Anda di halaman 1dari 3

ABSTRAK

PENGEMBANGAN SISTEM VISION PADA PENGUKURAN DIAMETER PELAT ORIFICE DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM TRIANGULASI LASER GARIS

Oleh Mohammad Ridwan NIM: 23810022 (Program Magister Instrumentasi dan Kontrol)
Meter Gas Orifice merupakan salah satu alat UTTP (Ukur Takar Timbang dan Perlengkapannya) yang masih digunakan secara luas di Indonesia dalam bidang migas. Meter Gas Orifice (MGO) mengukur laju aliran gas bumi dan fluida hidro karbon berdasarkan beda tekanan pada pipa terpasang. Pelat Orifice yang merupakan komponen penting di dalam MGO harus memenuhi criteria tertentu (dimensi) yang ditentukan oleh suatu peraturan perundang-undangan. Di Indonesia, untuk mendapatkan informasi mengenai dimensi pelat Orifice, penggunaan teknik kontak seperti CMM (Coordinate Measuring Machine) masih menjadi metode utama yang banyak digunakan hingga kini. Pengukuran dengan sistem kontak seperti CMM ini memerlukan waktu yang relatif lama karena sebagian besar pengukuran dengan sistem kontak dioperasikan secara manual. Selain itu, sistem kontak memiliki keterbatasan karena lebar meja uji terbatas, sehingga untuk ukuran benda yang melebihi meja uji pengukuran dengan menggunakan metode ini sulit untuk dilakukan. Pengukuran dengan teknik kontak juga tidak cocok diterapkan untuk benda-benda yang rentan rusak bila terkena sentuhan.
Orifice gas meter (MGO) is a device that is still used widely in the oil and gas sector in Indonesia. It is measuring the flow rate of natural gas and hydro carbon based on the pressure difference in the pipe. Orifice Plates are an important component in the MGO which must meet certain criteria (dimensions) that set by a regulatory. In Indonesia, to get the dimensions of the orifice plate, the use of Coordinate Measuring Machine (CMM) is still the main method that is widely used today. Contact measurement using CMM requires a relatively long time because most of the measurements are operated manually. In addition, the CMM has its limitations because of the width of the test table is limited, so for objects that exceed the size of the table test, measurement using this method is hard to do. Measurements with contact technique is also not suitable to be applied to objects that are vulnerable to damage when exposed to touch

Pada penelitian ini, dikembangkan pengukuran dimensi pelat orifice dengan menggunakan sistem triangulasi laser garis. Sensor kamera digital, objek uji (pelat orifice), dan sinar laser ditempatkan secara prinsip triangulasi. Pada pengambilan data, objek uji ditempatkan pada bantalan yang dirancang sedemikian hingga objek uji stabil terhadap titik pusat bantalan. Penempatan kamera diletakkan pada posisi 600 terhadap pelat orifice sedangkan sumber laser diletakkan tegak lurus terhadap pelat orifice. Kalibrasi kamera dilakukan untuk mengetahui distorsi dari citra yang dihasilkannya. Citra hasil akuisisi data diperoleh dalam bentuk citra RGB berukuran (3216 x 4288) piksel. Dari citra ini kemudian diambil Region of Interest (ROI) dalam ukuran (81x1401) piksel, yaitu area disekitar sinar laser garis terproyeksi pada pelat orifice. Komponen citra pada kanal hijau dari bentuk citra RGB dirubah menjadi citra grayscale. Selanjutnya dilakukan threshold sehingga menjadi citra biner. Setelah itu dilakukan ploting pada satu kolom piksel sehingga dapat ditentukan gradien absolut citra pada arah horizontal. Hasil dari proses tersebut akan dijadikan dasar dalam menentukan jarak piksel yang kemudian dikonversi dalam satuan panjang. Sebagai standar untuk menentukan ukuran piksel digunakan balok ukur dengan ukuran 30 mm. Berdasarkan pengujian dengan sistem ini didapatkan ukuran satu piksel bernilai sebesar 0,1099 mm.
In this research, measurement of dimensions of orifice plates were developed using a laser line triangulation system. Digital camera sensor, the test object (orifice plate), and a laser beam is placed in the principle of triangulation. On data collection, test object are placed on pad that is designed such that the test object is stable with the pad center. The camera is positioned 60 degrees to the orifice plate while the laser source is placed perpendicular to the orifice plate. Camera calibration is performed to determine the distortion of the resulting image. Image data acquisition result obtained in the form of RGB image with size (3216 x 4288) pixels. Camera calibration is performed to determine the distortion of the resulting image. Image data acquisition result obtained in the form of RGB image with size (3216 x 4288) pixels. Then defined Region of Interest (ROI) in size (81x1401) pixels, which is the area around the laser line projected on the orifice plate. Components of the image on the green channel of the RGB image converted to grayscale image. Threshold is then performed so that the image turns into a binary image. Then plotting is done on a single column of pixels that can be determined the absolute gradient image in the horizontal direction. The results of this process will be used as the basis for determining the distance of pixels, which is then converted in units of length. Gauge blocks with a size of 30 mm is used as a standard to determine the size of the pixels. The result shows that the size of one pixel is equal to 0.1099 mm.

Hasil penelitian sistem vision pada pengukuran diameter pelat orifice dengan ukuran 4 inchi pada 12 titik uji, dihasilkan diameter dalam (d) pada rentang 45,82 mm sampai

dengan 46,26 mm dan diameter luar (D) pada rentang 112,31 mm sampai dengan 112,75 mm. Hasil pengukuran dengan menggunakan sistem ini divalidasi dengan hasil pengukuran menggunakan CMM di laboratorium dimensi Direktorat Metrologi. Hasil dari pengukuran dimensi menggunakan CMM didapat diameter dalam (d) sebesar 45,72 mm dan diameter luar (D) sebesar 111,93 mm. Dengan demikian, didapatkan kesalahan hasil pengukuran dari sistem vision yang dikembangkan pada penelitian ini untuk diameter dalam (d) dari pelat orifice pada rentang 0,23 % sampai dengan 1,19%, sedangkan untuk diameter luar (D) pada rentang 0,34% sampai dengan 0,73%. Pada pengukuran diameter dalam didapatkan kesalahan rata-rata sebesar 0,93% dan pada pengukuran diameter luar sebesar 0,51%.

Kata Kunci : pelat orifice, dimensi, dioda laser garis, triangulasi, pemrosesan citra digital.

Results of research on the measurement of the diameter of orifice plate with a size of 4 inches conducted on the 12 test points, showing that the inside diameter (d) in the range of 45.82 mm to 46.26 mm and the outer diameter (D) in the range of 112.31 mm to 112.75 mm. The measurement results using this system is validated by the results of measurements using CMM from dimensions laboratory of Directorate of Metrology. The results of dimensional measurements using CMM are 45.72 mm for the inner diameter (d) and 111.93 mm for the outer diameter (D). Thus, measurement error obtained from the vision system developed in this research for the inner diameter (d) of the orifice plate is in the range of 0.23% to 1.19%, while for outer diameter (D) is in the range of 0.34 % to 0.73%. The measurement result shows that the average error in the measurement of the inner diameter is 0.93%, while the measurement of the outer diameter is 0.51%. Keywords: orifice plate, dimensions, laser diode line, triangulation, digital image processing.