Anda di halaman 1dari 9

Review Gaya Inersia

Gaya inersia timbul karena ada gaya luar (misalnya gaya tekanan atau gaya geser). Gaya inersia
sejatinya adalah gaya perlawanan alami dari benda, untuk lebih memudahkan membayangkannya
maka gaya inersia ini dapat kita analogikan sebagai gaya reaksi dari suatu aksi.
Gaya Inersia terdiri dari 3 suku / 3 komponen :
1. Komponen horizontal tegak lurusu ke dan menuju kiri dari U. Di BBS (Belahan
Bumi Selatan) nilai dari adalah negatif dan komponen horizontal adalah
menuju arah U.
2. Komponen Horizontal yang mengarah kearah barat tapi nilainya sangat kecil
3. Komponen vertikal

yang mengarah kebawah yang nilainya ditambahkan atau


dikurangi dengan nilai gravitasi, karena nilainya sangat jauh lebih kecil dari gravitasi,
sehingga komponen ini diabaikan saja.

Gaya Inersia Total di sumbu-x :


Dimana disebut juga sebagai parameter coriolis dan adalah besar lintang.
Gaya Inersia Total disumbu-y :



Applied Forced Gaya-Gaya Yang Bekerja
Ada dua macam dari jenis-jenis gaya yang dibahas dalam konteks hidrodinamika yaitu Internal
Force (gaya internal) dan External Force (gaya eksternal).
Gaya Internal :
o Hasil interaksi bagian dalam massa fluida
o Aksi = reaksi
o Seimbag dalam pasangan
o Penjumlahannya nol
Gaya Eksternal adalah gaya yang berperan dalam pergerakan fluida.
o Surface Force atau gaya permukaan
o Body Force atau gaya badan
Surface Force atau yang disebut dengan gaya permukaan adalah gaya yang bekerja di permukaan
fluida. Permukaan disini bukan berarti gaya ini hanya ada di permukaan fluida tetapi bisa terjadi
dipermukaan antar lapisan fluida. Gaya permukaan antar lapisan fluida itu bisa terjadi misalnya
ketika kedua lapisan tersebut memiliki kecepatan yang sama tetapi massa jenisnya berbeda.
Untuk lebih jelasnya mari perhatikan penjelasan dibawah ini.
Stress angin adalah gaya yang bekerja pada molekul
fluida yang berada dipermukaan. Dengan V
1
> V
2
>
V
3
, kita ketahui jika terdapat perbedaan kecepatan
antar lapisan sehingga perbedaan kecepatan ini lah
yang menyebabkan adanya gaya permukaan. Jadi
gesekan antar partikel itu adalah cerminan gaya
permukaan antar lapisan.
Penyebab gaya permukaan adalah gaya luar. Dan
dalam gaya permukaan terdapat tarikan molekular
atau viskositas dinamik. Gaya permukaan akan
berkurang dengan cepat ketika semakin menjauh dari permukaan. Hal ini disebabkan karena
adanya gesekan. Partikel yang terkena gaya dari atmosfer akan mentransfer momentum ke
partikel yang ada dibawahnya (misal dari Lapisan 1 ke Lapisan 2).
Gaya Permukaan atau Surface Force dapat diuraikan menjadi dua gaya yaitu, Gaya Normal (Gaya
Tekanan) adalah gaya yang tegak lurus dengan bidang permukaan fluida dan Gaya Geser
(Shearing Force) adalah gaya yang sejajar dengan bidang permukaan fluida.
Gaya permukaan itu bisa saja gaya antar lapisan fluida dengan
lapisan fluida yang satunya, gaya antar atmosfer dengan
permukaan laut, atau gaya antar lapisan fluida dengan dasar
solid (misalnya dasar laut). Untuk lebih memudahkan
memahami tentang gaya permukaan, ingat jika gaya
permukaan adalah gaya langsung yang bekerja pada lapisan
batas. Lapisan batas adalah bagian yang terkena gaya
langsung, perhatikan gambar disamping.


Body Force atau Gaya Badan adalah gaya yang bekerja pada seluruh bagian parikel fluida yang
ada pada fluida tersebut. Contoh dari gaya badan adalah Gaya Kapiler dan Gaya Geostropik.
Gaya Kapiler adalah gaya yang disebabkan oleh perbedaan gaya tadi molekuler antara dua media
atau dua lapis. Misalnya perilaku air dengan merkuri jika bedara di tabung pipa kapiler.
Gaya Geostropik adalah gaya yang disebabkan oleh percepatan gaya coriolis. Gaya ini terkadang
dipandang sebagai Gaya Badan yang serupa dengan Gravity Force meskipun ia adalah gaya
inersia. Gaya geostropik adalah yang badan yang bekerja pada seluruh lapisan fluida.
Gaya Gravitasi atau Gravity Force yang dimaksud disini adalah gaya gravitasi bumi. Gaya badan ini
memang mirip dengan gaya inersia yang proporsional dengan massa fluida dan disebabkan oleh
gaya luar yaitu gaya gravitasi bumi, bulan, matahari, dan benda langit lainnya.
. w g = dengan g adalah percepatan gravitasi.
Gaya gravitasi tidak bergantung pada gerakan (massa partikel). Maksudnya gaya gravitasi ini akan
selalu sama meskipun benda tersebut bergerak atau diam. Ingat, jika gaya gravitasi bekerja pada
seluruh bagian massa partikel fluida. Contoh di kehidupan nyatanya adalah pada ombak-
gelombang laut terdapat gaya pemulih yang salah satu penyebabkany adalah gaya gravitasi ini.
Bumi pada dasarnya tidak berbentuk bulat sempura seperti bola namun berbentuk elipsoid.
Namun dalam kajian hidrodinamika kita menganggap bumi adalah bulan sempurna, maka
komponen gaya gravitasi adalah sebagai berikut :
Sumbu-x : ( . . ) 0 x g z
x

c
= =
c

Sumbu-y : ( . . ) 0 y g z
y

c
= =
c

Sumbu-z (diarah vertikal) : ( . . ) . y g z g
y

c
= =
c

Gaya Tekanan atau Pressure Force adalah hasil dari komponen gaya normal dari gaya molekuler
didekat batas. Kita sudah ketahui jika gaya tekanan selalu tegak lurus pada bidang permukaan.
n
F
P
A
=




P
x
adalah gaya tekanan yang bekerja pada bidang ADFC
P
y
adalah gaya tekanan yang bekerja pada bidang ABED
Pada sumbu-x, gaya-gaya yang sejajar dengan sumbu-x adalah :
( ) sin .( ) 0
x
P dydx P dsdz o =
( sin ) ( sin ) 0
x
P ds dz P ds dz o o =
. .sin ( ) 0
x
ds dz P P o =
dy

P
x
dx

P
y
A
B


C

ds

P


A
B

C

D

E

F

A

B

C

D

E

F

G

H

dx


( ) 0
x
P P =
maka kita dapatkan,
x
P P =
Pada sumbu-y, gaya-gaya yang sejajar dengan sumbu-y adalah :
.
. . . .cos . . . . 0
2
y
dx dy
P dx dz Pds dz g dz o =
Karena dx dan dy sangat kecil sekali (medekati nol) maka kita asumsikan dx dan dy = 0
. .cos . .cos 0 0
y
P ds Pds o o =
.cos ( ) 0
y
ds P P o =
Maka kita dapatkan juga,
y
P P =
Dari penjabaran di sumbu-x dan di sumbu-y kita ketahui jika
x y z
P P P P = = = , yang artinya pada
kondisi normal, gaya tekanan adalah sama untuk semua arah pada suatu partikel fluida.



P
x
c
c
adalah perubahan tekanan kearah
sumbu x, dan penguraian tekanan disini
diuraikan dengan deret taylor sederhana.
Jika 0
P
x
c
=
c
maka fluida tersebut akan diam.
Sedangkan kalau
P
P P
x
c
> +
c
, maka fluida
akan bergerak dari kiri ke kanan. Proses inilah yang terjadi pada arus termohalin di laut. Keadaan
1 2
P P = bisa terjadi karena (densitasi)nya beda tetapi z (kedalaman)nya sama atau ketika nya
sama tetapi z-nya berbeda.
Perhatikan gambar 8.2 ,
gaya yang bekerja pada bidang ABCD adalah ,
P LuasABCD Pdydyz =
sedangkan gaya yang bekerja pada bidang EFGH adalah,
P
P dx
x
c
+
c
P
gambar 8.2
P P
P dx LuasEFGH P dx dydz
x x
c c | | | |
+ = +
| |
c c
\ . \ .

Sehingga kita dapati perbedaan gaya tekanannya :
Sumbu-x :
P
dxdydz
x
c

c
atau
P
volume
x
c
A
c

Sumbu-y :
P
dxdydz
y
c

c
atau
P
volume
y
c
A
c

Sumbu-z :
P
dxdydz
z
c

c
atau
P
volume
z
c
A
c

Laju perubahan gaya tekanan perunit volume dalam bentuk vektor adalah : P V atau
( ) grad P

P P P
P i j k
x y z
c c c
V =
c c c

Gaya yang menekan partikel fluida dimanapun titiknya (posisinya) adalah sama dengan P V
(untuk elemen kubus). Dalam persatuan volume ini gayanya adalah homogen.

KUIS I - 4 APRIL 2013
Jelaskan gambar disamping menggunakan konsep gaya
sentrifugal pada pergerakan benda bermassa dari barat ke
timur!
Jawab :
Pada saat suatu benda bermassa bergerak dari barat ke
timur (searah dengan rotasi bumi), benda tersebut akan
memiliki akselerasi (pertambahan kecepatan). Ketika
terjadi akselerasi, agar gaya sentrifugal dengan gaya tarik gravitasi dalam keadaan seimbang maka
jari-jari (jarak dari benda bermassa kepusat gravitasi) harus diperbesar. Sehingga benda bermassa
tersebut harus bergerak menuju ekuator karena jari-jari di lintang rendah (ekuator) ke sumbu
rotasi bumi adalah lebih besar dari pada jari-jari di lintang tinggi (misal 45 LU) ke sumbu rotasi
bumi.
Akibatnya ketika benda bermassa bergerak dari barat ketimur ia akan dibelokan ke ekuator.
Begitu juga untuk benda bermassa yang bergerak dari timur ke barat. Gerakan benda bermassa
yang melawan arah rotasi bumi akan mengalami deselerasi (perlambatan kecepatan) dan untuk
menyesuaikan kesetimbangan gaya sentrifugal dengan gaya tarik gravitasi maka jari-jari gerak
benda tersebut harus diperkecil yaitu dengan cara dibelokan menuju lintang yang lebih tinggi.

KUIS II 4 APRIL 2013
1. Gambarkan medan kecepatan horizontal dari partikel air laut di samudera pasifik di lintang
antara 30LU dan 31LU, jika diketahui medan kecepatannya :

, t = waktu
2. Rumuskan persamaan gaya inersia yang sesuai dengan medan kecepatan yang diketahui
diatas
3. Jelaskan apa yang dialami oleh partikel air laut akibat pengaruh rotasi bumi
Jawab :
1. Berikut adalah gambar medan kecepatan partikel air laut

2. Persamaan gaya inersianya ada dua,
Gaya Inersia Sumbu-X :


Diketahui jika,

, sehingga didapatkan gaya inersia sumbu-x


adalah :
Gaya Inersia Sumbu-Y :


Diketahui

sehingga Gaya Inersia Sumbu-Y menjadi



3. Partikel air laut di samudera pasifik bergerak dari barat ketimur (searah dengan rotasi
bumi) sehingga partikel tersebut mengalami akselesari dalam kecepatan linearnya,
sehingga ia akan dibelokan kearah lintang rendah (ke arah menuju ekuator) untuk
menyesesuaikan kecepatan atau untuk menyeimbangkan gaya sentrifugalnya dengan
gaya tarik gravitasi.

DAFTAR PUSTAKA
Mihardja, Dadang K. Slide Kuliah Hidrodinamika Gaya Inersia
Mehaute, Bernard Le. An Introduction to Hydrodynamics and Water Wave
http://www.mne.psu.edu/cimbala/Learning/Fluid/CV_Momentum/home.htm
http://web.ipb.ac.id/~erizal/mekflud/modul4.pdf
Kothandaraman, C.P. and R. Rudramoorthy. Fluid Mechanics and Machinery, New Age
International. New Delhi: 2007


PENGAYAAN MATERI HIDRODINAMIKA
Pertemuan : 4 APRIL 2013
Gaya Inersia
Applied Force




Oleh :
Astrini Nurul Sentanu
129 10 016





PROGRAM STUDI OSEANOGRAFI
FAKULTASI ILMU DAN TEKNOLOGI KEBUMIAN
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
2013