Anda di halaman 1dari 3

Lia Nuramalia - 1106005843

Jenis-Jenis Fraktur
Fraktur menurut Potter & Perry (2005) adalah terputusnya kontinuitas jaringan tulang. Sedangkan menurut Jan Tambayong (2002) fraktur adalah terputusnya keutuhan tulang, yang umumnya disebabkan oleh trauma. Pada dasarnya, fraktur adalah terputusnya kontinuitas tulang, retak, atau patahnya tulang yang utuh, yang biasanya disebabkan oleh trauma/ rudapaksa atau tenaga fisik. Fraktur dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis, yakni sebagai berikut : 1. Berdasarkan hubungan dengan dunia luar a. Fraktur Tertutup (simple), yakni fraktur yang fragmen tulangnya tidak menembus kulit sehingga tempat fraktur tidak memiliki hubungan dengan dunia luar. b. Fraktur Terbuka (compound), yakni fraktur yang fragmen tulangnya menembus kulit sehingga berpotensi terjadi infeksi apabila kuman dari luar masuk ke dalam luka sampai ke tulang yang patah. 2. Berdasarkan penyebabnya a. Fraktur traumatik, yakni fraktur yang terjadi karena trauma yang tiba-tiba mengenai tulang dengan kekuatan yang besar dan tulang tidak mampu menahan trauma tersebut sehingga terjadi patah. b. Fraktur patologis, yakni fraktur yang terjadi karena kelemahan tulang akibat oesteoporosis, tumor atau proses patologis lain. c. Fraktur stress, yakni fraktur yang terjadi karena adanya trauma yang terusmenerus pada suatu tempat tertentu. 3. Berdasarkan luas dan garis fraktur a. Fraktur komplit apabila garis patah melalui seluruh penampang tulang.

a. Fraktur inkomplit apabila garis parah tidak melalui seluruh penampang tulang. Contoh fraktur greenstick, yakni patah tulang parsial di mana salah satu sisi tulang patah dan sisi lain melengkung. 4. Berdasarkan arah garis frakturnya b. Fraktur transversal yakni fraktur arah yang garis patahnya tegak lurus terhadap sumbu panjang tulang. c. Fraktur oblique yakni fraktur yang arah terhadap sumbu tulang. garis patahnya membentuk sudut

d. Fraktur spiral yakni fraktur yang arah garis parahnya spiral/ memuntir seputar batang tulang. e. Fraktur kompresi, yakni fraktur yang terjadi karena trauma aksial fleksi yang mendorong tulang ke arah permukaan lain. f. Fraktur alvusi, yakni pelepasan fragmen tulang akibat tarikan ligamen, tendon, yang kuat dan biasa terjadi akibat kontraksi otot secara paksa. g. Fraktur impact, yakni ketika fragmen tulang terdorong ke fragmen tulang lain. 5. Berdasarkan jumlah garis patahan a. Fraktur komunitif, yakni fraktur dimanafragmen tulang patah menjadi beberapa bagian dan saling berhubungan. b. Fraktur segmental, yakni fraktur dimana garis patah lebih dari satu tapi tidak saling berhubungan. c. Fraktur multipel, yakni fraktur dimana garis patah lebih dari satu tapi tidak pada tulang yang sama. 6. Berdasarkan posisi fragmen : a. Fraktur undispaced apabila tidak terjadi pergeseran fraktur b. Fraktur displaced apabila terjadi pergeseran fraktur

Gambar jenis-jenis fraktur

Referensi : Potter, Perry. (2005). Fundamental Keperawatan : Konsep, Proses, dan Praktik Edisi 4. Diterjemahkan oleh Renata Komalasari. Jakarta : EGC. Fadhillah, Ulfi (n. d). Fraktur. http://www.scribd.com/doc/51595995/47390728-FRAKTUR 14 Oktober 2012. Universitas Pembangunan Nasional (n. d.). http://www.library.upnvj.ac.id/pdf/3keperawatanpdf/207312089/bab2.pdf 14 Oktober 2012.