Anda di halaman 1dari 4

TUGAS MATA KULIAH MANAJEMEN KEUANGAN RUMAH SAKIT Komponen Pendapatan Rumah Sakit

Oleh: 1. Friskanti Putri Dwi .M. 2. Widya Noormalasari 3. Eka Wahyuni (102110101026) (102110101028) (102110101031)

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS JEMBER TAHUN 2013

PENDAPATAN (Revenues) Menurut Financial Accounting Standard Board yang dikutip oleh Harahap(1999:58), definisi pendapatan adalah arus masuk atau peningkatan nilai aset dari suatu entity atau penyelesaian kewajiban dari entity atau gabungan dari keduanya selama periode tertentu yang berasal dari penyerahan/produksi barang, pemberian jasa atas pelaksana kegiatan lainnya yang merupakan kegiatan utama perusahaan yang sedang berjalan. SIKLUS PENDAPATAN Siklus pendapatan (revenue cycle) di Rumah Sakit terdiri dari beberapa fungsi seperti pemberian jasa pelayanan rumah sakit kepada pasien, penerimaan kas, dan pengelolaan piutang. A. Pemberian Pelayanan Fungsi pemberian pelayanan rumah sakit (usaha) terdiri dari sub fungsi pelayanan medis dan pelayan non medis dan uraiannya sebagai berikut: 1. Pelayanan medis yang terbagi lagi menjadi 3 (tiga) bagian, yaitu: 1. pelayanan medis yaitu jasa yang terkait langsung dengan pelayanan dokter kepada masyarakat. 2. pelayanan keperawatan yaitu jasa yang terkait langsung dengan pelayanan keperawatan kepada masyarakat. 3. penunjang medis yaitu jasa yang berfungsi sebagai pendukung di dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat, yaitu: 1) penunjang medis yang berhubungan dengan pasien a) Farmasi b) Laboratorium c) Fisioterapi d) Radiologi e) Pemulasaran jenazah f) Central Sterile Supply Department (CSSD) g) Operatie Khamer (OK) h) Hemodialisis i) Extracorporeal Shckwave Lithotripsy (ESWL) j) Endoskopi k) Echocardiography (ECG) l) Gizi 2) penunjang medis yang tidak berhubungan dengan pasien a) Instalasi Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit (IPSRS) b) Sistem Informasi Manajemen c) Laundry 2. Pelayanan non-medis yaitu jasa yang berfungsi di dalam peningkatan mutu kinerja rumah sakit, namun tidak terkait secara langsung dengan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, misalnya administrasi.

B. Penerimaan Kas Sumber penerimaan kas rumah sakit yang terkait dengan operasi rumah sakit terdiri dari tiga bagian, yaitu: 1. Penerimaan hasil usaha rumah sakit 1. Pendapatan operasional 1) pendapatan rawat jalan; 2) pendapatan rawat inap; 3) pendapatan tindakan medis; 4) pendapatan penunjang medis; 5) pendapatan operasional lainnya. Secara rinci sebagai berikut: Penjualan obat Pendapatan jasa Pendapatan Pendapatan Pendapatan medis perawatan inap penunjang operasional lainnya Obat rawat inap Jasa medis Sewa kamar Laboratorium Administrasi visitasi dan rawat jalan Obat instalasi Administrasi Rontgen tindakan farmasi rawat inap Jasa rujukan Fisioterapi perawatan IKS Transfusi darah Utilitas kamar ESWL Jasa medis poli Jasa rujukan Pemakaian USG rawat jalan bidan N2O/O2 Peralatan medik Pemeriksaan Intubasi luar Diagnostic Kamar jenazah Hemodialita Materai Endoscopy Gizi General ceck Discount up cetakan Sewa alat Paspor medis kesehatan Sewa alat Ambulance operasi 2. Penghasilan non operasional 1) pendapatan jasa lembaga keuangan; 2) pendapatan kerja sama operasi (KSO); 3) pendapatan sewa 2. Penerimaan hibah 3. Penerimaan anggaran APBN/D C. Pengelolaan Piutang Fungsi pengelolaan piutang tidak terlepas dari fungsi pemberian jasa pelayanan dan mencakup sub fungsi penerimaan kas dari pencairan piutang, penagihan, dan sub fungsi piutang usaha itu

sendiri yang bertugas memelihara informasi piutang pasien/ pihak lain secara berkelanjutan.