Anda di halaman 1dari 8

TUGAS MATERIAL TEKNIK

JENIS - JENIS KOROSI DAN PENCEGAHANNYA

Disusun Oleh : Cahyo Diyanto 3331081417

JURUSAN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA CILEGON-BANTEN 2013

KOROSI
Korosi adalah kerusakan material khususnya logam secara umum akibat reaksi dengan lingkungan sekitarnya. Hasil dari proses kerusakan berupa berbagai produk korosi misalnya berbagai macam oksida logam, kerusakan permukaan logam secara morfologi, perubahaan sifat mekanis, perubahan sifat kimia.

JENIS-JENIS KOROSI SECARA UMUM 1. KOROSI SERAGAM (UNIFORM CORROSION)

korosi yang terjadi secara serentak diseluruh permukaan logam, oleh karena itu pada logam yang mengalami korosi merata akan terjadi pengurangan dimensi yang relative besar per satuan waktu.

2. KOROSI DWI LOGAM (GALVANIK CORROSION)

Korosi galvanic terjadi apabila dua logam yang tidak sama dihubungkan dan berada di lingkungan korosif. Salah satu dari logam tersebut akan mengalami korosi, sementara logam lainnya akan terlindung dari serangan korosi. Logam yang mengalami korosi adalah logam yang memiliki potensial yang lebih rendah dan logam yang tidak mengalami korosi adalah logam yang memiliki potensial lebih tinggi.

3. KOROSI CELAH (CREVICE CORROSION)

Adalah korosi yang terjadi karena sebagian permukaan logam terhalang dari lingkungan dibanding bagian lain logam yang menghadapi elektrolit dalam volume yang besar.

4. KOROSI RETAK TEGANG (STRESS CORROSION CRACKING)

Bentuk korosi dimana material mengalami keretakan akibat pengaruh lingkungannya. Korosi retak tegang terjadi pada paduan logam yang mengalami tegangan tarik statis dilingkungan tertentu, seperti baja tahan karat sangat rentan terhadap lingkungan klorida panas, tembaga rentan dilarutan ammonia dan baja karbon rentan terhadap nitrat. 5. KOROSI BATAS BUTIR (INTERGRANULAR CORROSION)

Korosi batas butir merupakan korosi yang menyerang secara lokal menyerang batas butir-butir logam sehingga butir-butir logam akan hilang atau kekuatan mekanik dari logam akan berkurang, Korosi ini disebabkan adanya kotoran (impurity) batas butir, adanya unsur yang berlebih pada sistem perpaduan atau penghilangan salah satu unsur pada daerah batas butir.

6. KOROSI EROSI

Korosi erosi merupakan jenis korosi yang menggunakan proses mekanik melalui pergerakan relatif antara aliran gas atau cairan korosif dengan logam. Adalah korosi yang disebabkan akibat gerak relative antara elektrolit dan permukaan logam. Korosi ini biasanya disebabkan karena terjadinya proses- proses elektrokimia dan oleh efek-efek mekanik seperti abrasi dan gesekan.

7. PELULUHAN SELEKTIF (SELECTIVE LEACHING/DEALLOYING)

Korosi yang terjadi pada paduan logam karena pelarutan salah satu unsure paduan yang lebih aktif, seperti yang biasa terjadi pada paduan tembaga-seng. Mekanisme terjadinya korosi selective leaching diawali dengan terjadi pelarutan total terhadap semua unsur. Salah satu unsure pemadu yang potensialnya lebih tinggi akan terdeposisi, sedangkan unsur yang potensialnya lebih rendah akan larut keelektrolit. Akibatnya terjadi keropos pada logam paduan tersebut. 8. PERONGGAAN (CAVITATION)

Peronggaan (cavitation): Peronggaan terjadi saat tekanan operasional cairan turun di bawah tekanan uap gelembung-gelembung gas yang dapat merusak permukaan logam dasar.

PENCEGAHAN KOROSI Proses korosi dapat dicegah dengan melihat berbagai aspek yang mempengaruhi proses korosi tersebut. Aspek-aspek dala pencegahannya yaitu : 1. SELEKSI MATERIAL Metode umumnya yang sering digunakan dalam pencegahan korosi yaitu pemilihan logam atau paduan dalam suatu lingkungan korosif tertentu 2. PROTEKSI KATODIK DAN ANODIK Proteksi katodik adalah jenis perlindungan korosi dengan menghubungkan logam yang mempunyai potensial lebih tinggi ke struktur logam sehingga tercipta suatu sel elektrokimia dengan logam berpotensial rendah bersifat katodikdan terproteksi Proteksi katodik dibagi dua metode : a. Arus tanding (impressed current)

Proteksi katodik dengan sistem arus tanding dilakukan dengan alat sumber arus dari luar, anoda yang digunakan umumnya tidak habis, umumnya digunakan saat kebutuhan arus tinggi dan lingkungan resistivitas tinggi

b. Anoda tumbal (sacrificial anode)

Proteksi katodik dilakukan dengan menghubungkan anoda tumbal ke struktur, prinsipnya untuk membuat suatu sel galvanik dengan mewakilkan anoda sebagai material kurang mulia yang akan habis saat interaksi galvanic.

3. PELAPISAN (COATING) Metode pelindungan logam terhadap serangan korosi adalah dengan pelapisan. Prinsip umum dari pelapisan yaitu melapiskan logam induk dengan suatu bahan atau material pelindung. Jenis-jenis pelapisan sebagai pelindung proses korosi dapat dibagi secara umum tiga bagian yaitu pelapisan organik , non organik dan logam. a. Pelapisan logam dan non organik Pelapisan dengan ketebalan tertentu material logam dan non organik dapat memberikan pembatas antara logam dan lingkungannya. Metode pelapisan dengan logam : 1. Electroplating (Penyepuhan listrik) : Komponen yang akan dilapis dan batangan atau pelat logam direndam dalam suatu larutan elektrolit yang mengandung garam-garam logam bahan penyepuh. Kemudian suatu potensial diberikan ke dalam sel sehingga komponen sebagai katoda dan batangan logam penyepuh menjadi anoda, ion-ion logam penyepuh dari larutan akan mengendap ke permukaan komponen sementara dari anoda ion-ion terusa terlarut. 2. Hot dipping (Pencelupan panas) : Komponen dicelipkan ke dalam wadah besar berisi logam pelapis yang meleleh (dalam kedaan cair). Antara logam pelapis dan logam yang dilindungi terbentuk ikatan secara metalurgi baik karena terjadinya proses perpaduan antarmuka (interface alloying).

3. Flame spraying (Penyemprotan dengan semburan api) : Logam pelapis berbetuk kawat diumpankan pada bagian depan penyembur api dan meleleh kemudian segera dihembuskan dengan tekanan yang tinggi menjadi butiranbutiran halus. Nutiran-butiran halus dengan kecepatan 100-150 m/s menjadi pipih saat menumbuk permukaan logam dan melekat. 4. Cladding: Lapisan dari logam tahan korosi dilapiskan ke logam lain yang tidak mempunyai ketahan korosi terhadap lingkungan kerja yang kurang baik namun dari segi sifat mekanik, fisik dsb baik. 5. Diffusion (pelapisan difusi) : Teknik mendifusikan logam pelapis atau pelapis bukan logam ke dalam lapisan permukanan logam yang dilindungi dengan membentuk selapis logam paduan pada komponen b. Pelapisan Organik Pelapisan ini memberikan batasan-batasan antara material dasar dan lingkungan. Pelapisan organik antara lain cat, vernis, enamel dan selaput organik dan sebagainya.

4. PERUBAHAN MEDIA DAN INHIBITOR a. Perubahan Media Perubahan media lingkungan bertujuan untuk mengurangi dampak korosi. Parameterparameter umum yaitu : Penurunan temperatur Penurunan laju alir larutan elektrolit Menghilangkan unsur oksigen atau oksidiser Perubahan kosentrasi

b. Inhibitor Inhibitor adalah suatu subtansi senyawa yang dimana ditambah dengan konsentrasi kecil ke lingkungan sehingga mengurangi laju korosi yang ada. Inhibitor dapat dikatakan sebagai katalis.