Anda di halaman 1dari 10

SAP (SATUAN ACARA PENGAJARAN)

Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan Sasaran Tempat Hari/Tanggal Alokasi Waktu Pemateri I. : Diabetes Melitus : Pencegahan komplikasi diabetes mellitus : Ny. I dan keluarga : Rumah Keluarga Tn. I, RT 01 RW 06 Kel Kebon Waru Kec Batu Nunggal Kota Bandung : 8 Juli 2013, pukul 11.00 : 20 menit : Tita Siti Nurhala Tujuan Instruksional Umum Setelah mengikuti penyuluhan ini, diharapkan sasaran mampu memahami perawatan diabetes mellitus. II. Tujuan Instruksional Khusus Setelah dilakukan penyuluhan selama 20 menit sasaran dapat : 1. 2. 3. III. Menjelaskan pengertian diabetes mellitus Menyebutkan komplikasi diabetes mellitus Menyebutkan cara pencegahan komplikasi diabetes mellitus

Karakteristik Sasaran Karakteristik sasaran dalam penyuluhan ini adalah klien Ny. I beserta keluarganya yang tinggal serumah dengan klien yang belum memahami dengan benar penyakit diabetes melitus, komplikasi, dan cara pencegahan terjadinya komplikasi.

IV.

Analisa Tugas Know Diabetes mellitus Komplikasi diabetes mellitus Pencegahan komplikasi diabetes mellitus

Do Menjelaskan secara lancar dan benar tentang : V. Definisi penyakit Diabetes mellitus Komplikasi penyakit diabetes mellitus Cara pencegahan komplikasi penyakit Diabetes mellitus Memperhatikan penjelasan yang dinerikan pemateri Menjawab pertanyaan yang diajukan pemateri.

Show

Pokok Bahasan Diabetes mellitus

VI.

Sub pokok Bahasan a. b. c. Definisi Diabetes Mellitus Komplikasi Diabetes Mellitus Cara pencegahan komplikasi Diabetes mellitus

VII.

Materi Penyuluhan a. b. c. Definisi Diabetes mellitus Komplikasi Diabetes mellitus Cara pencegahan komplikasi Diabetes mellitus

VIII.

Alokasi Waktu Apersepsi Rangkuman/penutup : 2 menit : 6 menit Penjelasan/uraian materi : 12 menit

IX.

Startegi pembelajaran Menjelaskan materi Menggunakan media pembelajaran untuk mempermudah pemahaman sasaran

X. Tahap Pra

Pengadakan evaluasi dalam bentuk tanya jawab

Kegiatan Pembelajaran Waktu 2 menit 1. 2. 3. 4. 5. Kegiatan Pengajar Salam pembuka Memperkenalkan diri Menjelaskan subtopik Menjelaskan maksud dan tujuan Kontrak waktu Kegiatan Peserta 1. Menjawab salam 2. Memperhatikan 3. Memperhatikan 4. Memperhatikan 5. Memperhatikan dan menyetujui kontrak waktu 1. Memperhatikan Ceramah Leaflet Metode Ceramah Media -

Uraian Materi

13 menit

Penutup

5 menit

1. Menjelaskan tentang: a. Definisi diabetes mellitus b. Komplikasi diabetes mellitus c. Cara pengendalian diabetes mellitus 1. Memberikan kesempatan untuk bertanya hal yang belum dimengerti 2. Memberikan pertanyaan pada sasaran 3. Menyimpulkan seluruh proses belajar 4. Membagikan leaflet 5. Salam penutup

1. Mengajukan pertanyaan 2. Menjawab pertanyaan yang 3. Memperhatikan penyaji 4. Menerima leaflet 5. Menjawab salam

Ceramah

XI. XII.

Media Pembelajaran Lembar Balik, leaflet Metode pembelajaran 1. Ceramah 2. Tanya Jawab

XIII.

Evaluasi Prosedur Bentuk : Post test : Essay

Jenis XIV.

: Lisan Jelaskan definisi diabetes mellitus dengan benar! Sebutkan komplikasi diabetes mellitus dengan benar! Jelaskan cara pencegahan komplikasi diabetes mellitus dengan benar!

Kepustakaan Gitarja, Widasari Sri. 2008. Perawatan luka diabetes. Bogor : Wocare Indonesia
Price Sylvia, A (1994), Patofisiologi: Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit. Jilid 2 . Edisi 4. Jakarta. EGC Smeltzer Suzanne, C. 2006. Buku Ajar Medikal Bedah, Brunner & Suddart. Edisi 8. Vol 3. Jakarta. EGC

http://www.docstoc.com/docs/6971035/DIET-PENYAKIT-DM-per http://journal.uii.ac.id/index.php/Snati/article/viewFile/1175/1003 http://ebooks.lib.unair.ac.id/files/disk1/22/adln--departemen-1096-112034264-m.pdf

MATERI DIABETES MELLITUS DAN PENGENDALIANNYA 1. Pengertian Diabetes Mellitus Diabetes mellitus adalah suatu penyakit dimana kadar glukosa (gula sederhana) di dalam darah tinggi karena tubuh tidak dapat melepaskan atau menggunakan insulin secara cukup. Menurut kriteria diagnostik PERKENI (Perkumpulan Endokrinologi Indonesia) 2006, seseorang dikatakan menderita diabetes jika memiliki kadar gula darah puasa >126 mg/dL dan pada tes sewaktu >200 mg/dL Tipe Diabetes Mellitus Diabetes Mellitus tipe 1 Yaitu diabetes yang dikarenakan oleh adanya destruksi sel pankreas yang secara absolut menyebabkan defisiensi insulin. Diabetes Mellitus tipe ini disebut juga Diabetes Mellitus tergantung insulin (IDDM), yaitu penyakit autoimun yang ditentukan secara genetic dengan gejala-gejala yang pada akhirnya menuju pada proses bertahap perusakan imunologik sel-sel yang memproduksi insulin. Pada penderita diabetes tipe I mengalami gejala antara lain, sering buang air kecil, terus lapar dan haus, berat badan turun, kelelahan, penglihatan kabur, infeksi pada kulit yang berulang, meningkatnya kadar gula dalam darah dan air seni. Diabetes jenis ini cenderung terjadi pada mereka yang berusia di bawah 20 tahun. Diabetes Mellitus tipe 2 Yaitu diabetes yang dikarenakan oleh adanya kelainan sekresi insulin yang progresif dan adanya resistensi insulin.Pankreas tetap menghasilkan insulin, kadang kadarnya lebih tinggi dari normal. Tetapi tubuh membentuk kekebalan terhadap efeknya, sehingga terjadi kekurangan insulin relative. Penderita diabetes tipe 2 bisa tidak menunjukkan gejala-gejala selama beberapa tahun. Jika kekurangan insulin semakin parah, maka timbullah gejala yang sering berkemih dan sering merasa haus. Jarang terjadi ketoasidosis

2. Komplikasi Diabetes Mellitus Komplikasi Akut Komplikasi akut terjadi jika kadar glukosa darah seseorang meningkat atau menurun dengan tajam dalam waktu relatif singkat. Kadar glukosa darah bisa menurun drastis jika penderita menjalani diet yang terlalu ketat. Perubahan yang besar dan mendadak dapat berakibat fatal. Dalam komplikasi akut dikenal beberapa istilah sebagai berikut: 1. Hipoglikemia Keadaan seseorang dengan kadar glukosa darah di bawah nilai normal. Gejala hipoglikemia ditandai dengan munculnya rasa lapar, gemetar, mengeluarkan keringat, berdebar-debar, pusing, gelisah, dan penderita bisa menjadi koma. 2. Ketoasidosis diabetik koma diabetik Yang diartikan sebagai keadaan tubuh yang sangat kekurangan insulin dan bersifat mendadak akibat infeksi, lupa suntik insulin, pola makan yang terlalu bebas, atau stres. 3. Koma hiperosmoler non ketotik Diakibatkan adanya dehidrasi berat, hipotensi, dan shock. Karena itu, koma hiperosmoler non ketotik diartikan sebagai keadaan tubuh tanpa penimbunan lemak yang menyebabkan penderita menunjukkan pernapasan yang cepat dan dalam (kusmaul). 4. Koma lakto asidosis Keadaan tubuh dengan asam laktat yang tidak dapat diubah menjadi bikarbonat. Akibatnya, kadar asam laktat dalam darah meningkat dan seseorang bisa mengalami koma. Komplikasi Kronis Komplikasi kronis diartikan sebagai kelainan pembuluh darah yang akhirnya bisa menyebabkan serangan jantung, gangguan fungsi ginjal, dan gangguan. Komplikasi kronis sering dibedakan berdasarkan bagian tubuh yang mengalami kelainan, seperti kelainan di bagian mata (katarak, glaucoma, dan diabetic retinophaty); jantung (atherosclerosis dan microangiopathy); urogenital,saraf (lesi pada satu syaraf,

autonomic neurophaty); ginjal (glomerulosklerosis); dan kulit (luka yang sukar sembuh) hingga amputasi. 3. Cara Pengendalian Diabetes Mellitus Manajemen Nutrisi ( Diet ) Prinsip: - Jumlah kalori ditentukan menurut umur, jenis kelamin, BB, TB, aktivitas sehari-hari dan kondisi tubuh Penggunaan karbihidrat sesuai kebutuhan, terutama menghindari penggunaan KH sederhana (gula pasir, gula merah dan gula batu) Protein cukup sesuai kebutuhan Pilihlah lemak tak jenuh Tinggi serat Sumber Protein Hewani : daging kurus, ayam tanpa kulit, ikan dan putih telur Sumber Protein Nabati : tempe, tahu, kacang-kacangan(kacang hijau, kacang merah, kacang kedele) Sayuran : kangkung, daun kacang, oyong, ketimun, tomat, labu air, kol, kembang kol, sawi, lobak, seledri, selada, terong Buah-buahan atau sari buah : jeruk siam, apel, pepaya, melon, jambu air, salak, semangka, belimbing Susu Skim atau susu rendah lemak misalnya yogurt, susu kacang

Bahan Makanan yang Dianjurkan : -

Latihan /Olahraga Teratur Manfaat : - Meningkatkan energi - Membakar kelebihan kalori - Meningkatkan sensitivitas insulin - Meningkatkan kadar kolesterol HDL Latihan fisik - 5 10 pemanasan - 20 30 latihan aerobik (75 80% denyut jantung maksimal) - 15 20 pendinginan

Hal yang Perlu Diperhatikan : - Latihan dilakukan 3 5x/minggu Jangan lakukan latihan jika glukosa darah > 250 mg/dl Jika glukosa darah < 100 mg/dl sebelum latihan makan camilan dulu Rekomendasi latihan bagi penderita yang mengalami komplikasi disesuaikan dengan kondisinya Sediakan camilan karbohidrat sederhana Lakukan latihan 2 jam setelah makan

Kontrol Gula Darah Secara Teratur Perawatan Kaki Diabetik Merawat kaki secara teratur setiap hari, dengan cara : Selalu menjaga kaki dalam keadaan bersih. Membersihkan dan mencuci kaki setiap hari dengan air, suam-suam kuku dengan memakai sabun lembut dan mengeringkan dengan sempurna dan hati-hati terutama diantara jari-jari kaki. Memakai krem kaki yang baik pada kulit yang kering atau tumit yang retak-retak, supaya kulit tetap mulus, dan jangan menggosok antara jarijari kaki (contoh: krem sorbolene). Tidak memakai bedak, sebab ini akan menyebabkan kulit menjadi kering dan retak-retak. Menggunting kuku hanya boleh digunakan untuk memotong kuku kaki secara lurus dan kemudian mengikir agar licin. Memotong kuku lebih mudah dilakukan sesudah mandi, sewaktu kuku lembut. Kuku kaki yang menusuk daging dan kalus, hendaknya diobati oleh podiatrist. Jangan menggunakan pisau cukur atau pisau biasa, yang bias tergelincir; dan ini dapat menyebabkan luka pada kaki. Jangan menggunakan penutup kornus/corns. Kornus-kornus ini seharusnya diobati hanya oleh podiatrist. Memeriksa kaki dan celah kaki setiap hari apakah terdapat kalus, bula, luka dan lecet. Menghindari penggunaan air panas atau bantal panas.

Penggunaan alas kaki tepat, dengan cara : 1. Tidak boleh berjalan tanpa alas kaki, termasuk di pasir. 2. Memakai sepatu yang sesuai atau sepatu khusus untuk kaki dan nyaman dipakai. 3. Sebelum memakai sepatu, memerika sepatu terlebih dahulu, kalau ada batu dan lain-lain, karena dapat menyebabkan iritasi/gangguan dan luka terhadap kulit. 4. Sepatu harus terbuat dari kulit, kuat, pas (cukup ruang untuk ibu jari kaki) dan tidak boleh dipakai tanpa kaus kaki. 5. Sepatu baru harus dipakai secara berangsur-angsur dan hati-hati. 6. Memakai kaus kaki yang bersih dan mengganti setiap hari. 7. Kaus kaki terbuat dari bahan wol atau katun. Jangan memakai bahan sintetis, karena bahan ini menyebabkan kaki berkeringat. 8. Memakai kaus kaki apabila kaki terasa dingin. 9. Menghindari trauma berulang, trauma dapat berupa fisik, kimia dan termis, yang biasanya berkaitan dengan aktivitas atau jenis pekerjaan.

Terapi Insulin Indikasi: - Ketoasidosis, koma hiperosmolar dan asidosis laktat - Stres berat (infeksi sistemik, operasi berat) - BB menurun dengan cepat - Kehamilan/DM gestasional yg tidak terkendali dg perencanaan makan - Tidak berhasil dikelola dengan OHO dosis maksimal atau ada kontra indikasi dengan OHO

SATUAN ACARA PENGAJARAN PENCEGAHAN KOMPLIKASI DIABETES MELLITUS

Disusun oleh :

Tita Siti Nurhala 220112120012

PROGRAM PROFESI NERS ANGKATAN XXIV UNIVERSITAS PADJADJARAN BANDUNG 2013