Anda di halaman 1dari 14

RESUME MATA KULIAH K3 KESEHATAN KERJA, PENYAKIT AKIBAT KERJA DAN IDENTIFIKASI PENYAKIT KERJA Disusun oleh Kelas

C Kelompok 10 : Friska Marla N .(122110101184)

Andita Cindy Faulina (122110101186) Hilmia Hidayati Defi Astriaken Eva Nuril Agustin Aprillia Wulan Sari (122110101191) (122110101194) (122110101195) (122110101198)

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS JEMBER 2013/2014

Kesehatan Kerja Menurut ILO dan WHO, kesehatan kerja adalah aspek / unsur kesehatan yang erat bertalian dengan lingkungan kerja dan pekerjaan yang secara langsung / tak langsung dapat mempengaruhi kesehatan tenaga kerja. Kesehatan kerja itu sendiri bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan fisik, mental dan social yang setinggi-tingginya bagi seluruh pekerja/buruh di semua jenis pekerjaan, mencegah gangguan kesehatan pekerja yang disebabkan oleh kondidi pekerjaan, melindungi pekerja dalam pekerjaannya dari resiko akibat factor yang merugikan kesehatan, menempatkan pekerja dalam lingkungan kerja yang sesuai dengan kondisi fisiologis dan psikologisnya. Menurut Notoatmodjo, kesehatan kerja merupakan aplikasi dari kesehatan masyarakat dalam suatu tempat kerja dengan pasien pekerja dan masyarakat di sekitar perusahaan atau lingkungan kerja itu. Pada umumnya, kesehatan kerja bertujuan untuk menciptakan tenaga kerja yang sehat dan produktif. Dalam kesehatan kerja ada beberapa factor yang mempengaruhi, di antaranya: 1. Aspek lingkungan Factor lingkungan dapat menyebabkan penyakit akibat kerja, penyakit akibat hubungan kerja maupun kecelakaan yang terjadi di tempat kerja. 2. Aspek pelayanan kesehatan Upaya dalam pelayanan kesehatan kerja meliputi promotif, preventif, kuratif dan rehabilitative yang diselenggarakan secara komprehensif. 3. Aspek perilaku kerja Aspek ini dipengaruhi oleh tingkat pendidikan dan pengetahuan, kebiasaankebiasaan dan fasilitas penunjang yang tersedia. Selain itu, aspek ini juga terkait dengan status ekonomi dan budaya. 4. Aspek keturunan

Meskipun perannya terhadap status kesehatan pekerja itu kecil, namun factor keturunan dapat menyebabkan pekerja menjadi lebih rentan terhadap penyakit tertentu.

Penyakit Akibat Kerja, Penyakit Akibat Hubungan Kerja, dan Penyakit Umum a) Penyakit Akibat Kerja Menurut Harjono, penyakit akibat kerja yaitu penyakit yang diderita karyawan dalam hubungan kerja baik factor resiko karena kondisi tempat kerja, peralatan kerja, material yang dipakai, proses produksi, cara kerja, limbah perusahaan dan hasil produksi. Penyakit akibat kerja adalah penyakit yang mempunyai penyebab yang spesifik atau asosiasi yang kuat dengan pekerjaan, yang pada umumnya terdiri dari satu agen penyebab yang sudah diakui. WHO membedakan penyakit akibat kerja (PAK) menjadi 4 kategori, di antaranya: 1. Penyakit yang hanya disebabkan oleh pekerjaan, seperti pneumoconiosis 2. Penyakt yang salah satu penyebabnya adalah pekerjaan, seperti karsinoma bronkhogenik 3. Penyakit denga pekerjaan merupakan salah satu penyebab di antara factorfaktor penyebab lainnya, seperti bronchitis kronis 4. Penyakit di mana pekerjaan memperberat suatu kondisi yang sudah ada sebelumnya, seperti asma

Terdapat dua elemen yang menjadi kriteria penyakit akibat kerja, di antaranya: 1. Adanya hubungan antar pajanan spesifikdengan kejadian penyakit 2. Adanya fakta bahwa frekwensi kejadian penyakit pada populasi pekerja lebih tinggi dari pada masyarakat umu Factor Penyebab Penyakit Akibat Kerja

Ada beberapa factor di lingkungan kerja yang dapat menyebabkan Penyakit Akibat Kerja, di antaranya: 1. Factor fisik: a. Suara, bisa menyebabkan pekak atau tuli b. Radiasi sinar radioaktif, menyebabkan penyakit susunan darah dan kelainan kulit c. Suhu, bila terlalu tinggi menyebabkan heat stroke, heat cramps atau hyperpyrexia dan apabila terlalu rendah menyebabkan frostbite, trenchfoot dan hypothermia d. Tekanan tinggi, menyebabkan caisson disease e. Penerangan lampu kurang baik, menyebabkan kelainan pada mata dan kesilauan sehingga berpotensi terjadi kecelakaan 2. Factor kimia: a. Debu, menyebabkan pneumoconioses seperti silicosis, asbestosis b. Uap, menyebabkan metal fume fever, dermatitis atau keracunan c. Gas bisa menyebabkan keracunan gas seperti CO, H2S d. Larutan, menyebabkan dermatitis e. Awan atau kabut seperti racun serangga, racun jamur, menimbulkan keracunan 3. Faktor fisiologis: a. Sikap fisik Sikap badan yang kurang baik dapat menyebabkan LBP (low back pain), HNP (hernia nucleus pulposus) Berdiri terus menerus dapat menyebabkan varises-platvoet Ketika mengangkat beban yang terlalu berat dapat menyebabkan cedera tulang punggung, jaringan otot dan persendian akibat gerakan yang berlebihan

b. Konstuksi mesin, ketika konstruksinya jelek, maka bisa menyebabkan cepat payah 4. Factor biologis a. Bakteri, dapat menyebabkan penyakit antrax dan penyakit Brucella b. Virus c. Jamur, bisa menyebabkan histoplasmosis, pityriasis veriscolor d. Cacing, bisa menyebabkan ankylostomiasis e. Serangga misalnya melelui gigitannya bisa menyebabkan dermatitis, shock f. Tumbuhan, melalui getahnya bisa menyebabkan dermatitis 5. Factor psikologis a. Beban kerja terlalu besar dapat menyababkan kelelahan b. Tempat kerja yang monoton dapat menyebabkan sters

Beberapa Contoh Penyakit Akibat Kerja Terdapat banyak penyakit yang tergolong PAK yang dapat dikelompkkan berdasarkan organ yang terkena atau yang diganggu, di antaranya: 1. System pernapasan: Byssinosis cotton sisal Pneumoconiosis silica, coal, asbes Asma akibat kerja gandum, tembakau, kayu, jamur, kutu, burung, tikus, metal dan obt-obatan Tumor paru asbes Dermatitis kontak karet, kulit, nikel, mercury, cobalt, vinyl, epoxy Infeksi kulit bakteri, jamur, virus Neonasi kulit tar, sinar matahari Acne cuttingoils, chlorinated napthylenes

2. Kulit

3. System saraf Kelainan syaraf peripheral organo arposotate pestisid, urbamate pestisida, methylbutylketone, carbon disulphide, mercury compons, lead arsenic, thallium, athimoni Kelainan central nervus system arsenic, lead, manganese, mercury, carbon disulphide, chlorinated hydrocarbon, pestisida dielarin, tolueae, benzene, dll 4. Ginjal dan saluran kemih Gagal ginjal akut karbon tatraklorit, pestisida, arsen, logam berat, pelarut hidrokarbon Gagal ginjal kronik logam berat, aradiasi mengion Neoplasma kandung kemih beta naftilamin, benzidin, auramin Neoplasma ginjal paparan asbes, core-over worker Iskemia dengan menyebabkan penyakit koroner arsen nitrat, debu fibrogenik, karbon disulfide, karbon monoksida Iskemia tanpa menyebabkan penyakit koroner karbon monoksida, nitrit, metilin klorida Disritnia fluocarbon, chroniated hydrocarbon nitrat Kardiomlopati karbon disulfide, karbon monoksida, metilin clorida Cor pulmonale debu fibrogenik Fenomena raynaud trauma vibrasi, vinil klorida Carpal tunnel syndrome fleksi yang kuat pada pergelangan dan ekstensi Torsal tunnel syndrome N tibiolis posterior pada pergelangan kaki medial tertekan sepatu yang terlalu sempit Arthritis dan myalgia uap logam, pestisida, timah hitam, pelarut kimia

5. System jantung dan pembuluh darah

6. Otot dan kerangka

7. Kesehatan mental

anxietas; depresi stressor pekerjaan, zat toksik lesu kerja stressor pekerjaan tuli akibat kerja bising di tempat kerja akibat mesin generator, pencetak mesin pesawat, gerenda, pekerjaan kinstruksi

8. Telinga, hidung, tenggorokan

9. Mata kerato conjungtivitis sinar las, expose zat kimia trauma mata granda, pekerjaan pabrik mobil, petani pekerjaan konstruksi 10. Alat reproduksi Mandul timah hitam, cadmium, panas, radiasi nuklir Abortus kerja berat, cyttoxic drug Premature ionizing radiation Lahir cacat ionizing radiation, menthyl mercury Kerusakan sperma dioxin, anesthetic gates

Karakteristik PAK : 1. Pemaparan dalam jangka waktu yang berulang dan lama 2. Gejala non spesifik 3. Penyakit timbul semasa penderita bekerja, untuk beberapa jenis penyakit, hilang bila tdk bekerja Diagnosa Penyakit Akibat Kerja 1. Sulit karena gejala yang mirip 2. Tdk cukup hanya dengan pemeriksaan klinis, lab, Rontgen 3. Dokter kurang mendapatkan latihan diagnosa PAK 4. PAK memiliki waktu inkubasi yang lama

Diagnosa pendukung : 1. Pemaparan yang adequat 2. Adanya absorbsi material/ bahan penyebab 3. Gejala dan tanda (sign dan symptoms)

b)

Penyakit Akibat Hubungan Kerja Penyakit Akibat Hubungan Kerja adalah penyakit yang mempunyai

beberapa agen penyebab, di mana faktor pada pekerjaan memegang peranan bersama dengan faktor risiko lainnya dalam berkembangnya penyakit yang mempunyai etiologi yang kompleks.

Menurut ILO, penyakit mempunyai

akibat hubungan kerja adalah

penyakit yang

beberapa agen penyabab, dimana faktor pada pekerjaan memegang

peranan bersama dengan faktor resiko lainnya dalam berkembangnya penyakit yang mempunyai etiologi yang kompleks Menurut WHO, penyakit akibat hubungan kerja disebabkan oleh

multifaktorial dan kemungkinan besar disebabkan oleh kondisi kerja yang kurang baik. Penyakit juga dapat diperberat, dipercepat atau kambuh oleh pemaparan di tempat kerja dan dapat mengurangi kapasitas kerja. Sifat perorangan, lingkungan dan faktor sosial budaya umumnya berperan sebagai factor resiko dan lebih umum dari pada penyakit akibat kerja Menurut Keputusan Presiden RI No. 22 Tahun 1993 pasal 1, penyakit yang timbul karena hubungan kerja adalah penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan atau lingkungan kerja.

Kriteria umum Penyakit Akibat Hubungan Kerja : Ada dua elemen pokok dalam mengidentifikasi Penyakit Akibat Hubungan Kerja, yaitu :

a. b.

Adanya hubungan antara pajanan yang spesifik dengan penyakit Adanya fakta bahwa frekuensi kejadian penyakit pada populasi pekerja lebih tinggi daripada masyarakat umum

c.

Penyakit-penyakit tersebut dapat dicegah dengan melakukan tindakan-tindakan preventif di tempat kerja

Penyebab penyakit akibat hubungan kerja dapat dibagi menjadi beberapa golongan yaitu: 1. golongan fisik bising,vibras,radiasi,suhu extrim,tekanan dll 2. golongn kimiawi ada lebih kurang 1000 bahan kimia yang sudah digunakan dalam industry,namun dalam daftar penyakit ILO,baru 31penyakit. 3. Golongan biologi Bakteri,virus, jamur dan parasit 4. Golongan fisiologik Disini gangguan kerja yang kurang ergonomic, tidak sesuai dengan fisiologis dan anatomi manusia dapat diindentifikasi

Contoh penyakit akibat hubungan kerja: Seorang ibu rumah tangga menderita asma. Sebelum dia bekerja di pabrik tekstil, penyakitnya jarang kambuh, namun setelah dia bekerja di pabrik tersebut penyakit yang dideritanya sering kambuh. Hal ini disebabkan oleh adanya kontak dengan debu kain sehingga memperparah penyakit yang dideritanya tersebut. Antara penyakit akibat kerja (occupational disease) dengan penyakit akibat hubungan kerja (work related disease) itu berbeda. Perbedaannya dapat dilihat di dalam table berikut:

Occupational disease Terjadi hanya di antara populasi pekerja Sebabnya spesifik Ekspose di tempat kerja sangat penting

Work related disease Terjadi juga pada populasi penduduk multifaktorial Ekspose di tempat kerja mungkin

merupakan salah satu factor Dapat kompensasi dan tercatat Kemungkinan bisa dapat kompensasi dan tercatat Diagnosa Penyakit Akibat Hubungan Kerja 1. 2. 3. 4. 5. 6. Mengetahui riwayat penyakit dan riwayat pekerja Melakukan pemeriksaan klinis Melakukan pemeriksaan laboratorium Melakukan pemeriksaan RO Melakukan pemeriksaan tempat/ ruang pekerja Menghubungkan antara bekerja dan tidak bekerja dengan gejala penyakit

c)

Penyakit Umum Menurut Bennet Silalahi, penyakit umum merupakan penyakit yang

mungkin dapat dideritaoleh semua orang dan hal ini adalah tanggung jawab semua anggota masyarakat, karena itu harus melakukan pemeriksaan sebelum masuk kerja Penyebab Penyakit Umum 1. Faktor Fisik a. Tekanan b. Getaran c. Suhu d. Kebisingan

e. Cahaya Gangguan penglihatan (rabun senja) f. Radiasi Kanker Penyakit kulit Radiodermatitis adalah peradangan kulit yang terjadi akibat penyinaran local dengan dosis tinggi. Katarak terjadi pada penyinaran mata dengan dosis diatas 1,5 Gray (Gy), dengan masa tenang antara 5 10 tahun. Sterilitas (kemandulan) dapat terjadi karena penyinaran pada kelenjar kelamin. Aktivitas pembentukan sperma dapat mulai menurun pada dosis beberapa senti Gray (cGy). Sindrom Rasiasi Akut dapat terjadi setelah penyinaran seluruh tubuh dengan dosis lebih dari 1 Gy yang diterima secara sekaligus dengan laju dosis yang cukup tinggi oleh radiasi yang berdaya tembus besar. 2. Faktor Kimiawi a. Debu Asma Batuk Mata merah karena iritasi b. Bahan Kimia Kanker Sirosis hati akibat keracunan obat Anosmia adalah gangguan pada hidung berupa kehilangan kemampuan untuk membau. Penyakit ini dapat terjadi karena beberapa hal, salah satunya karena keracunan timbal. 3. Faktor Biologik a. Bakteri

TBC disebabkan oleh infeksi oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan berkurangnya jumlah jaringan paru-paru fungsional sehingga terjadi penurunan kapasitas difusi paru-paru. Faringitis yaitu radang pada faring, sakit ketika menelan,

kerongkongan terasa kering disebabkan oleh infeksi bakteri. Pneumonia yaitu radang pada paru-paru, alveolus berisi cairan atau eritrosit yang berlebihan, infeksi disebarkan oleh bakteri dari satu alveolus ke alveolus lain. Dipteri yaitu infeksi oleh bakteri yang menyebabkan penyumbatan pada rongga faring maupun laring oleh lendir yang dihasilkan oleh bakteri tsb. Sirosis Hati disebabkan oleh infeksi bakteri Penyaki kolera disebabkan oleh Vibrio comma Sifilis disebabkan oleh Treponema palidum Tifus disebabkan oleh Salmonella thyposa Pes/sampar disebabkan oleh Pasteurella pestis Kencing nanah disebabkan oleh Neisseria gonorhoe Tetanus disebabkan oleh Clostridium tetani Diare HIV/AIDS b. Virus HIV/AIDS Malaria Hepatitis Typhus Influenza disebabkan virus influenza Demam berdarah dengue disebabkan virus dengue c. Parasit Penyakit Ancylostomiasis disebabkan oleh cacing Ancylostoma duodenale menyebabkan

Penyakit Ascariasis disebabkan oleh Cacing Ascaris lumbricoides Penyakit Oksiuriasis atau Enterobiasis disebabkan oleh infeksi cacing kremi yang terutama menyerang anak-anak, dimana cacing Enterobius vermicularis tumbuh dan berkembangbiak di dalam usus Taeniasis adalah infeksi pada saluran pencernaan yang disebabkan oleh cacing taenia dewasa, salah satunya adalah Taenia saginata. Trikuriasis disebabkan oleh infeksi cacing trichuris trichiura Jamur Dermatitis 4. Faktor Fisiologis a. Sikap Kerja Kelainan tulang (Lordosis, Kifosis, dan skoliosis) Kram otot b. Beban Kerja Kelainan tulang Keseleo 5. Faktor Psikologi Insomnia Stress

DAFTAR PUSTAKA Ridley, John. 2001. Kesehatan dan Keselamatan Kerja. Jakarta : Erlangga repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/1432/1/07002746.pdf repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/17235/4/Chapter%20II.pdf