Anda di halaman 1dari 9

BAB I Pengantar Hidrodinamika

Studi Hidrodinamika atau mekanika fluida menggunakan dasar suatu konsep massa elementer yang
maksudnya adalah partikel-partikel elemen fluida ditinjau sebagai badan atau individu yang memiliki
identitas sendiri.
Kajian hidridinamika adalah alat untuk memahami arti fisis dari persamaan diverensial dari gerak
fluida, yaitu persamaan pengaturnya misalnya hukum Newton.
Partikel fluida dapat diasumsikan sebagai partikel titik yang homogen, isotropik (memiliki suhu yang
sama), dan berubah secara kontinu dikajian makroskopik. Meskipun didalm partikel terdapat gerak
molekul, gerak brownian, namun karena kajian hidrodinamika ditinjau secara makroskopik maka
gerak tersebut tidak dibahas.
Hukum-hukum hidrodinamika didapatkan melalui integrasi dari hukum-hukum gerak partikel yang
menentukan gerak fluida, atau perata-rataan yang dijumlahkan secara vektor.
Hubungan antar partikel-partikel fluida :
1. Kumpulan partikel-partikel fluida yang disebut elemen fluida akan berdeformasi (berubah
bentuk) yang setiap partikelnya memilik gerak masing-masing dengan kecepatan yang tidak
seragam.
2. Gaya yang bekeraja antara partikel-partikel fluida adalah gaya tekanan dan gaya gesekan
yang terjadi karena adanya perbedaan kecepatan
3. Gaya gesekan per unit luas elemn fluida disebut shear stress diasumsukan nol atau
proporsional dengan koefisien viskositas.
u
y
t
c
=
c
V
Hidrodinamika hanya membahas fluida newtonian saja, yaitu fluida yang memenuhi hukum newton
tentang viskositas.
Hukum Newton Ke-1
Everybody perserves in its state of rest or of uniform in a rightline, unless its compelled to change
that state by forces impresss there on
Hukum Newton Ke-2
The alteration of motion is ever proportional to the motive force impressed; and its made in the
direction of the right lin in which
Laju perubahan momentum adalah porposional dengan gaya yang bekerja dan arahnya sejajar
dengan gaya
( )
d mV
F
dt
=
Konsep Kontinum
Dalam konsep ini diasumsikan jika katakteristik fluida (tekanan, kecepatan, dan sebagainya) akan
berubah secara kontinu didalam ruang fluida.
( , , , ) ( , ) x y z t r t = densitas dalam setiak titik dan waktu berubah secara kontinu
( , , , ) ( , ) V x y z t V r t =
BAB II : Basic Equation
Dalam hidrodinamika terdapat tiga persamaan dasar yaitu :
1. Prinsip Kontinuitas
Prinsip kontinuitas disebut juga prinsip kekekalan materi (massa) yang berbunyi, that the
mass of an isolated system(close to all matter and energy) will remain constant over time,
jumlah massa pada sistem tertutup akan akan tetap sama jumlahnya setiap waktu. Kita
ketahui juga bahwa massa tidak dapat dibuat dan tidak dapat dihancurkan. Seperti yang
diungkapkan oleh Antoine Lavoiser pada akhir abad 18 yang menyatakan massa dari reaktan
harus tetap sama dengan massa dari produk. Prinsip kekekalan massa ini equivalent dengan
hukum kekekalan energi dari hukum pertama termodinamika.
karena air tidak dapat dimampatkan, kekekalan massa fluida cair itu dapat kita sebut sebagai
kekekalan volume.
Persamaan fluida incompressible


Persamaan kontinuitas


Jika tidak ada perubahan densitas,

, kondisi ini menjadi fluida tidak mampu mampat


(incompressible).

()
()


()


()



2. Prinsip Momentum
Prinsip ini menyatakan hubungan gaya-gaya yang bekerja dengan volum dan gaya inersia
(perubahan momentum). Inersia atau disebut juga kelembamam adalah kecenderungan
semua benda fisik untuk menolak perubahan dari lingkungan terhadap keadaan geraknya
dan hal ini dipengaruhi oleh massa benda tersebut.


()


()


()


Dimana ,

()

( )



Dari penjabaran diatas dapat kita ketahui jika gaya inersia sebanding dengan massa. Semakin
besar massa sebuah benda maka semakin besar gaya inersia dari benda tersebut. Prinsip
momentum juga menyatakan kekekalan momentum, besar momentum disuatu sistem
adalah sama.
Pada pembahasan sebelumnya telah dikatakan jika prinsip kekekalan massa ini equivalent
dengan hukum kekekalan energi dari hukum pertama termodinamika, maka setelah ini akan
dibahas tentang prinsip kekekalan energi.
3. Prinsip Kekekalan Energi
Prinsip ini pada dasarnya menjelaskan tentang kekekalan energi total yang berarti energi
internal dan energi mekanik. Prinsip ini juga menyatakan hubungan antara tekanan, volume,
dan suhu. Untuk osenaografi digunakan aliran adiabatik yaitu tidak ada suhu yang bertambah
atau berkurang dari massa fluida tersebut (suhunya konstan ), namun dalam kajian ini tidak
terlalu penting kecuali terjadi transfer panas yang besar seperti limbah air panas dari
pembangkit listrik yang dibuang kelaut dan akan mengubah karakteristik dari aliran tersebut.
Pada kenyataannya dilapangan pun perbedaan suhu air laut ketika siang dan malam hari
tidak terlalu banyak karena kapasistas air yang besar, yang berakibat diperlukannya energi
yang besar untuk menaikan suhu air tersebut.

Suatu persamaan dapat dipecahkan hanya jika diketahui nilai awal dan syarat batasnya (boundary).
Boundary Condition atau syarat batas terbagi 2 macam yaitu :
1. Kondisi Dinamik
Adalah perubahan tekanan akibat atmosfer atau gelombang itu sendiri.



2. Kondisi Kinematik
Kondisi batas kinematik menggambarkan domain laut dan banyak volumenya. Dasar laut
didefinisikan dengan menentukan permukaan tanpa aliran
normal ( kecepatan dibatas solid adalah sama dengan nol).
Permukaan laut didefinisikan melalui persamaan gerak dari
tinggi permukaan laut.
3.


4. Linieraiasi :


Kecepatan vertikal dibatas permukan air lalut adalah sama dengan perubahan elevasi air laut
persatuan waktu.


Selain itu ada tiga macam batas yang digunakan yaitu :
1. Fixed Solid
0 V =
0
F F F
v w
x y z
u
c c c
+ + =
c c c

2. Movable Solid
0
F F F F
v w
t x y z
u
c c c c
+ + + =
c c c c

3. Infinite Desitace
V c x =

BAB III : Gerak Elemen Fluida
Gerak elemen fluida disebabkan oleh gerak partikel-partikel fluida, yaitu berupa penjumlahan,
perata-rataan dari gerak-gerak partikel-partikelnya. Dalam pergerakan elemn fluida digunakan
konsep kekekalam momentum dan kekekalan massa. Kecepatan fluida merupakan resultan
kecepatan partikel-partikel fluida.
Gerakan elemn fluida sepanjang perjalannnya ditinjau sebagai superposisi dari bermacam-macam
gerakan partikel-partikel fluida yang terdapa dielemen tersebut.
Ada tiga gerak utama elemen fluida yaitu translasi, deformasi, dan rotasi.

1. Translasi
Adalah perpindahan linear dari lokasi titik A (x
o
,y
o
, z
o
) ke lokasi titik B (x
1
, y
1
, z
1
) tanpa
berotasi atau berubah bentuk. Jika tidak ada perubahan kecepatan disemua aliran, maka
elemn fluida yang bergerak ini akan mudah berpindah tempat
2. Deformasi
Adalah gerak berubah bentuk. Gerak ini sendiri dibagi menjadi dua macam gerak yaitu
deformasi linear (volumetric deformation) dan deformasi sudut (angular deformation).
a. Deformasi Linear (Dilatasi)
Pada gerak fluida ini terjadi perubahan bentuk tanpa terjadi perubahan orientasi dari
elemen yang ada. Hal ini terjadi jika perubahan u hanya ada disumbu-x dan u bukan
fungsi dari v atau z, sehingga dapat dituliskan sebagai berikut.
( ); ( ); ( ) u u x v v y w w z = = =
0
u
x
c
=
c
tetapi 0
u u
dan
y z
c c
=
c c


b. Deformasi Sudut
Deformasi sudut menyebabkan distorsi elemen, yang pada awalnya bidang tersebut
tegak lurus menjadi tidak tegak lurus lagi (seperti ilustrasi gambar di samping).
3. Rotasi
Gerak rotasi hanya berputar merubah coordinat saja tanpa merubah bentuk (tanpa distorsi).
Pada kasus rotasi syarat-syarat yang berlaku adalah kebalikan dari deformasi sudut.



DAFTAR PUSTAKA
Cengel, Yunus A., John M. Cimbala, Fluid Mechanics fundamentals and applications 2nd edition,
McGraw Hill : New York, 2010.
http://en.wikipedia.org/wiki/Conservation_of_mass
http://www.cwru.edu/artsci/math/gurarie/classes/445/lecture/basic-hd.pdf
http://id.wikipedia.org/wiki/Inersia
http://www.ocgy.ubc.ca/~yzq/books/MOM3/s2node15.html
http://www.seas.upenn.edu/~meam302/Chapter6.pdf
http://nptel.iitm.ac.in/courses/Webcourse-contents/IIT-KANPUR/FLUID-MECHANICS/lecture-8/8-
4_deform_fluid.htm
http://www-
mdp.eng.cam.ac.uk/web/library/enginfo/aerothermal_dvd_only/aero/fprops/poten/node17.html
http://www.seas.upenn.edu/~meam302/Chapter6.pdf
http://mrsdrpoe.blogspot.com/2011/07/mrsdrpoe-fluid-kinematics.html
http://www.output.to/sideway/default.asp?qno=100200003
http://yazidridla.blogspot.com/2011/03/hidrodinamika-rotasi.html


PENGAYAAN MATERI HIDRODINAMIKA
Pertemuan Minggu Ke-3 ; Kamis, 7 Februari 2013
BAB I Pengantar Hidrodinamika, BAB II : Persamaan Dasar , Bab III Gerak Elemen Fluida




Oleh :
Astrini Nurul Sentanu
129 10 016





PROGRAM STUDI OSEANOGRAFI
FAKULTASI ILMU DAN TEKNOLOGI KEBUMIAN
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
2013