Anda di halaman 1dari 31

Penugasan Blok Kesehatan Usia Lanjut

DISUSUN OLEH:

Nama NIM Tutorial Nama Tutor

: Ulya Diana Hilma : 10711089 : 15 : dr. Asri Hendrawati

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA YOGYAKARTA 2013


1

ASESMEN GERIATRI

1. IDENTITAS Nama Pasien Jenis kelamin Umur Agama Pendidikan Alamat Nomor Telepon Pekerjaan Kegiatan sekarang Nama orang terdekat : Bp. S : laki-laki : 69 tahun : Islam : SMP : Mlangi : 085643329247 : Tata Usaha SMP : Bekerja, pengajian : Ibu M

Orang yang tinggal serumah : 3 orang Jumlah anak Jumlah cucu Jumlah cicit Asesmen dibuat Pengirim Pasien : Laki-laki : : Laki-laki : : Laki-laki : : 8 Juli 2013 :1 3 Perempuan : 2 Perempuan : Perempuan : -

10 MENIT PEMERIKSAAN PENYARING TERHADAP KONDISI GERIATRI

PROBLEM Penglihatan

CARA PEMERIKSAAN Ada 2 bagian : 1. Pertanyaan : apakah

HASIL POSITIF Terdapat anda ketidakmampuan dalam melihat TV atau jarak > dalam 20/40 kartu

HASIL Tidak

mempunyai berkendara,

kesulitan menonton

membaca atau melakukan aktivitas dengan sehari-hari anda? karena penglihatan snellen.

PROBLEM

CARA PEMERIKSAAN 2. Jika ya ;Lakukan tes mata dengan kartu snellen saat pasien memakai lensa koreksi (bila memungkinkan) Atau jika tidak memungkinkan bisa juga dilakukan tes membaca koran

HASIL POSITIF

HASIL

Pendengaran Menggunakan audioskope pada 40 Ketidakmampuan

Ya

dB, tes pendengaran dengan 1000 dan untuk mendengar pada 2000 Hz frekuensi 1000- telinga

Jika tidak memungkinkan lakukan tes 2000 Hz atau tes kanan bisik pasien pada masing-masing telinga bisik pada kedua dan kiri telinga atau di

salah satu telinga. Mobilitas Kaki Catat waktu yang dipergunakan pasien Tidak untuk melakukan instruksi : Berdiri melakukan dari kursi, jalan cepat 20 langkah, instruksi dalam 15 kembali ke kursi, duduk secara detik mampu Tidak

berurutan. Inkontinensia urin Ada 2 bagian : anda pernah mengompol? 2. Jika Ya : Pernahkah anda Ya untuk kedua Tidak 1. Pertanyaan : Tahun lalu apakah pertanyaan

mengompol dalam selang waktu enam hari?

PROBLEM Nutrisi, penurunan berat badan

CARA PEMERIKSAAN Ada 2 bagian : 1. Pertanyaan :

HASIL POSITIF Jika terdapat Tidak berat

penurunan

Apakah berat anda turun 10 lb badan dan pada (pound) dalam 6 bulan ini tanpa usaha berat badan yang untuk itu? < 100 lb.

PROBLEM

CARA PEMERIKSAAN 2. Timbanglah berat badan pasien.

HASIL POSITIF

HASIL

Memori

Menyebutkan kembali 3 benda

Tidak

dapat Tidak

(pada awal pemeriksaan pasien diberi menyebutkan perintah untuk mengingat 3 benda kembali yang diucapkan pemeriksa setelah

untuk lebih dari 1 menit.

diingat kembali jika ditanyakan oleh pemeriksa) Depresi Pertanyaan : atau depresi? Keterbatasan Ada 6 pertanyaan : Fisik Apakah anda dapat.. jalan cepat atau bersepeda? 2. pekerjaan berat di rumah seperti membersihkan dinding? 3. pergi belanja ke tempat grosir atau kain? 4. pergi ke suatu tempat yang agak jauh dengan berjalan? 5. mandi, baik dengan spon, bak mandi, shower? 6. berpakaian seperti memakai kaos, mengancingkan dan menarik ritsleting, memakai sepatu? jendela, pintu, Ya untuk Tidak Apakah anda sering merasa sedih pertanyaan tersebut. Tidak untuk salah Tidak satu atau lebih

1. melakukan aktivitas berat seperti dari

pertanyaan

tersebut.

2. RIWAYAT MEDIS EVALUASI FISIK :

A. RIWAYAT MEDIS a. Keluhan utama pasien Sesak napas

b. Riwayat opname di RS dan pembedahan/operasi Belum pernah

c. Riwayat kesehatan lain Pemeriksaan kesehatan pada 25 Februari 2013 Pemeriksaan gigi/ gigi tiruan: terakhir 2 bulan yang lalu

d. Riwayat alergi Alergi dingin

e. Kebiasaan dan lingkungan Apakah lingkungan di sekitar anda cukup aman (tidak mudah terjatuh), seperti lantai tidak licin, tidak banyak tangga dll? Lingkungan rumah aman, tidak banyak tangga, tidak licin dan penerangan cukup, ventilasi juga baik. Saat muda Bp. S merupakan perokok aktif dan memutuskan berhenti merokok pada usia 59 tahun. Sehari makan 3x1 dengan lauk tempe tahu atau kadang ikan asin dan sayur-sayuran. Bp. S jarang melakukan olahraga rutin.

f. Riwayat obat-obatan yang di minum saat ini Berapa banyak obat-obatan yang anda minum, termasuk yang diresepkan dokter, membeli sendiri , vitamin dan berapa dosisnya? Karbosistein375 mg 3x1 setelah makan Teofilin 130 mg 3x1 setelah makan, diminum bila sesak Cetrizine 10 mg 1x1 diminum pada malam hari

Bagaimana cara anda meminum obat ? kotak obat / diingatkan keluarga / daftar / jika ada gejala saja

g. Ringkasan gejala Ringkasan gejala khas. Beri tanda bila akut (A) bila kronik (K). Berikan penjelasan ringkas pada gejala yang ada Anoreksia Lelah/ capai BB turun Insomnia Tidak ada Tidak ada Tidak ada Sulit tidur jika sesak napas kambuh pada malam hari Nyeri kepala Gangguan penglihatan Tidak ada Pandangan kabur saat

melihat pada jarak yang dekat terutama pada mata kiri Gangguan pendengaran Penurunan mendengar pada fungsi telinga

kanan dan kiri Gangguan gigi tiruan Batuk/ mengi Batuk saat muncul sesak napas bening Sesak nafas Sesak napas saat udara dingin malam ari Tak enak pada dada waktu kerja Sesak waktu tidur Tidak ada Sesak napas saat tidur di malam hari, terutama saat udara dingin terutama saat dengan mukus

Sembab di kaki Jatuh Pingsan Nyeri telan Nyeri perut Gangguan BAB (terdapat darah) Gangguan BAK (kencing malam)

Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Buang air kecil saat malam hari sampai 5x dan tidak merasa puas (air kencing keluar sedikit-sedikit)

Gagguan kaki :

Kadang merasa kesemutan pada kedua kaki

Lemah/ lumpuh setempat/ gangguan rasa Tidak ada Mata Gangguan penglihatan sementara Sering lupa Depresi Mengembara/ kelakuan aneh kacamata +2 Tidak ada Tidak ada Tidak ada menggunakan

h. Penapisan depresi : Untuk setiap pertanyaan di bawah ini, penjelasan mana yang paling dekat dengan perasaan yang anda rasakan bulan lalu? Berapa seringkah bulan lalu anda : mengalami gangguan kesehatan yang menghalangi kegiatan anda (cth: mengunjungi teman): kadang merasa gugup : tidak pernah merasa tenang dan damai: sering merasa sedih sekali: jarang sekali bahagia: sering sangat sedih dan tidak ada satupun yg dapat menghibur: tidak pernah merasa tidak ada lagi yang diharapkan: tidak pernah

Jawaban berupa kuantitas yaitu : setiap waktu, sering sekali, kadang, jarang sekali, dan tidak pernah. Jawaban setiap waktu atau sering sekali harus mengarah kecurigaan adanya depresi (kecuali no 3 dan 5)

i.

Keterbatasan fungsional. Sudah berapa lamakah (> 3 bulan, < 3 bulan, atau tidak ada keterbatasan) kesehatan anda membatasi kegiatan anda dalam melakukan : pekerjaan berat (angkat barang, lari, dll) : >3 bulan pekerjaan sedang (angkat belanjaan, menggeser meja, dll) : tidak ada keterbatasan pekerjaan rumah yg ringan: tidak ada keterbatasan pekerjaan di kantor: tidak ada keterbatasan membungkuk, berlutut, sujud: tidak ada keterbatasan

j.

Apa yang Anda harapkan dari asesmen ini ? (pada poin ini merupakan harapan dari pasien terhadap kesehatannya kini, jika lebih dari satu maka dibuat prioritas) Pasien berharap asma yang diderita tidak kambuh kembali, sehingga tidur pasien di malam hari tidak terganggu dengan sesak napas dan batuk lagi.

B. PEMERIKSAAN FISIK

1. Keadaan umum 2. Antropometri

: baik, kompos mentis : TB BB : 150 cm : 58 kg = 24,77

IMT :

Kesimpulan : overweight

3. Tanda vital

: Tekanan darah

: Berdiri Duduk Berbaring

: 130/110 mmHg : 130/100 mmHg : 120/100 mmHg

(Jarak 2 menit) Nadi Respirasi 4. Kulit : Kering pada seluruh tubuh UKK: pada seluruh tubuh terdapat papul polimorfi dengan tepi eritem berbatas tegas. 5. Pendengaran 6. Penglihatan : menurun pada telinga kanan dan kiri : kekeruhan lensa pada mata kanan dan kiri, terdapat : 93x permenit : 21x permenit

penurunan penglihatan pada mata kanan dan kiri 7. Mulut, sendi rahang & gigi : tidak ada tanda peradangan, pemakaian gigi tiruan 8. Leher 9. Dada a) Jantung Inspeksi: Iktus kordis tidak tampak, dinding dada simetris, tidak ada pembengkakan, tidak ada bekas luka Palpasi: : tidak ada pembesaran limfonodi : :

apeks, trrikuspid, septal, pulmonal, dan aorta tidak teraba. Perkusi: Batas kanan Batas kiri Batas atas : linea sternalis dekstra SIC 4 : linea midklavikular sinistra SIC 5 : linea sternalis sinistra SIC 2

Batas pinggang : linea midcclavicula sinistra SIC 3 Auskultasi: Apeks Trikuspidalis Septal Pulmonal Aorta b) Paru-paru Posterior Inspeksi: Tidak ada kelainan bentuk tulang, tidak ada pembengkakan, tidak ada lesi, tidak ada retraksi Palpasi: Tidak ada nyeri tekan, tidak ada ketertinggalan gerak, vokal fremitus kanan dan kiri sama Perkusi: Perkusi orientasi sonor Batas pengembangan paru 5 cm Auskultasi: Suara vesikuler di semua area Anterior Inspeksi: Dinding dada kanan dan kiri simetris, dinding dada dan abdomen sejajar, tidak ada kelainan bentuk dinding dada, tidak ada lesi dan pembengkakan, iktus cordis tidak tampak Palpasi: : tidak ada bising : tidak ada bising : tidak ada bising : tidak ada bising : tidak ada bising

10

Tidak ada nyeri tekan, vokal fremitus kanan dan kiri sama Perkusi: Batas hepar dan paru-paru di SIC 5 Auskultasi: Ekspirasi memanjang dan terdengar wheezing di lobus paru kanan

10. Abdomen Inspeksi:

pasien tidak tampak pucat, tidak tampak kesakitan, tidak ada inflamasi, tidak ada distensi dinding abdomen, dinding abdomen kanan dan kiri simetris, tidak ada massa atau benjolan, tidak terlihat pulsasi aorta abdominalis Auskultasi: Peristaltik usus 9 kali per menit. Pada aorta abdominalis, arteri renalis, arteri iliaka, dan arteri femoralis tidak didapatkan adanya bising renal. Perkusi: Perkusi orientasi terdapat bunyi timpani di 4 kuadran. Tidak ada pembesaran lien. Palpasi: Tidak ada nyeri superfisial, tidak ada nyeri tekan pada semua kuadran 11. Muskuloskeletal Tidak ada kelemahan anggota gerak

11

DATA PENUNJANG

1. Laboratorium

a. Darah rutin b. Urin rutin c. Profil lipid d. Faal hati e. Faal ginjal

: Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada

f. Faal jantung : Tidak ada g. Gula Darah : Tidak ada

2. Radiologi

: Rontgen dada pada 25 Februari 2013

EKG

: Tidak ada

3. Lain-lain

: Pemeriksaan Sputum pada 25 Februari 2013

C. DAFTAR MASALAH

1. Asma Bronkial 2. Urtikaria 3. Tidak rutin berolahraga 4. Kekeruhan lensa pada mata kanan dan kiri 5. Presbiopi 6. Gigi banyak yang tanggal 7. Pendengaran menurun

12

KUESIONER KESEHATAN USIA LANJUT

1. Kesehatan umum a. Secara umum anda menggambarkan kesehatan anda saat ini : Sempurna/ sangat baik/ Baik/ cukup/ kurang baik b. Seberapa parah nyeri pada tubuh yang anda rasakan selama 4 minggu terakhir : Tidak pernah/ sangat ringan/ ringan/ sedang / parah/ sangat parah

2. Kemampuan melakukan kegiatan a. Kemampuan melakukan aktivitas hidup sehari-hari/ activity daily living (AHS /ADL) Lingkari tanda (I) jika anda dapat melakukan sendiri, ( A) jika anda

membutuhkan bantuan orang lain, (D) jika anda tidak dapat melakukan sama sekali. Berjalan Memakai baju Mandi Makan BAB/BAK Berdandan I I I I I I A A A A A A D D D D D D

b. Kemampuan

melakukan

kegiatan

harian

instrumental

(AHS

instrumental/ IADL) Menggunakan telepon Berbelanja Menyiapkan makanan Mengerjakan pekerjaan rumah Meminum obat Mengatur keuangan I I I I I I A A A A A A D D D D D D

13

Mencuci Bepergian (naik bis, taksi,sepeda,dll)

I I

A A

D D

3. Review sistem organ pada usia lanjut a. Apakah anda kesulitan dalam menyetir kendaraan, menonton TV, atau membaca karena kurang jelasnya pengelihatan anda ? b. Dapatkah anda mendengarkan suara percakapan biasa ? Apakah anda menggunakan alat bantu dengar ? c. Apakah anda merasa mudah lupa ? d. Apakah anda mengalami penurunan berat badan selama 6 bulan terakhir ? e. Apakah anda dapat mengontrol BAK? Apakah anda dapat mengontrol BAB ? f. Berapa kali anda jatuh dalam setahun terakhir ? g. Apakah anda meminum alkohol ? Ya/Tidak Ya/Tidak Ya/Tidak Tidak pernah Ya/Tidak Ya/Tidak Ya/Tidak Ya/Tidak Ya/Tidak

Jika ya, berapa banyak alkohol yang anda minum per minggu ?

4. Apakah anda tinggal dengan seseorang ? Jika ya, siapa ? Anak / Saudara / Teman / Orang lain Siapa yang akan membantu anda dalam kondisi darurat ? Istri dan anak yang terakhir

Ya/Tidak

Siapa yang menbantu anda memutuskan perawatan kesehatan jika anda dalam keadaan tidak mampu berkomunikasi ? Istri dan anak yang terakhir

14

MINI MENTAL STATE EXAMINATION (MMSE)

No. Pasien No. CM

: ___________ : ___________

Nama Pasien Umur

: Bp. S : 69 tahun

No 1. Tanggal 2. Hari 3. Bulan 4. Tahun I Orientasi 5. Musim 6. Ruangan 7. Rumah Sakit 8. Kota 9. Propinsi 10. Negara REGISTERASI (mengingat 3 kata) II Pasien diminta menirukan 3 kata 11. Bola yg 12. Melati 13. Kursi 14. 93 atau U ATENSI/ KALKULASI (serial 100-7 atau 15. 86 atau Y III sebut urutan huruf dari belakang kata 16. 79 atau H WAHYU) 17. 72 atau A 18. 65 atau W REKOL (MEMORI) (Mengingat kembali 11IV 13) 19. Bola 20. Melati 21. Kursi V BAHASA penyebutan 22. Jam tangan (arloji)

Nilai 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

disebutkan pemeriksa)

1 1 1 1

15

Pasien diperintahkan untuk menyebutkan 23. Pensil benda yg ditunjuk pemeriksa Pengulangan

24. Namun, tanpa, dan 1 bila 25. Ambil kertas 1

Pengertian verbal (perintah kalimat 25-27) Mengetahui pengertian terhadap

dengan tangan kanan

suatu 26. Lipatlah menjadi 1 dua 27. Letakkan di lantai 1 1

permintaan pd pasien

Membaca dan pengertian terhadap bahasa 28. Tutup mata anda tulisan Menulis (kalimat yang dapat dimengerti) 29. (Tulis

kalimat 1

lengkap)
Tiru gambar ini

KONSTRUKSI VI TUTUP MATA ANDA

NILAI MMSE

30

PENILAIAN

Normal Dugaan MCI (Mild Cognitif Impairment) Probabilitas kognitif terganggu/ dugaan demensia Gangguan kognitif definitif

= > 28 = 24 - 28 = 17 - 23 = 0 - 16

Hasil pemeriksaan yang dilakukan pada Bp. S adalah 29 yang menunjukkan bahwa tidak ada gangguan kognitif.

16

SKALA DEPRESI USIA LANJUT

Nama Pasien Tanggal

: Bp. S : 9 Juli 2013

Instruksi : Pilihlah jawaban yang paling tepat untuk menggambarkan perasaan anda

No Pertanyaan 1. 2. Apakah anda merasa puas dengan hidup ini ?

Jawaban Ya / Tidak

Skor Ya Ya

Pernahkah anda meninggalkan aktivitas dan hobby Ya / Tidak anda?

3. 4. 5.

Apakah anda merasa hidup anda kosong ? Apakah anda sering merasa bosan ?

Ya / Tidak Ya / Tidak

Tidak Tidak Ya

Apakah anda dalam keadaan semangat hampir setiap Ya / Tidak waktu ?

6.

Apakah anda takut akan ada hal buruk yang menimpa Ya / Tidak anda ?

Tidak

7. 8. 9.

Apakah anda merasa gembira hampir setiap waktu ? Apakah anda sering merasa tidak terbantu ?

Ya / Tidak Ya / Tidak

Ya Tidak Tidak

Apakah anda lebih senang tinggal di rumah daripada Ya / Tidak pergi keluar dan melakukan hal baru ?

10. Apakah anda merasa mempunyai masalah dengan Ya / Tidak daya ingat/konsentrasi anda? 11. Menurut anda apakah hidup itu indah ? Ya / Tidak

Tidak

Ya Tidak

12. Apakah anda merasa tidak berharga dengan kondisi Ya / Tidak sekarang? 13. Apakah anda merasa penuh dengan energi ? Ya / Tidak

Ya Tidak

14. Apakah anda merasa tidak ada harapan dengan kondisi Ya / Tidak sekarang ?

17

15. Apakah anda pikir sebagian besar orang lebih baik Ya / Tidak daripada anda ? TOTAL

Tidak

Interpretasi pemeriksaan Skala Depresi Usia Lanjut :

SKALA DEPRESI GERIATRI :

1. Tidak 2. Ya 3. Ya 4. Ya 5. Tidak 6. Ya 7. Tidak 8. Ya 9. Ya 10. Ya 11. Tidak 12. Ya 13. Tidak 14. Ya 15. Ya

Tiap jawaban sesuai diberi skor 1 Skor 0-5 adalah normal Skor di atas 5 mengarah pada depresi

Berdasarkan pemeriksaan ini, skor Bp. S adalah 1 sehingga dikatakan normal, tidak ada tanda-tanda yang mengarah ke depresi.

18

Pedoman Diagnosis Depresi merujuk pada ICD-10

Gejala utama : 1. Dirinya merasa sedih 2. Energi tidak ada/ Berkurangnya energi 3. Penurunan minat/hobi Gejala lainnya : 4. Rasa harga diri dan kepercayaan diri turun/berkurang 5. Rasa bersalah dan tidak berguna 6. Tidak mau makan/ nafsu makan berkurang 7. Konsentrasi dan perhatian berkurang 8. Selalu was-was pada masa depan (pandangan masa depan yang suram atau pesimistis) 9. Seksual/libido berkurang 10. Sulit tidur 11. Ingin merusak diri

Ya / Tidak Tidak Tidak Tidak

Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak

Ya Tidak Tidak

Depresi ringan : Bila terdapat 2 gejala utama dan 3 gejala lainnya Depresi sedang : Bila terdapat 2 gejala utama dan 4 gejala lainnya Depresi berat : Bila terdapat 3 gejala utama dan > 4 gejala lainnya

Berdasarkan pemeriksaan ini, Bp. S tidak mengalami depresi karna hanya terdapat 1 gejala yang dialami oleh Bp. S.

19

ASESMEN NUTRISI

A. NUTRISI SUBYEKTIF Naik 1. Apakah 1-2 bulan terakhir ada perubahan berat badan 2. Apakah ada perubahan nafsu makan YA 3. Apakah ada : perubahan pembauan pengecapan lidah 4. Apakah ada masalah : mengunyah menelan 5. Apakah ada masalah dengan gigi 6. Apakah ada gangguan pencernaan : mencret sembelit mual muntah TIDAK tetap turun

B. POLA MAKAN 1. Kebiasaan makan pagi : Ya / Tidak 2. Kebiasaan makan siang : Ya / Tidak 3. Kebiasaan makan sore : Ya / Tidak 4. Kebiasaan selingan / ngemil : Ya / Tidak ; Ya, sebutkan 5. Alergi makanan : Ya / tidak ; Ya, sebutkan 6. Sebutkan bahan makanan yang biasa dikonsumsi : a. Makanan pokok : Nasi b. Lauk Hewani c. Lauk Nabati d. Sayuran e. Buah-buahan f. Minuman : Ikan asin, telur : Tempe tahu : sayur bayam, kangkung, daun papaya, terong : jeruk : teh manis

20

ASESMEN ORAL UNTUK USILA

1. Apakah dapat membedakan jenis-jenis rasa makanan ? Jika Tidak, jelaskan . 2. Apakah saat ini memakai gigi tiruan ? Jika Ya, sudah berapa lama: 4 tahun 3. Apakah mengalami kesulitan waktu mengunyah makanan? Jika Ya, jelaskan 4. Apakah merasakan ada gangguan waktu membuka mulut lebar ? 5. Apakah menu makanan sehari-hari dalam bentuk lembek ? 6. Apakah merasakan sakit atau ada kelainan di daerah telinga setelah makan ?

Ya / Tidak

Ya / Tidak

Ya / Tidak

Ya / Tidak Ya / Tidak

Ya / Tidak

Jika Ya, jelaskan 7. Apakah ada rasa sakit atau gangguan waktu menelan ? Jika Ya, jelaskan letaknya 8. Apakah mulutnya terasa kering atau air ludahnya berkurang ? 9. Apakah saat ini sedang minum obat-obatan tertentu ? Jika Ya, jelaskan untuk sakit apa? Pengobatan asma dan urtikaria 10. Apakah merasakan adanya sisa makanan yang tertinggal di mulut makan ? Jika Ya, apa yang dilakukan .. setelah Ya / Tidak Ya / Tidak Ya / Tidak Ya / Tidak

Skor : Untuk setiap jawaban Ya bernilai 1 1-3 = Gangguan ringan 4-6 = Gangguan sedang perlu diperhatikan > 7 = Gangguan berat perlu perhatian khusus

Berdasarkan pemeriksaan ini, Bp. S mengalami gangguan ringan dengan skor 3.

21

REKAPITULASI ASESMEN GERIATRI

1. IDENTITAS Nama Pasien : Bp. S Umur Alamat Pekerjaan : 69 tahun : Mlangi : Tata Usaha SMP

2. DAFTAR MASALAH a. Masalah aktif Asma Bronkial Urtikaria

b. Masalah pasif Tidak rutin berolahraga kekeruhan lensa pada mata kanan dan kiri presbiopi gigi banyak yang hilang pendengaran menurun

3. DD Asma bronkial Bronkitis kronik

4. DIAGNOSA Asma bronkial

22

5. TERAPI

a. NONFARMAKOLOGIS Berhenti merokok Memakai pakaian hangat ketika malam Menggunakan alat bantu kacamata dengan sferis positif

b. FARMAKOLOGIS

Karbosistein 375 mg 3x1 setelah makan Theofilin 130 mg 3x1 setelah makan, diminum bila sesak Cetrizine 10 mg 1x1 diminum bila gatal

6. PLANNING/RENCANA PENATALAKSANAAN

a. Edukasi untuk rutin berolaraga b. Perbanyak makan buah dan sayur c. Rutin memeriksakan kesehatan gigi tiruan

23

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

1. Analisis Daftar Masalah A. Asma Bronkial Sundaru dan Sukamto dalam Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam menjelaskan bahwa asma adalah penyakit inflamasi pada saluran napas, ada 2 tipe asma yaitu asma alergik dan nonalergik. Jalur imunologik yang menyebabkan terjadinya asma adalah pada jalur Ig E, masuknya alergen ke dalam tubu akan diolah oleh APC selanjutnya dikomunikasikan ke sel T helper. Sel T helper inilah yang akan memberikan instruksi melalui interleukin dan sitokin agar sel plasma membentuk Ig E serta sel-sel radang lain seperti mastosit, makrofag, sel epitel, eosinofil, neutrofil, trombosit serta limfosit untuk mengeluarkan mediator inflamasi seperti prostaglandin, leukotrin, platelet activating factor, histamin dan bradikinin yang akan mempengaruhi organ sasaran sehingga menyebabkan peningkatan permeabilitas dinding vaskular, edema saluran napas, infiltrasi sel-sel radang, sekresi mukus dan fibrosis subepitel sehingga menimbulkan hiperaktivitas saluran napas. Saluran napas pada penderita asma sangat peka terhadap rangsangan seperti iritan (debu), zat kimia tertentu, asap rokok, bulu binatang, minyak wangi dan dapat dipicu juga dengan perasaan emosional seperti takut, marah dan putus asa. Biasanya hiperaktivitas saluran napas saluran napas sangat peka terhadap alergen spesifik dan didapat sejak lahir. Obstruksi saluran napas pada asma merupakan kombinasi spasme otot bronkus, sumbatan mukus, edema dan inflamasi dinding bronkus. Obstruksi bertambah berat saat ekspirasi karna secara fisiologis saluran napas menyempit pada fase tersebut. Hal ini mengakibatkan udara distal tempat terjadinya obstruksi terjebak tidak bisa diekspirasi. Selanjutnya terjadi peningkatan volume residu, kapasitas residu fungsional (KRF). Keadaan hiperinflasi ini bertujuan agar saluran napas teta[ terbuka dan pertukaran gas berjalan lancar. Untuk mempertahankan hiperinflasi ini diperlukan otot-otot bantu napas (FKUI, 2009).

24

B. Urtikaria Urtikaria merupakan salah satu penyakit alergi yang terjadi pada kulit. Sama dengan penyakit alergi lainnya, sel mast berperan dalam mencetuskan gejalagejala pada urtikaria, diawali oleh tertangkapnya antigen oada reseptor Ig E yang saling berhubungan dan menempel pada sel mast dan basofil, kemudian mengeluarkan mediator-mediator yang mencetuskan inflamasi seperti histamin (Aisah, 2010).

C. Penglihatan Menurun Pada usia lanjut, fungsi penglihatan banyak terjadi penurunan. Daya akomodasi pada mata tidak semaksimal seperti sebelumnya, dikarenakan otototot pada mata tidak dapat berkontraksi dengan baik. Otot-otot siliaris menjadi lebih lemah dan kendur, dan lensa kristalin mengalami sklerosis, dengan kehilangan elastisitas dan kemampuan untuk memusatkan penglihatan jarak dekat, sehingga tidak dapat melihat dengan baik untuk jarak yang dekat seperti saat membaca yang sering disebut dengan istilah presbiopi. Sehingga diperlukan alat bantu kacamata sferis positif untuk melihat dalam jarak yang dekat. Selain itu, lensa pada mata usia lanjut juga sering perubahan warna dan meningkatnya kekeruhan lensa kristal yang terakumulasi. Implikasi dari hal ini adalah penglihatan menjadi kabur yang mengakibatkan kesukaran dalam membaca dan memfokuskan berkurangnya penglihatan, penglihatan peningkatan sensitivitas terhadap cahaya,

pada malam hari,

gangguan

dalam persepsi

kedalaman atau stereopsis (masalah dalam penilaian ketinggian), perubahan dalam persepsi warna (Ilyas, 2011)

D. Pendengaran Menurun Selain penglihatan, fungsi pendengaran pada usia lanjutpun akan menurun. Mulai dari telinga luar, tengah maupun dalam akan mengalami perubahan degeneratif. Pada telinga luar usia lanjut akan lebih kering, serumen akan lebih sulit dikeluarkan dan menumpuk. Hal ini akan mengganggu hantaran suara menuju telinga tengah. Pada telinga tengah, membran timpani akan semakin

25

menebal dan kaku sehingga getaran yang dihasilkan tidak baik dan mengganggu proses konduksi gelombang suara. Pada telinga dalam terdapat penurunan fungsi sensorineural karna banyak faktor seperti vaskularisasi yang menurun, sehingga mengakibatkan hantaran impuls tidak baik dan akhirnya mengganggu fungsi pendengaran pada usia lanjut (FKUI, 2009)

E. Gigi banyak yang hilang Usia lanjut memiliki banyak penurunan fungsi, termasuk penurunan fungsi gigi sehingga mengganggu proses pengecapan dan bicara. Tanda-tanda proses menua terlihat pada: a. Hilangnya jaringan gigi akibat penggunaan fungsi pengunyah yang terusmenerus. b. Meningkatnya insiden karies gigi pada usia lanjut terutama pada bagian leher gigi dan akar. c. Jaringan penyangga gigi mengalami penurunan fungsi, sehingga gigi mudah goyah dan tanggal. d. Penurunan absorpsi kalsium sehingga pertumbuhan gigi tidak dapat maksimal.

Manfaat penggunaan gigi tiruan pada usia lanjut adalah: 1. Fungsi mengunyah Pada umumnya usia lanjut mengeluh tntang kesulitan mengunyah dan memerlukan waktu yang lama akibat gangguan pada gigi. Selain itu, nafsu makan akan menurun pada usia lanjut disebabkan karna penurunan fungsi indera penghidu dan pengecap sehingga. Sehingga diperlukan gigi tiruan untuk membantu dalam mengunyah. 2. Fungsi berbicara Pada usia lanjut banyak gigi yang tanggal terutama gigi bagian depan sehingga proses bicara akan terganggu dan menjadi kurang jelas. Gangguan bicara juga sering diikuti dengan suara yang lemah dan lambat karna proses

26

degenerasi susunan saraf pusat, sehingga diharapkan dengan pemakaian gigi tiruan dapat membantu funsi bicara pada usia lanjut. 3. Fungsi estetik Dari segi psikologik, fungsi estetik memiliki peranan yang penting dan menambah kepercayaan diri sehingga dapat memperbaiki hubungan sosial usia lanjut dan orang lain 4. Fungsi biologis Gigi tiruan akan memperbaiki faktor biologik dalam rongga mulut, karna gigi tiruan yang baik merupakan kesatuan biologik yang baik dengan jaringan pendukung lainnya dalam rongga mulut. (Darmojo, 2011).

2. Analisis Diagnosis Banding A. Asma Bronkial Asma merupakan penyakit inflamasi saluran napas yang seringkali diturunkan. Ibu dari Bp. S juga menderita asma. Batuk yang dialami Bp. S hanya terjadi bersamaan dengan sesak napas yang muncul apabila udara dingin seperti pada malam hari. Mukus yang dikeluarkanpun tidak sering dan berwarna bening. Pada pemeriksaan fisik ditemukan wheezing pada lobus paru-paru kanan dan ekspirasi memanjang (FKUI, 2009). B. Bronkitis Kronik Bronkitis kronik ditandai dengan batuk kronik yang mengeluarkan sputum mukopurulen selama 3 bulan dalam satu tahun untuk setidaknya 3 tahun. Bronkitis kronik seringkali disebabkan oleh merokok dalam jangka waktu yang lama, sehingga sering diderita oleh laki-laki berusia lebih dari 35 tahun. Auskultasi lobus paru pada pasien bronkitis juga akan ditemukan wheezing. Meskipun Bp. S adalah mantan perokok berat saat muda, namun pada batuk yang dialami hanya terjadi bersamaan dengan sesak napas jika udara dingin dan mengeluarkan mukus yang tidak banyak. Selain itu, ada riwayat asma juga pada ibu pasien (FKUI, 2009).

27

3. Analisis Diagnosa Diagnosis kerja pada Bp. S adalah asma bronkial, berdasarkan pada riwayat ibu yang menderita asma. Selain itu sesak napas yang dialami hanya terjadi saat udara dingin pada malam hari dan disertai batuk dengan sekret bening yang tidak banyak.

4. Analisis Terapi Pengobatan asma menurut GINA (Global Initiative for Asthma) meliputi 5 komponen, yaitu: 1. Bina hubungan yang baik antara pasien dan dokter Kerja sama yang baik antara dokter dan pasien, akan mempercepat tujuan penatalaksanaan asma. Dengan dukungan dokter, pasien didukung untuk dapat mengontrol asmanya. 2. Identifikasi dan kurangi pemaparan faktor risiko Untuk mencapai kontrol asma diperlukan identifikasi mengenai faktorfaktor yang dapat memperburuk gejala asma sehingga diharapkan dapat menghindari dan mengurangi gejala dan serangan asma 3. Penilaian, pengobatan, dan pemantauan keadaan kontrol asma Cetrizine adalah obat golongan antagonis reseptor generasi II. Cetrizin

berguna untuk mengobati alergi tipe eksudatif akut seperti pada urtikaria. Efeknya bersifat paliatif, membatasi dan menghambat histamin yang dilepaskan sewaktu reaksi antigen-antibodi terjadi. Dosis yang dapat diberikan adalah 5-10 mg 1x1 hari. Masa kerja cetrizine adalah 12-24 jam. Sedangkan efek samping yang dapat ditimbulkan akibat mengkonsumsi obat ini yang paling sering adalah mengantuk, yang justru akan menguntungkan pasien sehingga dapat beristirahat dengan cukup. Karbosistein berfungsi sebagai mukolitik pada pasien dengan bronkitis akut maupun kronik, bronkiektasis, sinusitis maupun laringitis.

Penggunaan obat ini diharapkan dapat mengencerkan dahak sehingga mudah dikeluarkan saat batuk dan dahak tidak menyumbat saluran pernapasan. Obat ini dapat diberikan dengan dosis awal 750 mg sebanyak

28

3 kali sehari dan harus diberikan setelah makan. Efek sampingnya adalah gangguan pada sistim pencernaan. Teofilin berfungsi sebagai bronkodilator dan dapat digunakan sebagai obat profilaksis pada penderita asma bronkial. Seperti halnya karbosistein, teofilin juga memiliki efek samping gangguan pada gastrointestinal, sehingga kontraindikasi penggunaan obat ini adalah pasien dengan penyakit sistim pencernaan seperti ulkus peptikum dan gastritis. Teofilin diberikan apabila sesak napas pada asma kambuh dengan dosis 200-400 mg tiap 12 jam, obat ini dapat diberikan 3-4 kali sehari (FKUI, 2008). 4. Merencanakan pengobatan asma akut Prinsip pengobatan asma akut adalah memelihara saturasi oksigen yang cukup (Sa 92%) dengan memberikan oksigen, melebarkan saluran

napas dengan pemberian bronkodilator aerosol (agonis beta 2 dan ipratropium bromida) dan mengurangi inflamasi serta mencegah

kekambuhan dengan memberikan kortikosteroid sistemik. 5. Penatalaksanaan asma pada kondisi khusus Beberapa keadaan pada asma yang perlu mendapat perhatian khusus apabila pasien asma juga mengalami kehamilan, pembedahan, rinitis, sinusitis, refluks gastroesofagial dan anafilaktik.

29

Daftar Pustaka
Aisah, S. 2010. Urtikaria dalam Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Jakarta: FK UI. Anonym. 2009. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid II. Jakarta: FK UI. Darmojo, B. Martono, H. H. 2011. Buku Ajar Geriatri (Ilmu Kesehatan Usia Lanjut). Jakarta: FKUI. Departemen Farmakologi FKUI. 2008. Farmakologi dan Terapi. Jakarta: Balai Penerbit FKUI. Ilyas, S. Yulianti, S. R. 2011. Ilmu Penyakit Mata. Jakarta: Badan Penerbit FKUI. Soepardi, E. A. et al. 2009. Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok Kepala dan Leher. Jakarta: Badan Penerbit FKUI.

30

LAMPIRAN

31