Anda di halaman 1dari 3

Stroke

Definisi Stroke merupakan penyebab kematian nomor dua di dunia setelah penyakit jantung. 6,2 juta orang di dunia meninggal dunia setiap tahunnya. Sementara di Indonesia, stroke merupakan penyebab utama kematian akibat penyakit tidak menular. Tingginya kasus stroke membutuhkan perhatian khusus, mengingat dampak yang ditimbulkan oleh stroke tidak hanya menurunkan kualitas hidup penderita tetapi juga beban sosial ekonomi bagi keluarganya. Stroke termasuk penyakit serebrovaskuler (pembuluh darah otak) yang ditandai dengan kematian jaringan otak (infark serebral) yang terjadi karena berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otak. Ada dua jenis stroke, yakni stroke iskemik dan stroke hemorragik. Pada stroke iskemik, aliran darah ke otak terhenti karena aterosklerosis (penumpukan kolesterol pada dinding pembuluh darah) atau bekuan darah yang telah menyumbat suatu pembuluh darah ke otak. Hampir sebagian besar pasien atau sebesar 83% mengalami stroke jenis ini. Sedangkan pada stroke hemorragik, pembuluh darah pecah sehingga menghambat aliran darah yang normal dan darah merembes ke dalam suatu daerah di otak dan merusaknya. Hampir 70% kasus stroke hemorrhagik terjadi pada penderita hipertensi. Penyebab dan faktor risiko Ada dua faktor yang merupakan penyebab stroke yaitu resiko medis dan resiko perilaku 1. Medis Faktor resiko medis yang menyebabkan atau memperparah stroke antara lain hipertensi (penyakit tekanan darah tinggi), kolesterol, arteriosklerosis (pengerasan pembuluh darah), gangguan jantung, diabetes, riwayat stroke dalam keluarga (faktor keturnan) dan migren (sakit kepelah sebelah). Menurut data statistik 80% pemicu stroke adalah hipertensi dan arteriosklerosis. 2. Perilaku Faktor resiko perilaku disebakan oleh gaya hidup dan pola makan yang tidak sehat seperti kebiasaan merokok, menkonsumsi minuman bersoda dan beralkohol gemar mengkonsumsi makanan cepat saji (fast food dan junk food). Faktor resiko perilaku lainnya adalah kurangnya aktifitas gerak / olah raga dan obesitas. Salah satu pemicunya juga adalah susasana hati yang tidak nyaman seperti sering marah tanpa alasan yang jelas. Selain itu, usia lanjut juga meningkatkan risko stroke. Gejala Gejala stroke ditandai oleh kelemahan atau kelumpuhan lengan atau tungkai pada salah satu sisi tubuh, hilangnya sebagian penglihatan atau pendengaran, penglihatan ganda,

pusing, sulit berbicara dengan jelas, hilang keseimbangan, pingsan. Keadaan lebih berat dapat menyebabkan koma. Penderita stroke masih memiliki harapan untuk sembuh asal ditangani dalam jangka waktu maksimal 6 jam setelah terjadinya serangan,. Apabila tidak segera ditangani, pasien dapat mengalami komplikasi akibat stroke seperti kecacatan. KOMPLIKASI Serangan stroke tidak berakhir dengan akibat pada otak saja. Gangguan emosional dan fisik akibat terbaring lama tanpa bergerak di tempat tidur adalah bonus yang tak dapat di hindari Depresi Inilah dampak yang paling menyulitkan penderita dan orang orang yang berada di sekitarnya. Oleh karena keterbatasan akibat lumpuh, sulit berkomunikasi dan sebagainya, penderita stroke sering mengalami depresi Darah Beku Darah beku mudah terbentuk pada jaringan yang lumpuh terutama pada kaki sehingga menyebabkan pembengakakan yang mengganggu. Selain itu, pembekuan darah juga dapat terjadi pada arteri yang mengalirkan darah ke paru-paru sehingga penderita sulit bernafas dalam beberapa kasus mengalami kematian. Memar Jika penderita stroke lumpuh, tidak maslah seberapa parah, penderita harus sering di pindahkan dan di gerakkan secara teratur agaar bagian pinggul, panata, sendi kaki, dan tumit tidak terluka akibat terhimpit alas tempat tidur. Nila luka luka tidak di rwat bisa terjadi infeksi. Otot mengerut dan sendi kaku Kurang gerak dapat menyebabkan sendi menjadi kaku dan nyeri, jika otot otot betis mengkerut, kaki terasa sakit ketika berdiri dengan tumit menyentuh lantai. Pneumonia ( radang paru- paru ) Ketdakmampuan untuk bergerak setelah mengalami srtoke membuat pasien mungkin mengalami kesulitan menelan dengan sempurna atau sering terbatu-batuk sehingga cairan terkumpul di paru paru dan selanjutnya terjadi pnumonia. Nyeri Pundak Otot-otot di sekitar pundak yang mengontrol sendi-sendi pundak akan mudah cedera pada waktu penderita diganti pakaiannya, di angkat, atau di tolong untuk berdiri. Untuk mencegahnya, biasanya tangan yang terkulai di tahan dengan sebilah papan atau kain khusus di kaitkan ke pundak, atau leher agar bertahan pada posisi yang benar. Jadi, bila anada menolong penderita stroke untuk berdiri, Lakukan dengan cara yang benar agar tidak membuat otot-otot dareah tersebut terbebani terlalu berat. Pencegahan Hal mendasar yang perlu dilakukan untuk mencegah penyakit stroke kembali adalah menjaga pola hidup secara benar, hindari penyebab-penyebab yang menjadi faktor penyakit stroke, dan mengkonsumsi obat-obatan.

Pola hidup sehat yang perlu dilakukan : 1. 2. 3. 4. 5. 6. Jangan minum alkohol Jangan merokok Perbanyak aktivitas fisik dan teratur berolahraga Kenali cara untuk memanage stres. Makan makanan sehat yang rendah garam, lemak, dan kalori Jangan lupa konsumsi buah setiap hari.