Anda di halaman 1dari 24

PENDAHULUAN

Salam Biker !!! Selamat datang di teknologi Digital Intelligent, sistem terapan teknologi masa depan. Dunia otomotif tidak terlepas dari kemajuan elektronik yang maju dengan pesat, mulai dari analog sampai sistem cerdas buatan (Artificial Intelligent). Microprosessor Digital membuat segalanya menjadi mungkin diwujudkan dengan penerapan yang mudah dan hasil yang maksimal. Oleh sebab itu kami menyebut sistem teknologi kami, adalah : INTELLIGENT TEKNOLOGI dengan HASIL MAXIMUM Teknologi i-MAX menggunakan microprosessor generasi masa depan hingga tahun 2010 dari NXP founded by Phillips Semiconductor, dengan akses memori super cepat yaitu FLASH memory. Bintang Racing Team (BRT) dan Team Research and Development, telah berhasil mengembangkan sistem pengapian (Ignition System) terbaru dan sangat mudah diaplikasikan yaitu : i-MAX Intelligent Programmable Remote CDI dan Smart Click 16 Digital Preprogrammed Maps

(BUKU CERDAS)

Konsep pengembangan : Kami mengerti yang Anda butuhkan ,.


Team kami, terus mengembangkan sistem pengapian Digital super canggih dan mudah diaplikasikan oleh para tuner pemula atau senior dengan harga yang bersaing.

Inovasi terdepan
Kerjasama dengan beberapa pabrikan semikondukctor terbesar di dunia menjadikan kami memiliki selalu menjadi terdepan untuk penerapan semikonduktor canggih di Indonesia.

Intelligent SERVICE
Dengan tekad yang kuat untuk memberikan pelayanan yang baik, maka kami selalu menjaga kualitas produk dan kualitas pelayanan.

Intelligent CUSTOMER
Dengan mutu terjamin dan harga yang bersaing, maka anda adalah pelanggan kami yang Intelligent (cerdas)

Intelligent RACING PERFORMANCE


Team kami selalu mengembangkan part-part Racing dengan Performa tinggi yang teruji secara laboratorium.

Akhir kata, terimakasih atas dukungan teman-teman biker. Salam, Tomy Huang dan Team

PT.TRIMENTARI NIAGA

Mesin 4T terdiri dari 4 langkah proses yaitu : 1. Isap (Intake) 2. Kompresi (Compression) 3. Usaha (Power/Ignition) 4. Buang (Exaust)

CARA PEMAHAMAN : Kurva pengapian pada 0 sampai 2000 rpm adalah 15 (Langsam/Stasioner) Kurva pengapian pada 2001 sampai 3000 rpm adalah pergeseran linier (transisi) Kurva pengapian pada 3001 sampai 10.000 rpm adalah 30 KESIMPULAN : Kurva pengapian di atas adalah 2 steps saja ---yaitu : 15-30

Proses mesin bagaimana? 15- 30

PROSES
TMA 15

Terjadi pada saat langkah kompresi Di bawah 2000 rpm, busi menyala pada 15 sebelum TMA Jika lebih besar dari 15, maka: 1. Langsam mesin akan pinjang dan tidak normal 2. Stater kaki (Kick Stater) akan menendang balik. Jika lebih kecil dari 15, maka: 1. Langsam mesin akan lamban. 2. Tarikan mesin akan menjadi berat. Di atas 3000 rpm, busi menyala pada 30 sebelum TMA

1. 2. 3. 4. 5.

Saluran Isap dan Buang Noken As / Cam Shaft Perbandingan Kompresi Timing Pengapian Transmisi

(Flow Head Cylinder) (Valve Timing) (Compresition Ratio) (Ignition Timing/CDI)

Istilah teknik : 1. Kurva Pengapian (Ignition Curve) 2. Map/Mapping 3. Ignition Timing (Waktu Pengapian)

SAMA
TMA 30

PERHATIAN !!! Pada saat busi menyala, diruang bakar belum terjadi ledakan Ledakan terjadi beberapa saat setelah piston melewati TMA

Kurva pengapian adalah program kurva yang menggambarkan karakteristik waktu pengapian yang dilakukan oleh CDI. Seorang mekanik harus mengerti membaca ilustrasi sebuah grafik Kurva Pengapian, agar dapat menyeting kurva yang tepat untuk sebuah mesin yang sedang dikembangkan. CONTOH :
BTDC KURVA PENGAPIAN CATATAN : IDLE TRANSISI ADVANCE BTDC TMA TMB : Langsam/Stasioner : Pergeseran timing : Kurva Maju : Sebelum TMA : Titik Mati Atas : Titik Mati Bawah

Kurva pengapian dipengaruhi oleh :


Perbandingan Kompresi Durasi Noken As (Cam Shaft)

30

15 IDLE TRANSISI 3000 ADVANCE 10000 RPM

Foto ledakan yang terjadi di ruang bakar mulai 5, setelah piston melewati TMA.

2000

1. GENERASI PERTAMA
BTDC

3. GENERASI KETIGA KURVA PENGAPIAN


BTDC

KURVA PENGAPIAN

E 1 F

Teknologi Tipe Fitur Aplikasi

: Analog : AC : Fixed Ignition Timing : Standar Harian (OEM)

RPM

RPM

Teknologi Tipe Fitur Aplikasi

: Analog : DC : Advance Ignition Timing ( 2 Steps Advance) : Standar Harian (OEM)

2. GENERASI KEDUA
BTDC

KURVA PENGAPIAN
Low Voltage Protection AUTOMATIC

RPM

Teknologi Tipe Fitur Aplikasi

: Analog : AC : Advance Ignition Timing ( 2 Steps Advance) : Standar Harian (OEM)

4. GENERASI KEEMPAT
BTDC

KURVA PENGAPIAN

E2 E1

Teknologi Tipe Fitur Aplikasi

: Digital : AC : Advance Ignition Timing (Multi Steps Advance) : Standar Harian (OEM)

RPM

5. GENERASI KELIMA 7. GENERASI KETUJUH


BTDC

KURVA PENGAPIAN

BTDC

KURVA PENGAPIAN

E2 E1

E2 E1

RPM

Teknologi Tipe Fitur Aplikasi

: Digital : DC : Advance Ignition Timing (Multi Steps Advance) : Standar Harian (OEM)

Teknologi Tipe Fitur Aplikasi


Low Voltage Protection AUTOMATIC

: Digital : DC HYPERBAND : Advance Ignition Timing (Multi Steps Advance) : Racing

RPM

Low Voltage Protection AUTOMATIC

GENERASI KEENAM
BTDC

8. GENERASI KEDELAPAN KURVA PENGAPIAN


BTDC

KURVA PENGAPIAN

E2 E1

E2 E1 MAP-1 MAP-2

RPM

RPM

Teknologi Tipe Fitur Aplikasi

: Digital : AC HYPERBAND : Advance Ignition Timing (Multi Steps Advance) : Racing

Teknologi Tipe Fitur Aplikasi

: Digital : DC DUAL BAND : Advance Ignition Timing (Multi Steps Advance) : Tune Up/Racing/Kompetisi

Low Voltage Protection AUTOMATIC

Dual Band

9. GENERASI KESEMBILAN

11. GENERASI KESEBELAS (INTELLIGENT TECHNOLOGY)

Teknologi Tipe Fitur Aplikasi

: Digital : DC MASTER CHIP : Advance Ignition Timing 8 Chip Maps : Tune Up/Racing/Kompetisi
Low Voltage Protection AUTOMATIC

Teknologi Tipe Fitur

: Digital : DC PROGRAMMABLE REMOTE (DUAL BAND) : i-MAX Programmable Remote 8 Steps Kurva Pengapian Limiter program

Intelligent Maximum

10. GENERASI KESEPULUH (INTELLIGENT TECHNOLOGY)

16 Digital Preprogramming Maps

16 Digital Preprogramming Limiter

Teknologi Tipe Fitur

Teknologi Tipe Fitur

: Digital : DC SMART CLICK : Advance Ignition Timing 16 Map Selektor 16 Step Limiter selektor : Tune Up/Racing/Kompetisi
Intelligent Maximum

: Digital : DC PROGRAMMABLE REMOTE (SINGLE BAND) : i-MAX Programmable Remote 8 Steps Kurva Pengapian Limiter program

Aplikasi

Low Voltage Protection AUTOMATIC

Dual Band
Low Voltage Protection AUTOMATIC

Dual Band
MAP LIMITER

SPESIFIKASI CDI DC DIGITAL


I. ELEKTRONIK 1. Tegangan Kerja 2. Ignition Control 3. Microprocessor 4. 5. 6. 7. 8. Konsumsi Arus Tegangan Out (Max) Temperatur Lingkungan Memori Mapping : 9 s/d 18 Volt : Digital MCU 8 Bit Flash : LPC 92 Flash Series 12Mhz Power by NXP Founded by Philips. : : : : : 0.1 s/d 0.75 A 270 Volt -15C s/d 80C Programmable by Remote (i-MAX Series) Switch Selector ( Smart Click Series)

Soket Utama CDI


Digubungkan langsung ke kabel bodi

Indikator Aki
Tanda arus listrik mengalir ke CDI

Soket Dualband

CLICK Limiter

CLICK Kurva Pengapian


31 29 27 41 39 37 33 35

II. MEKANIKAL
11

12 13 14 15 16

1. 2. 3. 4. 5. 6.

Logo Dimensi (PxLxT)mm Casing Material Bonding Shock test Berat

: : : : : :

i-MAX / Smart Click xxx ABS with Cubic Printing by Japan Tech. Black Water Proof 10 Gravitasi xxx Gram

10 17

x 1000 rpm 16 Click Pilihan Limiter

BTDC (Sebelum TMA) 16 Click Pilihan Kurva Pengapian

DUAL BAND

SPESIFIKASI REMOTE PROGRAMER


I. ELEKTRONIK 1. Tegangan Kerja 2. Display 3. Microprocessor 4. 5. Konsumsi Arus Function key : 12 Volt : 5 Digit 7 Segment : LPC 92 Flash Series 12Mhz Power by NXP Founded by Philips. : 0.1 A : Menu, Edit, Enter (Read), Up, Down

Jika ON, maka kurva naik 2 derajat

KURVA PENGAPIAN
BTDC CLICK Kurva Pengapian

42

42

27

27

II. MEKANIKAL
15

1. 2. 3. 4.

Logo Dimensi (PxLxT)mm Casing Material Berat

: : : :

i-MAX BRT (Bintang Racing team) xxx ABS with Cubic Printing by Japan Tech. xxx Gram

2000

3000

10000 11000 12000 13000 14000 15000 16000 17000

RPM

CLICK LIMITER

CONTOH APLIKASI
- Pengujian dilakukan menggunakan alar ukur Dynamometer merek Dynojet model 250i - Kondisi sepeda motor adalah standar dan modifkasi oleh Bintang Racing Team (BRT) YAMAHA JUPITER Z
31 29 33 35 37 39 10 17 16 15 11 12 13 14

Soket Utama CDI


Digubungkan langsung ke kabel bodi

PENYESUAIAN CLICK Kurva Pengapian = 36 Sebelum TMA CLICK LIMITER = 10.000 RPM

Indikator Aki
Tanda arus listrik mengalir ke CDI

27 41

Soket Dualband
BTDC

KURVA PENGAPIAN

36

CLICK Limiter
12 11 10 17 16 15 13 14

CLICK Kurva Pengapian


31 29 27 41 39 37 33 35

REV LIMITER
15

10.000

2000

3000

RPM

x 1000 rpm 16 Click Pilihan Limiter

BTDC (Sebelum TMA) 16 Click Pilihan Kurva Pengapian

PROSES MESIN ISAP


TMA TMB

KOMPRESI
36 TMA

USAHA
TMB

BUANG
36 TMA

DUAL BAND
Jika ON, maka kurva naik 2 derajat

HASIL DYNOTEST

KURVA PENGAPIAN
BTDC CLICK Kurva Pengapian

42

42

27 15

27

2000

3000

10000 11000 12000 13000 14000 15000 16000 17000

RPM

CLICK LIMITER

HONDA REVO
31 29 27 41 39 37 33 35 10 17 16 15 11 12 13 14

YAMAHA JUPITER MX
31 12 33 35 37 39 10 17 16 15 11 13 14

PENYESUAIAN CLICK Kurva Pengapian = 33 Sebelum TMA CLICK LIMITER = 10.000 RPM

29 27 41

PENYESUAIAN CLICK Kurva Pengapian = 34 Sebelum TMA CLICK LIMITER = 10.000 RPM

BTDC

KURVA PENGAPIAN

BTDC

KURVA PENGAPIAN

33

36

REV LIMITER
15 15

REV LIMITER

10.000

RPM

10.000

2000

2000

3000

3000

RPM

PROSES MESIN ISAP


TMA TMB

PROSES MESIN KOMPRESI


33 TMA

USAHA
TMB

BUANG
33 TMA TMA

ISAP
TMB

KOMPRESI
34 TMA

USAHA
TMB

BUANG
34 TMA

HASIL DYNOTEST

HASIL DYNOTEST

SPESIFIKASI :

Mesin : Standar Pengapian : DC Pick Up : 38mm (Modifikasi)

HONDA SUPRA X 125


31 29 27 41 39 37 33 35 10 17 16 15 11 12 13 14

HONDA SUPRA X 125


31 12 33 35 37 39 10 17 16 15 11 13 14

PENYESUAIAN CLICK Kurva Pengapian = 36 Sebelum TMA CLICK LIMITER = 10.000 RPM

29 27 41

PENYESUAIAN CLICK Kurva Pengapian = 36 Sebelum TMA CLICK LIMITER = 10.000 RPM

BTDC

KURVA PENGAPIAN

BTDC

KURVA PENGAPIAN

36

36

REV LIMITER
15 15

REV LIMITER

10.000

RPM

10.000

2000

2000

3000

3000

RPM

PROSES MESIN ISAP


TMA TMB

PROSES MESIN KOMPRESI


36 TMA

USAHA
TMB

BUANG
36 TMA TMA

ISAP
TMB

KOMPRESI
36 TMA

USAHA
TMB

BUANG
36 TMA

HASIL DYNOTEST

HASIL DYNOTEST

SPESIFIKASI :

Mesin

: Standar

SPESIFIKASI :

Mesin

: Standar

HONDA SUPRA X 125


31 29 27 41 39 37 33 35 10 17 16 15 11 12 13 14

HONDA SUPRA X 125


31 12 33 35 37 39 10 17 16 15 11 13 14

PENYESUAIAN CLICK Kurva Pengapian = 36 Sebelum TMA CLICK LIMITER = 10.000 RPM

29 27 41

PENYESUAIAN CLICK Kurva Pengapian = 36 Sebelum TMA CLICK LIMITER = 10.000 RPM

BTDC

KURVA PENGAPIAN

BTDC

KURVA PENGAPIAN

36

36

REV LIMITER
15 15

REV LIMITER

10.000

RPM

10.000

2000

2000

3000

3000

RPM

PROSES MESIN ISAP


TMA TMB

PROSES MESIN KOMPRESI


36 TMA

USAHA
TMB

BUANG
36 TMA TMA

ISAP
TMB

KOMPRESI
36 TMA

USAHA
TMB

BUANG
36 TMA

HASIL DYNOTEST

HASIL DYNOTEST

SPESIFIKASI :

Mesin

: Standar

SPESIFIKASI :

Mesin

: Standar

Intelligent Maximum

Generasi Masa Depan

8 STEPS /POINTS CURVE


Terdiri dari 8 Steps kurva yang bebas di program sesuai kebutuhan mesin.

Intelligent Programmable

BTDC

5 3 2 4

6 7 8

Single Band

Dual Band

No LAPTOP
Pemograman dilakukan tanpa menggunakan LAPTOP, hanya dengan REMOTE programmer. Lebih simple dan cepat.

2000

RPM

REMOTE Programmer
Media untuk memprogram kurva pengapian CDI terdiri dari 5 tombol operasional dan sangat mudah dioperasikan

Dual Band
CDI terdiri dari 2 memori yang dapat diprogram secara terpisah dan dapat diaktifkan dengan memakai saklar ON/OFF

DIGITAL DOUBLE SPARK (DDS)


DDS yang dibangkitkan oleh prosessor, sangat bagus untuk meningkatkan torsi diputaran bawah mulai 3000 s/d 7000 rpm. Diputaran atas, membuat pembakaran lebih sempurna. BTDC
2

5 3 4

6 7 5 6 8

MAP 1

MAP 2

NORMAL GRAFIK KELUARAN CDI

DDS

2000

RPM

CARA MEMBUAT KURVA PENGAPIAN AUTOMATIC LOW VOLTAGE PROTECTION


Low Voltage Protection AUTOMATIC

Dirancang untuk memproteksi kerusakan CDI yang diakibatkan kekurangan (tekor) dan kelebihan tegangan aki.

CONTOH 1 :
1. Gambar kurva pengapian yang diinginkan
BTDC

V Batere (Volt) 18 17 16 15 14 13 12 11 10 9 Tegangan Kerja Batere yang direkomendasikan

% 30 mat He KI A

40 38 30 27 1 2 3 4

6 7 8

12 s/d 18 Volt

15

RPM 6500 7500 8000 10000 2000 3000 10500 12000 13000 6000

8 7 6 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 RPM x 1000

2. Buat Table Kurva Pengapian


STEP No. STEP 1 STEP 2 RPM 3000 6000 6500 7500 8000 10000 10500 12000 BTDC 30 30 27 27 40 40 38 38

3. Limiter di tentukan 13.000 rpm 4. Lakukan program kurva pengapian

FUNGSI TOMBOL
TOMBOL MENU FUNGSI Menampilkan isi menu it-1 : Ignition Timing 1 it-2 : Ignition Timing 2 Limit : Limiter Mengubah isi menu Mengeksekusi perintah Membaca memori CDI Menambah nilai Mengurangi nilai RISET (EDIT+MENU) Menghapus memori

STEP 3 STEP 4 STEP 5 STEP 6 STEP 7 STEP 8

CATATAN : BTDC : Before Top Dead Centre (Sebelum Titik Mati Atas /TMA)

Ayo memprogram kurva pengapian !!!

EDIT ENTER READ

Selalu Tekan : ENTER(READ)

Saat Proses pemograman dimulai, untuk membaca Map yang ada didalam CDI

CARA MEMPROGRAM
Langkah 1 : Matikan kunci kontak Langkah 2 : Pasang kabel remote ke CDI Langkah 16 : Tekan ENTER Langkah 17 : Tekan EDIT Langkah 18 : Tekan EDIT Langkah 3 : Hidupkan kunci kontak Langkah 4 : Tekan ENTER Langkah 5 : Tekan MENU 2X Langkah 6 : Tekan ENTER Langkah 7 : Tekan ST LED Merah ON Membaca memori Set Limiter Mengubah Limiter Mengubah Limiter Menyimpan Siap REad LIMIT 12000 12000 Saved Langkah 25 : Tekan ENTER Ready Langkah 26- :Tekan EDIT Langkah 9 : Tekan MENU Langkah 10 : Tekan ENTER Langkah 11 : Tekan EDIT Langkah 12 : Tekan EDIT Set Kurva Pengapian Step 1 Mengubah RPM Mengubah Ignition Timing It-1 Step 1 3000 30 Langkah 31 : Tekan ENTER Langkah 13 : Tekan ENTER Step 2 Step 2 Langkah 32 : Tekan EDIT Langkah 33 : Tekan EDIT Langkah 34 : Tekan ENTER Langkah 15 : Tekan EDIT Mengubah Ignition Timing 30 Step 8 Mengubah RPM Mengubah Ignition Timing Menyimpan data Langkah 27 : Tekan EDIT Langkah 28 : Tekan ENTER Langkah 29 : Tekan EDIT Langkah 30 : Tekan EDIT Step 6 Mengubah RPM Mengubah Ignition Timing Step 7 Mengubah RPM Mengubah Ignition Timing Langkah 19 : Tekan ENTER Langkah 20 : Tekan EDIT Langkah 21 : Tekan EDIT Langkah 22 : Tekan ENTER Langkah 23 : Tekan EDIT Langkah 24 : Tekan EDIT Langkah 8 : Tekan ENTER Step 3 Mengubah RPM Mengubah Ignition Timing Step 4 Mengubah RPM Mengubah Ignition Timing Step 5 Mengubah RPM Mengubah Ignition Timing

Langkah 14 : Tekan EDIT

Mengubah RPM

6000

Langkah 35 : Matikan Kunci Kontak Langkah 36 : Cabut kabel remote dan pemograman selesai.

YAMAHA JUPITER MX

CONTOH APLIKASI
BTDC

- Pengujian dilakukan menggunakan alar ukur Dynamometer merek Dynojet model 250i - Kondisi sepeda motor adalah standar dan modifkasi oleh Bintang Racing Team (BRT) HONDA SUPRA X 125
BTDC
36 32 26 1 2 3 5 4 6 7 8

34 30 27 1 2 3

15

RPM 2000 3000 4000 6000 7000 8000 10000 11000 12000

15

RPM 2000 3000 4000 6000 7000 8000 10000 11000 12000

TABLE KURVA PENGAPIAN STEP 1 RPM BTDC 3000 26 STEP 2 4000 32 STEP 3 5000 36 STEP 4 STEP 5 6000 32 7000 35 STEP 6 STEP 7 STEP 8 10000 35 11000 35 12000 35

TABLE KURVA PENGAPIAN STEP 1 RPM BTDC 3000 27 STEP 2 4000 30 STEP 3 6000 30 STEP 4 STEP 5 7000 34 8000 34 STEP 6 STEP 7 STEP 8 10000 34 11000 34 12000 34

HASIL DYNOTEST

HASIL DYNOTEST

HONDA VARIO

YAMAHA MIO

BTDC

BTDC
34 4 5 6 7 3 1 2 8

34 33

2 3 4

6 7 8

33 32 31

15

15

RPM 2000 3700 7000 7100 7000 8000 10000 11000 12000 2000 3000 6000 6000 7000 8000 10000 11000 12000

RPM

TABLE KURVA PENGAPIAN STEP 1 RPM BTDC 3700 34 STEP 2 7000 34 STEP 3 7100 33 STEP 4 STEP 5 8000 33 8500 34 STEP 6 STEP 7 STEP 8 10000 34 11000 33 12000 33

TABLE KURVA PENGAPIAN STEP 1 RPM BTDC 3000 31 STEP 2 6000 31 STEP 3 6500 32 STEP 4 STEP 5 7000 34 8000 34 STEP 6 STEP 7 STEP 8 10000 34 11000 33 12000 33

HASIL DYNOTEST

HASIL DYNOTEST

YAMAHA JUPITER Z

YAMAHA F1ZR

BTDC
36 35 34 33 30 15 1 2 3 4 5 6 7 8

BTDC
29 25 24 23 22 15 3 1 2 4 5 6 7 8

RPM 2000 3000 4000 7100 7000 8000 10000 11000 12000 2000 3000 5000 6000 7000 8000 10000 11000 12000

RPM

TABLE KURVA PENGAPIAN STEP 1 RPM BTDC 3000 30 STEP 2 4000 33 STEP 3 7000 34 STEP 4 STEP 5 8000 36 8500 36 STEP 6 STEP 7 STEP 8 10000 36 11000 35 12000 35

TABLE KURVA PENGAPIAN STEP 1 RPM BTDC 3000 29 STEP 2 5000 29 STEP 3 6500 24 STEP 4 STEP 5 7000 25 8500 25 STEP 6 STEP 7 STEP 8 9000 24 10000 23 12000 21

HASIL DYNOTEST

HASIL DYNOTEST

SUZUKI SHOGUN 125

HONDA SUPRA X 125

BTDC
34 33 2 3 4 5 6 7 8

BTDC
34 4 5 6 7 8

30 30 1 27 1

15

15

RPM 2000 3000 4000 6000 8000 8500 10000 11000 12000 2000 3000 4000 6000 7000 8500 10000 11000 12000

RPM

TABLE KURVA PENGAPIAN STEP 1 RPM BTDC 3000 30 STEP 2 4000 33 STEP 3 6000 33 STEP 4 STEP 5 8000 34 8500 34 STEP 6 STEP 7 STEP 8 10000 34 11000 33 12000 33

TABLE KURVA PENGAPIAN STEP 1 RPM BTDC 3000 27 STEP 2 4000 30 STEP 3 6000 30 STEP 4 STEP 5 7000 34 8500 34 STEP 6 STEP 7 STEP 8 10000 34 11000 34 12000 34

HASIL DYNOTEST

HASIL DYNOTEST

MATRIK
BTDC

CONTOH
BAWAH 3000-6000 6500-10500 TENGAH G NG NG NG NG NG NG NG NG NG NG NG NG NG G NG NG NG NG NG NG NG NG NG NG NG NG NG

ATAS 11000-13000

43
42 41 40 39 38 37 36 35 34 33 32 31 30 29 28 27

NG G NG NG NG NG NG NG NG NG NG NG NG NG

15

2000

RPM

CATATAN : G = GOOD NG = NO GOOD

TIME =
IT-1
STEP 1 RPM BTDC STEP 2 STEP 3 STEP 4 STEP 5 STEP 6 STEP 7 STEP 8

3000 35 40
STEP 2 STEP 3 STEP 4

4000 40 40 40

7000

8000

9000

10500 11000 40 39

13000 39

IT-2
STEP 1 RPM BTDC

STEP 5

STEP 6

STEP 7

STEP 8

MATRIK
BTDC BAWAH TENGAH ATAS

43
42 41 40 39 38 37 36 35 34 33 32 31 30 29 28 27

15

2000

RPM

CATATAN : G = GOOD NG = NO GOOD

TIME =
IT-1
RPM BTDC STEP 1 STEP 2 STEP 3 STEP 4 STEP 5 STEP 6 STEP 7 STEP 8

IT-2
RPM BTDC

STEP 1

STEP 2

STEP 3

STEP 4

STEP 5

STEP 6

STEP 7

STEP 8

MATRIK
BTDC BAWAH TENGAH ATAS

43
42 41 40 39 38 37 36 35 34 33 32 31 30 29 28 27

15

2000

RPM

CATATAN : G = GOOD NG = NO GOOD

TIME =
IT-1
STEP 1 RPM BTDC STEP 2 STEP 3 STEP 4 STEP 5 STEP 6 STEP 7 STEP 8

IT-2
STEP 1 RPM BTDC STEP 2 STEP 3

STEP 4

STEP 5

STEP 6

STEP 7

STEP 8

MATRIK
BTDC BAWAH TENGAH ATAS

43
42 41 40 39 38 37 36 35 34 33 32 31 30 29 28 27

15

2000

RPM

CATATAN : G = GOOD NG = NO GOOD

TIME =
IT-1
RPM BTDC STEP 1 STEP 2 STEP 3 STEP 4 STEP 5 STEP 6 STEP 7 STEP 8

IT-2
RPM BTDC

STEP 1

STEP 2

STEP 3

STEP 4

STEP 5

STEP 6

STEP 7

STEP 8

MATRIK
BTDC BAWAH TENGAH ATAS

43
42 41 40 39 38 37 36 35 34 33 32 31 30 29 28 27

15

2000

RPM

CATATAN : G = GOOD NG = NO GOOD

TIME =
IT-1
STEP 1 RPM BTDC STEP 2 STEP 3 STEP 4 STEP 5 STEP 6 STEP 7 STEP 8

IT-2
STEP 1 RPM BTDC STEP 2 STEP 3

STEP 4

STEP 5

STEP 6

STEP 7

STEP 8

MATRIK
BTDC BAWAH TENGAH ATAS

43
42 41 40 39 38 37 36 35 34 33 32 31 30 29 28 27

15

2000

RPM

CATATAN : G = GOOD NG = NO GOOD

TIME =
IT-1
RPM BTDC STEP 1 STEP 2 STEP 3 STEP 4 STEP 5 STEP 6 STEP 7 STEP 8

IT-2
RPM BTDC

STEP 1

STEP 2

STEP 3

STEP 4

STEP 5

STEP 6

STEP 7

STEP 8

MATRIK
BTDC BAWAH TENGAH ATAS

43
42 41 40 39 38 37 36 35 34 33 32 31 30 29 28 27

15

2000

RPM

CATATAN : G = GOOD NG = NO GOOD

TIME =
IT-1
STEP 1 RPM BTDC STEP 2 STEP 3 STEP 4 STEP 5 STEP 6 STEP 7 STEP 8

IT-2
STEP 1 RPM BTDC STEP 2 STEP 3

STEP 4

STEP 5

STEP 6

STEP 7

STEP 8

MATRIK
BTDC BAWAH TENGAH ATAS

43
42 41 40 39 38 37 36 35 34 33 32 31 30 29 28 27

15

2000

RPM

CATATAN : G = GOOD NG = NO GOOD

TIME =
IT-1
RPM BTDC STEP 1 STEP 2 STEP 3 STEP 4 STEP 5 STEP 6 STEP 7 STEP 8

IT-2
RPM BTDC

STEP 1

STEP 2

STEP 3

STEP 4

STEP 5

STEP 6

STEP 7

STEP 8

MATRIK
BTDC BAWAH TENGAH ATAS

43
42 41 40 39 38 37 36 35 34 33 32 31 30 29 28 27

15

2000

RPM

CATATAN : G = GOOD NG = NO GOOD

TIME =
IT-1
STEP 1 RPM BTDC STEP 2 STEP 3 STEP 4 STEP 5 STEP 6 STEP 7 STEP 8

IT-2
STEP 1 RPM BTDC STEP 2 STEP 3

STEP 4

STEP 5

STEP 6

STEP 7

STEP 8

MATRIK
BTDC BAWAH TENGAH ATAS

43
42 41 40 39 38 37 36 35 34 33 32 31 30 29 28 27

15

2000

RPM

CATATAN : G = GOOD NG = NO GOOD

TIME =
IT-1
RPM BTDC STEP 1 STEP 2 STEP 3 STEP 4 STEP 5 STEP 6 STEP 7 STEP 8

IT-2
RPM BTDC

STEP 1

STEP 2

STEP 3

STEP 4

STEP 5

STEP 6

STEP 7

STEP 8

3. PIN KONEKSI KABEL KONEKSI


1 6 2 5 3 4 1 6 2 5 3 4 1 6 2 5 3 4 1 6 2 5 3 4 1 6 2 5 3 4 YAMAHA F-1ZR (AC) 1. Orange = Koil 2. Hitam 3. Hitam/Merah 4. Hitam/Putih 5. Hijau/Putih 6. Putih/Biru 7. Putih/Merah = Massa = Input Spul = Kunci Kontak = Massa = Pulser = Massa

Yamaha Jupiter Z / Mio 1. Koil (Orange) 2. Massa (Hitam) 3. 12Volt (Coklat) 4. Massa (Merah) 5. Pulser (Putih) 6. Nol

Suzuki Satria 150F 1. Koil (Putih/Biru) 2. Massa (Hitam/Putih) 3. Pulser (Biru/Kuning) 4. 12Volt (Hijau/putih) 5. Tachometer 6. Massa (Orange)

Suzuki Satria 120R 1. 12 Volt (Hijau/Putih) 2. Nol 3. Pulser (Biru/Kuning) 4. Massa (Hitam/Putih) 5. Massa (Orange) 6. Koil (Putih/Biru)

Suzuki Smash 1. Koil 2. Massa 3. Pulser 4. 12 Volt 5. Nol 6. Massa

Suzuki Spin 125 1. 2. 3. 4. 5. 6.

YAMAHA RX-KING (AC) 1. Orange = Koil 2. Hitam 3. Hitam/Merah 4. Hitam/Putih 5. Putih/Hijau = Massa = Input Spul = Kunci Kontak = Pulser

1 4

2 3

Shogun 110 1. Massa 2. Pulser 3. Koil 4. Nol 5. 12 Volt 6. Nol

1 4

2 3

Shogun 125 1. Massa 2. Pulser 3. Koil 4. Nol 5. 12 Volt 6. Nol

1 4

2 3

Honda Tiger 2000 1. Massa 2. Pulser 3. Koil 4. Massa 5. Spul Input 6. Kunci Kontak

1 4

2 3

Mega PRO 1. Massa 2. Pulser 3. Koil 4. Nol 5. 12 Volt 6. Nol

YAMAHA F-1ZR (DC) 1. Orange = Koil 2. Hitam 3. Coklat 4. Putih/Biru 5. Putih/Merah = Massa = 12Volt = Pulser = Massa

1 3 4

2 5

Supra Series 1. Massa 2. Pulser 3. Kunci Kontak 4. Spul Input 5. Koil

1 3 4

Karisma 125 1. Koil 2. Massa 3. 12 Volt 4. Pulser

1 3 4

2 5

CBR 150 1. 12 Volt 2. Pulser 3. Tachometer 4. Massa 5. Koil

1 3

2 4

Sonic/Kirana 1. 12 Volt 2. Pulser 3. Massa 4. Koil

YAMAHA RX-KING (DC) 1. Orange = Koil 2. Hitam 3. Coklat 4. Putih/Hijau = Massa = 12 Volt = Pulser

1 8

2 7

3 6

4 5

9 11

10 12

1 8

2 7

3 6

4 5

1 8

2 7

3 6

4 5

MODIFIKASI TONJOLAN PULSER


Jupiter MX 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. Thunder 250 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Kaze X 130 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Bagian yang ditambah dan dibuang (Depan/kiri)

CATATAN :
1 18 2 17 3 16 4 15 5 6 7 12 8 9 14 13 11 10

Sesuaikan panjang tonjolan pulser berdasarkan Table Pick Up Pulser

Honda Vario 110/ Click 1. 10. 2. 11. 3. 12. 4. 13. 5. 14. 6. 15. 7. 16 8. 17. 9. 18.

MEMBANGUN SISTEM TOTAL LOST Langkah 1: Buatlah Lempengan Fly Wheel seperi gambar di samping. Langkah 2: Diameter Lempengan = 112 mm Langkah 3: Panjang Tonjolan = 38mm atau sesuai CDI yang hendak digunakan. CATATAN :
=3 7.1

Piston berada pada Titik Mati Atas (TMA) Jika diameter 112 mm, maka 1.024mm = 1
15

38

mm

TMA
1

6 4.

5m

KESIMPULAN Mesin Langsam pada 15 sebelum TMA Maksimum sudut pengapian = 52.1 sebelum TMA

APLIKASI Jika anda memakai CDI BRT Hyperband model Karisma dengan kode 15-35, artinya : - Langsam = 15 - Advance = 35

KATALOG PRODUK

BTDC

KURVA PENGAPIAN

15 15 RPM

(Maksimum Advance)

52.1
PANJANG TONJOLAN

37.1

Anda mungkin juga menyukai