Anda di halaman 1dari 9

BAB 5 Gaya-gaya Inersia Hukum Pertama Newton : setiap benda yang berada pada posisi diam atau sedang

g bergerak secara kontinu akan tetap mempertahankannya posisinya atau pergerakannya selama tidak ada gaya eksternal yang mengganggunya. Hukum Kedua Newton : perubahan momentum terhadap waktu dari sebuah benda itu sebanding dengan gaya yang bekerja pada benda tersebut, dan membuat arah gayanya searah atau sejajar dengan gaya yang bekerja.

dp dt

karena dalam hidrodinamika massa yang kita perlajari itu massanya konstan (karena kecepatannya jauh lebih kecil dari kecepatan cahaya),

d dv ma (mv ) m dt dt

Inersia adalah massa benda dikali percepatan bendanya. Gaya inersia itu menggambarkan perlawanan alami dari suatu materi bermassa M untuk suatu perubahan dalam suatu gerak. inersia itu sifat dari suatu benda yang memiliki kemampuan untuk menghambat akselerasi atau perubahan gerak ketika benda tersebut berinteraksi dengan beda lain. Jika percepatannya sama dengan nol maka gaya inersianya adalah nol, . Semua benda

bermassa pasti memiliki kelembaman, yaitu usaha untuk mempertahankan percepatannya. Semakin besar massanya akan semakin besar pula inersianya sehinggi diperlukan gaya yang besar untuk merubah kecepatan benda bermassa tersebut. Ada dua macam dari gaya inersia yang bergantung dari macam akselerasinya (percepatannya)/ Percepatan lokal ; variasi kecepatan translasi atau turunan kecepatan terhadap waktu. Di percepatan lokal, kecepatan tetap dalam arahnya tetapi beruabh besarannya. Jadi kalau percepatan percepatan, kecepatannya bertambah, akiatnya inersia massa fluida dalam geraknya cenderung memperlambat. Percepatan konvektif terkadang disebu juga sebagai percepatan ruang; variasi kecepatan

deformasi dan rotasi atau turunana kecepatan terhadap ruang. Percepatan konvektif itu membuat aliran yang tidak seragam.

Salah satu bentuk gaya inersia adalah sentripetal yang terjadi ketika suatu benda bermassa bergerak dengan kecepatan v pada dilintasan yang melingkar dan benda akan cenderung mempertahankan gerak lurusnya. Berbeda jika pada saat freefall motion. Saat tepat suatu benda dilepas untuk jatuh, ada gaya inersia tetap saat benda tersebut telah jatuh bebas gaya inersianya sudah tidak ada. Meskipun kita melihat jika benda tersebut mengalami percepatan dan rumusan gaya inersia sendiri adalah massa dikalikan dengan percepatan, namun percepatan yang dimaksud adalah percepatan benda bukan percepatan gravitasi. Untuk menghindari kebingungan pada pemahaman konsep gravitasi sendiri, perhatikan dibawah ini.

meskipun kita mengetahui rumussan :

; akan lebih baik jika pembacaannya seperti ini :

; nilai 9,8 adalah gaya gravitasi yang dialami persatuan massa, meskipun besarannya akan sama dengan besaran percepatan, tapi keduanya tidaklah sama. KUIS 28 Maret 2013 Diketahui sebuah medan kecepatan partikel fluida : dengan t adalah waktu Ditanyakan : a.) Apakah ada gaya inersia pada partikel fluida tersebut? Jika ya, jelaskan dan rumuskan gayanya. Jika tidak, jelaskan alasan anda! b.) Saat t=1 , apakah ada gaya inersianya? Jika partikel tersebut memiliki gaya inersia, rumuskan gayanya, jika tidak, berikan alasannya. Jawab : a.) Ya, partikel fluida tersebut memiliki gaya inersia namun hanya memiliki gaya inersia yang disebabkan oleh percepatan lokal saja, yaitu percepatan yang berubah terhadap waktu. Sedangkan gaya inersia dari percepatan konvektifnya tidak ada. b.) Tidak ada gaya inersia pada t=1. Karena ketika nilai t=1 dimasukan kedalam rumus medan kecepatannya di dapati: dan nilainya konstan

Seperti yang kita ketahui sebelumnya jida gaya inersia hanya akan terjadi jika terdapat perubahan kecepatan (acceleration / decceleration). Gaya-gaya Inersia :

adalah gaya inersia persatuan volume, konvektif.

adalah percepatan lokal, dan

adalah percepatan

Kemudian persamaan diatas dapat kita kelompokan dengan manipulasi matematis sehingga menjadi,

adalah percepatan lokal,

adalah percepatan konvektif, adalah suku rotasi.

adalah suku untuk deformasi sudut, dan

Perusumusan umum gaya inersiap tanpa percepatan geostropik dapat dituliskan sebagai berikut,

Percepatan lokal akan diabaikan jika besaran kecepatannya kecil dan variasi terhadap waktu juga kecil. Contoh pada kehidupan nyata yang percepatan lokalnya diabaikan adalah aliran air tahan, bajur bandang di sungai, dan variasi muka air di reservoir. PR PENGAYAAN Percepatan lokal - Mengapa banjir bandang percepatan lokalnya diabaikan? Jawab : Disini perlu kita ketahui arti dari percepatan lokal adalah perubahan kecepatan terhadap waktu tertentu yang ditinjau pada satu lokasi. Yang dimaksud dengan waktu tertentu pada satu lokasi

adalah kita meninjau di lokasi misalnya x=1 saja tetapi dengan waktu yang berbeda misalnya di t=1 dan t=2. Percepatan lokal akan diabaikan hanya jika kecepatannya lambat dan variasi terhadap waktunya sangat lambat. Jadi pada kasus ini diperlukan waktu atau periode T yang sangat lama, sehingga

Velocity Velocity . Oleh karena itu (V , t ) akan diabaikan dalam perbandingan dengan t T
gaya lain. Lalu ada apa dengan banjir bandang? Kita pandang ini sebagai hidrolika. Sebenarnya pergerakan yang fluida yang tunak sempurna itu tidak pernah ada, tetapi dalam hidrolika (dalam kasus ini adalah banjir bandang) banyak gerak fluida yang sebenarnya sangat dekat sekali dengan tunak selama interval waktu yang diberikan. Karena sangat dekat sekali dengan tunak, maka kita asumsikan saja jika fluida tersebut adalah tunak. Itu berarti

V 0 t

PR PENGAYAAN Kenapa pada poros medium kecepatan lokal diabaikan? Jawab : Kecepatan lokal adalah percepatan terdapat waktu. Karena masa waktu tinggal air tanah itu lama sekali sehingga hampir bisa dibilang jika perubahan kecepatannya nyaris tidak ada.

Selain percepatan lokal yang diabaikan, percepatan konvektif juga dapat diabaikan. Hal ini terjadi jika V kecil dan kemudian V2 bisa diabaikan sehingga suku gay ainresia konvektif juga di abaikan. Contohnya adalah gelombang gravitasi pada ombak. Gelombang gravitasi adalah gelombang yang gaya pemulihnya gravitasi. Contoh dari gravity wave adalah tsunami. Karakteristik gerakan gelombang adalah mentransfer gangguan dari satu bagian ke bagian yg lain dengan merambatkan energinya melalui medium rambat (misalnya air laut) tanpa ada perubahan bentuk gelombang, dan dirambatkan dengan kecepatan yang tetap. Sebenarnya gelombang laut tidak sepenuhnya ideal dan tidak selalu merambatkan dengan kecepatan yang tetap karena masih ada peristiwa konversi energi, gesekan, dan lain-lain. Namun

berbedaan kecepatannya itu amat sangat kecil sekali sehingga dapat kita abaikan saja, terlebih lagi kita menggunakan pandangan makroskopis untuk mempelajari fluida. Secara singkat tsunami dapat dideskripsikan sebagai gelombang laut dengan perioda panjang yang ditimbulkan oleh suatu gangguan impulsif yang terjadi pada medium laut. Gelombang tsunami itu sendiri digolongkan sebagai gelombang dangkal dengan gelombang panjang. Itu berarti kecepatan horizontalnya tidak bergantung pada kedalaman, hanya saja kecepatan vertiaklnya adalah fungsi dari kedalaman. Dengan menggunakan pengetahuan tersebut akan kita hubungkan dengan percepatan konvektif. Yang dimaksud percepatan konvektif disini adalah perubahan kecepatan terhadap posisinya. Kita ketahui jika tsunami itu memiliki energi yang besar. Ketika ditengah laut lepas (laut yang dalam) tinggi gelombangnya kecil dan kecepatan terhadap horizontalnya tetap (tidak berubah), lalu ketika menuju laut yang lebih dangkal (atau hingga pesisir) berarti kedalamannya mengecil kecepatan tsunami terhadap horizontal tidak berubah tetapi ketinggiannya saja yang bertambah. Itulah alasan mengapa kita dapat mengabaikan perubahan konvektif terhadap horizontal (sumbux), tetapi kita tidak dapat mengabaikan perubahan konvektif terhadap sumbu vertikalnya. Percepatan Geostropik Percepatan ini adalah penting untuk kajian pasang surut, sirkulasi arus, dan gelombang badai. Gaya geostropik dikelompokkan dalam gaya inersia karena pada pergerakan skala besar di bumi secara signifikan menyebabkan adanya efek coriolis yang menyebabkan pembelokan benda apapun yang bergerak dibumi yang berotasi.

F ma ;

F a m

Dimana

F adalah gaya persatuan massa. m

Gaya coriolis persatuan massa disebut juga sebagai percepatan corilis. Gaya ini ditimbulkan oleh rotasi bumi dan dapat dikelompokan dalam gaya inersia, karena percepatan dikali massa. Gaya CorioLis merupakan gaya semu bumi yang membelokkan benda yang bergerak dari lintasan asalnya. Hal tersebut terjadi akibat adanya partikel yang bergerak dengan kecepatan angular pada permukaan bumi yang sedang berputar sehingga muncul suatu efek pembelokkan. Apabila benda

bergerak lambat maka benda tersebut akan dibelokkan lebih besar oleh gaya coriolis, dan sebaliknya bila benda bergerak lebih cepat maka benda tersebut akan dibelokkan lebih kecil oleh gaya Coriolis. Untuk geostropik, ada percepatan konvektif, ada perbedaan kecepatan dari tempat ketempat yang lain. Berbeda posisi lintang, kecepatan sudut rotasi bumi selalu sama, tetapi kecepatan linearnya yang berbeda. Di bagian bumi bagian selatan (BBS) jika arus bergerak dari utara keselatan (dari kutub ke ekuator), mengapa arus tersebut dibelokan ke kiri sedangkan jika arus tersebut bergerak dari ekuator ke kutub utara akan dibelokan ke kanan? Mengapa hal ini terjadi? Ini terjadi karena adanya penyesuaian kecepatan. Jadi arus (1) arus yang bergerak dari kutub utara menuju ekuator memiliki kecepatan liniear yang lebih lambat. Arus tersebut bergerak dari tempat yang kecepatan linearnya lambat menuju tempat dengan kecepatan linear yang cepat. Karena arus tersebut kecepatannya linearnya tetap lambat (tidak berubah) maka arus tersebut harus melakukan penyesuaian dengan memperlambat dirinya dengan berbelok kekiri. Sedangkan untuk arus (2), berjalan dari arah ekuator menuju kutub utara, berarti arus tersebut memiliki kecepatan yang cepat dan bergerak dari tempat yang berkecepatan linear cepat menuju tempat yang kecepatan linearnya lambat, sehingga untuk menyesuaikan kecepatannya ia harus menjadi lebih cepat yaitu dengan berbelok ke kanan (searah dengan arah rotasi bumi) Ingat, jika di ekuator (maka jauh dari pusat bumi) kecepatan linearnya lebih cepat sedangkan di kutub (semakin dekat dengan pusat bumi) kecepatan linearnya akan semakin kecil. Untuk membuat pemahaman ini menjadi lebih jelas mari kita lihat kasus dengan kondisi di bumi bagian selatan (BBS). Jika di bumi bagian selatan, arus (3) bergerak dari kutub selatan menuju ke ekuator akan dibelokan kekiri, mengapa? Arus (3) memiliki kecepatan lambat, lalu ia bergerak dari tempat yang lambat menuju tempat dengan kecepatan linear yang cepat, karena arus tersebut harus tetap berkecepatan lambat maka arus (3) akan melakukan penyesuaian dengan

berbelok ke kiri (dengan melawan arah rotasi bumi. Sedangkan untuk arus (4) karena dia bergerak dari arah ekuator (berkecepatan linear cepat) menuju arah kutub selatan (berkecepatan linear lambat) dan karena arus (4) harus tetap cepat maka arus (4) melakukan penyesuaian dengan cara mempercepat dirinya dengan berbelok ke kanan (searah dengan rotasi bumi). Lalu bagai mana dengan arus yang bergerak sejajar dengan ekuator? Arus (5) bergerak dari arah timur (kanan) ke arah barat (kiri). Arus itu berjalan melawan arah rotasi bumi sehingga arus (5) mengalami perlambatan sehingga arus (5) harus pindah menyesuaikan diri ke kecepatan linear yang lebih lambat, yaitu berbelok menuju ke utara (daerah yang dekat dengan pusat bumi). Sedangkan arus (6) bergerak dari arah timu barat ketimur dan pergerakan arus (6) kita lihat dari gambar jika arahnya searah dengan arah rotasi bumi, akibatnya arus (6) tersebut akan mengalami percepatan dan harus menyesesuaikan kecepatannya dengan berpindah ke tempat atau daerah yang memiliki kecepatan linear lebih besar yaitu berbelok ke arah ekuator. Lalu bagaimana jika benda atau arus yang bergerak tepat di posisi ekuator? Kemanakah dia akan bergerak?

2 sin
Dengan adalah derajat lintang. Ketika diekuator derajat lintangnya adalah nol. Jika kita masukan kedalam rumusan diatas, sehingga kita dapatnya gaya coriolisnya sama dengan nol. Artinya ketika suatu benda bergerak atau ketika suatu arus bergerak tepat di garis ekuator (lintang derajat nol) maka arus tersebut tidak akan dibelokan kemana-kemana sehingga akan tetap seperti geraknya.

DAFTAR PUSTAKA
Mihardja, Dadang K. Slide Kuliah Hidrodinamika Gaya Inersia Hadi, Safwan. Slide Kuliah Pendahuluan Oseanografi Gelombang Laut Mehaute, Bernard Le. An Introduction to Hydrodynamics and Water Wave Arya, P. Atam, An Introduction to Classical Mechanics, Prentice Hall, 1990. http://en.wikipedia.org/wiki/Triple_product http://www.scribd.com/doc/75510422/MATERI http://en.wikipedia.org/wiki/Gravitational_wave http://staff.unila.ac.id/ekoefendi/2011/10/28/wave/

PENGAYAAN MATERI HIDRODINAMIKA


Pertemuan : 28 Maret 2013 dan 1 April 2013 Bab V Gaya Inertia

Oleh : Astrini Nurul Sentanu 129 10 016

PROGRAM STUDI OSEANOGRAFI FAKULTASI ILMU DAN TEKNOLOGI KEBUMIAN INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG 2013