Anda di halaman 1dari 7

PRAKTIKUM SATUAN OPERASI

FLUIDISASI

Tanggal Praktikum : 25 April 2013
Dosen Pembimbing : Ir. Umar Khayam

A. Tujuan
1. Membuat kurva karakteristik fluidisasi.
2. Menentukan rapat massa butiran padat.
3. Menentukan harga kecepatan alir minimum Umf dari kurva karakteristik dan dari
perhitungan.
4. Mengetahui pengaruh ukuran partikel dan tinggi unggun terhadap Umf.

B. Dasar Teori
Fluidisasi adalah peristiwa dimana unggun berisi butiran padat berkelakuan seperti
fluida karena dialiri oleh fluida. Dalam kata lain fluidisasi merupakan metoda
pengontakan butiran-butiran padatan dengan fluida baik cair maupun gas. Metoda ini
diharapkan butiran padatan memiliki sifat seperti fluida dengan viskositas tinggi.
Manfaat dari sifat padatan yang terfluidisasi adalah sifatnya yang dapat dialirkan
sehingga memungkinkan operasi menggunakan padatan dapat bersifat kontinyu. Selain
itu keuntungan lain adalah dengan terangkatnya butiran sampai mengapung ini membuat
luas permukaan kontak sangat besar sehingga operasi menjadi sangat efektif.
Ketika fluida atau gas mengalir dengan laju kecil pada kolom berisi unggun
padatan, maka tekanan gas akan berkurang sepanjang unggun padatan. Apabila laju
aliran gas diperbesar terus, maka besarnya penurunan tekanan gas sepanjang unggun juga
akan bertambah, hingga pada suatu saat dimana butiran padatan tersebut terangkat oleh
aliran gas maka penurunan tekanan menjadi tetap. Keadaan dimana padatan terangkat
sehingga tidak lagi berupa unggun diam disebut terfluidisasi, artinya padatan tersuspensi
dalam gas dan pada keadaan ini sifat dari padatan tidak lagi seperti semula tidak berubah
seperti fluida, yaitu dapat dialirkan melalui pipa maupun keran. Besarnya kecepatan
minimum yang diperlukan untuk membuat padatan unggun diam menjadi terfluidisasi
tergantung beberapa faktor seperti besarnya diameter padatan, porositas padatan, rapat
massa padatan, dan faktor bentuk dari butiran padat.

Fenomena-fenomena yang dapat terjadi pada prose fluidisasi antara lain:
1. Fenomena fixed bed yang terjadi ketika laju alir fluida kurang dari laju minimum
yang dibutuhkan untuk proses awal fluidisasi. Pada kondisi ini partikel padatan tetap
diam.
2. Fenomena minimum or incipient fluidization yang terjadi ketika laju alir fluida
mencapai laju alir minimum yang dibutuhkan untuk proses fluidisasi. Pada kondisi ini
partikel-partikel padat mulai terekspansi.
3. Fenomena smooth or homogenously fluidization terjadi ketika kecepatan dan
distribusi aliran fluida merata, densitas dan distribusi partikel dalam unggun sama
atau homogen sehingga ekspansi pada setiap partikel padatan seragam.
4. Fenomena bubbling fluidization yang terjadi ketika gelembung gelembung pada
unggun terbentuk akibat densitas dan distribusi partikel tidak homogen.
5. Fenomena slugging fluidization yang terjadi ketika gelembung-gelembung besar yang
mencapai lebar dari diameter kolom terbentuk pada partikel-partikel padat.Pada
kondisi ini terjadi penorakan sehingga partikel-partikel padat seperti terangkat.
6. Fenomena chanelling fluidization yang terjadi ketika dalam ungggun partikel padatan
terbentuk saluran-saluran seperti tabung vertical.
7. Fenomena disperse fluidization yang terjadi saat kecepatan alir fluida melampaui
kecepatan maksimum aliran fluida. Pada fenomena ini sebagian partikel akan terbawa
aliran fluida dan ekspansi mencapai nilai maksimum.

Fenomena-fenomena fluidisasi tersebut sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor:
1. laju alir fluida dan jenis fluida
2. ukuran partikel dan bentuk partikel
3. jenis dan densitas partikel serta faktor interlok antar partikel
4. porositas unggun
5. distribusi aliran
6. distribusi bentuk ukuran fluida
7. diameter kolom
8. tinggi unggun

Keuntungan proses fluidisasi, antara lain:
1. Sifat unggun yang menyerupai fluida memungkinkan adanya aliran zat padat secara
kontinu dan memudahkan pengontrolan,
2. Kecepatan pencampuran yang tinggi membuat reaktor selalu berada dalam kondisi
isotermal sehingga memudahkan pengendaliannya,
3. Sirkulasi butiran-butiran padat antara dua unggun fluidisasi memungkinkan
pemindahan jumlah panas yang besar dalam reaktor,
4. Perpindahan panas dan kecepatan perpindahan massa antara partikel cukup tinggi,
5. Perpindahan panas antara unggun terfluidakan dengan media pemindah panas yang
baik memungkinkan pemakaian alat penukar panas yang memiliki luas permukaan
kecil.
Sebaliknya, kerugian proses fluidisasi antara lain:
1. Selama operasi partikel-partikel padat mengalami pengikisan sehingga karakteristik
fluidisasi dapat berubah dari waktu ke waktu,
2. Butiran halus akan terbawa aliran sehingga mengakibatkan hilangnya sejumlah
tertentu padatan,
3. Adanya erosi terhadap bejana dan sistem pendingin,
4. Terjadinya gelombang dan penorakan di dalam unggun sering kali tidak dapat
dihindari sehingga kontak antara fluida dan partikel tidak seragam. Jika hal ini terjadi
pada reaktor, konversi reaksi akan kecil.
Pada operasi fluidisasi :
( )
( )
7 , 33 0408 , 0 7 , 33
2
3
2

(
(


+ =


f p f p f f p
D Um D
(1.1)
Untuk keadaan khusus :
Nre < 20 ;

Dv
= Nre
Um
f
=
( )


1650
2
f p p
D
.............(1.2)
Nre > 1000 ;

Dv
= Nre
Um
f
= (
( )
)
5 , 24
. .
f
f p p
g D


1/2
...............(1.3)
Dimana :
D
p
= Diameter padatan (mm)

p
= Rapat massa padatan (kg/m
3
)

f
= Rapat massa gas (kg/m
3
)
Um
f
= Kecepatan gas minimum (m/dt)
G = grafitasi (m/dt
2
)
= Viskositas gas (Ndt/m
2
)

Karakteristik Unggun terfluidakan

Log AP A


D B


log U
mf

log U
0


Gambar 2 : Grafik antara log (AP) terhadap log (U
0
) pada peristiwa fluidisasi.
U
0
= Kecepatan superfisial rata-rata fluida
AP = kehilangan tekanan pada unggun
= perbedaan antara tekanan fluida yang akan masuk unggun dan tekanan
fluida yang akan keluar unggun.
Fluida dialirkan kedalam kolom dengan kecepatan atas dasar kolom kosong, U
0
.
Yang berarti kecepatan rata-rata fluida dalam kolom kosong dengan luas penampang
sama dengan penampang unggun pada laju alir volume yang sama dengan laju alir fluida
dalam unggun.
Sehingga, U
0
= Q/A
Dimana Q : Laju alir volume (m
3
/s)
A: Luas penampang kolom kosong (m
2
)
Dengan peningkatan kecepatan fluida, tinggi unggun juga meningkat, tetapi
kehilangan tekanan (AP) akan konstan. Dari kenyataan ini menunjukkan bahwa geometri
intern unggun berubah terutama mengenai porositas unggun (c), yaitu fraksi ruang
kosong dalam unggun.

C. Percobaan
1. Alat Dan Bahan



Alat Bahan
- Kolom Fluidisasi
- Pompa Udara
- Rotameter Udara
- Kerangan Pengatur Laju Alir Udara
- Kerangka Tempat Padatan
- Piknometer
- Jangka Sorong
- Neraca Timbang
- Pasir Silika
- Air





2. Prosedur Kerja
1. Penentuan Massa Jenis Partikel
































menyiapkan piknometer yang sudah bersih dan kering
Menimbang dengan neraca piknometer kosong
Memasukkan air sampai piknometer penuh dan timbang
dengan menggunakan neraca
Mengisi piknometer dengan partikel padat yang akan
digunakan
Mengosongkan piknometer dan keringkan
Mengisi dengan air sampai penuh kemudia timbang dengan
neraca
Mengulangi prosedur diatas dengan menggunakan ukuran
partikel yang lebih besar
2. Percobaan Fluidisasi



















D. PUSTAKA
Djauhari, Agus.Modul Praktikum Fluidisasi Padat Gas.Bandung : Politeknik Negeri
Bandung

Fluidisasi-Layanan Akademik Teknik Kimia ITB. akademik.che.itb.ac.id dikutip
[6 Maret 2013]
Nyalakan pompa udara dan atur kecepatan udara yang kecil,
kemudian matikan pompa udara
Isi tabung dengan partikel padatan dengan diameter 267 m
setinggi 3 cm
Nyalakan pompa dan catat P unggun dan laju alir udara Q
Besarkan laju alir udara dengan menggunakan keran secara
bertahap dan ukur P setiap kenaikan laju alir udara
Ulangi prosedur tersebut untuk ketinggian 4 dan 5 cm, serta
untuk diameter partikel 480 m