Anda di halaman 1dari 19

SILABI A.

IDENTITAS MATA KULIAH NAMA MATA KULIAH : PENOLOGI STATUS MATA KULIAH : PILIHAN KODE MATA KULIAH : JUMLAH SKS :2 SEMESTER SAJIAN : 7-8 B. DESKRIPSI MATA KULIAH

Mata kuliah ini mempelajari masalah-masalah yang berhubungan dengan pidana dan pemidanaan.pembahasannya difokuskan pada upaya-upaya pemecahan pada pembinaan pelanggar hukum pada umumnya dan narapidana pada khususnya yang dilihat dari pelaksanaan sistem kepenjaraan dan sistem pemasyarakatan.
C. KOMPETENSI MATA KULIAH

Pada akhir semester mahasiswa dapat mengerti, memahami dan mampu menganalisis masalah pidana dan teori-teori pemidanaan serta membedakan pola pembinaan narapidana menurut sistem kepenjaraan dan sistem pemasyarakatan
D. LEVEL KOMPETENSI 1. LEVEL KOMPETENSI I : KONTRAK BELAJAR DAN PENGANTAR a. Penjelasan Silabi dan SAP serta Kontrak Belajar. b. Istilah dan pengertian c. Kedudukan penologi dalam IPHP d. Sejarah perkembangan penology 2. LEVEL KOMPETENSI II : PEMIDANAAN SBG BAGIAN DARI INTEGRATED

CRIMINAL JUSTICE SYSTEM a. Sistem peradilan pidana di Indonesia b. Teori-teori tujuan pemidanaan
3. LEVEL KOMPETENSI III: MACAM-MACAM SANKSI PIDANA

a. Sejarah perkembangan sanksi pidana b. Macam2 sanksi pidana dalam hukum positif c. Macam2 sanksi pidana dalam RUU KUHP
4. LEVEL KOMPETENSI IV: PERKEMBANGAN SISTEM PEMBINAAN NAPI a. Sistem Kepenjaraan b. Sistem Pemasyarakatan c. Sistem Pembinaan Napi Menurut UU12/1995 5. LEVEL KOMPETENSI V : PRISONISASI DAN RESOSIALISASI a. Prisonisasi b. Resosialisasi 6. LEVEL KOMPETENSI VI: LEMBAGA PEMBINAAN a. LP b. BAPAS c. HAWASMAT d. KEJAKSAAN 7. LEVEL KOMPETENSI VII : KULIAH LAPANG

SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) A. IDENTITAS MATA KULIAH NAMA MATA KULIAH STATUS MATA KULIAH KODE MATA KULIAH JUMLAH SKS SEMESTER SAJIAN B. DESKRIPSI MATA KULIAH

: PENOLOGI : PILIHAN : :2 : 7-8

Mata kuliah ini adalah masalah-masalah yang berhubungan dengan pidana dan pemidanaan. Pembahasan difokuskan pada upaya-upaya pemecahan masalah pada pembinaan pelanggar hukum pada umumnya dan narapidana pada khususnya dilihat dari pelaksanaan sistem kepenjaraan dan sistem pemasyarakatan.
C. KOMPETENSI MATA KULIAH

Pada akhir semester mahasiswa dapat mengerti, memahami dan mampu menganalisis masalah pidana dan teori-teori pemidanaan serta membedakan pola pembinaan narapidana menurut sistem penjara dan sistem pemasyarakatan
D. LEVEL KOMPETENSI 1. LEVEL KOMPETENSI I : PENDAHULUAN DAN KONTRAK BELAJAR a. Penjelasan Silabi dan SAPdan Kontrak Belajar. b. Istilah dan pengertian c. Kedudukan penologi dalam IHP d. Sejarah perkembangan penologi 2. LEVEL KOMPETENSI II : PEMIDANAAN SBG BAGIAN DARI

INTEGRATED CRIMINAL JUSTICE SYSTEM a. Sistem peradilan pidana di Indonesia b. Teori-teori tujuan pemidanaan 3. LEVEL KOMPETENSI III: MACAM-MACAM SANKSI PIDANA a. Sejarah perkembangan sanksi pidana b. Macam2 sanksi pidana dalam hukum positif c. Macam2 sanksi pidana dalam RUU KUHP
4. LEVEL KOMPETENSI IV: PERKEMBANGAN SISTEM PEMBINAAN NAPI a. Sistem Kepenjaraan b. Sistem Pemasyarakatan c. Sistem Pembinaan Napi Menurut UU12/1995 5. LEVEL KOMPETENSI V : PRISONISASI DAN RESOSIALISASI a. Prisonisasi b. Resosialisasi 6. LEVEL KOMPETENSI VI: LEMBAGA PEMBINAAN a. LP b. BAPAS c. HAWASMAT d. KEJAKSAAN 7. LEVEL KOMPETENSI VII : KULIAH LAPANG

E. 1.

Mata Kuliah: PENOLOGI

LEVEL KOMPETENSI I PENGANTAR DAN KONTRAK BELAJAR

Waktu: Minggu ke- 1

SUBLEVEL KOMPETENSI : a. Penjelasan Silabi dan SAP serta Kontrak Belajar.

b.

c.

d.

Istilah dan pengertian asal kata penologi definisi penologi Kedudukan penologi dalam IHP Hk Pidana materiil Hk Pidana formil Hk Pidana empiris (penologi masuk huk pidana empiris) Sejarah perkembangan penology

TUJUAN PEMBELAJARAN : a. Pengenalan tujuan, maksud dan metode perkuliahan serta sistem penilaian b. Memberikan pemahaman mengenai arti kata penology ,pengertian dari penology serta kedudukan penology dalam ilmu pengetahuan hukum pidana termasuk perkembangan penology.

INDIKATOR HASIL BELAJAR :

a. Pada akhir perkuliahan mahasiswa dapat menjelaskan tentang asal kata dan pengertian penology. b. Pada akhir kuliah mahasiswa dapat menjelaskan mengenai kedudukan penology dalam ilmu pengetahuan hukum pidana yaitu hk pidana materiil,hukum pidana formil dan hukum pidana empiris. c. Pada akhir perkuliahan mahasiswa dapat menjelaskan sejarah perkembangan penology.
METODE PEMBELAJARAN : a. Ceramah; b. Diskusi; c. Media : LCD +PP EVALUASI : Keaktifan mahasiswa dalam berdiskusi dijadikan salah satu komponen penilaian Tugas Terstruktur I (T1)

BAHAN PUSTAKA:

Andi Hamzah,Asas-asas Hukum Pidana. Bambang Purnomo,Pelaksanaan Pidana Penjara dengan system Pemasyarakatan Barda Nawawi Arief,Perkembangan Sistem Pemidanaan di Indonesia,Pustaka Magister,Semarang,2007 ______________,Bunga Rampai Kebijakan Hukum Pidana: perkembangan Penyusunan konsep KUHP Baru,2010. Bambang Waluyo,Pidana dan pemidanaan,Sinar Grafika,Jakarta,2004 Barners and Testers,New Horison Criminology,Lippincot, Philadelphia,New York,1960 Dwija Priyatna,Sistem Pelaksanaan Pidana Penjara di Indonesia,Refika Aditama,Bandung,2006 Jimly Asshiddiqie, Pembaharuan Hukum Pidana Indonesia,Penerbit Angkasa,Bandung,1995. Lamintang,Hukum Pentensier Indonesia,Armico,Bandung,1984. Muladi dan Barda Nawawi Arief,Teori dan Kebijakan Pidana,Alumni Bandung. Ninik Suparni, Eksistensi pidana Denda dalam Sistem Pidana dan Pemidanaan,Sinar Grafika,2007. Petrus Irwan Panjaitan dan Pandapotan Simorangkir,Lembaga Pemasyarakatan dalam Perspektif Sistem Peradilan Pidana,Pustaka Sinar Harapan,Jakarta,1995. Romli Atmasasmita,Strategi Pembinaan Pelanggar Hukum dalam Konteks Penegakan Hukum Di Indonesia,Alumni,Bandung. _______________,Kapita Selekta Hukum Pidana Dan Kriminologi,Penerbit Mandar Maju,Bandung,1995. Sudjono Dirdjosisworo,Sejarah dan Azas Penologi,Armico,Bandung. Taufik R Khafidz dan Haryo Wisnu wardono,Bantuan Hukum dan Santunan Terpidana,Fakultas Hukum,tidak dipublikasikan.

Undang-undang no 12 tahun 1995 tentang Pemasyarakatan Undang-undang n0.3 tahun 1997 tentang Pengadilan Anak Undang-undang no 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Undang-undang no.8 tahun 1981 tentang KUHAP Undang-undang no.16 tahun 2004 tentang Kejaksaan Republik Indonesia Peraturan Pemerintah no.31 tahun 1999 Peraturan Pemerintah no 32 tahun 1999

E. 2.

Mata Kuliah: PENOLOGI

LEVEL KOMPETENSI 2 PEMIDANAAN SBG BAGIAN DARI INTEGRATED CRIMINAL JUSTICE SYSTEM

Waktu: Minggu ke 2 dan ke-3

SUBLEVEL KOMPETENSI :

a. Sistem peradilan pidana di Indonesia Penyidikan-penuntutan-pemeriksaan di persidanganpelaksanaan putusan Tahap pelaksanaan putusan peradilan yg telah berkekuatan hukum tetap Pelaksanaan putusan pemidanaan Peran jaksa dalam pelaksanaan putusan Peran hawasmat dalam pelaksanaan putusan b. Teori-teori tujuan pemidanaan teori absolut teori relative teori gabungan teori pembinaan

TUJUAN PEMBELAJARAN : a. mahasiswa mengerti dan memahami tentang sistem peradilan pidana yang meliputi tahap penyidikan,penuntutan,pemeriksaan di persidangan. b. mahasiswa mengerti dan memahami mengenai tahap pelaksanaan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap. c. mahasiswa memahami dan mengerti mengenai pelaksanaan putusan pemidanaan. d. mahasiswa memahami dan mengerti peran hawasmat dalam pelaksanaan putusan e. mahasiswa memahami dan mengerti mengenai teori tujuan pemidanaan. INDIKATOR HASIL BELAJAR : a. pada akhir perkuliahan,mahasiswa dapat menjelaskan secara singkat tahapan proses pemeriksaan perkara pidana.

b. Pada akhir perkuliahan mahasiswa dapat menjelaskan mengenai pelaksanaan putusan pengadilan yang berkekuatan tetap. c. Pada akhir perkuliahan mahasiswa dapat menjelaskan pelaksanaan putusan pemidanaan. d. Pada akhir perkuliahan mahasiswa dapat menjelaskan peran hawasmat dalam pelaksanaan putusan. e. Pada akhir perkuliahan mahasiswa dapat menjelaskan 4 teori tujuan pemidanaan.

METODE PEMBELAJARAN : a. Ceramah; b. Diskusi; c. Penugasan pengumpulan bahan/materi. d. Media: LCD dan PP EVALUASI : 1. Keaktifan mahasiswa dalam berdiskusi , 2. Pembuatan Tugas Terstruktur .

BAHAN PUSTAKA:

Andi Hamzah,Asas-asas Hukum Pidana. Bambang Purnomo,Pelaksanaan Pidana Penjara dengan system Pemasyarakatan Barda Nawawi Arief,Perkembangan Sistem Pemidanaan di Indonesia,Pustaka Magister,Semarang,2007 ______________,Bunga Rampai Kebijakan Hukum Pidana: perkembangan Penyusunan konsep KUHP Baru,2010. Bambang Waluyo,Pidana dan pemidanaan,Sinar Grafika,Jakarta,2004 Barners and Testers,New Horison Criminology,Lippincot, Philadelphia,New York,1960 Dwija Priyatna,Sistem Pelaksanaan Pidana Penjara di Indonesia,Refika Aditama,Bandung,2006 Jimly Asshiddiqie, Pembaharuan Hukum Pidana Indonesia,Penerbit Angkasa,Bandung,1995. Lamintang,Hukum Pentensier Indonesia,Armico,Bandung,1984. Muladi dan Barda Nawawi Arief,Teori dan Kebijakan Pidana,Alumni Bandung. Ninik Suparni, Eksistensi pidana Denda dalam Sistem Pidana dan Pemidanaan,Sinar Grafika,2007. Petrus Irwan Panjaitan dan Pandapotan Simorangkir,Lembaga Pemasyarakatan dalam Perspektif Sistem Peradilan Pidana,Pustaka Sinar Harapan,Jakarta,1995. Romli Atmasasmita,Strategi Pembinaan Pelanggar Hukum dalam Konteks Penegakan Hukum Di Indonesia,Alumni,Bandung. _______________,Kapita Selekta Hukum Pidana Dan Kriminologi,Penerbit Mandar Maju,Bandung,1995. Sudjono Dirdjosisworo,Sejarah dan Azas Penologi,Armico,Bandung. Taufik R Khafidz dan Haryo Wisnu wardono,Bantuan Hukum dan Santunan Terpidana,Fakultas Hukum,tidak dipublikasikan.

Undang-undang no 12 tahun 1995 tentang Pemasyarakatan Undang-undang no 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Undang-undang no.8 tahun 1981 tentang KUHAP Undang-undang no.16 tahun 2004 tentang Kejaksaan Republik Indonesia Peraturan Pemerintah no.31 tahun 1999 Peraturan Pemerintah no 32 tahun 1999

E. 3.

Mata Kuliah: PENOLOGI

LEVEL KOMPETENSI 3

MACAM-MACAM SANKSI PIDANA

Waktu: Minggu ke -4 dan ke 5

SUB LEVEL KOMPETENSI :

a. Sejarah perkembangan sanksi pidana Masa masyarakat primitif Sanksi Pidana menurut hukum agama Masa modern

b. Macam sanksi pidana dalam hukum positif di Indonesia Jenis pidana (pasal 10 KUHP) Pidana pokok : mati, seumur hidup, penjara selama waktu tertentu,percobaan,pembebasan bersyarat) Kurungan, Denda Pidana tambahan: o Pencabutan hak2tertentu, o perampasan barang ttt, o pengumuman putusan hakim Jenis pidana diluar KUHP Pidana tutupan(UU20/1946) Pidana pengawasan ( Ps 23 UU pengadilan anak) Pidana cambuk (qonun aceh) Klasifikasi jenis pidana: hilangnya nyawa hilangnya kemerdekaan, pidana perampasan harta benda c. Macam2 sanksi pidana dalam RUU KUHP

TUJUAN PEMBELAJARAN : a. mahasiswa mengerti tentang perkembangan sanksi pidana b. mahasiswa mengerti tentang sanksi pidana dalam hukum positif di Indonesia. c. Mahasiswa mengerti tentang macam-macam sanksi pidana menurut RUU KUHP.

INDIKATOR HASIL BELAJAR : 1. Pada akhir perkuliahan mahasiswa dapat menjelaskan perkembangan sanksi pidana pada masyarakat primitive. 2. Pada akhir perkuliahan mahasiswa dapat menjelaskan perkembangan sanksi pidana menurut hukum agama 3. Pada akhir perkuliahan mahasiswa dapat menjelaskan perkembangan sanksi pidana menurut masa moderen 4. Pada akhir perkuliahan mahasiswa dapat menyebutkan jenis pidana pokok dan pidana tambahan. 5. Pada akhir perkuliahan mahasiswa dapat menjelaskan 4 jenis pidana pokok. 6. Pada akhir perkuliahan mahasiswa dapat menyebutkan 3 jenis pidana di luar KUHP ( UU no.20 tahun 1946,UU ttg Pengadilan anak dan dari Qonun aceh ) 7. Pada akhir perkuliahan mahasiswa dapat menjelaskan pidana tutupan menurut undang-undang no.20 tahun 1946. 8. Pada akhir perkuliahan mahasiswa dapat menjelaskan pidana pengawasan menurut undang-undang tentang perlindungan anak. 9. Pada akhir perkuliahan mahasiswa dapat menjelaskan pidana cambuk menurut qounun Aceh. 10. Pada akhir perkuliahan mahasiswa dapat menyebutkan 3 klasifikasi jenis pidana. 11. Pada akhir perkuliahan mahasiswa dapat menjelaskan tentang pidana hilangnya nyawa beserta contohnya. 12. Pada akhir perkuliahan mahasiswa dapat menjelaskan serta memberikan contoh pidana hilangnya kemerdekaan. 13. Pada akhir perkuliahan mahasiswa dapat menjelaskan serta memberikan contoh mengenai pidana perampasan harta benda. 14. Pada akhir perkuliahan mahasiswa dapat menyebutkan 4 macam jenis pidana pokok di RUU KUHP. 15. Pada akhir perkuliahan mahasiswa dapat menyebutkan 4 macam jenis pidana tambahan di RUU KUHP.

METODE PEMBELAJARAN : d. Ceramah; e. Diskusi; f. Penugasan pengumpulan bahan e. Media: LCD dan PP EVALUASI : 1. Keaktifan mahasiswa dalam berdiskusi 2. Penugasan .

BAHAN PUSTAKA:

Andi Hamzah,Asas-asas Hukum Pidana. Bambang Purnomo,Pelaksanaan Pidana Penjara dengan system Pemasyarakatan Barda Nawawi Arief,Perkembangan Sistem Pemidanaan di Indonesia,Pustaka Magister,Semarang,2007 ______________,Bunga Rampai Kebijakan Hukum Pidana: perkembangan Penyusunan konsep KUHP Baru,2010. Bambang Waluyo,Pidana dan pemidanaan,Sinar Grafika,Jakarta,2004 Barners and Testers,New Horison Criminology,Lippincot, Philadelphia,New York,1960 Dwija Priyatna,Sistem Pelaksanaan Pidana Penjara di Indonesia,Refika Aditama,Bandung,2006 Jimly Asshiddiqie, Pembaharuan Hukum Pidana Indonesia,Penerbit Angkasa,Bandung,1995. Lamintang,Hukum Pentensier Indonesia,Armico,Bandung,1984. Muladi dan Barda Nawawi Arief,Teori dan Kebijakan Pidana,Alumni Bandung. Ninik Suparni, Eksistensi pidana Denda dalam Sistem Pidana dan Pemidanaan,Sinar Grafika,2007. Petrus Irwan Panjaitan dan Pandapotan Simorangkir,Lembaga Pemasyarakatan dalam Perspektif Sistem Peradilan Pidana,Pustaka Sinar Harapan,Jakarta,1995. Romli Atmasasmita,Strategi Pembinaan Pelanggar Hukum dalam Konteks Penegakan Hukum Di Indonesia,Alumni,Bandung. _______________,Kapita Selekta Hukum Pidana Dan Kriminologi,Penerbit Mandar Maju,Bandung,1995. Sudjono Dirdjosisworo,Sejarah dan Azas Penologi,Armico,Bandung. Taufik R Khafidz dan Haryo Wisnu wardono,Bantuan Hukum dan Santunan Terpidana,Fakultas Hukum,tidak dipublikasikan.

Undang-undang no 12 tahun 1995 tentang Pemasyarakatan Undang-undang no 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Undang-undang no.8 tahun 1981 tentang KUHAP Undang-undang no.16 tahun 2004 tentang Kejaksaan Republik Indonesia Peraturan Pemerintah no.31 tahun 1999 Peraturan Pemerintah no 32 tahun 1999

E. 4.

Mata Kuliah: PENOLOGI

LEVEL KOMPETENSI 4

PERKEMBANGAN SISTEM PEMBINAAN NAPI

Waktu: Minggu ke 6 ,7dan ke- 8

10

SUB LEVEL KOMPETENSI :

a. Sistem Kepenjaraan sejarah sistem kepenjaraan di berbagai negara sistem penjara jaman kolonial Belanda b. Sistem Pemasyarakatan Sejarah pemasyarakatan Indonesia(Konsep Saharjo) Konggres Lembang c. Sistem Pembinaan Napi Menurut UU12/1995 1.1. Dasar hukum : UU,PP,SK Menhukham. 1.2. 1.3. Pengertian sistem pemasyarakatan Pihak-pihak yang terlibat dalam system pemasyarakatan :

d. e. f. g.

Warga binaan pemasyarakatan, anak didik pemasyarakatan, 1.4. Pengertian Napi napi orang dewasa napi anak Tujuan pembinaan Asas pembinaan napi Hak-hak napi Tahap pembinaan napi tahap awal (maksimum security) tahap lanjutan(medium dan minimum security)

TUJUAN PEMBELAJARAN : Mahasiswa memahami,mengerti dan mampu menganalisis tentang perkembangan system pembinaan narapidana mulai dari system kepenjaraan sampai dengan system pemasyarakatan.

11

INDIKATOR HASIL BELAJAR : 1. Pada akhir perkuliahan mahasiswa dapat menjelaskan mengenai sejarah kepenjaraan di 3 negara. 2. Pada akhir perkuliahan mahasiswa dapat menjelaskan sejarah

kepenjaraan jaman colonial Belanda.


3. Pada akhir perkuliahan mahasiswa dapat menjelaskan system

Pemasyarakatan.
4. Pada akhir perkuliahan mahasiswa dapat menjelaskan pengertian

5.

6.

7.

8. 9. 10.

system pemasyarakatan menurut undang-undang no.12 tahun 1995. Pada akhir perkuliahan mahasiswa dapat menjelaskan tujuan pembinaan narapidana menurut Undang-undang no.12 tahun 1995. Pada akhir perkuliahan mahasiswa dapat menjelaskan pengertian narapidana,narapidana anak,anak didik pemasyarakatan,warga binaan pemasyarakatan. Pada akhir perkuliahan mahasiswa dapat menjelaskan 4 asas pembinaan narapidana menurut Undang-undang no.12 tahun 1995. Pada akhir perkuliahan mahasiswa dapat menjelaskan 5 hak-hak narapidana yang diatur oleh Undang-undang no 12 tahun 1995. Pada akhir perkuliahan mahasiswa dapat menjelaskan pembinaan narapidana pada tahap awal. Pada akhir perkuliahan mahasiswa dapat menjelaskan pembinaan narapidana pada tahap lanjutan.

METODE PEMBELAJARAN : g. Ceramah; h. Diskusi; i. Penugasan pengumpulan bahan f. Media: LCD dan PP EVALUASI : Keaktifan mahasiswa dalam berdiskusi dijadikan salah satu komponen penilaian Tugas Terstruktur 2(T2)

12

BAHAN PUSTAKA:

Andi Hamzah,Asas-asas Hukum Pidana. Bambang Purnomo,Pelaksanaan Pidana Penjara dengan system Pemasyarakatan Barda Nawawi Arief,Perkembangan Sistem Pemidanaan di Indonesia,Pustaka Magister,Semarang,2007 ______________,Bunga Rampai Kebijakan Hukum Pidana: perkembangan Penyusunan konsep KUHP Baru,2010. Bambang Waluyo,Pidana dan pemidanaan,Sinar Grafika,Jakarta,2004 Barners and Testers,New Horison Criminology,Lippincot, Philadelphia,New York,1960 Dwija Priyatna,Sistem Pelaksanaan Pidana Penjara di Indonesia,Refika Aditama,Bandung,2006 Jimly Asshiddiqie,Pembaharuan Hukum Pidana Indonesia,Penerbit Angkasa,Bandung,1995. Lamintang,Hukum Pentensier Indonesia,Armico,Bandung,1984. Muladi dan Barda Nawawi Arief,Teori dan Kebijakan Pidana,Alumni Bandung. Ninik Suparni,Eksistensi pidana Denda dalam Sistem Pidana dan Pemidanaan,Sinar Grafika,2007. Petrus Irwan Panjaitan dan Pandapotan Simorangkir,Lembaga Pemasyarakatan dalam Perspektif Sistem Peradilan Pidana,Pustaka Sinar Harapan,Jakarta,1995. Romli Atmasasmita,Strategi Pembinaan Pelanggar Hukum dalam Konteks Penegakan Hukum Di Indonesia,Alumni,Bandung. _______________,Kapita Selekta Hukum Pidana Dan Kriminologi,Penerbit Mandar Maju,Bandung,1995. Sudjono Dirdjosisworo,Sejarah dan Azas Penologi,Armico,Bandung. Taufik R Khafidz dan Haryo Wisnu wardono,Bantuan Hukum dan Santunan Terpidana,Fakultas Hukum,tidak dipublikasikan.

Undang-undang no 12 tahun 1995 tentang Pemasyarakatan Undang-undang no 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Undang-undang no.8 tahun 1981 tentang KUHAP Undang-undang no.16 tahun 2004 tentang Kejaksaan Republik Indonesia Peraturan Pemerintah no.31 tahun 1999 Peraturan Pemerintah no 32 tahun 1999

13

E. 5.

Mata Kuliah: PENOLOGI

LEVEL KOMPETENSI 5

PRISONISASI DAN RESOSIALISASI

Waktu: Minggu ke 9

SUB LEVEL KOMPETENSI :

a. Prisonisasi budaya napi dampak negatif pidana penjara b. Resosialisasi efek jera tidak residive diterima kembali oleh masyarakat
TUJUAN PEMBELAJARAN : Mahasiswa memahami dan mengerti tentang adanya prisonisasi yang meliputi budaya napi dan dampak negative yang ditimbulkan dari pidana penjara. Mahasiswa memahami dan mengerti tantang konsep resosialisasi dengan melihat dampaknya yaitu efek jera,tidak residive dan diterima kembali oleh masyarakat. INDIKATOR HASIL BELAJAR : 1. Pada akhir perkuliahan mahasiswa dapat menjelaskan dan menganalisis tentang prisonisasi . 2. Pada akhir perkuliahan mahasiswa dapat menjelaskan 3 macam budaya narapidana. 3. Pada akhir perkuliahan mahasiswa dapat menjelaskan 5 macam

dampak negative yang ditimbulkan pidana penjara. 4. Pada akhir perkuliahan mahasiswa dapat menjelaskan tentang konsep resosialisasi.
METODE PEMBELAJARAN : j. Ceramah; k. Diskusi; l. Penugasan pengumpulan bahan g. Media: LCD dan PP EVALUASI : Keaktifan mahasiswa dalam berdiskusi dijadikan salah satu komponen penilaian Tugas Terstruktur 2(T2)

14

BAHAN PUSTAKA

Andi Hamzah,Asas-asas Hukum Pidana. Bambang Purnomo,Pelaksanaan Pidana Penjara dengan system Pemasyarakatan Barda Nawawi Arief,Perkembangan Sistem Pemidanaan di Indonesia,Pustaka Magister,Semarang,2007 ______________,Bunga Rampai Kebijakan Hukum Pidana: perkembangan Penyusunan konsep KUHP Baru,2010. Bambang Waluyo,Pidana dan pemidanaan,Sinar Grafika,Jakarta,2004 Barners and Testers,New Horison Criminology,Lippincot, Philadelphia,New York,1960 Dwija Priyatna,Sistem Pelaksanaan Pidana Penjara di Indonesia,Refika Aditama,Bandung,2006 Jimly Asshiddiqie, Pembaharuan Hukum Pidana Indonesia,Penerbit Angkasa,Bandung,1995. Lamintang,Hukum Pentensier Indonesia,Armico,Bandung,1984. Muladi dan Barda Nawawi Arief,Teori dan Kebijakan Pidana,Alumni Bandung. Ninik Suparni, Eksistensi pidana Denda dalam Sistem Pidana dan Pemidanaan,Sinar Grafika,2007. Petrus Irwan Panjaitan dan Pandapotan Simorangkir,Lembaga Pemasyarakatan dalam Perspektif Sistem Peradilan Pidana,Pustaka Sinar Harapan,Jakarta,1995. Romli Atmasasmita,Strategi Pembinaan Pelanggar Hukum dalam Konteks Penegakan Hukum Di Indonesia,Alumni,Bandung. _______________,Kapita Selekta Hukum Pidana Dan Kriminologi,Penerbit Mandar Maju,Bandung,1995. Sudjono Dirdjosisworo,Sejarah dan Azas Penologi,Armico,Bandung. Taufik R Khafidz dan Haryo Wisnu wardono,Bantuan Hukum dan Santunan Terpidana,Fakultas Hukum,tidak dipublikasikan.

Undang-undang no 12 tahun 1995 tentang Pemasyarakatan Undang-undang no 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Undang-undang no.8 tahun 1981 tentang KUHAP Undang-undang no.16 tahun 2004 tentang Kejaksaan Republik Indonesia Peraturan Pemerintah no.31 tahun 1999 Peraturan Pemerintah no 32 tahun 1999
E. 6. Mata Kuliah: PENOLOGI LEVEL KOMPETENSI 6 Waktu: Minggu ke 10 dan ke 11

LEMBAGA PEMBINAAN

15

SUB LEVEL KOMPETENSI :

a. LP klasifikasi LP berdasarkan kelas klasifikasi LP berdasarkan pelaku. b. BAPAS fungsi BAPAS berkaitan dg pembebasan bersyarat fungsi BAPAS berkaitan dg tersangka dan terdakwa anak c. HAWASMAT fungsi pengawasan fungsi pengamatan d. KEJAKSAAN fungsi kejaksaan sebagai lembaga eksekutor fungsi kejaksaan sbg pengawas pelaksanaan pembebasan bersyarat
TUJUAN PEMBELAJARAN : Mahasiswa mengetahui lembaga/instansi lain yang terkait dengan pembinaan narapidana

INDIKATOR HASIL BELAJAR : 1. Pada akhir perkuliahan mahasiswa dapat menyebutkan 3 lembaga lain

yang terkait dengan pembinaan napi.


2. Pada akhir perkuliahan mahasiswa dapat menjelaskan 3 klasifikasi LP menurut klas. 3. Pada akhir perkuliahan mahasiswa dapat menjelaskan 3 klasifikasi LP berdasarkan pelaku. 4. Pada akhir perkuliahan mahasiswa dapat menjelaskan fungsi BAPAS dalam kaitannya dengan pembebasan bersyarat dan tersangka/terdakwa anak. 5. Pada akhir perkuliahan mahasiswa dapat menjelaskan fungsi Kejaksaan sebagai lembaga eksekutor dan pengawas pelaksanaan pembebasan bersyarat. 6. Pada akhir perkuliahan mahasiswa dapat menjelaskan fungsi Hawasmat dalam hal pengawasan dan pengamatan.

METODE PEMBELAJARAN : m. Ceramah; n. Diskusi; o. Penugasan pengumpulan bahan h. Media: LCD dan PP EVALUASI : Keaktifan mahasiswa dalam berdiskusi dijadikan salah satu komponen penilaian Tugas Terstruktur 2 (T2)

16

BAHAN PUSTAKA:

Andi Hamzah,Asas-asas Hukum Pidana. Bambang Purnomo,Pelaksanaan Pidana Penjara dengan system Pemasyarakatan Barda Nawawi Arief,Perkembangan Sistem Pemidanaan di Indonesia,Pustaka Magister,Semarang,2007 ______________,Bunga Rampai Kebijakan Hukum Pidana: perkembangan Penyusunan konsep KUHP Baru,2010. Bambang Waluyo,Pidana dan pemidanaan,Sinar Grafika,Jakarta,2004 Barners and Testers,New Horison Criminology,Lippincot, Philadelphia,New York,1960 Dwija Priyatna,Sistem Pelaksanaan Pidana Penjara di Indonesia,Refika Aditama,Bandung,2006 Jimly Asshiddiqie, Pembaharuan Hukum Pidana Indonesia,Penerbit Angkasa,Bandung,1995. Lamintang,Hukum Pentensier Indonesia,Armico,Bandung,1984. Muladi dan Barda Nawawi Arief,Teori dan Kebijakan Pidana,Alumni Bandung. Ninik Suparni, Eksistensi pidana Denda dalam Sistem Pidana dan Pemidanaan,Sinar Grafika,2007. Petrus Irwan Panjaitan dan Pandapotan Simorangkir,Lembaga Pemasyarakatan dalam Perspektif Sistem Peradilan Pidana,Pustaka Sinar Harapan,Jakarta,1995. Romli Atmasasmita,Strategi Pembinaan Pelanggar Hukum dalam Konteks Penegakan Hukum Di Indonesia,Alumni,Bandung. _______________,Kapita Selekta Hukum Pidana Dan Kriminologi,Penerbit Mandar Maju,Bandung,1995. Sudjono Dirdjosisworo,Sejarah dan Azas Penologi,Armico,Bandung. Taufik R Khafidz dan Haryo Wisnu wardono,Bantuan Hukum dan Santunan Terpidana,Fakultas Hukum,tidak dipublikasikan.

Undang-undang no 12 tahun 1995 tentang Pemasyarakatan Undang-undang no 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Undang-undang no.8 tahun 1981 tentang KUHAP Undang-undang no.16 tahun 2004 tentang Kejaksaan Republik Indonesia Peraturan Pemerintah no.31 tahun 1999 Peraturan Pemerintah no 32 tahun 1999

E. 7.

Mata Kuliah: PENOLOGI

LEVEL KOMPETENSI 7

KULIAH LAPANG

Waktu: Minggu ke -12

SUBLEVEL KOMPETENSI :

Kunjungan ke Lembaga Pemasyarakatan atau ke lembaga lain.

17

TUJUAN PEMBELAJARAN : Mahasiswa dapat mengetahui proses pembinaan bagi pelanggar hukum pada umumnya atau pembinaan narapidana pada khususnya di dalam praktik.

INDIKATOR HASIL BELAJAR

1.

2. 3.

Setelah melakukan kuliah lapang,mahasiswa dapat menjelaskan mengenai proses pembinaan narapidana atau pelanggar hukum lainnya. Setelah melakukan kuliah lapang mahasiswa dapat menganalisis proses pembinaan narapidana atau pelanggar hukum lainnya. Setelah melakukan kuliah lapang,mahasiswa dapat melakukan evaluasi dan memberikan rekomendasi untuk perbaikan proses pembinaan narapidana atau pelanggar hukum lainnya.

METODE PEMBELAJARAN :

1. Praktik lapang 2. Diskusi 3. Penugasan


EVALUASI : Keaktifan mahasiswa dalam berdiskusi dijadikan salah satu komponen penilaian Tugas Terstruktur 2 (T2)

18

BAHAN PUSTAKA:

Andi Hamzah,Asas-asas Hukum Pidana. Bambang Purnomo,Pelaksanaan Pidana Penjara dengan system Pemasyarakatan Barda Nawawi Arief,Perkembangan Sistem Pemidanaan di Indonesia,Pustaka Magister,Semarang,2007 ______________,Bunga Rampai Kebijakan Hukum Pidana: perkembangan Penyusunan konsep KUHP Baru,2010. Bambang Waluyo,Pidana dan pemidanaan,Sinar Grafika,Jakarta,2004 Barners and Testers,New Horison Criminology,Lippincot, Philadelphia,New York,1960 Dwija Priyatna,Sistem Pelaksanaan Pidana Penjara di Indonesia,Refika Aditama,Bandung,2006 Jimly Asshiddiqie, Pembaharuan Hukum Pidana Indonesia,Penerbit Angkasa,Bandung,1995. Lamintang,Hukum Pentensier Indonesia,Armico,Bandung,1984. Muladi dan Barda Nawawi Arief,Teori dan Kebijakan Pidana,Alumni Bandung. Ninik Suparni, Eksistensi pidana Denda dalam Sistem Pidana dan Pemidanaan,Sinar Grafika,2007. Petrus Irwan Panjaitan dan Pandapotan Simorangkir,Lembaga Pemasyarakatan dalam Perspektif Sistem Peradilan Pidana,Pustaka Sinar Harapan,Jakarta,1995. Romli Atmasasmita,Strategi Pembinaan Pelanggar Hukum dalam Konteks Penegakan Hukum Di Indonesia,Alumni,Bandung. _______________,Kapita Selekta Hukum Pidana Dan Kriminologi,Penerbit Mandar Maju,Bandung,1995. Sudjono Dirdjosisworo,Sejarah dan Azas Penologi,Armico,Bandung. Taufik R Khafidz dan Haryo Wisnu wardono,Bantuan Hukum dan Santunan Terpidana,Fakultas Hukum,tidak dipublikasikan.

Undang-undang no 12 tahun 1995 tentang Pemasyarakatan Undang-undang no 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Undang-undang no.8 tahun 1981 tentang KUHAP Undang-undang no.16 tahun 2004 tentang Kejaksaan Republik Indonesia Peraturan Pemerintah no.31 tahun 1999 Peraturan Pemerintah no 32 tahun 1999

19