Anda di halaman 1dari 39

DAFTAR ISI

Halaman Judul....................................................................................................... 1 Daftar Isi................................................................................................................ 2 Bab I. Data Hasil Asesmen ................................................................................... 3 Asesmen geriatri........................................................................................ 3 Riwayat medis evaluasi fisik ..................................................................... 6 Kuesioner usila .......................................................................................... 11 MMSE ....................................................................................................... 13 Skala depresi ............................................................................................. 15 Asesmen nutrisi ......................................................................................... 17 Asesmen oral ............................................................................................. 19 Rekapitulasi asesmen geriatri .................................................................... 21 Bab II. Pembahasan ............................................................................................... 23 Daftar masalah .......................................................................................... 23 Diagnosis banding ..................................................................................... 25 Diagnosis kerja .......................................................................................... 29 Tatalaksana................................................................................................ 29 Planning .................................................................................................... 34 Kesimpulan ........................................................................................................... 38 Daftar Pustaka ....................................................................................................... 39 Lampiran ............................................................................................................... 40

BAB I DATA HASIL ASESMEN

ASESMEN GERIATRI

I.

IDENTITAS Nama pasien Jenis kelamin Umur Status perkawinan Agama Pendidikan Alamat Pekerjaan Kegiatan sekarang Nama orang terdekat Orang yang tinggal serumah Jumlah anak Jumlah cucu Jumlah cicit : Pak. D : Laki-laki : 72 tahun : Menikah : Islam : SMA : Jl. Kaliurang KM 12,5 Sleman : Pedagang : Berdagang : Ny. Y (istri) : Ny. Y (istri) : 3 anak laki-laki dan 1 perempuan : 4 (2 perempuan dan 2 laki-laki) :-

Asesmen dibuat pada tanggal : 11 Juni 2012 Problem Penglihatan Cara Pemeriksaan Ada 2 bagian: 1. Pertanyaan: apakah anda mempunyai kesulitan dalam berkendara, menonton TV atau membaca atau melekukan aktivitas seharihari karena penglihatan anda? Hasil Positif Terdapat ketidakmampuan melihat dalam jarak >20/4 0 dengan kartu snellen Hasil Tidak

2.

Jika ya, lakukan tes mata dengan kartu snellen saat pasien memakai lensa koreksi (bila memungkinkan) atau jika tidak memungkinkan bisa juga dilakukan tes membaca koran

Pendengaran

Melakukan tes bisik pada masing-masing telinga pasien pada jarak 1,5 meter

Ketidakmampuan untuk mendengar frekuensi 1000 -2000 Hz atau tes bisik pada kedua telinga atau disalah satu telinga

Tidak

Mobilitas Kaki

Catat waktu yang dipergunakan pasien untuk melakukan instruksi: Berdiri dari kursi, jalan cepat 20 langkah, kembali ke kursi, duduk secara berurutan

Tidak mampu melakukan instruksi dalam 15 detik

Tidak

Inkontinensia urin

Ada 2 bagian: 1. Pertanyaan: tahun lalu apakah anda pernah mengompol? 2. ika ya: apakah anda mengompol dalam selang waktu enam hari?

Ya untuk kedua pertanyaan

Tidak

Problem Nutrisi, penurunan berat badan

Cara Pemeriksaan Ada 2 bagian: 1. Pertanyaan: apakah berat anda turun 10 lb (pound) dalam 6 bln terakhir ini tanpa

Hasil Positif Jika terdapat penurunan berat badan dan pada berat badan yang <100 lb

Hasil Tidak

usaha untuk itu? 2. Timbanglah berat badan pasien Memori Menyebutkan kembali 3 benda (pada awal pemeriksaan pasien diberi perintah untuk mengingat 3 benda yang diucapkan pemeriksa untuk diingat kembali jika ditanyakan oleh pemeriksa) Depresi Pertanyaan: apakah anda sering merasa sedih atau depresi? Keterbatasan fisik Ada 6 pertanyaan: 1. melakukan aktivitas berat seperti jalan cepat atau bersepeda? 2. pekerjaan berat di rumah seperti membersihkan jendela, pintu, dinding? 3. pergi belanja ke tempat grosir atau kain? 4. pergi ke suatu tempat yang agak jauh dengan berjalan? 5. mandi, baik dengan spon, bak mandi, shower? 6. berpakaian seperti memakai kaos, mengancingkan dan menarik risleting, memakai sepatu? Tidak untuk salah satu atau lebih dari pertanyaan tersebut Tidak Sering merasa sedih atau depresi Tidak Tidak dapat menyebutkan kembali setelah lebih dari1 menit Tidak

II.

RIWAYAT MEDIS EVALUASI FISIK A. RIWAYAT MEDIS a. Keluhan utama pasien Pasien sering merasakan nyeri dilutut kiri yang dirasakan ketika berjalan b. Riwayat penyakit sekarang Nyeri lutut sering dirasakan di bagian kiri terutama ketika berjalan, terdapat kemerahan disekitar lutut, selain itu juga pasien mengeluh hambatan gerak pada daerah sendi yang sakit. Kaku juga sering dirasakan pasien ketika duduk dalam waktu lama setelah itu terasa nyeri ketika berdiri. Di daerah sendi lutut yang sakit juga tampak membesar, pasien juga mengeluh sedikit pincang jika menggunakan sendi yang sakit untuk berjalan optimal. Sudah pernah di berikan pengobatan di rumah sakit dan praktek dokter namun keluhan tidak kunjung membaik. c. Riwayat opname di RS dan pembedahan/operasi Pasien pernah dirawat di rumah sakit karena sesak napas selama 4 kali di RS. Sardjito Yogyakarta d. Riwayat kesehatan lain Riwayat DM (+) Riwayat Hipertensi (+), penyakit jantung (-), penyakit ginjal (-) Pemeriksaan kesehatan: tidak pernah memeriksakan diri ke dokter Pemeriksaan gigi/gigi tiruan: menggunakan gigi tiruan e. Riwayat alergi Pasien tidak mempunyai riwayat alergi makanan atau obat-obatan. f. Kebiasaan dan lingkungan Lingkungan sekitar pasien aman, namun berisik karena tinggal dipinggir jalan raya, lantai tidak licin, banyak tangga. Pasien makan 3 kali sehari dan selalu tepat waktu. Pasien suka makanan yang bersantan-santan. Riwayat obat-obatan yang diminum saat ini berupa

obat-obatan seperti anti biotik dan simptomatik karena pasien sedang sakit batuk. g. Ringkasan gejala Anoreksia Lelah/capai BB turun Insomnia Nyeri kepala Gangguan penglihatan Gangguan pendengaran Gangguan gigi tiruan Batuk/mengi Sesak napas Tidak enak pada dada waktu kerja Sesak sewaktu tidur Sembab di kaki Jatuh Pingsan Nyeri telan Nyeri perut Gangguan BAB (terdapat darah) Gangguan BAK (kencing darah) Gangguan kaki: lemah/lumpuh setempat/ gangguan rasa Gangguan penglihatan sementara Sering lupa Depresi Mengembara kelakuan aneh A, gigi palsu sejak usia 50 thn A, Batuk baru dirasakan 4 hari. -

h. Penapisan depresi Pasien tidak tidak pernah mengalami gangguan kesehatan yang menghalangi kegiatan pasien, pasien tidak pernah merasa gugup, jarang merasa sedih sekali, tidak pernah merasa sangat sedih dan tidak ada satupun yang dapat menghibur, tidak pernah merasa tidak ada lagi yang diharapkan, pasien selalu merasa tenang dan damai. i. Keterbatasan fungsional Pasien mengalami keterbatasan dalam berjalan, pasien juga mengalami keterbatasan dalam mengangkat benda berat, pekerjaan sedang pasien juga mengalami keterbatasan, pasien sudah tidak mengerjakan pekerjaan rumah hanya mengontrol kolam ikan yang dimilikinya. Ketika membungkuk masih bisa dilakukan, tetapi ketika sujud dan duduk teras nyeri di sekitar lutut kiri. j. Apa yang Anda harapkan dari asesmen ini? Harapan pasien adalah ingin selalu hidup sehat dan beraktifitas seperti biasa tanpa ada hambatan.

B. PEMERIKSAAN FISIK 1. Keadaan umum : Baik, compos mentis 2. Antropometri : TB BB : 160 : 68 kg 68 kg = 26,5 (1,6)2 TB2(m)

IMT (BMI) : BB (kg) =

Kesimpulan : gemuk tingkat ringan (IMT 25-27) 3. Tanda vital a. Tekanan darah : Berdiri Duduk Berbaring b. Nadi c. Respirasi : 82 x/menit : 22 x/menit : 140/90 mmHg : 150/90 mmHg : 140/90 mmHg

4. Kulit

: tampak keriput, tidak ada luka, tidak ada perubahan warna kulit, tidak ada gatal-gatal.

5. Pendengaran 6. Penglihatan

: Tidak ada gangguan pendengaran : Tidak ada kekeruhan lensa, refleks pupil normal

mengunakan kacamata + 2 dioptri 7. Mulut, sendi, rahang dan gigi : Tidak ada luka, tidak menggunakan gigi palsu, ada perubahan warna gigi. 8. Leher : tidak ada pembesaran kelenjar tiroid, tidak ada pembesaran kelenjar limfonodi. 9. Dada Paru-paru a. Inspeksi : simetris, tidak ada ketinggalan gerak, retraksi dinding dada (-) b. c. d. Palpasi :gerak nafas kanan dan kiri simetris Perkusi : paru kanan dan kiri sonor Auskultasi : vesikuler +/+, ronkhi (-), wheezing (-)

Kardiovaskuler a. Inspeksi b. Palpasi sinistra c. Perkusi d. Auskultasi 10. Abdomen a. Inspeksi b. Palpasi tekan (-) c. Perkusi d. Auskultasi : tympani : peristaltik 14x permenit : dinding dada sejajar dengan dinding perut : pembesaran hepar (-), pembesaran lien (-), nyeri : dalam batas normal : regular, bunyi jantung tambahan (-). murmur (-) : ictus cordis tidak tampak : ictus cordis teraba di SIC V linea midklavikula

11. Muskuloskeletal : tidak ada deformitas, udema (-)

C. DATA PENUNJANG 1. Laboratorium a. Darah rutin : tidak dilakukan b. Urin rutin : tidak dilakukan LDL: -

c. Profil lipid : Kolestrol: - HDL: Trigliserid: d. Faal hati : tidak dilakukan

e. Faal ginjal : tidak dilakukan f. Faal jantung : tidak dilakukan

g. Gula darah : GDP : 425 (seingat pasien) 2. Radiologi 3. EKG 4. Lain-lain D. DAFTAR MASALAH 1. Nyeri dilutut pasien 2. Hipertensi 3. Diabetes Militus : tidak dilakukan : tidak dilakukan

10

KUESIONER KESEHATAN USIA LANJUT

1.

Kesehatan umum a. Secara umum anda menggambarkan kesehatan anda saat ini: sempurna/ sangat baik/ baik/ cukup/ kurang baik b. Seberapa parah nyeri pada tubuh yang anda rasakan selama 4 minggu terakhir: tidak pernah/ sangat ringan/ ringan/ sedang/ parah/ sangat parah

2.

Kemampuan melakukan kegiatan a. Kemampuan melakukan aktivitas hidup sehari-hari/ activity daily living (AHS/ADL) (I) jika dapat melakukan sendiri, (A) jika membutuhkan bantuan orang lain, (D) jika tidak dapat melakukan sama sekali. Berjalan Memakai baju Mandi Makan BAB/BAK Berdandan I I I I I I A A A A A A D D D D D D

b.

Kemampuan melakukan kegiatan harian instrumental (AHS instrumental/ ADS) Menggunakan telepon Berbelanja Menyiapkan makanan Mengerjakan pekerjaan rumah Meminum obat Mencuci Berpergian (naik bus, taksi, sepeda, dll) I I I I I I I A A A A A A A D D D D D D D

11

3.

Review sistem organ pada usia lanjut a. Apakah anda kesulitan dalam menyetir kendaraan, menonton TV, atau membaca karena kurang jelasnya penglihatan anda? b. Dapatkah anda mendengarkan suara percakapan biasa? Apakah anda menggunakan alat bantu dengar? c. d. Apakah anda merasa mudah lupa? Apakah anda mengalami penurunan berat badan selama 6 bulan terakhir? e. f. g. Apakah anda dapat mengontrol BAK? Apakah anda dapat mengontrol BAB? Berapa kali anda jatuh dalam setahun terakhir? h. Apakah anda meminum alkohol? Ya Tidak Ya Tidak

Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya

Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak

4.

Apakah anda tinggal dengan seseorang? Ya, pasien tinggal dengan istri. Siapa yang akan membantu anda dalam kondisi darurat? Jika dalam kondisi darurat yang akan membantu adalah istri atau anak. Siapa yang membantu anda memutuskan perawatan kesehatan jika anda dalam keadaan tidak mampu berkomunikasi? Yang memutuskan perawatan kesehatan jika pasien dalam keadaan tidak mampu berkomunikasi adalah istri dan anak.

12

MINI MENTAL STATE EXAMINATION (MMSE)

No. Pasien : No. CM :

Nama Pasien : Pak. D Umur : 72 tahun

No. I. Orientasi 1. Tanggal 2.Hari 3.Bulan 4.Tahun 5.Musim 6.Ruangan 7.Rumah Sakit 8.Kota 9.Propinsi 10. Negara II. REGISTERASI (mengingat 3 kata) Pasien diminta menirukan 3 kata yang disebutkan pemeriksa III. ATENSI/KALKULASI (serial 11.Bola 12.Melati 13.Kursi 14.93 atau U

Nilai 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

100-7 atau sebut urutan huruf dari 15.86 atau Y belakang kata WAHYU) 16.79 atau H 17.72 atau A 18.65 atau W IV. REKOL (MEMORI) Mengingat kembali 11-13 19.Bola 20. Melati 21.Kursi V. BAHASA-Penyebutan Pasien diperintahkan untuk menyebutkan benda yang 22.Jam tangan (arloji) 23.Pensil

13

ditunjuk pemeriksa Pengulangan 24.Namun, tanpa, dan bila Pengertian verbal (perintah kalimat 25-27) Mengetahui pengertian terhadap suatu permintaan pada pasien 25.Ambil kertas dengan tangan kanan 26.Lipatlah menjadi dua 27.Letakkan di lantai Membaca dan pengertian terhadap bahasa tulisan Menulis (kalimat yang dapat dimengerti) VI. KONSTRUKSI TUTUP MATA ANDA 1 29.Tulis kalimat lengkap Tiru gambar ini 28.Tutup mata anda 1

1 1 1

NILAI MMSE

30

PENILAIAN Kriteria penurunan fungsi kognitif berdasar status mental mini (MMSE) adalah Normal Dugaan MCI (Mild Cognitif Impairment) Probabilitas kognitif terganggu/ dugaan demensia Gangguan kognitif definitive : >28 : 24-28 : 17-23 : 0-16

HASIL Pada pak. D ini didapatkan nilai MMSE berjumlah 30 yang artinya adalah normal

14

SKALA DEPRESI USIA LANJUT

Nama Pasien : Pak. D Tanggal : 11 Juni 2012

Instruksi: Pilihlah Jawaban yang paling tepat untuk menggambarkan perasaan anda.

No. 1. 2.

Pertanyaan Apakah anda merasa puas dengan hidup ini? Pernahkan anda meninggalkan aktivitas dan hobby anda?

Jawaban Ya/ Tidak Ya/ Tidak Ya/ Tidak Ya/ Tidak Ya/ Tidak

Skor 0 0 0 0 0

3. 4. 5.

Apakah anda merasa hidup anda kosong? Apakah anda sering merasa bosan? Apakah anda dalam keadaan semangat hampir setiap waktu?

6.

Apakah anda takut akan ada hal buruk yang menimpa anda? Ya/ Tidak Ya/ Tidak Ya/ Tidak Ya/ Tidak

0 1 0 1

7. 8. 9.

Apakah anda merasa gembira hampir setiap waktu? Apakah anda sering merasa tidak terbantu? Apakah anda lebih senang tinggal di rumah daripada keluar dan melakukan hal yang baru?

10.

Apakah anda merasa mempunyai masalah dengan daya ingat/ konsentrasi anda? Ya/ Tidak Ya/ Tidak Ya/ Tidak Ya/ Tidak Ya/ Tidak

0 0 1 0 0

11. 12.

Menurut anda apakah hidup itu indah? Apakah anda merasa tidak berharga dengan kondisi sekarang?

13. 14.

Apakah anda merasa penuh dengan energi? Apakah anda merasa tidak ada harapan dengan kondisi sekarang?

15

15.

Apakah anda pikir sebagian besar orang lebih baik daripada anda? TOTAL Ya/ Tidak

1 4

Interpretasi pemeriksaan Skala Depresi Usia Lanjut: Skala Depresi Geriatri: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Tidak Ya Ya Ya Tidak Ya Tidak Ya Ya

10. Ya 11. Tidak 12. Ya 13. Tidak 14. Ya 15. Ya

Tiap jawaban yang sesuai diberi skor 1. Skor 0-5 adalah normal Skor di atas 5 mengarah pada depresi

HASIL Skor untuk Pak.D adalah 4, interpretasinya adalah normal (tidak ada depresi)

16

ASESMEN NUTRISI

A.

NUTISI SUBYEKTIF Naik 1. Apakah 1-2 bulan terakhir ada perubahan berat badan 2. Apakah ada perubahan nafsu makan Tetap Ya 3. Apakah ada: perubahan pembauan pengecapan lidah 4. Apakah ada masalah: Mengunyah 5. 5. 6. Menelan Apakah ada masalah dengan gigi Apakah ada gangguan pencernaan: Mencret Sembelit Mual Muntah Tidak Turun

B.

POLA MAKAN 1. Kebiasaan makan pagi: Ya 2. Kebiasaan makan siang: Ya 3. Kebiasaan makan sore: Ya 4. Kebiasaan selingan/ ngemil: Tidak 5. Alergi makanan: Tidak 6. Sebutkan bahan makanan yang biasa dikonsumsi:

17

a. Makanan pokok : nasi b. Lauk hewani c. Lauk nabati d. Sayuran e. Buah-buahan f. Minuman : ikan : tahu : sayur buncis, sayur kangkung : pisang, mangga : air putih dan teh

18

ASESMEN ORAL UNTUK USILA

1.

Apakah dapat membedakan jenis-jenis rasa makanan? Jika Tidak, jelaskan Apakah saat ini memakai gigi tiruan? Jika Ya, sudah berapa lama 20 tahun Apakah mengalami kesulitan waktu mengunyah

Ya/

Tidak

2.

Ya/

Tidak

3.

makanan? Apakah merasakan ada gangguan waktu membuka mulut lebar? Apakah menu makanan sehari-hari dalam bentuk lembek? Apakah merasakan sakit atau ada kelainan di daerah

Ya/

Tidak

4.

Ya/

Tidak

5.

Ya/

Tidak

6.

telinga setelah makan? Jika Ya, jelaskan -

Ya/

Tidak

7.

Apakah ada rasa sakit atau gangguan waktu menelan? Jika Ya, jelaskan letaknya Apakah mulutnya terasa kering atau air ludahnya berkurang? Apakah saat ini sedang minum obat-obatan tertentu? Ya, antibiotik untuk sakit batuk Apakah merasakan adanya sisa makanan yang

Ya/

Tidak

8.

Ya/

Tidak

9.

Ya/

Tidak

10.

tertinggal di mulut setelah makan? Jika Ya, apa yang dilakukan -

Ya/

Tidak

Skor: Untuk setiap jawaban Ya bernilai 1 1-3 4-6 >7 : Gangguan ringan : Gangguan sedang perlu diperhatikan : gangguan berat perlu perhatian khusus

Hasil pada Pak.D yaitu 3 jawaban ya, interpretasinya adalah gangguan ringan

19

REKAPITULASI ASESMEN GERIATRI

1.

IDENTITAS Nama pasien Umur Alamat Pekerjaan : Pak. D : 72 tahun : jakal KM. 12,5 sleman Yogyakarta : Pedagang

2.

DAFTAR MASALAH a. Masalah aktif 1) Nyeri di lutut kiri 2) Hipertensi 3) Diabetes Militus b. Masalah pasif 1) Suka makan-makanan yang bersantan

3.

DIAGNOSIS BANDING a. Osteo Arthritis b. Diabetes militus terkontrol c. Hipertensi terkontrol

4.

DIAGNOSA Osteo arthritis

5.

TERAPI a. Nonfarmakologis 1. Pola makan yang baik a. Konsumsi buah dan sayur b. Mengurangi konsumsi makanan yang tinggi lemak 2. Perubahan pola hidup a. Melatih supaya persendian tetap di pakai 3. Penurunan berat badan 4. Minum obat secara teratur sesuai anjuran dokter 5. Menghilangkan stress

20

b. Farmakologis Obat analgesik Obat antiinflamsi non steroid Obat chondroprotective agent : Tetrasiklin dan derivatnya Asam hialuronat Glikosamniglikan Kondroitin sulvat Vitamin C

6.

PLANNING/RENCANA PENATALAKSANAAN a. Memberikan edukasi untuk menurunkan berat badan b. Melakukan 6 langkah proses terapi: 1) Menetapkan masalah 2) Menentukan tujuan terapi 3) Verifikasi P-drug 4) Penulisan resep 5) Edukasi 6) Monitoring c. Menyarankan untuk melakukan pemeriksaan foto rontgen daerah lutut

21

BAB II PEMBAHASAN

A. DAFTAR MASALAH 1. Masalah aktif a. Tekanan darah tinggi/ hipertensi Hipertensi yang diderita pasien ini sudah lebih dari 1 tahun yang lalu sampai dengan sekarang. Hipertensi ini dimasukkan dalam masalah akitf karena hipertensi pada pasien ini merupakan masalah yang sedang berlangsung dan membutuhkan pemeriksaan dan penanganan, selanjutnya juga masih membutuhkan suatu tindakan khusus yang akan berdampak pada pengobatan masa kini dan masa yang akan datang. Jika hipertensi ini tidak dikendalikan atau tidak ditangani dengan baik maka akan menimbulkan komplikasi seperti angina, infark miokardium, strok, transient ischemic attack, gagal jantung. Sehingga dengan dimasukkannya hipertensi sebagai masalah aktif supaya mendapat penanganan yang tepat untuk menghindari terjadinya komplikasi. b. Nyeri pada tangan kanan terutama pada siku (suspek gout arthritis) Nyeri pada tangan kanan terutama pada siku yang sering dikeluhkan pasien ini dimasukkan ke dalam masalah akif karena harus dicari penyebabnya. Nyeri yang dialami pasien ini harus dicari penyebabnya apakah ada penyakit yang mendasari timbulnya keluhan tersebut. c. Batuk kering Batuk kering kronis yang diderita pasien dimasukkan ke dalam masalah aktif karena sedang diderita sampai saat ini. Batuk kering kronis mungkin disebabkan karena obat antihipertensi yaitu captopril yang dikonsumsi oleh pasien. Captopril merupakan angiotensin converting enzyme (ACE) inhibitor. ACE membantu produksi angiotensin II. Inhibitor ACE mencegah pengubahan angiotensin I menjadi angiotensin II. Inhibitor ACE juga mencegah degradasi bradikinin dan merangsang sintesis senyawa vasodilator lain seperti prostaglandin E2 dan prostasiklin.

22

Degradasi yang tidak terdegradasi ini yang menyebabkan timbulnya efek samping batuk kering. d. Gangguan penglihatan terutama melihat dekat Menurut Ilyas (2010), pada usia lanjut telah terjadi berbagai perubahan organ tubuh termasuk organ indera yaitu mata. Adanya gangguan penglihatan ini mungkin karena adanya gangguan akomodasi yang disebabkan karena kelemahan muskulus siliaris, dan lensa yang telah berkurang daya elastisitasnya. Berubahnya mukulus siliaris dan lensa ini menyebabkan gangguan penglihatan yang disebut presbiopia. Presbiopia adalah peneurunan akomodasi yang berhubungan dengan usia sehingga kemampuan untuk melihat dekat perlahan-lahan mulai berkurang. Pada umumnya gejala presbiopia muncul setelah usia 40 tahun. Gejala presbiopia adalah kesulitan membaca tulisan kecil, mata lelah, berair dan terasa pedas. Pasien presbiopia membutuhkan kacamata baca atau adisi untuk membaca dekat dengan kekuatan tertentu, biasanya: +1.0 D untuk usia 40 tahun +1.5 D untuk usia 45 tahun +2.0 D untuk usia 50 tahun +2.5 D untuk usia 55 tahun +3.0 D untuk usia 60 tahun Karena jarak baca biasanya 33 cm, maka adisi +3.0 dioptri adalah lensa positif terkuat yang dapat diberikan kepada seseorang.

2. Masalah pasif a. Suka makan-makanan yang bersantan Kebiasaan suka makan makanan yang bersantan dan latar belakang ekonomi yang rendah ini dapat dimasukkan ke dalam masalah pasif, karena kedua masalah ini dapat menjadi latar belakang timbulnya penyakit atau keluhan yang dialami pasien sekarang. Kebiasaan suka makan makanan yang bersantan ini dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah. Kolesterol yang terlalu tinggi dalam darah dapat mempersempit

23

arteri, bahkan dapat menyumbat peredaran darah dan meningkatkan risiko terjadinya hipertensi yang diderita pasien. b. Ekonomi rendah Ekonomi rendah mungkin menjadi salah satu faktor risiko terjadinya beberapa keluhan pada pasien. Latar belakang ekonomi yang rendah ini menyebabkan pola makan dan pola hidup yang seadanya dan kurang memperhatikan masalah kesehatan. Selain itu, ekonomi rendah

meningkatkan stres psikologis pada pasien yang akan meningkatkan risiko untuk terkena penyakit.

B. DIAGNOSIS BANDING 1. Hipertensi grade II a. Definisi Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik sedikitnya 140 mmHg atau tekanan diastolik sedikitnya 90 mmHg. Tekanan darah pada pasien ini dalam posisi berdiri: 160/80 mmHg; duduk: 190/90

mmHg; berbaring: 170/89 mmHg sehingga bisa dikategorikan hipertensi.

b.

Klasifikasi 1) Klasifikasi tekanan darah menurut JNC VII adalah sebagai berikut: Klasifikasi tekanan darah TDS (mmHg) < 120 120-139 140-159 160 dan atau atau atau TDD (mmHg) < 80 80-89 90-99 100

Normal Prahipertensi Hipertensi derajat I Hipertensi derajat II

Berdasarkan klasifikasi tekanan darah menurut JNC VII, pasien ini menderita hipertensi derajat II. 2) Berdasarkaan penyebabnya Berdaasarkan penyebabnya hipertensi dibedakan menjadi 2 yaitu: 24

a. Hipertensi primer/ esensial Hipertensi primer adalah hipertensi yang penyebabnya tidak diketahui (idiopatik). Hipertensi primer ini merupakan penyakit multifaktorial yang timbul terutama karena interaksi antara faktor risiko tertentu yang memungkinkan terjadinya perubahan pada jantung dan pembuluh darah yang kemungkinan bersamasama menyebabkan meningkatnya tekanan darah. Faktor-faktor risiko yang mendorong timbulnya kenaikan tekanan darah yaitu: 1. Usia Hipertensi erat kaitannya dengan usia tua karena arteri kehilangan elastisitasannya seiring bertambahnya usia. 2. Jenis kelamin Bila ditinjau dari perbandingan antara wanita dan pria angka kejadiannya cukup bervariasi. Hingga usia 55 tahun lebih banyak ditemukan pada pria. Namun setelah menopause (setelah usia 50 tahun) kejadian banyak pada wanita. Hal ini dipengaruhi oleh hormone estrogen. 3. Ras 4. Genetik 5. Stres psikologis Stres dapat merangsang kelenjar anak ginjal untuk mengeluarkan adrenalin sehingga jantung akan berdenyut lebih cepat dan lebih kuat sehingga tekanan darah juga akan meningkat 6. Pola makan: diet tinggi garam dan lemak, jarang makan sayur dan buah. 7. Gaya hidup: jarang olah raga, merokok, dan konsumsi alkohol. 8. Obesitas

25

Pada pasien ini ada faktor risiko yang meningkatkan kejadian hipertensi yaitu usia yang sudah tua yaitu 70 tahun dan telah menopause, jenis kelamin wanita, sering makan makanan yang bersantan, dan di lingkungan sekitarnya ada yang merokok. b. Hipertensi sekunder Hipertensi sekunder adalah hipertensi yang disebabkan karena penyakit lain misalnya penyakit ginjal. Pada pasien ini tidak ditemukan penyakit yang dapt menyebabkan hipertensi seperti penyakit ginjal. c. Manifestasi klinik Hipertensi biasanya asimtomatis atau tanpa gejala. Gejala dapat muncul setelah menderita hipertensi bertahun-tahun. Manifestasi yang muncul biasanya adalah: 1) Sakit kepala 2) Tengkuk terasa pegal 3) Mual 4) Muntah 5) Emosi meningkat 6) Sesak napas 7) Kelelahan 8) Mimisan tiba-tiba 9) Pandangan menjadi kabur Pada pasien ini biasanya tidak mengeluhkan apa-apa ketika tekanan darahnya meningkat bahkan ketika tekanan darahnya mencapai 200 mmHg pasien tidak mengeluhkan adanya gejala apapun. Tetapi kadang-kadang pasien mengeluh bahwa kepalanya sakit. 2. Suspek gout arthritis a. Definisi Gout arthritis merupakan kelompok penyakit heterogen sebagai akibat dari deposisi kristal monosodium urat pada jaringan. Gangguan

26

metabolisme yang mendasari gout adalah hiperurisemia. Hiperurisemia adalah peninggian kadar urat lebih dari 7, 0 mg/dl pada laki-laki dan 6,0 mg/dl pada perempuan. b. Faktor risiko 1. Diet tinggi purin yang terkandung pada emping, jeroan, bayam, kangkung. 2. Pemakaian obat diuretik c. Gambaran klinis Ada 4 tahap perjalanan klinis penyakit gout yang tidak diobati yaitu: 1. Hiperurisemia asimtomatik Pada tahap ini pasien tidak mengeluhkan gejala apapun selain adanya peningkatan asam urat serum. 2. Artritis gout akut Pada tahap ini terjadi awitan mendadak pembengkakan dan nyeri yang luar biasa pada sendi ibu bersifat jari kaki dan sendi dan

metatarsofalangeal.

Arthritis

monoartikular

menunjukkan tanda-tanda peradangan lokal. Sendi-sendi lain dapat terserang seperti sendi jari-jari tangan, lutut, siku, pergelanagan tangan atau mata kaki. 3. Tahap interkritikal Pada tahap ini tidak terdapat gejala apapun dan dapat berlangsung dari beberapa bulan hingga tahun. 4. Tahap gout kronik Pada tahap gout kronik ini dapat terjadi serangan arthritis gout akut. Terbentuknya tofi akibat insolubilitas relatif asam urat. Lokasi tofi yang paling sering pada cuping telinga, MTP-I, olekranon, tendon Achilles dan jarii tangan. d. Kriteria diagnosis Kriteria diagnosis gout arthritis harus ada 6 dari 12 tanda ini: 1. Lebih dari 1 kali serangan arthritis akut 2. Inflamasi maksimal tercapai dalam waktu 1 hari

27

3. Monoartikuler 4. Sendi kemerahan 5. Nyeri/ bengkak sendi MTP 6. Serangan unilateral MTP-I 7. Serangan unilateral sendi tarsal 8. Tofus 9. Hiperurisemia 10. Bengkak asimetri 11. Kista subkortikal tanpa erosi 12. Kultur mikroorganisme cairan sendi negatif pada saat serangan inflamasi sendi.

C. DIAGNOSIS KERJA Hipertensi grade II Karena tekanan darah pada pasien ini dalam posisi berdiri: 160/80 mmHg; duduk: 190/90 mmHg; berbaring: 170/89 mmHg sehingga bisa

dikategorikan hipertensi. Dan menurut klasifikasi tekanan darah menurut JNC VII, pasien ini menderita hipertensi derajat II. Pada pasien ini ada faktor risiko yang meningkatkan kejadian hipertensi yaitu usia yang sudah tua yaitu 70 tahun dan telah menopause, jenis kelamin wanita, sering makan makanan yang bersantan, dan di lingkungan sekitarnya ada yang merokok.

D. TATALAKSANA 1. Nonfarmakologis a. Pola makan yang baik 1) Membatasi asupan garam Pengaruh asupan garam terhadap timbulnya hipertensi terjadi melalui peninhkatan volume plasma, curah jantung, dan tekanan darah. Garam menyebabkan penumpukan cairan dalam tubuh

28

karena menarik cairan di luar sel agar tidak keluar, sehingga akan meningkatkan volume dan tekanan darah. 2) Konsumsi buah dan sayur Konsumsi buah dan sayur yang mengandung kalium. Fitroestrogen dan serat. Konsumsi kalium yang terkandung dalam pisang, mangga, air kelapa muda bermanfaat untuk mengendalikan tekanan darah dan menjaga keseimbangan kalium dan natrium. Konsumsi kalium akan meningkatkan kosentrasinya di dalam cairan intraseluler sehingga cenderung menarik air dari

ekstraseluler dan menurunkan tekanan darah. Fibroestrogen bersumber pada nabati seperti susu kedelai, tempe, tahu, dll, yang memiliki kemampuan seperti estrogen. Serat dibutuhkan untuk memperlancar defekasi dan mencegah terjadinya kanker kolon. 3) Mengurangi konsumsi makanan yang tinggi lemak Lemak trans (ditemukan pada makanan yang diproses, misalnya biskuit dan margarin) dan lemak jenuh (ditemukan pada mentega, cake, pastry, biskuit, produk daging, dan krim) telah terbukti dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah. Kolesterol yang terlalu tinggi dalam darah dapat mempersempit arteri, bahkan dapat menyumbat peredaran darah. b. Perubahan pola hidup Rajin olah raga dan aktivitas fisik. Olahraga sebaiknya dilakukan teratur dan bersifat aerobik, karena kedua sifat inilah yang dapat menurunkan tekanan darah. Olahraga aerobik maksudnya olahraga yang dilakukan secara terus-menerus dimana kebutuhan oksigen masih dapat dipenuhi tubuh, misalnya jogging, senam, renang, dan bersepeda. Aktivitas fisik adalah setiap gerakan tubuh yang meningkatkan pengeluaran tenaga dan energi (pembakaran kalori). c. d. Pemeriksaan tekanan darah secara teratur Minum obat secara teratur sesuai anjuran dokter

29

e.

Menghilangkan stress

2. Farmakologis a. Obat antihipertensi Pasien ini menderita hipertensi grade II dapat diberikan kombinasi 2 obat, biasanya diberikan diuretika jenis thiazid dan ACE-inhibitor atau angiotensin II receptor blocker atau blocker atau Ca channel blocker. Tetapi jika pasien ini pada pemeriksaan kadar asam uratnya meningkat (hiperurisemia) perlu dipertimbangkan lagi penggunaan antihipertensi jenis thiazid karena obat ini dapat memperparah hiperurisemia. Karena kadar asam urat pasien ini belum diketahui maka sebaiknya menggunakan terapi antihipertensi tunggal yaitu dengan ACE-inhibitor atau angiotensin II receptor blocker atau blocker atau Ca channel blocker. 1) Diuretika jenis thiazid a. Mekanisme kerja: meningkatkan ekskresi natrium, klorida dan air sehingga mengurangi volume plasma dan cairan ekstra sel sehingga curah jantung berkurang yang menyebabkan tekanan darah menurun. b. Indikasi: gagal jantung kongestif, usia lanjut, isolated systolic hypertension. c. Kontraindikasi: gout dan kehamilan. d. Efek samping: hipokalemia, hipomagnesemia, hiponatremia, hiperurisemia, hiperglikemia, hiperkolestrolemia. e. Dosis: Hidroklorotiazid 12,5 mg x 1 kali per hari. 2) ACE-inhibitor a. Mekanisme kerja: ACE membantu produksi angiotensin II. Inhibitor ACE mencegah pengubahan angiotensin I menjadi angiotensin II. Inhibitor ACE juga mencegah degradasi bradikinin dan merangsang sintesis senyawa vasodilator lain

30

seperti prostaglandin E2 dan prostasiklin sehingga tekanan darah akan menurun. b. Indikasi: hipertensi ringan-sedang, hipertensi berat yang resisten dengan pengobatan yang lain, gagal jantung kongestif, disfungsi ventrikel kiri, pasca infark miokardium, nondiabetik nefropati, proteinuria, nefropati DM tipe 1. c. Kontraindikasi: kehamilan, hiperkalemia, stenosis arteri renalis bilateral. d. Efek samping: hipotensi, pusing, sakit kepala, batuk kering yang persisten, rash, gangguan pengecap, hiperkalemia (jarang), gagal ginjal akut yang reversibel, proteinuria (jarang) e. Dosis: Kaptopril untuk usia lanjut : awalnya 6,25 mg 2 kali sehari dan dosis rumatan 25 mg x 2 kali sehari (maksimal 50 mg 2 kali sehari) 3) Angiotensin II receptor blocker a. Mekanisme kerja: b. Indikasi: hipertensi, nefropati DM tipe 2, mikroalbuminuria diabetik, proteinuria, hipertrofi ventrikel kiri, batuk karena ACE inhibitor. c. Kontraindikasi: kehamilan, hiperkalemia, stenosis arteri renalis bilateral, menyusui. d. Efek samping: kelelahan, diare (jarang), sakit kepala, nyeri sendi, nyeri otot, gangguan rasa, trombositopenia, neutropenia. e. Dosis: Losartan 50 mg x 1 per hari. 4) blocker a. Mekanisme kerja: golongan obat ini menghambat

adrenoreseptor beta di jantung, pembuluh darah perifer. Mekanisme kerja beta blocker sebagai antihipertensi belum diketahui pasti, tetapi obat golongan ini mengurangi curah jantung, mempengaruhi sensitifitas refleks baroreseptor dan memblok adrenoseptor perifer.

31

b. Indikasi: hipertensi, aritmia, angina, gagal jantung kongestif. c. Kotraindikasi: asma, penyakit paru obstruktif menahun, hipotensi, syok kardiogenik. d. Efek samping: bradikardi, gagal jantung, hipotensi,

bronkospasme, gangguan saluran cerna, fatigue, gangguan tidur. e. Dosis: Propanolol 2 x 80 mg sehari

5) Ca channel blocker a. Mekanisme kerja: memblok masuknya Ca sehingga terjadi relaksasi otot polos. b. Indikasi: hipertensi, usia lanjut, penyakit pembuluh darah perifer, angina pectoris, isolated systolic hypertension. c. Kotraindikasi: takiaritmia, gagal jantung kongestif. d. Efek samping: mengantuk, nyeri kepala, konstipasi, takikardi, palpitasi. e. Dosis: Nifedipin 1 x 30 mg sehari. Pada pasien ini dapat diberikan Hidroklorotiazid 12,5 mg x 1 kali per hari dan Captopril 12,5 mg x 1 kali sehari. tetapi jika pada pemeriksaan kadar asam urat darahnya tinggi lebih baik

hidroklorotiazid tidak diberikan. Jika pasien merasa terganggu dengan batuk kering yang ditimbulkan oleh kaptopril maka dapat diganti dengan Losartan 50 mg x 1 per hari.

b. Obat batuk Batuk yang diderita pasien bersifat kering dan kronik.

Kemungkinan keluhan batuk kering ini disebabkan karena penggunaan antihipertensi kaptopril. Untuk mengatasi batuk kering ini dapat diberikan Noskapin. 1) Indikasi: semua keadaan yang memerlukan efek antitusif (pereda batuk).

32

2) Kontraindikasi: asma bronkial, peningkatan tekanan intrakranial, depresi pernafasan dan penggunaan bersama dengan MAOI (penghambat mono amin oksidase). 3) Dosis: 3-4 kali 15-30 mg sehari 4) Mekanisme kerja: menekan refleks batuk dengan meningkatkan ambang pusat refleks batuk di medulla oblongata.

E. PLANNING 1. Melakukan pemeriksaan tekanan darah untuk mengetahui tekanan darah terakhir. 2. Melakukan 6 langkah proses terapi: a. Menetapkan masalah Hipertensi grade II b. Tujuan terapi 1) 2) Menurunkan tekanan darah Diet rendah garam, rendah lemak

c. Verifikasi P-drug 1) Jenis obat Antihipertensi golongan ACE inhibitor (kaptopril) Indikasi: hipertensi ringan-sedang, hipertensi berat yang resisten dengan pengobatan yang lain, gagal jantung kongestif, disfungsi ventrikel kiri, pasca infark miokardium, nondiabetik nefropati, proteinuria, nefropati DM tipe 1. Kontraindikasi: kehamilan, hiperkalemia, stenosis arteri renalis bilateral. Atau antihipertensi golongan angiotensin II receptor blocker (losartan) Indikasi: hipertensi, nefropati DM tipe 2, mikroalbuminuria diabetik, proteinuria, hipertrofi ventrikel kiri, batuk karena ACE inhibitor.

33

Kontraindikasi: kehamilan, hiperkalemia, stenosis arteri renalis bilateral, menyusui. 2) Bentuk sediaan obat: tablet (kaptopril) atau tablet salut selaput (losartan) 3) Dosis: Kaptopril untuk usia lanjut : awalnya 6,25 mg 2 kali sehari dan dosis rumatan 25 mg x 2 kali sehari (maksimal 50 mg 2 kali sehari). Pada pasien diberikan 25 mg 2 kali sehari. 4) Jadwal pemberian: 1 jam sebelum makan

d. Penulisan resep dr. Adhelia Aksti Pertiwi SIP 09711210 Jalan Kaliurang Km 13,5 Yogyakarta Yogyakarta, 9 Juni 2012 R/ Tab Kaptopril 25 mg No. XIV 6. 7. 8. 9. s. 2.d.d. tab. I p.c. __________________________________________ Pro: Ny. HS (70 th) Alamat: Candirejo Danguran Klaten

Atau dr. Adhelia Aksti Pertiwi SIP 09711210 Jalan Kaliurang Km 13,5 Yogyakarta Yogyakarta, 9 Juni 2012 R/ Tab Losartan 50 mg No.VII s. 1.d.d. tab. I ________________________________________________ 10. Pro: Ny. HS (70th) Alamat: Candirejo Danguran Klaten

34

e. Instruksi, peringatan, edukasi 1) Kaptopril Indikasi: hipertensi ringan-sedang, hipertensi berat yang resisten dengan pengobatan yang lain, gagal jantung kongestif, disfungsi ventrikel kiri, pasca infark miokardium, nondiabetik nefropati, proteinuria, nefropati DM tipe 1. Kontraindikasi: hiperkalemia, stenosis arteri renalis bilateral. Efek samping: hipotensi, pusing, sakit kepala, batuk kering, rash, gangguan pengecap, hiperkalemia (jarang), gagal ginjal akut yang reversibel, proteinuria (jarang) Dosis: Kaptopril untuk usia lanjut : awalnya 6,25 mg 2 kali sehari dan dosis rumatan 25 mg x 2 kali sehari (maksimal 50 mg 2 kali sehari) 2) Losartan Indikasi: hipertensi, nefropati DM tipe 2, mikroalbuminuria diabetik, proteinuria, hipertrofi ventrikel kiri, batuk karena ACE inhibitor. Kontraindikasi:hiperkalemia, stenosis arteri renalis bilateral. Efek samping: kelelahan, diare (jarang), sakit kepala, nyeri sendi, nyeri otot, gangguan rasa, trombositopenia, neutropenia. Dosis: Losartan 50 mg x 1 per hari 3) Edukasi Diet rendah garam Diet rendah lemak Minum obat teratur Cukup istirahat Kontrol stres f. Monitoring Pasien harus kembali ke dokter jika obat habis - Rutin memeriksakan tekanan darah minimal 1 bulan sekali.

35

- Jika ada efek samping tanda-tanda hipotensi seperti pusing, sakit kepala, seperti mau pingsan, penglihatan kabur atau berkunangkunang segera kembali kontrol ke dokter. 3. Menyarankan untuk melakukan pemeriksaan laboratorium untuk cek kadar asam urat untuk memastikan ada tidaknya peningkatan kadar asam urat darah.

36

KESIMPULAN

Asesmen geriatri merupakan pendekatan multidisiplin untuk menilai aspek medis, fungsional, psikososial, dan ekonomi penderita usia lanjut dalam rangka Menyusun rencana pengobatan dan pemeliharaan kesehatan. Karena penyakit usia lanjut bersifat multiple dan dipengaruhi bayak faktor, asesmen geriatri ini bermanfaat untuk membantu menegakkan diagnosis karena asesmen ini bersifat holistik dan komprehensif. Asesmen geriatri ini juga diharapkan mampu mengurangi kejadian polifarmasi pada usia lanjut, karena penatalaksanaan pada usia lanjut itu harus bersifat holistik dan komprehensif bukan hanya berdasarkan gejala atau simptom.

37

DAFTAR PUSTAKA

Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia, 2008. Informatorium Obat Nasional Indonesia 2008, CV Sagung Seto, Jakarta. Gunawan, S.G., 2007. Farmakologi dan Terapi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Edisi 5. Gaya Baru : Jakarta. Ilyas, S., 2010. Ilmu Penyakit Mata (3rd ed.). Balai Penerbit FKUI, Jakarta. Price, S.A., Wilson, L. M., Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit, alih bahasa Brahm U, EGC, Jakarta, 2005. Sudoyo, A.W., Setiyohadi, B., Alwi, I., Simadribata, M., Setiati, S., 2009. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam (5th ed). Jakarta Pusat: Internal Publishing. Tadevosyan, A., MacLaughlin, E., Karamyan, V., Angiotensin II type 1 receptor antagonists in the treatment of hypertension in elderly patients: focus on patient outcomes, Patient Related Outcome Measures 2011;2:2739 Varon, S., Strickman, N., Diagnosis and treatment of hypertensive crises in the elderly patients, J Geriatr Cardiol 2007;4:50-5 Moser, M., Cushman, W., Ziegler, M.,
Marvin Moser, MD; William C. Cushman, MD; Michael G. Ziegler, MD

38

LAMPIRAN

39

40