Anda di halaman 1dari 25

BAB I PENDAHULUAN

Sebagaimana diketahui keluarga merupakan bagian terkecil dari masyarakat yang dapat mencerminkan kualitas dari suatu negara. Keluarga yang sejahtera, sehat, harmonis, berkualitas, dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa merupakan idaman dari setiap keluarga, oleh karena itu program-program Keluarga Berencana telah dirubah visinya dari mewujudkan NKKBS menjadi Keluarga Berkualitas Tahun 20151. Keluarga yang berkualitas adalah keluarga yang sejahtera, sehat, maju, mandiri, memiliki jumlah anak yang ideal, berwawasan ke depan, bertanggung jawab, harmonis dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dari visi tersebut terlihat bahwa program Keluarga Berencana memiliki andil yang penting dalam upaya meningkatkan kualitas penduduk. Keluarga berencana merupakan salah satu upaya pelayanan kesehatan preventif yang paling dasar dan utama. Pencegahan kematian dan kesakitan ibu merupakan alasan utama diperlukannya pelayanan keluarga berencana1. Perwujudan nyata dalam partisipasi program Keluarga Berencana adalah dengan menggunakan kontrasepsi. Tetapi dilain pihak terdapat kendala berupa banyaknya jenis kontrasepsi yang beredar dipasaran dan masyarakat hanya mampu menyebut jenis alat atau obat kontrasepsi tersebut sedangkan informasi-infomasi mengenai keuntungan, kekurangan, kontraindikasi maupun efek samping dari kontrasepsi tersebut tidak mereka dapatkan, belum lagi adanya pandangan-pandangan atau norma budaya lingkungan dan orang tua yang dapat membuat pengguna (akseptor) menjadi ragu-ragu dalam menggunakan kontrasepsi tersebut. Untuk itu diperlukan suatu layanan konseling agar dapat menjelaskan secara benar setiap kontrasepsi dengan jelas mengenai keuntungan, kerugian, efek samping maupun kontraindikasinya. Penggunaan alat dan obat kontrasepsi memang tidak dapat lepas dari efek samping dan risiko yang kadang-kadang dapat merugikan kesehatan, namun demikian yang harus dipikirkan adalah benefit/ keuntungan dari penggunaan alat/ obat kontrasepsi tersebut yang lebih besar dibanding tidak menggunakan kontrasepsi.
1

Adapun syarat metode kontrasepsi yang ideal adalah1 : Aman, artinya tidak menimbulkan komplikasi yang berat bila digunakan Berdaya guna, dalam arti bila digunakan sesuai dengan aturan akan dapat mencegah kehamilan Dapat diterima, bukan hanya oleh akseptor tapi juga oleh lingkungan budaya di masyarakat Terjangkau harganya oleh masyarakat Bila metode tersebut dihentikan penggunaannya, kesuburan akan segera pulih, kecuali untuk kontrasepsi mantap. Pengaturan kelahiran memiliki benefit (keuntungan) kesehatan yang nyata, salah satu contoh pil kontrasepsi dapat mencegah terjadinya kanker uterus dan ovarium, penggunaan kondom Program KB menentukan kualitas keluarga, karena program ini dapat menyelamatkan kehidupan perempuan serta meningkatkan status kesehatan ibu terutama dalam mencegah kehamilan tak diinginkan, menjarangkan jarak kelahiran mengurangi risiko kematian bayi. Selain memberi keuntungan ekonomi pada pasangan suami istri, keluarga dan masyarakat, KB juga dapat mencegah penularan penyakit menular seksual, seperti HIV

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Kontrasepsi ialah usaha-usaha untuk mencegah terjadinya kehamilan. Usaha-usaha itu dapat bersifat sementara, dapat juga bersifat permanen dinamakan pada wanita tubektomi dan pada pria vasektomi. Sampai sekarang kontrasepsi yang ideal belum ada. Kontrasepsi yang ideal itu harus meliputi syarat-syarat sebagai berikut: 1) dapat di percaya; 2) tidak menimbulkan efek yang menggangu kesehatan; 3) daya kerja dapat diatur menurut kebutuhan; 4) tidak menimbulkan gangguan sewaktu koitus; 5) tidak memerlukan motivasi terus-menerus; 6) mudah pelaksanaannya; 7) murah harganya sehingga dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat; 8) dapat diterima oleh pasangan yang bersangkutan.5 METODE KONTRASEPSI Metode amenorae laktasi (MAL) Dengan makin meningkatnya kecendrungan pemberian Air Susu Ibu (ASI), maka makin meningkat pula perhatian terhadap interaksi penggunaan kontrasepsi pada masa laktasi. Kehamilan dan persalinan sendiri, di luar pemberian ASI akan menyebabkan anovulasi selama 414 minggu pasca persalinan. Keadaan ini disebabkan oleh kadar steroid yang tinggi dalam kehamilan dan hipofisis kebal terhadap rangsangan gonadotropin releasing hormone (GnRH) yang dihasilkan hipotalamus pada kehamilan minggu pertama hingga pasca persalinan; artinya tidak ada aktivitas pada sumbu hipofisis ovarium pada kehamilan, persalinan dan beberapa minggu pasca persalinan.4 Lamanya amenorae pasca persalinan dipengengaruhi beberapa faktor, yaitu: Kontinuitas pemberian ASI, Kebiasaan menyusui termasuk lama menyusui dan berapa banyak makanan tambahan diberikan, Kontitusi ibu termasuk umur, paritas dan keadaan gizi, Kelangsungan hidup anaknya.4

Pada wanita yang tidak menyusui, amenorea akan berlangsung 7-16 minggu, sedangkan pada wanita yang menyusui sampai sekitar 10 minggu.4 Ovulasi prahaid mungkin akan terjadi, tetapi haid dapat juga terjadi sesudah anovulatory luteal period. Walaupun begitu, amenorae pada masa laktasi tidak dapat melindungi secara sempurna terjadinya konsepsi. Pada wanita menyusui yang tidak menggunakan kontrasepsi, akan tejadi kehamilan 3-5% tanpa timbulnya haid terlebih dahulu. Dibeberapa Negara berkembang yang mempraktekkan pemberian ASI dalam waktu lama, ternyata setengahnya dari wanitawanita pasca persalinan tersebut hamil walaupun masih menyusui. Kehamilan sebagian besar terjadi 6 bulan pasca persalinan dan kejadian kehamilan akan meningkat setelah 6 bulan. Jadi, walaupun wanita dalam keadaan amenorea dan menyusui, setelah 6 bulan resiko menjadi hamil akan meningkat. Perlu diketahui bahwa apabila seorang wanita sudah haid, resiko menjadi hamil akan meningkat walaupun masih dalam periode 6 bulan pasca persalinan.4 Melihat masalah diatas walaupun amenorea laktasi dapat berfungsi sebagai kontrasepsi, tidak dapat diandalkan sebagai salah satu metode kontrasepsi. Terutama pada wanita yang tidak menyusui atau menyusui tidak penuh, wanita sudah dapat haid, atau sudah lebih dari 6 bulan pasca persalinan. Selain itu, ada variasi perbedaan lamanya terjadi anovulasi pada setiap orang atau setiap bangsa, menyebabkan kita hanya mengandalkan amenorea laktasi saja sebagai kontrasepsi.4 Dalam keadaan tersebut diatas, maka wanita pasca persalinan perlu dibantu dengan salah satu cara kontrasepsi untuk mengurangi kemungkinan kehamilan.4 Metode kontrasepsi yang dianjurkan pada masa laktasi perlu mempertimbangkan kesehatan ibu, dan harus memenuhi syarat sebagai berikut: Cara tersebut tidak mempengaruhi produksi ASI. Cara tersebut tidak mempengaruhi kesehatan anak (melalui ASI). Daya gunanya tidak dipengaruhi ukuran rahim, yang mungkin masih longgar.4

Beberapa metode kontrasepsi yang memenuhi persyaratan diatas adalah: kontrasepsi mantap, AKDR, penggunaan hormone steroid dan metode barier.4

Keuntungan kontrasepsi metode amenorea laktasi adalah:


4

Efektivitas tinggi (keberhasilan 98% pada 6 bulan pasca persalinan). Segera efektif. Tidak mengganggu senggama. Tidak ada efek samping secara sistemik. Tidak perlu pengawasan medis. Tidak perlu obat atau alat. Tanpa biaya.3

Keuntungan nonkontrasepsi Untuk bayi Mendapat kekebalan pasif (mendapat antibodi perlindungan ASI). Sumber asupan gizi yang baik dan sempurna untuk tumbuh kembang bayi yang optimal. Terhindar dari keterpaparan terhadap kontaminasi terhadap air, susu lain atau formula, atau alat minum yang dipakai.3 Untuk ibu Mengurangi perdarahan pasca persalinan. Mengurangi resiko anemia. Meningkatkan hubungan psikologik ibu dan bayi.3

Keterbatasan Perlu kesiapan sejak perawatan kehamilan agar segera meyusui dalam waktu 30 menit pasca persalinan. Mungkin sulit dilaksanakan karena kondisi sosial. Efektivitas hanya tinggi sampai kembalinya haid atau sampai dengan 6 bulan.3

Keluarga berencana alamiah (KBA) Mengetahui anatomi dan fisiologi reproduksi pria dan wanita yang berhubungan dengan fertilitas merupakan hal yang penting. Pengetahuan ini memberikan informasi yang menggambarkan bagai mana tubuh berfungsi dalam hubungannya dengan fase fertile dan infertile pada siklus menstruasi wanita dan gabungan potensi kesuburan seorang wanita hamil dan seorang pria.4
5

Keluarga berencana alamiah, yang kadang-kadang disebut juga pantang berkala, adalah aplikasi pengetahuan mengenai fertilitas dalam hubungannya dengan waktu dimana pasangan dapat menghindari kehamilan. KB alamiah didefenisikan oleh WHO sebagai metode untuk merencanakan dan mencegah kehamilan melalui pengamatan tanda-tanda dan gejal-gejala alamiah yang timbul pada fase fertile dan infertile dari siklus menstruasi, dengan menghindari senggama selama fase fertile bila kehamilan hendak dihindari.4 Metode-metode KB alamiah mencakup metode lendir leher serviks, metode suhu tubuh basal, metode simtotermal, dan metode ritme (irama).4 Prinsip pantang berkala ialah tidak melakukan persetubuhan pada masa subur istri. Untuk menentukan masa subur istri dipakai 3 patokan, yaitu 1 (ovulasi terjadi 14+/-2 hari sebelum haid yang kan datang; 2) sperma dapat hidup dan membuahi dalam 48 jam setelah ejakulasi; dan 3) ovum dapat hidup 24 jam setelah ovulasi. Jadi, jika konsepsi ingin dicegah, koitus harus dihindari sekurang-kurangnya selama 3 hari (72 jam), yaitu 48 jam sebelum ovulasi, dan 24 jam sesudah ovulsi terjadi. Tampaknya cara ini mudah dilaksanakan, tetapi dalam prakteknya sukar untuk menentukan saat ovulasi yang tepat. Hanya sedikit wanita yang mempunyai siklus hiad yang teratur.6 Senggama terputus coitus interuptus Senggama terputus adalah metode keluarga berencana tradisional, dimana pria mengeluarkan alat kelaminnya (penis) dari vagina sebelum pria mencapai ejakulasi. Cara kerja dari metode senggama terputus ini adalah alat kelamin (penis) dikeluarkan sebelum ejakulasi sehingga sperma tidak masuk kedalam vagina dan kehamilan dapat dicegah.3 Keuntungan Efektif bila digunakan dengan benar. Tidak mengganggu produksi ASI. Dapat digunakan sebagai pendukung metode KB lainnya. Tidak ada efek samping. Dapat digunakan setiap waktu. Tidak membutuhkan biaya.
6

Meningkatkan keterlibatan suami dalam KB. Untuk pasangan memungkinkan hubungan lebih dekat dan pengertian yang sangat dalam.3

Keterbatasan Efektivitas bergantung pada kesediaan pasangan untuk melakukan senggama terputus setiap melaksanakannya (angka kegagalan 4 18 kehamilan per 100 perempuan per tahun). Efektivitas akan jauh menurun apabila sperma dalam 24 jam sejak ejakulasi masih melekat pada penis. Memutus kenikmatan dalam berhubungan seksual.3

Dapat dipakai untuk Suami yang ingin berpartisipasi aktif dalam KB. Pasangan yang taat beragama atau yang mempunyai alasan filosofi untuk tidak memakai metode yang lain. Pasangan yang memerlukan kontrasepsi segera. Pasangan yang membutuhkan metode pendukung Pasangan yang memerlukan metode sementara, sambil menunggu metode yang lain. Pasangan yang memerlukan hubungan seksual yang tidak teratur.3

Tidak dapat dipakai untuk Suami dengan pengalaman ejakulasi dini. Suami yang sulit melakukan senggama terputus. Suami yang memiliki kelainan fisik atau psikologis. Ibu yang mempunyai pasangan yang sulit bekerja sama. Pasangan yang kurang dapat saling berkomunikasi. Pasangan yang tidak bersedia melakukan senggama terputus.3

Metode barier Kontrasepsi barier sudah dipakai sejak zaman dahulu. Yang umum dipakai saat ini ialah kondom, diafragma dan spermatisida vaginal (krim, tablet). Klinik KB yang memperhatikan klien perlu menyediakan pula berbagai metode barier kepada calon klien. Kondom Kondom adalah selaput karet yang dipasang pada penis selama berhubungan seksual. Alat ini akan mencegah sperma memasuki vagina. Terbuat dari karet sintetis yan tipis, berbentuk silindris, dengan muaranya berpinggir tebal, yang bila digulung berbentuk rata atau mempunyai bentuk seperti putting susu. Kondom juga sangat membantu mencegah penularan penyakit menular seksual. Kondom sangat efektif bila dipakai secara benar pada setiap kali berhubungan seksual. Pada beberapa pasangan, pemakaian kondom tidak efektif karena tidak dipakai secara konsisten. 4 Instruksi pemakaian Kondom digunakan pada penis yang ereksi sebelum masuk ke vagina. Jika kondom tidak ada penampung diujungnya, sisakan 1 2 cm di ujung kondom untuk menampung ejakulat Lepaskan kondom sebelum penis selesai ereksi, pegang kondom pada pangkalnya dengan jari untuk mencegah sperma tumpah atau merembes. Tiap kondom hanya untuk sekali pakai dan langsung dibuang. Jangan menyimpan kondom ditempat yang panas, serta jangan memakai minyak goring, baby oil atau jelly minyak untuk pelican kondom, karena dapat menyebabkan kerusakan kondom.7 Keuntungan Tidak menimbulkan resiko terhadap kesehatan. Efektivitasnya segera dirasakan. Murah dan dapat dipakai secara umum. Tanpa resep, tidak memerlukan pemeriksaan medis dan pengamatan medis. Memberi dorongan kepada pria untuk berpartisipasi dalam kontrasepsi.
8

Dapat mencegah ejakulasi dini. Metode kontrasepsi sementara bila metode kontrasepsi lainnya harus ditunda. Efektif bila dipakai dengan benar dan dipakai pada setiap hubungan seksual.4

Keterbatasan Angka kegagalan kondom yang tinggi ( 3 15 kehamilan per 100 wanita per tahun). Mengurangi sensitivitas penis. Perlu dipakai pada setiap saat hubungan seksual. Pada beberapa klien bisa menyebabkan kesulitan untuk mempertahankan ereksi. Menyediakan setiap kali hubungan seksual. Memerlukan perencanaan tentang persediaan kondom. Kondom bekas mungkin menjadi masalah pembuangannya.4

Diafragma Diafragma adalah mangkok karet yang fleksibel dengan pinggir yang mudah dibengkokkan dan disisipkan dibagian atas vagina, mencegah sperma mencapai saluran reproduksi bagian atas (uterus, tuba), jadi mencegah terjadinya konsepsi. Supaya efektif hendaknya dipakai jeli atau krim konsepsi. Bahan spermatisidal akan membunuh sperma dan bukan menghambat secara fisik seperti diafragma. Diafragma harus tetap tinggal di dalam vagina selama 6 bulan setelah hubungan seksual.4 Diafragma cukup dapat dipercaya bila dipakai secara benar sejak awal aktifitas seksual, pada setiap hubungan seksual. Variasi angka kegagalan metode barier ini menunjukan adanya faktor lain yang berpengaruh terhadap kegagalan metode ini yang sangat menentukan keberhasilan.4 Cara penggunaan/instruksi bagi klien 1. Gunakan diafragma setiap kali melakukan hubungan seksual. 2. Pertama kosongkan kandung kemih dan cuci tangan. 3. Pastikan diafragma tidak berlubang. 4. Oleskan sedikit spermatisida krim atau jeli pada kap diafragma.
9

5. Posisi saat pemasangan diafragma: Satu kaki diangkat keatas kursi atau dudukan toilet, Sambil berbaring atau sambil jongkok. 6. Lebarkan kedua bibir vagina. 7. Masukkan diafragma kedalam vagina jauh kebelakang, dorong bagian depan pinggiran k atas dibalik tulang pubis. 8. Masukkan jari kedalam vagina sampai menyentuh serviks, sarungkan karetnya dan pastikan serviks telah terlindungi. 9. Diafragma dipasang di vagina sampai 6 jam sebelum hubungan seksual. Jika hubungan seksual berlangsung diatas 6 jam setelah pemasangan, tambahkan spermatisida kedalam vagina. Diafragma berada didalam vagina paling tidak setelah 6 jam setelah terlaksananya hubungan seksual. Jangan tinggalkan diafragma di dalam vagina lebih dari 24 jam. 10. Mengangkat dan mencabut diafragma dengan menggunakan jari telunjuk dan tengah. 11. Cuci dengan sabun dan air, keringkan sebelum disimpan kembali di tempatnya. Keuntungan Efektif bila digunakan dengan benar. Tidak menggangu produksi ASI. Tidak menggangu hubungan seksual karena telah terpasang sampai 6 jam sebelumnya. Tidak menggangu kesehatan dan tidak mmpunyai efek samping sistemik.

Keterbatasan Efektifitas sedang (bila digunakan dengan spermatisida angka kegagalan 6 18 kehamilan per 100 wanita per tahun) Keberhasilan sebagai kontrasepsi bergantung pada kepatuhan mingikuti cara penggunaan. Motivasi diperlukan berkesinambungan dengan menggunakan setiap berhubungan seksual. Pemeriksaan pelvik oleh petugas kesehatan terlatih diperlukan untuk memastikan ketepatan pemasangan. Pada beberapa pengguna menjadi penyebab infeksi uretra. Pada 6 jam pasca hubungan seksual, alat masih harus berada di posisinya.

10

Spermatisida Spermatisida terdiri dari 2 komponen, yaitu zat kimiawi yang dapat mematikan sperma dan vehikulum yang dipakai untuk membuat tablet, krim, atau jelly. Spermatisida vagina dipakai di vagina untuk menginaktifkan sperma sebelum melewati serviks karena mengandung bahan yang akan merusak membran sek sperma dan mempengaruhi morbiditas dan kemampuan sperma membuahi ovum. Spermatisida di letakkan di vagina sebelum senggama.7 Macam-macam obat spermatisida dan penggunaannya: Suppositoria: suppositorium dimasukkan sejauh mungkin kedalam vagina sebelum senggama. Mulai aktif setelah 5 menit, lama kerjanya 20 menit sampai 1 jam. Jelly atau krim: untuk memasukkan kontrasepsi ini, isi satu aplikator sampai penuh. Masukkan aplikator kedalam vagina sampai ujungnya mencapai serviks, lalu dorong penghisap dan keluarkan jeli atau krim. Kontrasepsi ini bisa segera efektif tanpa harus menunggu. Aplikator hendaknya dicuci dengan sabun dan air hangat. Tablet busa: kocok wadahnya 20-30 kali sebelum dipakai. Letakkan wadah pada posisi berdiri dan tempatkan aplikator dengan katup diatas. Letakkan aplikator disisi wadah dan nantinya akan diisi tablet busa. Akseptor pada posisi berbaring, masukkan aplikator jauh kedalam vagina dekat serviks. Penghisap didorong dan keluarkan busa. Tunggu 7-10 menit sebelum senggama. Intravaginam (tisu KB). Untuk menggunakannya, buka lebar lipatannya, remas menjadi gumpalan kecil, masukkan ke dalam vagina dan dorong sampai menyentuh mulut rahim, lalu tunggu 2-5menit supaya larut.7 keuntungan Efektif seketika (busa dan krim). Tidak mengganggu produksi ASI. Bisa digunakan sebagai pendukung metode lain. Tidak mengganggu kesehatan klien dan tidak mempunyai pengaruh sistemik. Mudah digunakan. Meningkatkan lubrikasi selama hubungan seksual. Tidak perlu resep dokter atau pemeriksaan kesehatan khusus.3
11

Keterbatasan Efektivitas kurang (3 -21 kehamilan per 100 wanita per tahun). Efektivitas sebagai kontrasepsi bergantung pada kepatuhan mengikuti cara penggunaan. Ketergantungan pengguna daro motivasi berkelanjutan dengan memakai setiap melakukan hubungan seksual. Efektivitas hanya 1 -2 jam.3

Kontrasepsi kombinasi Terbagi atas : A. Pil kombinasi B. Suntikan kombinasi A. Pil kombinasi Kontrasepsi ini efektif dan reversible, harus diminum setiap hari. Pada bulan-bulan pertama efek samping barupa mual dan perdarahan bercak yang tidak berbahaya dan segera hilang dengan sendirinya. Kontrasepsi ini dapat dipakai oleh ibu usia produktif, baik yang sudah punya anak maupun yang belum. Tetapi jenis kontrasepsi ini tidak dianjurkan pada ibu yang sedang menyusui. Jenis kontrasepsi kombinasi 1. Monofasik, pil yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengandung hormone aktif estrogen/progestin dalam dosis yang sama, dengan 7 tablet tanpa hormone aktif. 2. Bifasik, pil yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengandung hormone aktif estrogen/progestin dengan dua dosis yang berbeda, dengan 7 tablet tanpa hormone aktif. 3. Trifasik, pil yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengandung hormone aktif estrogen/progestin dengan tiga dosis yang berbeda, dengan 7 tablet tanpa hormone aktif. Cara kerjanya adalah pil kombinasi ini antara lain menekan ovulasi, mencegah implantasi, mengentalkan lender servik sehingga sulit dilalui sperma, dan mengganggu pergerakan tuba sehingga pergerakan transportasi ovum akan terganggu pula.

12

Manfaat Resiko terhadap kesehatan kecil Tidak mengganggu hubungan seksual Siklus haid teratur, tidak nyeri Dapat digunakan dalam jangka panjang Dapat dihentikan setiap saat Kesuburan dapat segera kembali setelah dihentikan Dapat digunakan sebagai kontrasepsi darurat

Keterbatasan Mahal Muntah dalam 3 bulan pertama Pusing Nyeri payudara Berat badan naik sedikit Tidak dapat diberikan pada ibu yang menyusui Dapat menimbulkan depresi Tidak dapat mencegah inveksi menular seksual

Yang diperbolehkan menggunakan pil kombinasi Usia produktif Gemuk atau kurus Setelah melahirkan dan tidak menyusui Pasca keguguran anemia karena haid hebat Pada wanita yang siklus haidnya tidak teratur

Yang tidak diperbolehkan menggunakan pil kombinasi Hamil Menyusui eksklusif Perdaraha pervaginam Penyakit hati akut
13

Riwayat penyakit jantung Migrain dan gejala neurologik

C. Suntikan kombinasi Jenis suntikan kombinasi adalah 25 mg depo medroksinprogesteron asetat dan 5 mg estradiol sipionat yang diberikan injeksi secara IM sebulan sekali (Cyclofem), dan 50 mg noretindon enantat dan 5 mg estradiol valerat yang diberikan injeksi secara IM sebulan sekali. Cara kerja kerja pil kombinasi ini antara lain menekan ovulasi, mengentalkan lender servik sehingga sulit dilalui sperma, menghambat transport gamet oleh tuba. Keuntungan Resiko terhadap kesehatan kecil Tidak berpengaruh pada hubungan suami istri Tidak diperlukan pemerikasaan dalam Jangka panjang Efek samping sangat kecil Mengurangi jumlah pendarahan Mengurangi nyeri haid Mencegah anemia Mencegah kehamilan ektopik

Kerugian Terjadi perubahan pola haid tidak teratur Mual, sakit kepala dan nyeri payudara ringan, tapi akan hilang setelah suntikan kedua dan ketiga Efektivitasnya berkurang bila digunakan bersamaan dengan obat-obat epilepsy dan TBC Penambahan berat badan Tidak menjamin perlindungan terhadap infeksi menular seksual
14

Yang boleh menggunakan suntikan kombinasi Usia reproduksi Telah memiliki anak maupun belum Menyusui ASI pasca persalinan lebih dari 6 bulan Anemia Nyeri haid hebat Haid teratur Sering lupa menggunakan pil kontrasepsi

Yang tidak boleh menggunakan suntikan kombinasi Hamil Menyusui dibawah 6 minggu pasca persalinan Perdarahan pervaginam yang belum jelas penyebabnya Penyakit hati akut Riwayat penyakit jantung, stroke, dengan tekanan darah tinggi, riwayat kelainan trombo emboli Cara penggunaan Suntikan kombinasi diberikan setiap bulan dengan suntikan intramoskuler dalam. Klien diminta datang setiap 4 minggu. Suntikan ulang dapat diberikan 7 hari lebih awal, dengan kemungkinan terjadi gangguan perdarahan. Dapat diberikan setelah 7 hari dari jadwal yang telah ditentukan, asal diyakini ibu tersebut tidak hamil. Tidak dibenarkan melakukan hubungan seksual selama 7 hari. Kontrasepsi progestin Terdiri atas : 1. Kontrasepsi suntikan progestin Tersedia 2 jenis kontrasepsi suntikan yang hanya mengandung progestin, yaitu : Depo medroksiprogesteron asetat, mengandung 150 mg DMPA, yang diberikan setiap 3 bulan dengan cara disuntik intramoskuler didaerah bokong.
15

Depo noretisteron enantat (Depo Noristerat), mengandung 200 mg DN, yang diberikan setiap 2 bulan dengan cara disuntik intramuskuler.

Cara kerja : Mencegah ovulasi Mengentalkan lender serviks sehingga menurunkan kemampuan penetrasi sperma Menjadikan selaput lender rahim tipis dan atrofi Menghambat transportasi gamet oleh tuba

Keuntungan : Sangat efektif Pencegahan kehamilan jangka panjang Tidak berpengaruh pada hubungan suami-istri Tidak memiliki pengaruh terhadap ASI Sedikit efek samping

Keterbatasan : Sering ditemukan gangguan haid Klien sangat bergantung pada tempat sarana pelayanan kesehatan Tidak dapat dihentikan sewaktu-waktu sebelum suntikan berikut Permasalahan berat badan merupakan efek samping tersering Pada penggunaan jangka panjang dapat sedikit menurunkan kepadatan tulang dan menimbulan kekeringan pada vagina, penurunan libido, gangguan emosi dan sakit kepala. 2. Kontrasepsi pil progestin Jenis Minipil : Kemasan dengan isi 35 pil : 300 ug levonorgestrel atau 350 ug noretindron Kemasan dengan isi 28 pil : 75 ug norgestrel

Cara kerja : Menekan sekresi gonadotropin dan sintesis steroid seks di ovarium Endometrium mengalami transformasi lebih awal sehingga implantasi lebih sulit
16

Mengentalkan lender serviks sehingga menghambat penetrasi sperma Mengubah motilitas tuba sehingga transportasi sperma terganggu

Keuntungan : Sangat efektif bila digunakan secara benar Tidak mengganggu hubungan seksual Tidak mempengaruhi ASI Kesuburan cepat kembali Nyaman dan mudah digunakan Efek sampingnya kecil Dapat dihentikan setiap saat Mengurangi jumlah perdarahan haid Melindungi dari penyakit radang panggul Tidak meningkatkan pembekuan darah Menurunkan tingkat anemia

Keterbatasan : Peningkatan atau penurunan berat badan Harus digunakan setiap hari dan pada waktu yang sama Bila satu pil lupa, kegagalan menjadi besar Payudara menjadi tegang, mual, pusing, jerawat. Resiko kehamilan ektopik cukup tinggi Efektivitasnya menjadi rendah bila digunakan secara bersamaan dengan obat TBC

dan epilepsy 3. Kontrasepsi implant Jenis : Norplant terdiri dari 6 batang silastik lembut berongga dengan panjang 3,4 cm, dengan diameter 2,4 mm, yang diisi dengan 36 mg levonorgestrel dan lama kerjanya 5 tahun.
17

Implanon terdiri dari satu batang putih lentur dengan panjang kira-kira 40 mm, dan diameter 2 mm, yang diisi dengan 68 mg 3 keto desogestrel dan lama kerjanya 3 tahun. Jadena dan Indoplant terdiri dari 2 batang yang diisi dengan 75 mg levonorgestrel dengan lama kerja 3 tahun.

Cara kerja : Lendir serviks menjadi kental Mengganggu proses pembentukan endometrium sehingga sulit terjadi implantasi Mengurangi transportasi sperma Menekan ovulasi

Keuntungan : Perlindungan jangka panjang 5 tahun Pengembalian tingkat kesuburan cepat setelah pencabutan Tidak mengganggu ASI dan senggama Dapat dicabut setiap saat

Keterbatasan : Pada kebanyakan pasien dapat menyebabkan perubahan pola haid berupa perdarahan bercak, hipermenorea, atau meningkatnya jumlah darah haid serta amenorea. Serta timbul keluhan lain seperti, nyeri kepala, peningkatan berat badan, mual, pusing. Alat kontrasepsi dalam rahim Dewasa ini diperkirakan lebih dari 100 juta wanita yag memakai AKDR, hampir 40% nya terdapat di Cina. Sebaliknya, hanya 6% dinegara maju dan 0,5% di sub-sahara afrika. Di Indonesia pemakaian AKDR 22,6% dari semua pemakai metode kontrasepsi.4 Walaupun di masa lampau AKDR dibuat dalam berbagai bentuk dan dari bahan yang berbeda-beda, dewasa ini AKDR yang tersedia di seluruh dunia hanya 3 tipe saja: Inert, dibuat dari plastik (lippes Loop) atau baja anti karat (the chinese ring) Mengandung tembaga, termasuk disini TCu 380A, TCu 200C, multiload (MLCu 250 dan 375) dan nova T.
18

Mengandung hormon steroid seperti progestasert yang mengandung progesteron dan levonova yang mengandung levonorgestrel.4

Selanjutnya yang akan dibahas adalah khusus TCu 380A.

Cara kerja Menghambat kemampuan sperma untuk masuk ke tuba falopii. Mempengaruhi fertilisasi sebelum ovum mencapai kavum uteri. AKDR berkerja terutama mencegah sperma dan ovum bertemu, walaupun AKDR membuat sperma sulit masuk kedalam alat reproduksi perempuan dan mengurangi kemampuan sperma untuk fertilasi. Memungkinkan untuk mencegah implantasi telur dalam uterus.3

Cara insersi AKDR Pemasangan AKDR sewaktu haid akan mengurangi rasa sakit dan memudahkan insersi melalui kanalis servikalis.6 Periksa dalam dilakukan untuk menentukan bentuk, ukuran, dan posisi uterus. Singkirkan kemungkinan kehamilan dan infeksi pelvik.6 Serviks dibersihkan beberapa kali dengan larutan antiseptik.6 Inspekulo, serviks ditampilkan dan bibir depan serviks dijepit dengan cunam serviks. Penjepitan dilakukan kira-kira 2 cm dari ostium uteri eksternum, dengan cunam bergigi satu.6 Sambil menarik serviks dengan cunam serviks, dimasukkanlah sonde uterus untuk menentukan arah sumbu kanalis servikalis dan uterus, panjang kavum uteri, dan posisi ostium uteri internum.5 Tentukan arah atau retroversi uterus. Jika sonde masuk kurang dari 5 cm atau kavum uteri terlalu sempit, insersi AKDR jangan dilakukan. 6 Tabung penyalur dengan AKDR di dalamnya dimasukkan melalui kanalis servikalis, sesuai dengan arah dan jarak yang didapat pada waktu memasukkan sonde. Kadang-kadang terdapat tahanan sebelum fundus uteri tercapai. Dalam hal demikian pemasangan diulangi.6 AKDR dilepaskan di dalam kavum uteri dengan cara menarik keluar tabung penyalur, atau dapat pula dengan mendorong penyalur kedalam kavum uteri. Cara pertama agaknya dapat mengurangi perforasi oleh AKDR. 6 Tabung dan penyalurnya dikeluarkan, filamen AKDR ditinggalkan kira-kira 2 3 cm.6 Cara mengeluarkan AKDR
19

Pengeluaran AKDR lebih mudah jika dilakukan sewaktu haid. Inspekulo, filamen ditarik perlahan-lahan. Jika AKDR tidak keluar dengan mudah, lakukanlah sonde uterus, sehingga ostium uteri internum terbuka. Sonde diputar 90 perlahan-lahan. Selanjutnya, AKDR dikeluarkan seperti diatas.6 Indikasi pengeluaran AKDR ialah: 1) permitaan pasien; 2) menometroragia; 3) infeksu pelvik; 4) disparenia.6 Keuntungan Sebagai kontrasepsi, sangat efektif 0.6 0,8 kehamilan per 100 perempuan dalam 1 tahun. AKDR dapat efektif segera setelah pemasangan. Metode jangka panjang (10 tahun proteksi dari TCu 380A dan tidak perlu diganti) Sangat efektif karena tidak perlu diikat-ikat. Tidak mempengaruhi hubungan seksual. Meningkatkan kenyamanan seksual karena tidak perlu takut hamil. Tidak mempengaruhi ASI Dapat dipasang segera setelah melahirkan atau sesudah abortus(apabila tidak terjadi infeksi) Dapat digunakan setelah menopause (1 tahun atau lebih setelah haid terakhir). Tidak ada interaksi dengan obat dan dapat mencegah kehamilan ektopik.3

Kerugian Efeksamping yang mungkin terjadi o Perubahan siklus haid (umumnya pada 3 bulan pertama dan akan berkurang setelah 3 bulan) o Haid lebih lama dan lebih banyak. o Perdarahan (spotting) antarmenstruasi. o Saat haid lebih sakit. Komplikasi lain o Merasakan sakit dan kejang selama 3 sampai 5 hari setelah pemasangan. o Perdarahan berat pada waktu haid atau diantaranya yang memungkinkan penyebab anemia.
20

Tidak mencegah IMS termasuk HIV/AIDS. Tidak baik digunakan pada perempuan dengan IMS atau perempuan yang sering berganti pasangan. Prosedur medis, termasuk pemeriksaan pelvik diperlukan dalam pemasangan AKDR. Sering perempuan takut selama pemasangan.3

Persyaratan pemakaian Yang dapat menggunakan Usia reproduktif Keadaan nulipara Menginginkan kontrasepsi jangka panjang Menyusui yang menginginkan kontraepsi Setelah melahirkan dan tidak menyusui bayinya. Tidak menghendaki metode hormonal.3

Yang tidak diperkenankan menggunakan AKDR Sedang hamil (diketahui hamil atau kemungkinan hamil) Perdarahan vagina yang tidak diketahui (sampai dapat diketahui) Sedang menderita infeksi Kelainan bawaan uterus yang abnormal atau tumor jinak rahim yang dapat mempengaruhi kavun uteri atau penyakit trofoblas yang ganas. Menderita TBC pelvik dan ukuran rongga rahim kurang dari 5 cm.3

Kontrasepsi mantap Kontrasepsi mantap merupakan metode yang paling efektif dan populer diantara berbagai metode kontrasepsi jangka panjang. Disamping permanen, metode ini tergolong aman dan relatif bebas efek samping. Pada pria, metode ini ditujukan pada penghambatan atau oklusi saluran mani (vas deferens) sedangkan pada wanita, dilakukan penutupan pada saluran telur ( tuba fallopii). Sejak diperkenalkan metode ini hingga sekarang, ternyata prosedurnya cukup aman, sangat efektif dan disenangi klien. Sesuai dengan perkembangan teknologi, maka kontrasepsi
21

mantap tergolong operasi minor sehingga hanya memerlukan sayatan kecil dan pengamatan pasca tindakan yang singkat.4 Aspek yang paling penting dalam pelayanan kontap adalah tentang kemantapannya (permanen) sehingga akseptor harus mengerti bahwa metode kontrasepsi mantap ini permanen dan konselor harus dapat mengkomunikasikan hal tersebut kepada klien.4

Klien potensial Pasangan dengan kehiupan rumah tangga yang baik dan tidak menginginkan tambahan anak lagi. Wanita dengan resiko tinggi untuk hamil.4

Kontrasepsi mantap untuk pria (vasektomi) Vasektomi merupakan tindakan bedah minor yang sederhana yang bertujuan untuk menghentikan hantara sperma melalui ves deferens. Setelah operasi ini sperma tidak dapat keluar melalui ujung saluran mani yang diikat. Cairan semen/mani tetap diproduksi, dorongan seksual, keinginan dan kemampuan seksual tetap seperti sediakala. vasektomi bukanlah tindakan pengkebirian(mengangkat buah zakar/testis).4 Keuntungan Sangat efektif dan permanen. Teknik sangat sederhana cukup dengan anestesi lokal. Resiko bedah lebih ringan dari tubektomi. Tidak membutuhkan biaya tambahan untuk kontrasepsi lanjutan. Tidak mengganggu aktifitas dan fungsi seksual.3

Kerugian Permanen, sulit untuk penyambungan ulang. Tidak langsung efektif, masih perlu kontrasepsi lain untuk 10-12 kali ejakulasi. Ada resiko ataupun komplikasi bedah. Tidak ada perlindungan terhadap penularan penyakit lain seperti HBV dan HIV.3
22

Kontrasepsi mantap untuk wanita (tubektomi) Kontrasesi mantap untuk wanita disebut juga sebagai oklusi tuba atau tubektomi. Indung telur akan menghasilkan sel telur dengan siklus sebulan sekali mulai menars sampai menopause. Sel telur disebut kemudian masuk kedalam saluran telur/tuba yang apabila bertemu dengan spermatozoa akan menjadi pembuahan. Kehamilan terjadi apabila mudigah tertanam pada dinding rahim. Dengan tubektomi maka perjalanan sel telur dihambat sehingga tidak dapat dibuahi oleh sperma. Tubektomi dapat berupa pengikatan atau pemotongan, dijepit dengan cincin (tubal ring), penjepit (tubal clip) atau pita tuba (tubal band). Selain itu dapat dilakukan koagulasi elektrik. Setelah tubektomi, siklus haid akan berlangsung seperti biasa.4 Keuntungan kontrasepsi Sangat efektif (0,2 4 kehamulan per 100 perempuan selama tahun pertama penggunaan) Permanen Tidak mempengaruhi proses menyusui. Tidak bergantung pada faktor senggama. Baik bagi klien apabila kehamilan akan menjadi resiko kesehatan yang serius. Pembedahan sederhana, dapat dilakukan dengan anastesi lokal. Tidak ada efek samping jangka panjang. Tidak ada perubahan dalam fungsi seksual.3

Keterbatasan Harus dipertimbangkan sifat permanen metode kontrasepsi ini (tidak dapat dipulihkan kembali), kecuali dengan operasi rekanalisasi. Klien dapat menyesal dikemudian hari. Resiko komplikasi kecil (meningkat apabila digunakan anestesi umum). Rasa sakit/ketidaknyamanan dalam jangka pendek setelah tindakan. Dilakukan oleh dokter yang terlatih (dibutuhkan dokter spesialis ginekologi atau dokter spesialis bedah untuk proses laparoskopi). Tidak melindungi diri dari IMS, termasuk HBV dan HIV/AIDS.3

23

BAB III KESIMPULAN Program KB mengalami perkembangan pesat, baik ditinjau dari sudut tujuan, ruang lingkup geografis, pendekatan, cara operasional, dan dampak terhadap pencegahan kelahiran. Konseling merupakan bagian penting dalam pelayanan KB tetapi sering terabaikan. Konseling yang efektif yang dilakukan dalam suasana santai dan menyenangkan membantu klien memahami pilihan cara KB yang tersedia dan menjadi petunjuk cara KB yang mana sesuai dengan keadaanya. Konseling juga penting karena pilihan yang diperoleh melalui proses konseling menambah kepatuhan dalam pemakaian cara KB, mengurangi jumlah kasus yang minta berhenti dan menjadikan penerimaan KB lebih mantap. Konseling adalah proses yang berjalan dan menyatu dengan semua aspek pelayanan KB dan bukan hanya informasi yang diberikan dan dibicarakan pada satu kesempatan yang pada saat pemberian pelayanan. Teknik konseling yang baik dan informasi yang memadai harus diterapkan dan dibicarakan secara interaktif sepanjang kunjungan klien dengan cara yang sesuai dengan budaya yang ada. Metode kontrasepsi yang sering digunakan antara lain : 1. Metode amenorae laktasi (MAL) 2. Keluarga berencana alamiah (KBA) 3. Senggama terputus 4. Metode barier 5. Kontrasepsi kombinasi
24

6. Kontrasepsi progestin 7. AKDR 8. Kontrasepsi mantap

DAFTAR PUSTAKA

1.

Sularyo Titi S, Narendra Moersintowarti et al, editors tumbuh kembang anak dan remaja. Jakarta. 2005

2.

Departemen kesehatan Republik Indonesia. Buku pedoman petugas klinik keluarga berencana. Jakarta. 1985

3.

Saifudin Abdullah et al, editors. Buku paduan praktis pelayanan kontrasepsi. Jakarta. 2003

4.

Saifudin Abdullah, Affandi biran et al, editors buku acuan nasional pelayanan keluarga. Jakarta. 1996

5.

Wiknjosastro Hanifah. Ilmu kandungan. Jakarta. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. 2005; p.535-575.

6.

Wiknjosastro Hanifah. Ilmu kebidanan. Jakarta. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. 2005; p.900-903.

7.

Mansjoer Arif. In: Triyanti Kuspuji, Savitri Rakhmi, et al, editors. Kapita Selekta Kedokteran. Edisi ketiga. Jakarta. Media Aesculapius Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 2001.

25