Anda di halaman 1dari 8

Laporan Biologi Jaringan Hewan

I.

Judul Praktikum

: Pengamatan Struktur dan Fungsi Jaringan Hewan

Tanggal Praktikum : 10 Oktober 2012

II.

Tujuan

Memahami bentuk dan bagian-bagian jaringan hewan.

III.

Dasar Teori

Jaringan adalah kumpulan sel yang memiliki struktur dan fungsi yang sama untuk membentuk suatu organ. Jaringan dengan struktur yang khusus memungkinkan mereka mempunyai fungsi yang spesifik. Ilmu yang mempelajari jaringan disebut histologi. Jaringan didalam tubuh hewan mempunyai sifat yang khusus dalam melakukan fungsinya, seperti peka dan pengendali (jaringan saraf), gerakan (jaringan otot), penunjang dan pengisi tubuh (jaringan ikat), absorbsi dan sekresi (jaringan epitel), bersifat cair (darah) dan lainnya. Jenis jaringan yang umumnya dimiliki oleh vertebrata dan manusia yaitu : a. Jaringan epitel

Jaringan epitel merupakan jaringan yang melapisi permukaan tubuh dan membatasi tubuh. Jaringan ini hampir ditemukan hampir di seluruh tubuh. Jaringan epitel memiliki fungsi untuk melindungi jaringan di bawahnya dari kerusakan dan mengangkut zat-zat antar-jaringan atau rongga yang dipisahkannya, serta mengeluarkan berbagai macam enzim (epitel pada saluran pencernaan). Berdasarkan strukturnya, terbagi menjadi epitel pipih, epitel batang, dan epitel kubus. Berdasarkan lapisan penyusunnya, terbagi menjadi: Epitel pipih selapis Epitel pipih berlapis banyak Epitel silindris selapis Epitel silindris berlapis banyak Epitel kubus selapis Epitel kubus berlapis banyak Epitel transisi Epitel kelenjar

b.

Jaringan ikat

Merupakan jaringan yang paling banyak terdapat di dalam tubuh. Bentuk sel-sel yang menyusun jaringan ikat mempunyai berbagai fungsi, yaitu menyokong dan memperkuat jaringan lain, melindungi organ-organ tubuh, menyimpan energi (jaringan lemak), membentuk struktur tubuh (tulang), dan menyusun sistem sirkulasi (darah). Terdiri dari berbagai jenis : c. Jaringan ikat longgar Jaringan ikat padat Jaringan lemak Jaringan darah Jaringan tulang rawan Jaringan tulang Jaringan limfe Jaringan otot

Jaringan otot dikelompokkan menjadi: Otot polos

Sel-sel otot polos berbentuk seperti gelendong dengan nukleus tunggal yang terletak di tengah. Otot polos terdapat pada semua organ tubuh yang berlubang kecuali jantung yaitu pembuluhdarah, usus, kantung kemih, dan rahim. Otot rangka (lurik)

Sel-sel otot rangka berbentuk silinder yang memiliki nukleus lebih dari satu yang terletak di tepi. Umumnya terdapat pada seluruh rangka tubuh. Otot jantung

Sel-sel otot jantung tersusun seperti anyaman bercabang dengan sedikit jaringan penyambung di sekelilingnya, nukleusnya terletak di tengah. Keistimewaannya adalah dapat berkontraksi secara terus-menerus dan ritmis. d. Jaringan saraf

Merupakan jaringan yang berperan mengirimkan sinyal-sinyal ke seluruh tubuh. Tersusun oleh selsel saraf yang disebut neuron. Neuron sensorik berfungsi untuk menerima sinyal dari lingkungan dan mengirimkannya ke saraf pusat. Neuron motorik berfungsi untuk mengirimkan sinyal dari saraf psat ke organ lainnya di dalam tubuh.

IV. 1. 2. a. b. c. d. e. f. g.

Alat dan Bahan Mikroskop Beberapa preparat awetan, seperti: Jaringan epitel pipih selapis Jaringan otot polos Jaringan otot lurik Jaringan otot jantung Jaringan tulang rawan (kartilago hyalin) Jaringan tulang keras (compact bone/hard bone) Jaringan saraf neuron (cerebrum)

V.

Cara Kerja

1. Dengan menggunakan mikroskop, amati semua bentuk-bentuk dari preparat awetan jaringan hewan. 2. Amati preparat jaringan epitel pipih selapis dimulai dari perbesaran rendah kemudian pindahkan ke perbesaran yang lebih tinggi (hati-hati pada saat memindahkan lensa perbesaran, jangan sampai lensa menyentuh preparat saat menggunakan perbesaran yang tinggi). Gambarlah sel-selnya. 3. Amati preparat awetan jaringan otot polos, otot lurik, dan otot jantung dimulai dari perbesaran yang lebih rendah kemudian pindahkan ke perbesaran yang lebih tinggi (hati-hati pada saat memindahkan lensa perbesaran, jangan sampai lensa menyentuh preparat saat menggunakan perbesaran yang tinggi). Gambarlah sel-selnya. 4. Amati preparat awetan jaringan tulang rawan (kartilago hyalin) dan tulang keras (compact bone/hard bone) dimulai dari perbesaran yang lebih rendah kemudian pindahkan ke perbesaran yang lebih tinggi (hati-hati pada saat memindahkan lensa perbesaran, jangan sampai lensa menyentuh preparat saat menggunakan perbesaran yang tinggi). Gambarlah sel-selnya. 5. Amati preparat awetan jaringan saraf neuron (cerebrum) dimulai dari perbesaran yang rendah kemudian pindahkan ke perbesaran yang lebih tinggi (hati-hati pada saat memindahkan lensa perbesaran, jangan sampai lensa menyentuh preparat saat menggunakan perbesaran yang tinggi). Gambarlah sel-selnya.

VI.

Hasil Gambar Pengamatan Otot lurik Gambar Literatur

Otot jantung

Neuron astrocyt

Otot polos kucing

Tulang rawan

Tulang keras

Epitel silindris

VII.

Pembahasan

Pada percobaan kali ini yaitu mengamati struktur dan fungsi jaringan hewan dapat memberi banyak pengetahuan. Setelah saya melakukan percobaan ini, saya dapat mengenal macam-macam jaringan hewan. Percobaan kali ini adalah mengamati preparat awetan jaringan hewan, seperti otot lurik, otot jantung, otot polos kucing, neuron astrocyt, tulang rawan, tulang keras, dan epitel silindris. Pada percobaan tersebut yang pertama saya amati adalah jaringan pada otot lurik. Dapat diketahui bahwa otot lurik berbentuk silinder panjang.Otot jenis ini memiliki miofibril dengan garis gelap dan garis terang sehingga kelihatan seperti berlurik-lurik. Inti selnya ada banyak di bagian pinggir-pinggirnya. Kontraksi otot lurik cepat tetapi tidak teratur dan mudah lelah. Otot lurik melekat pada sistem rangka. Otot lurik berfungsi sebagai alat gerak aktif karena dapat berkontraksi secara cepat dan kuat sehingga dapat menggerakkan tulang dan tubuh. Pengamatan kedua yang saya amati adalah jaringan pada otot jantung. Setelah pengamatan dilakukan, dapat diketahui bahwa otot jantungberbentuk silindris atau serabut pendek. Otot ini tersusun atas serabut lurik yang bercabang-cabang dan saling berhubungan satu dengan lainnya. Setiap selnya mempunyai satu atau dua inti yang terletak di tengah sarkoplasma. Otot ini hanya ditemukan di dinding jantung dan vena kava yang menuju jantung. Otot ini bekerja di luar kehendak. Kontraksi otot jantung berlangsung secara otomatis, teratur, tidak pernah lelah, dan bereaksi lambat. Fungsi dari otot jantung yaitu untuk memompa darah keluar dan kemudian berelaksasi untuk membiarkan darah mengalir kembali ke jantung setelah selesai mengedari semua bagian tubuh. Pengamatan selanjutnya yaitu jaringan neuron astrocyt. Hasil dari gambar pengamatan hampir sama dengan gambar literatur. Yaitu terdapat serabut dan banyak terdapat inti. Jaringan saraf merupakan jaringan yang berperan mengirimkan sinyal-sinyal ke seluruh tubuh. Preparat awetan selanjutnya yang saya amati adalah preparat awetan otot polos kucing. Hasil gambar pengamatan yang saya dapat tiak jauh berbeda dengan gambar literaturnya. Yaitu jaringan ini memiliki bentuk yang lembut, bergaris garis halus, dan terdapat titik-titik yang sepertinya menurut saya titik itu adalah nukleus. Tetapi menurut penelitian, otot polos berbentuk seperti gelendong, ujungnya runcing, dan pada setiap selnya terdapat satu inti sel yang terdapat di tengah dan bentuknya pipih. Otot polos berfungsi memberi gerakan di luar kehendak, misalnya gerakan zat sepanjang saluran pencernaan. Selain itu, berguna pula untuk mengontrol diameter pembuluh darah dan gerakan pupil mata. Preparat awetan selanjutnya yang saya amati adalah preparat awetan tulang rawan. Sel tulang rawan memiliki matriks berwarna putih kebiruan, transparan, dan homogen. Memiliki konsentrasi serat elastis yang tinggi. Berperan sebagai rangka pada saat embrio. Sedangkan pada orang dewasa, sel tulang rawan hialin melapisi permukaan sendi antartulang persendian, saluran pernafasan dan ujung tulang rusuk yang melekat pada tulang dada. Pengamatan yang selanjutnya adalah pengamatan pada jaringan epitel silindris.

Epitel berlapis silindris jarang ditemukan. Paling banyak terdiri dari dua lapisan saja. Berfungsi sebagai tempat sekresi, arbsorbsi, sebagai pelindung gerakan zat melewati permukaan dan sebagai saluran ekskresi kelenjar ludah dan kelenjar susu. Epitel selapis silindris terdiri dari satu lapis sel dan selnya berbentuk silindirs. Terlihat seperti epitelium kubus, namun potongan tegak lurus terlihat lebih tinggi. Sel epitel silindris ini ada yang memiliki silia pada permukaannya. Preparat awetan yang terakhir saya amati adalah preparat awetan tulang keras (hard bone). Bentuknya seperti serabut. Sel tulang keras merupakan jaringan ikat yang kaku, keras, dengan serabut kolagen yang tertanam di dalam matriks. Di dalam matriks sel tulang terdapat kalsium yang dapat bergerak dan diserap oleh darah. Hal ini merupakan peran penting tulang dalam proses homeostasis kadar kalsium dalam darah.

Perbedaan antara otot lurik, otot jantung, dan otot polos: Perbedaannya Tempat Otot lurik Melekat pada rangka Otot polos Dinding organ dalam seperti lambung, usus, dan sebagainya. Juga pada kandung kemih dan pembuluh darah. Otot jantung Dinding jantung

Bentuk serabut (sel)

Memanjang, ujung tumpul, silindris

Memanjang, bentuk Memanjang, gelendong, ujung silindris, bercabang lancip Satu di tengah Lama Satu di tengah Sedang

Nukleus Kemampuan tetap kontraksi Tipe kontrol

Banyak di tepi Sebentar

Menurut kemauan

Tidak menurut kemauan

Tidak menurut kemauan

VIII.

Kesimpulan

Dari percobaan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa: 1. 2. 3. Jaringan hewan adalah sekumpulan sel-sel padaa hewan yang memiliki fungsi yang sama. Jaringan hewan terdiri dari jaringan epitel, jaringan ikat, jaringan otot, dan jaringan saraf. Jaringan otot dibedakan menjadi otot polos, otot lurik, dan otot jantung.

4.

Masing-masing otot memiliki letak, bentuk, fungsi, dan cara kerja masing masing.

5. Sel tulang keras merupakan jaringan ikat yang kaku, keras, dengan serabut kolagen yang tertanam di dalam matriks. 6. Sel tulang rawan melapisi permukaan sendi antartulang persendian, saluran pernafasan dan ujung tulang rusuk yang melekat pada tulang dada (pada orang dewasa).

IX.

Daftar Pustaka Jakarta :

Aryulina, Diah dkk. 2010. BIOLOGY for Senior High School Grade XI Semester 1. Erlangga

Kebumen, 21 Oktober 2012 Praktikan,

Titis Monikasari / XI.IPA 1 / 30