Anda di halaman 1dari 5

ristinikov@gmail.

com

KONSEP- KONSEP SOSIOLOGI

• Inovasi : Suatu unsure kebudayaan yang baru.


• Konflik : Proses pencapaian tujuan dgn cara melemahkan pihak lawan, tanpa
memperhatikan norma dan nilai yg berlaku.
• Nilai : Konsepsi-konsepsi abstrak di dalam diri manusia mengenai apa yg
dianggap baik atau buruk.
• Status sosial : Prestise umum dari seseorang dalam masyarakat.
• Etnosentris : Penilaian yg baik terhadap sikap-sikap dan pola perilaku
kelompok sendiri.
• Pluralisme : Konsepsi yg menegaskan adanya pelbagai prinsip, ruang lingkup
dan bentuk realitas yg tidak mungkin dikurangi lagi.
• Mediasi : Metode penyelesaian sengketa, dimana pihak-pihak yg bersengketa
memeinta bantuan pihak ketiga yg keputusannya tidak mengikat.
• Diskriminasi : Memperlakukan orang secara berbeda atas dasar alasan-alasan
yg tidak relevan.
• Kerja sama : Jaringan interaksi untuk mencapai tujuan bersama.
• Empiris : Semua pengetahuan yg berasal dari pengalaman.
• Non etis : Tidak sesuai dengan etika.
• Fakta : Unsur realita yg terbukti / dapat dibuktikan.
• Objektif : Setiap hasil bernilai positif bagi pembuat keputusan.
• Mobilitas sosial : Gerak dari suatu posisi sosial ke posisi sosial lainnya.
• Etika : Berkenaan dengan pandangan orang lain terhadap suatu masyarakat
dengan mempergunakan konsep-konsep dan penjelasan-penjelasan ilmiah
pengamat.
• Masyarakat : Suatu sistem sosial yg menghasilkan kebudayaan.

1
ristinikov@gmail.com

• Sistem sosial : Sistem yg terdiri dari elemen-elemen sosial atau sistem aksi
dimana aksi-aksi yg mandiri dilakukan oleh individu yg berinteraksi.
• Masalah sosial : Suatu keadaan dimana cita-cita warga masyarakat tidak
terpenuhi krn keadaan sosial dalam masyarakat.
• Pemimpin : Seseorang yg mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi
pihak lain sehingga mengikuti kemauannya.
• Kebudayaan : Hasil karya, rasa, dan cipta manusia yg didasarkan pada karsa.
• Norma : Kaidah yg mengatur perilaku kelompok umum tertentu.
• Sanksi : Suatu rangsangan untuk melakukan atau tidak melakukan suatu
perbuatan.
• Komunikasi : Proses penyampaian pesan dari satu pihak kepada pihak lain
sehingga terjadi pengertian bersama.
• Integrasi sosial : Taraf interpendensi antara unsur-unsur sosial.
• Stratifikasi sosial : Sistem hirarki kelompok di dalam masyarakat.
• Diferensiasi sosial : Diferensiasi pekerjaan, peranan ,prestise, kekuasan dan
kelompok dalam masyarakat yg sesuai dengan fungsi.
• Discovery : Pengakuan terhadap adanya gejala-gejala maupun hubungan yg
sebelumnya tak terduga.
• Invention : Suatu proses inovasi yg merupakan sintese dari unsur-unsur
kebudayaan yg ada.
• Interaksi sosial : Proses sosial yg menyangkut interaksi antar pribadi,
kelompok, dan antara pribadi dgn kelompok.
• Toleransi : Sikap yg merupakan perwujudan penahanan diri terhadap sikap
pihak lain yg tidak setuju.
• Koalisi : Kerja sama antara kelompok-kelompok yg berbeda untuk
kepentingan pertahanan.
• Sosialisasi : Proses mengkomunikasikan kebudayaan kpd masyarakat yg baru.

2
ristinikov@gmail.com

• Prestise : Pengakuan sosial terhadap kedudukan tertentu.


• Westernisasi : Budaya barat yg menggerus budaya asli (kebarat-baratan).
• Modernisasi : Upaya untuk mengganti sesuatu menjadi baru/sesuai
perkembangan jaman.
• Hedonisme : Ajaran yg menyatakan bahwa kewajiban moral akan terpenuhi
apabila yg diutamakan adalah kenikmatan.
• Epistemologi : Studi tentang masalah-masalah yg berkaitan dgn hakikat
kemungkinan batasan dan sumber daya pengetahuan.
• Action : Perilaku yg bertujuan.
• Antropologi : Ilmu yg mempelajari hasil karya, cipta, dan rasa manusia yg
didasarkan pada karsa dan ciri-ciri fisik manusia.
• Akulturasi : Campuran kebudayaan asing dgn kebudayaan asli suatu daerah.
• Arbitrasi : Suatu cara peneyelesaian perselisihan dimana pihak yg berselisih
mengundang pihak ketiga yg keputusannya mengikat.
• Achive status : Peningkatan status dalam masyarakat.
• Asumsi masyarakat : Mengambil peranan masyarakat.
• Asimilasi : Proses perubahan pola kebudayaan utk menyesuaikan diri dgn
mayoritas.
• Kontak sosial primer : Hubungan langsung atau tatap muka.
• Kontak sosial sekunder : Kontak atau hubungan impersonal.
• Oposisi : Tidak adanya kerja sama.
• Observasi : Pengamatan terhadap perilaku manusia dalam keadaan alamiah.
• Sugesti : Objek dari penerimaan yg tidak didasarkan pada penalaran.
• Identifikasi : Orientasi terhadap nilai, norma, dan pola perilaku pihak lain.
• Simpati : Reproduksi di dalam diri sendiri mengenai penderitaan pihak lain
dan kasih sayang yg timbul sbg akibatnya.
• Imitasi : Proses meniru perilaku pihak lain.

3
ristinikov@gmail.com

• Disintegrasi sosial : Proses terpecahnya suatu kelompok sosial menjadi unit-


unit kecil shg kehilangan ciri keorganisasiannya serta kepentingan bersama.
• Ethology :Studi teoritis terhadap masyarakat sederhana.
• Asosiatif : Satuan sosial yg dilandasi oleh adanya kesamaan kepentingan atau
dgn kata lain sekelompok orang yg mengorganisasikan dirinya utk
mencapai kepentingan bersama.
• Filsafat : Ilmu yg mencari kebenarannya melalui jalan pikiran yg berintikan
pada logika, estetika, metafisika, dan epistemologi.
• Diasosiatif : Proses yg memecah-belah.
• Metode penelitian : Cara kerja yg diterapkan dalam sebuah penelitian atau
cara pengumpulan data.
• Teori sosial : Ajaran tenteng kaidah atau asas suatu ilmu pengetahuan sosial.
• Takhayul : Suatu anggapan yg tidak dapat dibuktikan kebenarannya shg
menimbulkan suatu ketidakpastian.
• Ilmu pengetahuan : Suatu kerangka (knowledge) yg tersusun secara
sistematis dan teruji kebenarannya, yg diperoleh melalui suatu penelitian
ilmiah.
• Adat istiadat : Aturan, kebiasaan yg tumbuh dan terbentuk dari suatu
masyarakat atau daerah yg dianggap memiliki nilai dan dijunjung serta
dipatuhi masyarakat pendukungnya.
• Penyimpangan sosial : Suatu perilaku yg diekspresikan oleh seorang atau
beberapa orang anggota masyarakat yg secara sadar atau tidak disadari,
tidak menyesuaikan dgn norma yg berlaku dalam masyarakat tempay ia
tinggal.
• Multikultural : keanekaragaman budaya.
• Ajudikasi : Penyelesain perkara atau pangkal pertentangan di pengadilan.
• Ascribe status : Status yg didapat dari bawaan (lahir).

4
ristinikov@gmail.com

• Prestise : Peranan sosial terhadap kedudukan tertentu, tingkatan tertentu pada


posisi yg dihormati.
• Deontologi : Cabang ilmu filsafat tentang sifat kenyataan idiil.
• Konsumerisme : Paham/gaya hidup yg menganggap barang mewah sbg
ukuran kebahagiaan, kesenangan, gaya hidup tidak hemat.
• Kasta : Golongan (tingkat/derajat) manusia di masyarakat agama hindu yg
membedakan manusia berdasarkan pekerjaannya.
• Pranata sosial : Sistem norma/aturan yg menyangkut suatu aktivitas
masyarakat yg bersifat khusus bisa juga disebut institusi.
• Fanatisme : Suatu aliran yg terlalu keras (kuat) dalam memegang
keyakinannya terhadap suatu ajaran yg dianutnya jadi hanya berpandangan
dari satu pihak saja.
• Primordialisme : Suatu paham/pemikiran yg mengutamakan pada tempat yg
pertama kepentingan suatu kelompok/komunitas masyarakat.
• Intimidasi : Ancaman/gertakan/tindakan untuk menakut-nakuti terhadap
orang lain agar ia mau berbuat sesuatu.
• Subyektif : Menurut pandangan sendiri, tidak langsung mengenai halnya.
• Utopis : Bersifat khayal, orang yg mengimpikan dan merencanakan
pembaharuan, namun tidak pernah terwujud.