Anda di halaman 1dari 87

NA

Nomor anggota

Fraksi

KETERANGAN

Fraksi adalah pengelompokan anggota berdasarkan konfigurasi partai politik hasil pemilihan umum. (Pasal 1 angka 7 Tata Tertib DPR RI)

Nama Fraksi yang ada di DPR RI periode 2009-2014

1. Fraksi Partai Amanat Nasional (F-PAN)

2. Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (F-PDIP)

3. Fraksi Partai Demokrat (F-PD)

4. Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (F-GERINDRA)

5. Fraksi Partai Golongan Karya (F-PG)

6. Fraksi Partai Hati Nurani Rakyat (F-HANURA)

7. Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS)

8. Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB)

9. Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (F-PPP)

Ket.

NAMA FRAKSI (K)=Ketua Fraksi

NAMA FRAKSI (S)=Sekretaris Fraksi

AK

Alat Kelengkapan, terdiri atas :

Pimpinan DPR

Pimpinan DPR adalah alat kelengkapan DPR dan merupakan satu kesatuan pimpinan yang bersifat kolektif dan kolegial yang terdiri atas 1 (satu) orang ketua dan 4 (empat) orang wakil ketua yang berasal dari partai politik berdasarkan urutan perolehan kursi terbanyak di DPR.

Masa jabatan pimpinan DPR sama dengan masa keanggotaan DPR.

Pimpinan DPR bertugas:

1. memimpin sidang DPR dan menyimpulkan hasil sidang untuk diambil keputusan;

2. menyusun rencana kerja pimpinan;

3. melakukan koordinasi dalam upaya menyinergikan pelaksanaan agenda dan materi kegiatan dari alat kelengkapan DPR;

4. menjadi juru bicara DPR;

5. melaksanakan dan memasyarakatkan keputusan DPR;

6. mewakili DPR dalam berhubungan dengan lembaga negara lainnya;

7. mengadakan konsultasi dengan Presiden dan pimpinan lembaga negara lainnya sesuai dengan keputusan DPR;

8. mewakili DPR di pengadilan;

9. melaksanakan keputusan DPR berkenaan dengan penetapan sanksi atau rehabilitasi anggota sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;

10. menyusun rencana anggaran DPR bersama Badan Urusan Rumah Tangga yang pengesahannya dilakukan dalam rapat paripurna; dan

11. menyampaikan laporan kinerja dalam rapat paripurna DPR yang khusus diadakan untuk itu.

Selanjutnya dalam melaksanakan tugasnya, Pimpinan DPR bertanggung jawab kepada Rapat Paripurna DPR.

Keputusan Pimpinan DPRRI Nomor : 37/PIMP/I/2009-2010 tentang Penetapan Koordinator Bidang Kerja Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Masa Keanggotaan tahun 2009-2014.

KETUA : H. MARZUKI ALIE, S.E, M.M.

Mempunyai tugas bersifat umum dan mencakup semua Bidang Koordinasi.

WAKIL KETUA : DRS. H. PRIYO BUDI SANTOSO

Koordinator Bidang Politik dan Keamanan ( KORPOLKAM ) yang membidangi ruang lingkup tugas Komisi I, Komisi II dan Komisi III, Badan Kerjasama Antar Parlemen, dan Badan Legislasi.

WAKIL KETUA : IR. H. PRAMONO ANUNG WIBOWO, MM

Koordinator Bidang Industri dan Pembangunan ( KORINBANG ) yang membidangi ruang lingkup tugas Komisi IV, Komisi V, Komisi VI dan Komsi VII.

WAKIL KETUA : MOHAMAD SOHIBUL IMAN, Ph.D.

Koordinator Bidang Ekonomi dan Keuangan ( KOREKKU ) yang membidangi ruang lingkup tugas Komisi XI, Badan Anggaran, dan Badan Akuntabilitas Keuangan Negara.

WAKIL KETUA : Ir. TAUFIK KURNIAWAN, MM

Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat ( KORKESRA ) yang membidangi ruang lingkup tugas Komisi VIII, Komisi IX, Komisi X dan Badan Kehormatan.

Badan Musyawarah (BAMUS)

Badan Musyawarah dibentuk oleh DPR dan merupakan alat kelengkapan DPR yang bersifat tetap.

DPR menetapkan susunan dan keanggotaan Badan Musyawarah pada permulaan masa keanggotaan DPR dan permulaan tahun sidang. Anggota Badan Musyawarah berjumlah paling banyak 1/10 (satu persepuluh) dari jumlah anggota berdasarkan perimbangan jumlah anggota tiap-tiap fraksi yang ditetapkan oleh rapat paripurna.

Ketua dan/atau sekretaris fraksi karena jabatannya menjadi anggota Badan Musyawarah.

Pimpinan DPR karena jabatannya juga sebagai pimpinan Badan Musyawarah dan dalam hal ini Pimpinan DPR tidak merangkap sebagai anggota dan tidak mewakili fraksi.

Badan Musyawarah bertugas

1. menetapkan agenda DPR untuk 1 (satu) tahun sidang, 1 (satu) masa persidangan, atau sebagian dari suatu masa sidang, perkiraan waktu penyelesaian suatu masalah, dan jangka waktu penyelesaian rancangan undang-undang, dengan tidak mengurangi kewenangan rapat paripurna untuk mengubahnya;

2. memberikan pendapat kepada pimpinan DPR dalam menentukan garis kebijakan yang menyangkut pelaksanaan tugas dan wewenang DPR;

3. meminta dan/atau memberikan kesempatan kepada alat kelengkapan DPR yang lain untuk memberikan keterangan/penjelasan mengenai pelaksanaan tugas masing-masing;

4. mengatur lebih lanjut penanganan suatu masalah dalam hal undang-undang mengharuskan Pemerintah atau pihak lainnya melakukan konsultasi dan koordinasi dengan DPR;

5. menentukan penanganan suatu rancangan undang-undang atau pelaksanaan tugas DPR lainnya oleh alat kelengkapan DPR;

6. mengusulkan kepada rapat paripurna mengenai jumlah komisi, ruang lingkup tugas komisi, dan mitra kerja komisi yang telah dibahas dalam konsultasi pada awal masa keanggotaan DPR; dan

7. melaksanakan tugas lain yang diserahkan oleh rapat paripurna kepada Badan Musyawarah.

BADAN LEGISLASI (BALEG)

Badan Legislasi dibentuk oleh DPR dan merupakan alat kelengkapan DPR yang bersifat tetap.

DPR menetapkan susunan dan keanggotaan Badan Legislasi pada permulaan masa keanggotaan DPR dan permulaan tahun sidang.

Jumlah anggota Badan Legislasi ditetapkan dalam rapat paripurna menurut perimbangan dan pemerataan jumlah anggota tiap-tiap fraksi pada permulaan masa keanggotaan DPR dan pada permulaan tahun sidang.

Pimpinan Badan Legislasi merupakan satu kesatuan pimpinan yang bersifat kolektif dan kolegial, yang terdiri atas 1 (satu) orang ketua dan paling banyak 3 (tiga) orang wakil ketua yang dipilih dari dan oleh anggota Badan Legislasi berdasarkan prinsip musyawarah untuk mufakat dan proporsional dengan memperhatikan keterwakilan perempuan menurut perimbangan jumlah anggota tiap-tiap fraksi.

Badan Legislasi bertugas:

1. menyusun rancangan program legislasi nasional yang memuat daftar urutan dan prioritas rancangan undang-undang beserta alasannya untuk satu masa keanggotaan dan untuk setiap tahun anggaran di lingkungan DPR dengan mempertimbangkan masukan dari DPD;

2. mengoordinasi penyusunan program legislasi nasional antara DPR dan Pemerintah;

3. menyiapkan rancangan undang-undang usul DPR berdasarkan program prioritas yang telah ditetapkan;

4. melakukan pengharmonisasian, pembulatan, dan pemantapan konsepsi rancangan undang- undang yang diajukan anggota, komisi, gabungan komisi, atau DPD sebelum rancangan undang-undang tersebut disampaikan kepada pimpinan DPR;

5. memberikan pertimbangan terhadap rancangan undang-undang yang diajukan oleh anggota, komisi, gabungan komisi, atau DPD di luar prioritas rancangan undang-undang tahun berjalan atau di luar rancangan undang-undang yang terdaftar dalam program legislasi nasional;

6. melakukan pembahasan, pengubahan, dan/atau penyempurnaan rancangan undang-undang yang secara khusus ditugaskan oleh Badan Musyawarah;

7. mengikuti perkembangan dan melakukan evaluasi terhadap pembahasan materi muatan rancangan undang-undang melalui koordinasi dengan komisi dan/atau panitia khusus;

8. memberikan masukan kepada pimpinan DPR atas rancangan undang-undang usul DPD yang ditugaskan oleh Badan Musyawarah; dan

9. membuat laporan kinerja dan inventarisasi masalah di bidang perundang-undangan pada akhir masa keanggotaan DPR untuk dapat digunakan oleh Badan Legislasi pada masa keanggotaan berikutnya.

BADAN ANGGARAN (BANGGAR)

Badan Anggaran dibentuk oleh DPR dan merupakan alat kelengkapan DPR yang bersifat tetap.

DPR menetapkan susunan dan keanggotaan Badan Anggaran menurut perimbangan dan pemerataan jumlah anggota tiap-tiap fraksi pada permulaan masa keanggotaan DPR dan pada permulaan tahun sidang.

Susunan dan keanggotaan Badan Anggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas anggota dari tiap-tiap komisi yang dipilih oleh komisi dengan memperhatikan perimbangan jumlah anggota dan usulan fraksi

Pimpinan Badan Anggaran merupakan satu kesatuan pimpinan yang bersifat kolektif dan kolegial.

Pimpinan Badan Anggaran terdiri atas 1 (satu) orang ketua dan paling banyak 3 (tiga) orang wakil ketua yang dipilih dari dan oleh anggota Badan Anggaran berdasarkan prinsip musyawarah untuk mufakat dan proporsional dengan mempertimbangkan keterwakilan perempuan menurut perimbangan jumlah anggota tiap-tiap fraksi.

(1) Badan Anggaran bertugas:

1. membahas bersama Pemerintah yang diwakili oleh menteri untuk menentukan pokok-pokok kebijakan fiskal umum dan prioritas anggaran untuk dijadikan acuan bagi setiap kementerian/lembaga dalam menyusun usulan anggaran;

2. menetapkan pendapatan negara bersama Pemerintah dengan mengacu pada usulan komisi terkait;

3. membahas rancangan undang-undang tentang APBN bersama Presiden yang dapat diwakili oleh menteri dengan mengacu pada keputusan rapat kerja komisi dan Pemerintah mengenai alokasi anggaran untuk fungsi, program, dan kegiatan kementerian/lembaga;

4. melakukan sinkronisasi terhadap hasil pembahasan di komisi mengenai rencana kerja dan anggaran kementerian/lembaga;

5. membahas laporan realisasi dan prognosis yang berkaitan dengan APBN; dan

6. membahas pokok-pokok penjelasan atas rancangan undang-undang tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBN.

(2)

Badan Anggaran hanya membahas alokasi anggaran yang sudah diputuskan oleh komisi.

(3)

Anggota komisi dalam Badan Anggaran harus mengupayakan alokasi anggaran yang

diputuskan komisi dan menyampaikan hasil pelaksanaan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) kepada komisi.

BADAN URUSAN RUMAH TANGGA (B.U.R.T.)

Badan Urusan Rumah Tangga, yang selanjutnya disingkat BURT, dibentuk oleh DPR dan merupakan alat kelengkapan DPR yang bersifat tetap.

DPR menetapkan susunan dan keanggotaan BURT pada permulaan masa keanggotaan DPR dan permulaan tahun sidang.

Jumlah anggota BURT ditetapkan dalam rapat paripurna menurut perimbangan dan pemerataan jumlah anggota tiap-tiap fraksi pada permulaan masa keanggotaan DPR dan pada permulaan tahun sidang.

Pimpinan BURT merupakan satu kesatuan pimpinan yang bersifat kolektif dan kolegial, yang terdiri atas 1 (satu) orang ketua yang dijabat oleh ketua DPR dan paling banyak 3 (tiga) orang wakil ketua yang dipilih dari dan oleh anggota BURT berdasarkan prinsip musyawarah untuk mufakat dan proporsional dengan memperhatikan keterwakilan perempuan menurut perimbangan jumlah anggota tiap-tiap fraksi.

BURT bertugas:

1. menetapkan kebijakan kerumahtanggaan DPR;

2. melakukan pengawasan terhadap Sekretariat Jenderal dalam pelaksanaan kebijakan kerumahtanggaan DPR sebagaimana dimaksud dalam huruf a, termasuk pelaksanaan dan pengelolaan anggaran DPR;

3. melakukan koordinasi dengan alat kelengkapan DPD dan alat kelengkapan MPR yang berhubungan dengan masalah kerumahtanggaan DPR, DPD, dan MPR yang ditugaskan oleh pimpinan DPR berdasarkan hasil rapat Badan Musyawarah;

4. menyampaikan hasil keputusan dan kebijakan Badan Urusan Rumah Tangga kepada setiap anggota; dan

5. menyampaikan laporan kinerja dalam rapat paripurna DPR yang khusus diadakan untuk itu.

BADAN KERJASAMA ANTAR PARLEMEN (B.K.S.A.P.)

Badan Kerja Sama Antar-Parlemen, yang selanjutnya disingkat BKSAP, dibentuk oleh DPR dan merupakan alat kelengkapan DPR yang bersifat tetap.

DPR menetapkan susunan dan keanggotaan BKSAP pada permulaan masa keanggotaan DPR dan permulaan tahun sidang.

Jumlah anggota BKSAP ditetapkan dalam rapat paripurna menurut perimbangan dan pemerataan jumlah anggota tiap-tiap fraksi pada permulaan masa keanggotaan DPR dan pada permulaan tahun sidang.

Dalam Pertemuan Konsultasi Pimpinan Dewan dengan Pimpinan Fraksi-fraksi DPR RI tanggal 13 Oktober 2009, telah disepakati unsur Pimpinan BKSAP DPR RI adalah sebagai berikut :

1 (satu) Ketua dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera,

3 (tiga) Wakil Ketua dari Fraksi Partai Demokrat, Fraksi Partai Demokrasi Indonesia- Perjuangan, dan Fraksi Partai Amanat Nasional.

Sesuai dengan Pasal 75 ayat (8) Peraturan DPR RI tentang Tata Tertib yang

Pasal 75

menyatakan :

(8) Penggantian Pimpinan BKSAP dapat dilakukan oleh fraksi yang bersangkutan untuk selanjutnya ditetapkan dalam Rapat BKSAP yang dipimpin oleh Pimpinan DPR.

Berdasarkan Pasal 76 Peraturan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Nomor 1/DPR RI/I/2009-2010 Tentang Tata Tertib, BKSAP bertugas :

a. membina, mengembangkan, dan meningkatkan hubungan persahabatan dan

kena sama antara DPR dan parlemen negara lain, baik secara bilateral maupun multilateral. termasuk organisasi internasional yang menghimpun parlemen dan/atauanggota parlemen negara lain;

b. menerima kunjungan delegasi parlemen negara lain yang menjadi tamu DPR;

c. mengkoordinasikan kunjungan kerja alat kelengkapan DPR ke luar negeri; dan

d. memberikan saran atau usul kepada pimpinan DPR tentang masalah kerja

sama antar parlemen.

Berdasarkan Pasal 77 Peraturan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Nomor 1/DPR RI/I/2009-2010 Tentang Tata Tertib :

(1)

BKSAP:

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76 huruf a,

a. menjalin hubungan dengan parlemen negara lain. organisasi parlemen

international, dan organisasi internasional atas penugasan atau persetujuan pimpinan DPR;

b. melakukan kajian, menghimpun data dan informasi mengenai kepentingan

nasional terhadap isu-isu internasional;

c. mengadakan Kunjungan dan/atau menghadiri pertemuan persahabatan

mengenai hal yang termasuk dalam ruang lingkup tugasnya atas penugasan atau

persetujuan pimpinan DPR;

d. mengevaluasi dan mengembangkan tindak lanjut dari hasil pelaksanaan

tugas kunjungan dan/atau menghadiri sidang/ pertemuan persahabatan;

e. membentuk Grup Kerja Sama Bilateral DPR Rl dengan parlemen masing - masing negara sahabat;

f. memantau, menindaklanjuti, dan mengefektifkan pelaksanaan tugas Grup Kerja Sama Bilateral; dan/atau

g. mengadakan konsultasi dengan pihak terkait mengenai hal yang termasuk

dalam ruang lingkup tugasnya yang dikoordinasikan oleh pimpinan DPR.

(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76 huruf b BKSAP:

a. menetapkan alat kelengkapan yang akan menerima kunjungan parlemen

negara lain, organisasi parlemen, dan organisasi internasional; dan

b. mengadakan koordinasi dengan alat kelengkapan terkait yang akan

menerima kunjungan parlemen negara lain, organisasi parlemen internasional,

dan/atau organisasi internasional.

(3) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76 huruf c, BKSAP dapat mengadakan koordinasi dengan alat kelengkapan terkait yang akan melakukan kunjungan ke parlemen negara lain, organisasi parlemen internasional, dan/atau organisasi internasional.

(4) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76 huruf d, BKSAP memberikan saran atau usul kepada pimpinan DPR baik secara langsung maupun tertulis.

BADAN KEHORMATAN (B.K.)

Badan Kehormatan dibentuk oleh DPR dan merupakan alat kelengkapan DPR yang bersifat tetap.

DPR menetapkan susunan dan keanggotaan Badan Kehormatan dengan memperhatikan perimbangan dan pemerataan jumlah anggota tiap-tiap fraksi pada permulaan masa keanggotaan DPR dan permulaan tahun sidang.

Anggota Badan Kehormatan berjumlah 11 (sebelas) orang dan ditetapkan dalam rapat paripurna pada permulaan masa keanggotan DPR dan pada permulaan tahun sidang.

Pimpinan Badan Kehormatan merupakan satu kesatuan pimpinan yang bersifat kolektif dan kolegial, yang terdiri atas 1 (satu) orang ketua dan 2 (dua) orang wakil ketua, yang dipilih dari dan oleh anggota Badan Kehormatan berdasarkan prinsip musyawarah untuk mufakat dan proporsional dengan memperhatikan keterwakilan perempuan menurut perimbangan jumlah anggota tiap-tiap fraksi.

Tata cara pelaksanaan tugas Badan Kehormatan diatur dengan peraturan DPR tentang tata beracara Badan Kehormatan.

BADAN AKUNTABILITAS KEUANGAN NEGARA (B.A.K.N.)

PENDAHULUAN

Undang-Undang No. 27 Tahun 2009 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD disusun untuk meningkatkan peran dan tanggung jawab lembaga permusywaratan rakyat, lembaga perwakilan rakyat, lembaga perwakilan daerah, sesuai dengan amanat UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

UU No. 27 Tahun 2009 mengatur secara komprehensif dimana tidak membatasi pengaturan yang hanya terbatas pada materi muatan susunan dan kedudukan lembaga, tetapi juga mengatur hal-hal lain yang lebih bersifat komprehensif.

Berkaitan dengan penguatan dan pengefektifan kelembagaan DPRRI, terdapat penambahan alat kelengkapan dalam rangka mendukung fungsi serta tugas dan wewenang Dewan, yaitu Badan Akuntabilitas Keuangan Negara sebagai alat kelengkapan yang bersifat tetap, yang berfungsi untuk menindaklanjuti laporan hasil pemeriksaan BPK RI dalam hal pengawasan penggunaan keuangan negara sehingga diharapkan keberadaan BAKN ini berkontribusi positif dalam pelaksanaan transparansi dan akuntabilitas penggunaan keuangan negara.

Dalam rangka melaksanakan fungsi dan tugas serta wewenang BAKN DPR RI sebagai lembaga yang baru dibentuk, maka harus dapat menjaga kredibilitas atau kepercayaan publik/masyarakat dalam melaksanakan fungsi pengawasan Dewan.

Dasar Hukum :

1. UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945;

2. UU No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara;

3. UU No. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara;

4. UU No. 15 tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung

Jawab Keuangan Negara;

5. UU No.15 Tahun 2006 tentang Badan Pemeriksa Keuangan;

6. UU No.27 Tahun 2009 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD (MD3);

7. Peraturan DPR RI Nomor

1/DPR RI/2009-2010 tentang Tata Tertib DPR RI.

BADAN AKUNTABILITAS KEUANGAN NEGARA

Berdasarkan Pasal 4 Peraturan Tata Tertib DPR RI menyebutkan bahwa DPR memiliki tiga fungsi, yaitu fungsi legislasi, fungsi anggaran dan fungsi pengawasan. Fungsi-fungsi tersebut dilaksanakan oleh alat-alat kelengkapan DPR RI yang berwenang. Ketiga fungsi tersebut juga tercantum dalam Pasal 20A amandemen Undang-undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945.

Adapun Alat Kelengkapan DPR yang dimaksud adalah sesuai dalam Pasal 20 Peraturan Tata Tertib DPR RI, yaitu :

1. Pimpinan;

2. Badan Musyawarah;

3. Komisi;

4. Badan Legislasi;

5. Badan Anggaran;

6. Badan Akuntabilitas Keuangan Negara;

7. Badan Kehormatan;

9.

Badan Urusan Rumah Tangga

10. Panitia Khusus; Dan

11. Alat kelengkapan lain yang diperlukan dan dibentuk oleh rapat paripurna.

Kemudian untuk menunjang kegiatan DPR yang bersifat teknis administratif, maka DPR memiliki sebuah Sekretariat Jenderal dengan semua perangkatnya.

Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) dibentuk oleh DPR RI dan merupakan alat kelengkapan DPR yang bersifat tetap.

Berdasarkan Undang-undang No. 27 Tahun 2009 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD (MD3), bahwa:

Pasal 110

Badan Akuntabilitas Keuangan Negara, yang selanjutnya disingkat BAKN, dibentuk oleh DPR dan merupakan alat kelengkapan DPR yang bersifat tetap.

Pasal 111

Ayat (1)

DPR menetapkan susunan dan keanggotaan BAKN pada permulaan masa keanggotaan DPR dan permulaan tahun sidang.

Ayat (2)

Anggota BAKN berjumlah paling sedikit 7 (tujuh) orang dan paling banyak 9 (sembilan) orang atas usul fraksi DPR yang ditetapkan dalam rapat paripurna pada permulaan masa keanggotaan DPR dan permulaan tahun sidang.

Pasal 112

Ayat (1)

Pimpinan BAKN merupakan satu kesatuan pimpinan yang bersifat kolektif dan kolegial.

Ayat (2)

Pimpinan BAKN terdiri atas 1 (satu) orang ketua dan 1 (satu) orang wakil ketua yang dipilih dari dan oleh anggota BAKN berdasarkan prinsip musyawarah untuk mufakat dengan memperhatikan keterwakilan perempuan menurut perimbangan jumlah anggota tiap-tiap fraksi.

Ayat (3)

Pemilihan pimpinan BAKN sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilakukan dalam rapat BAKN yang dipimpin oleh pimpinan DPR setelah penetapan susunan dan keanggotaan BAKN.

TUGAS BADAN AKUNTABILITAS KEUANGAN NEGARA

Didalam Pasal 70 Tata Tertib DPR RI BAKN bertugas :

a. melakukan penelaahan terhadap temuan hasil pemeriksaan BPK yang disampaikan

kepada

DPR;

b. menyampaikan hasil penelaahan sebagaimana dimaksud dalam huruf a kepada komisi;

c. menindaklanjuti hasil pembahasan komisi terhadap temuan hasil pemeriksaan BPK atas permintaan komisi;dan

d. memberikan masukan kepada BPK dalam hal rencana kerja pemeriksaan

hambatan pemeriksaan, serta penyajian dan kualitas laporan.

Dan Pasal 71 Tata Tertib DPR RI,BAKN bertugas :

Ayat (1)

tahunan,

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 70 huruf a dan huruf b, BAKN :

a. mengadakan rapat untuk melakukan penelaahan atas laporan hasil pemeriksaan BPK;

b. menyampaikan hasil telaahan sebagaimana dimaksud dalam huruf a kepada komisi

berupa ringkasan temuan beserta analisis kebijakan berdasarkan hasil pemeriksaan semester BPK dan hasil temuan pemeriksaan dengan tujuan tertentu setelah BPK

menyerahkan hasil temuan kepada DPR;

c. dapat menyampaikan hasil telaahan sebagaimana dimaksud dalam huruf b kepada alat kelengkapan selain komisi;

d. mengadakan pemantauan atas tindak lanjut hasil telaahan yang disampaikan

komisi; dan/atau

kepada

e. membuat evaluasi dan inventarisasi atas tindak lanjut yang dilaksanakan oleh komisi.

ayat (2)

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 70 huruf c, BAKN :

a. dapat mengadakan koordinasi dengan unsur pimpinan komisi untuk membicarakan

hasil

pembahasan komisi atas hasil temuan pemeriksaan BPK;

b. dapat mengadakan rapat dengan komisi yang meminta penelaahan lanjutan atas hasil

temuan pemeriksaan BPK;

c. dapat meminta penjelasan kepada BPK untuk menindaklanjuti penelaahan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b;dan/atau

d. menyampaikan hasil pembahasan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, dan huruf c kepada pimpinan DPR dalam rapat paripurna setelah terlebih dahulu dibicarakan dengan komisi.

ayat (3)

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 70 huruf d, BAKN menginventarisasi permasalahan keuangan negara.

Pasal 72

Hasil kerja sebagaimana dimaksud Pasal 70 huruf a, huruf b, dan huruf d disampaikan kepada Pimpinan DPR dalam rapat paripurna secara berkala.

Selain itu, dalam Pasal 113 Undang-undang Nomor 27 Tahun 2009 tentang Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Dewan Perwakilan Daerah (DPD), dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menegaskan bahwa :

Ayat (1)

BAKN bertugas :

a. melakukan penelaahan terhadap temuan hasil pemeriksaan BPK yang disampaikan kepada DPR;

b. menyampaikan hasil penelaahan sebagaimana dimaksud dalam huruf a kepada komisi;

c. menindaklanjuti hasil pembahasan komisi terhadap temuan hasil pemeriksaan BPK atas permintaan komisi;dan

d. memberikan masukan kepada BPK dalam hal rencana kerja pemeriksaan tahunan,

hambatan pemeriksaan, serta penyajian dan kualitas laporan.

Ayat (2)

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c, BAKN dapat meminta penjelasan dari BPK, Pemerintah, pemerintah daerah, lembaga negara lainnya, Bank Indonesia, badan usaha milik negara, badan layanan umum, badan usaha milik daerah, dan lembaga atau badan lain yang mengelola keuangan negara.

Ayat (3)

BAKN dapat mengusulkan kepada komisi agar BPK melakukan pemeriksaan lanjutan.

Ayat (4)

Hasil kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a, huruf b, dan huruf d disampaikan kepada pimpinan DPR dalam rapat paripurna secara berkala.

Sedangkan Pasal 114 UU tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD (MD3) dinyatakan bahwa Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 113 ayat (1), BAKN dapat dibantu oleh akuntan, ahli analis keuangan, dan/atau peneliti.

KEANGGOTAAN BADAN AKUNTABILITAS KEUANGAN NEGARA

sesuai dengan Pasal 68 Tata Tertib DPR RI

Ayat (1)

DPR menetapkan susunan dan keanggotaan BAKN pada permulaan masa keanggotaan DPR dan permulaan tahun sidang.

Ayat (2)

Anggota BAKN berjumlah paling sedikit 7 (tujuh) orang dan paling banyak 9 (sembilan) orang atas usul fraksi DPR yang ditetapkan dalam rapat paripurna pada permulaan masa keanggotaan DPR dan permulaan tahun sidang.

Ayat (3)

Pimpinan DPR mengadakan konsultasi dengan pimpinan fraksi untuk menentukan komposisi keanggotaan BAKN yang mencerminkan unsur semua fraksi berdasarkan prinsip musyawarah untuk mufakat.

Ayat (4)

Dalam hal musyawarah untuk mufakat tidak tercapai dalam penentuan komposisi sebagaimana dimaksud pada ayat (3), keputusan diambil berdasarkan suara terbanyak dalam rapat paripurna.

Ayat (5)

Fraksi mengusulkan nama anggota BAKN kepada pimpinan DPR sebagaimana dimaksud pada ayat (2) untuk selanjutnya ditetapkan dalam rapat paripurna.

Ayat (6)

Penggantian anggota BAKN dapat dilakukan oleh fraksinya, apabila anggota BAKN yang bersangkutan berhalangan tetap atau ada pertimbangan lain dari fraksinya.

TATA CARA PEMILIHAN PIMPINAN BADAN AKUNTABILITAS KEUANGAN NEGARA

Sesuai dengan Tata Tertib DPR RI tata cara pemilihan pimpinan BAKN terdapat dalam Pasal 69 yang selanjutnya diatur pada :

Ayat (1)

Pimpinan BAKN merupakan satu kesatuan pimpinan yang bersifat kolektif dan kolegial.

Ayat (2)

Pimpinan BAKN terdiri atas 1 (satu) orang Ketua dan 1 (satu) orang wakil ketua yang dipilih dari dan oleh anggota BAKN berdasarkan prinsip musyawarah untuk mufakat dengan memperhatikan keterwakilan perempuan menurut perimbangan jumlah anggota tiap-tiap fraksi.

Ayat (3)

Komposisi pimpinan BAKN dari tiap-tiap fraksi ditetapkan pada permulaan keanggotaan.

Ayat (4)

Fraksi yang mendapatkan komposisi pimpinan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) mengajukan satu nama calon pimpinan BAKN kepada pimpinan DPR untuk dipilih dalam rapat BAKN.

Ayat (5)

Pemilihan pimpinan BAKN sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dilakukan dalam rapat BAKN yang dipimpin oleh pimpinan DPR setelah penetapan susunan dan keanggotaan BAKN.

Ayat (6)

Dalam hal pemilihan pimpinan BAKN berdasarkan musyawarah untuk mufakat tidak tercapai sebagaimana dimaksud pada ayat (2), keputusan diambil berdasarkan suara terbanyak.

Ayat (7)

Pimpinan

BAKN

sebagaimana

dimaksud

pada

ayat

(5)

ditetapkan

dengan

keputusan

pimpinan DPR.

Ayat (8)

Penggantian Pimpinan BAKN dapat dilakukan oleh fraksi yang bersangkutan untuk selanjutnya ditetapkan dalam rapat BAKN yang dipimpin oleh Pimpinan DPR.

PANITIA KHUSUS (PANSUS)

Panitia khusus dibentuk oleh DPR dan merupakan alat kelengkapan DPR yang bersifat sementara.

DPR menetapkan susunan dan keanggotaan panitia khusus berdasarkan perimbangan dan pemerataan jumlah anggota tiap-tiap fraksi.

Jumlah anggota panitia khusus ditetapkan oleh rapat paripurna paling banyak 30 (tiga puluh) orang.

Pimpinan panitia khusus merupakan satu kesatuan pimpinan yang bersifat kolektif dan kolegial.

Pimpinan panitia khusus terdiri atas 1 (satu) orang ketua dan paling banyak 3 (tiga) orang wakil ketua yang dipilih dari dan oleh anggota panitia khusus berdasarkan prinsip musyawarah untuk mufakat dan proporsional dengan memperhatikan jumlah panitia khusus yang ada serta keterwakilan perempuan menurut perimbangan jumlah anggota tiap-tiap fraksi.

Fraksi yang mendapatkan komposisi pimpinan panitia khusus mengajukan satu nama calon pimpinan panitia khusus kepada pimpinan DPR untuk dipilih dalam rapat panitia khusus.

Pemilihan pimpinan panitia khusus dilakukan dalam rapat panitia khusus yang dipimpin oleh pimpinan DPR setelah penetapan susunan dan keanggotaan panitia khusus.

Panitia khusus bertugas melaksanakan tugas tertentu dalam jangka waktu tertentu yang ditetapkan oleh rapat paripurna dan dapat diperpanjang oleh Badan Musyawarah apabila panitia khusus belum dapat menyelesaikan tugasnya.

Panitia khusus dibubarkan oleh DPR setelah jangka waktu penugasannya berakhir atau karena tugasnya dinyatakan selesai.

KOMISI (keterangan dalam komisi)

Ket. NAMA ALAT KELENGKAPAN (K) = Ketua Alat Kelengkapan NAMA ALAT KELENGKAPAN (WK) = Wakil Ketua Alat Kelengkapan

KOMISI

Susunan dan keanggotaan komisi ditetapkan oleh DPR dalam Rapat paripurna menurut perimbangan dan pemerataan jumlah anggota tiap-tiap Fraksi, pada permulaan masa keanggotaan DPR dan pada permulaan Tahun Sidang. Setiap Anggota, kecuali Pimpinan MPR dan DPR, harus menjadi anggota salah satu komisi.

Jumlah Komisi, Pasangan Kerja Komisi dan Ruang Lingkup Tugas Komisi diatur lebih lanjut dengan Keputusan DPR yang didasarkan pada institusi pemerintah, baik lembaga kementerian negara maupun lembaga non-kementerian, dan sekretariat lembaga negara, dengan mempertimbangkan keefektifan tugas DPR.

Tugas Komisi dalam pembentukan undang-undang adalah mengadakan persiapan, penyusunan, pembahasan, dan penyempurnaan Rancangan Undang-Undang yang termasuk dalam ruang lingkup tugasnya.

Tugas Komisi di bidang anggaran lain:

mengadakan Pembicaraan Pendahuluan mengenai penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang termasuk dalam ruang lingkup tugasnya bersama- sama dengan Pemerintah; dan

mengadakan pembahasan dan mengajukan usul penyempurnaan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang termasuk dalam ruang lingkup tugasnya bersama- sama dengan pemerintah.

Tugas komisi di bidang pengawasan antara lain:

melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan undang-undang, termasuk APBN, serta peraturan pelaksanaannya;

membahas dan menindaklanjuti hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan yang terkait dengan ruang lingkup tugasnya;

melakukan pengawasan terhadap kebijakan Pemerintah; serta

membahas dan menindklanjuti usulan DPD.

Komisi dalam melaksanakan tugasnya dapat: mengadakan Rapat kerja dengan Presiden, yang dapat diwakili oleh Menteri; mengadakan Rapat Dengar Pendapat dengan pejabat pemerintah yang mewakili intansinya, mengadakan Rapat Dengar Pendapat Umum, mengadakan kunjungan kerja dalam Masa Reses.

RUANG LINGKUP TUGAS

KOMISI I

Pertahanan

Intelijen

Luar Negeri

Komunikasi dan Informatika

PASANGAN KERJA

Kementerian Pertahanan

Kementerian Luar Negeri

Panglima TNI dan Mabes TNI AD, AL dan AU

Kementerian Komunikasi dan Informatika

Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas)

Badan Intelijen Negara (BIN)

Lembaga Sandi Negara (LEMSANEG)

Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas)

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI)

LPP Televisi Republik Indonesia (TVRI)

LPP Radio Republik Indonesia (RRI)

Dewan Pers

Perum LKBN ANTARA

Komisi Informasi

RUANG LINGKUP TUGAS

KOMISI II

Pemerintahan Dalam Negeri dan Otonomi Daerah

Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi

Kepemiluan

Pertanahan dan Reformasi Agraria

PASANGAN KERJA

Kementerian Dalam Negeri

Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi

Menteri Sekretaris Negara

Sekretaris Kabinet

Lembaga Administrasi Negara (LAN)

Badan Kepegawaian Negara (BKN)

Badan Pertanahan Nasional (BPN)

Arsip Nasional RI (ANRI)

Komisi Pemilihan Umum (KPU)

Badan Pengawas Pemilu (BAWASLU)

Ombudsman Republik Indonesia

Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4)

RUANG LINGKUP TUGAS

Hukum

HAM

Keamanan

PASANGAN KERJA

KOMISI III

Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia

Kejaksaan Agung

Kepolisian Negara Republik Indonesia

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

Komisi Nasional HAM (KOMNAS HAM)

Setjen Mahkamah Agung

Setjen Mahkamah Konstitusi

Setjen MPR

Setjen DPD

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK)

Komisi Yudisial

Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban

Badan Narkotika Nasional (BNN)

Badan Nasional Penanggulan Terorisme

 

KOMISI IV

RUANG LINGKUP TUGAS

Pertanian

Perkebunan

Kehutanan

Kelautan

Perikanan

Pangan

PASANGAN KERJA

Departemen Pertanian

Departemen Kehutanan

Departemen Kelautan dan Perikanan

Badan Urusan Logistik

Dewan Maritim Nasional

 

KOMISI V

RUANG LINGKUP TUGAS

Perhubungan

Pekerjaan Umum

Perumahan Rakyat

Pembangunan Pedesaan dan Kawasan Tertinggal

Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika

PASANGAN KERJA

Kementerian Pekerjaan Umum

Kementerian Perhubungan

Kementerian Perumahan Rakyat

Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG)

Badan SAR Nasional

Badan Penanggulangan Lumpur Sidoardjo (BPLS)

Badan Pengembangan Wilayah Surabaya- Madura (BPWS)

RUANG LINGKUP TUGAS

Perdagangan

KOMISI VI

Perindustrian

Investasi

Koperasi, UKM dan BUMN

Standarisasi Nasional

PASANGAN KERJA

Departemen Perindustrian

Departemen Perdagangan

Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil Menengah

Menteri Negara BUMN

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)

Badan Standarisasi Nasional (BSN)

Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN)

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU)

RUANG LINGKUP TUGAS

KOMISI VII

Energi Sumber Daya Mineral

Riset dan Teknologi

Lingkungan Hidup

PASANGAN KERJA

Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral

Menteri Negara Lingkungan Hidup

Menteri Negara Riset dan Teknologi

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Dewan Riset Nasional

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)

Badan Tenaga Nuklir (BATAN)

Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETAN)

Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (BAKOSURTANAL)

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN)

Badan Pengatur Kegiatan Hilir Migas (BPH Migas)

SKK Migas

Dewan Energi Nasional (DEN)

PP IPTEK

Lembaga EIKJMEN

RUANG LINGKUP TUGAS

KOMISI VIII

Agama

Sosial

Pemberdayaan Perempuan

PASANGAN KERJA

Kementerian Agama RI

Kementerian Sosial Rl

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI)

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS)

Badan Wakaf Indonesia (BWI)

RUANG LINGKUP TUGAS

KOMISI IX

Tenaga Kerja dan Transmigrasi

Kependudukan

Kesehatan

PASANGAN KERJA

Departemen Kesehatan

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi

badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN)

Badan Pengawas Obat dan Makanan

BNP2TKI

PT Askes ( Persero)

PT. Jamsostek (Persero)

RUANG LINGKUP TUGAS

Pendidikan

Kebudayaan

Pariwisata

Ekonomi Kreatif

Pemuda

Olahraga

Perpustakaan

PASANGAN KERJA

KOMISI X

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Kementerian Pemuda dan Olahraga

Perpustakaan Nasional

RUANG LINGKUP TUGAS

KOMISI XI

Keuangan

Perencanaan Pembangunan

Perbankan

PASANGAN KERJA

Kementerian Keuangan RI

Kementerian Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN) / BAPPENAS

Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP)

Badan Pusat Statistik (BPS)

Setjen BPK RI

Bank Indonesia

Perbankan

Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB)

Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI)

Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP)

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)

Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Ket. NAMA KOMISI (K)=Ketua komisi NAMA KOMISI (WK)=Wakil ketua komisi

==PROVINSI NANGGROE ACEH DARUSSALAM==

DAERAH PEMILIHAN ACEH I

(meliputi : Kab. Aceh Barat, Kab. Aceh Barat Daya, Kab. Aceh Besar, Kab. Aceh Jaya, Kab. Aceh Selatan, Kab. Aceh Singkil, Kota Subulussalam, Kota Banda Aceh, Kab. Nagan Raya, Kab. Simeulue, Kab. Gayo Luwes, Kota Sabang, Kab. Aceh Tenggara, Kab. Pidie Jaya)

Jumlah kursi : 7

NA

Nama

Fraksi

AK

Komisi

A-101

Sayed Mustafa Usab, S.E., M.Si.

F-PAN

-

I

A-175

H Sayed Fuad Zakaria, S.E.

F-PG

-

VIII (WK)

A-281

Tgk H Mohd Faisal Amin

F-PPP

BURT

X

A-413

H Teuku Riefky Harsa

F-PD (S)

-

VII

A-414

Ir. Nova Iriansyah, M.T.

F-PD

-

V

A-415

HM Ali Yacob

F-PD

-

IV

A-44

H Muhammad Nasir Djamil, S.Ag.

F-PKS

-

III

DAERAH PEMILIHAN NANGGROE ACEH DARUSSALAM II

(meliputi : Kab. Aceh Tamiang, Kab. Bener Meriah, Kab. Aceh Tengah, Kab. Aceh Timur, Kab. Aceh Utara, Kab. Bireuen, Kota Langsa, Kota Lhokseumawe)

Jumlah kursi : 6

NA

Nama

Fraksi

AK

Komisi

A-176

Drs. H Marzuki Daud

F-PG

-

VI

A-416

Mirwan Amir

F-PD

-

I

A-417

Ir. H Muhammad Azhari, S.H., M.H.

F-PD

-

VI

A-418

Teuku Irwan

F-PD

BKSAP

VII

A-419

Muslim, S.H.

F-PD

Banggar

X

 

BURT

A-45

H Raihan Iskandar, Lc

F-PKS

-

VIII

TOTAL : 13 kursi (Partai Demokrat 7 kursi, Partai Keadilan Sejahtera 2 kursi, Partai Golongan Karya 2 kursi, Partai Amanat Nasional 1 kursi, Partai Persatuan Pembangunan 1 kursi)

===PROVINSI SUMATERA UTARA===

DAERAH PEMILIHAN SUMATERA UTARA I

(Meliputi : Kota Medan, Kab. Deli Serdang, Kab. Serdang Bedagai, Kota Tebingtinggi)

Jumlah kursi : 10

NA

Nama

Fraksi

AK

Komisi

A-1

Ir. Nurdin Tampubolon

F-Hanura

Banggar

XI

A-102

Ibrahim Sakty Batubara

F-PAN

-

X

A-177

Meutya Viada Hafid

F-PG

BKSAP

I

A-282

Drs. H Hasrul Azwar, M.M.

F-PPP(K)

Banggar

VIII

A-319

H Irmadi Lubis

F-PDIP

Baleg

IV

A-420

H Abdul Wahab Dalimunthe, S.H.

F-PD

BK (WK)

II

A-421

Drs. Ir. H Sutan Bathoegana, M.M.

F-PD

-

VII (K)

A-422

Sri Novida, S.E.

F-PD

-

II

A-423

Kol. (Purn) Drs. Jafar Nainggolan, M.M.

F-PD

-

IV

A-46

Drs. Muhammad Idris Lutfi, M.Sc.

F-PKS

Banggar

VII

DAERAH PEMILIHAN SUMATERA UTARA II

(meliputi : Kab. Labuhan Batu, Kab. Tapanuli Selatan, Kota Padang Sidempuan, Kab. Mandailing Natal, Kab. Nias, Kab. Nias Selatan, Kota Sibolga, Kab. Tapanuli Utara, Kab. Tapanuli Tengah, Kab. Humbang Hasundutan, Kab. Toba Samosir, Kab. Padang Lawas Utara, Kab. Padang Lawas)

Jumlah kursi : 10

NA

Nama

Fraksi

AK

Komisi

A-103

Yahdil Abdi Harahap, S.H., M.H.

F-PAN

Banggar

IX

A-178

H Chairuman Harahap, S.H., M.H.

F-PG

Bamus

VI

A-179

Ir. Neil Iskandar Daulay

F-PG

-

I

A-2

H Herry Lontung Siregar

F-Hanura

-

VII

A-320

Trimedya Panjaitan, S.H., M.H.

F-PDIP

BK (K)

III

A-321

Dr. Yasonna H Laoly, S.H., M.Sc.

F-PDIP

Banggar (WK)

II

A-424

Drh. Jhonny Allen Marbun, M.M.

F-PD

Banggar

VII

A-425

Drs. Saidi Butar Butar, M.M.

F-PD

-

XI

A-426

Jonny Buyung Saragi, S.H.

F-PD

-

VI

A-47

Iskan Qolba Lubis, M.A.

F-PKS

BKSAP

XI

DAERAH PEMILIHAN SUMATERA UTARA III

(meliputi : Kab. Asahan, Kota Tanjung Balai, Kota Pematang Siantar, Kab. Simalungun, Kab. Pakpak Bharat, Kab. Dairi, Kab. Karo, Kota Binjai, Kab. Langkat, Kab. Batubara)

Jumlah kursi : `10

NA

Nama

Fraksi

AK

Komisi

A-104

H Nasril Bahar, S.E.

F-PAN

-

VI

A-18

Martin Hutabarat

F-GERINDRA

Baleg

III

A-180

Ir. Ali Wongso Halomoan Sinaga

F-PG

Baleg

V

A-181

Dr. Capt. Anton Sihombing

F-PG

Banggar

IV

A-283

HT Zulfikar, S.H.

F-PPP

-

II

A-322

H Tri Tamtomo, S.H.

F-PDIP

-

I

A-427

Ruhut Poltak Sitompul, S.H.

F-PD

-

III

A-428

Edi Ramli Sitanggang, S.H.

F-PD

Bamus

III

A-429

Imran Muchtar

F-PD

-

VI

A-48

H Ansory Siregar, Lc

F-PKS

BURT (WK)

IX

 

BK

TOTAL : 30 kursi (Partai Demokrat 10 kursi, Partai Golongan Karya 5 kursi, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan 4 kursi, Partai Keadilan Sejahtera 3 kursi, Partai Amanat Nasional 3 kursi, Partai Persatuan Pembangunan 2 kursi, Partai Hati Nurani Rakyat 2 kursi, Partai Gerakan Indonesia Raya 1 kursi)

===PROVINSI SUMATERA BARAT===

DAERAH PEMILIHAN SUMATERA BARAT I

(meliputi : Kab. Kepulauan Mentawai, Kab. Pesisir Selatan, Kota Padang, Kota Solok, Kab. Solok, Kab. Solok Selatan, Kota Sawahlunto, Kab. Sijunjung, Kab. Dharmasraya, Kota Padangpanjang, Kab. Tanahdatar)

Jumlah kursi : 8

NA

Nama

Fraksi

AK

Komisi

A-105

M Ichlas El Qudsi, S.Si., M.Si.

F-PAN

BURT

XI

A-182

Dr. Poempida Hidayatulloh, Beng(Hon), Ph.D.,

F-PG

Baleg

IX

DIC

A-183

Dr. HM Azwir Dainy Tara, M.B.A.

F-PG

-

VII

A-284

Capt. H Epyardi Asda, MMar

F-PPP

Banggar

V

A-430

H Dasrul Djabar

F-PD

Banggar

III

A-431

Darizal Basir

F-PD

BK

IV

A-432

dr. Zulmiar Yanri, Ph.D., Sp.OK.

F-PD

Baleg

IX

A-49

Hermanto, S.E., M.M.

F-PKS

BURT

IV

DAERAH PEMILIHAN SUMATERA BARAT II

(meliputi : Kab. Pasaman, Kab. Pasaman Barat, Kota Payakumbuh, Kab. Limapuluh Kota, Kota Bukittinggi, Kab. Agam, Kota Pariaman, Kab. Padang Pariaman)

Jumlah kursi : 6

NA

Nama

Fraksi

AK

Komisi

A-106

Taslim Chaniago, S.Si.

F-PAN

Baleg

III

A-184

H Nudirman Munir, S.H.

F-PG

Baleg

III

A-285

Muhammad Iqbal, S.E., M.Kom.

F-PPP

-

IX

A-433

Drs. H Dalimi Abdullah Dt Indokayo, S.H.

F-PD

-

VII

A-434

Ir. H Mulyadi

F-PD

-

V

A-50

Refrizal

F-PKS

-

VI

Total : 14 kursi (Partai Demokrat 5 kursi, Partai Golongan Karya 3 kursi, Partai Amanat Nasional 2 kursi, Partai Keadilan Sejahtera 2 kursi, Partai Persatuan Pembangunan 2 kursi)

===PROVINSI RIAU===

DAERAH PEMILIHAN RIAU I

(meliputi : Kab. Siak, Kota Pekanbaru, Kab. Rokan Hilir, Kab. Rokan Hulu, Kab. Bengkalis, Kota Dumai)

Jumlah kursi : 6

NA

Nama

Fraksi

AK

Komisi

A-107

H Asman Abnur, S.E., M.Si.

F-PAN

-

X (WK)

A-185

Ir. H Arsyad Juliandi Rachman, MBA

F-PG

BKSAP

VII

A-286

Drs. H Wan Abu Bakar, M.S., M.Si.

F-PPP

-

IV

A-323

Ian Siagian

F-PDIP

-

IV

A-435

H Sutan Sukarnotomo

F-PD

-

VII

A-51

Drs. Chairul Anwar, Apt

F-PKS

-

V

DAERAH PEMILIHAN RIAU II

(meliputi : Kab. Kuantan Singingi, Kab. Indragiri Hulu, Kab. Indragiri Hilir, Kab. Pelalawan, Kab. Kampar)

Jumlah kursi : 5

NA

Nama

Fraksi

AK

Komisi

A-147

Ir. HM Lukman Edy, M.Si.

F-PKB

-

VI

A-186

Ir. HM Idris Laena

F-PG

Baleg

VIII

A-187

Hj Nurliah, S.H., M.H.

F-PG

-

IV

A-188

Adi Sukemi, S.T., M.M.

F-PG

Banggar

VI

A-436

Muhamad Nasir

F-PD

-

XI

TOTAL : 11 Kursi (Partai Golongan Karya 4 kursi, Partai Demokrat 2 kursi, Partai Amanat Nasional 1 kursi, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan 1 kursi, Partai Persatuan Pembangunan 1 kursi, Partai Kebangkitan Bangsa 1 kursi, Partai Keadilan Sejahtera 1 kursi)

===PROVINSI KEPULAUAN RIAU===

(Meliputi : Kota Batam, Kab. Karimun, Kab. Bintan, Kab. Lingga, Kab. Natuna, Kota Tanjungpinang)

Jumlah kursi : 3

NA

Nama

Fraksi

AK

Komisi

A-189

Dr. H Harry Azhar Azis, MA

F-PG

-

XI (WK)

A-437

Hj Nani Sulistyani Herawati

F-PD

-

I

A-52

Hj Herlini Amran, MA

F-PKS

Bamus

X

 

BURT

TOTAL : 3 kursi (Partai Golongan Karya 1 kursi, Partai Demokrat 1 kursi, Partai Keadilan Sejahtera 1 kursi)

===PROVINSI JAMBI===

(Meliputi : Kab. Kerinci, Kab. Merangin, Kab. Sarolangun, Kab. Batanghari, Kab. Tebo, Kab. Tanjung Jabung Timur, Kab. Tanjung Jabung Barat, Kab. Muaro Jambi, Kab. Bungo, Kota Jambi)

Jumlah kursi : 7

NA

Nama

Fraksi

AK

Komisi

A-112

H Herman Kadir, S.H., M.Hum

F-PAN

-

II

A-113

HA Bakri HM, S.E.

F-PAN

-

V

A-199

Selina Gita, S.E.

F-PG

BKSAP

X

A-331

H Irsal Yunus, S.E., M.M.

F-PDIP

-

X

A-447

Dr. Indrawati Sukadis

F-PD

BURT (WK)

V

A-448

Drs. H Sofyan Ali, M.M.

F-PD

-

VIII

A-5

Drs. HA Murady Darmansjah

F-Hanura

Banggar

IV

TOTAL : 7 kursi (Partai Demokrat 2 kursi, Partai Amanat Nasional 2 kursi, Partai Golkar 1 kursi, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan 1 kursi, Partai Hati Nurani Rakyat 1 kursi)

===PROVINSI BENGKULU===

(Meliputi : Kota Bengkulu, Kab. Bengkulu Selatan, Kab. Kaur, Kab. Seluma, Kab. Rejang Lebong, Kab. Lebong, Kab. Kepahiang, Kab. Bengkulu Utara, Kab. Muko Muko)

Jumlah kursi : 4

NA

Nama

Fraksi

AK

Komisi

A-109

Hj Dewi Coryati, M.Si.

F-PAN

BURT

IV

A-195

Ir. Rully Chairul Azwar, M.Si.

F-PG

-

X

A-442

Dr. Dian A Syakhroza

F-PD

BURT

IX

A-55

Drs. H Mohammad Syahfan B Sampurno

F-PKS

Banggar

I

TOTAL : 4 kursi (Partai Amanat Nasional 1 kursi, Partai Golongan Karya 1 kursi, Partai Demokrat 1 kursi, Partai Keadilan Sejahtera 1 kursi)

===PROVINSI SUMATERA SELATAN===

DAERAH PEMILIHAN SUMATERA SELATAN I

(meliputi : Kab. Banyuasin, Kab. Musi Banyuasin, Kab. Musi Rawas, Kota Palembang, Kota Lubuklinggau)

Jumlah kursi : 7

NA

Nama

Fraksi

AK

Komisi

A-19

Edhy Prabowo, M.M., MBA

F-GERINDRA (S) Bamus

VI

A-190

Dodi Reza Alex Noerdin, LIC ECON MBA

F-PG

BKSAP

III

A-191

Drs. Kahar Muzakir

F-PG

Banggar

X

A-324

Ir. Nazarudin Kiemas, M.M.

F-PDIP

BKSAP

VII

A-325

dr. Surya Chandra Suropaty, MPH, Ph.D.

F-PDIP

BURT

IX

A-438

H Syofwatillah Mohzaib, S.Sos

F-PD

Banggar

VIII

A-53

Mustafa Kamal, S.S.

F-PKS

Bamus

I

DAERAH PEMILIHAN SUMATERA SELATAN II

(meliputi : Kab. Muara Enim, Kab. Lahat, Kab. Ogan Komering Ulu, Kab. Ogan Komering Ulu Selatan, Kab. Ogan Komering Ulu Timur, Kota Pagar Alam, Kota Prabumulih, Kab. Ogan Komering Ilir, Kab. Ogan Ilir)

Jumlah kursi : 9

NA

Nama

Fraksi

AK

Komisi

A-108

Hanna Gayatri, S.H.

F-PAN

-

V

A-192

Tantowi Yahya

F-PG

BKSAP

I

A-193

Bobby Adhityo Rizaldi, S.E., MBA, CFE

F-PG

Bamus

VII

A-20

Nuriswanto, S.H., M.M.

F-GERINDRA

BURT (WK)

V

A-3

Drs. HA Fauzi Achmad, MBA

F-HANURA

Bamus

XI

 

BAKN

A-326

HR Erwin Moeslimin Singajuru, S.H.

F-PDIP

Bamus

VIII

A-439

Prof. Dr. H Mahyuddin NS, Sp.OG (K)

F-PD

-

IX

A-440

H Juhaini Alie, S.H., M.M.

F-PD

BKSAP

VII

A-54

KH Bukhori, Lc., MA

F-PKS

Baleg

III

TOTAL : 16 kursi (Partai Golongan Karya 4 kursi, Partai Demokrat 3 kursi, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan 3 kursi, Partai Gerakan Indonesia Raya 2 kursi, Partai Keadilan Sejahtera 2 kursi, Partai Hati Nurani Rakyat 1 kursi, Partai Amanat Nasional 1 kursi)

===PROVINSI BANGKA BELITUNG===

(meliputi : Kab. Bangka, Kab. Belitung, Kab. Belitung Timur, Kab. Bangka Selatan)

Jumlah kursi : 3

NA

Nama

Fraksi

AK

Komisi

A-194

Ir. H Azhar Romli, M.Si.

F-PG

Baleg

II

A-327

Ir. Rudianto Tjen

F-PDIP

Banggar

IX

A-441

H Paiman

F-PD

Banggar

XI

TOTAL : 3 Kursi (Partai Golongan Karya 1 kursi, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan 1 kursi, Partai Demokrat 1 kursi)

===PROVINSI LAMPUNG===

DAERAH PEMILIHAN LAMPUNG I

(meliputi: Kota Bandar Lampung, Kab. Lampung Barat, Kab. Lampung Selatan, Kab. Tanggamus, Kab. Pesawaran, Kota Metro)

Jumlah kursi : 9

NA

Nama

Fraksi

AK

Komisi

A-110

Yandri Susanto

F-PAN

-

II

A-196

Dra. Tri Hanurita, MA, M.M.

F-PG

-

XI

A-21

H Ahmad Muzani

F-GERINDRA (K)-

I

A-328

Sudin

F-PDIP

-

IV

A-329

Ir. Isma Yatun

F-PDIP

Banggar

VII

A-4

HA Ferdinand Sampurna Jaya

F-HANURA

Bamus

VI

A-443

H Zulkifli Anwar

F-PD

-

V

A-444

H Heriyanto, S.E., M.M.

F-PD

Banggar

IX

A-56

Drs. Al Muzammil Yusuf

F-PKS

-

III (WK)

DAERAH PEMILIHAN LAMPUNG II

(meliputi : Kab. Lampung Tengah, Kab. Lampung Utara, Kab. Tulangbawang, Kab. Way Kanan, Kab. Lampung Timur)

Jumlah kursi : 9

NA

Nama

Fraksi

AK

Komisi

A-111

Ir. Alimin Abdullah

F-PAN

BK

VII

A-148

Hj Chusnunia Chalim, M.Si.

F-PKB

Banggar

IX

A-197

Dr. Aziz Syamsuddin

F-PG

-

III (WK)

A-198

Drs. H Riswan Tony DK

F-PG

BURT

V

A-22

Gunadi Ibrahim

F-GERINDRA

-

V

A-330

Itet Tridjajati Sumarijanto, MBA

F-PDIP

-

X

A-445

Ir. Atte Sugandi, M.M.

F-PD

BKSAP

VI

A-446

Usmawarnie Peter

F-PD

BURT

V

A-57

KH Ir. Abdul Hakim, M.M.

F-PKS (S)

Bamus

V

 

Baleg

TOTAL : 18 kursi (Partai Demokrat 4 kursi, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan 3 kursi, Partai Golongan Karya 3 kursi, Partai Keadilan Sejahtera 2 kursi, Partai Gerakan Indonesia Raya 2 kursi, Partai Amanat Nasional 2 kursi, Partai Kebangkitan Bangsa 1 kursi, Partai Hati Nurani Rakyat 1 kursi)

===PROVINSI BANTEN===

DAERAH PEMILIHAN BANTEN I

(meliputi : Kab. Pandeglang, Kab. Lebak)

Jumlah kursi : 6

NA

Nama

Fraksi

AK

Komisi

A-202

Tb H Ace Hasan Syadzily, M.Si.

F-PG

-

VIII

A-289

Hj Irna Narulita, S.E., M.M.

F-PPP

Banggar

IV

A-290

H Achmad Dimyati N, S.H., M.H., M.Si.

F-PPP

Baleg (WK)

III

A-335

Tb Dedi S Gumelar

F-PDIP

-

X

A-457

Hj Iti Octavia Jayabaya, S.E., M.M.

F-PD

-

X

A-458

Dra. Hj Ratu Siti Romlah, M.Ag.

F-PD

-

X

DAERAH PEMILIHAN BANTEN II

 

(meliputi : Kab. Cilegon, Kab. Serang, Kota Serang)

Jumlah kursi : 6

NA

Nama

Fraksi

AK

Komisi

A-115

Drs. H Rusli Ridwan, M.Si.

F-PAN

Baleg

II

A-203

Drs. H Hikmat Tomet

F-PG

Banggar

V

A-204

Drs. H Humaedi

F-PG

-

VIII

A-336

Ichsan Soelistio

F-PDIP

-

III

A-459

Adiyaman Amir Saputra, S.IP.

F-PD

-

IV

A-62

Dr. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc.

F-PKS

-

VI

DAERAH PEMILIHAN BANTEN III

(meliputi : Kab. Tangerang, Kota Tangerang)

Jumlah kursi : 10

NA

Nama

Fraksi

AK

Komisi

A-205

H Ebrown Lubuk, S.H.

F-PG

-

-

A-25

H Budi Heryadi, S.E., S.H.

F-GERINDRA

BURT

X

A-291

Drs. H Irgan Chairul Mahfiz, M.Si.

F-PPP

-

IX (WK)

A-337

Irvansyah, S.IP.

F-PDIP

Baleg

VII

A-460

Hartanto Edhie Wibowo

F-PD

BURT

X

A-461

Hj Himmatul Alyah Setiawaty, S.H., M.H.

F-PD

BKSAP

III

A-462

Ferrari Romawi, MBA

F-PD

BURT

VI

A-6

Iqbal Alan Abdullah

F-HANURA

Banggar

V

A-63

H Jazuli Juwaini, Lc, MA

F-PKS

Banggar

II

A-64

Indra, S.H.

F-PKS

Baleg

IX

TOTAL : 22 kursi (Partai Demokrat 6 kursi, Partai Golongan Karya 4 kursi, Partai Persatuan Pembangunan 3 kursi, Partai Keadilan Sejahtera 3 kursi, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan 3 kursi, Partai Gerakan Indonesia Raya 1 kursi, Partai Hati Nurani Rakyat 1 kursi, Partai Amanat Nasional 1 kursi)

===PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA===

DAERAH PEMILIHAN DKI JAKARTA I

(meliputi : Kotamadya Jakarta Timur)

Jumlah kursi : 6

NA

Nama

Fraksi

AK

Komisi

A-114

H Andi Azhar Cakra Wijaya

F-PAN

BKSAP (WK)

III

A-23

Saifudin Donodjoyo

F-GERINDRA

-

VII

A-332

Adang Ruchiatna

F-PDIP

Bamus

VIII

A-449

H Tri Yulianto, S.H.

F-PD

Bamus

VII

A-450

H Hayono Isman, S.IP.

F-PD

BKSAP (WK)

I

A-58

Ahmad Zainuddin, Lc

F-PKS

-

X

DAERAH PEMILIHAN DKI JAKARTA II

 

(meliputi : Kotamadya Jakarta Pusat + Luar Negeri, Kotamadya Jakarta Selatan)

 

Jumlah kursi : 7

 

NA

Nama

Fraksi

AK

Komisi

A-200

Ir. Fayakhun Andriadi, M.Kom.

F-PG

Banggar

I

A-288

Dra. H Okky Asokawati, S.Psi.

F-PPP

BKSAP

IX

A-333

Ir. Eriko Sotarduga BPS

F-PDIP

Banggar

V

A-451

Hj Melani Leimena Suharli

F-PD

-

-

A-452

dr. Nova Riyanti Yusuf, Sp.Kj

F-PD

-

IX (WK)

A-453

Nurcahyo Anggorojati

F-PD

Banggar

II

A-59

Dr. Mohamad Sohibul Iman

F-PKS

Pimpinan (WK) -

DAERAH PEMILIHAN DKI JAKARTA III

(meliputi : Kotamadya Jakarta Barat, Kotamadya Jakarta Utara, Kab. Adm. Kepulauan Seribu)

Jumlah kursi : 8

NA

Nama

Fraksi

AK

Komisi

A-201

Drs. HM Ade Supriatna, S.H., M.H.

F-PG

Baleg

III

A-24

Dra. Dahlia

F-GERINDRA

Bamus

I

A-334

Drs. Effendi MS Simbolon

F-PDIP

-

VII

A-454

Dr. H Marzuki Alie

F-PD

Pimpinan (K)

-

 

Bamus (K)

BURT (K)

A-455

Drs. Eddy Sadeli, S.H.

F-PD

Baleg

III

A-456

Hj Vera Febyanthi, M.M.

F-PD

Banggar

XI

A-60

Drs. H Adang Daradjatun

F-PKS

-

III

A-61

Dra. Wirianingsih, M.Si.

F-PKS

-

IX

TOTAL : 21 kursi (Partai Demokrat 8 kursi, Partai Keadilan Sejahtera 4 kursi, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan 3 kursi, Partai Golongan Karya 2 kursi, Partai Gerakan Indonesia Raya 2 kursi, Partai Persatuan Pembangunan 1 kursi, Partai Amanat Nasional 1 kursi)

===PROVINSI JAWA BARAT===

DAERAH PEMILIHAN JAWA BARAT I

(meliputi : Kota Bandung, Kota Cimahi)

Jumlah kursi : 7

NA

Nama

Fraksi

AK

Komisi

A-206

Dra. Hj Popong Otje Djundjunan

F-PG

-

X

A-338

Ir. Ketut Sustiawan

F-PDIP

-

VIII

A-463

Agung Budi Santoso, S.H.

F-PD

BURT

V

A-464

H Daday Hudaya, S.H., M.H.

F-PD

-

III

A-465

Hj Yetti Heryati, S.H.

F-PD

-

VIII

A-65

Ir. Arif Minardi

F-PKS

-

VI

A-66

Hj Ledia Hanifa Amaliah, S.Si, M.Psi.T.

F-PKS

-

VIII (WK)

DAERAH PEMILIHAN JAWA BARAT II

 

(meliputi : Kab. Bandung, Kab. Bandung Barat)

Jumlah kursi : 10

NA

Nama

Fraksi

AK

Komisi

A-207

Drs. Agus Gumiwang Kartasasmita

F-PG

-

I (WK)

A-208

Dr. Ir. H Lili Asdjudiredja, S.E., Ph.D.

F-PG

-

VI

A-26

Rachel Maryam Sayidina

F-GERINDRA

BKSAP

VI

A-292

Drs. H Nu’man Abdul Hakim

F-PPP

-

II

A-339

Rieke Diah Pitaloka, M.Hum.

F-PDIP

-

IX

A-340

H Taufiq Kiemas (NONAKTIF)

F-PDIP

-

-

A-466

Dr. Hj R Adjeng Ratna Suminar, S.H., M.H.

F-PD

Bamus

I

A-467

Ir. H Roestanto Wahidi D, M.M.

F-PD

BKSAP

V

A-468

Efi Susilowati

F-PD

-

VII

A-67

H Ma’mur Hasanuddin, MA

F-PKS

-

IV

DAERAH PEMILIHAN JAWA BARAT III

 

(meliputi : Kab. Cianjur, Kota Bogor)

Jumlah kursi : 9

NA

Nama

Fraksi

AK

Komisi

A-149

Drs. H Otong Abdurrahman

F-PKB

BURT

III

A-209

Dr. H Deding Ishak, S.H., M.M.

F-PG

-

III

A-293

Drs. H Husnan Bey Fananie, MA

F-PPP

-

I

A-341

Dr. Ir. Arif Budimanta, M.Sc.

F-PDIP

BKSAP

XI

A-469

Drs. Supomo

F-PD

-

XI

A-470

Sri Hidayati

F-PD

-

IV

A-471

Prof. Dr. dr. Hj A Dinajani Mahdi, Sp.PD, KAI,

F-PD

Bamus

IX

Sp.KL, FINASIM, S.H.

A-68

H Ecky Awal Mucharam, S.E.

F-PKS

Bamus

XI

 

Banggar

A-7

Erik Satrya Wardhana

F-HANURA

-

VI (WK)

DAERAH PEMILIHAN JAWA BARAT IV

(meliputi : Kab. Sukabumi, Kota Sukabumi)

Jumlah kursi : 6

NA

Nama

Fraksi

AK

Komisi

A-210

Hj Dewi Asmara, S.H.

F-PG

Banggar

IX

A-294

Dr. Reni Marlinawati

F-PPP

Bamus

X

 

Banggar

A-342

dr. Ribka Tjiptaning

F-PDIP

-

IX (K)

A-472

Pasha Ismaya Sukardi

F-PD

Banggar

VI

A-473

Ingrid Maria Palupi Kansil, S.Sos

F-PD

Baleg

VIII

A-69

Ir. H Yudi Widiana Adia, M.Si.

F-PKS

Banggar

V

DAERAH PEMILIHAN JAWA BARAT V

 

(meliputi : Kab. Bogor)

Jumlah kursi : 9

NA

Nama

Fraksi

AK

Komisi

A-211

Drs. HA Muchamad Ruslan

F-PG

-

I

A-212

Ir. H Airlangga Hartarto, M.MT., MBA

F-PG

-

VI (K)

A-27

Drs. H Mulyadi, M.MA

F-GERINDRA

-

VII

A-295

H Achmad Farial

F-PPP

-

VII (WK)

A-343

Drs. Helmi Fauzy

F-PDIP

BKSAP

I

A-474

Max Sopacua, S.E., M.Sc.

F-PD

BKSAP

I

A-475

Anton Sukartono Suratto

F-PD

Banggar

IV

 

BURT

A-476

HM Syaiful Anwar

F-PD

-

II

A-70

H Tb Soenmandjaja, SD

F-PKS

-

II

DAERAH PEMILIHAN JAWA BARAT VI

(meliputi : Kota Bekasi, Kota Depok)

Jumlah kursi : 6

NA

Nama

Fraksi

AK

Komisi

A-213

Drs. H Zulkarnaen Djabar (NONAKTIF)

F-PG

-

VIII

A-28

Ir. Nuroji

F-GERINDRA

BKSAP

X

A-344

Sukur H Nababan, MT

F-PDIP

Bamus

VI

A-477

Drs. Parlindungan Hutabarat

F-PD

Bamus

X

A-478

H Harry Witjaksono, S.H.

F-PD

Baleg

III

A-71

Mahfudz Abdurrahman

F-PKS

-

V

DAERAH PEMILIHAN JAWA BARAT VII

 

(meliputi : Kab. Karawang, Kab. Purwakarta, Kab. Bekasi)

Jumlah kursi : 10

NA

Nama

Fraksi

AK

Komisi

A-214

Nurul Arifin, S.IP., M.Si.

F-PG

Baleg

I

A-215

Drs. Ade Komaruddin, M.H.

F-PG (S)

Bamus

XI

A-29

drg. Putih Sari

F-GERINDRA

-

IX

A-296

Dra. Hj Wardatul Asriah

F-PPP

BKSAP

V

A-345

H Rahadi Zakaria, S.IP., M.H.

F-PDIP

Baleg

II

A-346

Ir. Daniel Lumban Tobing

F-PDIP

BKSAP

VI

A-479

Ir. H Hari Kartana, M.M.

F-PD

Baleg

I

A-480

Saan Mustofa

F-PD

Banggar

III

A-481

Dhiana Anwar, S.H.

F-PD

Banggar

IX

A-72

Dr. H Mardani, M.Eng

F-PKS

-

I

DAERAH PEMILIHAN JAWA BARAT VIII

 

(meliputi : Kab. Cirebon, Kota Cirebon, Kab. Indramayu)

Jumlah kursi : 9

NA

Nama

Fraksi

AK

Komisi

A-150

H Dedi Wahidi, S.Pd.

F-PKB

BURT

X

A-216

Sunaryo Adhiwardoyo, S.H., M.H.

F-PG

-

IX

A-217

Hj Tetty Kadi Bawono

F-PG

BKSAP

IV

A-347

Drs. Sidarto Danusubroto, S.H.