Anda di halaman 1dari 9

PENDAHULUAN

Latar Belakang
Dalam era globalisasi ini banyak sekali dokter-dokter yang tidak mematuhi bioetika. Padahal bioetika itu sangat penting dalam profesi dokter. Bioetika berasal dari kata bios yang berarti kehidupan dan ethos yang berarti normanorma atau nilai-nilai moral. Bioetika merupakan studi interdisipliner tentang masalah yang ditimbulkan oleh perkembangan di bidang biologi dan ilmu kedokteran baik skala mikro maupun makro, masa kini maupun masa akan datang1.

Latar Belakang Masalah


Kasus yang diberikan kali ini berkaitan dengan aktivitas Dokter Bagus di tempat prakteknya. Suatu ketika ia kedatangan enam orang pasien dengan keluhan yang berbedabeda dan sifat yang berbeda-beda pula. Tentunya Dokter Bagus tidak dapat menyamaratakan perlakuan yang sama kepada keenam pasiennya. Dokter Bagus bertindak dan berperilaku terhadap satu pasien dengan pasien yang lainnya secara berbeda-beda namun sesuai dengan prinsip-prinsip bioetik. Namun ada juga pasien yang tidak ditangani secara benar.

Tujuan
Tujuan dari penulisan makalah ilmiah ini adalah agar mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana menjadi lebih mengerti dan memahami tentang kaidahkaidah dasar bioetik., dimana di dalamnya terdapat prinsip-prinsip etik seperti beneficence, non-maleficence, autonomy, dan justice.

ISI

Prinsip Dasar Bioetika 1. Beneficence


berarti bahwa seorang dokter berbuat baik, menghormati martabat atau hak pasien, seorang dokter harus berusaha maksimal agar pasiennya tetap dalam kondisi sehat.

Perlakuan terbaik kepada pasien merupakan tujuan utama dalam beneficencei. Prinsip beneficence menegaskan peran seorang dokter untuk mengkalkulasi dimana kebaikan pada pasien akan lebih banyak dibandingkan dengan kerugiannya 5.

Contoh-contoh prinsip dari beneficence: o Mengutamakan altruisme (menolong tanpa pamrih, rela berkoban untuk kepentingan orang lain) o Menjamin nilai pokok harkat dan martabat pasien o Paternalisme bertanggung jawab o Preferensi pasien o Memberikan obat berkhasiat namun murah o Menerapkan Golden Rule Principle o Minimalisasi akibat buruk o Menghargai hak-hak pasien secara keseluruhan o Mengembangkan profesi secara terus menerus o Tidak menarik honorarium diluar kepantasan o Memaksimalisasi kepuasan secara menyeluruh

2. Non-Maleficence
adalah suatu prinsip dimana seorang dokter tidak melakukan suatu perbuatan atau tindakan yang dapat memperburuk pasien. Dokter haruslah memilih tindakan yang paling kecil resikonya. Do no harm merupakan point penting dalam prinsip nonmaleficence. Prinsip ini dapat diterapkan pada kasus-kasus yang bersifat gawat atau darurat.5

Contoh-contoh prinsip Non-Maleficence:


o o o o o o o o o o o

Menolong pasien emergensi Mengobati pasien yang luka Tidak membunuh pasien Tidak memandang pasien sebagai objek Tidak menghina/mencaci maki/memanfaatkan pasien Melindungi pasien dari serangan Manfaat pasien lebih banyak daripada kerugian dokter Tidak membahayakan pasien karena kelalaian Menghindari misrepresentasi Memberikan semangat hidup Tidak melakukan white collar crime

3. Autonomi
Dalam prinsip ini, seorang dokter wajib menghormati martabat dan hak manusia, terutama hak untuk menentukan nasibnya sendiri. Pasien diberi hak untuk berfikir secara logis dan membuat keputusan sesuai dengan keinginannya sendiri. Autonomy pasien harus dihormati secara etik, dan di sebagain besar negara dihormati secara legal. Akan tetapi perlu diperhatikan bahwa dibutuhkan pasien yang dapat berkomunikasi dan pasien yang sudah dewasa untuk dapat menyetujui atau menolak tindakan medis6
Contoh-contoh prinsip otonomi: o Tidak mengintervensi pasien dalam membuat keputusan (pada kondisi elektif) o o o Berterus terang Menghargai privasi Melaksanakan informed consent

o o o

Menjaga rahasia pasien Menghargai rasionalitas pasien Menjaga hubungan (kontrak)

4. Justice
Merupakan prinsip dimana seorang dokter memperlakukan pasien-pasiennya

secara adil, yang artinya menekankan persamaan dan kebutuhan, bukannya


kekayaan dan kedudukan sosial.4

Contoh-contoh prinsip justice: o o Memberlakukan segala sesuatu secara universal Menghargai hak sehat pasien (affordability, equality, accesibility, availabillity, quality) o o o Menghargai hak hukum pasien Menghargai hak orang lain Tidak membedakan pelayanan pasien atas dasar SARA, status sosial,dll o Tidak melakukan penyalahgunaan

Paragraf 1 Dokter Bagus bertugas dari pagi hari sampai sore hari, tetapi tidak menutup kemungkinan ia harus mengobati pasien di malam hari bila ada warga desa yang membutuhkan petolongannya. Pada kutipan ini terdapat prinsip beneficence, karena di sini dokter Bagus mengutamakan Altruisme (menolong tanpa pamrih dan rela berkoban) untuk banyak orang yang di buktikkan dengan dokter bagus tetap menolong pasien walaupun di luar jam kerjanya. Paragraf 2 Dokter Bagus memeriksa pasien sesuai nomor urut pendaftaran. Dalam kutipan ini terdapat prinsip justice, karena di sini dr. Bagus bertindak secara universal dan memberi kesempatan yang sama terhadap pasiennya.

Setelah memeriksa pasien tersebut dr. Bagus memberikan beberapa macam obat dan vitamin serta nasihat agar istirahat yang cukup. Dalam kutipan ini terdapat prinsip beneficence, karena di sini dr. Bagus memandang pasien tidak hanya sejauh menguntungkan dokter. Paragraf 3 baiklah kalau begitu saya akan memberi ibu obat dan ORALIT untuk anak ibu. Dalam kutipan ini, terdapat prinsip benficence dan non-maleficence. Prinsip beneficencenya karena dokter bagus minimalisasi akibat buruk pasien. Sedangkan non-maleficence dr. Bagus tidak memperburuk keadaan pasien dan tidak memandang pasien hanya sebagai obyek. setelah selesai tugas, saya akan mampir ke rumah ibu untuk melihat kondisi keadaan anak ibu. Dalam kutipan ini terdapat prinsip autonomy, karena di sni dr. Bagus menjaga hubungan kontrak dengan pasien, di mana ia akan pergi melihat kondisi anak itu. Paragraf 4 pak, yang hanya saya dapat lakukan adalah memberi obat-obatan penunjang agar anak bapak tidak terlalu mendeita. Dalam kutipan ini, terdapat prinsip benficence dan non-maleficence. Prinsip beneficencenya karena dokter bagus minimalisasi akibat buruk pasien. Sedangkan non-maleficence dr. Bagus tidak memperburuk keadaan pasien dan tidak memandang pasien hanya sebagai obyek. dr. Bagus menjelaskan kepada orang tua pasien bahwa kondisi anaknya kurang baik dan kemungkinan untuk sembuh sangat kecil. Dalam kutipan ini terdapat prinsip autonomy, karena di sini dr. Bagus berterus terang kepada orang tua pasien, walaupun keadaan pasien sangat sulit untuk di sembuhkan.

Paragraf 5 saat mempersilahkan pasien ke empatnya masuk ke ruang periksa, dr. Bagus tekejut karena serombongan orang memaksa masuk sambil mengotong seorang pemuda yang tidak sadarkan diri.dokter bagus meminta kesediaan pasien keempat untuk menunggu di luar karena ia akan terlebih dahulu memberi pertolongan pada pemuda tersebut. Dalam kutipan ini terdapat prinsip non maleficence, karena di sini dr. Bagus menolong pasien yang gawat darurat. dr. Bagus menjelaskan keadaan telapak tangan kanan suaminya dan tindakan yang harus di lakukan adalah amputasi. Walau dengan berat hati, istri pemuda tersebut menyetujui tindakan yang akan di lakukan dr. Bagus. Dalam kutipan ini terdapat prinsip autonomy, karena di sini dr, bagus berterus terang tentang keadaan pasien dan menghargai hak menentukan nasib sendiri. melihat kondisi pasien yang stabil dan baik, akhirnya pasien di perbolehkan pulang dengan diberi beberapa macam obat dan anjuran agar besok datang kembali untuk kontrol. Dalam kutipan ini terdapat prinsip beneficence, karena di sini dr. Bagus meminimalisasi akibat buruk. Paragraf 6 dokter bagus curiga pasien terebut menderita penyakit jantung sehingga ia membuat surat rujukan ke rumah sakit yang berada di kota. Dalam kutipan ini terdapat prinsip beneficence, karena di sini dr. Bagus meminimalisasi akibat buruk. setelah menerima penjelasan tentang kemungkinan penyakit yang di deritanya, pasien pulang dengan membawa surat rujukan tersebut. Dalam kutipan ini terdapat prinsip autonomy, karena di sini dr. Bagus berterus terang tentang keadaan pasiennya.

Kesimpulan
Dari isi pembahasan diatas mengenai dr. Bagus dapat di simpulkan bahwa dr. Bagus setiap harinya dalam menjalankan profesi dokternya, ia selalu menerapkan prinsip-prinsip beneficence (pasien memperoleh kepuasan tertinggi), non-maleficence (seorang dokter tidak melakukan suatu perbuatan atau tindakan yang dapat memperburuk pasien), autonomy (wajib menghormati martabat dan hak manusia, terutama hak untuk menentukan nasibnya sendiri), dan justice (seorang dokter wajib memberikan perlakukan yang adil untuk semua pasiennya). Sehingga ia selalu melayani pasiennya dengan baik. Prinsip-prinsip dalam bioetik tersebut dapat diterapkan dalam menghadapi pasien, sehingga terciptanya situasi yang, baik bagi hubungan pasien dan dokter dalam pelayanan kesehatan demi kesembuhan pasien.

DAFTAR PUSTAKA

1. Jusuf Hanafiah, M. dan Amri Amir.2009. Etika Kedokteran dan Hukum Kesehatan.
Jakarta: EGC

2. Konsil Kedokteran Indonesia. Standar Pendidikan Profesi Dokter, Jakarta, 2006 3. Jacobalis, Samsi. 2005. Pengantar Tentang Perkembangan Ilmu Kedokteran, Etika Medis, dan Bioetika. Jakarta: Sagung Seto. 4. Hartono, Budiman., Salim Darminto. 2011. Modul Blok 1 Who Am I? Bioetika, Humaiora dan Profesoinalisme dalam Profesi Dokter. Jakarta: UKRIDA. 5. Sachrowardi, Qomariyah & Basbeth, Ferryal. 2011. Bioetik: Isu & Dilema. Jakarta Selatan: Pensil-324

MAKALAH PBL BLOK 1 SEMESTER 1 PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP BIOETIK DALAMTINDAKAN DOKTER

Oleh: D7
Anggota :

102013057 102013089 102013220 102013292 102013356 102013380 102013 102013 102013 102013 102013

Rayka Christin Nadeak Glenn Joshua Sumadi Romi Andriyana Sarah Melissa Alfred Wema Lotama Agnestya Christine Zely Raule

Fakultas Kedokteran Universitas Krida Wacana DKI Jakarta 2013