Anda di halaman 1dari 9

Visualisasi 3D

Visualisasi adalah upaya nyata seseorang untuk mentransformasikan ide atau gagasannya kepada orang lain, baik sekelompok audience ataupun publik dalam bentuk media gambar yang bersifat mudah dipahami. Seperti kata pepatah, sebuah gambar dapat mengungkap ribuan makna. Maka sebuah visualisasi tentu mempunyai tujuan untuk menyampaikan maksud suatu ide atau gagasan yang melatarbelakanginya. Dalam dunia asitektur, visualisasi sering disebut dengan teknik presentasi. Visualisasi dalam ArchiCAD meliputi semua teknik dan peralatan/ tools yang memberikan kebebasan kepada Anda untuk menyajikan ide atau gagasan desain Anda dalam bentuk tampilan gambar Aksonometri dan Perspektif. Secara sekilas, pada Bab 2, Subbab 2.3 telah dijelaskan kemampuan jendela 3D ArchiCAD untuk menyajikan bentuk bangunan dalam tampilan Aksonometri dan Perspektif ini. Untuk membuka kotak dialog yang mendefinisikan tampilan modeling 3D Anda ini, klik menu View > 3D View Mode > 3D Projection Settings.

69

Gambar 6.1 Tampilan Aksonometri di 3D Window

Gambar 6.2 Tampilan Aksonometri di 3D Window

70

Gambar 6.3 Tampilan Perspektif di 3D Window

Gambar 6.4 Kotak Dialog 3D Projection Settings

Jika Anda amati dengan jeli, penamaan (tertera di sebelah kiri atas kotak dialog) dan isi kotak 3D Projection Settings yang muncul, bergantung pada tampilan projection yang dipilih, apakah Parallel Projection Settings ataukah Perspective Settings. Anda tidak menjadi bingung bukan?

71

Gambar 6.5 Penamaan Kotak Dialog 3D Projection Settings

Prinsip sederhananya seperti ini, melalui kotak dialog 3D Projection Settings yang ada, Anda bebas menentukan tampilan modeling ke dalam bentuk Parallel (Aksonometri) ataupun Perspektif. Jika Anda bermaksud untuk beralih dari tampilan Parallel (Aksonometri) ke dalam wujud Perspektif, demikian juga sebaliknya, Anda bisa melakukan beberapa cara berikut ini: 1. Mengakses perintah dari menu View > 3D View Mode.

Gambar 6.6 Menu View > 3D View Mode

2. Melalui menu Window > Toolbars > 3D Visualization.

Gambar 6.7 Menu Window > Toolbars > 3D Visualization

72

3. Melalui menu Window > Toolbars > Mini Navigation.

Gambar 6.8 Menu Window > Toolbars > Mini Navigation

4. Melalui kotak Navigator Palette. Anda bisa mengaksesnya melalui menu Window > Palettes > Navigator.

Gambar 6.9 Menu Window > Palettes > Navigator

6.1

Parallel Projection

Secara default, ketika Anda pertama kali membuka program ArchiCAD 10, maka yang akan muncul adalah tampilan Parallel 73

Projection. Parallel Projection adalah dengan memilih tipe Projection ini, Anda memiliki banyak alternatif pilihan untuk menampilkan modeling bangunan 3D Anda.

Gambar 6.10 Berbagai Alternatif Tampilan dengan Parallel Projection

Gambar 6.11 Berbagai Alternatif Tampilan dengan Parallel Projection

74

Gambar 6.12 Berbagai Alternatif Tampilan dengan Parallel Projection

6.2

Perspective

Untuk membuat tampilan gambar perspektif Anda, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menekan ikon Fit in Windows pada pilihan Display Views di bawah jendela Floor Plan. Ingat, Anda harus berada di jendela Floor Plan terlebih dahulu. Opsi ini akan menampilkan keseluruhan gambar dalam satu layar penuh jendela Floor Plan. Tampilan ini akan menjadi acuan dalam kotak dialog Perspective Settings sehingga nantinya Anda akan mudah membuat gambar perspektifnya. Lanjutkan dengan memilih menu Image > 3D Projection Settings. Akan muncul kotak dialog, pilih kotak Perspective Settings. Perhatikan gambar berikut. Lakukan perintah Shift+Klik dan Alt+Klik sesuai posisi yang ditunjukkan pada gambar. Perintah Shift+Klik untuk mendefinisikan jarak posisi memandang ke objek bangunan. Sementara perintah Alt+Klik untuk mendefinisikan target memandang objek bangunan.

75

Gambar 6.13 Berbagai Alternatif Tampilan dengan Parallel Projection

Kemudian atur parameter lainnya sebagai berikut. Camera Z : Posisi subjek yang memandang objek Untuk melihat dengan Normal View, nilainya biasanya setingga mata manusia standar 1,6 - 1,80 m. Target Z : Arah melihat target Jika target yang ingin dilihat sejajar subjek, maka nilainya sama dengan Camera Z. Jika target yang ingin dilihat lebih rendah posisinya (biasanya dalam posisi interior), maka Anda bia memasukkan nilai 0,8 1,0 m. Distance : Jarak dari posisi Subjek/Camera melihat Objek/ Target Jika Camera menjauhi objek yang dilihat, secara otomatis nilai Distance semakin besar. Demikian sebaliknya. View Cone : Besarnya sudut mata melihat objek/target Biasanya nilai yang ideal adalah antara 45 - 600. Namun, nilai sampai dengan 75 masih bisa ditole76

ransi. Artinya, semakin besar nilai View Cone ini, maka cakupan objek yang dilihat akan semakin melebar dan banyak.

Gambar 6.14 Tampilan Perspektif Rumah Tipe 48

77