Anda di halaman 1dari 6

ANALISA PERANCANGAN KERJA (APK) MODUL I PENGUKURAN WAKTU KERJA

Oleh : 1. 2. 3. 4. 5. Marwah Intan Novanaya 200944500049 200944500031

Rezky Septiawan 200944500034 Agung Surya N. Kampala 200944500035 200944500062

PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM. UNIVERSITAS INDRAPRASTA PGRI 2009/2010

Lembar Pengesahan
PENGUKURAN WAKTU KERJA

MODUL I Diajukan Guna Memenuhi Persyaratan Bidang Studi Analisa Perancangan Kerja I Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik, Matematika dan IPA UNIVERSITAS INDRAPRASTA PGRI Mengetahui / menyetujui Ka. Prog Study Teknik Industri

( Endang Suhendar, S.T, M.T )

Asistant Lab. 1

Asistant Lab. 2

()

(..)

Jakarta 2010
i

Lembar Penilaian MODUL I


Isi Laporan
BAB I . PENDAHULUAN BAB II . LANDASAN TEORI BAB III.PENGOLAHAN DATA BAB IV. ANALISA dan KESIMPULAN

Nilai

Total Nilai

Jakarta, 2010

(. )

ii

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kehadirat Allah SWT atas segala limpahan Rahmat, Taufik, serta HidayahNya sehingga kami dapat menyelesaikan modul I APK(Analisa perancangan Kerja) yang berjudul PENGUKURAN WAKTU KERJA. Semoga dengan modul ini para pembaca khususnya mahasiswa/mahasiswi UNINDRA dapat lebih memahami dan mengerti mengenai Pengukuran waku Kerja sehingga dapat memecahkan permasalahan dalam praktek/percobaan yang dilakukan. Modul ini dibuat dengan mengacu pada kaidah-kaidah penulisan modul. Namun demikian tidak tertutup kemungkinan masih adanya kesalahan ataupun kekurangan dalam makalah ini. Oleh karena itu,segala saran dan masukan semua pihak selalu diharapkan untuk perbaikan dan penyempurnaan modul ini. Kepada semua pihak yang ikut berpartisipasi demi terwujudnya karya ilmiah ini kami ucapkan terima kasih.

Jakarta, Oktober 2010

(Penyusun)

iii

Abstraksi
Pengukuran waktu pada dasarnya merupakan suatu usaha untuk menentukan lamanya waktu kerja untuk menyelesaikan suatu pekerjaan yang spesifik yang dibutuhkan oleh seorang operator normal (yang sudah terlatih) yang bekerja dalam taraf yang wajar dalam suatu sistem kerja yang terbaik (dan baku) pada saat itu. Yang bertujuan untuk mendapatkan waktu baku. Waktu baku adalah waktu yang dibutuhkan seoarang pekerja normal /wajar untuk menyelesaikan suatu pekerjaannya dan pembentukannya tidak dapat terlepas dari beberapa unsure penting yaitu penyesuaian dan kelonggaran. Dimana penyesuaian diberikan berkenaan dengan tingkat kecepatan kerja, sedangkan kelonggaran diberikan berkenaan dengan adanya jumlah kebutuhan pekerja diluar kemampuan para pekerja selama berlangsungnya pekerjaan tersebut.ada empat cara yang dapat digunakan dalam menentukan penyesuaian yaitu persentasi (rating factor), shumard, westing house, objektif. Kelonggaran untuk kebutuhan pribadi, yang termasuk ke dalam kebutuhan pribadi disini adalah hal-hal seperti minum sekadarnya untuk menghilangkan rasa haus, ke kamar kecil, bercakap-cakap dengan teman sekerja sekedar untuk menghilangkan ketegangan ataupun kejenuhan dalam kerja. Besarnya kelonggaran yang diberikan untuk kebutuhan pribadi seperti itu berbeda-beda dari satu pekerjaan ke pekerjaan lainnya karena setiap pekerjaan mempunyai karakteristik sendiri-sendiri dengan tuntutan yang berbeda-beda. Penelitian yang khusus perlu dilakukan untuk menentukan besarnya kelonggaran ini secara tepat seperti dengan sampling pekerjaan ataupun secara fisiologis. Berdasarkan penelitian ternyata besarnya kelonggaran ini bagi pekerja pria berbeda dari pekerja wanita, misalnya unutk pekerjaan-pekerjaan ringan, kelonggaran untuk menghilangkan rasa lelah (fatique). Rasa lelah tercermin antara lain dari menurunnya hasil produksi baik jumlah maupun kualitas. Jika rasa lelah (fatique) telah datang dan pekerja harus bekerja untuk menghasilkan performance normalnya, maka usaha yang dikeluarkan pekerja lebih besar dari normal dan ini akan menambah rasa lelah sehingga rasa lelah ini hal yang akan terjadi pada diri seseorang sebagai akibat melakukan pekerjaan. Oleh sebab itu, kelonggaran untuk melepaskan rasa lelah ini perlu ditambahkan untuk pekerja. Kelonggaran untuk hambatan-hambatan tak terhindarkan. Dalam melaksanakan pekerjaan, pekerja tidak akan lepas dari berbagai hambatan. Ada hambatan yang dapat dihindarkan seperti berbicara dengan berlebihan dan menganggur dengan sengaja dan ada pula hambatan yang tidak dapat dihindarkan karena berada di luar kekuasaan pekerja untuk mengendalikannya. Beberapa contoh hambatan yang termasuk kedalam hambatan yang tidak terhindarkan misalnya menerima atau meminta petunjuk kepada pengawas, menerima atau meminta petunjuk kepada pengawas, Mengambil alat-alat khusus atau bahanbahan khusus digudang dan sebagainya. Ada tiga aturan yang harus diikuti untuk membagi suatu operasi kerja ke dalam elemen-elemen kerja yaitu pertama elemen-elemen kerja dibuat sedetail dan sependek mungkin, akan tetapi masih mudah untuk diukur waktunya dengan teliti.kedua Handling time seperti loading dan unloading harus dipisahkan dari machining time. Handling ini biasanya merupakan pekerjaan-pekerjaan yang dilaksanakan secara manual oleh operator .

iv

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL LEMBAR PENGESAHAN LEMBAR PENILAIAN ............................................................................ ............................................................................ i ii iii iv v 1 3

KATA PENGANTAR......................................................................................... ABSTRAKSI........................................................................................................ DAFTAR ISI........................................................................................................ BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang....................................................................................... 1.2 Tujuan Penelitian................................................................................... 1.3 Pokok Permasalahan.............................................................................. 1.4 Pentingya Permasalahan ....................................................................... 1.5 Pembatasan Masalah ............................................................................. 1.6 Sistematika Penulisan ............................................................................ BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengukuran Waktu Kerja....................................................................... 2.2 Tingkat ketelitian dan Keyakinan .......................................................... 2.3 Peta Kontrol ........................................................................................... 2.4 Pemrosesan Pengukuran Waktu kerja ................................................... BAB III PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA 3.1 Peta Tangan Kiri & Tangan Kanan....................................................... 3.2 Pengolahan Data Waktu Kerja ............................................................... 3.3 Pencarian Waktu Siklus ........................................................................ 3.4 Penyesuaian & Kelonggaran .................................................................. BAB IV ANALISA DAN KESIMPULAN ......................................................... DAFTAR PUSTAKA

5 5 6

13