Anda di halaman 1dari 12

FISIOLOGI MANUSIA

PRAKTIKUM KEKUATAN OTOT I. PENDAHULUAN I.1. Landasan Teori

2013

Otot rangka adalah masa otot yang bertaut pada tulang yang berperan dalam menggerakkan tulang-tulang tubuh. Secara fisiologis, kekuatan otot adalah kemampuan otot atau sekelompok otot untuk melakukan satu kali kontraksi secara maksimal melawan tahan/beban. Secara mekanis, kekuatan otot didefinisikan sebagai gaya yang dapat dihasilkan oleh otot atau sekelompok otot dalam satu kontrasi maksimal, hal ini dapat diukur dengan satu repetisi usaha maksimum atau 1 RM. Kekuatan otot sangat penting guna meningkatkan kondisi kebugaran jasmani karena kekuatan merupakan daya penggerak setiap aktivitas fisik, yang memegang peranan pula dalam melindungi seseorang dari kemungkinan cedera. Faktorfaktor yang mempengaruhi kekuatan otot normal adalah: ukuran diameter otot, ketegangan pada saat kontraksi, banyaknya motor unit, tipe kontraksi otot, tipe serabut otot, simpanan energi dan suplai darah, kecepatan kontraksi, motivasi orang yang bersangkutan. Mekanisme kerja otot pada dasarnya melibatkan suatu perubahan dalam keadaan yang relatif dari filamen-filamen aktin dan myosin. Selama kontraksi otot, filamen-filamen tipis aktin terikat pada dua garis yang bergerak ke Pita A, meskipun filamen tersebut tidak bertambah banyak. Namun, gerakan pergeseran itu mengakibatkan perubahan dalam penampilan sarkomer, yaitu penghapusan sebagian atau seluruhnya garis H. selain itu filamen myosin letaknya menjadi sangat dekat dengan garis-garis Z dan pita-pita A serta lebar sarkomer menjadi berkurang sehingga kontraksi terjadi. Kontraksi berlangsung pada interaksi antara aktin miosin untuk membentuk komplek aktin-miosin.

Mekanisme Kontraksi Otot (Sumber : www.colorado.edu)

TEKNOBIOMEDIK

Page 1

FISIOLOGI MANUSIA
Kontraksi otot dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain :

2013

1. Treppe atau staircase effect, yaitu meningkatnya kekuatan kontraksi berulang kali pada suatu serabut otot karena stimulasi berurutan berseling beberapa detik. Pengaruh ini disebabkan karena konsentrasi ion Ca2+ di dalam serabut otot yang meningkatkan aktivitas miofibril. 2. Summasi, berbeda dengan treppe, pada summasi tiap otot berkontraksi dengan kekuatan berbeda yang merupakan hasil penjumlahan kontraksi dua jalan (summasi unit motor berganda dan summasi bergelombang). 3. Fatique adalah menurunnya kapasitas bekerja karena pekerjaan itu sendiri. 4. Tetani adalah peningkatan frekuensi stimulasi dengan cepat sehingga tidak ada peningkatan tegangan kontraksi. 5. Rigor terjadi bila sebagian terbesar ATP dalam otot telah dihabiskan, sehingga kalsium tidak lagi dapat dikembalikan ke RS melalui mekanisme pemompaan. Kontraksi Otot Awal mula kontraksi terjadi ketika reticulum sarkoplasmik melepaskan ion Ca2+ ke dalam sarkoplasma. Pada sarkoplasma, ion kalsium berikatan dengan troponin, menjadi troponinC. Troponin tersebut menggeser tropomyosin dari daerah perlekatan myosin (myosin binding site) pada aktin. Ketika daerah perlekatan tersebut sudah tidak tertutupi tropomiosin, terjadilah siklus kontraksi otot. Kontraksi otot terdiri dari empat langkah: 1. ATP hidrolisis Pada kepala myosin, terdapat daerah perlekatan ATP (ATP binding-site) dan terdapat enzim ATPase.Enzim ATPase adalah enzim yang memecah ATP menjadi ADP dan kelompok fosfat. Pada proses hidrolisis ATP ini, kepala myosin menjadi bengkok. Produk dari hidrolisis ATP (ADP + P) masih menempel di kepala myosin. 2. Cross bridge Pada saat kepala myosin menempel pada daerah perlekatan myosin pada aktin, kelompok fosfat yang tadi telah terhidrolisis dilepaskan. Keadaan saat kepala myosin menempel pada aktin selama kontraksi disebut cross bridge. 3. Power stroke

TEKNOBIOMEDIK

Page 2

FISIOLOGI MANUSIA

2013

Setelah cross bridge terbentuk, terjadi power stroke. Selama power stroke, daerah di mana ADP masih menempel (pada myosin) terbuka.Karena itu, cross bridge berputar ke tengah sarkomer (garis M) dan melepaskan ADP tersebut. Cross bridge menghasilkan usaha selama bergerak ke tengah sarkomer, menggerakkan filament tipis (aktin) melewati filament tebal (myosin). 4. Pelepasan myosin dari aktin Pada akhir power stroke, cross bridge tetap menempel pada aktin sampai myosin mengikat molekul ATP yang lain. Saat ATP menempel pada daerah perlekatan di kepala myosin, myosin melepaskan diri dari aktin yang lama. Siklus kontraksi berulang selama enzim ATPase menghidrolisis molekul ATP yang baru. Proses tsb berlangsung selama ATP tersedia dan konsentrasi Ca2+ tinggi. Ketika Ca2+ tidak dilepaskan lagi ke reticulum sarkoplasmik, proses kontraksi berhenti dan terjadi relaksasi Energi untuk kontraksi otot Dalam beraktivitas diperlukan energy yang cukup. Energi ini umumnya merupakan hasil metabolism secara katabolisme yang berperan dalam penguraian molekul besar dan bersifat eksotermik dan menghasilkan ATP terutama melalui rantai respiratorik. Penyedia energy terbesar umumnya adalah glukosa. Secara garis besar glukosa diubah menjadi asam piruvat melalui jalur glikolisis dan menjadi asetil ko-A kemudian masuk ke siklus asam sitrat yang akan lanjut ke rantai transport electron. Kelelahan otot Kelelahan otot adalah ketidakmampuan otot untuk meneruskan kontraksi.Seseorang dapat merasakan kelelahan otot secara mental.Saat seseorang masih mampu melakukan kontraksi namun orang tersebut merasa tidak mampu.Kelelahan tersebut disebut kelelahan sentral atau kelelahan psikologis.Kelelahan sentral disebabkan oleh perubahan di sistem saraf pusat.Namun penjelasan mendetail tentang mekanisme kelelahan otot sentral belum diketahui sampai saat ini. Selain kelelahan sentral terdapat pula kelelahan otot dan kelelahan neuromuskular.Salah satu kelelahan otot disebabkan oleh penimbunan asam laktat.Penimbunan asam laktat menyebabkan otot menjadi kurang responsif terhadap rangsangan.Penyebab lainnya adalah kehabisan cadangan energi.

TEKNOBIOMEDIK

Page 3

FISIOLOGI MANUSIA

2013

Kelelahan neuromuskular sesuai namanya terjadi di percabangan saraf dengan otot. Kelelahan neuromuskular disebabkan oleh ketidakmampuan neuron motorik aktif untuk mensintesis asetilkolin(AcH) secara cepat, sehingga kebutuhan AcH tidak terpenuhi untuk meneruskan potensial aksi dari saraf ke otot. Kekuatan Otot Punggung Otot punggung adalah salah satu otot penyangga tubuh yang berada di pusat tubuh manusia.Bersamaan dengan otot-otot yang menyelimuti perut, otot punggung termasuk dalam kategori core muscle atau otot pusat tubuh.Sakit pinggang yang diderita oleh banyak orang adalah pertanda otot punggung yang lemah.Banyak orang yang sakit pinggang justru menghindari melakukan latihan punggung dengan alasan takut cedera.Hal yang sebaliknya justru terjadi, di mana latihan punggung dengan beban justru membantu meningkatkan kekuatan otot punggung sehingga rasa sakit tersebut bisa dihilangkan atau diminimalisir.

Kekuatan Otot Tangan Kekuatan genggaman tangan memerlukan kombinasi aksi dari sejumlah otot tangan dan lengan bawah, dan aksi ini sangat penting untuk banyak aktivitas sehari-hari.Kekuatan genggaman tangan adalah salah satu metode yang umum digunakan dalam pengukuran kekuatan ekstremitas atas. Kekuatan genggaman tangan merupakan suatu indikator status nutrisi yang sangat berguna, khususnya saat pengukuran antropometri gagal membedakan seseorang undernourished dari underweight. Kekuatan otot genggaman tangan juga termasuk dalam komponen kesegaran jasmani, maka sangat perlu untuk kekuatan otot ini tetap selalu dilatih untuk ditingkatkan kekuatannya.Alat yang digunakan dalam tes Grip Strenght ini adalah Grip Strenght Dynamometer atau Hand Dynamometer. Satuan dari alat ini adalah Kilogram (Kg ). Pengukuran dilakukan pada posisi berdiri dengan kaki kiri maju, tangan kanan menyilang perut.Setelah dijelaskan subyek kemudian menarik pegas dynamometer sekuat yang bisa dilakukan dalam beberapa detik kemudian dilepaskan.Pengukuran dilakukan sebanyak tiga kali, dan nilai tertinggi yang digunakan dalam analisis. Adanya perbedaan kekuatan genggaman tangan antara laki-laki dan perempuan dapat dijelaskan oleh besarnya perbedaan massa otot antara laki-laki dan perempuan. Perempuan secara signifikan memiliki kekuatan yang lebih rendah per cm2 luas otot lengan.

TEKNOBIOMEDIK

Page 4

FISIOLOGI MANUSIA
II. TUJUAN Setelah melakukan praktikum ini, diharapkan mahasiswa dapat : 1. Melakukan pemeriksaan kekuatan otot a. Kaki : quadriceps femoris, gatrocnemius dan hamstring

2013

b. Punggung : trapezius dan paraspinalis c. Tangan : Manum digitorum

2. Mengamati pengaruh peregangan terhadap kekuatan otot 3. Mengamati pengaruh repetisi terhadap kekuatan otot III. ALAT Alat yang di gunakan pada praktikum kali ini adalah : 1. Back and leg dynamometri 2. Grip dynamometri 3. Jangka sudut ROM IV. TATA CARA KERJA Pemeriksaan Kekuatan Otot Punggung Posisi awal penderita berdiri: 1. Penderita berdiri di atas alas dynamometri dengan kedua kaki dan pandangan lurus ke depan 2. Peganglah pegangan dynamometri yang terhubung pada alas melalui rantai yang dapat disesuaikan ketinggiannya 3. Sesuaikan panjang rantai dengan memperhatikan sudut yang dibentuk antara punggung badan dan kaki sebesar 30 derajat sampai pasien merasa nyaman dengan kondisi tersebut 4. Pada hitungan ketiga, pasien diminta menarik pegangan dynamometri dengan cara menegakkan punggung badan semampunya. Posisi kaki dipertahankan tetap lurus 5. Catat angka yang tertera pada monitor dynamometri sebagai hasil pengukuran kekuatan otot punggung 6. Ulangi prosedur tersebut di atas dengan melakukan peregangan punggung terlebih dahulu 7. Bandingkan hasil pengukuran kekuatan otot dengan dan tanpa peregangan terlebih dahulu. Pemeriksaan Kekuatan Otot Kaki Posisi AWAL penderita berdiri:

TEKNOBIOMEDIK

Page 5

FISIOLOGI MANUSIA

2013

1. Penderita berdiri di atas alas dynamometri dengan punggung badan dan pandangan lurus ke depan 2. Peganglah pegangan dynamometri yang terhubung pada alas melalui rantai yang dapat disesuaikan ketinggiannya 3. Sesuaikan panjang rantai dengan memperhatikan sudut yang dibentuk antara paha dengan betis sebesar 120 derajat sampai pasien merasa nyaman dengan kondis tersebut 4. Pada hitungan ketiga, pasien diminta menarik oegangan dynamometri dengan cara meluruskan kaki semampunya. Posisi punggung badan dipertahankan tetap lurus. 5. Catat angka yang tertera pada monitor dynamometri sebagai hasil pengukura kekuatan otot kaki 6. Ulangi prosedur tersebut di atas dengan melakukan peregangan kaki terlebih dahulu 7. Bandingkan hasil pengukuran kekuatan otot dengan dan tanpa peregangan terlebih dahulu.

Pemeriksaan Kekuatan Otot Jari Tangan Posisi awal penderita berdiri 1. Penderita berdiri tegak dengan posisi tangan berada di samping memegang dan pandangan lurus ke depan 2. Peganglah pegangan grip pada posisi yang nyaman 3. Pada hitungan ketiga, pasien diminta menarik pegangan grip dynamometri dengan mempertahankan posisi tangan tetap lurus di samping 4. Catat angka yang tertera pada monitor dynamometri sebagai hasil pengukuran kekuatan otot kaki 5. Ulangi prosedur tersebut sebanyak 1x, 3x, dan 5x dalam 1 menit 6. Bandingkan hasil pengukuran kekuatan otot dengan dan tanpa repetisi

Pemeriksaan Daya Ledak Otot Posisi AWAL penderita berdiri: 1. Praktikan berdiri di atas mat lalu menyalakan alat sensor dengan cara menekan tombol ON

TEKNOBIOMEDIK

Page 6

FISIOLOGI MANUSIA

2013

2. Layar pada alat sensor akan menampilkan angka 1 (pertanda untuk lompatan pertama) 3. Setelah bunyi tetterdengar, praktikan melompat setinggi-tingginya. Praktikan diperbolehkan melompat dengan menggunakan awalan maupun tidak.

Percobaan dinyatakan VALID jika kedua kaki praktikan memijak mat setelah melompat 4. Layar akan menampilkan tinggi lompatan 5. Setelah itu tampilan angka 2akan muncul dan bunyi tetterdengar lagi, praktikan melakukan hal yang sama seperti sebelumnya. 6. Gunakan tombol RESET untuk mengulangi atau melakukan percobaan selanjutnya.

V.

DATA HASIL PENGAMATAN

Pengukuran Strength No Nama Kekuatan punggung(kg) 1 2 3 4 5 6 7 Angga Hajria Robiah Priyanka Ajeng Aris Anggrek Pasca Peregangan 1 2 3 4 5 6 7 Angga Hajria Robiah Priyanka Ajeng Aris Anggrek 38,2 22,4 19 25,3 23,2 40,7 17,8 38,5 21,4 14 22,1 17,9 31,8 16,8 27 16 8 8 14 26 23 102,0 53,5 56 Kekuatan kaki (kg) 114,0 60,5 44,0 Kekuatan jari (kg) Kekuatan kanan 35,6 20,2 13,5 19,7 17,9 35,6 15,6 kiri 35,3 22,3 15,1 19,9 17,0 26,2 14,7 lengan (kg) 23 13 10 7 26 25 9

TEKNOBIOMEDIK

Page 7

FISIOLOGI MANUSIA
Pengukuran Power dengan Lompatan No. Nama L.1(cm) L.2(cm) L.kaki L.kaki Lompatan dengan

2013

kanan(cm) kiri(cm) tekanan (power)(cm) 1 2 3 4 5 6 7 Angga Hajria Robiah 25 32 30 24 32 31 31 29 40 33 19 17 19 19 19 23 21 20 19 19 22 22 25 19 44 34 32 33 35 49 33 42 31 32 33 33 51 33

Priyanka 30 Ajeng Aris 32 43

Anggrek 32

VI.

PEMBAHASAN Praktikum kali ini praktikan melakukan percobaan tentang kekuatan otot dengan pokok bahasan mengenai strength dan power. Perbedaan keduanya terletak pada cara pengukuran masing-masing yang dilakukan pada tubuh manusia. Strength mengukur kekuatan otot pada saat keadaan statis sedangkan power mengukur kekuatan otot pada saat keadaan dinamis. Keadaan dinamis ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu kecepatan, waktu tempuh dan besar kekuatan otot. Pengukuran kekuatan otot diambil dari sampel tiga bagian tubuh yaitu pengukuran strength pada kaki, punggung, dan tangan dengan menggunakan dynamometer. Selain itu power diukur dengan menggunakan vertikal jump. Pengukuran strength dan power dilakukan dengan dua kondisi yaitu dengan atau tanpa melakukan pemanasan sebelum melakukan praktikum. Hal ini dilakukan untuk membeuktikan pengaruh peregangan/ pemanasan pada tingkat kekuatan otot.

Kekuatan Otot Punggung Alat yang digunakan dalam pengukuran kekuatan otot punggung pada praktikum ini yaitu Dynamometri. Posisi pada saat pengukuran ini adalah dengan posisi badan agak membungkuk dengan membentuk sudut sebesar 30o antara punggung badan dan kaki. Pemeriksaan ini mungkin agak sedikit berbeda dengan pengukuran lainnya karena ketika menarik beban sekuat tenaga dengan menggunakan punggung maka punggung akan terasa cukup nyeri terlebih pada orang orang yang jarang memanfaatkan otot punggungnya pada kondisi sehari hari.

TEKNOBIOMEDIK

Page 8

FISIOLOGI MANUSIA

2013

Hasil praktikum menunjukkan bahwa kekuatan otot punggung pria lebih besar dari pada pada wanita. Kekuatan otot punggung pria dapat melebihi 100 kg sedangkan kekuatan otot wanita hanya mencapai setengah dari kekuatan otot pria dengan kisaran 50-60 kg. untuk menguji efektivitas peregangan pada kekuatan otot maka dilakukan praktikum dengan peregangan. Hasil yang diperoleh dari pengaruh peregangan terhadap kekuatan otot punggung adalah nilai kekuatan otot lebih tinggi dari pada nilai kekuatan otot sebelum peregangan. Kekuatan Otot Kaki Percobaan kedua yaitu pengukuran kekuatan otot kaki. Alat yang digunakan sama seperti alat pada pengukuran sebelumnya yaitu dynamometri ( Back and Leg Dynamometri ). Cara penggunaan alat ini yaitu, badan tegak lurus menghadap lurus ke depan, kemudian kaki ditekuk hingga membentuk sudut 120o kemudian menarik pegangan yang ada pada dynamometer. Dynamometer akan menampilkan seberapa besar kekuatan otot pada ekstremitas bawah. Dari praktikum yang dilakukan , didapatkan sebuah hasil bahwa laki-laki memiliki kekuatan otot yang lebih besar pada ekstremitas bawah jika dibandingkan dengan perempuan. Hal ini dikarenakan laki laki cenderung memiliki kekuatan otot yang lebih besar daripada perempuan, namun hasil dari praktikum yang dilakukan menunjukkan bahwa Kekuatan Otot Tangan Kekuatan otot tangan (manus digitorum) diukur dengan menggunakan Grip Dynamometer. Alat ini ditekan sekuat mungkin dengan jari tengah tangan, kemudian pada layar akan muncul seberapa besar kekuatan jari-jari tangan (kg). Percobaan dilakukan pada tangan kanan dan kiri dengan posisi tangan lurus ke bawah. Seluruh praktikan mencoba grip dynamometer dan didapatkan hasil rata-rata bahwa tangan kanan memiliki kekuatan otot lebih besar daripada tangan kiri kecuali hajria dan robiah. Ini dikarenakan jari kanan lebih sering digunakan daripada jari kiri. Dipandang dari kebiasaan penggunaan tangan, sebenarnya keduanya terbiasa menggunakan tangan kanan namun kekuatan otot tangan kiri keduanya lebih besar dari otot tangan kanan. Kemungkinan besar akan diperoleh hasil yang berbeda dengan seseorang yang memiliki kebiasaan menggunakan tangan kiri daripada tangan kanan (kidal). Hal ini menunjukkan bahwa kekuatan otot sangat dipengaruhi oleh latihan dan frekuensi penggunaan.kekuatan otot akan semakin besar jika tiap hari dipergunakan dan dilatih. Dalam percobaan ini juga didapatkan hasil bahwa kekuatan otot laki-laki cenderung lebih besar jika dibandingkan dengan kekuatan otot perempuan. Ini disebabkan massa dan ukuran

TEKNOBIOMEDIK

Page 9

FISIOLOGI MANUSIA

2013

otot laki-laki lebih besar daripada wanita. Dari hasil percobaan menunjukkan bahwa kekuatan otot tangan pria berkisar 35 kg sedangkan kekuatan otot tangan wanita maksimal 22. Adapun pengaruh peregangan sebelum praktikum diperoleh nilai kekuatan otot tangan yang lebih besar dari pengukuran kekuatan otot tanpa peregangan kecuali robiah. Robiah mengalami penurunan kekuatan otot setelah peregangan. Hal ini dapat disebabkan oleh kurangnya peregangan atau kondisi tubuh yang kelelahan setelah menjalani semua rangkaian praktikum. Daya Ledak Otot Tungkai Percobaan tentang pengukuran daya ledak otot tungkai diperoleh dengan tes vertical jump. Daya ledak otot atau biasa disebut dengan muscular power adalah kemampuan seseorang untuk mempergunakan kekuatan maksimum yang di dikerahkan dalam waktu yang secepat mungkin. Dalam hal ini, dapat dinyatakan bahwa daya ledak (Power) sama dengan kekuatan (force) dikalikan dengan kecepatan (velocity). Kecepatan diperoleh dari nilai ketinggian lompatan sehingga daya ledak tungkai dapat dihitung. Dalam praktikum ini kami mengukur daya ledak otot dengan menggunakan perangkat elektronik yang dapat mengonversi tekanan pada sebuah mat / landasan dan waktu menjadi ketinggian lompatan dengan. Alat ini dikenal dengan nama Jump Meter Digital. Alat ini terdiri atas dua komponen utama yaitu landasan (rubber mat) yang menerima sinyal berupa tekanan dan waktu lompatan yang kemudian ditransmisikan ke komponen kedua yang mengonversi sinyal tersebut menjadi tinggi lompatan (dalam centimeter). Pengukuran power pada otot tungkai dilakukan dengan dua posisi. Posisi vertikal dengan punggung tegak dan dengan posisi siap (posisi siaga untuk memmperbesar power pada otot tungkai). Hasil percobaan pengukuran power secara vertical diperoleh nilai tertingggi 43cm (Aris) dan terendah (Angga)25cm sedangkan praktikan wanita berkisar 31-32 cm. sebagaimana pengukuran kekuatan otot tangan untuk mengetahui pengaruh frekuensi penggunaan maka dilakukan tes vertical jump dengan kaki kanan dan kaki kiri. Hasil yang diperoleh hampir seluruh praktikan memiliki nilai kekuatan otot kaki kiri lebih besar kecuali anggrek. Selisih tinggi lompatan dengan menggunakan kaki kiri dan kanan berkisar 2cm. Hal ini dapat disebabkan karena otot kaki lebih banyak digunakan secara bersamaan atau dengan kata lain perbedaan frekuensi penggunaan keduanya tidak terlalu signifikan. Penambahan tekanan pada lompatan dengan posisi siaga dilakukan untuk mengetahui kenaikan tinggi lompatan dengan peningkatan power kaki. Semakin besar tekanan momentum lompatan maka tinggi lompatan akan semakin besar. Penambahan tekanan

TEKNOBIOMEDIK

Page 10

FISIOLOGI MANUSIA

2013

dilakukan dengan posisi badan sedikit membungkuk. Hasil percobaan tersebut adalah kenaikan tinggi lompatan 3dan 19 cm untuk pria dan 2 cm untuk wanita.

VII.

PERTANYAAN 1. Apa perbedaan strength dan power? 2. Sebutkan alat yang digunakan untuk mengukur kekuatan otot! 3. Sebutkan pengaruh peregangan pada kekuatan otot! 4. Sebutkan pengaruh repetisi terhadap kekuatan otot! 5. Bagaimana kesimpulan strength dan power pada orang coba? Jawab: 1. Strength adalah pengukuran kekuatan otot pada kontraksi isometric (static), sedangkan power mengukur kekuatan otot pada kontraksi dinamik. Pada power, faktor kecepatan, jarak, dan waktu tempuh memepengaruhi besar kekuatan otot, sedangkan pada strength tidak diperhitungkan. 2. Grip dynamometri Back and leg dynamometri kaki. Jangka sudut ROM : untuk memposisikan sudut kaki atau punggung saat : untuk mengukur kekuatan otot tangan. : untuk mengukur kekuatan otot punggung dan otot

mengukur dengan back and leg dynamometri. 3. Peregangan dapat meningkatkan kekuatan otot, karena peregangan dapat

memperbesar jangkauan gerakan, melancarkan aliran darah di otot, dan membantu terjadinya rekruitmen secara optimal. 4. Repetisi dapat menyebabkan penurunan kekuatan otot untuk sementara karena orang yang melakukan repetisi mengalami kelelahan. 5. a. Power otot akan meningkat apabila otot diberi penambahan tekanan momentum loncatan sebelum melakukan gerakan. b. Stength otot akan meningkat apabila melakukan peregangan terlebih dahulu. c. Strength otot akan melemah apabila dilakukan repetisi. VIII. KESIMPULAN Kekuatan otot pria lebih besar jika dibandingkan kekuatan otot wanita Peregangan berpengaruh dalam meningkatkan kekuatan (strength) otot

TEKNOBIOMEDIK

Page 11

FISIOLOGI MANUSIA

2013

Repetisi penurunan kekuatan (strength) otot untuk sementara sehingga kerja otot tidak maksimal Penambahan tekanan momentum loncatan sebelum melakukan gerakan akan meningkatkan power otot.

IX.

DAFTAR PUSTAKA W.F. Ganong.2000.review of medical physiology.Lithographed in USA ,California Guyton.2001.text book of medical phsyiologi.Saunders, Newyork Sloane Ethel.2001.anatomi dan fisiologi untuk pemula.penerbit bukuKedokteran

EGC,Jakarta

TEKNOBIOMEDIK

Page 12

Anda mungkin juga menyukai