
dengan alat ticker timer
untuk menganalisis gerak
lurus berubah beraturan.
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
• Melakukan diskusi
kelompok untuk
menyimpulkan
hasil percobaan dan
merumuskannya.
• Mempresentasikan hasil
percobaan di depan kelas.
• Melakukan diskusi kelas
untuk menyimpulkan ten­
tang gerak lurus beraturan.
• Melakukan diskusi kelas
untuk merumuskan
besaran-besaran yang
berkaitan dengan gerak
lurus berubah beraturan.
• Melakukan diskusi
kelompok untuk menye­
lesaikan permasalahan
yang berkaitan dengan
gerak lurus berubah
beraturan.
• Melakukan presentasi
hasil percobaan.
• Pemberiam tugas materi
dari internet.
• Mengerjakan kuis tertulis
yang disampaikan se­cara
lisan dan/atau tertulis.

............, ......................

RPP Fenomena Fisika SMP 1


Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru IPA (Fisika)

(_____________) (_____________)

91
NIP. .................... NIP. ....................
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Mata Pelajaran : IPA (Fisika)


Kelas/Semester : VII/1
Pertemuan Ke- : 1–3
Alokasi Waktu : 6 jam pelajaran (6 × 40 menit)
Standar Kompetensi : 1. Memahami prosedur ilimiah untuk mempelajari benda-
benda alam dengan menggunakan peralatan
Kompetensi Dasar : 1.1 Mendeskripsikan besaran pokok dan besaran turunan
beserta satuannya.
2.2 Mendeskripsikan pengertian suhu dan pengukuran-
nya.
2.3 Melakukan pengukuran dasar secara teliti dengan meng-
gunakan alat ukur yang sesuai dan sering digunakan
dalam kehidupan sehari-hari.
Indikator : • Mengidentifikasi besaran-besaran fisika.
• Mengelompokkan besaran fisika ke dalam besaran
pokok dan besaran turunan.
• Mendeskripsikan satuan sistem internasional.
• Mengkonversi satuan panjang, massa, dan waktu serta
besaran turunan.
• Menjelaskan alat ukur suhu.
• Menjelaskan jenis-jenis termometer.
• Mengukur besaran fisika dengan alat ukur yang se-
suai.
• Mengukur panjang benda dengan menggunakan alat
ukur yang sesuai.
• Menggunakan atau mengoperasikan jangka sorong dan
mikrometer sekrup untuk mengetahui panjang benda
yang sesuai dan tepat.
• Mengukur volume benda padat dan cair dengan alat
yang sesuai dan benar.
• Mengukur massa benda padat dan cair dengan alat yang
sesuai dan benar.
• Mengukur suhu suatu benda.
• Membandingkan skala termometer Celcius dengan
skala termometer yang lain.

92 RPP Fenomena Fisika SMP 1


I. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari bab ini, diharapkan siswa dapat
1. mengidentifikasi besaran-besaran dalam kehidupan sehari-hari, kemudian
mengelompokkannya ke dalam besaran pokok dan besaran turunan;
2. menjelaskan satuan sistem internasional untuk besaran pokok;
3. menjelaskan satuan-satuan pada besaran turunan;
4. mengonversi satuan panjang, massa, dan waktu secara sederhana;
5. mengonversi berbagai satuan besaran pokok maupun besaran turunan;
6. menjelaskan alat ukur suhu;
7. menjelaskan jenis-jenis termometer;
8. mengukur panjang benda dengan menggunakan berbagai alat ukur pan-
jang;
9. menggunakan jangka sorong untuk mengukur panjang benda dengan
teliti;
10 menggunakan mikrometer sekrup;
11. mengukur volume benda padat dan cair dengan alat yang sesuai dan cara
yang benar;
12. mengukur massa benda padat dan cair dengan alat yang sesuai dan benar;
13. menggunakan termometer sebagai alat ukur suhu;
14. mengonversi skala termometer Celsius dengan skala termometer lain;
15. membuat termometer sederhana.

II. Materi Pembelajaran


Besaran dan Pengukuran
III. Metode Pembelajaran
– Informasi/ceramah
– Demonstrasi
– Diskusi dan tanya jawab
– Eksperimen/percobaan
IV. Langkah-Langkah Pembelajaran
Pertemuan Ke-1
Kegiatan Pembelajaran Waktu
Kegiatan Awal 10 menit
Guru membuka pelajaran yang diteruskan dengan melakukan
tanya jawab untuk mengungkap kembali pengetahuan awal
siswa tentang besaran dan satuan atau mengadakan kuis untuk
mengetahui pengetahuan awal siswa.

RPP Fenomena Fisika SMP 1 93


Kegiatan Inti 65 menit
• Menayangkan tentang besaran, peristiwa, alat-alat, kejadian,
penemu, ilmuwan fisika dari jaringan internet (rekaman dari
internet).
• Melakukan diskusi kelas untuk mendeskripsikan besaran-be-
saran fisika dan mengelompokkannya dalam besaran pokok
dan besaran turunan.
• Melakukan diskusi kelas untuk mendeskripsikan satuan sis-
tem internasional.
• Melakukan tanya jawab untuk mengonversi besaran-besaran
panjang, massa, dan waktu serta besaran turunan lainnya.
• Melakukan diskusi kelompok untuk membahas permasalah­
an yang terkait dengan besaran dan satuan.
• Mengerjakan kuis tertulis yang disampaikan secara lisan
dan/atau tertulis.
Kegiatan Akhir 5 menit
Dengan cara tanya jawab, siswa diberi arahan untuk menyim-
pulkan dan guru memberi penekanan pada materi besaran dan
satuan yang dilanjutkan dengan pemberian tugas mandiri, tugas
membaca, dan memahami materi berikutnya atau memberi tu-
gas dengan materi dari jaringan internet.

Pertemuan Ke-2
Kegiatan Pembelajaran Waktu
Kegiatan Awal 10 menit
Guru membuka pelajaran yang diteruskan dengan melakukan
tanya jawab untuk mengungkap kembali materi sebelumnya dan
keterkaitannya dengan materi yang akan dipelajari.
Kegiatan Inti 65 menit
• Menayangkan tentang peristiwa dan alat-alat yang terkait
dengan suhu dari jaringan internet (atau rekaman dari inter-
net).
• Melakukan demonstrasi untuk menunjukkan bahwa indera
peraba kita tidak dapat mengukur suhu dengan tepat.
• Melakukan tanya jawab tentang macam-macam termometer
dan penggunaannya.

94 RPP Fenomena Fisika SMP 1


• Melakukan diskusi kelas untuk menjelaskan macam-macam
termometer zat cair, termometer hambatan, dan termometer
gas.
• Melakukan diskusi kelompok untuk memecahkan permasalah­
an yang berkaitan dengan suhu dan pengukuran.
• Melakukan eksperimen/percobaan tentang cara membuat ter-
mometer sederhana berdasarkan sifat perubahan volume.
• Mempresentasikan kesimpulan hasil percobaan kelompok di
depan kelas dan diteruskan dengan diskusi kelas.
• Mengerjakan kuis tertulis yang disampaikan secara lisan dan/
atau tetulis.
Kegiatan Akhir 5 menit

Dengan cara tanya jawab, siswa diberi arahan untuk menyim-


pulkan dan guru memberi penekanan pada materi pelajaran yang
dilanjutkan dengan pemberian tugas mandiri, tugas membaca,
dan memahami materi berikutnya atau memberi tugas dengan
materi dari jaringan internet.

Pertemuan Ke-3
Kegiatan Pembelajaran Waktu
Kegiatan Awal 10 menit
Guru membuka pelajaran yang diteruskan dengan melakukan
tanya jawab untuk mengungkap kembali materi sebelumnya dan
keterkaitannya dengan materi yang akan dipelajari.
Kegiatan Inti 65 menit
• Menayangkan tentang macam-macam alat ukur standar
melalui jaringan internet atau rekaman dari internet.
• Melakukan demonstrasi pengukuran panjang dengan macam-
macam alat ukur panjang.
• Melakukan demonstrasi cara menggunakan jangka sorong
dan mikrometer sekrup sebagai alat ukur panjang.
• Melakukan demonstrasi untuk membaca skala nonius pada
jangka sorong dan mikrometer sekrup dengan menggunakan
model skala nonius besar atau dengan bantuan OHP dan di-
lanjutkan dengan melakukan pengukuran menggunakan alat
jangka sorong dan mikrometer sekrup yang asli.

RPP Fenomena Fisika SMP 1 95


• Melakukan percobaan mengukur volume benda padat yang
teratur bentuknya dan yang tidak teratur bentuknya.
• Melakukan percobaan mengukur volume cairan.
• Mempresentasikan kesimpulan hasil percobaan di depan ke-
las yang dilanjutkan dengan diskusi kelas.
• Melakukan diskusi kelompok untuk membahas permasalah­
an yang berkaitan dengan pengukuran besaran fisika.
• Mengerjakan kuis tertulis yang disampaikan secara lisan atau
tertulis.
Kegiatan Akhir 5 menit
Dengan cara tanya jawab, siswa diberi arahan untuk menyim-
pulkan dan guru memberi penekanan pada materi pelajaran yang
dilanjutkan dengan pemberian tugas mandiri, tugas membaca,
dan memahami materi berikutnya atau memberi tugas dengan
materi dari jaringan internet.

V. Alat/Bahan/Sumber Belajar
Alat-Alat/Bahan:
Macam-macam alat ukur panjang, termometer, macam-macam alat ukur massa,
volume, listrik, pemanas, gelas beker, air, kaki tiga, kasa, pipa kaca, sumbat
karet, gelas erlenmeyer, alat ukur waktu (stop watch atau jam), model jangka
sorong, model skala nonius, dan gelas ukur.
Sumber Belajar:
Buku: Semesta Fenomena Fisika 1 karangan Budi Purwanto
Sarana/Media:
Model jangka sorong, model skala nonius, komputer, LCD, LKS, laboratorium,
dan jaringan internet
VI. Penilaian
– Pengamatan: keaktifan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran, mi­
salnya kemampuan untuk menjawab pertanyaan saat diadakan proses tanya
jawab/diskusi
– Pengamatan: sikap, minat, dan kelakuan siswa dalam mengikuti proses
belajar mengajar
– Kuis
– Presentasi
– Tugas dan laporan

96 RPP Fenomena Fisika SMP 1


Contoh Kuis 1
1. Penglihatan dan pendengaran adalah termasuk besaran fisika, (benar atau
salah)?
2. Massa dan suhu termasuk besaran pokok, (benar atau salah)?
3. Satuan kecepatan dalam sistem internasional adalah ….
4. 1 kg sama dengan … gram.
5. 1 inci sama dengan … cm.
6. 1 tahun sama dengan … hari.
7. 1.000 cc sama dengan … m3.
8. Percepatan termasuk besaran turunan, (benar atau salah)?
9. Suhu termasuk besaran turunan, (benar atau salah)?
10. Ruangan di atas cairan pada termometer merupakan ruang hampa, (benar
atau salah)?
11. Kecepatan, gaya, dan massa merupakan besaran pokok, (benar atau salah)?
12. Air mendidih diukur dengan termometer Fahrenheit menunjuk angka ….
13. Perbandingan skala Celcius dengan termometer Fahrenheit adalah ….
14. Termometer yang berisi raksa dengan termometer alkohol, yang mudah
dilihat skalanya adalah termometer ….
15. Pada dasarnya air dapat dipergunakan sebagai pengisi termometer, (benar
atau salah)?
16. Dasar dari pembuatan termometer cairan adalah perubahan volume karena
perubahan suhu, (benar atau salah)?

Jawaban Kuis 1
1. salah 5. 2,54 cm 9. salah 13. 5 : 9
2. benar 6. 365 10. benar 14. alkohol
3. m/s2 7. 10-3 11. salah 15. benar
4. 1.000
8. benar 12. 212 16. benar

Contoh Kuis 2
1. Alat ukur panjang yang tepat digunakan untuk mengukur lebar buku dengan
….
2. Alat yang tepat digunakan untuk mengukur kedalaman suatu tabung kaca
dengan ….
3. Panjang skala nonius pada jangka sorong yang mempunyai ketelitian 0,1
mm adalah … mm.
4. Skala yang bergerak pada jangka sorong adalah skala nonius atau skala
tetap?
5. Mengukur diamater dalam sebuah pipa menggunakan mikrometer sekrup,
(benar atau salah)?

RPP Fenomena Fisika SMP 1 97


6. Neraca pegas digunakan untuk mengukur massa sebuah benda, (benar atau
salah)?
7. Untuk mengukur gula 10 kg digunakan neraca lengan, (benar atau
salah)?
8. Panjang skala nonius pada jangka sorong yang mempunyai ketelitian 0,05
mm adalah … mm.
9. Neraca yang digunakan untuk mengukur massa di laboratorium adalah
….
10. Massa jenis adalah massa per satuan volume, (benar atau salah)?
11. Untuk mengukur volume besi berbentuk kubus dapat digunakan gelas ukur
dan air, (benar atau salah)?
12. Volume batu yang tidak teratur bentuknya dapat diukur dengan ….
13. Sebuah gelas ukur dimasuki air dan menunjukkan angka 20 ml. Setelah
dimasuki batu menunjukkan 50 ml. Volume batu tersebut sebesar … cm3.

Jawaban Kuis 2
1. penggaris/mistar 6. salah 11. benar
2. jangka sorong 7. salah 12. gelas ukur dan air
3. 9 mm 8. 39 mm 13. 30
4. benar 9. neraca lengan (neraca ohaus)
5. salah 10. benar

Catatan
Jawaban dapat langsung dikoreksi oleh teman bangku sebelahnya, kemudian
nilai dapat langsung dimasukkan dalam daftar nilai dengan cara menyebutkan
nilai secara lisan. Di samping mengurangi pekerjaan guru, siswa tahu kelebihan
dan kekurangan masing-masing.
................, .....................
Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru IPA (Fisika)

(___________________) (___________________)
NIP. ................................ NIP. ................................

98 RPP Fenomena Fisika SMP 1


Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Mata Pelajaran : IPA (Fisika)


Kelas/Semester : VII/1
Pertemuan Ke- : 4 – 5
Alokasi Waktu : 4 jam pelajaran (4 × 40 menit)
Standar Kompetensi : 2. Memahami klasifikasi zat
Kompetensi Dasar : 2.1 Mengelompokkan sifat larutan asam, larutan basa, dan
larutan garam melalui alat dan indikator yang tepat.
2.2 Melakukan percobaan sederhana dengan bahan-bahan
yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.
Indikator : • Mengidentifikasi sifat asam, basa, dan garam dengan
menggunakan indikator yang sesuai.
• Mengelompokkan bahan-bahan yang ada di lingkungan
sekitar kita berdasarkan sifat asam, basa, dan garam.
• Menggunakan alat atau bahan untuk menentukan zat
bersifat asam atau basa.
• Menyelidiki sifat asam dan basa bahan makanan.
I. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari bab ini, diharapkan siswa dapat
1. mengidentifikasi sifat asam, basa, dan garam dengan menggunakan indikator
yang sesuai;
2. mengelompokkan bahan-bahan di lingkungan sekitar berdasarkan sifat
asam, basa, dan garam;
3. menggunakan alat sederhana untuk menentukan skala keasaman dan keba-
saan.
II. Materi Pembelajaran
Asam, Basa, dan Garam
III. Metode Pembelajaran
– Ceramah/Informasi
– Eksperimen
– Diskusi
– Tanya jawab

RPP Fenomena Fisika SMP 1 99


IV. Langkah-Langkah Pembelajaran
Pertemuan Ke-4
Kegiatan Pembelajaran Waktu
Kegiatan Awal 10 menit
Guru membuka pelajaran yang dilanjutkan dengan melaku-
kan tanya jawab tentang pengetahuan awal siswa tentang
bahan-bahan di sekitar kita atau bahan kimia yang termasuk
asam, basa, dan garam.
Kegiatan Inti 65 menit
• Menayangkan contoh-contoh bahan kimia buatan dan alami
yang berguna dan berbahaya melalui internet atau rekaman
dari internet.
• Melakukan diskusi kelas untuk menyebutkan dan menge­
lom­pokkan zat-zat yang termasuk ke dalam asam, basa, dan
garam.
• Melakukan percobaan untuk mengetahui zat bersifat asam
atau basa.
• Melakukan percobaan untuk menunjukkan zat yang ter-
masuk ke dalam asam, basa, dan garam dengan menggu-
nakan indikator yang sudah baku.
• Mempresentasikan kesimpulan hasil percobaan.
• Melakukan diskusi kelas untuk menyebutkan sifat-sifat
asam, basa, dan garam.
• Mengerjakan kuis tertulis yang disampaikan secara lisan
atau tertulis.
(Percobaan dilengkapi dengan LKS yang dirancang oleh
guru atau siswa yang telah dipersiapkan sebelumnya)

Kegiatan Akhir 5 menit


Dengan cara tanya jawab, siswa menyimpulkan dan guru
memberi penekanan materi Asam, Basa dan Garam yang di-
lanjutkan dengan pemberian tugas mandiri, tugas kelompok,
tugas membaca, dan memahami materi berikutnya atau pem-
berian tugas untuk menggali materi dari internet.

Pertemuan Ke-5

100 RPP Fenomena Fisika SMP 1


Kegiatan Pembelajaran Waktu
Kegiatan Awal 10 menit
Guru membuka pelajaran yang dilanjutkan dengan melaku-
kan tanya jawab tentang materi sebelumya dan keterkaitannya
dengan materi yang akan dipelajari.
Kegiatan Inti 65 menit
• Penayangan tentang peristiwa yang berkaitan dengan asam,
basa, dan garam dari jaringan internet atau rekaman dari in-
ternet.
• Melakukan diskusi kelas untuk menyebutkan dan menge­
lompokkan ke dalam macam zat yang termasuk asam, basa,
garam, dan netral.
• Melakukan percobaan untuk menunjukkan zat yang ter-
masuk asam, basa, dan garam dengan menggunakan indika-
tor yang baku (kertas lakmus, fenolftalin, metil, dan lain-
lain).
• Melakukan diskusi kelas untuk menyebutkan sifat-sifat
asam, basa, dan garam serta memberi contoh-contohnya
dalam kehidupan sehari-hari.
• Mengerjakan kuis tertulis yang disampaikan secara lisan
dan tertulis.
(Percobaan dilengkapi dengan LKS yang dirancang oleh guru
atau siswa yang telah dipersiapkan sebelumnya)

Kegiatan Akhir 5 menit


Dengan cara tanya jawab, siswa menyimpulkan dan guru
memberi penekanan materi yang telah dipelajari dan dilan-
jutkan dengan pemberian tugas mandiri, tugas kelompok, tu-
gas membaca, dan memahami materi berikutnya atau pembe-
rian tugas untuk menggali materi dari internet.

V. Alat/Bahan/Sumber Belajar
Alat-Alat/Bahan:
Bahan-bahan kimia asam, basa, garam, tabung reaksi, palet, pipet, bahan
makanan, sayuran, dedaunan, bahan alami, kertas lakmus, fenolftalin, metil,
dan air.

RPP Fenomena Fisika SMP 1 101


Sumber Belajar:
Buku: Semesta Fenomena Fisika 1 karangan Budi Purwanto
Sarana/Media:
Laboratorium, LKS, komputer, LCD, dan jaringan internet
VI. Penilaian
– Kuis tertulis
– Pengamatan aktivitas siswa dalam pembelajaran melalui tanya jawab/dis-
kusi
– Pengamatan kinerja keterampilan siswa dalam melakukan percobaan dan
peragaan serta penilaian sikap, minat, dan kelakuan
– Laporan hasil percobaan
– Presentasi di depan kelas
Contoh Kuis
1. Sebagian besar buah-buahan bersifat asam, (benar atau salah)?
2. Sabun cuci termasuk basa atau asam?
3. Kapur tulis termasuk ….
4. Kertas lakmus merah dimasukkan dalam basa akan berwarna ….
5. Larutan asam ditetesi fenolptalin akan berwarna ….
6. Larutan basa apabila dijilat akan terasa (asam, getir, manis)?
7. Air termasuk dalam (asam, basa, atau netral)?
8. Bunga-bungaan dapat digunakan sebagai indikator asam atau basa, (benar
atau salah)?

Jawaban Kuis
1. benar 5. merah
2. basa 6. getir
3. garam 7. netral
4. biru 8. benar

................, .....................
Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru IPA (Fisika)

(___________________) (___________________)
NIP. ................................ NIP. ................................

102 RPP Fenomena Fisika SMP 1


Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Mata Pelajaran : IPA (Fisika)


Kelas/Semester : VII/1
Pertemuan Ke- : 6 – 7
Alokasi Waktu : 4 jam pelajaran (4 × 40 menit)
Standar Kompetensi : 2. Memahami klasifikasi zat
Kompetensi Dasar : 2.3 Menjelaskan nama unsur dan rumus kimia sederhana
2.4 Membandingkan sifat unsur senyawa, dan campuran
Indikator : • Mengidentifikasi aturan penulisan lambang unsur.
• Mengidentifikasi penulisan nama dan lambang un-
sur.
• Mengidentifikasi sifat senyawa dan campuran.
• Mengklasifikasi bahan-bahan secara sederhana.
• Mengidentifikasi campuran homogen dan campuran
heterogen.
I. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari bab ini, diharapkan siswa dapat
1. menjelaskan aturan penulisan lambang unsur;
2. menuliskan nama dan lambang unsur;
3. menuliskan nama dan rumus kimia sederhana;
4. menentukan nama senyawa dan rumus kimia sederhana;
5. membandingkan sifat unsur, senyawa, dan campuran berdasarkan peng­
amatan;
6. membuat bagan klasifikasi materi secara sederhana;
7. menggolongkan beberapa campuran dalam kehidupan sehari-hari ke dalam
campuran homogen dan heterogen.
II. Materi Pembelajaran
Unsur, Senyawa, dan Campuran
III. Metode Pembelajaran
– Informasi/ceramah
– Diskusi
– Tanya jawab
– Demonstrasi

RPP Fenomena Fisika SMP 1 103


IV. Langkah-Langkah Pembelajaran
Pertemuan Ke-6

Kegiatan Pembelajaran Waktu


Kegiatan Awal 10 menit
Guru membuka pelajaran yang dilanjutkan dengan tanya
jawab untuk mengingat kembali pelajaran sebelumnya dan
keterkaitannya dengan materi yang akan dipelajari.

Kegiatan Inti 65 menit


• Melakukan diskusi kelas untuk mengidentifikasi lambang
unsur dan cara penulisannya.
• Melakukan diskusi kelas untuk mengidentifikasi sistem
periodik unsur.
• Melakukan diskusi kelas untuk menunjukkan nama unsur,
lambang unsur, nomor atom, dan nomor massa.
• Melakukan diskusi kelompok untuk membahas permasa-
lahan yang berkaitan dengan nama senyawa dan rumus
kimianya.
• Melakukan diskusi kelas untuk menyimpulkan dan mem-
beri penekanan mengenai pengertian unsur dan lambang-
nya.
• Mengerjakan kuis tertulis yang disampaikan secara lisan
dan/atau tertulis.

5 menit
Kegiatan Akhir

Dengan cara tanya jawab, siswa diarahkan untuk dapat


me­nyimpulkan materi pembelajaran dan guru memberi
penekanan materi yang dilanjutkan dengan pemberian tugas
mandiri, tugas kelompok, tugas membaca, dan memahami
materi berikutnya.

104 RPP Fenomena Fisika SMP 1


Pertemuan Ke-7
Kegiatan Pembelajaran Waktu
Kegiatan Awal 10 menit
Guru membuka pelajaran yang dilanjutkan dengan tanya
jawab untuk mengingat kembali pelajaran sebelumnya dan
keterkaitannya dengan materi yang akan dipelajari.
Kegiatan Inti 65 menit
• Menayangkan beberapa peristiwa yang berkaitan dengan
senyawa, campuran melalui internet atau rekaman dari in-
ternet.
• Melakukan diskusi kelas untuk mengidentifikasi perbedaan
senyawa dan campuran.
• Melakukan demonstrasi untuk menunjukkan perbedaan
senyawa dan campuran.
• Melakukan diskusi kelas untuk menyebutkan contoh-con-
toh zat yang termasuk ke dalam senyawa dan campuran.
• Melakukan demonstrasi untuk menunjukkan perbedaan
campuran homogen dan campuran heterogen.
• Melakukan diskusi kelompok untuk membahas permasalah­
an yang berkaitan dengan senyawa dan campuran.
• Mengerjakan kuis tertulis yang disampaikan secara lisan
dan tertulis.
Kegiatan Akhir 5 menit
Dengan cara tanya jawab, siswa diarahkan untuk dapat
menyim­pulkan materi pembelajaran dan guru memberi
penekanan materi yang dilanjutkan dengan pemberian tugas
mandiri, tugas kelompok, tugas membaca, dan memahami
materi berikutnya.

V. Alat/Bahan/Sumber Belajar
Alat-Alat/Bahan:
Gelas bekas air mineral, sendok, air, garam dapur, dan tanah
Sumber Belajar:
Buku: Semesta Fenomena Fisika 1 karangan Budi Purwanto

RPP Fenomena Fisika SMP 1 105


Sarana/Media:
Chart sistem periodik unsur, komputer, LCD, dan jaringan internet
VI. Penilaian
– Kuis tertulis
– Pengamatan aktivitas siswa dalam proses pembelajaran saat diadakan tanya
jawab/diskusi
– Pengamatan kinerja keterampilan siswa dalam melakukan percobaan dan
peragaan serta penilaian sikap, minat, dan kelakuan
– Tugas
– Laporan hasil percobaan

Contoh Kuis
1. Serbuk besi diaduk dengan serbuk belerang merupakan campuran atau
senyawa?
2. Air dicampur dengan alkohol merupakan campuran atau senyawa?
3. Serbuk besi dan serbuk belerang apabila dibakar akan menghasilkan ....
4. Senyawa dapat dipisahkan menjadi unsur-unsurnya dengan cara dipanaskan,
(benar atau salah)?
5. Air dapat dipisahkan menjadi unsur-unsurnya dengan cara dipanaskan,
(benar atau salah)?
6. Air dan minyak tanah apabila dicampurkan akan menghasilkan campuran
homogen, (benar atau salah)?

Jawaban Kuis
1. campuran 4. salah
2. campuran 5. salah
3. senyawa 6. salah

................, .....................
Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru IPA (Fisika)

(___________________) (___________________)
NIP. ................................ NIP. ................................

106 RPP Fenomena Fisika SMP 1


Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Mata Pelajaran : IPA (Fisika)
Kelas/Semester : VII/1
Pertemuan Ke- : 8 – 10
Alokasi Waktu : 6 jam pelajaran (6 × 40 menit)
Standar Kompetensi : 3. Memahami wujud zat dan perubahannya
Kompetensi Dasar : 3.1 Menyelidiki sifat-sifat zat berdasarkan wujudnya dan
penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
3.2 Mendeskripsikan konsep massa jenis dalam kehidupan
sehari-hari.
Indikator : • Menyelidiki perubahan wujud suatu zat.
• Menafsirkan susunan gerak partikel pada berbagai
wujud zat melalui penalaran.
• Mengidentifikasi perbedaan adhesi dan kohesi.
• Menunjukkan peristiwa kapilarisasi pada kehidupan
sehari-hari.
• Menentukan massa jenis zat padat dan zat cair.
I. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari bab ini, diharapkan siswa dapat
1. menyelidiki terjadinya perubahan wujud suatu zat;
2. menafsirkan susunan dan gerak partikel pada berbagai wujud melalui pe-
nalaran;
3. membedakan kohesi dan adhesi berdasarkan pengamatan;
4. mengaitkan peristiwa kapilarisasi, meniskus cembung, dan meniskus cekung
dengan peristiwa alam yang relevan;
5. menyimpulkan berdasarkan percobaan bahwa massa jenis adalah salah satu
ciri khas suatu zat;
6. menghitung massa jenis sautu zat;
7. menggunakan konsep massa jenis untuk berbagai pemecahan masalah dalam
kehidupan sehari-hari.
II. Materi Pembelajaran
Zat danWujudnya
III. Metode Pembelajaran
– Eksperimen
– Demonstrasi
– Diskusi
– Tanya jawab
– Informasi/ceramah

RPP Fenomena Fisika SMP 1 107


IV. Langkah-Langkah Pembelajaran
Pertemuan Ke-8
Kegiatan Pembelajaran Waktu
Kegiatan Awal 10 menit
Guru membuka pelajaran yang dilanjutkan dengan melakukan
tanya jawab mengenai materi sebelumnya dan kaitannya de­
ngan materi yang akan dipelajari.
Kegiatan Inti 65 menit
• Menayangkan tentang peristiwa yang berkaitan dengan wu-
jud zat melalui jaringan internet.
• Melakukan tanya jawab untuk mengungkap pengetahuan
awal tentang perubahan wujud zat.
• Melakukan peragaan/eksperimen untuk menunjukkan per­
ubahan wujud padat menjadi cair dan cair menjadi uap.
• Mengerjakan kuis tertulis yang disampaikan secara lisan
atau tertulis.
(Percobaan dilengkapi dengan LKS yang dirancang oleh guru
atau siswa yang dipersiapkan sebelumnya)
Kegiatan Akhir 5 menit
Dengan cara tanya jawab, siswa diarahkan untuk dapat menyim­
pulkan materi pembelajaran dan guru memberi penekanan ma-
teri yang dilanjutkan dengan pemberian tugas mandiri, tugas
kelompok, tugas membaca, dan memahami materi berikutnya.

Pertemuan Ke-9
Kegiatan Pembelajaran Waktu
Kegiatan Awal 10 menit
Guru membuka pelajaran yang dilanjutkan dengan melakukan
tanya jawab mengenai materi sebelumnya dan kaitannya de­
ngan materi yang akan dipelajari.
Kegiatan Inti 65 menit
• Menayangkan tentang peristiwa yang berkaitan dengan teori
partikel dari jaringan internet.
• Melakukan diskusi kelas untuk menjelaskan teori partikel
zat.
• Melakukan demonstrasi tentang gerak partikel dan susunan
partikel zat.

108 RPP Fenomena Fisika SMP 1


• Melakukan diskusi kelas untuk memberi penekanan materi
yang baru saja diajarkan.
• Mengerjakan kuis tertulis yang disampaikan secara lisan dan
tertulis.
Kegiatan Akhir 5 menit
Dengan cara tanya jawab, siswa diarahkan untuk dapat menyim­
pulkan materi pembelajaran dan guru memberi penekanan ma-
teri yang dilanjutkan dengan pemberian tugas mandiri, tugas
kelompok, tugas membaca, dan memahami materi berikutnya.

Pertemuan Ke-10
Kegiatan Pembelajaran Waktu
Kegiatan Awal 10 menit
Guru membuka pelajaran yang dilanjutkan dengan melakukan
tanya jawab mengenai materi sebelumnya dan kaitannya de­
ngan materi yang akan dipelajari.
Kegiatan Inti 65 menit
• Menayangkan beberapa peristiwa yang berkaitan dengan ka-
pilaritas melalui jaringan internet.
• Melakukan peragaan/eksperimen untuk menunjukkan peris-
tiwa kapilarisasi dengan contoh-contohnya.
• Melakukan eksperimen untuk menentukan massa jenis zat
padat dan zat cair serta merumuskannya.
• Melakukan diskusi kelas untuk menyimpulkan hasil per-
cobaan kelompok.
• Mengerjakan kuis tertulis yang disampaikan secara lisan
atau tertulis.
(Percobaan dilengkapi dengan LKS yang dirancang oleh guru
atau siswa, yang dipersiapkan sebelumnya)
Kegiatan Akhir 5 menit
Dengan cara tanya jawab, siswa diarahkan untuk dapat menyim­
pulkan materi pembelajaran dan guru memberi penekanan ma-
teri yang dilanjutkan dengan pemberian tugas mandiri, tugas
kelompok, tugas membaca, dan memahami materi berikutnya.

RPP Fenomena Fisika SMP 1 109


V. Alat/Bahan/Sumber Belajar
Alat-Alat/Bahan:
Gelas beker, pemanas, kaki tiga, kawat kasa, es, air, cawan, pipa kaca, pipa
kapiler, ember, model partikel dan susunannya, dan kain.
Sumber Belajar:
Buku: Semesta Fenomena Fisika 1 karangan Budi Purwanto

Sarana/Media:
LKS, komputer, LCD, dan jaringan internet

VI. Penilaian
– Kuis
– Pengamatan aktivitas pembelajaran melalui tanya jawab/diskusi,
– Pengamatan: kinerja keterampilan dalam melakukan percobaan dan pera-
gaan serta penilaian sikap, minat dan kelakuan siswa
– Presentasi di depan kelas

................, .....................
Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru IPA (Fisika)

(___________________) (___________________)
NIP. ................................ NIP. ................................

110 RPP Fenomena Fisika SMP 1


Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Mata Pelajaran : IPA (Fisika)
Kelas/Semester : VII/1
Pertemuan Ke- : 11 – 13
Alokasi Waktu : 6 jam pelajaran (6 × 40 menit)
Standar Kompetensi : 3. Memahami wujud zat dan perubahannya
Kompetensi Dasar : 3.3 Melakukan percobaan yang berkaitan dengan pemuaian
dalam kehidupan sehari-hari
Indikator : • Menunjukkan pemuaian zat padat, cair, dan gas.
• Merencanakan dan melakukan percobaan sederhana
untuk menunjukkan pemuaian zat cair, padat, dan
gas.
• Menunjukkan prinsip pemuaian dalam teknologi (misal­
nya bimetal).

I. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari bab ini, diharapkan siswa dapat
1. menyelidiki proses pemuaian pada zat padat, cair, dan gas;
2. merencanakan percobaan sederhana untuk menunjukkan pemuaian zat cair
dan zat padat;
3. melakukan penyelidikan terhadap perbedaan muai volume berbagai jenis
zat cair;
4. menunjukkan prinsip pemuaian dalam teknologi, misalnya bimetal untuk
termostat, pemasangan bingkai besi pada roda, dan pemasangan kaca.

II. Materi Pembelajaran


Pemuaian

III. Metode Pembelajaran


– Informasi/ceramah
– Eksperimen
– Diskusi
– Tanya Jawab

RPP Fenomena Fisika SMP 1 111


IV. Langkah-Langkah Pembelajaran
Pertemuan Ke-11
Kegiatan Pembelajaran Waktu
Kegiatan Awal 10 menit
Guru membuka pelajaran yang dilanjutkan dengan tanya ja-
wab untuk mengingat kembali pelajaran sebelumnya dan
keterkaitannya dengan materi yang akan dipelajari.

Kegiatan Inti 65 menit


• Menayangkan peristiwa dan penerapan pemuaian melalui
jaringan internet atau rekaman dari internet.
• Melakukan percobaan pemuaian zat padat.
• Melakukan percobaan pemuaian zat cair.
• Melakukan diskusi kelompok untuk menyimpulkan hasil per-
cobaan.
• Melakukan diskusi kelas untuk merumuskan hubungan be-
saran-besaran berkaitan dengan pemuaian.
• Mempresentasikan hasil percobaan di depan kelas.
• Mengerjakan kuis tertulis yang disampaikan secara lisan dan
tertulis.
(Percobaan dilengkapi dengan LKS yang dirancang oleh guru
atau siswa, yang telah dipersiapkan sebelumnya)

Kegiatan Akhir 5 menit


Dengan cara tanya jawab, siswa diarahkan untuk dapat menyim­
pulkan materi pembelajaran dan guru memberi penekanan ma-
teri yang dilanjutkan dengan pemberian tugas mandiri, tugas
kelompok, tugas membaca, dan memahami materi berikutnya.

Pertemuan Ke-12
Kegiatan Pembelajaran Waktu
Kegiatan Awal 10 menit
Guru membuka pelajaran yang dilanjutkan dengan tanya
jawab untuk mengingat kembali pelajaran sebelumnya dan
keterkaitannya dengan materi yang akan dipelajari.

112 RPP Fenomena Fisika SMP 1


Kegiatan Inti 65 menit
• Menayangkan peristiwa atau kejadian alam berkaitan de­
ngan pemuaian melalui jaringan internet atau rekaman dari
internet.
• Melakukan percobaan pemuaian gas.
• Melakukan percobaan prinsip bimetal.
• Melakukan diskusi kelompok menyimpulkan hasil per-
cobaan.
• Melakukan diskusi kelas menekanan atau merumuskan
hubungan besaran-besaran yang terkait dengan pemuaian
gas.
• Mempresentasikan hasil percobaan di depan kelas.
• Mengerjakan kuis tertulis yang disampaikan secara lisan
atau tertulis.
(Percobaan dilengkapi dengan LKS yang dirancang oleh guru
atau siswa yang telah dipersiapkan sebelumnya)

Kegiatan Akhir 5 menit


Dengan cara tanya jawab, siswa diarahkan untuk dapat menyim­
pulkan materi pembelajaran dan guru memberi penekanan ma-
teri yang dilanjutkan de­ngan pemberian tugas mandiri, tugas
kelompok, tugas membaca, dan memahami materi berikutnya.

Pertemuan Ke-13
Kegiatan Pembelajaran Waktu
Kegiatan Awal 10 menit
Guru membuka pelajaran yang dilanjutkan dengan tanya
jawab untuk mengingat kembali pelajaran sebelumnya dan
keterkaitannya dengan evaluasi (ulangan) yang akan diker-
jakan.
Kegiatan Inti 65 menit
• Guru menyiapkan soal ulangan dan siswa mempersiapkan
lembar jawaban.
• Soal diberikan kepada siswa.
• Guru menanyakan apakah ada soal yang kurang jelas.
• Siswa mulai mengerjakan soal.
• Setelah waktunya selesai, lembar jawaban dikumpulkan.

RPP Fenomena Fisika SMP 1 113


Kegiatan Akhir 5 menit
Dengan cara tanya jawab, guru memberikan jawaban atas soal-
soal yang telah diberikan pada ulangan harian dan dilanjutkan
dengan pemberian tugas mandiri, tugas kelompok, tugas mem-
baca, dan memahami materi berikutnya.

V. Alat/Bahan/Sumber Belajar
Alat-Alat/Bahan:
Alat muai panjang, gelas labu, sumbat karet, pemanas, pipa kaca, dan alat
bimetal
Sumber Belajar:
Buku: Semesta Fenomena Fisika 1 karangan Budi Purwanto
Sarana/Media
Laboratorium, komputer, LCD, LKS, dan jaringan internet
VI. Penilaian
– Kuis
– Pengamatan kinerja saat melakukan percobaan
– Pengamatan sikap, minat, dan kelakuan siswa
– Presentasi di depan kelas
– Laporan percobaan
– Ulangan

................, .....................
Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru IPA (Fisika)

(___________________) (___________________)
NIP. ................................ NIP. ................................

114 RPP Fenomena Fisika SMP 1


Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Mata Pelajaran : IPA (Fisika)
Kelas/Semester : VII/1
Pertemuan Ke- : 14 – 17
Alokasi Waktu : 8 jam pelajaran (8 × 40 menit)
Standar Kompetensi : 3. Memahami wujud zat dan perubahannya
Kompetensi Dasar : 3.4 Mendeskripsikan peran kalor dalam mengubah wujud
zat dan suhu suatu benda serta penerapannya dalam
kehidupan sehari-hari
Indikator : • Menyelidiki pengaruh kalor kalor terhadap perubahan
suhu benda.
• Merumuskan banyaknya kalor yang diperlukan untuk
menaikkan suhu zat.
• Mengidentifikasi asas Black.
• Menyelidiki pengaruh kalor terhadap perubahan wujud
zat.
• Menyelidiki faktor-faktor yang memengaruhi peng­
uapan.
• Merumuskan banyaknya kalor yang memengaruhi
penguapan.
• Mengklarifikasi konsep jumlah kalor dalam meme-
cahkan permasalahan yang terjadi dalam kehidupan
sehari-hari.
• Mengidentifikasi perpindahan kalor.
• Menyelidiki kecepatan perambatan kalor.
• Merumuskan kecepatan jumlah kalor yang mengalir
pada suatu bahan.
I. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari bab ini, diharapkan siswa dapat
1. menyelidiki pengaruh kalor terhadap perubahan suhu benda dan perubahan
wujud zat;
2. menyelidiki faktor-faktor yang dapat mempercepat penguapan, banyaknya
kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu zat, dan kalor yang diperlukan
pada saat mendidih dan melebur;
3. menerapkan hubungan Q = mc∆T, Q = mU, dan Q = mL untuk memecahkan
masalah sederhana;
4. merancang dan membuat peralatan sederhana yang memanfaatkan prinsip
kalor;

RPP Fenomena Fisika SMP 1 115


5. menerapkan asas Black untuk menyelesaikan masalah sehubungan dengan
kalor;
6. menyelidiki perpindahan kalor secara konduksi (untuk zat padat), konveksi
(untuk zat cair dan gas), dan radiasi;
7. mengidentifikasi zat yang termasuk konduktor dan isolator kalor;
8. mengaplikasikan konsep perpindahan kalor untuk meyelesaikan masalah
fisika sehari-hari, misalnya pada termos dan setrika.
II. Materi Pembelajaran
Kalor
III. Metode Pembelajaran
– Informasi/ceramah
– Eksperimen
– Diskusi
– Tanya jawab
IV. Langkah-Langkah Pembelajaran
Pertemuan Ke-14
Kegiatan Pembelajaran Waktu
Kegiatan Awal 10 menit
Guru membuka pelajaran yang dilanjutkan dengan pemberian
kuis tertulis yang disampaikan secara lisan untuk mengingat
kembali pelajaran sebelumnya dan kaitannya dengan materi
yang akan dipelajari.

Kegiatan Inti 65 menit


• Menayangkan peristiwa yang terkait dengan kalor melalui
jaringan internet atau rekaman dari internet.
• Melakukan percobaan untuk menyelidiki pengaruh kalor
terhadap suhu benda.
• Melakukan presentasi hasil percobaan di depan kelas.
• Melakukan percobaan untuk menunjukkan pengaruh kalor
terhadap perubahan suhu benda.
• Melakukan diskusi kelas untuk merumuskan besar kalor
pada perubahan wujud zat.
• Mempresentasikan hasil kesimpulan percobaan di depan kelas.
• Melakukan diskusi kelompok untuk menyelesaikan perma-
salahan yang berkaitan dengan kalor.

116 RPP Fenomena Fisika SMP 1


• Mengerjakan kuis tertulis yang disampaikan secara lisan
atau tertulis.
(Percobaan dilengkapi dengan LKS yang dirancang oleh guru
atau siswa yang telah dipersiapkan sebelumnya).
Kegiatan Akhir 5 menit
Dengan cara tanya jawab, siswa diarahkan untuk dapat menyim­
pulkan materi pembelajaran dan guru memberi penekanan ma-
teri yang dilanjutkan dengan pemberian tugas mandiri, tugas
kelompok, tugas membaca, dan memahami materi berikutnya.

Pertemuan Ke-15
Kegiatan Pembelajaran Waktu
Kegiatan Awal 10 menit
Guru membuka pelajaran yang dilanjutkan dengan diskusi dan
tanya jawab untuk mengingat kembali pelajaran sebelumnya
dan kaitannya dengan materi yang akan dipelajari.
Kegiatan Inti 65 menit
• Menayangkan tentang peristiwa yang berkaitan dengan ka-
lor melalui jaringan internet atau rekaman dari internet.
• Melakukan peragaan untuk menunjukkan proses terjadinya
perubahan wujud zat.
• Melakukan diskusi kelas untuk menunjukkan faktor-faktor
yang mempengaruhi penguapan/perubahan wujud zat.
• Melakukan diskusi kelas untuk merumuskan hubungan be-
saran tentang perubahan wujud zat.
• Mengerjakan kuis tertulis yang disampaikan secara lisan
atau tertulis.
Kegiatan Akhir 5 menit
Dengan cara tanya jawab, siswa diarahkan untuk dapat menyim­
pulkan materi pembelajaran dan guru memberi penekanan ma-
teri yang dilanjutkan dengan pemberian tugas mandiri, tugas
kelompok, tugas membaca, dan memahami materi berikutnya.

RPP Fenomena Fisika SMP 1 117


Pertemuan Ke-16
Kegiatan Pembelajaran Waktu
Kegiatan Awal 10 menit
Guru membuka pelajaran yang dilanjutkan dengan diskusi dan
tanya jawab untuk mengingat kembali pelajaran sebelumnya
dan kaitannya dengan materi yang akan dipelajari.
Kegiatan Inti 65 menit
• Melakukan tanya jawab untuk menjelaskan perubahan wujud zat.
• Melakukan diskusi kelas untuk merumuskan banyaknya ka-
lor yang diperlukan dalam mengubah wujud zat.
• Melakukan diskusi kelas untuk menyimpulkan materi yang
telah dibahas.
• Melakukan diskusi kelompok untuk membahas permasalah­
an yang terkait dengan jumlah kalor.
• Mengerjakan kuis tertulis yang disampaikan secara lisan
atau tertulis.
Kegiatan Akhir 5 menit
Dengan cara tanya jawab, siswa diarahkan untuk dapat menyim­
pulkan materi pembelajaran dan guru memberi penekanan ma-
teri yang dilanjutkan dengan pemberian tugas mandiri, tugas
kelompok, tugas membaca, dan memahami materi berikutnya.

Pertemuan Ke-17
Kegiatan Pembelajaran Waktu
Kegiatan Awal 10 menit
Guru membuka pelajaran yang dilanjutkan dengan diskusi dan
tanya jawab untuk mengingat kembali pelajaran sebelumnya
dan kaitannya dengan ulangan harian yang akan dilakukan.
Kegiatan Inti 65 menit
• Menyiapkan soal-soal ulangan.
• Mengerjakan soal-soal ulangan.
• Mengumpulkan hasil ulangan.
Kegiatan Akhir 5 menit
Memberikan jawaban soal-soal ulangan dan pemberian tugas
mandiri, tugas kelompok, tugas membaca, dan memahami ma-
teri berikutnya.

118 RPP Fenomena Fisika SMP 1


V. Alat/Bahan/Sumber Belajar
Alat-Alat/Bahan
Air, gelas beker, pembakar spiritus, termometer, stop-watch, es batu, bejana,
dan kertas
Sumber Belajar:
Buku: Semesta Fenomena Fisika 1 karangan Budi Purwanto
Sarana/Media:
LKS, komputer, LCD, dan jaringan internet
VI. Penilaian
– Kuis tertulis – Presentasi di depan kelas
– Pengamatan kinerja saat – Laporan percobaan
melakukan percobaan – Ulangan
– Pengamatan sikap, minat,
dan kelakuan siswa
Contoh Kuis
1. Alat yang digunakan untuk mengukur suhu adalah termometer, (benar atau salah)?
2. Sebuah benda diukur dengan menggunakan termometer Celsius menun-
jukkan angka 40o. Jika diukur dengan termometer Reamur menunjuk angka ....
3. Tangan dapat digunakan untuk mengukur suhu, (benar atau salah)?
4. Perbandingan skala Celsius dengan skala Reamur adalah ….
5. Botol yang dibakar kemudian disiram air akan pecah, (benar atau salah)?
6. Semua benda padat apabila dipanaskan akan memuai, (benar atau salah)?
7. Es melebur akan melepaskan kalor, betul atau salah?
8. Dari padat berubah menjadi cair disebut ….
9. Titik didih air di atas gunung lebih tinggi dibanding di dataran rendah,
(benar atau salah)?
10. Rumus dari jumlah kalor untuk meleburkan es adalah ….
Jawaban Kuis
1. benar 5. benar 9. salah
2. 32o 6. salah 10. Q = m L
3. salah 7. salah
4. 5 : 4 8. melebur
................, .....................
Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru IPA (Fisika)

( ___________________) (___________________)
NIP. ................................ NIP. ................................

RPP Fenomena Fisika SMP 1 119


Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Mata Pelajaran : IPA (Fisika)


Kelas/Semester : VII/1
Pertemuan Ke- : 18 – 19
Alokasi Waktu : 4 jam pelajaran (4 × 40 menit)
Standar Kompetensi : 4. Memahami berbagai sifat dalam perubahan fisika dan
kimia
Kompetensi Dasar : 4.1 Membandingkan sifat fisika dan sifat kimia zat
Indikator : • Mengidentifikasi sifat fisika dan sifat kimia.
• Mengklasifikasi sifat fisika dan sifat kimia.
I. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari bab ini, diharapkan siswa dapat
1. menjelaskan perbedaan sifat fisika dan kimia zat;
2. menyebutkan manfaat sifat fisika zat dalam kehidupan sehari-hari;
3. menyebutkan manfaat sifat kimia zat dalam kehidupan sehari-hari.
II. Materi Pembelajaran
Sifat Fisika dan Kimia Zat
III. Metode Pembelajaran
– Informasi/ceramah
– Eksperimen
– Diskusi
– Tanya jawab
IV. Langkah-Langkah Pembelajaran
Pertemuan Ke-18
Kegiatan Pembelajaran Waktu
Kegiatan Awal 10 menit
Guru membuka pelajaran yang dilanjutkan dengan melakukan
tanya jawab untuk mengingat kembali pelajaran sebelumnya
dan keterkaitannya dengan pelajaran yang akan diberikan.
Kegiatan Inti 65 menit
• Menayangkan peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan
sifat fisika dan kimia dari jaringan internet (rekaman dari
internet).

120 RPP Fenomena Fisika SMP 1


• Melakukan demonstrasi untuk menunjukkan adanya perubah­
an fisika.
• Melakukan demonstrasi untuk menunjukkan adanya perubah­
an kimia.
• Melakukan diskusi kelompok untuk mengidentifikasi per­
ubahan fisika dan perubahan kimia.
• Melakukan diskusi kelas untuk mengidentifikasi sifat fisika
dan sifat kimia.
• Mempresentasikan hasil diskusi kelompok di depan kelas.
• Mengerjakan kuis tertulis yang disampaikan secara lisan dan/
atau tertulis.

Kegiatan Akhir 5 menit


Dengan cara tanya jawab, siswa diarahkan untuk dapat menyim­
pulkan materi pembelajaran dan guru memberi penekanan ma-
teri yang dilanjutkan dengan pemberian tugas mandiri, tugas
kelompok, tugas membaca, dan memahami materi berikutnya.

Pertemuan Ke-19
Kegiatan Pembelajaran Waktu
Kegiatan Awal 10 menit
Guru membuka pelajaran yang dilanjutkan dengan melakukan
tanya jawab untuk mengingat kembali pelajaran sebelumnya
dan keterkaitannya dengan pelajaran yang akan diberikan.
Kegiatan Inti 65 menit
• Melakukan diskusi kelas untuk mengidentifikasi sifat fisika
dan sifat kimia.
• Mempresentasikan hasil diskusi kelompok di depan kelas.
• Mengerjakan kuis tertulis yang disampaikan secara lisan dan/
atau tertulis.
Kegiatan Akhir 5 menit
Dengan cara tanya jawab, siswa diarahkan untuk dapat menyim­
pulkan materi pembelajaran dan guru memberi penekanan ma-
teri yang dilanjutkan dengan pemberian tugas mandiri, tugas
kelompok, tugas membaca, dan memahami materi berikutnya.

RPP Fenomena Fisika SMP 1 121


V. Alat/Bahan/Sumber Belajar
Alat-Alat/Bahan:
Gelas beker, sendok makan, gula pasir, air, pemanas, kaki tiga, kassa kawat,
dan es
Sumber Belajar:
Buku: Semesta Fenomena Fisika 1 karangan Budi Purwanto
Sarana/Media:
Laboratorium, komputer, LCD, dan jaringan internet
VI. Penilaian
– Pengamatan aktivitas siswa saat proses belajar baik dalam diskusi maupun
tanya jawab
– Pengamatan kinerja saat melakukan percobaan atau peragaan
– Pengamatan sikap, minat, dan kelakuan siswa
– Laporan
– Presentasi

................, .....................
Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru IPA (Fisika)

(___________________) (___________________)
NIP. ................................ NIP. ................................

122 RPP Fenomena Fisika SMP 1


Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Mata Pelajaran : IPA (Fisika)
Kelas/Semester : VII/1
Pertemuan Ke- : 20 – 21
Alokasi Waktu : 4 jam pelajaran (4 × 40 menit)
Standar Kompetensi : 4. Memahami berbagai sifat dalam perubahan fisika dan
kimia
Kompetensi Dasar : 4.2. Melakukan pemisahan campuran dengan berbagai cara
berdasarkan sifat fisika dan sifat kimia
Indikator : • Menunjukkan cara memisahkan campuran.
• Menunjukkan cara pemisahan campuran dengan ber-
bagai macam cara.
• Menunjukkan cara penjernihan air dengan teknik se-
derhana.
I. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari bab ini, diharapkan kalian dapat
1. menjelaskan dasar pemisahan campuran berdasarkan ukuran partikel dan
titik didih;
2. melakukan percobaan penjernihan air dengan teknik sederhana;
3. melakukan percobaan untuk memisahkan campuran sesuai dengan metode
yang dipilih, antara lain penyaringan, distilasi, penguapan, dan sublimasi;
4. melakukan percobaan untuk memisahkan campuran berdasarkan sifat
kimia.
II. Materi Pembelajaran
Pemisahan Campuran
III. Metode Pembelajaran
– Informasi/ceramah
– Demonstrasi
– Diskusi
– Tanya jawab
IV. Langkah-Langkah Pembelajaran
Pertemuan Ke-20
Kegiatan Pembelajaran Waktu
Kegiatan Awal 10 menit
Guru membuka pelajaran yang dilanjutkan dengan diskusi dan
tanya jawab untuk mengingat kembali pelajaran sebelumnya
dan kaitannya dengan materi yang akan dipelajari.

RPP Fenomena Fisika SMP 1 123


Kegiatan Inti 65 menit
• Melakukan demonstrasi untuk menunjukkan macam-macam
campuran.
• Melakukan demonstrasi untuk menunjukkan cara memisah­
kan macam-macam campuran.
• Melakukan diskusi kelas untuk menyebutkan cara-cara
memisahkan campuran zat.
• Mengerjakan kuis tertulis yang disampaikan secara lisan dan/
atau tertulis.
Kegiatan Akhir 5 menit
Dengan cara tanya jawab, siswa diarahkan untuk dapat menyim­
pulkan materi pembelajaran dan guru memberi penekanan ma-
teri yang dilanjutkan dengan pemberian tugas mandiri, tugas
kelompok, tugas membaca, dan memahami materi berikutnya.

Pertemuan Ke-21
Kegiatan Pembelajaran Waktu
Kegiatan Awal 10 menit
Guru membuka pelajaran yang dilanjutkan dengan diskusi dan
tanya jawab untuk mengingat kembali pelajaran sebelumnya
dan kaitannya dengan materi yang akan dipelajari.
Kegiatan Inti 65 menit
• Melakukan diskusi kelompok untuk merancang cara men-
jernihkan air kotor yang diteruskan dengan mempraktekkan
hasil rancangan.
• Mempresentasikan hasil rancangan dan hasil percobaan di
depan kelas.
• Mengerjakan kuis tertulis yang disampaikan secara lisan dan/
atau tertulis.
Kegiatan Akhir 5 menit
Dengan cara tanya jawab, siswa diarahkan untuk dapat menyim­
pulkan materi pembelajaran dan guru memberi penekanan ma-
teri yang dilanjutkan dengan pemberian tugas mandiri, tugas
kelompok, tugas membaca, dan memahami materi berikutnya.

124 RPP Fenomena Fisika SMP 1


V. Alat/Bahan/Sumber Belajar
Alat-Alat/Bahan:
Gelas beker, sendok makan, gula pasir, air, pemanas, kaki tiga, kawat kasa, es,
dan alkohol
Sumber Belajar:
Buku: Semesta Fenomena Fisika 1 karangan Budi Purwanto
Sarana/Media:
Laboratorium, komputer, LCD, dan jaringan internet
VI. Penilaian
– Kuis
– Pengamatan aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar baik saat tanya
jawab maupun diskusi
– Pengamatan kinerja saat melakukan percobaan atau peragaan
– Pengamatan sikap, minat, dan kelakuan siswa
– Laporan

................, .....................
Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru IPA (Fisika)

(___________________) (___________________)
NIP. ................................ NIP. ................................

RPP Fenomena Fisika SMP 1 125


Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Mata Pelajaran : IPA (Fisika)


Kelas/Semester : VII/1
Pertemuan Ke- : 22 – 23
Alokasi Waktu : 4 jam pelajaran (4 × 40 menit)
Standar Kompetensi : 4. Memahami berbagai sifat dalam perubahan fisika dan
kimia
Kompetensi Dasar : 4.3. Menyimpulkan perubahan fisika dan kimia berdasarkan
hasil percobaan sederhana
Indikator : • Menunjukkan peristiwa perubahan fisika dan perubahan
kimia.
• Mengidentifikasi perubahan fisika dan perubahan
kimia.
I. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari bab ini, diharapkan kalian dapat
1. membandingkan hasil pengamatan perubahan fisika dan perubahan ki­
mia;
2. mengklasifikasikan perubahan fisika dan perubahan kimia dalam kehidupan
sehari-hari dan mengomunikasikannya.
II. Materi Pembelajaran
Perubahan Fisika dan Perubahan Kimia
III. Metode Pembelajaran
– Informasi/ceramah
– Eksperimen
– Diskusi
– Tanya jawab
IV. Langkah-Langkah Pembelajaran
Pertemuan Ke-22
Kegiatan Pembelajaran Waktu
Kegiatan Awal 10 menit
Guru membuka pelajaran yang dilanjutkan dengan diskusi dan
tanya jawab untuk mengingat kembali pelajaran sebelumnya
dan kaitannya dengan materi yang akan dipelajari.

126 RPP Fenomena Fisika SMP 1


Kegiatan Inti 65 menit
• Menayangkan tentang peristiwa yang berkaitan dengan per­
ubahan fisika dari jaringan internet (rekaman internet).
• Melakukan percobaan untuk menunjukkan adanya perubahan
fisika dan perubahan kimia.
• Melakukan diskusi kelompok untuk mengidentifikasi perubah­
an fisika dan perubahan kimia.
Kegiatan Akhir 5 menit
Dengan cara tanya jawab, siswa diarahkan untuk dapat menyim­
pulkan materi pembelajaran dan guru memberi penekanan ma-
teri yang dilanjutkan dengan pemberian tugas mandiri, tugas
kelompok, tugas membaca, dan memahami materi berikutnya.

Pertemuan Ke-23
Kegiatan Pembelajaran Waktu
Kegiatan Awal 10 menit
Guru membuka pelajaran yang dilanjutkan dengan diskusi dan
tanya jawab untuk mengingat kembali pelajaran sebelumnya
dan kaitannya dengan materi yang akan dipelajari.
Kegiatan Inti 65 menit
• Melakukan diskusi kelas untuk memberi contoh-contoh per­
ubahan fisika dan perubahan kimia yang terjadi dalam ke-
hidupan sehari-hari.
• Melakukan diskusi kelompok untuk membahas permasalahan
yang terkait dengan perubahan fisika dan perubahan kimia
dalam kehidupan sehari-hari.
• Pemberian tugas materi dari jaringan internet.
• Mengerjakan kuis tertulis yang disampaikan secara lisan dan/
atau tertulis.
Kegiatan Akhir 5 menit
Dengan cara tanya jawab, siswa diarahkan untuk dapat menyim­
pulkan materi pembelajaran dan guru memberi penekanan ma-
teri yang dilanjutkan dengan pemberian tugas mandiri, tugas
kelompok, tugas membaca, dan memahami materi berikutnya.

RPP Fenomena Fisika SMP 1 127


V. Alat/Bahan/Sumber Belajar
Alat-Alat/Bahan:
Gelas beker, sendok makan, gula pasir, air, pemanas, kaki tiga, kawat kasa,
dan es.
Sumber Belajar:
Buku: Semesta Fenomena Fisika 1 karangan Budi Purwanto
Sarana/Media:
Papan tulis, komputer, LCD, dan jaringan internet
VI. Penilaian
– Kuis
– Pengamatan aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar saat tanya jawab
dan diskusi
– Pengamatan kinerja saat melakukan percobaan atau peragaan
– Pengamatan sikap, minat, dan kelakuan siswa
– Laporan

................, .....................
Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru IPA (Fisika)

(___________________) (___________________)
NIP. ................................ NIP. ................................

128 RPP Fenomena Fisika SMP 1


Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Mata Pelajaran : IPA (Fisika)
Kelas/Semester : VII/1
Pertemuan Ke- : 24 – 25
Alokasi Waktu : 4 jam pelajaran (4 × 40 menit)
Standar Kompetensi : 4. Memahami berbagai sifat dalam perubahan fisika dan
kimia
Kompetensi Dasar : 4.4. Mengidentifikasi terjadinya reaksi kimia melalui per-
cobaan
Indikator : • Menyelidiki reaksi kimia apabila dua zat dicampur-
kan.
• Mengidentifikasi reaksi kimia.
I. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari bab ini, diharapkan kalian dapat
1. mereaksikan dua zat untuk menunjukkan perubahan warna dan atau per­
ubahan suhu serta terbentuk endapan dan atau gas;
2. menyimpulkan ciri-ciri terjadinya reaksi kimia berdasarkan perubahan warna
dan atau suhu serta terbentuk endapan dan atau gas;
3. menjelaskan pengaruh ukuran materi terhadap kecepatan reaksi;
4. menjelaskan pengaruh perubahan suhu terhadap kecepatan reaksi.
II. Materi Pembelajaran
Reaksi Kimia
III. Metode Pembelajaran
– Informasi/ceramah
– Eksperimen
– Diskusi
– Tanya jawab
IV. Langkah-Langkah Pembelajaran
Pertemuan Ke-24
Kegiatan Pembelajaran Waktu
Kegiatan Awal 10 menit
Guru membuka pelajaran yang dilanjutkan dengan diskusi dan
tanya jawab untuk mengingat kembali pelajaran sebelumnya
dan kaitannya dengan materi yang akan dipelajari.

RPP Fenomena Fisika SMP 1 129


Kegiatan Inti 65 menit
• Menayangkan tentang bahan, peristiwa, manfaat, akibat dari
reaksi kimia melalui jaringan internet atau rekaman dari inter-
net.
• Melakukan percobaan untuk mereaksikan dua zat yang di­
mungkinkan terjadinya reaksi kimia dan tidak terjadi reaksi
kimia.
• Melakukan diskusi kelompok untuk menyimpulkan reaksi
kimia.
• Melakukan diskusi kelas untuk menyebutkan zat-zat yang di-
campur akan terjadi reaksi kimia dan merumuskannya.
• Melakukan diskusi kelompok untuk menyelesaikan per­
masalah­an yang terkait dengan reaksi kimia.
• Pemberian tugas materi dari jaringan internet.
• Mengerjakan kuis tertulis yang disampaikan secara lisan dan/
atau tertulis.
Kegiatan Akhir 5 menit
Dengan cara tanya jawab, siswa diarahkan untuk dapat menyim­
pulkan materi pembelajaran dan guru memberi penekanan ma-
teri yang dilanjutkan dengan pemberian tugas mandiri, tugas
kelompok, tugas membaca, dan memahami materi berikutnya.

Pertemuan Ke-25
Kegiatan Pembelajaran Waktu
Kegiatan Awal 10
menit
Guru membuka pelajaran yang dilanjutkan dengan diskusi dan
tanya jawab untuk mengingat kembali pelajaran sebelumnya
dan kaitannya dengan ulangan yang akan dikerjakan.
Kegiatan Inti 65
menit
• Menyiapkan soal-soal untuk ulangan.
• Mengerjakan soal-soal ulangan.
• Mengumpulkan lembar jawaban ulangan.

Kegiatan Akhir 5 menit


Memberikan jawaban soal-soal ulangan yang dilanjutkan de­ngan
pemberian tugas mandiri, tugas kelompok, tugas membaca, dan
memahami materi berikutnya.

130 RPP Fenomena Fisika SMP 1


V. Alat/Bahan/Sumber Belajar
Alat-Alat/Bahan:
Tabung reaksi dan bahan-bahan kimia
Sumber Belajar:
Buku: Semesta Fenomena Fisika 1 karangan Budi Purwanto
Sarana/Media:
Laboratorium, komputer, LCD, dan jaringan internet
VI. Penilaian
– Pengamatan aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar saat tanya jawab
dan diskusi
– Pengamatan kinerja saat melakukan percobaan atau peragaan
– Pengamatan sikap, minat, dan kelakuan siswa
– Laporan percobaan

................, .....................
Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru IPA (Fisika)

(___________________) (___________________)
NIP. ................................ NIP. ................................

RPP Fenomena Fisika SMP 1 131


Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Mata Pelajaran : IPA (Fisika)


Kelas/Semester : VII/2
Pertemuan Ke- : 1 – 4
Alokasi Waktu : 8 jam pelajaran (8 × 40 menit)
Standar Kompetensi : 5. Memahami gejala-gejala alam melalui pengamatan
Kompetensi Dasar : 5.2 Menganalisis data percobaan gerak lurus beraturan
dan gerak lurus berubah beraturan serta penerapannya
dalam kehidupan sehari-hari
Indikator : • Menunjukkan gerak lurus.
• Menunjukkan gerak lurus beraturan.
• Menyelidiki dan merumuskan hubungan jarak dengan
waktu.
• Menunjukkan gerak lurus berubah beraturan.
• Menyelidiki hubungan jarak dan waktu serta meru-
muskannya.
• Merumuskan hubungan kecepatan dan waktu.
• Merumuskan hubungan jarak dan kecepatan dengan
waktu.
I. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari bab ini, diharapkan kalian dapat
1. membuat grafik perpindahan terhadap waktu berdasarkan percobaan jika
benda bergerak dengan laju tetap dan laju makin besar;
2. menemukan persamaan laju (meter/sekon = perpindahan yang ditempuh
(meter) tiap satuan waktu yang diperlukan (sekon));
3. menunjukkan konsep gerak lurus beraturan (GLB) dalam kehidupan sehari-
hari;
4. mendeskripsikan percepatan sebagai perubahan kecepatan setiap waktu
(meter per sekon kuadrat = m/s2);
5. menyelidiki gerak lurus berubah beraturan (GLBB) dipercepat beraturan
dengan ticker timer;
6. menunjukkan konsep GLBB dalam kehidupan sehari-hari.
II. Materi Pembelajaran
Gerak Lurus
III. Metode Pembelajaran
– Informasi/ceramah
– Demonstrasi

132 RPP Fenomena Fisika SMP 1


– Diskusi dan tanya jawab
– Eksperimen
IV. Langkah-Langkah Pembelajaran
Pertemuan Ke-1
Kegiatan Pembelajaran Waktu
Kegiatan Awal 10
Guru membuka pelajaran yang dilanjutkan dengan melakukan menit
tanya jawab tentang pelajaran yang lalu dan pelajaran yang
akan diberikan.
Kegiatan Inti 65
• Menayangkan tentang macam-macam gerak, gerak lurus dan menit
gerak lurus beraturan (GLB) melalui jaringan internet (rekam­
an dari internet).
• Melakukan tanya jawab untuk mengungkap pengetahuan
awal siswa tentang gerak.
• Melakukan demonstrasi untuk menunjukkan macam-macam
gerak lurus.
• Melakukan demonstrasi untuk menunjukkan gerak lurus ber-
aturan.
• Melakukan percobaan dengan alat ticker timer untuk menun-
jukkan gerak lurus beraturan.
• Melakukan diskusi kelompok untuk menyimpulkan percoba­
an yang dilakukan secara berkelompok.
• Mempresentasikan kesimpulan hasil percobaan.
• Merumuskan hubungan kecepatan/kelajuan dengan perubah­
an waktu pada gerak lurus beraturan.
• Melakukan diskusi kelompok untuk membahas permasalahan
yang berkaitan dengan geraklurus beraturan.
• Melakukan diskusi kelas untuk menyimpulkan materi yang
telah dibahas.
• Mengerjakan kuis tertulis yang disampaikan secara lisan dan/
atau tertulis.
Kegiatan Akhir 5 menit
Dengan cara tanya jawab, siswa diarahkan untuk dapat menyim­
pulkan materi pembelajaran dan guru memberi penekanan ma-
teri yang dilanjutkan dengan pemberian tugas mandiri, tugas
kelompok, tugas membaca, dan memahami materi berikutnya.

RPP Fenomena Fisika SMP 1 133


Pertemuan Ke-2
Kegiatan Pembelajaran Waktu
Kegiatan Awal 10 menit
Guru membuka pelajaran yang dilanjutkan dengan melakukan
tanya jawab tentang pelajaran yang lalu dan pelajaran yang
akan diberikan.
Kegiatan Inti 65 menit
• Menayangkan tentang peristiwa sehari-hari yang berkaitan
dengan gerak lurus berubah beraturan melalui jaringan inter-
net (rekaman dari internet).
• Melakukan diskusi kelas untuk menyebutkan contoh gerak
lurus berubah beraturan dalam kehidupan sehari-hari.
• Melakukan demonstrasi untuk menunjukkan gerak lurus ber­
ubah beraturan.
• Melakukan percobaan dengan alat ticker timer menunjukkan
gerak lurus beraturan.
• Melakukan diskusi kelompok untuk menyimpulkan percoba­
an yang dilakukan secara berkelompok.
• Mempresentasikan kesimpulan hasil percobaan di depan ke-
las.
• Merumuskan hubungan kecepatan/kelajuan dengan perubah­
an waktu pada gerak lurus berubah beraturan.
• Melakukan diskusi kelas untuk merumuskan hubungan kece-
patan dan jarak serta waktu pada gerak lurus berubah beratu-
ran.
• Melakukan diskusi kelompok untuk membahas permasalah­
an yang berkaitan dengan gerak lurus beraturan.
• Melakukan diskusi kelas untuk menyimpulkan gerak lurus
berubah beraturan.
• Mengerjakan kuis tertulis yang disampaikan secara lisan
atau tertulis.
Kegiatan Akhir 5 menit
Dengan cara tanya jawab, siswa diarahkan untuk dapat menyim­
pulkan materi pembelajaran dan guru memberi penekanan ma-
teri yang dilanjutkan dengan pemberian tugas mandiri, tugas
kelompok, tugas membaca, dan memahami materi berikutnya.

134 RPP Fenomena Fisika SMP 1


Pertemuan Ke-3
Kegiatan Pembelajaran Waktu
Kegiatan Awal 10 menit
Guru membuka pelajaran yang dilanjutkan dengan melakukan
tanya jawab tentang pelajaran yang lalu dan pelajaran yang
akan diberikan.
Kegiatan Inti 65 menit
• Menayangkan peristiwa sehari-hari yang berkaitan dengan
gerak vertikal melalui jaringan internet (rekaman dari inter-
net).
• Melakukan diskusi kelas untuk menyebutkan macam-macam
gerak vertikal.
• Melakukan demonstrasi untuk menunjukkan gerak vertikal.
• Melakukan percobaan untuk menentukan percepatan benda
pada gerak vertikal.
• Melakukan diskusi kelompok untuk menyimpulkan percoba­
an yang dilakukan secara berkelompok.
• Mempresentasikan kesimpulan hasil percobaan di depan ke-
las.
• Merumuskan hubungan kecepatan/kelajuan dengan perubah­
an waktu pada gerak vertikal.
• Melakukan diskusi kelas untuk merumuskan hubungan
kecepat­an dan jarak serta waktu pada gerak vertikal.
• Melakukan diskusi kelompok untuk membahas permasalah­
an yang berkaitan dengan gerak lurus beraturan.
• Melakukan diskusi kelas untuk menyimpulkan gerak vertikal.
• Mengerjakan kuis tertulis yang disampaikan secara lisan
dan/atau tertulis.
Kegiatan Akhir 5 menit
Dengan cara tanya jawab, siswa diarahkan untuk dapat menyim­
pulkan materi pembelajaran dan guru memberi penekanan ma-
teri yang dilanjutkan dengan pemberian tugas mandiri, tugas
kelompok, tugas membaca, dan memberikan informasi ulangan
harian untuk pertemuan berikutnya.

RPP Fenomena Fisika SMP 1 135


Pertemuan Ke-4
Kegiatan Pembelajaran Waktu
Kegiatan Awal 10 menit
Guru membuka pelajaran yang dilanjutkan dengan melakukan
tanya jawab tentang pelajaran yang lalu dan menyiapkan soal-
soal ulangan yang akan diberikan.
Kegiatan Inti 65 menit
• Menyiapkan soal-soal untuk ulangan.
• Mengerjakan soal-soal ulangan.
• Mengumpulkan lembar jawaban ulangan.
Kegiatan Akhir 5 menit
Memberikan jawaban soal-soal ulangan yang dilanjutkan de­
ngan pemberian soal-soal latihan untuk menghadapi ujian se-
mester. Mengingatkan siswa untuk belajar lebih giat lagi dalam
menghadapi ulangan semester.

V. Alat/Bahan/Sumber Belajar
Alat-Alat/Bahan:
Bidang miring, balok kayu, katrol, bola tenis, bola sepak atau voli, dan ticker
timer
Sumber Belajar:
Buku: Semesta Fenomena Fisika 1 karangan Budi Purwanto
Sarana/Media:
Komputer, LCD, dan jaringan internet
VI. Penilaian
– Kuis
– Pengamatan aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar saat tanya jawab
dan diskusi
– Pengamatan sikap, minat, dan kelakuan siswa
– Tugas
– Ulangan
Contoh Kuis 1
1. Gerak benda pada alat Atwood merupakan gerak lurus beraturan, (benar
atau salah)?
2. Gerak benda yang dijatuhkan pada minyak merupakan gerak lurus berubah
beraturan (benar atau salah)?

136 RPP Fenomena Fisika SMP 1


3. Garfik hubungan jarak tempuh dengan waktu adalah garis ….
4. Sebuah benda bergerak lurus beraturan dengan kecepatan 10 m/s. Jarak
yang ditempuh dalam waktu 4 sekon adalah ….
5. Jarak ketukan pada percobaan dengan ticker timer untuk gerak lurus ber-
aturan adalah selalu berubah, (benar atau salah)?
6. Sebutkan dua contoh benda yang bergerak lurus beraturan.
7. Gerak bumi mengelilingi matahari dalam jarak tempuh 1 km dapat dianggap
sebagai GLB, (benar atau salah)?
8. Satuan kecepatan pada GLB adalah ….

Jawaban Kuis 1
1. benar
2. salah
3. miring
4. 40 m
5. salah
6. gerak benda pada alat Atwood, gerak kelereng dalam minyak pelumas
7. benar
8. m/s

Contoh Kuis 2
1. Bola yang dilempar vertikal ke atas termasuk GLBB, (benar atau salah)?
2. Rumus hubungan kelajuan dengan waktu pada GLBB adalah ….
3. Dalam waktu 5 sekon, kecepatan benda berubah dari 10 m/s menjadi 20m/s.
Percepatan benda tersebut adalah ….
4. Sebuah benda bergerak dengan kecepatan awal 5 m/s dengan percepatan
2 m/s2, tepat setelah 2 sekon kecepatan benda menjadi ….
5. Satuan kecepatan dan percepatan pada GLBB adalah … dan ….
6. Gerak benda yang kecepatannya makin kecil, percepatannya positif, (benar
atau salah)?
7. Sebuah balok yang meluncur pada bidang miring merupakan gerak lurus
berubah beraturan, (benar atau salah)?
8. Mobil yang baru saja bergerak dapat dikatakan sebagai gerak lurus berubah
beraturan, (benar atau salah)?
9. Sebuah mobil bergerak dengan kelajuan 72 km/jam, dalam satuan m/s sama
dengan ….
10. Grafik hubungan kelajuan dengan waktu pada GLBB berbentuk garis ….

RPP Fenomena Fisika SMP 1 137


Jawaban Kuis 2
1. benar 6. salah
2. vt = v0 + at 7. benar
3. 2 m/s2 8. benar
4. 9 m/s 9. 20 m/s
5. m/s dan m/s2 10. lurus

Contoh Kuis 3
1. Percepatan benda pada gerak vertikal selalu berubah, (benar atau salah)?
2. Kecepatan benda pada saat mencapai titik tertinggi adalah nol, (benar atau
salah)?
3. Besar kecepatan benda pada ketinggian tertentu pada waktu naik dan turun
adalah sama besar, (benar atau salah)?
4. Besar kecepatan benda pada saat naik akan sama dengan besar kecepatan
pada saat kembali menyentuh tanah, (benar atau salah)?
5. Percepatan benda pada gerak vertikal selalu tetap 10 m/s2, (benar atau
salah)?
6. Benda jatuh bebas mempunyai kecepatan sebesar ….
7. Benda yang ditembakkan vertikal ke bawah merupakan gerak ….
8. Rumus hubungan ketinggian dengan kecepatan benda pada gerak vertikal
ke atas adalah ….

Jawaban Kuis 3
1. salah 5. benar
2. benar 6. nol
3. besar 7. dipercepat beraturan
4. benar 8. h = v0 t – ½ g t2

................, .....................
Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru IPA (Fisika)

(___________________) (___________________)
NIP. ................................ NIP. ................................

138 RPP Fenomena Fisika SMP 1


Contoh Lembar Penilaian
1. Lembar Pengamatan Sikap, Minat, dan Kelakuan Siswa
Nama Sangat Baik Baik Cukup Kurang Baik Sangat Kurang
No.
Siswa 5 4 3 2 1
1. … … … … … …
2. … … … … … …
3. … … … … … …
4. … … … … … …

2. Lembar Pengamatan Melakukan Percobaan


Kelompok …..
Nama Mengambil Cara Kerja Pembacaan Data-Data Aktif
No.
Siswa Alat Benar Baik Alat Benar Benar Percobaan
1. … … … … … …
2. … … … … … …
3. … … … … … …
4. … … … … … …

3. Lembar Pengamatan Keaktifan Tanya Jawab, Pengamatan Demonstrasi, dan


Diskusi
Sangat Aktif Aktif Cukup Kurang Aktif Tidak Aktif
No. Nama Siswa
5 4 3 2 1
1. … … … … … …
2. … … … … … …

RPP Fenomena Fisika SMP 1 139


Daftar Pustaka

Badan Standar Nasional Pendidikan. 2006. ”Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat


Satuan Pendidikan Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah.” Jakarta.
Depdiknas. 2006 ”Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk
Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah”. Jakarta.
. 2006. ”Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi
Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah”. Jakarta.
. 2006. ”Permendiknas Nomor 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan Per-
mendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan
Dasar dan Menengah dan Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 tentang
Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah”.
Jakarta.
Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem

140 RPP Fenomena Fisika SMP 1