Anda di halaman 1dari 20

LABORATORIUM SATUAN OPERASI

SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2012/2013



MODUL : Filter Testing Unit
PEMBIMBING : Ir. Emmanuela M.W.




Oleh :
Kelompok : V (lima)
Nama : 1. Hana Afifah Rahman NIM.111411045
2. Yudha Fitriansyah NIM.111411059
Kelas : 2B










PROGRAM STUDI DIPLOMA III TEKNIK KIMIA
JURUSAN TEKNIK KIMIA
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
2013
Praktikum : 11 April 2013
Penyerahan : 18 April 2013
(Laporan)
FILTER TESTING UNIT

I. TUJUAN
Melakukan proses filtrasi pada tekanan tetap dengan variasi tekanan
berbeda-beda
Menghitung koefisien tahanan cake dan tahanan medium filter pada
tekanan tetap dengan variasi tekanan yang berbeda
Menganalisa pengaruh laju alir terhadap kualitas hasil filtrasi

II. DASAR TEORI
Filtrasi atau penyaringan adalah pemisahan partikel zat padat dari fluida dengan jalan
melewatkan fluida itu melalui suatu medium penyaring atau septum,dimana zat padat
itu bertahan. Operasi filtrasi dijalankan untuk mengambil bahan yang diinginkan yaitu
padatannya atau cairannya dan bahkan kedua-duanya.
Beberapa cara pemisahan mekanik fisik dapat diklasifikasikan menjadi sebagai berikut
(Geankoplis,1993) :
1. Filtration
Pemisahan dapat dilakukan karena adanya media filtrasi seperti kain, kanvas,
pasir. Pemilihan media filtrasi didasarkan atas :
a. Jumlah padatan yang dipisahkan
b. Tipe padatan
c. Viskositas dari fluida
2. Settling and sedimentation
Pada settling and sedimantation, partikel dipisahkan dari fluida dengan adanya
perbedaan gaya gravitasi dan densitas dari partikel tersebut.
3. Centrifugal settling and sedimentation
Proses pemisahan partikel dari fluida karena adanya gaya sentrifugal pada
berbagai ukuran dan densitas fluida.
4. Centrifugal filtration
Proses pemisahan yang dilakukan dengan filtrasi tetapi gaya sentrifugal yang
digunakan menyebabkan perbedaan tekanan dapat diabaikan.
5. Mechanical size reduction and separation
Pemisahan dilakukan dengan cara mengubah diameter partikel, kemudian
dipisahkan dengan ayakan.
Operasi filtrasi dijalankan dengan dua cara yaitu :
1. Filtrasi batch
Proses secara batch memerlukan waktu yang lebih lama dan memerlukan biaya
yang lebih mahal.
2. Filtrasi kontinu
Proses filtrasi secara kontinu banyak diterapkan pada industri kimia. Analisis
operasi filtrasi ini dibagi dalam 3 tahap, yaitu :
a. Pembentukan cake,
b. Pencucian cake untuk membuang larutan
c. Pelepasan cake dari filter.
Berdasarkan prinsip kerjanya, filtrasi dapat dibedakan menjadi:
1. Pressure filtration
Merupakan filtrasi yang dilakukan dengan prinsip penekanan. Bentuk alat
tersebut dapat dilihat pada Gambar 1.3.


Gambar 1.3 Pressure Filtration Press
(sumber : http://cpq.ist.utl.pt/spe/images/Foto_22.JPG)


2. Gravity filtration
Merupakan filtrasi yang menggunakan gaya gravitasi untuk mengalirkan
cairan.
3. Vacuum filtration
Merupakan filtrasi yang dilakukan dengan prinsip hampa udara untuk
mengalirkan cairan. Alat filtrasi dengan prinsip hampa udara dapat dilihat pada
Gambar 1.4. Filter ini dilengkapi drum yang terus berputar. Tekanan di luar
drum adalah tekanan atmosferik, tetapi di dalam drum mendekati vakum. Drum ini
dimasukkan ke dalam cairan yang mengandung suspensi padatan yang akan
difilter, lalu drum diputar dengan kecepatan rendah selama operasi. Cairan
tertarik melewati filter cloth karena tekanan vakum, sedangkan padatan akan
tertinggal di permukaan luar drum membentuk cake pada proses.

Gambar 1.4 Drum Vacuum Filter
(sumber : abhishekfilter.com)
Jika cake akan diambil dari drum, putaran drum dihentikan, drum dikeluarkan
dari fasa cair, cake dicuci, dikeringkan, dan kemudian diambil. Pengambilan
padatan dari drum dilakukan dengan sejenis pisau yang juga bermcam-macam
jenis dan disainnya bergantung jenis cake.


Septum atau medium penyaring pada setiap filter harus memenuhi persyaratan
sebagai berikut:
1. Harus dapat menahan zat padat yang akan disaring dan menghasilkan filtrat
yang cukup jernih.
2. Tidak mudah tersumbat
3. Harus tahan secara kimia kuat secara fisik dalam kondisi proses.
4. Harus memungkinkan penumpukan ampas dan pengeluaran ampas secara total
dan bersih
5. Tidak boleh terlalu mahal (Mc. Cabe, 1993)

Filter dapat dikelompokkan menjadi 2 golongan :
a. Filter Klarifikasi (Deep bed filter), dinamakan seperti itu karena, partikel-partikel zat
padat diperangkap didalam medium filter dan biasanya tidak ada lapisan zat padat yang
terlihat dari permukaan medium.
b. Filter Ampas (cake filter), dinamakan seperti itu karena, pada awal filtrasi sebagian
partikel padat masuk kedalam pori medium dan tidak dapat bergerak lagi, tetapi segera
setelah itu bahan itu terkumpul pada permukaan medium filter, dan ampas yang
terkumpul itulah yang disebut dengan cake.
Dalam proses Filtrasi di industri medium filter yang banyak digunakan ialah kain
kanvas, baik yang dengan anyaman kepar atau yang lainnya. Untuk zat cair yang
bersifat korosif digunakan medium filter seperti kain wol, tenunan logam monel atau
baja tahan karat, tenunan gelas atau kertas. Kain sintetis seperti nilon, polipropilena,
saran dan Dacron juga sangat tahan secara kimia.
Prinsip filtrasi dapat dilihat pada gambar dibawah ini :





a) Pada awalnya suspensi mengalir melalui medium filter, filtrate yang dihasilkan laju alir
besar, tetapi kualitas filtrate tidak begitu jernih. Seiring dengan terbentuknya cake
(padatan tertahan) maka laju filtrate makin menurun, tetapi kualitas filtrate semakin
jernih. Hal itu disebabkan cake yang terbentuk berfungsi sebagai penyaring juga.
Apabila lapisan cake yang terbentuk makin tebal,mengakibatkan laju filtrate makin
kecil, oleh karena pada ketebalan tertentu harus dilakukan proses pencucian untuk
menghilangkan cake.

b) Agar suspensi bisa mengalir melalui medium filter maka dibutuhkan perbedaan tekanan
yang signifikan. Hal itu biasanya dilakukan dengan dua cara : pertama suspensi
dipompa (sebelum medium filter tekanan lebih tinggi) atau cara kedua ruang filtrate
divakum sehingga suspensi tertarik menuju medium filter. Filter Testing Unit adalah
metode filtrasi yang menggunakan metoda kedua (ruang filtrate divakum), metode ini
dipakai digunakan untuk kapasitas kecil mirip penyaringan dengan corong buchner yang
dihubungkan dengan waterjet untuk pemvakuman.
Suspensi (slurry)



Medium Filter

Ke pompa vakum
Cake (ampas)




Laju

Waktu
( ) ( )
( ) 1 ...... ..........
2
m
s
R
P A
V
P A
c
dV
dt
A
+
A
=
o
( ) ( )
) 3 .( ..........
2
2
P A
R
V
P A
c
V
t
m s
A
+
A
=
o
Dari dua prinsip filtrasi diatas maka dalam percobaan Filter Testing Unit akan menghitung
tahanan cake dan tahanan medium filter dari variasi tekanan yang berbeda. Persamaan
yang digunakan adalah :
Persamaan yang digunakan untuk kondisi tekanan tetap :



Dimana: K
p
=
( ) P A
c
s
A
2
o
dan B =
( ) P A
R
m
A


Persamaan tersebut diintegralkan menjadi :
( ) ( )
) 2 .....( ..........
0
2
0
} } |
|
.
|

\
|
A
+
A
=
V
m
s
t
dV R
P A
V
P A
c
dt
o


( ) ( )
V
P A
R
V
P A
c
t
m s
A
+
A
=
o
2
2
2


Persamaan 3 disederhanakan menjadi :
) 4 ......( ..........
2
B V
K
V
t
p
+ =
Keterangan :
t : waktu filtrasi (s)
V : Volume filtrate yang dihasilkan saat t (m
3
)
: Koefisien tahanan cake (m/kg)
R
m
: koefisien medium filter ( m
-1
)
: Viskositas filtrate (kg/ms)
A : Luas total medium filter (m
2
)
: Perbedaan tekanan (kg/ms
3
)
c
s
: Konsentrasi slurry (kg/m
3
)







III. PERCOBAAN
1. Alat dan Bahan
- Alat
- Seperangkat alat filter testing unit
- Kertas saring
- Pompa vakum
- Jangka sorong
- Stop watch
- Ember plastik
- Kertas timbang
- Neraca teknis

- Bahan
6 liter larutansuspensi dengan konsentrasi tepung tapioka atau
CaCO
3
4% untuk satu run percobaan (dilakukan 3 kali run).

2. Langkah Kerja


Kertas filter
dipasangkan di atas alat
filter glass, diletakkan
pada peralatan FTU
Sekrup
dirapatkan
secara manual
Sambungan gasket,
tangki pengaduk,
pompa peristaltik,
unit penampung
diperiksa pastikan
tidak ada kebocoran
tekanan vakum
diatur -0,2 bar
Pompa peristaltik
dihidupkan
waktu dicatat setiap
0,5 liter (dan
kelipatannya) filtrat
Filter glass
dibuka
Kertas filter
diambil dengan
hati-hati
Luas dan
ketebalan cake
diukur
percobaan diulangi
dengan tekanan vakum -
0,3 bar dan -0,4 bar.
IV. DATA PENGAMATAN
Massa tepung kanji = 240 gram = 0,24 kg
V air = 6 liter = 6 x 10
-3
m
3
Konsentrasi Larutan kanji = 4%


D = diameter filter = 23,7 cm = 0,237 m
A = Luas filter =


= 0,0441 m
2

Viskositas air (37,8
o
C) () = 1,9 x 10
-5
Pa.s / Kg/m.s

Pengambilan data pada saat percobaan :
No
volume
filtrat


volume
filtrat


Waktu (s)
P = - 0,2
bar
Waktu (s)
P = - 0,3
bar
Waktu (s)
P = -0,4
bar
1 0.5 0.0005
55 52 48
2 1 0.001
111 109 90
3 1.5 0.0015
182 171 143
4 2 0.002
237 226 205
5 2.5 0.0025
308 296 273
6 3 0.003
375 359 310
7 3.5 0.0035
444 425 370
8 4 0.004
519 504 449
9 4.5 0.0045
621 590 542
10 5 0.005
679 670 582
11 5.5 0.0055
778 730 674
12 6 0.006
949 904 786





IV. PENGOLAHAN DATA

Mencari nilai Kp dan B
- Tabel Hasil perhitungan t/V
No
volume
filtrat


P = -0,2 bar P = -0,3 bar P = -0,4 bar
1 0.0005
110000 104000 96000
2 0.001
111000 109000 90000
3 0.0015
121333.3 114000 95333.33
4 0.002
118500 113000 102500
5 0.0025
123200 118400 109200
6 0.003
125000 119666.7 103333.3
7 0.0035
126857.1 121428.6 105714.3
8 0.004
129750 126000 112250
9 0.0045
138000 131111.1 120444.4
10 0.005
135800 134000 116400
11 0.0055
141454.5 132727.3 122545.5
12 0.006
158166.7 150666.7 131000











y = 7E+06x + 104978
R = 0.9011
0
50000
100000
150000
200000
0 0.002 0.004 0.006 0.008
t
/
V

V
Grafit t/V terhadap V pada P = -0,2 bar

delta P = 0.2 bar
Linear (delta P = 0.2 bar)
Perhitungan Kp dan B

- Grafik Hasil perhitungan t/V pada P = -0,2 bar

-

-
-
-
-
-
-
-
-
-
Persamaan garis pada P = 0,2 bar
y = 7E+06x + 104978


y = ax + b

; intersep = B
Slope = 7 x 10
6

Intersep = 104978

= 7 x 10
6

Kp = 14 x 10
6

B = 104978 ; Kp= 14 x 10
6




- Grafik Hasil perhitungan t/V pada P = 0,3 bar

Persamaan garis pada P = 0,3 bar
y = 7E+06x + 100515


y = ax + b

; intersep = B
Slope = 7 x 10
6

Intersep = 100515

= 7 x 10
6

Kp = 14 x 10
6

B = 100515 ; Kp= 14 x 10
6









y = 7E+06x + 100515
R = 0.9221
0
20000
40000
60000
80000
100000
120000
140000
160000
0 0.002 0.004 0.006 0.008
t
/
V

V
Grafit t/V terhadap V pada P = 0,3 bar

delta P = 0.3 bar
Linear (delta P = 0.3 bar)
- Grafik Hasil perhitungan t/V pada P = 0,4 bar


Persamaan garis pada P = 0,4 bar
y = 6E+06x + 87667


y = ax + b

; intersep = B
Slope = 6 x 10
6

Intersep = 87667

= 6 x 10
6

Kp = 12 x 10
6

B = 87667 ; Kp= 12 x 10
6









y = 6E+06x + 87667
R = 0.9017
0
20000
40000
60000
80000
100000
120000
140000
0 0.002 0.004 0.006 0.008
t
/
V

V
Grafit t/V terhadap V pada P = 0,4 bar

delta P = 0.4 bar
Linear (delta P = 0.4 bar)
Perhitungan nilai Rm dan o

Persamaan yang digunakan untuk menghitung nilai Rm dan o :
o =


Rm =


a. Nilai Rm dan o pada saat P = 0,2 Bar
o =




=

7,165 x 10
11
m/kg
Rm =


= 4,873 x 10
12
m
-1

b. Nilai Rm dan o pada saat P = 0,3 Bar
o =




= 1,075

x 10
12
m/Kg
Rm =


= 6.999 x 10
12
m
-1


c. Nilai Rm dan o pada saatP = 0,4 Bar
o =




=

1,228 x 10
12
m/kg
Rm =


= 8.139 x 10
12
m
-1

Tabel Hasil Perhitungan Rm, o, Log P, Log Rm, dan Log o

P
(kg/m.s)
Rm (m
-1
) o (m/kg) Log P Log Rm Log
20000 4,873 x 10
12
7,165 x 10
11
4.30103 12.6877964 11.8552162
30000 6.999 x 10
12
1,075

x 10
12
4.47712125 12.845036 12.0314085
40000 8.139 x 10
12
1,228 x 10
12
4.60205999 12.910571 12.0891984













Kurva Perbandingan LogP terhadap Log Rm



Kurva Perbandingan Log P terhadap Log Rm
Dari kurva di atas diperoleh persamaan y = 0.7501x + 9.4691, maka :
Y = ax + b
Log Rm = Log Rm
0
+ s Log (P)
n = a = slope = 0.7501 (s Log (P))
b = intersep = 9.4691
Log Rm
0
= 9.4691
Rm
0
= 10
9.4691
= 2.95 x 10
9
m
-1









y = 0.7501x + 9.4691
R = 0.9817
12.65
12.7
12.75
12.8
12.85
12.9
12.95
4.2 4.3 4.4 4.5 4.6 4.7
L
o
g

R
m

Log P
Kurva Perbandingan Log P terhadap Log Rm
Series1
Linear (Series1)


Kurva Perbandingan Log P terhadap Log o

Kurva Perbandingan Log P terhadap Log
Dari kurva di atas diperoleh persamaan y = 0.7919x + 8.4599 jika :
Y = ax + b
Log = Log
0
+ s Log (P)
n = a = slope = 0.7919 (s Log (P))
b = intersep = 8.4599
Log
0
= 8.4599

0
= 10
8.4599

= 2.88 x 10
8
m/kg











y = 0.7919x + 8.4599
R = 0.9656
11.8
11.85
11.9
11.95
12
12.05
12.1
12.15
4.2 4.3 4.4 4.5 4.6 4.7
L
o
g




Log P
Kurva Perbandingan Log P terhadap Log
Series1
Linear (Series1)
V. PEMBAHASAN

Pada praktikum kali ini, kami melakukan praktikum filtrasi dengan
menggunakan metoda vakum. Pada metoda ini ruang filtrate divakum sehingga
suspensi tertarik menuju medium filter. Maksud dari pemvakuman ini adalah
untuk memberikan beda tekanan sehingga suspensi dapat mengalir. Melalui
praktikum ini kami mencoba mengetahaui pengaruh tekanan terhadap laju filtrasi,
nilai tahanan cake dan nilai tahanan medium filter serta pengaruh laju alir terhadap
kualitas filtrasi.

Disini variasi beda tekan (P) yang kami gunakan adalah 0.2, 0.3 dan 0.4 bar
dengan konsentrasi slurry sebesar 4% (240gr kanji /6000ml air). Sebelum
praktikum dimulai kami mengukur diameter filter, dimana dari pengukuran
tersebut diketahui bahwa diameter filter adalah 23,7 cm.

Pertama kami memasukkan suspensi kedalam tabung yang dilengkapi dengan
alat pengaduk , maksud dari pengadukan ini adalah agar suspensi tidak
mengendap. Kemudian kami mengatur P pada angka 0.2 bar. Disini suspensi
mengalir melalui medium filter, dimana pada awalnya filtrate yang dihasilkan
tidak begitu jernih namun seiring berjalannya waktu filtrate yang dihasilkan mulai
jernih. Hal ini disebabkan pada awal filtrasi cake belum terbentuk. Fenomena
yang kami lihat adalah, apabila cake semakin tebal maka laju alir menurun
namun kualitas filtrate semakin jernih. Sehingga dapat disimpulkan bahwa
cake juga berperan sebagai penyaring (filter).

Kemudian untuk mengetehaui pengaruh tekanan terhadap laju alir, nilai
tahanan cake dan tahanan medium filter, kami mencoba memvariasikan beda tekan
(P). Pada beda tekan (P) = 0.2 bar filtrate pertama kali menetes ke ruang filtrate
pada detik ke 55 dan filtrate mencapai 6 liter pada detik ke 949, pada beda tekan
(P) = 0.3 bar filtrate pertama kali menetes ke ruang filtrate pada detik ke 52 dan
filtrate mencapai 6 liter pada detik ke 904, sedangkan pada beda tekan (P) = 0.4
bar filtrate pertama kali menetes ke ruang filtrate pada detik ke 48, dan mencapai 6
liter pada detik ke 786. Disini dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi beda
tekan (P) maka laju filtrasi semakin cepat.

Setelah mendapatkan angka-angka yang dibutuhkan, kami melakukan
perhitungan untuk mengetahui nilai tahanan cake (o) dan nilai tahanan medium
filter (Rm). Dari perhitungan didapatkan, pada P = 0.2 bar nilai tahanan cake (o)
= 7,165 x 10
11
m/kg dan nilai tahanan medium filter (Rm) = 4,873 x 10
12
m
-1
, pada
P = 0.3 bar didapatkan nilai tahanan cake (o) = 1,075

x 10
12
m/Kg dan nilai
tahanan medium filter (Rm) = 6.999 x 10
12
m
-1
,

sedangkan pada P = 0.4 bar
didapatkan nilai tahanan cake (o) =

1,228 x 10
12
m/kg dan nilai tahanan medium
filter (Rm) = 8.139 x 10
12
m
-1
. Sehingga dari perhitungan ini dapat
disimpulkan bahwa semakin besar beda tekan (P) maka semakin besar pula
nilai tahanan cake (o) dan nilai tahanan medium filter (Rm).


VI. KESIMPULAN

- Cake juga berfungsi sebagai filter dalam proses filtrasi.
- Semakin tebal cake maka kualitas filtrate semakin jernih.
- Semakin tebal cake laju filtrasi semakin rendah
- semakin tinggi beda tekan (P) maka laju filtrasi semakin cepat.
- semakin besar beda tekan (P) maka nilai tahanan cake (o) semakin
besar pula.
- semakin besar beda tekan (P) maka nilai tahanan medium filter (Rm)
semakin besar pula.






VII. DAFTAR PUSTAKA

Jobsheet Praktikum Satuan Operasi, Filter Testing Unit, Jurusan Teknik
Kimia Politeknik Negeri Bandung

JM Coulson: JF Richardson 1980. Chemical Engineering vol 1 dan 2
Pergamon Press

Don Green 1989 perrys Chemical Engineering Handbook 6
th
Edition
McGraw Hill